Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Agustus 2025. Hal. 460 Ae 472 Jambura Accounting Review Journal homepage: http//:jar. id/index. php/jar E-ISSN 2721-3617 Analisis Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan ISAK No. 335 pada Institusi Pendidikan di Kabupaten Minahasa Erisa Septianaa. Linda A. O Tanorb. Olifia Y. Talac a,b,c Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia Email: erisaseptiana321@gmail. coma, lindatanor@unima. oliviatala@unima. INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Received 12-06-2025 Revised 26-07-2025 Accepted 10-08-2025 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam bagaimana pengimplementasian pelaporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) No. 335 pada institusi pendidikan di Kabupaten Minahasa. Keterbaruan dari penelitian ini terletak pada fokus kajian terhadap implementasi ISAK 335 Kata Kunci: dalam konteks institusi pendidikan dasar di daerah tersebut, yang masih jarang Laporan Keuangan, dikaji dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan ISAK No. kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi Institusi Pendidikan. langsung di lapangan serta wawancara dengan pihak-pihak yang berwenang dalam penyusunan laporan keuangan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD GMIM 04 Tondano belum membuat laporan keuangan sesuai Keywords: dengan ISAK No. 335 pada pelaporan keuangannya. Setelah dilakukan Financial Statement, pendampingan dalam pencatatan laporan keuangan berdasarkan ISAK 335. ISAK No. pihak sekolah mulai memahami struktur pelaporan yang benar, serta pihak Educational Institutions. sekolah berkomitmen untuk mengimplementasikan ISAK No. 335 dalam laporan keuangannya. Implikasi dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur terkait penerapan ISAK 335 di sektor pendidikan serta menjadi dasar pertimbangan bagi pengambil kebijakan sekolah dalam meningkatkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan. ABSTRACT The purpose of this study is to analyze in depth how financial reporting is implemented in accordance with the provisions stated in the Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) No. 335 in educational institutions in Minahasa Regency. The novelty of this study lies in the focus of the study on the implementation of ISAK 335 in the context of elementary education institutions in the area, which has rarely been studied in previous studies. This study uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through direct observation in the field and interviews with authorized parties in the preparation of school financial reports. The results of the study indicate that GMIM 04 Tondano Elementary School has not prepared financial reports in accordance with ISAK No. 335 in its financial reporting. After being provided with assistance in recording financial reports based on ISAK 335, the school began to understand the correct reporting structure, and the school committed to implementing ISAK No. 335 in its financial reports. The implications of the results of this study are expected to enrich the literature related to the implementation of ISAK 335 in the education sector and become a basis for consideration for school policy makers in improving accountable and transparent financial governance. @2025 Erisa Septiana. Linda A. Tanor. Olifia Y. Tala Under The License CC BY-SA 4. Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Februari 2025 PENDAHULUAN Institusi pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Melalui proses pembelajaran yang terstruktur, institusi pendidikan tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial dan profesional. Sebagai organisasi nonlaba yang memiliki tanggung jawab publik, institusi pendidikan dituntut untuk menjalankan tata kelola yang baik, termasuk dalam aspek manajerial dan administratif. Salah satu komponen penting dalam tata kelola tersebut adalah transparansi dan akuntabilitas keuangan, yang mencerminkan seberapa efektif dan efisien pengelolaan sumber daya yang ada demi menunjang proses pendidikan. Organisasi nirlaba adalah entitas yang didirikan untuk tujuan sosial, keagamaan, pendidikan, atau kemanusiaan tanpa bertujuan mencari keuntungan (Kawengian et al. Berbeda dengan organisasi bisnis, organisasi nirlaba mengalokasikan seluruh pendapatannya untuk mendukung misi dan program kerja yang telah ditetapkan. Sebagai organisasi nonlaba, institusi pendidikan tidak berorientasi pada pencapaian keuntungan finansial, melainkan lebih mengutamakan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Sejalan dengan pernyataan tersebut, keren Kawengian et al. juga menyatakan bahwa lembaga pendidikan merupakan bagian dari organisasi nirlaba yang tujuannya bukan untuk mencari uang. Meskipun demikian, institusi pendidikan tetap mengelola sumber daya keuangan yang berasal dari berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, atau lembaga lainnya. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan organisasi nirlaba yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yaitu ISAK 355 menjadi hal yang sangat Untuk menjawab kebutuhan akan pelaporan keuangan yang sesuai dengan karakteristik organisasi nirlaba. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) menetapkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) No. 355 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba. ISAK 355 memberikan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan bagi organisasi non laba, seperti yayasan, lembaga sosial, dan institusi pendidikan. Standar ini menekankan penyajian laporan keuangan yang mencerminkan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas, serta laporan aktivitas, laporan perubahan aset neto, dan catatan atas laporan Penerapan ISAK 355 bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas entitas nirlaba kepada para pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat tata kelola keuangan yang baik di lingkungan organisasi nonlaba. Menurut ISAK 335 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2024, organisasi nirlaba harus membuat laporan keuangan yang mencakup semua elemen berikut: . Laporan Posisi Keuangan, untuk menunjukkan aset, liabilitas, dan aset neto organisasi nirlaba dan bagaimana aset-aset tersebut saling terkait dari waktu ke waktu . 462 Analisis Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan BerdasarkanA. (Erisa Septiana. Linda A. Tanor. Olifia Y. Tal. Jika jumlah aset sama dengan jumlah total perusahaan dan ekuitas, laporan status keuangan disebut seimbang (Hamongsina et al. Laporan Laba Rugi Komprehensif menampilkan jumlah pendapatan secara lengkap, termasuk surplus dan . Laporan Perubahan Aktiva Bersih merangkum kinerja keuangan organisasi nirlaba dan bagaimana hal itu memengaruhi perubahan aktiva bersih dari waktu ke . Laporan arus kas menunjukkan masuknya dan keluarnya uang dari waktu ke Hal ini dapat digunakan oleh banyak organisasi yang membutuhkannya serta sebagai alat untuk mengelola, membagi, dan menjaga arus kas masuk dan keluar dari aktivitas keuangan, investasi, dan operasional (Sianturi & Purba 2. Atas Catatan Laporan Keuangan merupakan studi tentang karakteristik laporan keuangan yang terkait dengan komponen utama laporan keuangan. Catatan ini memberikan penjelasan kualitatif dan kuantitatif atas beberapa komponen yang disertakan dalam laporan arus kas, laporan laba rugi komprehensif, posisi keuangan, dan perubahan aset bersih. Meskipun ISAK 35 telah disusun sebagai pedoman pelaporan keuangan untuk entitas nirlaba, pada kenyataannya implementasinya di berbagai institusi pendidikan, khususnya sekolah dasar swasta berbasis keagamaan, masih menghadapi berbagai Hal ini terlihat pada SD GMIM 4 Tondano, yang dalam praktiknya belum sepenuhnya menerapkan ISAK 355 sesuai dengan ketentuan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan, ada beberapa permasalahan yang ditemukan peneliti di sekolah tersebut, seperti sistem pencatatan yang belum optimal, minimnya pelatihan, serta keterbatasan pemahaman bendahara terhadap standar akuntansi yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mendalam untuk memahami bagaimana standar ini diterapkan di sekolah SD GMIM 4 Tondano tersebut. Meskipun penerapan ISAK 355 belum menjadi kewajiban mutlak bagi seluruh satuan pendidikan, perubahan regulasi dan perangkat akreditasi menuntut institusi pendidikan untuk mulai beradaptasi dengan pendekatan pelaporan berbasis kinerja dan mutu (Diviana et al. Kesiapan lembaga pendidikan dasar swasta dalam menghadapi perubahan ini, seperti yang dialami SD GMIM 4 Tondano, menjadi hal yang penting untuk dikaji guna memastikan tidak adanya ketertinggalan dalam proses transformasi mutu pendidikan. Dengan informasi akuntansi yang memadai, para pemangku kepentingan akan lebih mudah untuk membuat keputusan yang tepat untuk kemajuan dari sekolah tersebut H. Gudio . Informasi keuangan memiliki peran penting dalam proses pengambilan keputusan didalam suatu organisasi. Menurut Cahyo . , akuntansi menjadi sistem yang memberikan informasi mengenai kondisi ekonomi dan aktivitas lembaga, serta menjadi alat untuk mengendalikan dan mencatat operasi entitas ekonomi. Laporan keuangan disebut sebagai bahasa bisnis karena menyampaikan informasi tentang kesehatan keuangan organisasi kepada para pemangku kepentingan (Arista & Nurlaila Hal ini diperkuat oleh Syamsulhadi et al. yang menyatakan bahwa laporan keuangan memberikan gambaran tentang proses dokumentasi kegiatan keuangan serta menjadi dasar pertanggungjawaban. Dalam konteks organisasi nirlaba. Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Februari 2025 laporan keuangan tidak hanya berfungsi sebagai alat administratif, tetapi juga mencerminkan posisi keuangan dan keberlanjutan organisasi (Tiwow et al. , 2. Oleh karena itu, organisasi nirlaba seperti institusi pendidikan khususnya SD GMIM 4 Tondano perlu menyesuaikan penyusunan laporan keuangannya sesuai standar terbaru yaitu ISAK 355. KAJIAN PUSTAKA Akuntansi Akuntansi umumnya didefinisikan sebagai informasi yang memberikan laporan kepada pemangku kepentingan tentang kondisi ekonomi dan aktivitas bisnis (Cahyo. , 2. Proses akuntansi mencakup pencatatan, pengklasifikasikan, pengikhtisaran, dan pelaporan transaksi keuangan yang dilakukan oleh suatu organisasi seperti perusahaan, organisasi, atau individu. Pada dasarnya tujuan akuntansi ialah untuk memberitahukan berbagai pihak yang berkepentingan tentang keadaan keuangan organisasi agar mereka dapat menggunakan sebagai dasar membuat keputusan ekonomi (Gudio, 2. Laporan Keuangan PSAK No. 1 menjelaskan bahwa laporan keuangan memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan. Laporan keuangan ini bertujuan untuk mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan yang telah disusun dalam pencapaian hasilnya. Laporan keuangan berisi informasi mengenai sebuah kondisi keuangan dalam organisasi kepada pihak pengguna, dengan memahami laporan keuangan dalam organisasi maka pihak yang berkepentingan dapat melihat Kesehatan keuangan dalam suatu organisasi (Arista & Nurlaila, 2. ISAK 335 ISAK 335 merupakan pedoman yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) untuk membantu entitas non-profit seperti yayasan, sekolah, rumah ibadah, dan lembaga sejenis dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai standar (Tambuwun et al. , 2. ISAK 335 mengatur tentang bentuk dan komponen laporan keuangan yang harus disajikan oleh entitas tersebut, di antaranya Laporan Posisi Keuangan. Laporan Aktivitas atau Laporan Laba Rugi Komprehensif. Laporan Perubahan Aset Neto. Laporan Arus Kas. Catatan atas Laporan Keuangan. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif sebagai Strategi dalam mengumpulkan informasi terperinci, yaitu informasi yang memiliki relevansi signifikan di luar apa yang tampak oleh mata telanjang. Yang artinya nilai-nilai atau 464 Analisis Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan BerdasarkanA. (Erisa Septiana. Linda A. Tanor. Olifia Y. Tal. makna-makna yang tersembunyi di balik informasi yang tampak tersebut menjadi fokus utama data kualitatif. Dengan demikian, penelitian kualitatif lebih mengutamakan pemahaman makna yang terkandung dalam data daripada upaya untuk menarik generalisasi (Tambuwun et al. , 2. Untuk memenuhi standar ISAK 335 tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba, analisis penelitian deskriptif ini membandingkan objek penelitian dengan menggunakan konsep penilaian dalam kebijakan akuntansi. Rosdiana . mendefinisikan data primer adalah data penelitian yang diperoleh secara langsung dari individu tanpa melibatkan pihak ketiga. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi yang dilakukan di SD GMIM 4 Tondano, khususnya dari pihak internal yang terlibat dalam pengelolaan keuangan sekolah. Data yang tidak dikumpulkan langsung dari sumbernya, seperti dokumen atau individu lain, disebut sebagai sumber data sekunder (Sugiyono & Lestari 2. Kajian penelitian ini menggunakan data sekunder. Informasi diperoleh melalui catatan tertulis, seperti laporan keuangan dan bukti transaksi keuangan yang terjadi di lingkungan sekolah, bukan langsung dari subjek penelitian. Metode analisis data seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan dalam penelitian ini. ANALISIS DAN PEMBAHASAN SD GMIM 4 Tondano merupakan sekolah dasar swasta berbasis keagamaan yang masih menggunakan sistem pelaporan keuangan sederhana dan belum mengacu pada standar akuntansi seperti ISAK No. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Sekolah, disampaikan bahwa penyusunan laporan keuangan selama ini hanya difokuskan pada pelaporan administratif untuk kepentingan yayasan dan gereja, tanpa memperhatikan struktur pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku. Sementara itu hasil wawancara dengan Bendahara umum Sekolah, menyatakan bahwa laporan yang dibuat hanya mencakup pemasukan dan pengeluaran dana secara umum, tanpa memuat elemen-elemen seperti laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, maupun catatan atas laporan keuangan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan akuntansi dan belum pernah adanya pelatihan terkait standar pelaporan Model pelaporan yang saat ini digunakan lebih menekankan pada aspek administratif, yakni pencatatan kas masuk dan kas keluar, tanpa adanya penyesuaian atau klasifikasi yang mencerminkan posisi keuangan sekolah secara menyeluruh. Laporan tersebut umumnya disusun berdasarkan kebutuhan internal atau untuk keperluan laporan pertanggungjawaban kepada pihak tertentu seperti yayasan atau Dengan model seperti ini, informasi keuangan yang disajikan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi sekolah secara akurat dan Pelaporan keuangan yang digunakan saat ini belum mencerminkan prinsip Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Februari 2025 akuntabilitas secara utuh karena belum menyajikan informasi keuangan yang sesuai dengan ISAK No. Setelah dilakukan observasi, peneliti membantu menyusun laporan keuangan dengan mengimplementasikan ISAK 335 terhadap laporan keuangan sekolah tersebut. Dengan demikian, hasil analisis ini nantinya diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar dalam merumuskan rekomendasi peningkatan laporan keuangan yang lebih akuntabel dan sesuai standar bagi entitas non laba. Laporan Posisi Keuangan Laporan yang merangkum aktiva, kewajiban, dan posisi aset pada suatu titik waktu tertentu ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan sebuah entitas. Laporan keuangan tersebut berupaya memahami hubungan antara aset, kewajiban, dan aset bersih, sehingga dapat menunjukkan seberapa besar kekayaan bersih yang dimiliki setelah seluruh kewajiban dikurangi dari total aset (Yulinartati & Martiana, 2. Tabel 1. Laporan Posisi Keuangan Berdasarkan ISAK 335 SD GMIM 4 TONDANO Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2024 . alam jutaan rupia. ASET Aset Lancar Kas Kas di Bank Perlengkapan Total Aset Lancar Aset Tidak Lancar Tanah Sekolah Tanah Rumah Dinas Bangunan Sekolah Bangunan Rumah Dinas Akumulasi Penyusutan Bangunan Peralatan Akumulasi Penyusutan Peralatan Total Aset Tidak Lancar Rp 10. Rp 1. Rp 11. Rp 40. Rp 30. Rp 70. Rp 60. (Rp 6. Rp 9. (Rp 1. Rp 201. TOTAL ASET Rp 213. LIABILITAS Liabilitas Jangka Pendek Pendapatan diterima dimuka Utang Jangka pendek Total Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Jangka Panjang Utang jangka panjang Liabilitas imbalan kerja Total Liabilitas Jangka Panjang TOTAL LIABILITAS 466 Analisis Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan BerdasarkanA. (Erisa Septiana. Linda A. Tanor. Olifia Y. Tal. ASET NETO Tanpa pembatasan Dengan Pembatasan Total Aset neto Rp 11. Rp 201. Rp. Total Liabilitas dan Aset Neto Sumber: Data diolah . Rp. Laporan posisi keuangan SD GMIM 4 Tondano per 31 Desember 2024 menunjukkan total aset sebesar Rp213. 253, yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp11. 000 dan aset tidak lancar sebesar Rp201. Aset lancar terdiri atas kas, kas di bank, dan perlengkapan yang digunakan untuk mendukung operasional Sementara itu, aset tidak lancar didominasi oleh tanah, bangunan sekolah dan rumah dinas, serta peralatan setelah dikurangi akumulasi penyusutan yang mencerminkan nilai buku aset tetap sekolah. Pada periode pelaporan ini. SD GMIM 4 Tondano tidak memiliki kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga seluruh aset yang dimiliki dicatat sebagai aset bersih, yang terbagi atas tanpa pembatasan dan dengan pembatasan. Kondisi ini mencerminkan posisi keuangan sekolah yang stabil, sehat, serta tidak terbebani utang, sehingga dapat menjadi dasar yang baik dalam pengelolaan dan pengembangan keuangan sekolah ke depannya. Laporan Penghasilan Komprehensif Laporan penghasilan komprehensif yang disusun berdasarkan ISAK No. merupakan salah satu komponen laporan keuangan yang penting bagi entitas nonprofit seperti sekolah. Laporan ini menyajikan informasi mengenai seluruh pendapatan yang diperoleh selama satu periode akuntansi tertentu, kemudian dikurangi dengan beban atau biaya-biaya yang terjadi dalam periode yang sama. Tabel 2. Laporan Pengasilan Komprehensif SD GMIM 04 TONDANO Laporan Penghasilan Komprehensif Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 Tanpa Pembatasan Dari Pemberi Sumber Daya Pendapatan Pendapatan Rp. Total pendapatan tanpa Pembatasan Rp 35. Beban Beban Transportasi Beban listrik Biaya Pengadaan Biaya Honorer Biaya Lain-lain Total Beban Tanpa Pembatasan Surplus/Defisit tanpa pembatasan Dengan Pembatasan Dari Pemberi Sumber Daya Pendapapatan Pembangunan Penghasilan investasi jangka panjang Total pendapatan Dengan Pembatasan Rp 1. Rp 900. Rp 3. Rp 33. Rp 2. (Rp 41. (Rp 6. Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Februari 2025 Rp 35. Total Pendapatan Beban Penyusutan Peralatan Beban Penyusutan Bangunan Total beban dengan pembatasan Rp 1. Rp 6. (Rp 7. Surplus/Defisit dengan pembatasan Rp 27. Rp 70. (Rp 49. Total Pendapatan Komprehensif Total beban Komprehensif TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF Rp 20. Sumber: Data diolah . Laporan penghasilan komprehensif SD GMIM 4 Tondano tahun 2024 mencatat total penghasilan sebesar Rp 70. 000, terdiri dari Rp 35. 000 tanpa pembatasan dan Rp 35. 000 dengan pembatasan. Beban tanpa pembatasan tercatat sebesar Rp 41. 000, sehingga menghasilkan defisit Rp 6. Sementara itu, total beban dengan pembatasan sebesar Rp 7. 747, sehingga menghasilkan surplus Rp 27. Secara keseluruhan, sekolah mencatat total penghasilan komprehensif sebesar Rp 20. Laporan Perubahan Aset Neto Laporan ini menjelaskan perubahan total aset yang terjadi pada entitas nirlaba. Aset yang diberikan mencakup aset neto tanpa pembatasan dan aset neto dengan Tabel 3. Laporan Perubahan Aset Neto SD GMIM 4 TONDANO Laporan Perubahan Aset Neto Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 ASET NETO TANPA PEMBATASAN DARI PEMBERI SUMBER DAYA Saldo awal Rp 12. Surplus/Defisit tahun berjalan (Rp 6. Saldo akhir Penghasilan komprehensif lain Saldo awal Penghasilan komprehensif tahun berjalan Saldo akhir Total Rp 5. ASET NETO DENGAN PEMBATASAN DARI PEMBERI SUMBER DAYA Saldo awal Rp 209. Surplus/Defisit tahun berjalan Rp 27. Saldo akhir Rp 236. TOTAL ASET NETO Sumber: Data Diolah . Rp 242. 468 Analisis Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan BerdasarkanA. (Erisa Septiana. Linda A. Tanor. Olifia Y. Tal. Laporan perubahan aset neto SD GMIM 4 Tondano tahun 2024 menunjukkan bahwa aset neto tanpa pembatasan mengalami penurunan dari saldo awal sebesar Rp 000 menjadi Rp 5. Penurunan ini terjadi akibat adanya defisit tahun berjalan sebesar Rp 6. 000 yang berasal dari beban operasional yang melebihi pendapatan tanpa pembatasan. Sementara itu, aset neto dengan pembatasan mengalami kenaikan dari Rp 209. 000 menjadi Rp 236. 253, seiring adanya surplus tahun berjalan sebesar Rp 27. 253 yang diperoleh dari pendapatan bersumber khusus, seperti dana bantuan atau hibah yang penggunaannya telah Secara keseluruhan, total aset neto sekolah mengalami peningkatan menjadi Rp 242. 253 pada akhir tahun 2024. Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun terdapat defisit di bagian tanpa pembatasan, sekolah masih dapat mempertahankan keseimbangan keuangan secara umum berkat surplus dari dana yang bersifat dengan pembatasan. Laporan Arus Kas Merupakan dokumen yang mencatat seluruh transaksi masuk dan keluar uang serta setara kas dalam suatu jangka waktu tertentu . secara sistematis. Laporan arus kas SD GMIM 4 Tondano disusun untuk menggambarkan pergerakan kas selama periode berjalan, yang dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu aktivitas operasional dan aktivitas investasi. Aktivitas operasional mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berkaitan langsung dengan kegiatan utama sekolah, sedangkan aktivitas investasi mencatat penggunaan kas untuk pengadaan aset tetap atau investasi Laporan arus kas juga berguna untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan arus kas di masa depan, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan yang lebih baik (Kaligis et al. , 2. Tabel 4. Laporan Arus Kas SD GMIM 4 TONDANO Laporan Arus Kas Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 AKTIVITAS OPERASI Kas dari pendapatan Beban Transportasi Beban Listrik dan Air Beban Pengadaan Barang Biaya Honorer Biaya Lain-lain Kas Neto dari Aktivitas Operasi AKTIVITAS INVESTASI Penghasilan komprehensif lain Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pengadaan Inventaris Sekolah Rp 47. (Rp 1. (Rp 900. (Rp 3. (Rp33. (Rp 2. Rp 5. Rp 3. Rp 3. Kas Neto dari Aktivitas Investasi AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari sumbangan yang dibatasi untuk : Investasi dalam dana pribadi . Investasi bangunan Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Februari 2025 Aktivitas pendanaan lain Bunga yang dibatasi untuk reinvestasi Pembayaran liabilitas jangka panjang Kas neto yang digunakan untuk KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE Rp 2. Rp 12. Rp 10. Sumber: Data diolah, . Laporan arus kas SD GMIM 4 Tondano tahun 2024 mencatat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 5. 000, yang diperoleh dari selisih antara kas pendapatan atas pendapatan sekolah dan pengeluaran operasional yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta kebutuhan rutin lainnya. Sementara itu, dari aktivitas investasi, sekolah memperoleh kas bersih sebesar Rp 3. 000 yang berasal dari pengadaan inventaris sekolah untuk menunjang fasilitas pendidikan. Pada periode ini, tidak terdapat arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan, baik dari pihak ketiga maupun sumber dana lainnya. Secara keseluruhan, laporan ini mencatat adanya kenaikan kas bersih sebesar Rp 2. 000, sehingga posisi kas dan setara kas periode akhir tercatat sebesar Rp 10. 000, yang akan digunakan untuk mendukung operasional sekolah pada periode berikutnya. CALK . atatan atas laporan keuanga. Catatan laporan keuangan ini mengklarifikasi . informasi keuangan yang tidak tercakup dalam laporan keuangan sebelumnya. Catatan ini bertujuan untuk membantu pembaca memahami konteks, kebijakan akuntansi yang digunakan, serta rincian penting lainnya yang tidak tercantum secara langsung dalam angka-angka laporan keuangan. Tabel 5. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan SD GMIM 4 Tondano Per 31 Desember 2024 Umum SD GMIM 4 Tondano merupakan lembaga pendidikan nirlaba yang disponsori oleh Gereja Mahanaim Wewelen dan berpusat di Desa Wewelen. Kecamatan Tondano Barat. Kabupaten Minahasa. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan SD GMIM 4 Tondano dibuat dan diubah sesuai dengan ISAK No. 335, yang mengatur laporan keuangan yang tidak sehat. Laporan keuangan ini mencakup catatan keuangan, posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan aktiva bersih, dan laporan arus kas. Aset lancar. Aset lancar yang terdapat di SD GMIM 4 Tondano ini berupa kas dan perlengkapan. Kas. Sekolah memiliki transaksi penerimaan maupun pengeluaran yang terjadi pada periode 2024. Peralatan. Pada bulan November sekolah membeli peralatan yang digunakan untuk menunjang aktivitas didalam sekolah. Perlengkapan. Sekolah membeli perlengkapan pada periode 2024 seperti kertas HVS. Spidol, 470 Analisis Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan BerdasarkanA. (Erisa Septiana. Linda A. Tanor. Olifia Y. Tal. peralatan kebersihan dan sebagainya. Aset tetap, aset yang dimiliki sekolah adalah tanah, bangunan dan peralatan. Kewajiban. Sekolah tidak memiliki kewajiban kepada bank atau pihak lain. Akibatnya, tidak ada akun liabilitas yang digunakan saat menyiapkan laporan keuangan. Aset neto. Aset bersih dalam ISAK No. 335 dikelompokkan dalam dua bagian: aset neto dengan daya dan aset neto tanpa daya. Dimana aset neto di sekolah ini berasal dari dana BOS. Yang diklasifikasikan sebagai asset neto dengan pembatasan, karena penggunaanya dibatasi oleh ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui petujuk teknis yang berlaku. dana bos ini dapat digunakan untuk membiayai opersional sekolah sebagaimana sesuai dengan aturan yang ada. Pendapatan. Pendapatan yang diterima sekolah selama bulan juli-desember sebesar Rp 35. Beban operasional, beban operasional pada sekolah ini di catat berdasar basis kas, karena diakui setelah terjadi pengeluaran kas. Sumber: Data diolah, . Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa SD GMIM 4 Tondano belum membuat laporan keuangan berdasarkan ISAK No. 335 pada laporan keuangannya. Dalam hasil wawancara yang dilakukan dengan bendahara umum dan kepala sekolah SD GMIM 4 Tondano, diketahui bahwa laporan yang dibuat hanya mencakup laporan pemasukan dan pengeluaran dana secara umum untuk kepentingan yayasan dan gereja Laporan keuangan yang mereka buat juga belum mencantumkan elemen-elemen seperti laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset netto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan sebagaimana diatur dalam ISAK 355. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Nugraha . yang menemukan bahwa Yayasan Syaroful Haromain masih menggunakan metode pencatatan secara sederhana dan belum sesuai dengan ISAK 335. Temuan itu diperkuat oleh penelitian Sianturi & Purba . , yang menemukan bahwa penyajian laporan keuangan yang ada di Gereja HKBP Aloban masih begitu sederhana, hanya memuat transaksi pemasukan serta pengeluaran saja. Temuan penelitian ini dan penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa masih banyak entitas non laba yang belum mengimplementasikan ISAK 335 yang menjadi standar pencatatan bagi organisasi non laba. Hal tersebut penting untuk diperhatikan oleh pihak yang berkepentingan untuk memberikan inovasi kepada entitas non laba supaya dapat mempelajari dan menerapkan ISAK 335 dalam laporan keuangannya. Faktor-faktor yang menyebabkan SD GMIM 4 Tondano belum membuat laporan keuangan berdasarkan ISAK No. 335, antara lain keterbatasan pemahaman tentang standar akuntansi, belum adanya pelatihan khusus, serta kurangnya sumber daya yang kompeten di bidang pelaporan keuangan. Kondisi ini berdampak pada kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana sekolah. Karena hal tersebut, peneliti membantu mengimplementasikan ISAK No. 335 pada laporan keuangan SD GMIM 4 Tondano dalam periode 6 bulan. Hal tersebut dilaksanakan agar pihak sekolah bisa menjadikan laporan tersebut sebagai acuan atau panduan dalam membuat laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Setelah dilakukan pendampingan dalam pencatatan laporan keuangan berdasarkan ISAK 35, pihak sekolah mulai memahami struktur pelaporan yang benar dan menunjukkan komitmen Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Februari 2025 untuk mengimplementasikannya secara bertahap ke dalam sistem keuangan sekolah. SIMPULAN. SARAN DAN KETERBATASAN Kesimpulan SD GMIM 04 Tondano belum membuat laporan keuangan sesuai dengan ISAK No. 335 pada pelaporan keuangannya. Penyusunan laporan keuangan selama ini hanya mencakup pemasukan dan pengeluaran dana secara umum untuk kepentingan yayasan dan gereja. Karena belum adanya pencatatan yang sesuai standar, peneliti turut membantu pihak sekolah dalam menyusun laporan keuangan berdasarkan ISAK No. 335 sebagai bentuk pendampingan agar ke depannya sekolah dapat menerapkan pelaporan yang lebih akurat, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah dilakukan pendampingan dalam pencatatan laporan keuangan berdasarkan ISAK 35, pihak sekolah mulai memahami struktur pelaporan yang benar, serta pihak sekolah berkomitmen untuk mengimplementasikan ISAK No. 335 secara bertahap dalam laporan keuangannya. Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup yang hanya mencakup satu lembaga pendidikan, yaitu SD GMIM 04 Tondano, sehingga temuan yang diperoleh belum dapat digeneralisasikan untuk seluruh sekolah dasar di wilayah Kabupaten Minahasa. Selain itu, keterbatasan waktu dan sumber daya menyebabkan pendampingan dan evaluasi implementasi ISAK 335 belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam periode jangka panjang. Saran