KESENJANGAN REALITAS SIMBOLIK DAN REALITAS EMPIRIK DALAM HADITS NABI MUHAMMAD TENTANG BAKTI IBU KEPADA TIGA KALI BAKTI BAKTI KEPADA AYAH Siti Muhayati. Panji Kuncoro Hadi. Diana Ariswanti Triningtyas. PTE FIP IKIP PGRI Madiun PBSI IKIP PGRI Madiun BK IKIP PGRI Madiun Email: sitimuhayati10@gmail. Abstract The purpose of this study was to determine the gaps and the symbolic reality of empirical reality in Hadist Prophet Muhammad on devotion to the mother of three times the devotion to the The purpose is achieved by conducting research in Sub Klegen Kartoharjo District of the City of Madiun. Klegen consists of 48 Neighborhood, 2,219 heads of household with a population of 8876 people consisting childhood, early and late teens, adults, seniors. Village residents Klegen the population, the sample is taken from each age level. This research approaches with quantitative methods to the design of ex-post facto. The variableAos symbolic reality . isclosure to the theory of perceptio. and the empirical reality . isclosure with attitude theor. Instruments research with questionnaires about perceptions and attitudes. Data analysis with statistics. Expected outcomes are journals and teaching materials. The results showed that . Residents of villages Klegen in the 20-24 years age Symbolic Reality them . and their empirical reality . about devotion to the mother three times consecrated the correlation coefficients father entered the category of strong . 71172071: 0, 60-0. , and significantly, t0> t1 . 6593> 1. Residents of villages in the age of 40-44 years Klegen Symbolic Reality them . and their empirical reality . about devotion to the mother three times consecrated the correlation coefficients father entered the category of very strong . 819802866: 0. 80 to 1. and significantly t0> t1 . 90411268> 1. Residents of villages in the age of 60-64 years Klegen Symbolic Reality them . and their empirical reality . about devotion to the mother three times consecrated the father is no correlation coefficients categorized as very strong . 982081: 0. 80 to 1. , included in the category of very strong and significant, t0> t1 . Keywords: symbolic reality . , the empirical reality . Hadist Prophet Muhammad Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesenjangan realitas simbolik dan realitas empirik dalam Hadits Nabi Muhammad tentang bakti kepada ibu tiga kali bakti kepada ayah. Tujuan tersebut tercapai dengan mengadakan penelitian di Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Kelurahan Klegen terdiri dari 48 Rukun Tetangga, 2. 219 Kepala Keluarga dengan jumlah 876 orang yang terdiri kanak-kanak, remaja awal dan akhir, dewasa, manula. Warga Muhayati. Hadi. Triningtyas Kesenjangan Realitas Simbolik dan Realitas Empirik . Kelurahan Klegen merupakan populasi, sampelnya diambil dari tiap jenjang usia. Pendekatan penelitian ini dengan metode kuantitatif dengan desain ex-post facto. Variabelnya adalah realitas simbolik . engungkapannya dengan teori perseps. dan realitas empirik . engungkapannya dengan teori sika. Intrumens penelitian dengan angket tentang persepsi dan sikap. Analisa datanya dengan statistik. Luaran yang diharapkan adalah jurnal dan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa . Warga kelurahan Klegen dalam usia 20-24 tahun Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka . tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah koefisian korelasi masuk pada kategori kuat . ,71172071: 0,60 Ae 0,799 ), dan signifikan, t01 . ,6. Warga kelurahan Klegen dalam usia 40-44 tahun Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka. tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah koefisian korelasi masuk pada kategori sangat kuat . ,819802866: 0,80 Ae 1,. , dan signifikan t0 > t1 . ,90411268 > . Warga kelurahan Klegen dalam usia 60-64 tahun Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka. tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah ada koefisian korelasi masuk kategori sangat kuat . ,982081: 0,80 Ae 1,. , termasuk pada kategori sangat kuat dan signifikan, t0 > t1 . ,8640. Kata kunci: realitas simbolik . , realitas empirik . Hadits Nabi Muhammad SAW PENDAHULUAN Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah salah satu sila Pancasila yang didalamnya mengandung ruh sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka dari itu warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) wajib berbuat adil dan berakhlaqul karimah kepada siapa saja terutama pada ibu. Ibu adalah wanita yang feminim sifatnya yang memiliki kasih sayang untuk anaknya, bersedia untuk berkorban demi kebahagiaan anaknya, selalu berusaha untuk melindungi anaknya dari segala macam marabahaya baik yang bersifat lahiriyah dan bathiniyah, memA bimbing dan mengembang-kan potensi anakA nya yang dibawa sejak lahir (Kartini Kartono: Islam menggambarkan salah satu tugas seorang ibu yang berani berkorban demi anaknya sebagaimana tercantum dalam AlQurAoan yang artinya: Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang . demikian itu adalah Allah. Tuhan-Mu. Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan . ang berhak disemba. selain Dia. maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?Ay (Al QurAoan. AzZumar,. , juga Firman Allah dalam AlQurAoan Surat Luqman, 31:14 dan Hadits Nabi Muhammad yang artinya: Dari Abi Hurairah a berkata: datang seorang laki laki kepada Rasululloh S. W lalu dia bertanya AuSiapa orang yang berhak memperoleh kebaktian?Ay Rasululloh menjawab AuIbumuAy Orang itu bertanya lagi AuLalu siapa?Ay Rasululloh S. menjawab AuIbumuAy. Orang itu bertanya lagi AuLalu siapa? Rasululloh S. W menjawab AuIbumuAy. Orang itu bertanya lagi AuKemudian siapa?Ay Rasululloh S. W menjawab AuKemuA dian ayah-muAy. HR Bukhori (Al Mundziri. Shahih Bukhari:1. Idealnya warga NKRI adalah warga yang sangat bakti kepada orang tua, terutama ibu . , tapi dalam kenyaA taannya ada beberapa kasus antara lain: 1. Anak menghajar ibu hingga kritis karena masalah sepele yaitu sering dimarahi ibunya (TEMPO. CO. Bekasi, 3 Februari 2. , 2. Tega mengancam bunuh ibu kandungnya karena tidak diberikan uang untuk modal berAjudi (PORTAL KRIMINAL. COM Ae MEDAN), 3. Tega aniaya ibu kandung, anak berurusan dengan polisi Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 46-59 (Kompas Bengkulu. com, 1 September 2. Anak kandung perkosa ibu kandungnya hingga 15 kali. Desember 2012 - 07. 29 WIB Riau pos co. , 5. Ibu kanAdung digugat anak kandung dalam masaAlah kepemilikan tanah (Berita Prima. Jakarta. Rabu . /2/2. Ayah Kandung Tega Setubuhi Anak Gadisnya (Posted on November 14, 2014 by Redaksi Jejak Kasus, jejakkasus. Dari uraian tersebut diatas maka penulis terAtarik meneliti tentang persepsi dan sikap warga Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun terhadap Realitas SimAAbolik dan Realitas Empirik dalam Hadits Nabi Muhammad tentang bakti kepada ibu tiga kali bakti kepada ayah. Hasil kajian pustaka. Kajian artikel menunA jukan bahwa realitas simbolik dan realitas empirik tentang bakti pada ibu ada kesenjangan belum ada yang membahas, seperti artikel . Siti Muhayati, dkk . meneliti tentang Tanggapan Warga Kota Madiun Pada Zakat/ Jizyah Sebagai Sumber APBN/APBD Terhadap Sikap Membayar Zakat/Jizyah. Warga Kota Madiun. Penelitian tersebut menggunakan teori tanggapan dan sikap. Hasil penelitian ditemukan ada hubungan antara tanggapan dan sikap membayar zakat/jizyah. Teori tersebut penulis gunakan untuk mengetahui persepsi . angAgapan penulis ganti perseps. dan sikap warga kelurahan Klegen, terhadap Realitas Simbolik dan Realitas Empirik Hadits Nabi Muhammad tentang bakti kepada ibu tiga kali bakti kepada ayah. Artikel tentang Persepsi Khalayak Terhadap Realitas Simbolik tentang Kekerasan di Media (Studi Persepsi Terhadap Realitas Simbolik tentang Kekerasan Poligami Terhadap Perempuan dalam Sinetron Inayah di Indosiar Periode Oktober 2. Masters thesis. Universitas Sebelas Maret. Oleh Primas Sekar. Rafiska . Artikel dari hasil penelitian tersebut untuk mengetahui persepsi khalayak terhadap realitas simbolik tentang kekerasan di media, dimana yang menjadi salah satu korbannya adalah ibu dari anak suami yang poligami. Berdasarkan artikel tersebut maka penulis mengadakan penelitian tentang persepsi dan sikap terhadap realitas simbolik dan realitas empirik dalam Hadits Nabi Muhammad SAW tentang bakti kepada ibu tiga kali bakti kepada ayah. Artikel tentang Konstruksi Realitas Simbolik Film Bertema Religi: Studi Wacana Islam dan Gender dalam Film AyPerempuan Berkalung SorbanAy dan Film AyAyat-Ayat CintaAy. Oleh Gun Gun Heryanto, dan kawan kawan, 22 Jul 2013 23:57. LP2M (LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Universitas Al-Azhar Indonesi. Artikel tersebut membahas tentangrealitas simbolik dalam suatu cerita film, bahwa dalam cerita/ puisi/prosa ada pesan yang disebut realitas simbolik, berdasarkan artikel tersebut maka penulis mengadakan penelitian tentang persepsi dan sikap warga terhadap realitas simbolik dan realitas empirik dalam Hadits Nabi Muhammad SAW. Artikel Realitas Simbolik. Realitas Empirik, oleh Marhalim Zaini, 8 Juni 101408. Artikel Marhalim Zaini membahas tentang bahwa puisi sebagaimana sebuah dunia yang tidak kosong, dan bukan ruang hampa tapi didalamnya ada sesuatu yang disebut realitas. Realitas terebut berupa pesan, amanat yang mulia yang bisa memberi pencerahan, maka pesan dan amanat terebut jika diaplikasikan dalam kehidupan akan menjadi realitas Berdasarkan artikel Marhalim tersebut maka penulis mengadakan penelitian tentang hubungan persepsi dan sikap terhadap realitas simbolik dan realitas empirik dalam Hadits Nabi Muhammad Saw. Sedang konsepsi penelitian adalah . Realitas Simbolik. Pengertian Realitas Muhayati. Hadi. Triningtyas Kesenjangan Realitas Simbolik dan Realitas Empirik . Simbolik. Realitas Simbolik adalah kenyataan yang diperoleh dari pengalaman manusia yang disimbolkan sebagai pesan atau amanat yang mulia yang bisa memberi pencarahan (Marhalim Zaini, 8 Juni 1014- 08. , . Proses Terbentuknya Realitas Simbolik. Proses terbentuknya realitas simbolik adalah bersamaan dengan proses terbentuknya puisi atau prosa, karena realitas simbolik secara otomatis terkandung dalam puisi atau prosa disebabkan ia merupakan pesan atau amanat yang mulia yang bisa memberi pencerahan, sebagaimana Marhalim Zaini. Juni 101408. menyatakan Aupuisi itu, ditempat-tinggali oleh sesuatu, sebut saja realitas. Tersebab ada realitas di sana, maka kemudian kita kerap terobsesi untuk menengok dan menelisik berbagai realitas yang ada Audi dalamAy puisi itu. Kita . embaca biasa atau juga pengkaji sastr. seolah dituntut untuk berharap bahwa di dalam sana, ada pesan, ada amanat yang mulia, yang bisa memberi semacam pencerahanAy. Adapun proses terbentuknya sebagai berikut: Penyair membuat puisi/prosa untuk mengekspresikan pemikiran, ide, emosi, bentuk dan kesan yang diungkapkan dengan media bahasa (Rachmat Djoko Pradopo, 2002. Pengkajian Puisi: . Pemikiran, ide, emosi, bentuk dan kesan, itu semua adalah relitas simbolik, karena puisi merupakan rekaman dan interpetasi pengalaman manusia yg penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan (Rachmat Djoko Pradopo, 2002. Pengkajian Puisi: . Marhalim Zaini juga menyatakan bahwa puisi yang berisi Aurealitas simbolikAy itu, yang ditengarai diperoleh . dari realitas . Realitas Empirik . Pengertian Realitas Empirik adalah pengkongkritan realitas simbolik yang ada pada puisi yang semula diperoleh dari realitas empirik (Marhalim Zaini, 2. , . Preoses terbentuknya. Realitas Empirik terbentuk dari Realitas Simbolik sebagaimana pernyataan Marhalim Zaini AuMaka, hemat saya, inilah proses ulang-alik yang aneh, pun absurd. Dunia puisi yang berisi Aurealitas simbolikAy itu, yang ditengarai diperoleh . dari realitas empirik, harus kemudian dikonkretkan kembali . leh pembac. menjadi sebuah realitas empirik. Teori komunikasi . un semioti. semacam iniAipenyair-pesan-pembacaAimemanglah sebuah proses saling memproduksi makna. Namun, jika begitu, dunia puisi adalah sebuah AumesinAy yang memproduksi realitas empirik menjadi Aurealitas simbolik,Ay dan kemudian kerap AudipaksaAy untuk kembali bicara yang empirikAy. Hadits Nabi Muhammad. PeA ngerAtian Hadits adalah perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi Muhammad SAW. Hadits dalam penelitian ini adalah perkataan Nabi Muhammad yang artinya: Dari Abi Hurairah a berkata: datang seorang laki laki kepada Raslulloh s. w lalu dia bertanya Au Siapa orang yang berhak memperoleh kebaktian?Ay Rasululloh menjawab Au IbumuAy Orang itu bertanya lagi Au Lalu siapa?Ay Rasululloh Saw menAjawab Au IbumuAy. Orang itu bertanya lagi Au Lalu siapa? Rasululloh Saw menjawab Au IbumuAy. Orang itu berertanya lagi AuKemudian siapa?Ay Rasululloh Saw menjawab Au Kemudian ayah muAy. HR Muslim (Al Mundziri. Shahih Muslim :1. MaAona Hadits. MaAona Hadits di atas adalah berbakti kepada ibu tiga kali bakti kepada ayah. MaAona Hadits di atas merupakan Realitas Simbolik yaitu kenyataan yang disimA bolkan karena belum jelas alasan mengapa berbakti kepada ibu tiga kali berbakti kepada Sedang Realitas Empiriknya, adalah berdasar pengalaman manusia berbakti kepada ibu tiga kali berbakti kepada Allah, walau belum diketahui alasan mengapa berbakti kepada ibu tiga kali berbakti kepada ayah. MaAona Hadits diatas baik secara Realitas Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 46-59 Simbolik maupun Realitas Empirik wajib diimani karena maAona dalam Hadits tersebut adalah pesan atau amanat yang mulia yang memberi pencerahan kepada manusia. Ibu. Pengertian. Ibu adalah wanita yang feminim sifatnya yang memiliki kasih sayang untuk anaknya, bersedia untuk berkorban demi kebahagiaan anaknya, selalu berusaha untuk melindungi anaknya dari segala macam mara bahaya baik yang bersifat lahiriyah dan bathiniyah, membimbing dan mengembangkan potensi anaknya yang dibawa sejak lahir (Kartini Kartono: 30-. Relasi Ibu dan Anak. Relasi ibu dan anak diawali: . Masa Kehamilan 9 bulan 10 hari . Masa Menyusui 0 bulan- 2 tahun . Masa perkembangan dari masa merangkak sampai sekolah taman Kanak Kanak dan Skolah Dasar . Masa Sekolah Menengah SMP-SMA. Tugas Ibu pada Masa Relasi Ibu dan Anak yaitu . Mendidik anaknya, . Identifikasi Ibu dengan anaknya. Ayah. Pengertian. Ayah adalah mengambil dan menganggap seseorang sebagai anaknya sendiri dengan segala hak dan kewajiban yang berA hubungan dengan kedudukan itu (Kamus Besar Bahasa Indonesi. Fithrah Ayah. Dalam mengasuh anaknya fithrah ayah adalah: . Pada umumnya tidak dibutuhkan bayi . Pada umumnya tidak tahu cara merawat anak. Pada umumnya punya pola asuh yang sama dengan ayahnya dahulu. Pada umumnya tidak akan mampu konsentrasi dengan karirnya bila ia penuh perhatian dengan anak . Pada umumnya tidak mau mengorbankan pekerA jaannya meski demi anak. Pada umumnya tidak bisa dijadikan role model bagi anak . Pada umumnya tidak mampu mengasuh anak, bila ia seorang ayah tunggal. Persepsi a. PengertianPersepsi, adalah pengalaman tentang objek atau hubunganhubungan yang diperoleh dengan menyimA pulkan informasi dan menafsirkan pesan (Rakhmat Jalaludin 1998: . Persepsi yaitu analisis mengenai cara mengintegrasikan peneA rapan kita terhadap hal-hal di sekeliling indiA vidu dengan kesan-kesan atau konsep yang sudah ada, dan selanjutnya mengenali benda (Taniputera, 2005: . Persepsi adalah suatu proses pengenalan atau identifikasi sesuatu dengan menggunakan panca indera. Kesan yang diterima individu sangat tergantung pada seluruh pengalaman yang telah diperoleh melalui proses berpikir dan belajar, serta dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri individu. (Sasanti, 2. Aspek Yang Penting Dalam Persepsi . Objek yang Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang memA persepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor, . Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf. Alat indera atau reseptor meruA pakan alat untuk menerima stimulus. Disamping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima kesadaran. Sebagai alat untuk mengaA dakan respon diperlukan syaraf motoris, . Perhatian. Untuk menyadari atau untuk mengaA dakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan Dari hal tersebut di atas dapat disimA pulkan bahwa untuk mengadakan persepsi ada syarat-syarat yang bersifat: Fisik atau kealaman. Fisiologis. Psikologis. Faktor TerAbenAtuknya Persepsi. Terbentuknya persepsi dipengaruhi oleh . Faktor internal. Faktor internal meliputi pengalaman masa lalu dan faktor pribadi yaitu proses belajar, kebutuhan, sikap, kebiasaan. Muhayati. Hadi. Triningtyas Kesenjangan Realitas Simbolik dan Realitas Empirik . kemauan, motif dan pengetahuan terhadap obyek psikologis, . Faktor eksternal. Faktor eksternal meliputi lingkungan keadaan sosial, hukum yang berlaku, nilai-nilai dalam Proses Terbentuknya Persepsi. Proses terbentuknya persepsi adalah . Tahap penerimaan stimulus, baik stimulus fisik maupun stimulus sosial melalui alat indera manusia, yang dalam proses ini mencakup pula pengenalan dan pengumpulan informasi tentang stimulus yang ada. Tahap pengolahan stimulus sosial melalui proses seleksi serta pengorganisasian informasi. Tahap peruA bahan stimulus yang diterima individu dalam menanggapi lingkungan melalui proses kognisi yang dipengaruhi oleh pengalaman, cakrawala, serta pengetahuan individu. Sifat yang menyerAtai proses persepsi. Sifat yang menyertai perAsepsi adalah . Konstansi . Dimana individu mempersepsikan seseorang sebagai orang itu sendiri walaupun perilaku yang ditampilkan berbeda-beda . Selektif: persepsi dipengaruhi oleh keadaan psikologis si perseptor. Dalam arti bahwa banyaknya informasi dalam waktu yang bersamaan dan keterbatasan kemampuan perseptor dalam mengelola dan menyerap informasi tersebut, sehingga hanya informasi tertentu saja yang diterima dan diserap. Proses organisasi yang selektif: beberapa kumpulan informasi yang sama dapat disusun ke dalam pola-pola menurut cara yang berbeda-beda. Istilah persepsi dalam penelitian ini adalah pengalaman tentang objek atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan yang telah diperoleh melalui proses berpikir dan belajar, serta dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri Sikap. Pengertian. Sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menangAgapi obyek situasi atau kondisi di lingA kungan sekitarnya. Selain itu sikap juga memA berikan kesiapan untuk merespon yang sifatAnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi. (AyHiie Anita: Sabtu, 24 November 2. atau Sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya. Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi(Lalis Nurhayati,Jumat, 03 Mei 2. , atau sikap adalah sebuah kecendrungan untuk bertingkah laku dengan cara tertentu dalam situasi sosial yang merujuk pada evaluasi individu terhadap berbagai aspek dunia sosial serta bagaimana evaluasi tersebut memunculkan rasa suka atau tidak suka individu terhadap isu, ide, orang lain, kelompok sosial dan objek (Berry Sastrawan. Minggu, 16 Februari 2. KomAponen Sikap. Hakekat sikap menurut para ahli adalah suatu interelasi dari berbagai komponen, dimana komponen-komponen ada tiga yaitu: . Komponen kognitif. Komponen kognitif adalah komponen yang tersusun atas dasar pengetahuan atau informasi yang dimiliki seseorang tentang obyek sikapnya. Dari pengeA tahuan ini kemudian akan terbentuk suatu keyakinan tertentu tentang obyek sikap . Komponen Afektif. Komponen afektif adalah yang berhubungan dengan rasa senang dan tidak senang. Jadi sifatnya evaluatif yang berhubungan erat dengan nilai-nilai kebudayaan atau sistem nilai yang dimilikinya. Komponen Konatif. Komponen konatif adalah kesiapan seseorang untuk bertingkah laku yang berhubungan dengan obyek Komponen kognitif, afektif, dan kecenderungan bertindak merupakan suatu kesatuan sistem, sehingga tidak dapat dilepas satu dengan lainnya. Ketiga komponen tersebut Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 46-59 secara bersama-sama membentuk sikap dan ketiga komponen kognitif, afektif, dan kecenA derungan bertindak secara bersama- sama memAbentuk sikap. Faktor Terbentuknya Sikap. Sikap bukan merupakan suatu pembawaan, melainkan hasil interaksi antara individu dengan lingkungan sehingga sikap bersifat Sikap dapat pula dinyatakan sebagai hasil belajar, karenanya sikap dapat mengalami Sikap dapat berubah karena kondisi dan pengaruh yang diberikan. Sebagai hasil dari belajar sikap tidaklah terbentuk dengan sendirinya karena pembentukan sikap senanA tiasa akan berlangsung dalam interaksi manusia berkenaan dengan objek teretntu. Adapun faktor yang mempengaruhinya adalah PengaA laman pribadi. Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut melibatkan faktor Kebudayaan. Pengaruh lingkungan . ermasuk kebudayaa. dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian tidak lain daripada pola perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah reinforcement . enguA atan, ganjara. yang dimiliki. Orang lain yang dianggap penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut. Media massa. Sebagai sarana komunikasi, berbagai media massa seperti televisi, radio, mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan lanA dasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terAhadap hal tersebut. Institusi Pendidikan dan Agama. Sebagai suatu sistem, institusi pendiA dikan dan agama mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Faktor emosi dalam diri. Tidak semua bentuk sikap ditentukan oleh situasi lingkungan dan pengalaman pribadi Sikap demikian bersifat sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan lebih tahan lama. bentuk sikap yang didasari oleh faktor emosional adalah prasangka. Fungsi Sikap. Bagi manusia, sikap mempunyai 4 fungsi yaitu: Adaptasi: sikap berfungsi sebagai penyeA suaian sosial dan membantu manusia merasa menjadi bagian dari masyarakat. PengeA tahuan: sikap membantu individu untuk memaA hami dunia, yang membawa keteraturan terA hadap bermacam-macam informasi yang perlu diasiAmilasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu memiliki motif untuk ingin tahu, ingin mengerti, dan ingin banyak mendapat pengalaman dan pengetahuan. Ekspresi Nilai: sikap mengkomunikasikan nilai dan identitas yang dimiliki seseorang terhadap orang lain. Pertahanan Ego: sikap melinA dungi diri, menutupi kesalahan, agresi, dsb dalam rangka mempertahankan diri. Sikap ini mencerminkan kepribadian individu yang bersangkutan dan masalah-masalah yang belum mendapatkan penyelesaian secara tuntas sehingga individu berusaha mempertahankan dirinya secara tidak wajar karena ia merasa takut kehilangan statusnya Hubungan sikap dengan Perilaku. Sikap yang dilakukan oleh setiap individu sangatlah berpengaruh terhadap perilaku individu. Pengaruh tersebut terletak pada individu sendiri terhadap respon yang ditangkap ,kecenderungan individu untuk melakukan tindakan dipengaruhi oleh berbagai faktor bawaan dan lingkungan sehingga menimbulkan tingkah laku dengan konsidioning atau kebiasaan. Cara ini didasarkan atas teori belajar konsidioning dengan cara membiasakan diri untuk berperilaku seperti yang diharapkan. Muhayati. Hadi. Triningtyas Kesenjangan Realitas Simbolik dan Realitas Empirik . akan terbentuklah tingkahlaku tersebut. Disamping itu pembentukan tingkahlaku dapat ditempuh dengan pengertian . Cara ini berdasarkan atas teori belajar kognitif, yaitu belajar yang disertai dengan adanya pengertian. Pembentukan tingkahlaku dengan mengguA nakan model atau contoh. Jadi, perilaku itu dibentuk dengan cara menggunakan model atau contoh yang kemudian perilaku dari model tersebut ditiru oleh individu. Hal ini didasarkan atas teori belajar sosial . osial learning theor. atau observational learning theory. Sikap daA lam penelitian ini adalah suatu interelasi dari tiga komponen, yaitu komponen kognitif, komA poAnen afektif dan komponen konatif dimana keAtiganya membentuk dan kecenderuAngan Tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui warga terhadap Realitas Simbolik . dan Realitas Empirik . dalam Hadits Nabi Muhammad SAW tentang bakti kepada ibu tiga kali bakti kepada ayah pada warga Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Manfaat penelitian ini adalah berguna bagi . Pengembangan Ilmu, memperluas metode memahami Islam dengan pendekatan psikologi . ersepsi dan sika. , semiotic . ahasa, puis. Sebagai memperluas materi Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian ini sebagai materi pembinaan akhlaq manusia agar lebih METODE PENELITIAN Desain Penelitian. Penelitian ini mengguA nakan metode kuantitatif dengan desain expost facto, dimana data variabel bebas dan variabel terikatnya sudah ada pada responden Variabel-Variabel Penelitian dan Definisi OpeAr asional. Variabel Penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah realitas simbolik, pengungkapannya dengan teori persepsi sebagai variabel bebas dan realitas empirik, pengungkapannya dengan teori sikap sebagai variabel terikat. Definisi Operasional: Persepsi adalah cara seseorang dalam memahami sesuatu atau bagaimana ia melihat suatu objek. Indikatornya adalah ketersediaan informasi sebelumAnya, kebutuhan, pengalaman masa lalu, emosi, imA presi, konteks. Sikap adalah suatu inteArelasi dari tiga komponen, yaitu komponen kognitif, komponen afektif dan komponen konatif dimanaketiganya membentuk dan kecenA derungan bertindak. Indikatornya adalah komA ponen yang terdiri dari pengetahuan, keperA cayaan, komponen yang berhubungannya dengan perasaan senang atau tidak senang, komAponen konatif. Realitas Simbolik dan Realitas Empirik. Realitas Simbolik adalah kenyataan atau pesan yang mengkristal dari pengalaman manusia yang menjadi simbol dalam Hadits Nabi, sedang Realitas Empirik adalah kenyataan atau pesan dalam Hadits Nabi yang telah menjadi pengalaman manusia. Hadits Nabi Muhammad Saw adalah perkataan Nabi Muhammad Saw yang berhubungan dengan bakti kepada ibu. tiga kali bakti kepada ayah. Tiap Hadits mengandung realitas simbolik dan realitas empirik maka indikatornya adalah realitas simbolik bakti kepada ibu tiga kali bakti kepada ayah, realitas empirik bakti kepada ibu tiga kali bakti kepada ayah. Lokasi Penelitian. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Terdiri dari 48 Rukun tetangga, 2. 219 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 8. 876 orang. Semua warga Kelurahan Klegen menjadi populasi penelitian. Teknik Pengumpulan Data Teknik peA ngumApulan data dalam penelitian ini adalah: Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 46-59 DoAkuAmentasi yaitu untuk mengetahui jumlah resAponden. Angket yaitu untuk mengetahui perA sepsi dan sikap warga Kelurahan Klegen menggunakan angket dengan parameter skala Likert dengan empat alternatif jawaban. Adapun kriteria penilaian sebagaimana dalam tabel 1. Tabel 1. Kriteria Penilaian Intrumen Penelitian. Intrumen penelitian ini Tabel 2. Instrumen Penelitian Variabel Indikator Realitas Simbolik (Perseps. dalam Hadits Nabi Muhammad Saw pada Warga Kelurahan Klegen Kota Madiun Jumlah Realitas Empirik (Sika. dalam Hadits Nabi Muhammad Saw padaWarga Kelurahan Klegen Kota Madiun Jumlah Sebaran Nomor Item Pengetahuan Pengalaman Kebutuhan Pengetahuan Pengalaman Kesiapan berprilaku Guna mencapai tujuan penelitian ini mana dikembangkan instrumen penelitian sebagaiA mana dalam tabel 2. karena tujuan penelitian ini mengetahui kesenA jangan antara realitas simbolik . dan reaAlitas empirik . warga Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun terhadap Hadits Nabi Muhammad Saw tentang bakti kepada ibu tiga kali bakti ayah. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul akan dianalisa dengan korelasi produk moment HASIL DAN PEMBAHASAN Sangat Setuju Setuju (SS) (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Profil Kelurahan Klegen Kota Madiun Tabel 3. Jumlah penduduknya berdasarkan Banyaknya Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kelurahan Klegen Kota Madiun, 2015 Kelompok Umur Penduduk Laki-laki Perempuan Jumlah Muhayati. Hadi. Triningtyas Kesenjangan Realitas Simbolik dan Realitas Empirik . Kelompok Umur Penduduk Laki-laki Perempuan Jumlah Deskripsi Data Tabel 4. Populasi dan Sampel Penelitian Kelompok Umur Laki laki Perempuan Jumlah Jumlah Tabel 5. Data Realitas Simbolik dan Realitas Empirik Rentang Rerata Jumlah N Realitas Simbolik (Preseps. Realitas Empirik (Sika. Tabel 6. Data Realitas Simbolik dan Realitas Empirik Rentang Realitas Simbolik (Preseps. Realitas Empirik (Sika. Sampel Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 46-59 Rentang Realitas Simbolik (Preseps. Realitas Empirik (Sika. Rerata Jumlah N 64,25 65,15 Rentang Rerata Jumlan N Realitas Simbolik (Preseps. 59,48 Realitas Empirik (Sika. Gambar 1: Diagram Realitas Simbolik dan Realitas Empirik dalam Usia 20-24 Muhayati. Hadi. Triningtyas Kesenjangan Realitas Simbolik dan Realitas Empirik . Diagram 2. Realitas Simbolik dan Realitas Empirik dalam Usia 40-44 Gambar 3. Diagram Realitas Simbolik dan Realitas Empirik dalam Usia 60-64 Kelurahan Klegen masuk wilayah KecaA matan Kartoharjo Kota Madiun. Kantor KeluA raAhan Klegen beralamat di Jl. Thamrin no. Kota Madiun. Kode Pos 63117. saat ini KeluAraA han Klegen dipimpin oleh Bapak Gamal. TerA diri dari sepuluh Rukun Warga dan lima puluh Rukun Tetangga. Analisa Data dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 7: Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefesien 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,599 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 46-59 Analisa Data. Dari analisa data diketahui bahwa warga kelurahan Klegen dalam usia 2024 tahun koefisian korelasi Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka . tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah yang ditemukan sebesar rxy =0,71172071, berdasarkan tabel 5. 3 maka termasuk pada kategori kuat. Sedangkan signifkansi hubungan sebesar t = 21,6593. Harga t dibandingkan dengan t tabel untuk kesalahan 5% uji dua pihak dan dk = n Ae 2 = 457, maka diperoleh t tabel = 1,960. Jadi hubungan Realitas Simbolik dengan Ralitas Empirik adalah kuat dan signifikan, harga t . ,6. lebih besar dari harga t tabel . Dari analisa data diketahui bahwa warga kelurahan Klegen dalam usia 40-44 tahun Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka. tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah koefisian korelasi yang ditemukan sebesar rxy = 0,819802866, berdasarkan tabel 5. termasuk pada kategori sangat kuat. Jadi hubungan Realitas Simbolik dengan Ralitas Empirik adalah kuat dan signifikan, harga t . ,90411. lebih besar dari harga t tabel . Dari analisa data diketahui bahwa warga kelurahan Klegen dalam usia 60-64 tahun Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka. tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah ada koefisian korelasi yang ditemukan sebesar rxy= 0,982081, berdasarkan tabel 5. 3 termasuk pada kategori sangat kuat. Jadi hubungan Realitas Simbolik dengan Ralitas Empirik adalah kuat dan signifikan, harga t Jadi hubungan Realitas Simbolik dengan Ralitas Empirik adalah kuat dan signifikan, harga t . ,8640. lebih besar dari harga t tabel . Pembahasan Hasil. Warga Kelurahan Klegen Madiun yang berusia 20-24 tahun. Realitas Simbolik . dan Realitas Empirik . memiliki hubungan yang kuat dan signifikan walau nilai rata-rata 62,7 (RS) dan 63,2 (RE) dari kategori nilai. , hubungan yang kuat dan signifikan, hal ini menunjukan bahwa jika persepsi seseorang terhadap sesuatu baik maka bergaris lurus dengan sikapnya pada sesuatu tersebut. Warga Kelurahan Klegen Madiun yang berusia 40-44 tahun. Realitas Simbolik . dan Realitas Empirik . memiliki hubungan yang kuat dan signifikan walau nilai ratarata 64,25 (RS) dan 65,15(RE) dari kategori nilai. , hubungan yang kuat dan signifikan, hal ini menunjukan bahwa jika persepsi seseorang terhadap sesuatu baik maka akan bergaris lurus dengan sikapnya pada sesuatu Warga Kelurahan Klegen Madiun yang berusia 60-64 tahun. Realitas Simbolik . dan Realitas Empirik . memiliki hubungan yang kuat dan signifikan walau nilai rata-rata 59,48 (RS) dan 63,59 (RE) dari kategori nilai. , hubungan yang kuat dan signifikan, hal ini menunjukan bahwa jika persepsi seseorang terhadap sesuatu baik maka akan bergaris lurus dengan sikapnya pada sesuatu tersebut KESIMPULAN Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai Warga kelurahan Klegen dalam usia 20-24 tahun Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka . tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah koefisian korelasi masuk Muhayati. Hadi. Triningtyas Kesenjangan Realitas Simbolik dan Realitas Empirik . pada kotegori kuat . ,71172071: 0,60 Ae 0,799 ), dan signifikan, t 01. ,6. Warga kelurahan Klegen dalam usia 40-44 tahun Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka. tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah koefisian korelasi masuk pada kategori sangat kuat. ,819802866: 0,80 Ae 1,. , dan signifikant 0 >t 1. ,90411268> Warga kelurahan Klegen dalam usia 60-64 tahun Realitas Simbolik mereka . dan Realitas Empirik mereka. tentang bakti pada ibu tiga kali bakti pada ayah ada koefisian korelasi masuk kategori sangat kuat . ,982081:: 0,80 Ae 1,. , termasuk pada kategori sangat kuat. signifikan, t 0 >t 1 . ,8640059 REFERENSI