Volume 5 No. Tahun 2025 Halaman 76 Ae 87 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Pengembangan Media Pembelajaran Macromedia Flash Materi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman di Kota Surabaya Sebagai Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Bagi Siswa SMP Moch. Anan Charismadeyanto . Sukma Perdana Prasetya . Ali Imron . , dan Katon Galih Setyawan . S1 Pendidikan IPS. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash dengan pendekatan animasi stop motion pada materi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman di Kota Surabaya. Latar belakang dari penelitian ini mencerminkan rendahnya hasil belajar dan motivasi siswa dalam memahami pembelajaran IPS yang mengandung muatan lokal. Dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21, diperlukan media yang kontekstual, adaptif, dan menarik untuk menjembatani kesenjangan antara materi dan dunia nyata siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan: Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi ahli media, ahli materi, dua guru IPS, serta siswa kelas VII SMP Negeri 31 Surabaya. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket, observasi, serta pretest dan posttest. Hasil validasi ahli materi menunjukkan kelayakan sebesar 89%, sementara ahli media memberikan penilaian sebesar 96%. Penilaian guru terhadap media menunjukkan nilai praktikal sebesar 94, dan siswa memberikan skor efektivitas 60,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa media Macromedia Flash berbasis stop motion sangat layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran IPS. Media ini tidak hanya membantu siswa memahami materi secara lebih kontekstual, tetapi juga menanamkan nilai karakter kebaharian yang sesuai dengan potensi lokal Surabaya. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam pendidikan berbasis karakter dan potensi daerah. Kata Kunci: Media Pembelajaran. Macromedia Flash. Stop Motion. Karakter Bahari. IPS Abstract This study aims to develop an instructional media based on Macromedia Flash using a stop motion animation approach, focused on Natural Resources and Maritime materials in the city of Surabaya. The research is grounded in the low academic performance and motivation of students in Social Studies, particularly in understanding local content and maritime character. Addressing the challenges of 21st-century learning requires contextual, adaptive, and engaging media that bridge students' real-world experiences with the curriculum. The method employed is Research and Development (R&D) using the ADDIE model which includes Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluation. Subjects in this study included media experts, content experts, two Social Studies teachers, and Grade VII students at SMP Negeri 31 Surabaya. Data were collected through validation sheets, questionnaires, observations, and pretestposttest instruments. Validation results show content expert approval at 89% and media expert approval at 96%. Teachers gave a practical score of 94 and student responses indicated an effectiveness score of 60. These results demonstrate that the stop motion-based Macromedia Flash media is highly feasible and effective as a learning tool. It enhances students' understanding of Social Studies material in a more contextual manner while fostering maritime character aligned with Surabaya's local potential. These findings affirm the role of educational technology in supporting character-based, locally contextualized instruction. Keywords: Instructional Media. Macromedia Flash. Stop Motion. Maritime Character. Social Studies This is an open access article under the CCAeBY-SA Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 How to Cite: Charismadeyanto. Prasetya. Imron. , & Setyawan. Pengembangan Media Pembelajaran Macromedia Flash Materi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman di Kota Surabaya. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 5 (No . 76Ae87 PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia telah memanfaatkan Teknologi berbasis digital hal ini diharapkan dapat membangun prasarana hardware, jaringan internet, pengadaan aplikasi, serta lain sebagainya, keseluruhan itu dilakukan sebagai usaha melaksanakan kebutuhan metode pembelajaran yang lebih praktis dan tepat guna (Budiman, 2. Bersamaan dengan perkembangan era yang diidentifikasi lewat banyaknya pemanfaatan teknologi informasi, oleh karna itu rancangan pengelolaan pendidikan sudah beralih pada usaha pelaksanaan pembelajaran yang lebih kontemporer. Globalisasi sudah mendatangkan kecenderungan perpindahan dalam aspek pendidikan mulai pembelajaran tatap muka secara umum, ke arah pembelajaran yang lebih ke sisi terbuka. Saat wabah corona virus melanda tanah air Indonesia, pemerintah langsung memutuskan ketetapan dalam melaksanakan pembelajaran secara sistem virtual atau maya. Maka dari itu secara tidak disengaja pendidikan harus menggunakan teknologi informasi yang membangkitkan kesiapan dan kecakapan teknologi informasi pembelajaran (Haryadi, 2. Pada revolusi industri 4. 0 ini kedapatan pergeseran pola pembelajaran yang diikuti dengan kemajuan teknologi, media belajar, dan kurikulum. Sehingga kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam berbagai bidang kehidupan manusia salah satunya bidang pendidikan. Penerapan kemajuan teknologi pembelajaran harus diaktualkan menjadi teknik sebagai meningkatkan kualitas pendidikan pada pertumbuhan teknologi pada zaman digital seperti ini. Maka dari itu, perubahan sistem pembelajaran disini diperlukan agar dapat menunjang pembelajaran pada zaman yang serba digital, serta dapat memberikan penyelesaian terhadap berbagai macam tantangan yang ada dalam aspek pendidikan khususnya di Indonesia (Sulistyarini, 2. Dalam kondisi pembelajaran virtual ini tingkat pemahaman siswa dari materi yang diajarkan sangat rendah, karena siswa mudah merasa bosan dan jenuh. Mengenai hal ini, dibutuhkannya suatu pembaruan yang akan menjadi penyelesaian dalam kegiatan metode belajar mengajar supaya tetap berlangsung secara maksimal, salah satunya dengan menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran agar dapat meningkatkan motivasi dari hasil belajar siswa (Inda Mayana, 2. Menurut WorldAos Most Literate Nation Ranked, budaya literasi Indonesia berada di posisi ke-60 dari 61 negara, artinya data ini menunjukkan bahwa budaya literasi di Indonesia sangat rendah (Mardiana. Menyikapi analisis tersebut bahwa literasi ialah salah satu urgensi utama dalam setiap siswa yang harus mereka sukai agar terbiasa dalam mendapatkan segala macam informasi yang sepatutnya didapatkan oleh siswa yang dimanfaatkan secara bijaksana dan juga beradab. Melewati teknologi, sistem pembelajaran menggunakan media digital akan semakin sederhana dan mudah dipahami oleh Di era generasi Z ini siswa banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget. Sebenarnya dengan adanya gadget seharusnya siswa bisa memaksimalkan untuk hal-hal positif seperti mencari aplikasi yang edukatif dan hal-hal yang bersifat mendidik (Irhandayaningsih, 2. Adapun generasi masa kini yang tumbuh dan berkembang memiliki pola pikir yang semakin kreatif dan juga kritis. Namun jika siswa sering mengonsumsi gadget dengan melebihi batas maka akan muncul persoalan pada proses belajarnya. Ketika penggunaan gadget dilakukan dengan baik maka siswa dapat meningkatkan imajinasi dan membentuk pola pikir siswa, mengembangkan kecakapan dalam membaca, serta rasa keingintahuan untuk menangani sebuah permasalahan (Kurniawati, 2. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 Dilihat dari materi yang sering diakses siswa di dalam gadget, sedikit banyaknya akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan berpikir dan perilaku siswa, dengan demikian pengaruh gadget dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa serta pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa, itu terjadi karena siswa dapat memanfaatkan gadget dengan benar (Hudaya, 2. Kegiatan pengajaran yang memukau siswa sangat dipengaruhi oleh berbagai elemen, salah satunya ialah penentuan media pembelajaran yang dipakai hendaklah dapat meningkatkan siswa untuk belajar, interaktif saat digunakan, namun tidak memangkas esensi materi yang akan dijelaskan. Teknologi pendidikan merupakan kajian dan praktik etika tentang memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan dan mengelola proses, dan sumber belajar yang tepat pada era perkembangan teknologi saat ini (Ponza, 2. Kemajuan teknologi komponen pembelajaran serta aplikasi di segala elemen pendidikan mewajibkan banyak pihak memberikan perhatian khusus. Keahlian terhadap bidang teknologi informasi ialah salah satu perkara yang perlu dipunyai oleh generasi muda masa ini (Setiani, 2. Komponen pembelajaran yang bagus sepatutnya memuat aspek interaktif, ceria, menantang, memotivasi dan memberikan wadah yang lebih bagi siswa agar bisa menumbuh kembangkan kreativitas dan kebebasan dalam menentukan bakat dan minat siswa. Walaupun guru sekedar sebagai fasilitator pada sebuah pengajaran, dan siswa yang didesak agar lebih cakap, guru patut terampil dalam membuat atmosfer pembelajaran yang menggembirakan untuk mengembangkan pola pikir siswa lebih bersungguh-sungguh dalam belajar. Dapat dilihat bahwa motivasi belajar siswa serta media pembelajaran yang dipakai adalah bagian yang paling mengindikasikan dalam mewujudkan hasil belajar yang positif. Motivasi belajar pada dunia pendidikan adalah suatu perkara yang sangat mendasar, tanpa adanya motivasi seseorang senantiasa tidak akan memperoleh proses hasil belajar yang bagus (Anggraini. Hasil belajar merupakan output dari suatu interaksi belajar mengajar, dalam mengukur tingkat keberhasilan proses pengajaran, hasil belajar merepresentasikan hasil dari proses pembelajaran yang memaparkan bagaimana murid, guru, metode pembelajaran, dan lembaga pendidikan telah melaksanakan capaian tujuan pendidikan yang sudah dicanangkan. Menurut (Hamdan & Khader, 2. hasil belajar ialah gambaran penilaian dalam mengukur dan memperlihatkan kinerja prestasi siswa pada pembelajaran yang sudah dilaksanakan, sementara itu dari performa belajar tersebut dapat menjadi landasan sebagai wujud pengembangan media pembelajaran digital di pertemuan berikutnya yang lebih optimal yang mempunyai kesesuaian antara apa yang sedang dipelajari atau dipersembahkan kepada siswa dan bagaimana siswa akan diberikan nilai. Dalam membangkitkan hasil belajar, guru mampu mencermati minat siswa dan sanggup memotivasi siswa sebagai unsur yang berperan serta dalam pengaruh hasil kinerja belajar siswa. Sedangkan guru juga hendaklah mencermati metode atau cara membimbing siswa dikelas yang nyaman dan tenteram, bersamaan dengan menyuguhkan sarana yang mendukung pengajaran dikelas salah satunya media digital yang tengah berkembang pada generasi saat ini (Ricardo, 2. Kemajuan era yang kian malaju pesat, sejatinya berdampak secara signifikan kedalam aspek kehidupan manusia. Pertumbuhan ini ikut beroperasi dalam meningkatkan komponen media Desakan di zaman globalisasi ini berlandaskan pertumbuhan teknologi informasi sebagaimana dapat dikonsumsi untuk pengembangan media pembelajaran secara digital. Meningkatnya ilmu pengetahuan serta teknologi berdampak dan berimbas pada transformasi pada aspek pendidikan. Kini pengajaran di sekolah mulai diselaraskan dengan perkembangan teknologi informasi, lantaran terjadi pergerakan dan transformasi kerangka pendidikan (Muhson, 2. Dapat dilihat dari wujud penggunaan teknologi informasi bahwa proses pengajaran di kelas, kian membuat suatu kebutuhan bersamaan tuntutan di zaman serba digital ini. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 Peran sarana media dalam proses pengajaran menjadi organ yang vital sebab akan membentuk prosedur pembelajaran tersebut termasuk menjadi lebih interaktif dan imajinatif untuk siswa. Inovasi dalam pengajaran ini berupa alat atau media pembelajaran berbasis Macromedia Flash. Macromedia flash merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat animasi yang disusun objek yang diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu gerakan yang mampu menarik setiap orang untuk melihatnya (Satriana, 2. Siswa memerlukan adanya pembaruan mengenai sarana media pembelajaran kemudian siswa tidak tertuju terhadap media pembelajaran yang bersifat umum. Media merupakan komponen yang tak kalah krusial pada kesuksesan materi yang diberikan. Melalui interaksi dengan macromedia flash, seorang peserta didik akan meningkatkan motivasi dan hasil belajar mereka tentang keadaan yang tampaknya potensial dapat menumbuhkan pandangan visi yang tinggi terhadap siswa itu sendiri (Mardhatillah, 2. Langkah kegiatan belajar mengajar akan seperti kian berkembang dengan adanya media. Siswa ikut menikmati kegunaan adanya media yang dipakai, tetapi semacam media belum tentu dikatakan mencapai seluruh golongan siswa karna keterbatasan media itu sendiri. Keterbatasan komponen atau modul yang dipakai sebagai media pembelajaran membuat salah satu penghalangnya (Ilmawan Mustaqim. , 2. Menurut Susilana. , . mengutarakan bahwa kemiripan media dengan kompetensi siswa menjadi landasan kajian utama, lantaran hampir belum ada satu sarana media yang bisa memenuhi semua tingkatan jenjang sekolah. Maka harus ada penataan yang terperinci terhadap media kemudian dapat diberikan secara tepat sasaran dalam implementasi penerapannya. Oleh karena itu sarana media pembelajaran menduduki posisi yang fundamental sebagai salah satu rancangan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran IPS. Pada UU No. 20 tahun 2003 tertulis bahwa Sistem Pendidikan Nasional, yang menjelaskan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah bahan pembahasan yang wajib termuat pada kurikulum pendidikan dasar dan sekolah menengah pertama yang diantaranya melingkupi ilmu geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, budaya dan lain sebagainya yang direncanakan untuk meningkatkan wawasan, pemahaman, dan kemampuan menganalisis siswa tentang keadaan yang terjadi di lingkungan sosial. Pada saat era perkembangan ini mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial harus mengarah pada segi saintifik dengan memasukkan menuangkan pokok-pokok teknologi dalam kurikulum pengajarannya. Terlebih lagi saat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada materi sumber daya alam dan kemaritiman yang pembelajarannya tidak bisa dilaksanakan sekedar lewat bentuk bercerita ataupun memakai powerpoint saja. Dalam keadaan ini diperlukan kaidah pembelajaran IPS yang lebih kontributif terhadap siswa, efisien, dan mumpuni dalam melahirkan siswa yang tangkas terhadap perihal meningkatkan hasil belajar. Serta cekatan memberikan pengalaman langsung sehingga materi yang dipelajari pada siswa tidak terwujud bayangan saja. Dengan menggunakan teknologi macromedia flash siswa bisa menjalani pembelajaran IPS dengan aktif, khususnya pada materi sumber daya alam dan kemaritiman yang dianimasikan kedalam pengembangan media pembelajaran macromedia flash yang mengandung unsur di dalam materi tersebut dan akan dikemas agar manarik minat peserta didik dapat digunakan ditengah pertumbuhan teknologi era ini. Selain itu bisa melahirkan salah satu pemecahan masalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Media yang dikembangkan berpedoman dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada materi sumber daya alam dan kemaritiman, sebagai salah satu sarana penunjang kegiatan pembelajaran peserta didik pada mata pelajaran IPS. METODE PENELITIAN Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. sebagaimana dikemukakan oleh Branch . , yang bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash dengan animasi stop motion yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar serta menanamkan karakter bahari peserta didik. Subjek penelitian meliputi satu dosen ahli media, satu dosen ahli materi, dua guru IPS, serta 80 siswa kelas VII SMP Negeri 31 Surabaya yang dipilih berdasarkan kemiripan karakteristik kelas dan diorganisasikan dalam dua kelas paralel. Tahap analysis dilakukan melalui studi kurikulum, observasi kelas, dan wawancara dengan guru IPS untuk memahami kebutuhan belajar dan karakteristik siswa dalam memahami materi sumber daya alam dan kemaritiman. Tahap design difokuskan pada pengembangan storyboard dan alur navigasi media yang terintegrasi dengan konteks lokal wilayah pesisir Surabaya, khususnya kawasan Kenjeran. Tahap development mencakup produksi media dengan perangkat lunak Macromedia Flash dan teknik animasi stop motion, yang kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli media menggunakan instrumen lembar validasi berbasis skala Likert, mencakup aspek substansi, tampilan visual, bahasa, dan keterpaduan isi. Setelah divalidasi, media diimplementasikan . dalam pembelajaran IPS melalui uji coba terbatas, di mana siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media, dan hasilnya diukur melalui instrumen pretest dan posttest berbasis indikator capaian pembelajaran kognitif. Tahap evaluation dilakukan secara formatif dan sumatif. evaluation formatif dilakukan melalui revisi berdasarkan masukan dari validator dan guru, sedangkan evaluation sumatif berupa analisis peningkatan skor pretest dan posttest secara deskriptif kuantitatif serta analisis respon siswa dan guru terhadap media yang dikembangkan melalui angket dengan skala Likert 1Ae5 untuk menilai kepraktisan, keterpahaman, dan daya tarik media dalam konteks pembelajaran IPS berbasis karakter dan potensi lokal. HASIL DAN PEMBAHASAN . pt, bol. Kelayakan Media Pembelajaran Macromedia Flash Berbasis Stop Motion dalam Memperkuat Karakter Bahari Peserta Didik Media pembelajaran memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam memperkuat karakter bahari peserta didik. Salah satu media pembelajaran yang layak untuk digunakan adalah Macromedia Flash berbasis stop motion. Media ini menawarkan kombinasi antara teknologi animasi canggih dari Macromedia Flash dengan keunggulan konsep stop motion, yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif. Stop motion memungkinkan peserta didik untuk mengamati secara rinci pergerakan dan karakteristik hewan laut serta ekosistemnya. Kelebihan lainnya adalah kemampuan Macromedia Flash dalam menyajikan informasi dengan grafis yang menarik, animasi yang dinamis. Validasi materi yang dilakukan pada macromedia flash berbasis stop motion dilaksanakan dengan menyerahkan produk media pembelajaran untuk mendapatkan validasi dan kesesuaian ahli materi, proses validasi materi ini dilakukan oleh Bapak Dr. Hendri Prastiyono. Pd. , selaku dosen Prodi S1 Pendidikan IPS Universitas Negeri Surabaya, hasil validasi materi mendapatkan hasil sebagai Tabel 1 Hasil Penilaian Validasi Materi Indikator Penilaian Kesesuaian materi dengan CP Kebenaran konsep Keakuratan materi Penyampaian materi secara sistematis Hasil Jumlah Nilai Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 Kemampuan dalam meningkatkan kompetensi peserta didik Penggunaan bahasa yang baik dan benar Penggunaan peristilahan yang tepat Penyajian materi yang logis dan sistematis Melibatkan peserta didik secara aktif Mempertimbangkan kebermanfaatan dan kebermaknaan Total Berdasarkan hasil penilaian tersebut dapat dihitung bahwa lembar validasi materi dengan rumus sebagai berikut: Presentase kelayakan = yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco Presentase kelayakan macromedia flash = X 100 % X 100 % = 89 % Berdasarkan hasil analisis ini menunjukkan bahwa materi yang digunakan dalam macromedia flash berbasis stop motion ini memiliki kualifikasi AuSangat LayakAy, sehingga penggunan media pembelajaran ini dapat dilanjutkan sebagai media pembelajaran IPS untuk menanamkan karakter Bahari peserta didik. Validasi ahli media pembelajaran memegang peran krusial dalam memastikan kualitas dan efektivitas materi pembelajaran yang disajikan kepada peserta didik. Proses ini melibatkan pemeriksaan mendalam oleh para ahli yang memiliki keahlian dalam bidang pendidikan, teknologi, dan desain Validasi ahli media pembelajaran bukan hanya sekadar langkah formal, tetapi merupakan suatu proses yang mendetail dan berfokus pada aspek-aspek kritis seperti kejelasan pesan, desain visual, keterlibatan peserta didik, dan relevansi materi dengan tujuan pembelajaran. Proses validasi media pembelajaran ini dilakulan oleh Bapak Riyadi. Pd. , selaku dosen Prodi S1 Pendidikan IPS Universitas Negeri Surabaya, berikut hasil validasi ahli media: Tabel 2 Hasil Penilaian Validasi Ahli Media Indikator Penilaian Kejelasan Sampul dan Cover Kejelasan Media Gambar Kesesuaian Format Keseimbangan Garis. Bentuk. Ruang dan Tulisan Tampilan Gambar Tipografi . eni cetak dan tata huru. Relevansi Tujuan Pembelajaran dengan Fase dan CP Pemberian Motivasi Belajar Interaktivitas Kreatif dan inovatif dalam media pembelajaran Mudah digunakan dalam pembelajaran Total Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Hasil Jumlah Nilai Berdasarkan hasil penilaian tersebut dapat dihitung bahwa lembar validasi media dengan rumus Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 sebagai berikut: Presentase kelayakan = yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco Presentase kelayakan macromedia flash = X 100 %. X 100 % = 96 % Berdasarkan hasil analisis ini menunjukkan bahwa materi yang digunakan dalam macromedia flash berbasis stop motion ini memiliki kualifikasi AuSangat LayakAy, sehingga penggunan media pembelajaran ini dapat dilanjutkan sebagai media pembelajaran IPS untuk menanamkan karakter Bahari peserta didik Pada pemaparan hasil analisis yang telah dilakukan, menujukkan bahwa media pembelajaran Macromedia Flash berbasis stop motion memiliki kualifikasi AuSangat LayakAy Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran ini dapat dianggap layak untuk memperkuat karakter bahari peserta didik, memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman mereka terhadap dunia laut, serta memotivasi mereka untuk bijaksana terhadap lingkungan. Beberapa aspek kelayakan pada media pembelajaran berbasis stop motion . Materi pokok merujuk pada keselarasan antara media yang disediakan dan tujuan pembelajaran yang hendak . Informasi tambahan adalah segala hal yang berkaitan dengan pengetahuan ekstra. Pertimbangan Afektif mencakup sejauh mana media mampu memicu motivasi belajar siswa. Antarmuka membahas tentang tampilan media, seperti teks, gambar, dan elemen visual lainnya. Navigasi berkaitan dengan kemudahan dan kejelasan penggunaan media. Pedagogi menyangkut aktivitas kognitif siswa terkait materi pembelajaran. Keberlanjutan (Robustnes. menekankan ketahanan atau keawetan produk atau media yang digunakan. (Masruriyah & Istiningsih, 2. Kepraktisan Media Pembelajaran Macromedia Flash Berbasis Stop Motion dalam Memperkuat Karakter Bahari Peserta Didik Media pembelajaran berbasis Macromedia Flash dengan konsep stop motion tidak hanya merepresentasikan integrasi teknologi dalam dunia pendidikan, tetapi juga menjadi wujud konkret inovasi pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan belajar generasi digital. Dalam konteks penguatan karakter bahari peserta didik, media ini mampu membangun jembatan antara konten kognitif dan nilai-nilai afektif secara simultan. Penggunaan stop motion memberikan efek visual yang kuat melalui pergerakan objek yang dikendalikan secara detail, sehingga peserta didik dapat menyerap informasi dengan intensitas lebih tinggi, terutama pada materi visual seperti ekosistem laut, jenis-jenis hewan laut, serta interaksi lingkungan pesisir. Tidak hanya itu, visualisasi animasi ini mendukung dual coding theory (Paivio, 1. yang menyatakan bahwa informasi yang disajikan secara visual dan verbal akan lebih mudah diingat dan dipahami dibandingkan dengan penyajian satu saluran saja. Kepraktisan media ini terletak pada kemampuannya untuk diakses secara mandiri, baik di sekolah melalui perangkat laboratorium TIK, maupun di rumah menggunakan komputer pribadi atau perangkat Android. Fleksibilitas format Macromedia Flash yang dapat dikonversi menjadi file apk memberikan keunggulan dari sisi portabilitas dan kemandirian belajar. Siswa dapat mengakses kembali konten kapan saja untuk memperkuat pemahamannya, tanpa tergantung pada kehadiran guru. Hal ini sejalan dengan prinsip student-centered learning dan pendekatan blended learning yang menggabungkan interaksi langsung dan pembelajaran mandiri berbasis teknologi (Garrison & Vaughan, 2. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi diperluas ke ruang-ruang belajar personal yang lebih fleksibel. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 Secara empiris, hasil uji kepraktisan oleh guru-guru IPS menunjukkan bahwa media ini sangat mudah dioperasikan dan mendukung penyampaian materi yang sebelumnya dianggap abstrak atau sulit divisualisasikan. Sementara itu, respon peserta didik menggambarkan bahwa media ini tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memudahkan mereka dalam memahami struktur materi secara utuh. Kejelasan teks, penggunaan ilustrasi yang sesuai konteks, serta navigasi antarmuka yang intuitif menjadi indikator utama dari kepraktisan tersebut. Mahardani et al. mengidentifikasi bahwa kepraktisan media pembelajaran dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti kemudahan dibaca, tampilan visual yang menarik, keterpaduan isi dan judul, serta dampaknya terhadap peningkatan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi. Lebih jauh, kepraktisan media ini juga berkontribusi dalam membangun pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak membebani. Siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa AuterlibatAy dalam alur pembelajaran, bukan sekadar sebagai penerima pasif. Aspek interactivity yang ditawarkan oleh Macromedia Flash membuat siswa dapat mengeksplorasi sendiri konten pembelajaran, sehingga meningkatkan rasa ingin tahu dan keterlibatan kognitif mereka dalam proses belajar. Model seperti ini sangat relevan dengan teori experiential learning (Kolb, 1. , di mana siswa belajar lebih efektif ketika mereka mengalami langsung prosesnya, bukan hanya membaca atau mendengarkan. Hal ini tidak terlepas dari pandangan bahwa proses pembelajaran yang benar adalah pembelajaran yang tidak hanya memindahkan informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa, tetapi juga menggalakkan perkembangan kemampuan siswa (Prasetya, 2. Dari sudut pandang pedagogik, media ini juga memungkinkan guru untuk menjadi fasilitator yang adaptif dan kreatif. Guru dapat memodifikasi atau menambahkan konten lokal sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar siswa, seperti mencantumkan potensi wisata bahari di Pantai Kenjeran atau jenis mangrove yang tumbuh di Surabaya. Dengan demikian, kepraktisan media tidak hanya bersifat teknis tetapi juga didaktis, memberikan ruang bagi penyesuaian dan integrasi nilai-nilai lokal. Hal ini penting untuk menanamkan karakter bahari peserta didik, seperti cinta lingkungan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap pelestarian alam pesisir, sesuai dengan tujuan kurikulum merdeka yang berbasis penguatan profil pelajar Pancasila. Berdasarkan keseluruhan hasil dan pengamatan lapangan, dapat disimpulkan bahwa kepraktisan media pembelajaran Macromedia Flash berbasis stop motion tidak hanya meningkatkan kualitas penyampaian materi IPS, tetapi juga memperluas cakupan pengalaman belajar siswa yang holistik, kontekstual, dan bernuansa karakter. Keunggulan media ini terletak pada harmonisasi antara teknologi, pedagogi, dan muatan lokal, sehingga patut direkomendasikan sebagai model media pembelajaran digital dalam penguatan karakter dan literasi geografis peserta didik sekolah menengah pertama. Kefektifan Media Pembelajaran Macromedia Flash Berbasis Stop Motion dalam Memperkuat Karakter Bahari Peserta Didik Motion dalam Memperkuat Karakter Bahari Peserta Didik Keefektifan media pembelajaran Macromedia Flash berbasis stop motion dalam memperkuat karakter bahari peserta didik merupakan elemen penting dalam upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Media ini tidak hanya menyajikan materi secara visual dan interaktif, tetapi juga mampu mengaktifkan keterlibatan emosional siswa terhadap tema bahari yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari, khususnya di wilayah pesisir seperti Surabaya. Teknologi animasi stop motion memungkinkan visualisasi pergerakan ekosistem laut secara gradual dan detail, sehingga siswa dapat mengamati hubungan antarelemen dalam ekosistem secara lebih mendalam. Kekuatan visual ini tidak hanya mendukung Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 pemahaman kognitif, tetapi juga mendorong afeksi siswa terhadap objek pembelajaran yang ditampilkan secara dinamis dan menarik. Secara pedagogis, media ini menjembatani keterpisahan antara materi teoritis dengan realitas yang dapat dirasakan oleh peserta didik. Konsep stop motion memberikan pengalaman belajar visual yang realistik, memfasilitasi siswa untuk memahami perilaku hewan laut, interaksi antarmakhluk hidup, serta kerusakan ekosistem secara imajinatif tetapi berbasis fakta. Dalam pandangan konstruktivistik, proses belajar yang efektif harus memungkinkan peserta didik membangun pemahaman sendiri berdasarkan interaksi mereka dengan pengalaman konkret (Piaget, 1. Oleh karena itu, keefektifan media ini tidak hanya diukur dari peningkatan nilai semata, tetapi juga dari transformasi persepsi dan nilai-nilai yang tertanam pada siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media Macromedia Flash berbasis stop motion secara signifikan berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa. Hasil uji pretest dan posttest mencerminkan adanya lonjakan rata-rata nilai sebesar 20,5 poin, mengindikasikan bahwa media ini mampu mengarahkan siswa untuk memahami materi IPS secara lebih sistematis dan Namun, keefektifan media ini tidak berhenti pada aspek kognitif semata. Dalam pengamatan kelas, siswa menunjukkan antusiasme tinggi, keterlibatan aktif saat kuis interaktif, serta kemampuan menjelaskan kembali materi dengan bahasa mereka sendiri. Hal ini merupakan ciri dari deep learning yang tidak hanya menghafal informasi, melainkan menginternalisasikan konsep-konsep secara bermakna (Biggs & Tang, 2. Selain memberikan pengaruh pada aspek akademik, media ini juga mendorong internalisasi nilainilai karakter kebaharian. Materi yang dimuat dalam media tidak hanya menyampaikan pengetahuan tentang biota laut atau pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga menyisipkan pesan moral tentang pentingnya konservasi, tanggung jawab sosial terhadap lingkungan pesisir, serta kebanggaan terhadap identitas maritim bangsa Indonesia. Karakter-karakter ini sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam aspek Auberiman, bertakwa dan berakhlak muliaAy serta Auberkebinekaan globalAy yang menjadi tujuan jangka panjang dalam kurikulum nasional. Penguatan karakter melalui media pembelajaran berbasis digital menjadi strategi penting dalam pendidikan era modern. Efektivitas media ini didukung oleh kemampuannya menyampaikan pesan nilai secara halus tetapi konsisten, melalui alur visual, narasi, dan kuis reflektif. Keunggulan semacam ini tidak dimiliki oleh metode ceramah konvensional atau buku teks biasa yang cenderung bersifat satu arah dan kurang kontekstual. Penelitian Mahardani et al. menguatkan bahwa media yang mampu membentuk persepsi dan sikap siswa terhadap isu-isu lingkungan memiliki korelasi tinggi terhadap perubahan perilaku nyata dalam kehidupan seharihari siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keefektifan media pembelajaran Macromedia Flash berbasis stop motion mencakup dimensi yang luas: kognitif, afektif, dan karakter. Media ini bukan sekadar alat bantu ajar, melainkan transformator pembelajaran yang menghidupkan materi IPS menjadi pengalaman yang berakar pada konteks lokal dan nilai-nilai kebangsaan. Keberhasilan media ini menjadi bukti bahwa pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, jika dirancang dengan pendekatan pedagogis dan nilai, dapat menjadi fondasi pendidikan karakter yang utuh dan berdaya ubah. Cakupan Karakter Bahari Pada Media Pembelajaran Macromedia Flash Berbasis Stop Motion dalam Memperkuat Karakter Bahari Peserta Didik Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 Cakupan karakter bahari pada media pembelajaran Macromedia Flash berbasis stop motion menciptakan pengalaman pembelajaran yang komprehensif dan mendalam bagi peserta didik. Media ini tidak hanya memberikan gambaran umum tentang kehidupan laut, tetapi juga secara khusus menyoroti karakteristik unik dari berbagai hewan dan ekosistem bahari. Melalui teknologi animasi Macromedia Flash, peserta didik dapat menjelajahi dunia bawah laut dengan visualisasi yang menarik dan dinamis. Sementara itu, konsep stop motion menambahkan dimensi nyata, memungkinkan peserta didik untuk mengamati pergerakan dan perilaku hewan laut dengan detail yang tinggi. Tabel 3 Hasil Penilaian Guru SMP Negeri 31 Surabaya Aspek Jumlah Item Aspek Materi Aspek Bahasa Aspek Penyajian Aspek Tampilan Visual Aspek Desain Pembelajaran Total Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Hasil Gr 1 Gr 2 Berdasarkan pada penilaian 2 guru tersebut, total nilai yang diperoleh dari masing masing guru adalah 90 dan 97 dan skor maksimal adalah 80, maka dapat dianalisis dengan rumus sebagai berikut: Rata-rata = yaycycoycoycaEa ycAycnycoycaycn ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa yaAycaycuycycaycoycuycyca yaycaycyca yaycycyc = 2 = 94 ycAycnycoycaycn ycIycaycycaOeycycaycyca Presentase kepraktisan = yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco X 100 % Presentase kepraktisan macromedia flash = 80 X 100 % = 117 % Berdasarkan hasil analisis ini menunjukkan bahwa media pembelajaran macromedia flash berbasis stop motion ini memiliki kualifikasi AuSangat LayakAy, sehingga penggunan media pembelajaran ini dapat dilanjutkan sebagai media pembelajaran IPS untuk menanamkan karakter Bahari peserta didik. Cakupan karakter bahari pada media pembelajaran ini mencakup berbagai aspek, seperti tindakan jujur, disiplin, tanggung jawab dan percaya diri. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kehidupan bahari secara menyeluruh, tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk pembentukan karakter positif terkait kepedulian terhadap lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa muatan karakter Bahari mampu tertanam pada peserta didik dengan bantuan media macrmedia flash berbantuan stop motion, sehingga media pembelajaran Macromedia Flash berbasis stop motion tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga merangkul cakupan karakter bahari yang luas untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 76-87 KESIMPULAN . pt, bol. Berdasarkan pada penelitian yang sudah dilakukan, baik Penelitian pengembangan media pembelajaran macromedia flash berbasis stop motion ini dilakukan pada sekolah SMP Negeri 31 Surabaya, yang mana bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dan dapat mempermudah seorang pendidik dalam menyampaikan pesan materi terhadap peserta didik. Penggunaan macromedia flash berbasis stop motion dalam inovasi pembelajaran memungkinkan peserta didik terlibat secara interaktif, memperkuat karakter bahari mereka khususnya di kota Surabaya. Melalui teknologi macromedia flash berbasis stop motion, para peserta didik dapat terlibat langsung dalam pengalaman belajar yang menarik dengan suasana penyampaian yang baru melalui media elektronik. Tentunya di era digital seperti saat ini peran media pembelajaran juga sangat penting untuk dikembangkan guna memberikan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, kreatif dan tentunya berbasis student center. Hal ini ditujukan agar peserta didik lebih aktif dalam melakukan pembelajaran agar peserta didik benar-benar mengalami pembelajaran cocok dengan generasi sekarang yang lekat akan peranan Desain media pembelajaran macromedia flash berbasis stop motion diawali dengan cara mengumpulkan beberapa foto dan potensi yang ada di sekitar Pantai Kenjeran Surabaya dan melakukan deskripsi terhadap potensi dari foto tersebut. Pasalnya animasi ini membantu peserta didik dalam mendalami potensi yang ada sehingga peserta didik juga seakan-akan dibawa kedalam kondisi tersebut. DAFTAR PUSTAKA