Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2692-2699 Efektivitas Social Media Marketing terhadap Produk Makanan Pokok (Staple Foo. di Superindo Effectiveness of Social Media Marketing on Staple Food Products at Superindo Nayda Dwiasih*. Eka Purna Yudha Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang KM 21. Jatinangor. Jawa Barat *Email: nayda21001@mail. (Diterima 27-03-2025. Disetujui 01-07-2. ABSTRAK Superindo memanfaatkan Instagram dan Tiktok untuk meningkatkan efektivitas social media marketing. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas social media marketing terhadap produk staple food di Superindo. Penelitian ini menggunakan metode mix method. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 pelanggan Superindo yang aktif menggunakan Instagram dan/atau Tiktok secara random. Penelitian ini menggunakan model AIDA dalam menilai efektivitas social media marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Instagram dan Tiktok efektif terhadap keputusan pembelian staple food. Hal ini terlihat dari nilai variabel attention sebesar 3. 835, interest 3. 85, desire 3. 89, action 3,6. Penggunaan media sosial telah menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan pembelian konsumen. Kata Kunci: Social Media Marketing. Keputusan Pembelian. Staple Food. Superindo ABSTRACT Superindo utilizes Instagram and Tiktok to increase the effectiveness of social media marketing. This study aims to analyze the effectiveness of social media marketing on staple food products at Superindo. This study uses a mix method. Data were collected through questionnaires to 100 Superindo customers who actively use Instagram and/or Tiktok randomly. This study uses the AIDA model to assess the effectiveness of social media The results showed that the role of Instagram and Tiktok was effective in staple food purchasing This can be seen from the attention variable value of 3. 835, interest 3. 85, desire 3. 89, action 3. The use of social media has become an important factor in shaping consumer purchasing decisions. Keywords: Social Media Marketing. Purchasing Decisions. Staple Food. Superindo PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, terutama dalam mencari informasi, berkomunikasi, hingga bertransaksi melalui internet (Saputra dkk, 2. Data Pusat Statistik Indonesia, menunjukkan peningkatan jumlah rumah tangga yang mengakses internet, mencapai 87,09% pada tahun 2023. Media sosial, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan digital, digunakan untuk berinteraksi dan berkomunikasi (Jamaludin dkk, 2. Berdasarkan data World Population Review. Indonesia menempati peringkat ke-5 global dalam jumlah pengguna media sosial, dengan 139 juta pengguna pada Januari 2024. Jumlah pengguna yang besar menjadikan media sosial sebagai peluang signifikan dalam membentuk pola belanja konsumen, yang dimanfaatkan berbagai perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya. Pemanfaatan media sosial dalam tujuan pemasaran, atau social media marketing digunakan untuk memasarkan suatu produk atau merek dan layanan pada komunitas yang berpartisipasi di media sosial (Minazzi, 2. Superindo, sebagai salah satu ritel modern di Indonesia, memanfaatkan Instagram dan Tiktok untuk memasarkan produknya, terutama produk staple food. Produk staple food seperti beras, jagung, daging, telur, dan ikan, merupakan komponen utama dalam konsumsi pangan masyarakat Indonesia (Murdijati dkk. , 2. Superindo juga menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi terkait harga, diskon, dan penawaran khusus, dengan tujuan meningkatkan kesadaran, minat, dan keputusan pembelian konsumen melalui strategi pemasaran berbasis model AIDA (Attention. Interest. Desire. Actio. Efektivitas Social Media Marketing terhadap Produk Makanan Pokok (Staple Foo. di Superindo Nayda Dwiasih. Eka Purna Yudha Meskipun potensi media sosial dalam memengaruhi keputusan pembelian sangat besar, efektivitasnya masih menghadapi tantangan (Baharsah dan Munawaroh, 2. Beragam faktor, seperti karakteristik pengguna yang beragam di setiap platform dan efektivitas konten pemasaran, perlu dianalisis secara mendalam. Selain itu, persaingan yang semakin ketat di sektor ritel modern mendorong kebutuhan akan inovasi pemasaran yang lebih terarah untuk menjaga dan meningkatkan pangsa pasar. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas social media marketing dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen di Superindo, khususnya pada produk staple food. Melalui pemahaman terhadap karakteristik konsumen serta menganalisisnya menggunakan model AIDA. Superindo dapat mengoptimalkan strategi media sosialnya untuk meningkatkan daya tarik dan penjualannya. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Superindo Indonesia dari September 2024 hingga April 2025 dengan metode mix method . ualitatif dan kuantitati. Lokasi dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan bahwa Superindo aktif menggunakan Instagram dan Tiktok dalam strategi Pemilihan desain tersebut didasarkan pada tujuan penelitian, menganalisis karakteristik konsumen dan efektivitas media sosial terhadap produk staple food, menggunakan model AIDA (Attention. Interest. Action. Desir. dengan variabel operasional sebagai berikut: Variabel Attention (Perhatia. Interest (Ketertarika. Desire (Keingina. Action (Tindaka. Tabel 1. Variabel Operasional Definisi Operasional Indikator Tingkat tanggapan konsumen Tingkat kesadaran konsumen, terhadap konten media sosial daya tarik visual, dan frekuensi Superindo yang memasarkan promosi. produk staple food. Tingkat ketertarikan Relevansi konsumen setelah melihat kebutuhan konsumen, keinginan konten yang diiklankan. untuk mencari informasi lebih lanjut, serta kejelasan informasi Tingkat keinginan konsumen Dorongan untuk mendapatkan produk ketertarikan terhadap manfaat setelah melihat promosi. produk, serta preferensi merek Keputusan konsumen untuk Pembelian membeli setelah melihat promosi, diskon, dan merekomendasi produk kepada orang lain Sumber: Analisis Data Primer . Skala Likert Skala 1-5 (Sangat Tidak Setuju Ae Sangat Setuj. Likert Skala 1-5 (Sangat Tidak Setuju Ae Sangat Setuj. Likert Skala 1-5 (Sangat Tidak Setuju Ae Sangat Setuj. Likert Skala 1-5 (Sangat Tidak Setuju Ae Sangat Setuj. Populasi pada penelitian ini adalah pelanggan Superindo yang membeli produk staple food minimal sekali dalam enam bulan terakhir dan aktif di Instagram dan/atau Tiktok dalam satu bulan terakhir. Sampel dipilih dengan metode simple random sampling menggunakan rumus Slovin dengan toleransi kesalahan 10%, sehingga diperoleh 100 responden. Data dikumpulkan melalui survei dengan kuesioner berbasis skala Likert 5 poin serta data sekunder berasal dari laporan internal Superindo dan literatur terkait. Analisis data mencakup pengujian instrument, yaitu uji validitas . nalisis korelasi Pearso. dan uji reliabilitas (CronbachAos Alph. untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan dapat mengukur variabel penelitian secara akurat dan konsisten, analisis deskriptif untuk menggambarkan efektivitas social media marketing dan karakteristik responden, serta analisis skor rata-rata untuk menilai efektivitas setiap dimensi dalam model AIDA terhadap produk staple food. Pengujian instrumen dilakukan sebelum penyebaran secara luas, dengan mengujicobakan kuesioner kepada 20 responden. Dimensi Attention Interest Desire Action Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Rata-Rata R Tabel Keterangan R Hitung 0,816 0,3783 Valid ycU -ycU 0,834 0,3783 Valid ycU -ycU 0,790 0,3783 Valid ycU -ycU 0,797 0,3783 Valid ycU -ycU Sumber: Analisis Data Primer . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2692-2699 Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen memiliki nilai nilai r-hitung > r-tabel pada tingkat signifikansi 10%, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan pada tahap analisis Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Kondisi Keterangan Alpha 0,983 > 0. Reliabel Sumber: Analisis Data Primer . N of items Sementara itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha yang diperoleh adalah 0,983, yang melebihi batas minimum 0,60, sehingga seluruh pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan reliabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Superindo merupakan jaringan ritel modern berbentuk supermarket yang berdiri sejak tahun 1997 di bawah naungan PT Lion Super Indo, hasil kolaborasi antara Salim Group dan Ahold Delhaize. Dengan slogan AuLebih Segar. Lebih Hemat. Lebih DekatAy. Superindo menghadirkan produk berkualitas dengan harga kompetitif di lebih dari 200 gerai yang tersebar di lebih dari 40 kota di Pulau Jawa dan Sumatera, serta didukung oleh lebih dari 10. 000 karyawan terlatih. Superindo memiliki struktur organisasi yang efektif, mencakup store manager, assistant manager, perishable officer, merchandising officer, cashier officer, support officer, dan security. Sebagai ritel modern. Superindo menawarkan berbagai produk staple food, seperti beras, jagung, daging, telur, dan ikan dengan jaminan kesegaran melalui kerja sama dengan pemasok terpercaya. Dalam strategi pemasaran. Superindo aktif di media sosial, khususnya Instagram (@infosuperindo, 1,2 juta pengiku. dan Tiktok (@infosuperindo, 58,9 ribu pengiku. untuk menyampaikan berbagai informasi penting, seperti promosi dan diskon, tips dan resep, kegiatan atau event, serta informasi produk. Karakteristik Responden Penelitian ini melibatkan 100 responden yang merupakan pelanggan Superindo yang telah membeli staple food dalam enam bulan terakhir dan aktif di Instagram dan/atau Tiktok dalam satu bulan Karakteristik responden diklasifikasikan ke dalam 6 atribut, yaitu jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan terakhir, tempat tinggal, jenis pekerjaan, serta tingkat pendapatan per bulan. Berikut adalah tabel karakteristik responden: Karakteristik Jenis Kelamin Usia Tingkat Terakhir Pendidikan Tempat Tinggal Jenis Pekerjaan Tingkat Pendapatan Tabel 4. Tabel Karakteristik Responden Kategori Perempuan Laki-laki Dewasa awal . - 29 tahu. Usia Pertengahan . - 50 tahu. Usi atua (> 50 tahu. Rendah (SD-SMP atau sederaja. Sedang (SMA atau sederaja. Tinggi . arjana Ae doctor atau sederaja. Jawa Sumatera Pelajar / mahasiswa Pekerja swasta / ASN Wirausaha Bapak/Ibu rumah tangga Tidak/Belum Bekerja Rendah (< Rp 2. Sedang (Rp 2. 000 - Rp 4. Tinggi (Rp 4. 000 - Rp 6. Sangat Tinggi (> Rp 6. Sumber: Analisis Data Primer . Persentase (%) Efektivitas Social Media Marketing terhadap Produk Makanan Pokok (Staple Foo. di Superindo Nayda Dwiasih. Eka Purna Yudha Berdasarkan tabel 4, mayoritas responden adalah Perempuan . %) dengan rentang usia dewasa awal yaitu 18-29 tahun . %). Sebagian besar memiliki tingkat pendidikan tinggi yaitu sarjana atau lebih tinggi . %) dan berdomisili di Pulau Jawa . %). Pekerjaan responden didominasi oleh pekerja swasta atau ASN . %) dengan tingkat pendapatan tinggi yaitu Rp 4. 000 - Rp 6. %). Data ini menunjukkan bahwa strategi social media marketing Superindo lebih efektif menjangkau konsumen muda dengan pendidikan dan pendapatan yang tinggi. Analisis Skor Rata-rata Setiap Variabel AIDA Attention (Perhatia. Analisis ini menilai efektivitas strategi pemasaran Superindo dalam menarik perhatian konsumen terhadap staple food serta membandingkan dampaknya di Instagram dan Tiktok. Tabel 5. Keseluruhan Hasil Analisis Data Variabel Attention Pernyataan Skor RataRata Promosi produk staple food dapat ditemukan di Instagram Superindo 3,74 Promosi produk staple food dapat ditemukan di Tiktok Superindo 3,38 Frekuensi promosi produk staple food Superindo di Instagram terlihat Frekuensi promosi produk staple food Superindo di Tiktok terlihat konsisten Visual promosi produk staple food di Instagram Superindo tampak menarik Visual promosi produk staple food di Tiktok Superindo tampak menarik Gambar dan video promosi produk staple food Superindo mempermudah pemahaman informasi produk Produk staple food yang dijual di Superindo sudah dikenal luas Superindo dikenal sebagai salah satu supermarket yang menyediakan produk staple food Brand Superindo mudah dikenali berkat promosi yang dilakukan di Instagram Brand Superindo mudah dikenali berkat promosi yang dilakukan di Tiktok Total Rata-Rata Sumber: Analisis Data Primer . 3,64 Tingkat Efektivitas Efektif Cukup Efektif Efektif 3,47 3,91 3,76 4,01 Efektif Efektif Efektif Efektif 4,21 3,84 Sangat Efektif Sangat Efektif Efektif 3,55 3,82 Efektif Efektif 4,56 Berdasarkan tabel 5, dapat disimpulkan bahwa social media marketing Superindo efektif dalam menarik perhatian konsumen terhadap produk staple food, dengan skor rata-rata 3,82. Instagram menunjukkan performa lebih baik dibandingkan Tiktok dalam hal promosi produk, frekuensi posting, dan daya tarik visual. Pernyataan mengenai Superindo sebagai penyedia staple food memperoleh skor tertinggi . ,56 Ae sangat efekti. yang menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital berhasil membangun kesadaran merek. Namun, promosi melalui Tiktok memiliki skor terendah . ,38 Ae cukup efekti. , sehingga perlu ditingkatkan untuk menarik lebih banyak perhatian konsumen. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Instagram lebih unggul dalam menarik perhatian konsumen staple food Superindo dibandingkan Tiktok. Interest (Ketertarika. Analisis ini menilai efektivitas strategi pemasaran Superindo dalam meningkatkan minat konsumen terhadap staple food serta membandingkan dampaknya di Instagram dan Tiktok. Berdasarkan tabel 6, promosi produk staple food Superindo melalui media sosial, khususnya Instagram dan Tiktok, terbukti efektif dalam meningkatkan minat konsumen, dengan skor rata rata sebesar 3,8. Instagram memiliki skor efektivitas lebih tinggi dan unggul dibandingkan Tiktok, terutama dalam mendorong pencarian informasi, menunjukkan kesesuaian produk dengan kebutuhan, serta menyajikan informasi harga dengan jelas. Sementara itu, meskipun Tiktok juga termasuk efektif, skor efektivitasnya sedikit lebih rendah, terutama dalam mendorong pencarian informasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Instagram lebih unggul dalam menarik minat konsumen staple food Superindo dibandingkan Tiktok. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2692-2699 Tabel 6. Keseluruhan Hasil Analisis Data Variabel Interest Pernyataan Skor RataRata Promosi di Instagram mendorong pencarian informasi lebih lanjut tentang 3,83 produk staple food Promosi di Tiktok mendorong pencarian informasi lebih lanjut tentang 3,63 produk staple food Promosi di Instagram menunjukkan bahwa produk staple food sesuai 3,87 dengan kebutuhan Promosi di Tiktok menunjukkan bahwa produk staple food sesuai dengan 3,69 Promosi di Instagram menyajikan informasi harga produk staple food 3,98 Promosi di Tiktok menyajikan informasi harga produk staple food 3,75 Informasi promosi produk staple food di Instagram Superindo disampaikan 3,96 dengan jelas Informasi promosi produk staple food di Tiktok Superindo disampaikan 3,67 dengan jelas Total Rata-Rata Sumber: Analisis Data Primer . Tingkat Efektivitas Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Desire (Keingina. Analisis ini menilai efektivitas strategi pemasaran Superindo dalam meningkatkan keinginan konsumen terhadap staple food serta membandingkan dampaknya di Instagram dan Tiktok. Tabel 7. Keseluruhan Hasil Analisis Data Variabel Desire Pernyataan Skor RataRata Promosi di Instagram mendorong keputusan pembelian produk staple food Superindo Promosi di Tiktok mendorong keputusan pembelian produk staple food 3,41 Superindo Produk staple food Superindo dinilai memiliki kualitas yang sesuai dengan 4,08 kebutuhan konsumen Produk staple food yang dipromosikan dianggap sebagai solusi yang sesuai 4,05 untuk kebutuhan konsumen Produk staple food yang dipromosikan oleh Superindo dinilai sesuai dengan 3,93 gaya hidup konsumen Total Rata-Rata 3,834 Sumber: Analisis Data Primer . Tingkat Efektivitas Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Berdasarkan tabel 7, promosi produk staple food Superindo melalui media sosial, khususnya Instagram dan Tiktok, terbukti efektif dalam membangun keinginan konsumen untuk membeli, dengan skor rata rata sebesar 3,834. Keyakinan terhadap kualitas produk memperoleh skor tertinggi . ,08 Ae efekti. , yang menunjukkan citra positif Superindo. Sebaliknya, dorongan membeli setelah melihat promosi di Tiktok memiliki skor terendah . ,41 Ae efekti. yang menandakan perlunya evaluasi strategi di platform Tiktok. Instagram memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan Tiktok dalam mendorong keputusan pembelian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Instagram lebih unggul dalam mendorong keinginan konsumen staple food Superindo dibandingkan Tiktok. Action (Tindaka. Analisis ini menilai efektivitas strategi pemasaran Superindo dalam mendorong tindakan konsumen terhadap staple food serta membandingkan dampaknya di Instagram dan Tiktok. Berdasarkan tabel 8, promosi produk staple food Superindo melalui media sosial, khususnya Instagram dan Tiktok, terbukti efektif dalam mendorong tindakan konsumen, dengan skor rata rata sebesar 3,64. Instagram memiliki skor efektivitas lebih tinggi dan unggul dibandingkan Tiktok, terutama dalam mendorong pembelian dan rekomendasi produk. Penawaran terbatas atau diskon di Instagram Superindo mendorong pembelian produk staple food memperoleh skor tertinggi . ,81 Ae efekti. , yang menunjukkan bahwa penawaran terbatas atau diskon di Instagram menjadi faktor utama dalam mendorong pembelian. Sementara itu, efektivitas promosi di Tiktok masih perlu ditingkatkan. Efektivitas Social Media Marketing terhadap Produk Makanan Pokok (Staple Foo. di Superindo Nayda Dwiasih. Eka Purna Yudha terutama dalam mendorong keputusan pembelian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Instagram lebih unggul dalam mendorong tindakan konsumen staple food Superindo dibandingkan Tiktok. Tabel 8. Keseluruhan Hasil Analisis Data Variabel Action Pernyataan Skor RataRata Promosi di Instagram mendorong keputusan pembelian produk staple food 3,61 Superindo Promosi di Tiktok mendorong keputusan pembelian produk staple food 3,43 Superindo Penawaran terbatas atau diskon di Instagram Superindo mendorong 3,81 pembelian produk staple food Penawaran terbatas atau diskon di Tiktok Superindo mendorong pembelian 3,59 produk staple food Pembelian produk staple food Superindo terjadi saat terdapat promosi di 3,78 Instagram Pembelian produk staple food Superindo terjadi saat terdapat promosi di 3,55 Tiktok Promosi di Instagram mendorong rekomendasi produk staple food 3,74 Superindo kepada orang lain Promosi di Tiktok mendorong rekomendasi produk staple food Superindo 3,59 kepada orang lain Total Rata-Rata 3,64 Sumber: Analisis Data Primer . Tingkat Efektivitas Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Efektivitas Social Media Marketing Terhadap Produk Staple Food di Superindo Penelitian ini menganalisis efektivitas social media marketing terhadap produk staple food di Superindo menggunakan empat variabel utama dalam model AIDA, yaitu Attention . Interest . Desire . , dan Action . Analisis data dilakukan dengan mengukur skor rata-rata dari setiap variabel, baik secara keseluruhan maupun berdasarkan platform media sosial yang digunakan. Hasil perbandingan ini akan memberikan gambaran mengenai platform yang paling efektif dalam menarik perhatian dan mendorong keputusan pembelian konsumen. Promosi produk staple food Superindo melalui media sosial, khususnya Instagram dan Tiktok, terbukti efektif dalam menarik perhatian, membangun minat, meningkatkan keinginan, dan mendorong tindakan konsumen. Berdasarkan tabel 9. Skor rata-rata keseluruhan untuk variabel Attention adalah 3,835. Interest sebesar 3,85. Desire sebesar 3,89. Action sebesar 3,6. Tabel 9. Skor Rata-Rata Variabel AIDA Variabel Skor Rata-Rata Attention 3,82 Interest Desire 3,83 Action 3,64 Sumber: Analisis Data Primer . Di antara keempat variabel dalam model AIDA. Desire . memiliki skor tertinggi, yaitu 3,89, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ini memiliki pengaruh paling besar terhadap efektivitas social media marketing terhadap produk staple food di Superindo. Tingginya skor Desire dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti daya tarik promosi yang meyakinkan, penawaran yang menarik, relevansi dengan kebutuhan konsumen, kepercayaan terhadap brand, dan masih banyak lagi lainnya. Selain itu, variabel Desire . memiliki skor lebih tinggi dibandingkan variabel lainnya karena keinginan merupakan tahap yang paling dipengaruhi oleh faktor tersebut sebelum pada akhirnya konsumen mengambil keputusan untuk membeli. Sementara itu, variabel action memiliki skor rata-rata paling rendah, yaitu 3,6. Skor ini menunjukkan bahwa meskipun konsumen tertarik dan ingin membeli produk staple food, mereka belum sepenuhnya mengambil tindakan Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan penawaran atau diskon, aksesibilitas produk, atau keputusan rasional sebelum membeli. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2692-2699 Instagram 3,78 3,82 Tiktok Keseluruhan 3,91 3,83 3,73 3,68 3,64 3,54 3,54 3,41 Gambar 1. Skor Rata-rata Variabel AIDA Berdasarkan data pada gambar 1. Instagram terbukti lebih efektif dibandingkan Tiktok dalam setiap aspek variabel AIDA. Secara spesifik, dalam variabel attention. Instagram secara signifikan lebih unggul, yaitu 3,775 dibandingkan Tiktok sebesar 3,545. Pada variabel interest. Instagram juga unggul dengan skor 3,92, sementara Tiktok sebesar 3,78. Untuk variabel desire. Instagram lebih unggul dengan skor 3,71 dibandingkan Tiktok sebesar 3,48. Selain itu, dalam variabel action. Instagram sedikit lebih unggul dengan skor 3,692, dibandingkan Tiktok sebesar 3,6. Keunggulan Instagram dalam pemasaran produk staple food Superindo melalui media sosial disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah variasi format konten yang lebih beragam dibandingkan Tiktok, termasuk design postingan, video pendek, stories, reels, dan live. Instagram juga menekankan aspek visual yang menjadi elemen penting dalam strategi pemasaran, terutama dalam menampilkan promosi harga produk. Penggunaan foto dan video berkualitas tinggi yang menampilkan produk serta informasi harga dapat lebih efektif dalam menarik perhatian dan meningkatkan keinginan konsumen. Sebaliknya. Tiktok lebih berfokus pada konten hiburan, sehingga kurang optimal dalam menyajikan informasi promosi yang jelas. Dengan demikian, meskipun Tiktok memiliki efektivitas yang baik, namun platform ini masih perlu meningkatkan strategi pemasarannya, terutama dalam penyajian informasi yang jelas dan menarik, serta menciptakan promosi yang lebih mendorong Tindakan pembelian. Dengan demikian, strategi pemasaran digital yang lebih optimal dapat dilakukan Superindo dengan mengutamakan Instagram sebagai media utama, sekaligus memperbaiki pendekatan promosi di Tiktok agar lebih kompetitif dan efektif dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital Superindo melalui Instagram dan Tiktok berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen. Dengan model AIDA, dinyatakan bahwa pemasaran media sosial memengaruhi setiap tahap keputusan pembelian, dengan Desire memiliki skor tertinggi, yaitu 3,89, menandakan keberhasilan Superindo dalam membangun ketertarikan konsumen terhadap produk staple food. Instagram terbukti lebih efektif dibandingkan Tiktok dalam menarik perhatian dan mendorong pembelian, dikarenakan tampilan visual menarik, informasi terstruktur, dan interaksi lebih mudah. Mayoritas responden berusia 18-29 tahun, aktif mencari informasi sebelum membeli. Pendidikan dan pendapatan juga berpengaruh, di mana konsumen berpendidikan menengah-tinggi dan berpenghasilan rendah-menengah lebih responsif terhadap pemasaran digital. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting dalam keputusan pembelian, dan efektivitas social media marketing di Superindo dapat ditingkatkan dengan memahami karakteristik konsumen, memilih platform yang tepat, serta menerapkan strategi yang lebih inovatif dan interaktif. DAFTAR PUSTAKA