2025 Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Healt. Vol 9 No 2 p-ISSN: 2580-0590/ e-ISSN: 2621-380X PENGARUH SMART CARD ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (REMATRI) DI SMP NEGERI 11 JAYAPURA Isna Ainurrohimah1*. Selina Lestari1. Nur Nabila1. Rosa Simatauw1. Murina Malyo1. Ristina Rosauli Harianja1 1Fakultas Kesehatan Masyarat. Universitas Cenderawasih. Jayapura. Indonesia Korespondensi penulis: ainunr665@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri, kelas 7 dan 10 sebesar 15,15%. Remaja putri sangat berisiko tinggi terkena anemia karena peningkatan kebutuhan yang sangat signifikan, rendahnya asupan zat besi, perilaku diet serta keluarnya darah menstruasi yang lebih tinggi dari biasanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas media edukasi gizi dalam mencegah anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Jayapura. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi exsperimental One Group Pre-Post-Test, yaitu dengan menggunakan instrument koesioner pre-post, serta media edukasi PowerPoint, dan kartu kuartet (SCA) AuSmart Card AnemiaAy. Jumlah sampel sebanyak 46 siswi kelas IX SMP Negeri 11 Jayapura. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji T-test paired sample. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan didapatkan hasil uji paired sampel test, ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara pre-test 65. 65 < post-test 89. 35, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan siswi SMP Negeri 11 Jayapura. Kesimpulan: Terdapat pengaruh kegiatan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan siswi SMP Negeri 11 Jayapura. Kata Kunci: Remaja Putri. Anemia. Pencegahan ANEMIA PREVENTION IN ADOLESCENT WOMEN (REMATRI) IN STATE MIDDLE SCHOOL 11 JAYAPURA ABSTRACT Background: Data from the Papua Provincial Health Office shows the prevalence of anemia among adolescent girls in grades 7 and 10 is 15. Adolescent girls are at high risk of developing anemia due to significantly increased iron requirements, low iron intake, dietary habits, and higher-than-normal menstrual bleeding. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of nutrition education media in preventing anemia in adolescent girls at SMP Negeri 11 Jayapura. Methods: This study used a quantitative approach with a quasi-experimental One Group Pre-Post-Test, using a pre-post questionnaire instrument. PowerPoint educational media, and "Smart Card Anemia" quartet cards (SCA). The sample size was 46 ninth-grade female students of SMP Negeri 11 Jayapura. The sampling technique used purposive sampling. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using paired sample T-test. Results: The results of the study showed that the results of the paired sample test showed that there was a difference in the average learning outcomes between the pre-test 65. 65 < post-test 89. 35, so it can be concluded that there is an influence of extension activities in increasing the knowledge of female students of SMP Negeri 11 Jayapura. Conclusion: There is an influence of extension activities on increasing the knowledge of female students at SMP Negeri 11 Jayapura. Keywords: Adolescent Women. Anemia, prevention Pengaruh Smart Card Anemia Pada Remaja Putri (REMATRI) di SMP Negeri 11 Jayapura Isna Ainurrohimah. Selina Lestari. Nur Nabila. Rosa Simatauw. Murina Malyo. Ristina Rosauli Harianja PENDAHULUAN Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan baik secara fisik, biologis, maupun psikologis. Pada fase ini, terjadi laju pertumbuhan yang sangat pesat (Adolescence Growth Spur. yang membutuhkan asupan gizi dalam jumlah yang besar. Namun masih banyak remaja yang tidak menyadari pentingnya Akibatnya, mereka cenderung mengabaikan kebutuhan nutrisi tubuh, baik karena pola makan yang tidak teratur, kebiasaan jajan berlebihan, maupun ketidaktahuan akan pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan dan perkembangan tubuh1. Pada periode ini, kebutuhan absopsi zat besi juga mengalami peningkatan terutama pada remaja putri usia 14-15 tahun. Kondisi ini menjadikan remaja putri sebagai kelompok yang rentan terkena anemia2. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan anemia sebagai kondisi dimana konsentrasi kadar hemoglobin (H. dalam darah lebih rendah dari normal, yaitu dibawah 12g/dL pada perempuan dan 13g/dL pada laki-laki usia diatas 15 Kekurangan hemoglobin ini menyebabkan terganggunya distribusi oksigen keseluruh tubuh, sehingga berpengaruh terhadap fungsi fisiologis, daya tahan tubuh, dan konsentrasi Secara global, prevalensi anemia pada perempuan usia 15-49 tahun sebesar 30,7%4. Pada tahun 2021, didapatkan prevalensi anemia tertinggi berada pada Sub-Sahara Tengah sebesar 35,7%, dan Asia Selatan 35,7%5. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), didapatkan prevalensi anemia pada remaja baik putra maupun putri, usia 15-24 tahun sebesar 15,5%, dan sebesar 18% pada remaja putri6. Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Papua prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif pada tahun 2020 sebesar 34% dan didapatkan sebesar 15,15% remaja putri, usia sekolah kelas 7 dan 10 yang mengalami anemia7. Anemia pada remaja putri dapat menimbulkan berbagai gejala seperti 5L . emas, letih lesu, lelah, dan lala. , sakit kepala, pucat pada telapak tangan dan kelopak mata. Selain itu anemia juga memiliki efek jangka pendek, antara lain, menurunkan imunitas tubuh, meningkatkan penyakit infeksi menular, produktifitas menurun serta menurunkan prestasi dalam belajar8. Dalam jangka panjang, anemia yang tidak tertangani sejak remaja dapat berlanjut hingga masa kehamilan dan meningkatkan risiko komplikasi seperti Pertumbuhan Janin Terhambat (PTJ). Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), perdarahansaat melahirkan, bahkan kematian kematian ibu dan bayi baru Berbagai faktor terhadap tingginya angka anemia pada remaja putri, antara lain peningkatan kebutuhan gizi yang tidak diimbangi dengan asupan makanan bergizi seimbang, kebiasaan jajan di luar rumah, serta pola makan tidak teratur akibat kesibukan belajar. Selain itu, kebiasaan diet yang salah dan kehilangan darah akibat menstruasi juga memperbesar risiko kekurangan zat besi10. Pola perilaku ini mencerminkan rendahnya kesadaran remaja terhadap pentingnya Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Healt. Vol 9 No 2 Tahun 2025 pencegahan anemia melalui pemenuhan gizi yang cukup dan gaya hidup sehat. Mengingat prevalensi anemia pada remaja putri serta dampaknya terhadap kualitas kesehatan reproduksi di masa depan, maka diperlukan upaya pencegahan sedini mungkin. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri yaitu dengan melakukan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya asupan zat besi dan gizi seimbang. Oleh karena itu Kesehatan Masyarakat melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi kesehatan kepada remaja putri SMP Negeri 11 Jayapura dengan memberikan edukasi kesehatan mengenai pencegahan anemia pada remaja putri. Kegiatan ini bertujuan remaja putri dalam mencegah terjadinya penurunan anemia dan remaja putri lebih sehat sehingga nantinya dapat menjadi calon ibu yang berkualitas. penelitian ini adalah siswi yang masih aktif di SMP Negeri 11 Jayapura kelas IX . , dengan jumlah sampel sebanyak 46 siswi kelas IX (Sembila. Teknik digunakan adalah non probability purposive sampling. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Oktober 2025 yang berlokasi di SMP Negeri II Jayapura. Jl. Kmpwolker Perumnas 3. Yabansai. Kec. Heram. Kota Jayapura. Papua. Adapun media yang digunakan dalam mendukung kegiatan ini yaitu dengan koesioner. PowerPoint, dan kartu kuartet (SCA) AuSmart Card AnemiaAy. Materi yang diberikan meliputi, definisi, dampak, dan cara Analisis yang digunakan dalam penelitian ini analisis univariat Analisis menggunakan uji T-test paired sample dengan uji normalitas Shapiro Wilk, dengan pengkategorian nilai <60 . , 70-80 . , dan nilai 90100 . menggunakan program aplikasi data statistic SPSS 16. METODE HASIL DAN PEMBAHASAN Metode menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental One Group Pre-Post-Test, yaitu dengan menggunakan instrument pre- post yang mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai anemia sebelum dan sesudah diberikannya edukasi terkait dengan pencegahan anemia pada remaja Populasi yang digunakan pada HASIL Kegiatan melibatkan 46 siswi kelas IX . SMP Negeri 11 Jayapura, sebagai peserta kegiatan penyuluhan terkait dengan pencegahan anemia pada remaja Berdasarkan tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan usia didapatkan paling banyak pada siswi Pengaruh Smart Card Anemia Pada Remaja Putri (REMATRI) di SMP Negeri 11 Jayapura Isna Ainurrohimah. Selina Lestari. Nur Nabila. Rosa Simatauw. Murina Malyo. Ristina Rosauli Harianja usia 14 tahun sebanyak 26 orang . 5%). Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Usia Siswi Jumlah Persentase (Tahu. (%) Total Sumber: Data Primer, 2025 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Suku Suku Jumlah Persentase . (%) Papua Non Papua Total Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel 2. Distribusi frekuensi responden berdasarkan suku, paling banyak didapatkan pada suku nonPapua sebesar 67. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Sebelum Sesudah Pengetahuan Tinggi Cukup Kurang Total Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel 3. Distribusi frekuensi pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan, didapatkan bahwa responden yang dikategorikan dengan . ,5%) peningkatan pengetahuan responden pada kategori tinggi sebanyak 33 responden . ,8%). Tabel 4. Uji Statistik Paired Sampel Test Pengetahuan Mean Std. Deviasi Value Pre test 019 0,05 Post test Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel 4. Didapatkan hasil uji paired sampel test, ada perbedaan rata- rata hasil belajar antara pre-test 65. 65 < post-test 89. Dimana didapatkan hasil uji yang menunjukkan nilai p <0. 05 yang artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata antara variabel pre-test dengan variabel post- test. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan siswi SMP Negeri 11 Jayapura. PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data tingkat pengetahuan siswi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan terbilang efektif, dimana didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata pretest 65. 65 < 89. 35 post-test, yang berarti penyuluhan yang dilakukan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya pengetahuan siswi SMP Negeri 11 Jayapura. Peningkatan pengetahuan siswi tentang pencegahan anemia pada remaja putri dapat diukur melalui perbandingan antara hasil pre-test dan post-test. Dimana remaja putri yang memiliki pengetahuan tergolong tinggi sebelum dilakukannya penyuluhan sebanyak 8 responden . ,5%), dan dilakukannya penyuluhan sebanyak 33 . ,8%). Kuesioner penelitian mencakup definisi mengenai anemia dan tablet tambah darah, gejala anemia, pencegahan anemia, makanan yang menghambat penyerapan zat besi, cara mengonsumsian tablet tambah darah, dan dampak anemia. Kegiatan penyuluhan dilakukan PowerPoint dan games education dengan kartu kuartet (SCA) AuSmart Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Healt. Vol 9 No 2 Tahun 2025 Card AnemiaAy. Selama kegiatan tersebut berlangsung para siswi menunjukkan antusias yang tinggi terhadap informasi yang disampaikan serta dalam menjawab pertanyaan yang Hal ini sesuai dengan penelitian Silvia Dewi Styaningrum & Metty, . penggunaan kartu kuartet anemia dalam pelaksanaan edukasi mendapatkan antusias yang baik dari peserta, dan didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan dengan skor pre-test 78,6 < 92,9 posttest. Dengan adanya pendidikan kesehatan terkait dengan pencegahan anemia pada remaja putri, dapat pengetahuan siswi SMP Negeri 11 Jayapura, dimana dengan adanya peningkatan pemahaman di kalangan siswi, diharapkan nantinya mereka dapat menjadi agen perubahan yang dapat berperan sebagai patokan dalam menyampaikan pesan terkait dengan pencegahan anemia pada remaja putri. Salah satu penyebab remaja putri terkena anemia karena kurangnya pengetahuan tentang anemia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Riesky Budi Nurhayati. , . hasil penelitian disimpulkan terdapat 32 responden . 1%) memiliki pengetahuan rendah dan sebanyak 26 responden . mengalami anemia. Remaja merupakan merupakan aset sumber daya manusia (SDM) bagi keberlangsungan hidup penerus bangsa di masa depan. Hal ini dibuktikan dengan penelitian Rahmawati dan Ningsih . yang mengemukakan bahwa kesehatan remaja perempuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap capaian akdemik dan kesiapan kerja. Penilitian Sari dkk . juga menunjukkan hubungan positif antara perilaku hidup sehat dan peningkatan potensi diri pada remaja Kesehatan remaja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan Pembangunan kesehatan, khususnya sebagai upaya dalam membentuk dan membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas di masa mendatang 12. Namun, demikian hasil penelitian ini sedikit berbeda dengan temuan Putri & Anggraini . yang menjelaskan bahwa faktor lingkungan sosial, seperti dukungan keluarga dan pendidikan, lebih dominan dalam membentuk kualitas SDM dibandingkan faktor kesehatan fisik. Secara teoritis, hasil penelitian ini sejalan dengan teori Human Capital Theory Becker . , yang menjelaskan bahwa investasi dalam kesehatan dan pendidikan berperan penting dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas sumber daya Kekurangan dari pebelitian ini, adalah tidak dapat menjangkau semua siswi SMP Negeri 11 Jayapura karena keterbatasan waktu dan dana, serta sulit mengukur dampak langsung . penyuluhan secara instan karena perubahan sikap dan perilaku yang membutuhkan waktu. KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini adalah kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan pada siswi SMP Negeri 11 Pengaruh Smart Card Anemia Pada Remaja Putri (REMATRI) di SMP Negeri 11 Jayapura Isna Ainurrohimah. Selina Lestari. Nur Nabila. Rosa Simatauw. Murina Malyo. Ristina Rosauli Harianja Jayapura, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan terkait dengan pencegahan anemia pada remaja Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengukur dari segi sikap dan perilaku siswa terkait dengan anemia pada remaja putri, serta dapat kualitatif untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA