Planta Simbiosa Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura e-ISSN 2685-4627 https://doi. org/10. 25181/jplantasimbiosa. vXiX. x Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah Program YESS Empowerment Level of Millennial Farmers Receiving YESS Program Grants Willie Samodra Laya1* Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP. Kementerian Pertanian. Jakarta, 12550 E-mail: willieslaya@gmail. Submitted: 15/05/2026. Accepted: 24/05/2026. Published: 26/05/2026. ABSTRAK Regenerasi petani merupakan isu strategis dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dirancang untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan pemuda di sektor pertanian. Penelitian ini menganalisis tingkat pemberdayaan petani milenial penerima hibah kompetitif YESS dengan pendekatan indeks multidimensi, meliputi manajemen bisnis, keterampilan komunikasi dan negosiasi, adopsi teknologi, motivasi, serta akses permodalan. Penelitian dilakukan melalui survei terhadap 59 petani milenial penerima hibah Program YESS di Jawa Barat. Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan aktif dalam program. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan motivasi memiliki skor rata-rata tertinggi . , diikuti manajemen bisnis . dan keterampilan komunikasi . , sedangkan akses permodalan memperoleh skor terendah . ,01. = 0,. Korelasi Pearson mengindikasikan hubungan positif antar dimensi, terutama antara manajemen dan komunikasi . = 0,. Uji ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam skor IKPM berdasarkan tingkat pendidikan (F = 1,54. p = 0,2. Temuan ini menegaskan bahwa Program YESS berkontribusi positif terhadap pemberdayaan petani milenial, meskipun peningkatan akses pembiayaan, pendampingan berkelanjutan, dan ekosistem agribisnis inklusif tetap diperlukan untuk menjamin keberlanjutan kewirausahaan pertanian. Kata Kunci: Indeks Pemberdayaan. Petani Milenial. Program YESS. Kewirausahaan Pertanian Pemuda. Pemberdayaan Petani. ABSTRACT Farmer regeneration is a strategic issue in achieving sustainable agricultural development in Indonesia. The Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) program was introduced to strengthen youth entrepreneurship capacity in the agricultural sector. This study analyzes the empowerment level of millennial farmers receiving competitive grants from YESS using a multidimensional empowerment index, which includes business management, communication and negotiation skills, technology adoption, motivation, and access to capital. A survey was conducted with 59 respondents from West Java. East Java, and South Kalimantan, and the data were analyzed using descriptive statistics. Pearson correlation, and one-way ANOVA. The results show that motivation had the highest average score . , followed by business management . and communication skills . , while access to capital recorded the lowest score . SD = 0. Pearson correlation analysis revealed strong positive relationships among all empowerment dimensions, with the strongest correlation between management and communication . = 0. ANOVA results indicated no significant differences in empowerment scores based on educational background (F = 1. p = 0. These findings highlight that the YESS program has positively contributed to enhancing millennial farmersAo empowerment. However, improving access to financing. Planta Simbiosa Volume 8 . April 2026: 41-54 Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . continuous mentoring, and building an inclusive agribusiness ecosystem remain essential to ensure the sustainability of agricultural entrepreneurship. Keywords: Empowerment Index. Millennial Farmers. YESS Program. Youth Agricultural Entrepreneurship. Farmer Empowerment. Copyright A 2026 Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Sektor pertanian di Indonesia menghadapi tantangan serius dengan menurunnya minat generasi muda meningkatnya dominasi petani berusia lanjut, yang mengancam keberlanjutan transformasi menuju pertanian modern. Analisis Survei Angkatan Kerja Nasional 2019 menunjukkan bahwa generasi muda lebih cenderung bermigrasi ke perkotaan dan memilih pekerjaan di sektor manufaktur maupun jasa, sehingga proporsi petani berusia 60 tahun ke atas meningkat dari 7,6% pada 1971 menjadi 21,2% pada 2020 (Ngadi et al. , 2. Kondisi ini menegaskan pentingnya regenerasi petani sebagai isu strategis berkelanjutan, karena keberhasilan sektor pertanian di masa depan sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda yang adaptif terhadap inovasi, teknologi, dan dinamika pasar agribisnis (Haryati et al. , 2. Selain itu, transformasi demografis Asia. Indonesia, keterlibatan generasi muda dalam pertanian yang berdampak luas pada produksi dan ketersediaan pangan, sehingga diperlukan solusi teknologi, kebijakan, dan institusional yang terintegrasi untuk menjaga keberlanjutan pertanian (Bhandari & Mishra, 2. Pengembangan pertanian modern melalui mekanisasi, teknologi digital, dan inovasi smart farming menjadi penting untuk menarik minat generasi muda sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas (Wijayanto & Puspitojati, 2. Dengan demikian, regenerasi petani tidak hanya menjadi prioritas menghadapi tantangan demografis, tetapi juga kunci dalam perkembangan teknologi dan pasar global. Pendekatan melibatkan pendidikan, pemberdayaan, serta insentif bagi generasi muda agar tertarik pada dunia pertanian sangat diperlukan untuk memastikan tercapainya ketahanan dan keberlanjutan pangan nasional (Haryati et al. , 2024. Ngadi et al. Pemuda perdesaan memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi pertanian modern, namun mereka kerap menghadapi kendala struktural seperti keterbatasan akses terhadap lahan, pembiayaan, teknologi, pelatihan, dan jejaring usaha. Menurut International Fund for Agricultural Development (IFAD), mayoritas pemuda perdesaan di negara berkembang masih mengalami hambatan dalam mengakses sumber daya pengembangan usaha pertanian, sehingga sektor ini kurang menarik sebagai pilihan Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan serta akses Planta Simbiosa. Volume 8 . April 2026: 41-54 Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . terhadap kredit dan dukungan keuangan lainnya, yang membatasi keterlibatan mereka dalam kegiatan pertanian (Akpan et al. , 2015. Giwu et al. , 2. Selain itu, persepsi negatif mengenai rendahnya pengembalian ekonomi dan kondisi sosial yang dianggap kurang menguntungkan turut menghambat minat pemuda untuk bertahan di sektor ini (Begho & Daubry. Chipfupa & Tagwi, 2. Faktor lain yang memperburuk kondisi adalah pendukung, serta kesulitan memperoleh pelatihan dan akses teknologi relevan pertanian modern (White, 2. Dalam konteks Indonesia, kebijakan seperti Omnibus Law tentang Cipta Kerja menghadirkan paradoks bagi pemuda Meski diharapkan mendorong pertanian, kebijakan ini berpotensi mempersempit akses mereka terhadap lahan dan peluang kerja formal yang aman, karena ekspansi infrastruktur dan perkebunan industrial sering menyerap lahan luas namun menawarkan pekerjaan dengan kondisi kurang stabil dan upah rendah (Sanders et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif yang berfokus pada penghapusan hambatan struktural serta pemberdayaan pemuda melalui pelatihan, kemudahan pembiayaan, akses lahan, dan jejaring usaha terpadu untuk merevitalisasi peran mereka dalam pertanian modern dan berkelanjutan (Giwu et al. , 2025. Henning et al. , 2. Penanganan isu ini menjadi krusial mengingat sebagian besar pemuda perdesaan menginginkan kehidupan yang lebih nyaman dan keberlanjutan usaha pertanian di desa mereka, namun menuntut intervensi nyata berupa infrastruktur, regulasi, dan pelatihan Planta Simbiosa Volume 8 . April 2026: 41-54 relevan untuk mewujudkan aspirasi tersebut (Kafle et al. , 2. Tanpa upaya menyeluruh untuk mengatasi hambatan tersebut, sektor pertanian berisiko kehilangan kontribusi vital dari generasi muda yang justru sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi transformasi pertanian modern dan menjaga ketahanan pangan Dalam permasalahan tersebut. Kementerian Pertanian Republik Indonesia, bekerja sama dengan IFAD, telah menginisiasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) sejak tahun 2019. Program ini bertujuan kewirausahaan pemuda di wilayah perdesaan melalui pelatihan, magang, kelembagaan, serta pemberian hibah Diharapkan bahwa Program YESS dapat menghasilkan petani muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing dalam pengembangan agribisnis modern. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Program YESS berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan petani muda, meskipun sebagian besar kajian masih berfokus pada aspek ekonomi dan keberhasilan program secara umum. Padahal, keberdayaan . penting dalam pembangunan pertanian individu dalam mengakses sumber daya, jejaring, dan mengembangkan usaha secara mandiri. Pendekatan multidimensi diperlukan untuk menilai sejauh mana petani milenial tidak hanya mengalami peningkatan ekonomi, tetapi juga Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . pengambilan keputusan yang otonom, serta jejaring sosial yang kuat sebagai modal sosial menghadapi tantangan pertanian modern (Zulkarnaen, 2. Selain itu, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat memperkuat karakter dan keberlanjutan usaha tani di tengah arus globalisasi dan perubahan teknologi (Casika et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian yang mengintegrasikan analisis sosial-ekonomi dengan aspek karakter dan pemberdayaan multidimensi menjadi krusial untuk mengoptimalkan manfaat Program YESS bagi petani muda, sekaligus menjembatani kesenjangan kajian yang selama ini lebih terfokus pada keberhasilan ekonomi semata (Cahyono & Tokuda, 2024. Casika et al. , 2023. Zulkarnaen, 2. Menurut FAO IFAD, pemberdayaan petani muda mencakup aspek agensi dan kepercayaan diri, akses terhadap aset produktif, serta kapasitas yang tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh kemampuan manajerial, komunikasi, penguasaan teknologi, motivasi usaha, dan akses permodalan. FAO menekankan pentingnya investasi dalam modal kelembagaan agar petani muda mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan secara efektif untuk berkelanjutan dan ketahanan pangan (Lele et al. , 2. Sementara itu. IFAD menyoroti akses terhadap permodalan, informasi, teknologi, dan dukungan pemberdayaan, terutama bagi kelompok marjinal yang menghadapi keterbatasan kredit, lahan, dan layanan pendukung. IFAD juga menekankan penguatan kapasitas ekonomi dan sosial melalui program yang meningkatkan kemampuan manajerial, komunikasi, serta motivasi usaha untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani muda (Canton. Dengan demikian, pemberdayaan petani muda harus dipahami secara komprehensif, meliputi pengembangan keterampilan dan akses yang luas untuk mendukung agribisnis berkelanjutan. Berdasarkan kerangka tersebut, penelitian ini mengembangkan Indeks Keberdayaan Petani Milenial (IKPM) yang mencakup lima dimensi utama: . manajemen usaha, . kemampuan komunikasi dan negosiasi, . adopsi teknologi, . motivasi, dan . akses Pendekatan indeks ini digunakan untuk memberikan gambaran keberdayaan petani muda penerima hibah Program YESS. Penelitian ini bertujuan untuk: . mengukur tingkat keberdayaan petani milenial peserta Program YESS. menganalisis hubungan antar dimensi . menguji perbedaan tingkat keberdayaan berdasarkan tingkat dan . merumuskan implikasi kebijakan dalam penguatan program pemberdayaan petani muda di Indonesia. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada petani Program YESS di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat. Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Ketiga wilayah tersebut dipilih karena merupakan lokasi implementasi Planta Simbiosa. Volume 8 . April 2026: 41-54 Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . Program YESS kemampuan komunikasi dan negosiasi, agribisnis serta sosial ekonomi yang adopsi teknologi, motivasi usaha, serta akses permodalan. Dimensi manajemen Jenis dan Sumber Data Penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 59 petani milenial penerima hibah Program Youth Entrepreneurship Employment Support Services (YESS) di Jawa Barat. Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Responden dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria: . aktif sebagai penerima hibah kompetitif Program YESS. menjalankan usaha agribisnis secara aktif. mengikuti kegiatan pendampingan program. Jumlah sampel sebanyak 59 responden dinilai memadai untuk analisis eksploratif dan pengukuran indeks keberdayaan karena empowerment dibandingkan generalisasi populasi secara nasional. Selain itu, jumlah sampel tersebut telah memenuhi deskriptif dan korelasi untuk penelitian sosial terapan dengan populasi terbatas penerima program. Penyusunan Indeks Keberdayaan keterampilan interpersonal dan negosiasi Adopsi kewirausahaan, dan akses permodalan menilai kemampuan memperoleh sumber Struktur pengukuran ini sejalan dengan kebutuhan era milenial yang ditandai oleh dinamika teknologi dan pasar yang cepat berubah, sehingga menuntut manajemen adaptif, teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha (Zaim, 2020. Zulkarnaen, 2. Selain itu, penguatan karakter dan nilai kearifan lokal perlu diintegrasikan dalam pemberdayaan petani milenial agar pengembangan kapasitas tidak hanya bersifat teknis atau ekonomi, tetapi juga berakar pada nilai budaya dan etika sosial lingkungan serta masyarakat. Pendidikan Indeks Keberdayaan Petani Milenial Petani Milenial (IKPM) menghadapi tantangan moral generasi milenial, sehingga motivasi usaha tidak hanya sebatas semangat berwirausaha, keberdayaan petani muda melalui lima melainkan juga mencakup etika kerja, dimensi utama, yaitu manajemen usaha, kejujuran, dan tanggung jawab sosial Planta Simbiosa Volume 8 . April 2026: 41-54 Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . (Casika et al. , 2023. Zulkarnaen, 2. Dengan demikian. IKPM memberikan gambaran holistik mengenai kemampuan petani milenial dalam mengelola usaha, berkomunikasi, mengadopsi teknologi, serta membangun motivasi dan akses permodalan yang memadai, sekaligus merancang kebijakan pemberdayaan yang lebih tepat dan terukur untuk mendukung transformasi pertanian menuju era industri 0 berbasis digitalisasi. Pengukuran Indeks Keberdayaan Petani Milenial (IKPM) menggunakan skala Likert 1Ae5, di mana responden memberikan skor terhadap setiap indikator pada lima dimensi utama, yaitu manajemen usaha, komunikasi dan negosiasi, teknologi, motivasi, dan akses Sebelum dilakukan analisis indeks, instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment antara skor item dengan skor total, sedangkan uji CronbachAos Alpha. Hasil pengujian menunjukkan reliabilitas yang sangat tinggi dengan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,99, sehingga kuesioner dinilai konsisten dan layak keberdayaan petani milenial. Setelah instrumen dinyatakan valid dan reliabel, yayaycEycA = Oc ycUycn IKPM Indeks Keberdayaan Petani Milenial, ycUycn adalah skor masing-masing dimensi, dan ycuadalah jumlah dimensi yang diukur. Persamaan ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai tingkat keberdayaan petani milenial secara komprehensif, sehingga dapat digunakan sebagai dasar analisis dalam merancang kebijakan dan program Klasifikasi tingkat keberdayaan disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Klasifikasi Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Nilai Indeks Kategori Ou 4,20 Sangat Berdaya 3,50 Ae 4,19 Berdaya 2,80 Ae 3,49 Cukup Berdaya 2,00 Ae 2,79 Kurang Berdaya < 2,00 Tidak Berdaya Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat keberdayaan, uji korelasi Pearson untuk menganalisis hubungan antar dimensi keberdayaan, dan uji ANOVA satu arah untuk menguji perbedaan skor IKPM berdasarkan tingkat pendidikan responden. HASIL DAN PEMBAHASAN nilai IKPM dihitung berdasarkan rata-rata Tingkat Keberdayaan Petani Milenial skor dari masing-masing dimensi yang Hasil analisis deskriptif terhadap Formula ditunjukkan pada Persamaan . IKPM lima dimensi IKPM mengindikasikan Planta Simbiosa. Volume 8 . April 2026: 41-54 Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . bahwa secara umum petani milenial yang Sebaliknya, dimensi permodalan YESS memperoleh skor terendah sebesar 4. berada dalam kategori berdaya hingga dengan standar deviasi tertinggi . Program Hal ini mengindikasikan adanya variasi sangat berdaya. Tabel 2. Statistik Deskriptif Dimensi IKPM dalam kemampuan petani muda untuk Keterbatasan Dimensi Mean Std. Dev. Min Max merupakan salah satu tantangan utama Manajemen dalam pengembangan agribisnis pemuda. Komunikasi 4. terutama terkait dengan agunan, literasi Teknologi Motivasi Permodalan Berdasarkan Gambar 1 memperlihatkan kurva distribusi unimodal dengan konsentrasi rata-rata menunjukkan bahwa mayoritas responden 4,34. lembaga pembiayaan formal. Tabel keuangan, dan keterhubungan dengan 4,0Ae4,5, memiliki tingkat keberdayaan yang tinggi hingga sangat tinggi. Distribusi skor IKPM sebagian besar responden berada di Hasil orientasi usaha, dan keyakinan diri yang tinggi dalam menjalankan usaha agribisnis terkonsentrasi pada kategori tinggi ini Tingginya mengindikasikan bahwa Program YESS secara umum berhasil meningkatkan pengembangan kewirausahaan pertanian 4,0. Pola kapasitas keberdayaan petani milenial. keberlanjutan usaha. Dimensi manajemen usaha dan komunikasi masing-masing menunjukkan skor tinggi sebesar 4. 29 dan 4. Kondisi ini mengindikasikan bahwa program Program YESS kemampuan membangun jejaring dan komunikasi bisnis. Planta Simbiosa Volume 8 . April 2026: 41-54 Gambar 1. Histogram distribusi Indeks Keberdayaan Petani Milenial (IKPM) Hubungan Antar Dimensi Pearson Keberdayaan Analisis mengindikasikan bahwa semua dimensi Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . IKPM memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Tabel 3. Korelasi Antar Dimensi IKPM Pasangan Korelasi Dimensi . Manajemen Interpretasi Ae Sangat kuat Ae Kuat Ae Kuat Komunikasi Manajemen Gambar 2. Matriks hubungan antar dimensi IKPM Motivasi Manajemen Temuan Teknologi Komunikasi Kuat Ae Sedang Motivasi yang diusung oleh FAO dan IFAD, yang menuju kuat Permodalan pendekatan pemberdayaan berbasis aset Ae Teknologi Teknologi Ae 58Ae Sedang Dimensi lainnya menuju kuat menekankan bahwa keberdayaan petani muda merupakan hasil dari kombinasi kapasitas individu, akses terhadap sumber Korelasi tertinggi ditemukan antara daya, dan keterhubungan sosial-ekonomi. dimensi manajemen dan komunikasi . = Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan dan kekurangan, tetapi juga memiliki keterkaitan yang erat dengan keterampilan, pengetahuan, serta jaringan kemampuan komunikasi dan negosiasi sosial yang dimiliki komunitas petani Petani mengelola usaha dengan baik cenderung berkelanjutan dan inklusif. Program- memiliki kemampuan dalam membangun program IFAD menegaskan pentingnya relasi bisnis, memperluas jejaring, dan meningkatkan akses pasar. teknologi, dan sumber daya keuangan. Gambar 2 menunjukkan bahwa serta pemberdayaan kelompok marginal seperti petani muda dan perempuan di mengindikasikan pemberdayaan sebagai pedesaan, sebagai kunci peningkatan fenomena multidimensional yang saling ketahanan pangan dan kesejahteraan Peningkatan dalam satu aspek masyarakat (Canton, 2. FAO juga pemberdayaan berpotensi memperkuat menekankan perlunya pendekatan holistik dan kontekstual, di mana sinergi antara peningkatan kemampuan teknologi dapat kapasitas individu dan lingkungan sosial- Sebagai informasi dan komunikasi bisnis. produktivitas serta pendapatan petani (FAO et al. , 2. Planta Simbiosa. Volume 8 . April 2026: 41-54 Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . Lebih lanjut, pendekatan berbasis terbentuknya self-efficacy pada petani muda, yaitu keyakinan bahwa mereka hubungan sosial dan ekonomi melalui mampu mengembangkan usaha agribisnis kolaborasi erat antara petani dengan secara mandiri dan berkelanjutan. Model kesejahteraan dan keadilan sosial sebagai hasil ko-kreasi antara komunitas dan pemangku kepentingan menjadi relevan dalam konteks ini (Wyatt et al. , 2. Dengan demikian, pemberdayaan petani muda tidak hanya terkait peningkatan Tingkat Keberdayaan Berdasarkan Pendidikan Analisis boxplot dalam Gambar 3 menunjukkan adanya variasi skor IKPM yang bergantung pada tingkat pendidikan. Responden dengan pendidikan S1 dan SMP memiliki median skor IKPM yang relatif tinggi, sedangkan kelompok SMA menunjukkan variasi skor yang lebih luas. kapasitas teknis, tetapi juga penguatan jaringan sosial yang memperluas akses dan peluang untuk berperan aktif dalam sistem pangan inklusif dan dinamis. Secara integratif, keberdayaan petani muda dalam kerangka berbasis aset personal, modal sosial, dan akses terhadap sumber daya, sejalan dengan visi FAO dan IFAD pengembangan pertanian berkelanjutan di berbagai wilayah dunia (Canton, 2021. FAO et al. , 2. Tabel 4. Relevansi Peningkatan Namun, hasil analisis ANOVA satu arah (Tabel . mengindikasikan bahwa perbedaan antar kelompok pendidikan tidak signifikan secara statistik (F=1,54. p=0,2. Nilai R-squared yang rendah Dimensi IKPM terhadap Pilar Empowerment Pilar Empowerment Agency & Confidence Asset Access Capacities Connectedness Gambar 3. Boxplot IKPM per jenjang Relevansi Dimensi IKPM Motivasi. Komunikasi Permodalan. Teknologi Manajemen Usaha Komunikasi. Teknologi . ,2%) menunjukkan bahwa tingkat pendidikan hanya menjelaskan sebagian kecil dari variasi skor keberdayaan. Tabel 5. Hasil Uji ANOVA IKPM Berdasarkan Pendidikan Sumber Model end_ikp. Residual Total 1,4887 0,3722 1,54 Prob > 0,2035 13,0447 14,5335 0,2416 0,2506 motivasi, dan komunikasi mencerminkan Planta Simbiosa Volume 8 . April 2026: 41-54 Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . Temuan kunci dalam meningkatkan kapasitas petani muda lintas jenjang pendidikan, menunjukkan bahwa faktor non-formal dengan praktik lapangan dan penguatan seperti pengalaman berusaha, motivasi, jejaring sosial sebagai modal utama kualitas pendampingan, dan jejaring sosial keberdayaan (Binod Ghimire et al. , 2024. memiliki peran yang lebih signifikan Fitriana dalam membentuk keberdayaan petani usaha, jejaring sosial, dan akses pelatihan Hasil Integrasi terciptanya petani muda yang resilien, inovatif, dan adaptif terhadap dinamika meningkatkan keberdayaan petani muda, pertanian modern serta tuntutan pasar, pendampingan usaha, jejaring sosial, dan terwujud secara optimal. akses pelatihan memainkan peran yang lebih signifikan. Pengalaman praktik langsung terbukti sebagai variabel paling berpengaruh dalam menumbuhkan niat kewirausahaan, sementara jejaring sosial memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan usaha, sedangkan pendidikan formal tidak menunjukkan pengaruh signifikan (Binod Ghimire et al. , 2. Pendampingan usaha yang berkelanjutan Gambar 4. Model logika empowerment petani Penelitian serta jejaring sosial yang kuat membantu milenial sebagai sintesis konseptual yang membuka akses pasar dan modal yang empiris dan dukungan literatur terkait penting bagi pengembangan usaha tani pemberdayaan pemuda pertanian. Model pada Gambar 4 bukan sekadar ilustrasi Temuan ini memperkuat pendekatan teoritis, tetapi merupakan interpretasi konseptual dari temuan statistik yang menekankan penguatan kapasitas praktis menunjukkan adanya hubungan positif dan akses terhadap sumber daya, bukan dan saling menguatkan antar dimensi keberdayaan petani milenial. Dalam konteks Program YESS. Hasil analisis korelasi Pearson model pembelajaran berbasis pengalaman menunjukkan bahwa seluruh dimensi dan pendampingan berkelanjutan menjadi IKPM memiliki hubungan positif yang Planta Simbiosa. Volume 8 . April 2026: 41-54 Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . relatif kuat, khususnya antara manajemen usaha dengan komunikasi . = 0,. , manajemen dengan motivasi . = 0,. , serta komunikasi dengan teknologi . = 0,. Temuan bahwa keberdayaan petani muda tidak Implikasi Kebijakan Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendekatan pemberdayaan petani muda harus dilakukan secara holistik dan melalui keterkaitan antar kapasitas teknis. Program YESS telah berhasil penguasaan teknologi, motivasi usaha, manajemen usaha, dan komunikasi para dan dukungan sumber daya. petani muda. Namun, penguatan akses Berdasarkan hasil tersebut, model Gambar Pemerintah pusat dari ekosistem pemberdayaan yang dipengaruhi oleh empat elemen utama, integrasi program pemberdayaan pemuda pertanian dengan skema pembiayaan . merepresentasikan kapasitas manajemen teknologi digital sebagai representasi ekosistem usaha yang mencerminkan serta . modal sosial yang kewirausahaan digital, serta penguatan jejaring pasar dan kelembagaan usaha petani muda. Pendekatan pemberdayaan berkaitan dengan motivasi, kepercayaan ke depan harus mengintegrasikan aspek diri, dan dukungan komunitas usaha. kapasitas teknis, modal sosial, akses Integrasi menunjukkan bahwa keberdayaan petani keberlanjutan usaha agribisnis pemuda multidimensional yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Model . sset-based empowermen. dari FAO dan IFAD penguatan kapasitas, akses sumber daya produktif, connectedness, dan agency Planta Simbiosa Volume 8 . April 2026: 41-54 dapat terjamin. KESIMPULAN pendekatan empowerment berbasis aset Secara peserta Program YESS menunjukkan tingkat keberdayaan yang tinggi hingga Dimensi Laya: Tingkat Keberdayaan Petani Milenial Penerima Hibah . mendapatkan skor tertinggi, sementara akses permodalan masih menjadi aspek yang relatif lemah. Seluruh multidimensional dan saling memperkuat. Korelasi Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap skor IKPM. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberdayaan petani muda lebih dipengaruhi oleh pengalaman praktik, sumber daya daripada sekadar jenjang pendidikan formal. Program YESS memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas petani milenial. Namun, penguatan akses permodalan, pertanian generasi muda. DAFTAR PUSTAKA