ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29959-29966 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Kemampuan Kognitif Anak Melalui Penggunaan Media Sandpaper Numbers di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur Husnul Khatimah1. Suhartati2. Siti Naila Fauzia3. Yuhasriati4. Khoiriyah5 1,2,3,4,5 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Syiah Kuala e-mail: hk5170027@gmail. Abstrak Beberapa anak di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur belum mampu menunjukkan lambang bilangan dengan benar. Salah satu tingkat pencapaian yang diharapkan dimiliki oleh anak usia 4-5 tahun adalah mampu mengenal berbagai macam lambang bilangan. Media yang dapat digunakan untuk mengenalkan lambang bilangan kepada anak adalah, media sandpaper Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kognitif anak setelah pembelajaran dengan menggunakan media sandpaper numbers di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur dengan subjek penelitian 8 anak berusia 4-5 tahun. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dalam pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi unjuk kerja kemampuan anak. Pembelajaran dilakukan sebanyak 4 kali pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak mengenal lambang bilangan setelah penggunaan media sandpaper numbers di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur mencapai 87,5. Kata kunci: Anak Usia Dini. Mengenal Angka. Media Sandpaper Numbers Abstract Some children in the Integrated PAUD of Pante Rambong Village. East Aceh have not been able to show number symbols correctly. One of the expected levels of achievement for children aged 45 years is being able to recognize various number symbols. Media that can be used to introduce number symbols to children is sandpaper numbers. The purpose of this study was to determine children's cognitive abilities after learning using sandpaper numbers media in the Integrated PAUD of Pante Rambong Village. East Aceh. This study was conducted in the Integrated PAUD of Pante Rambong Village. East Aceh with research subjects of 8 children aged 4-5 years. The type of research is experimental research with a quantitative approach. The data collection technique is observation of children's ability performance. Learning was carried out 4 times. The results of the study showed that the ability of children to recognize number symbols after the use of sandpaper numbers media in the Integrated PAUD of Pante Rambong Village. East Aceh reached 87,5. Keywords : Early Childhood. Learning Numbers. Sandpaper Numbers Media PENDAHULUAN Anak usia dini adalah anak-anak yang berada dalam rentang usia 0 hingga 6 tahun. Namun. National Association for the Education of Young Children (NAEYC) memiliki pandangan yang lebih luas, yaitu usia 0 hingga 8 tahun (Ahmad, 2. Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan yang dijalani setiap anak didik sebelum masuk ke pendidikan dasar atau sekolah dasar, yang bertujuan agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki Pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur Pendidikan formal, nonformal, dan informal (Nofiati, 2. Aspek perkembangan anak usia dini merujuk pada kemampuan dan pertumbuhan anak pada anak usia 0-6 tahun. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD meliputi 6 aspek perkembangan, yaitu salah satunya aspek kognitif. Dalam memberikan stimulasi untuk mengembangkan aspek kognitif tersebut, tentulah pemahaman akan metode pengembangan yang berkaitan dengan hal itu sangat diperlukan dan berkembangnya kemampuan kognitif ini akan mempermudah anak Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29959-29966 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 menguasai pengetahuan umum dan berfikiran lebih luas. Kemampuan berpikir pada aspek perkembangan kognitif anak mencakup beberapa hal diantaranya, kemampuan berpikir logis, kemampuan berpikir simbolik dan kemampuan belajaran dan pemecahan masalah. Kemampuan berpikir simbolik merupakan salah satu aspek yang sangat penting dikembangkan. Adapun indikator berpikir simbolik pada anak usia 4-5 tahun yang berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA), yaitu: mengenal lambang bilangan. Hasil observasi yang peneliti lakukan di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur. Ditemukan bahwa dari 16 anak, terdapat 8 anak belum mampu menunjukkan lambang bilangan dengan benar dan belum mampu membedakan bilangan 2, 5 dan 6, 9. Sedangkan berdasarkan indikator STPPA No. 137 tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-5 tahun dalam berpikir simbolik, anak sudah mampu mengenal lambang bilangan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan kognitif anak setelah pembelajaran dengan menggunakan media sandpaper numbers di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur? Kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia dini Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD termasuk kedalam perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif salah satu aspek penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak. Menurut Piaget, . alam Puspita, 2. menyatakan perkembangan kognitif merupakan proses berpikir anak yang berupa kemampuan anak dalam menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan sesuatu. Kemampuan kognitif anak perlu dirancang sejak awal, karena kognitif adalah komponen utama yang dapat menentukan keseluruham aspek perkembangan manusia. Menurut Piaget . alam Marinda, 2. teori perkembangan kognitif menjelaskan bahwa cara berpikir seseorang berkembang seiring dengan pertumbuhan otak dan interaksi dengan lingkungan. Teori ini menggabungkan dua pandangan utama: strukturalisme . ang berfokus pada struktur berpiki. dan konstruktivisme . ang percaya bahwa pengetahuan dibangun oleh individu sendir. Perkembangan kognitif terbagi menjadi empat tahapan, yaitu: Tahap Sensorimotor . -2 tahu. : Pada tahap ini, bayi belajar tentang dunia melalui indra dan gerakan fisik mereka. Tahap Praoperasional . -7 tahu. : Anak mulai menggunakan bahasa dan simbol untuk berpikir, meskipun pemikiran mereka masih bersifat egosentris. Tahap Operasi Konkret . -11 tahu. : Anak mulai berpikir secara logis tentang hal-hal yang konkret atau nyata di sekitar mereka. Tahap Operasi Formal . tahun-dewas. : Remaja dan orang dewasa mampu berpikir secara abstrak, logis, dan hipotetis. Menurut Djumaati . kemampuan mengenal lambang bilangan merupakan penguasaan anak terhadap simbol-simbol angka. Keterampilan ini fundamental untuk dikembangkan sejak usia dini, karena ia menjadi landasan utama dalam memahami matematika. Pada usia ini, anak-anak memiliki daya serap yang luar biasa, sehingga stimulasi yang tepat akan sangat efektif. Mengenal lambang bilangan merupakan fondasi penting dalam matematika. Lambang bilangan adalah simbol . yang digunakan untuk mewakili nilai suatu bilangan atau jumlah benda. Seperti yang dijelaskan oleh Gandana et al. lambang ini tidak hanya memudahkan pencacahan dan pengukuran, tetapi juga mempermudah kita dalam melakukan operasi matematika. Menurut Sudaryanti . 6, dalam Gandana, 2. menyatakan bilangan adalah konsep matematika yang abstrak, sedangkan lambang bilangan atau yang kita sebut angka adalah simbol untuk mewakili jumlah benda. Angka-angka ini digunakan untuk menghitung dan Menurut Piaget . alam Gandana, 2. ada tiga tahapan penting untuk mengenalkan bilangan pada anak usia 4-5 tahun. Pertama, mengenal bahasa simbol . bstraksi sederhan. pada tahap awal, anak perlu memahami konsep bilangan melalui bahasa lisan. Guru bisa menyebutkan angka "satu, dua, tiga" dan seterusnya, sambil menunjukkan benda-benda yang jumlahnya sesuai dengan angka yang diucapkan. Tujuannya adalah agar anak mengerti bahwa setiap angka memiliki makna atau jumlah tertentu. Kedua, berpikir simbolis . bstraksi reflekti. Setelah anak memahami makna angka secara lisan, ajak mereka untuk mulai menghitung benda Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29959-29966 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 dengan bantuan jari tangan. Cara ini sangat efektif dan mudah. Misalnya, minta anak menghitung wadah pensil sambil mengucapkan, "satu, dua, tiga. " Melalui aktivitas ini, anak mulai terbiasa menghubungkan angka dengan jumlah benda secara langsung. Ketiga, menghubungkan konsep dengan lambang. Tahap terakhir adalah mengenalkan simbol atau lambang angka itu sendiri. Setelah anak mengerti bahwa angka "tiga" mewakili tiga buah apel, barulah perkenalkan simbolnya, yaitu angka "3". Dengan cara ini, anak bisa menghubungkan jumlah benda dengan lambang angka yang benar. Tiga tahapan ini membantu anak membangun pemahaman yang kuat tentang konsep bilangan dari hal yang sederhana hingga yang lebih kompleks. Media sandpaper numerals adalah alat belajar yang menggunakan angka bertekstur kasar dan halus. Media ini membantu anak-anak mengenal dan mengingat bentuk angka dengan cara Dengan merasakan tekstur yang berbeda pada setiap pola angka, ingatan anak tentang lambang bilangan akan meningkat (Fikasari & Roesminigsih, 2012. Artika, dkk, 2. Media sandpaper number dapat membantu meningkatkan kemampuan megenalkan lambang bilangan kepada anak menggunakan cara yang konkret yang berasal dari kertas ampelas. Menurut Putri . 0, dalam Ayu, dkk, 2. sandpaper numbers adalah alat Montessori yang membantu anak belajar konsep bilangan melalui sentuhan. Media ini punya tekstur kasar dan halus, yang memungkinkan anak meraba lambang angka untuk mengenalinya. Dengan meraba, anak-anak tidak hanya meningkatkan kemampuan mengenal angka, tetapi juga melatih indra peraba mereka. Alat ini juga bisa digunakan di luar ruangan, membuat proses belajar lebih METODE Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dalam pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur. Adapun penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan 3 kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Dengan Subjek penelitian 8 anak berusia 4-5 tahun di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur. Objek dalam penelitian ini belum mampu mengenal lambang bilangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik unjuk kerja kemampuan anak. Adapun alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar unjuk kerja. Pada instrument penelitian ini terdapat 2 indikator yaitu, menyebutkan dan menujukkan lambang bilangan. Kriteria penilai pencapaian anak dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 1. Panduan Kriteria Penilaian Kriteria Skor Belum Berkembang (BB) Mulai Berkembang (MB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Berkembang Sangat Baik (BSB) Sumber: Arikonto, dkk. Penelitian tindakan kelas. Jakarta:PT Bumi Aksara. Tabel 2. Penilaian Anak dalam Kegiatan Mengenal Lambang Bilangan No. Indikator yang diamati Deskripsi Kriteria Skor Mengenal lambang Anak belum mampu Belum bilangan . , 2, 3, 4, 5, 6, menyebutkan satu pun Berkembang 7, 8, 9, . bilangan (BB) Anak mampu Mulai menyebutkan 1 sampai Berkembang lambang (MB) Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29959-29966 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 sandpaper numbers Anak mampu Berkembang menyebutkan 6 sampai Sesuai Harapan lambang (BSH) sandpaper numbers Mengingat lambang bilangan. , 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, . Anak mampu Berkembang menyebutkan 9 sampai Sangat Baik lambang (BSB) sandpaper numbers Anak belum mampu menunjukkan satu pun Anak menunjukkan 1 sampai sandpaper numbers Anak menunjukkan 6 sampai sandpaper numbers Anak menunjukkan 9 sampai sandpaper numbers Belum Berkembang (BB) Mulai Berkembang (MB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Berkembang Sangat Baik (BSB) HASIL DAN PEMBAHASAN Kemampuan Anak Sebelum Pembelajaran Berdasarkan hasil pengamatan awal, menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan belum berkembang sesuai dengan indikator pencapaian anak. Anak belum mampu menunjukkan dengan benar bilangan yang terdapat dipapan tulis, dan anak belum mampu membedakan bilangan yang hampir sama, seperti bilangan 2, 5 dan 6, 9. Secara keseluruhan, kemampuan mengenal lambang bilangan anak sebelum menggunakan media sandpaper numbers berada pada skor 50 yaitu kategori Mulai Berkembang (MB). Adapun data sebelum kegiatan dapat dilihat pada table berikut ini: Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29959-29966 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Tabel 3. Hasil Pengamatan Kemampuan Anak Sebelum Pembelajaran Indikator Penilaian Skor rata-rata masingMenyebutkan Menunjukkan masing anak lambang bilangan lambang bilangan No. Subjek Skor Skor Skor Rata-rata Kemampuan Anak Mengenal Lambang Bilangan Indikator Keberhasilan Kemampuan Anak Setelah Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan tujuan pembelajaran untuk menilai kemampuan kognitif anak setelah pembelajaran dengan menggunakan media sandpaper numbers di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru sebagai berikut: Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) Membagi anak menjadi 2 kelompok Mempersiapkan media sandpaper numbers, terdiri dari 3 set. 1 set untuk guru dan 2 set untuk anak Mengajak anak bernyanyi mengenal bilangan 1-10 menggunakan media sandpaper numbers bersama-sama Memberikan contoh bunyi dari setiap lambang bilangan sambil menujukkan lambang bilangan melalui media sandpaper numbers dan meminta anak mengulangnya Meminta anak menyebutkan sambil menunjukkan lambang bilangan menggunakan media sandpaper numbers yang telah ditempelkan dipapan tulis oleh guru Meminta anak untuk menyusun lambang bilangan menggunakan media sandpaper numbers secara bekerjasama Berdasarkan hasil pengamatan setelah melaksanakan pembelajaran melalui penggunaan media sandpaper numbers, anak mengalami peningkatan yang lebih baik, anak sudah bisa membedakan antara bilangan 2, 5 dan 6, 9, dan anak sudah mampu menyebutkan dan menunjukkan lambang bilangan dipapan tulis dengan baik dan benar. Ketika guru menyuruh anak untuk menunjukkan bilangan 6 anak sudah mampu menunjukkan dengan Adapun skor kemampuan anak setelah pembelajaran dapat dilihat pada table berikut: Tabel 4. Hasil Pengamatan Kemampuan Anak Setelah Pembelajaran Indikator Penilaian Skor rata-rata masingMenyebutkan Menunjukkan masing anak lambang bilangan lambang bilangan No. Subjek Skor Skor Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29959-29966 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Skor Rata-rata Kemampuan Anak Mengenal Lambang Bilangan Indikator Keberhasilan Berdasarkan hasil setelah pembelajaran dapat disimpulkan kemampuan anak mengenal lambang bilangan melalui penggunaan media sandpaper numbers di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur mengalami peningkatan dari pada pembelajaran sebelumnya, hal ini dilihat pada skor anak yang diperoleh setelah pembelajaran meningkat dan berada pada 87,5. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Gambar 1. Hasil penilaian setiap individu anak Gambar 2. Hasil penilaian keseluruhan anak Grafik di atas merupakan grafik kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan sebelum dan setelah menggunakan media sandpaper numbers di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur, terlihat persentase pada kemampuan mengenal lambang bilangan sebelum pembelajaran masih rendah yaitu 50% dan setelah melaksanakan pembelajaran sebanyak 4 kali Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29959-29966 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 pertemuan, ketercapaian kemampuan kognitif anak mencapai persentase 87,5%, sehingga terdapat peningkatan rata-rata anak mencapai 37,5%. Hal tersebut membuktikan bahwa media sandpaper numbers dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak. Sebelum diterapkannya media sandpaper numbers pada proses pembelajaran di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur, kemampuan mengenal lambang bilangan anak masih belum berkembang dengan baik. Setelah dilakukan kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa melalui penggunaan media sandpaper numbers memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan anak berusia 4-5 tahun dalam menunjukkan lambang bilangan yaitu, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur. Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran kemampuan anak mengenal lambang bilangan anak masih rendah, yaitu mendapatkan skor 50, sedangkan setelah dilakukan pembelajaran kemampuan anak meningkat menjadi skor 87,5. Media sandpaper numbers efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak, melalui media sandpaper numbers anak dapat membedakan angka yang hampir sama, dapat menyebutkan sambil menunjukkan lambang bilangan dengan benar dan dapat menyusun lambang bilang 1-10 sesuai urutan. Peningkatan ini terjadi dikarenakan anak terlibat aktif dalam proses pembelajaran, guru meminta anak untuk menyebutkan, menunjukkan dan menyusun bilangan, melalui media ini juga melibatkan banyak indra sekaligus, melalui indra pendengar anak mendengarkan guru menyebutkan sambil menunjukkan bilangan, melalui indra peraba anak bisa meraba terkstur kasar dari media sandpaper numbers. Bentuk bilangan yang disentuh membuat anak tidak hanya menghafal simbol tetapi benar-benar bisa merasakan bentuknya sehingga bentuk bilangan lebih mudah dipahami. Hal ini diperkuat dalam hasil penelitian Munawwaroh, dkk, . media sandpaper numbers bekerja secara efektif karena melibatkan indera peraba anak yaitu, membantu anak dengan disabilitas intiliktual mengenali bentuk angka secara sensorik, memberikan latihan motorik halus melalui menulis angka dan menguatkan memori visual dan kinestetik melalui pengulangan. sehingga bisa dilihat terjadi peningkatan kemampuan membuktikan bahwa media sandpaper numbers efektik untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak. SIMPULAN Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan media sandpaper numbers dapat membuat anak usia 4-5 tahun mengenal lambang bilangan di PAUD Terpadu Desa Pante Rambong Aceh Timur dan melalui media sandpaper numbers dapat membuat anak terlibat aktif dan antusias dalam pembelajaran. Adapun tahapan yang dilakukan peneliti yaitu, . mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), . membagi anak menjadi 2 kelompok, . mempersiapkan media sandpaper numbers, terdiri dari 3 set, . mengajak anak bernyanyi mengenal bilangan 1-10 menggunakan media sandpaper numbers bersama-sama, . memberikan contoh bunyi dari setiap lambang bilangan sambil menujukkan lambang bilangan melalui media sandpaper numbers dan meminta anak mengulangnya, . meminta anak menyebutkan sambil menunjukkan lambang bilangan menggunakan media sandpaper numbers yang telah ditempelkan dipapan tulis oleh guru, . meminta anak untuk menyusun lambang bilangan menggunakan media sandpaper numbers secara bekerjasama. Hasil pembelajaran setelah menggunakan media sandpaper numbers dalam mengenalkan lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun mendapat skor 87,5. DAFTAR PUSTAKA