KEMAMPUAN MENGUASAI KOSAKATA MELALUI MEDIA LAGU AuKUTSUAy DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG Tribuana Tunggal Dewi Pongilatan1. Fince L. Sambeka2. Sharly F. Lensun3 Pendidikan Bahasa Jepang. Fakultas Bahasa Dan Seni. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia Email: tribuanapongilatan@gmail. Abstrak : Kemampuan Menguasai Kosakata Melalui Media Lagu Kutsu Dalam Pembelajaran Bahasa Jepang di SMA Negeri 1 Tondano. Media merupakan salah satu alternative sebagai alat pembelajaran yang efektif dalam mempelajari kosakata terutama kosakata Bahasa jepang. Lagu dapat dijadikan sebagai salah satu media yang cukup efektif untuk menngkatkan hasil belajar mengajar selain mudah di ingat lagu juga bsa di putar di segala situasi dan kondisi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa jepang, dengan adanya pengajaran menggunakan media lagu diharapkan siswa dapat menguasai kosakata Bahasa jepang dengan baik. Metode yang digunakan dalam peeneliatian ini adalah metode eksperimen, serta teknik penelitiannya adalah pengolahan data berdasarkan uji T. Dari hasil pre-test dan post-test diperoleh nilai hasil belajar siswa dengan ratarata nilai pada keas eksperimen adalah 45,961 sedangkan pada kelas control adalah 40,846 dan dari hasil hipotesis pengujian dengn menggunakan statistic uji T diperoleh hasil dimana Thitung = 1,7 > Ttabel =1,6 yang berarti hasil nilai belaja siswa menggunakan media lagu lebih tinggi daripada sswa yang tidak menggunakan media Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan ternyata pembelajaran menggunakan media lagu dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Katakunci : Media. Kosakata, media lagu, kutsu. Kosakata Bahasa Jepang. Abstract : Ability to Master Vocabulary through the Medium of Kutsu Songs in Learning Japanese at SMA Negeri 1 Tondano. Media is one of the alternatives as an effective learning tool in learning vocabulary, especially Japanese vocabulary. Songs can be used as one of the most effective media to improve teaching and learning outcomes in addition to being easy to remember songs that are also played in all situations and Therefore, this study aims to improve student learning outcomes in Japanese language learning, with teaching using song media, it is hoped that students can master Japanese vocabulary well. The method used in this research is an experimental method, and the research technique is data processing based on the T test >. Higher than sswa who do not use the medium of the song. Based on the results of the research above, it can be concluded that learning using song media can improve student learning outcomes. Keywords : Media. Vocabulary, song media, kutsu. Japanese Vocabulary. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni PENDAHULUAN Bahasa ialah lambang bunyi yang digunakan oleh kelompok Masyarakat dengan tujuan berkolaborasi, membangun (Kridalaksana 2008:. Bahasa Jepang ialah Bahasa yang dminati oleh penduduk Indonesia di jaman sekarang ini tidak hanya Bahasa inggris saja. Bahasa Jepang juga Bahasa Sudah menjadi hal yang berarti, selainmenjadi tujuan tersendri bag para siswa untuk menggunakannya sebagai bahan dalam mewujudkan komunkas dengan seseorang yang menggunakan Bahasa jepang dan juga alat yang membangun sebuah komunikasi antar bangsa sebagai rangka kerjasama (Maru. Pikirang. Ratu & Tuna, 2021. Maru. Pikirang. Setiawan. Oroh & Pelenkahu. Pembelajaran Bahasa Jepang adalah proses belajar mengajar yang bertujuan agar berkomunikasi . dengan menggunakan bahasa lisan dan tulisan sedekat mungkin dengan kemampuan kemahiran bahasa Jepang dengan penutur asli (Maru & Nur, 2020. Maru. Tamowangkay. Pelenkahu & Wuntu, 2. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik para pelajar perlu mempelajari aturanaturan yang berlaku pada bahasa sasaran tersebut seperti fonetik, fonologi, kosakata, kata bahasa, tulisan/huruf dan lain-lain. (Lensun, 2014:. Pembelajaran mempunya misi penting dalam pencapaian pembelajaran, dengan melaksanakan pembelajaran yang sesui dengan untuk mewujudkan sekolah akan menjadi sebuah instansi formal. (Kaunang. Meyny S. Pemahaman kosakata merupakan faktor penting dalam me-nguasai pengetahuan kosakata memiliki peran menguasai kosakata sangat penting dalam kemampuan ber-bahasa. Semakin banyak kosakata yang di miliki seseorang maka semakin bagus tingkat pemahaman orang itu dalam Bahasa yang dia pelajari (Maru. Ratu & Dukut, 2. Berdasarkan observasi kurang lebih tiga bulan pada saat peneliti mengajar langsung sekaligus melakukan PPL, didapati bahwa siswa kurang berminat belajar bahasa Jepang. Masalah ini di-karenakan kurangnya pemahaman kosakata siswa dalam proses belajar mengajar bahasa Jepang, sehingga siswa sulit untuk mengerti soal yang diajukan kepada siswa. Situasi ini dikarenakan pengajar kurang dalam menggunakan metode media dalam mengajar dengan kata lain pengajar mengajar monoton atau mengajar dengan menggunakan metode ceramah, sehingga siswa jenuh dan akhirnya menjadi bosan dalam mengafal kosakata. Penggunaan media bagi siswa agar siswa mampu dalam mewujudkan ide-ide baru dan dapat mengambil untung dari suatu yang sudah ada dan digunakan dalam bentuk dan versi lainnya yang bermanfaat dalam kehidupan. (Pardaus. Rudy . Strategi belajar me-ngajar perlu di kelas karena strattegi ini memungkinkan pendidik untuk membuat lingkungan belaja yng Stratergi yang di pilih oleh pendidik harus menjadi salah satu yang meyaknkan siswa bahwa mereka dapat Selain itu, strategi belajar mengajar yang dapat memanfaatkan potenti siswa secara maksimal. (Toliwongi. Mariam 2021:. Dalam suatu proses mengajar perlu juga mengembangkan strategi belajar yang Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni kreatif agar jangan sampai siswa bosan saat Peran pembelajaran sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa jepang, banyak mediayang bisa digunakan untuk Seperti melalui buku, komik, anime, drama dan lagu-lagu ber-bahasa Jepang. Media tidak lain adalah menyampaikan Media pendidikan berfungsi untuk mem-bantu pendidik untuk memperkaya wawasan anak didik untuk lebih mudah memahami pembelajaran. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa media merupakan alat bantu dalam proses pengajaran, yang digunakan oeh penddik/guru untuk mengajar peserta didik guna mencapai tujuam pembelajaran. Lagu dapat dijadikan sebagai salah satu sarana pembelajaran Bahasa asing yang paling efektif,khususnya untuk pembelajaran Bahasa jepang. Menggunakan lagu akselerator akan menyenangkan menyenangkan karena siswa tidak hanya dapat meendengarkan lagu tetapi juga belajar kosakata melalui lagu yang direkam dalam lagu yang mereka Mempelajari kosakata melalui lagu sangat efektif Karena ketika kosakata mempunyai irama atau yang bermusik membuat kita cepat untuk menghafal Tetapi memilih lagu harus tepat karena tidak mungkin mendengarkan lagu dengan cepat dan tidak ada tata Bahasa yang baik dan benar untuk siswa yang baru belajar Bahasa jepang. Oleh karena itu, perlu bagi guru untuk memilih lagu yang cocok untuk proses pembelajaran di sekolah, khususnya untuk pembelajaran bahsaa jepang Lagu memainkan perran penting. Sebuah lagu bias membuat seseorang senang, sedih, marah, atau bahkan bersemangat. Kesatuan lirik dan kombnasi timbre yang baik menciptakan harmoni yang sangat enak untuk didengarkan. Lagu sebagai sarana ekspresi pribadi untuk menyampaikan nilainilai universal atau pesan tentang nilainilai. hal ini juga tercemin dari kuatnya pengaruh lagu negara colonial yang menjajah suatu negara berakar kuat dibenak para pemukim dari generasi ke generasi, untuk dinyanyikan dalam aksi-aksi tertentu. (Aror. Susanti 2021:. Penulis memilih media lagu sebagai media pembelajaran karena media lagu sangat efektif dan mudah di gunakan dalam berbagai situasi, seperti ketika kita senang kita mendengarkan lagu, kita sedih mendengarkan lagu, kita di jalan, memasak, membersihkan rumah dll, lagu bisa menjadi teman bagi kita. Selain sangat mudah di gunakan lagu juga sangat mudah di hafal hanya dengan mendengarkannya berulang kali, baik itu lagu berbahasa Indonesia, inggris, maupun jepang. Lagu-lagu jepang yang menarik dan mudah di pahami dapat memotivasi siswa untuk belajar Bahasa Semakin banyak mendengarkan lagu-lagu jepang semakin anda terbiasa mendengar kosakata Bahasa jepang. Secara tidak langsung, siswa dapat menghafal kosakata lagu dan menerapkan kosakata yang dipelajari pada pelajaran kaiwa bunpo, dan lain-lain, ketika menemkan kata yang sama seperti dalam lagu siswa dapaat dengan mudah menafsirkan kalimat. Telah penelitianpenelitian terdahulu yang mempeelajari tentang kosakata dengan menggunakan media sebagai alat, hanya saja masih banyak kekurangan yang di dapati dalam penelitian-penelitian tererdahulu untuk itu penelitian ini di adakan juga untuk Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni menutupi kekurangan-kekurangan penelitian terdahulu. Terkait dalam penelitian ini, penulis memilih lagu AuKutsu . Ay dari penyanyi aslinya AuTulusAy yang di terjemahkan kedalam bahasa Jepang oleh Aohiroaki katoAo. Dia adalah seniman yang berasal dari jepang tapi berkewargaan Indonesia. kutsu sendiri terkenal dikalangan anak muda di negara Indonesia. Jepang, dan masih banyak negara lainnya. Maka demikian penulis memilih lagu tersebut. Lagu kutsu AusepatuAy bercerita tentang dua orang yang saling menyukai atau yang ingin bersama tapi tidak bisa bersatu. Tulus sang pencipta mengibaratkan hubungan tersebut dengan sepasang Sepatu. Lagu sepatu sendiri bukan hanya untuk pasangan yang sedang jatuh cinta, tapi untuk pasangan sahabat, saudara dan orang lain yang digambarkan sebaga penggalan lirik Aokita ingin bersama tapi tidak bisaAo lirik lagu kutsu memiliki makna universal, sehingga siapapun yang mendengarkan kagu ini daparmemahami makna lirik dan tentang apa lagu tersebut dari sudut pamdang mereka. Alasan penulis memilih lagu kutsu karena lagu ini memiliki pembelajaran buku Nihongo kira-kira bab 25, terdapat kosakata-kosakata yang dipelajari di buku pelajaran dalam lirik lagu kutsu sehingga penulis memilih lagu Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti akan meneliti dan mempelajari kemampuan penguasaan kosa kata kutsu dalam pembelajaran Bahasa jepang di SMA negeri 1 Tondano. METODOLOGI PENELI TIAN Metode penelitian ini adalah eksperimen semu. Studi kuasi eksperimental adalah upaya untuk memasukkan kelompok control dan kelompok eksperimen untuk menemukan hubungan sebab akibat, tetapi pemilihan kedua kelompok tidak acak dan kedua kelompok hadir secara alami. (Nursalam 2003:89 ). Pre-tes Kelompok Kelompok Untuk melaksanakan metode ini peneliti mengadakan percobaan terbadap kelompok ekssperimen dan kelompok control. Pembelajaran kelompok kontrol akan menerapkan metode ceramah, sedangkan pembelajaran kelompok eksperimen akan menggunakan media lagu, dengan materi yang sama diambil dari buku belajar yang digunakan di SMA Negeri 1 Tondano yaitu nihonggo kirakira. Teknik Pengumpulan data. Dalam mengumpulkan data dengan cara: Sebelum memasuki bahan ajar, terlebih dahulu dilakukan pre test di kelas ekperimen untuk memastikan bahwa siswa telah mempelajari bahan ajar yang Kedua, menggunakan media pembelajaran untuk kelas eksperiential. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Ketiga, pada akhir kegiatan pembelajaran, kelas eksperimen menyelesaikan tes lanjutan untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini tidak langsung dijalankan. Data yang di kumpulkan sementara dan data yang ada dapat dianalisis untuk memudahkan Prosedur analisis data adalah sebagai berikut. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian menggunakan Lagu dalam meningkatkan kemampuan menguasai kosakata bahasa jepang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Tondano kelas XII Gabungan Tahun ajaran 2020/2021. Data ini diambil melalui rata-rata hasil awal dan hasil akhir terlihat pada table di bawah Hasil nilai awal dan nilai akhir kelas Yang pertamama adalah memasukkan data dari tes pertama dan tes kedua darri dua kelas ke dalam spreadsheet, mencocokannya dengan uji T, dan kemudian menghitung skor rata-rata untuk setiap kelas. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t. Berikut ini adalah rumus uji-t oleh Shavelson . ycuI1 Oe ycuI2 cu Oe. cu2Oe. yc2 Oo 1 ycu1 ycu2 Oe 2 ycu1 ycu2 Dimana: ycu1 : Nilai rata-rata dar kels eksperimen ycu2 : Nilai rata-rata dari kelas kontrol ycu1 : Jumlah total siswa kelas eksperimen ycu2 : Jumlah total siswa kelas kontrol yc1:Kalkulasi varians dari kelompok yc2: Kalkulasi varian dari kelas kontrol Analisis statistik yang di dasarkan pada kriteria berikut ini yang bertujuan menolak atau menerima hipotesis 0: Menerima ya0 jika nilai uji T O nilai T pada tabel, dimana yu O 0,05 Menolak ya0 jika hasil uji T Ou nilai T pada tabel, dmna yu O 0,05 NAMA TEST AWAL (T. TEST AKHIR (T. GAIN (T2-T. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni JUMLAH RATA-RATA 26,96154 45,96154 JUMLAH RATA-RATA 26,07692 66,92308 40,84615 6,590436 12,781 10,29005 STANDAR STANDAR DEVIASI 72,92308 4,77896 13,57033 10,87559 DEVIASI SKOR SKOR MINIMUM MINIMUM SKOR MAXIMUM SKOR 22,83846 184,1538 118,2785 MAXIMUM VARIANS VARIANS Hasil nilai awal dan nilai akhir kelas GAIN (T. (T. (T2-T. 43,43385 163,3638 105,8954 ycuI1 Oe ycuI2 cu Oe. cu2Oe. yc2 Oo 1 ycu1 ycu2 Oe 2 ycu1 ycu2 ycuI1 = 45,96 ycuI2 = 40,84 Untuk menentukan standar deviasi diaplikasikan ke Oc. cu1 Oe ycuI12 ) ycI1 = Oo ycuOe1 Untuk menentukan apakah akan menolak atau menerima ya0 maka digunakan rumus uji-t ialah: POSTTEST Analisis Data PRETEST NAMA Oc. cu1 Oe ycuI22 ) ycI2 = Oo ycuOe1 ycI12 = 118,27 ycI22 = 105,89 Selanjutnya rumus uji-t Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni ycuI1 Oe ycuI2 cu Oe. cu2 Oe. yc2 Oo 1 ycu1 ycu2 Oe 2 Analisis statistik didasarkan pada kriteria { } ycu1 ycu 2 45,96154Oe 40,84615 . Oe. 118,27 . Oe. 105,89 1 1 26 26 Oe 2 5,12 118,27 . 105,89 2 52 Oe 2 5,12 2956,96 2647,38 0,076 5,12 5604,34 0,076 5,12 Oo. ,0. 0,076 5,12 Oo8,52 5,12 2,99 = 1,712 Jadi nilai ycEaycnycycycuyci = 1,712 Berikut ini adalah penentuan derajat kebebasan . egress of freedo. atau dengan rumus: : n_1 n_2- 2 (Shavelson, 1988:. : n_1 n_2- 2 : 26 26 Ae 2 : 52 Ae 2 : 50 Setelah dilihat pada tabel apabila df 50 pada O0,05 maka nilai ycycycaycayceyco adalah 1. Analisis Stastistik Menerima ya0 jika nilai uji-t O nilai t pada tabel, dimana yu O 0,05 Menolak ya0 jika nilai uji-t Ou nilai t pada tabel, dimana yu O 0,05 Karena nilai ycEaycnycycycuyci = 1,712 dan ycycycaycayceyco dimana df = 50 pada yu O 0,05 adalah 1. maka dengan demikian nilai ycEaycnycycycuyci lebih besar dari ycycycaycayceyco . ,7 > 1. maka ya0 ditolak ya1 diterima. Dengan demikian hipotesis dapat diterima yaitu penggunaan media lagu menguasai kosakata bahasa Jepang. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis terdapat perbedaan yang nyata antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pengajaran menggunakan media lagu, dalam metode ini memakai satu grup eksperimen dan satu grup kontrol dimana yang grup eksperimen diberi pelakuan dan yang grup kontrol tidak diberi perlakuan. Hasil menggunakan statistik uji t nampak bahwa, media lagu sangat berdampak positif bagi hasil belajar mata pelajaran bahasa Jepang dilihat dari nilai rata-rata kelas sebelumnya sangat kurang yakni 40,846 dapat ditingkatkan menjadi 45,961. Hal ini ditunjukan dengan hasil perhitungan hipotesis data, dimana ycEaycnycycycuyci = 1,712 lebih besar dari pada ycycycaycayceyco = 1. 675, dengan demikian bahwa menguasai kosakata merupakan salah satu alternatif penting dan efektif yang harus diterapkan oleh guru dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkenalan kosakata bahasa Jepang. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Hasil pengamatan pada penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menyenangi proses pembelajaran dengan menggunakan media lagu. Rasa senang terhadap suatu pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa cukup senang dan semangat dalam belajar sambal bernyanyi, walaupun masih banyak kekurangan dikarenakan mereka yang sebelumnya belum pernah merasakan pembelajaran dengan menggunakan media lagu ini. Dari penerapan media lagu sebagaimana yang telah dijelaskan, media lagu ini telah memberi dampak yang positif terhadap kemampuan belajar siswa sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat di lihat dari perolehan nilai awal siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan media lagu. Sebelum mengambil hasil penelitian, peneliti telah melakukan survei awal terlebih dahulu sebanyak dua kali. Survei dilakukan dengan cara memberikan pembelajaran secara langsung . dan memberikan pelajaran menggunakan media lagu dengan memperdengarkan lagu yang telah di pilih, lalu memberikan kosakata dari lagu yang dipakai dalam buku pelajaran, sehingga memudahkan siswa untuk menghafal kosakata yang di berikan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pertama, terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa sebelum diajarkan menggunakan media lagu dan sesudah diajarkan menggunakan media, dimana rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan media lagu yaitu 45,961, lebih tinggi dari pada rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan tanpa menggunakan aplikasi luvlingua yaitu 40,846. Kedua, media lagu sangat fektif digunakan dalam pembelajaran menguasai kosakata bahasa Jepang dan juga dapat digunakan kapan saja di mana saja dalam pembelajaran kosakata. Ketiga, hasil statistik dapat dilihat bahwa ycEaycnycycycuyci = 1,712 ycycycaycayceyco = Ini berarti ycEaycnycycycuyci = 1,712 > ycycycaycayceyco = 1. 675, sehingga tolak ya0 dan terima ya1 , dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan media lagu lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa tanpa diajarkan menggunakan media lagu. DAFTAR PUSTAKA