Jurnal Teknologi Kedirgantaraan. Vol. 5 No. Januari 2020. P-ISSN 2528-2778. E-ISSN 2684-9704 DOI : https://doi. org/10. 35894/jtk. ANALISIS STRATEGI DAN FEASIBILITY PENGEMBANGAN MRO PEMELIHARAAN ENGINE DI INDONESIA Freddy Franciscus*. Ericko Chandra Utama Prodi Teknik Penerbangan. Fakultas Teknologi Kedirgantaraan. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Komplek Bandara Halim Perdanakusuma. Jakarta 13610. Indonesia *Corresponding Author: freddyf60@rocketmail. Abstrak Ae Bisnis pemeliharaan pesawat terbang di Indonesia masih sangat menarik sejalan dengan pertumbuhan jumlah pesawat terbang yang dimiliki maskapai domestik. Sekitar 65% porsi biaya pemeliharaan pesawat terbang milik maskapai domestik belum terserap MRO Indonesia. Sebagian besar porsi yang belum terserap tersebut adalah klaster pemeliharaan engine dan komponen pesawat terbang, dimana hanya terserap sekitar 10% (USD 100 Jut. dari 75% (USD 750 Juta Th 2. biaya pemeliharaan engine . %) dan komponen . %) pesawat terbang yang dikeluarkan oleh maskapai Indonesia. Dari serapan 10% biaya pemeliharaan engine dan komponen tersebut porsi serapan biaya pemeliharaan engine saja hanya 5% (USD 50 Jut. dari 35% (USD 350 Jut. biaya pemeliharaan engine. Masih ada sekitar 30% (USD 300 Jut. yang merupakan peluang MRO Indonesia untuk mengembangkan capability pemeliharaan engine milik maskapai Indonesia. Dari beberapa tipe engine yang ada di maskapai Indonesia. CFM56-7B yang dipakai pesawat B737-800/900 mempunyai populasi terbanyak yaitu sekitar 450 engine. Hasil analisa feasibility terhadap pengembangan capability MRO engine untuk pemeliharaan CFM56-7B diperoleh hitungan ROI dan Pay Back Periodprogram pengembangan capability engine tersebut masing-masing adalah 24,57% dan 4. 4 tahun dan nilai tersebut menunjukkan bahwa strategi pengembangan MRO engine CFM56-7B tersebut feasible. Kata kunci : Feasibility. MRO, engine. ROI. PBP Abstract Ae The aircraft maintenance business in Indonesia is still very attractive along with increasing number of aircraft on Indonesia airlines. As much as 65% of the aircraft maintenance costs of domestic airlines that have not been absorbed by MRO Indonesia. Most of the unabsorbed portions are aircraft engine and component maintenance clusters which only absorb about 10% (USD 100 Millio. of 75% (USD 750 Million Th 2. engine maintenance costs . %) and aircraft components . %), issued by Indonesian airlines. From the 10% uptake of engine maintenance costs and components, the portion of engine maintenance maintenance uptake is only 5% (USD 50 Millio. of 35% (USD 350 Millio. engine maintenance costs. There is still around 30% (USD 300 Millio. which is an opportunity for MRO Indonesia to develop the engine maintenance capability of Indonesian Based on several types of aircraft engines in Indonesian airlines. CFM56-7B used by B737-800/900 which has the largest population of around 450 engines. From the feasibility analysis on the development of the capability of the MRO engine for maintenance of the CFM56-7B, the ROI and Pay Back Period / PBP calculations for the capability engine development program are 24. 57% and 4. 4 years respectively. The ROI and PBP show that the CFM56-7B MRO engine development strategy is feasible. Keywords : Feasibility. MRO, engine. ROI. PBP I. PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Indonesia MRO Market 2015 - 2020 USD 0. 85 Billion . Jet USD 0. 68 Billion CAGR 12. 87% . Turboprop USD 0. 16 Billion Billions Billions Domestic MRO Values 2015 - 2020 $2. $1. $1. $1. $2. Domestic MRO Values 2015 - 2020 $1. $1. $0. $0. $0. $0. Modifications $0. $0. Turboprop $0. $1. $0. $0. $1. Line Maintenance $0. Engine Maintenance Jet Components $0. Airframe Heavy $0. $0. Source: CAMRO Jan 2015 Gambar 1. Indonesia MRO Market 2015-2020. Dari Gambar 1 Indonesia MRO Market 2015 Ae 2020. dan dari tulisan ilmiah di Jurnal Fakultas Teknologi Kedirgantaraan No. 1 Vol 3. Januari 2018, pada halaman 2 poin 1. 1 Latar Belakang pada alinea terakhir dimana dijelaskan bahwa AoKlaster pemeliharaan engine dan komponen pesawat terbang adalah klaster pendapatan nya oleh MRO di Indonesia yaitu hanya menyerap sekitar 10% (USD 100 Jut. dari 75% (USD 750 Juta Th 2. biaya pemeliharaan engine dan dikeluarkan oleh maskapai Indonesia. Dimana terlihat dari grafik di atas bahwa dari porsi 10% biaya pemeliharaan yang dapat diserap dari total 75% biaya pemeliharaan engine dan komponen tersebut, pemeliharaan engine hanya menyerap 5% (USD 50 Jut. dari 35% (USD 350 Jut. biaya pemeliharaan engine yang dikeluarkan oleh maskapai IndonesiaAo. Karena minimnya daya serap MRO engine di Indonesia pemeliharaan engine milik maskapai Indonesia, maka untuk mengoptimalkan daya serap MRO engine di Indonesia perlu dilakukan kajian untuk meneliti dan menganalisa tentang tipe engine yang mana yang feasible untuk dibangun capability dan fasilitas MRO nya dalam usaha memperbesar daya serap biaya pemeliharaan engine pesawat terbang maskapai Indonesia. Permasalahan Total pemeliharaan pesawat terbang milik maskapai Indonesia Tahun 2019 sekitar USD 1 Miliar. Sekitar 35% dari total biaya tersebut yaitu USD 350 Juta adalah biaya untuk belanja pemeliharaan engine pesawat terbang. Sementara itu hanya sekitar 5% dari total biaya pemeliharaan tersebut yang bisa diserap oleh MRO engine Indonesia yaitu hanya sekitar USD 50 Juta. Masih ada sekitar USD 300 Juta yang belum terserap oleh MRO engine dalam negeri dan hal tersebut menjadi peluang dan sekaligus tantangan menarik buat MRO engine di Indonesia untuk mengambil porsi yang lebih besar dalam bisnis pemeliharaan engine pesawat engine pesawat A320 (CFM56-5B), 38 engine pesawat A330-200/300 (RR-. dan 8 engine pesawat B777-300 (RR. Dimana engine CFM56-7B yang mempunyai populasi terbanyak yaitu 450 Sedangkan dari Tabel 2. 2 dan 2. MRO engine CFM56-7B yaitu bahwa dengan ROI 24,57% dan PBP 4,4 Tahun maka proyek pengembangan MRO engine tersebut sangat feasible walaupun dengan Tabel 2. 1 Beberapa Jenis Pesawat Jet Dan Type Enginenya Yang Dimiliki Maskapai Indonesia. II. PEMBAHASAN Pesawat Dan Jet Engine Yang PESAWAT JUMLAH PESAWAT TYPE ENGINE JUMLAH ENGINE Dipakai B 777-300 RR-900 A 330-200 A 330-300 RR-800 RR-800 Maskapai Berjadwal Indonesia Berdasarkan data-data AoIndonesia Aviation outlook 2017 by INACAAo untuk jenis pesawat dan jet engine serta populasinya yang dimiliki maskapai di Indonesia, dapat di summary seperti pada Tabel 2. Dari Tabel 2. 1 terihat bahwa engine pesawat B737 800/900/MAX yaitu CFM567B adalah engine yang mempunyai populasi terbanyak di Indonesia yaitu sekitar 450 Engine. Dari Tabel 2. 1 terlihat bahwa tipe jet engine yang ada di maskapai Indonesia dan populasinya adalah sekitar 450 engine pesawat B737-800/900 (CFM56-7B), 120 engine pesawat A320 (IAE-V2. , 110 B 737-800 B 737-900 B 737MAX8 A 320-200 CFM56 -7B CFM56 -7B CFM56 -LEAP1 (*) CFM56 -5B SPARE 1 SPARE 2 SPARE 4 IAE V2500 KET SPARE 1 (*) Engine CFM 56-7B adalah engine yang Indonesia yaitu total sekitar 450 engine SPARE 1 Analisa Feasibility Pengembangan Capability MRO Engine Tabel 2. 2 Proyeksi Pendapatan 5Th (*) Pendapatan Jasa Perawatan Engine CFM56-7B (Growth 10%/Yea. Tahun ke-1 $180,000,000. Tahun ke-2 $198,000,000. Tahun ke-3 $217,800,000. Tahun ke-4 $239,580,000. Tahun ke-5 $263,538,000. Asumsi Jumlah engine yang melakukan perawatan 10 EA/Bln dan Biaya perawatan USD 1. 5 Juta/Engine Investasi : Peralatan Engine Test Cell & Perlengkapannya Tanah dan Bangunan dll Total Investasi Jumlah USD (X1. $150,000,000 $1,000,000 $151,000,000 Tabel 2. 3 Cash Flow Jasa Pemeliharaan Engine CFM 56-7B Cash In Pendapatan Jasa Pemeliharaan Sindikasi Bank Sub Total Cash Out Installment test cell (*) Sewa Kendaraan . mobil,@350USD/M. Maintenance test cell . %) Operation . istrik, air, fuel dll 10%) Salary . %) Bangun Gedung dan Fasilitas Maint Installment Bank Biaya lain2 . %) Sub Total EBITDA (Earning Before Int, tax & de. Depresiasi (Straigh. Interest Bank Loan . %) Gross Profit Tax 15% Net Profit/EAITDA (*) Bunga Bank 3%/Year ROI PBP Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 $180,000,000. $150,000,000. $180,000,000. $198,000,000. $217,800,000. $239,580,000. $263,538,000. $198,000,000. $217,800,000. $239,580,000. $263,538,000. $30,900,000. $210,000. $27,000,000. $18,000,000. $18,000,000. $1,000,000. $30,900,000. $210,000. $29,700,000. $19,800,000. $19,800,000. $30,900,000. $210,000. $32,670,000. $21,780,000. $21,780,000. $30,900,000. $210,000. $35,937,000. $23,958,000. $23,958,000. $30,900,000. $210,000. $39,530,700. $26,353,800. $26,353,800. $30,000,000. $5,940,000. $136,350,000. $61,650,000. $30,200,000. $4,500,000. $26,950,000. $9,247,500. $17,702,500. $30,000,000. $6,534,000. $143,874,000. $73,926,000. $30,200,000. $4,500,000. $39,226,000. $11,088,900. $28,137,100. $30,000,000. $7,187,400. $152,150,400. $87,429,600. $30,200,000. $4,500,000. $52,729,600. $13,114,440. $39,615,160. $30,000,000. $7,906,140. $161,254,440. $102,283,560. $30,200,000. $4,500,000. $67,583,560. $15,342,534. $52,241,026. $5,400,000. $100,510,000. $79,490,000. $30,200,000. $4,500,000. $44,790,000. $11,923,500. $32,866,500. Strategi Yang Harus Diperhatikan Dalam Pengembangan Capability MRO Engine Strategi penting yang harus dilakukan agar pengembangan MRO Engine dapat terlaksana dan sukses adalah: Harus ada kerjasama konsorsium minimal antara dua maskapai besar di Indonesia yaitu Garuda Group dan Lion Group yang banyak memakai engine CFM56-7B pada pesawat B737-800/900/NG untuk mendirikan MRO Engine yang mempunyai capability lengkap Lokasi MRO harus startegis sekitar airport dan berfungsi sebagai bonded area yang terintegrasi Aoone stop solutionAo Harus ada kerjasama yang baik antar kementrian terkait yaitu Kementrian Perhubngan. Kementrian Perindustrian. Kementrian Keuangan Kemeneg BUMN agar semua proses supply chain berjalan lancer Bekerjasama Engine CFM56-7B yaitu General Electric untuk mendirikan MRO engine tersebut untuk mendapatkan approval dari pabrikan dan sekaligus sertifikat dari FAA i. Dari pembangunan fasilitas MRO Engine CFM56-7B terlihat bahwa ROI nya 24,57% dan PBP nya 4,4 Tahun dan hal tersebut menggambarkan bahwa pembangunan fasilitas MRO Engine CFM56-7B sangat feasible Harus sinkronisasi dengan kementriankementrian terkait dan juga dengan pabrikan CFM56-7B General Electric untuk membantu kelancaran dan perizinan membangun fasilitas MRO engine di bonded area sekitar airport 2 Saran Perlu adanya kajian ilmiah lanjutan untuk menghitung dan menganalisa feasibility type engine yang lain yang populasi nya juga banyak. Selain itu juga perlu MRO komponen yang masih minim tingkat komponen pesawat terbang yang di miliki maskapai Indonesia. Ucapan Terima Kasih. Penelitian ini didukung oleh Unsurya berdasarkan Hibah Penelitian Internal di Tahun Akademik 2019-2020. KESIMPULAN DAN SARAN IV. DAFTAR PUSTAKA