Journal of Engineering Environment Energy and Sciece Vol. No. Juni 2022, pp. e-ISSN : 2828-6170 Gambaran Kualitas Udara serta Analisis Risiko Nitrogen Dioksida (NO. dan Sulfur Dioksida (SO. di Kabupaten Bekasi Azizah Putri Shabrina1*. Ridho Pratama2 Teknik Lingkungan. Fakultas Teknik. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jakarta. Indonesia e-mail: 1*sazizahp@gmail. com, 2ridhopratama31@gmail. Abstract NO2 and SO2 are sources of pollution that are mostly produced from the combustion of fossil fuel. The health effect of NO2 and SO2 on humans is that it attacks the respiratory system. Kabupaten Bekasi is an area that has various transportation and industrial activities as a result of increasing regional growth. The purpose of this study is to determine air quality and to predict the risk of health from exposure NO2 and SO2 in Kabupaten Bekasi, especially the location of Kecamatan Babelan and Polsek Cikarang Selatan. This research is using a quantitative descriptive study, with a risk analysis study method. The results showed that the air quality at the sampling point of Kecamatan Babelan in 2018 Ae 2020 are below the ambient air quality standard, while for the sampling point of the Polsek Cikarang Selatan the air quality showed that in 2019 it exceeded the ambient air quality standard. Based on the results of the risk analysis, the maximum risk level of NO2 at the Polsek Cikarang Selatan and the maximum risk level of NO2. SO2 in Kecamatan Babelan has an (RQ < . which means itAos safe and no risk of health problems. Meanwhile, the maximum risk level of SO2 at the Polsek Cikarang Selatan is 1. 0358 (RQ > . which indicates the population is at risk against respiratory disorders. Keywords : Ambient Air Quality. NO2. SO2. Risk Analysis. Abstrak NO2 dan SO2 merupakan sumber pencemaran yang sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Efek kesehatan dari NO2 dan SO2 pada manusia adalah bahwa ia menyerang sistem Kabupaten Bekasi merupakan kawasan yang memiliki berbagai kegiatan transportasi dan industri sebagai hasil dari peningkatan pertumbuhan wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas udara dan untuk memprediksi risiko kesehatan dari paparan NO2 dan SO2 di Kabupaten Bekasi, khususnya lokasi Kecamatan Babelan dan Polsek Cikarang Selatan. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif, dengan metode studi analisis risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara pada titik pengambilan sampel Kecamatan Babelan pada tahun 2018 Ae 2020 berada di bawah standar kualitas udara ambien, sedangkan untuk titik pengambilan sampel Polsek Cikarang Selatan kualitas udara menunjukkan bahwa pada tahun 2019 melebihi standar kualitas udara ambien. Berdasarkan hasil analisis risiko, tingkat risiko maksimum NO2 di Polsek Cikarang Selatan dan tingkat risiko maksimum NO2. SO2 di Kecamatan Babelan memiliki (RQ < . yang berarti aman dan tidak ada risiko masalah kesehatan. Sedangkan tingkat risiko maksimum SO2 di Polsek Cikarang Selatan adalah 1,0358 (RQ > . yang menunjukkan populasi berisiko terhadap gangguan Kata Kunci: Kualitas Udara. NO2. SO2. Analisis Resiko PENDAHULUAN Udara adalah salah satu media lingkungan yang menjadi komponen penting dalam kehidupan makhluk hidup. Perpaduan unsur gas yang dianggap normal dapat menunjang fungsi udara sebagai syarat penting keberlangsungan kehidupan. Disisi lain, terjadinya penambahan unsur gas dalam udara dapat memicu terjadinya perubahan komposisi udara bahkan menimbulkan gangguan hingga pencemaran udara. Perubahan susunan pada udara akibat masuknya zat asing dalam jumlah tertentu serta waktu yang cukup lama akan membuat kondisi udara menjadi tercemar dan menimbulkan dampak Available Online at : http://ejurnal. id/index. php/joes Azizah Putri Shabrina. Ridho Pratama Submitted: 20/06/2022. Revised: 26/06/2022. Accepted: 28/06/2022. Published: 30/06/2022 bagi kesehatan manusia maupun makhluk hidup lain. WHO menyatakan bahwa pencemaran udara menjadi risiko terbesar gangguan kesehatan data memperkirakan tahun 2016 terjadi 4,2 juta kematian dini akibat paparan polusi udara ambien kota dan pedesaan. Dan sekitar 91% kematian dini terjadi di wilayah asia tenggara dan pasifik barat (WHO, 2. Polutan berbahaya bagi kesehatan manusia seperti Nitrogen Dioksida (NO. , dan Sulfur Dioksida (SO. banyak dihasilkan dari aktivitas kendaraan bermotor. Berbagai penelitian mengungkapkan kandungan polutan yang tinggi dapat menimbulkan gangguan pernapasan, iritasi mata, batuk, dan gangguan kesehatan lainnya. NO2 bisa menembus hingga ke saluran pernapasan bagian dalam, dan untuk bagian saluran yang pertama kali dipengaruhi yakni membran mukosa dan jaringan paru. Pengaruh utama polutan SO2 terhadap manusia adalah iritasi pada sistem respirasi, dengan target utamanya menuju Analisis risiko merupakan salah satu metode pengelolaan risiko untuk melihat tingkat risiko kesehatan manusia akibat dampak yang dihasilkan dari lingkungan. analisis risiko kesehatan lingkungan merupakan kerangka ilmiah yang digunakan sebagai solusi dari permasalahan lingkungan dan kesehatan (Louvar & Crowl, 1. Tujuan analisis risiko yaitu digunakan sebagai pendekatan untuk mengenal, memahami, serta meramalkan kondisi dan karakteristik lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko Bekasi merupakan wilayah yang berada di Provinsi Jawa Barat, dan masuk dalam kawasan megapolitan Jabodetabek (Jakarta. Bogor. Depok. Tangerang. Bekas. Wilayah Administrasi Bekasi dibagi menjadi dua wilayah yaitu kabupaten dan kota. Kawasan Kabupaten Bekasi saat ini mengalami pertumbuhan yang kian meningkat dengan semakin banyaknya jumlah perumahan dan sentra industri. Dilansir dari portal media online Pojok Bekasi panas dan penuh polusi. Dilansir dari portal media online kondisi polusi debu di Kabupaten Bekasi melebihi baku mutu, berdasarkan hasil pemetaan terdapat beberapa titik yang menjadi lokasi pencemaran udara, dan 13 titik diantaranya mengalami gangguan polusi udara (Bekasi, 2. Berbagai aktivitas industri, maupun transportasi di sekitar Kabupaten Bekasi tentunya berpotensi dalam peningkatan polutan ke udara sekitar. Pemantauan dan pengukuran konsentrasi polutan di udara sangat perlu diupayakan untuk mengetahui kualitas udara di wilayah tersebut serta sebagai upaya pencegahan atau penanggulangan dampak lingkungan maupun kesehatan METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam pebelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini merupakan pedagang yang beraktivitas dan bermukim di daerah sekitar Kantor Kecamatan Babelan dan di daerah sekitar Polsek Cikarang Selatan. Teknik pengambilan sampe yakni menggunakan metode purposive sampling sehingga didapat jumlah sampel 45 responden untuk wilayah sekitar Kantor Kecamatan Babelan, dam 38 responden untuk wilayah sekitar Polsek Cikarang Selatan. Tahapan analisis dalam penelitian ini yaitu membandingkan kualitas udara ambien terukur dengan baku mutu udara ambien serta penilaian analisis risiko yang meliputi identifikasi bahaya, analisis pajanan, analisis dosis Ae respon, dan karakterisasi risiko. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Kualitas Udara Ambien Dalam penelitian ini gambaran kondisi udara Kabupaten Bekasi didasarkan dari data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan difokuskan kepada sektor transportasi dengan mengambil 2 lokasi sampling untuk dijadikan sebagai bahan penelitian yakni titik sampling Kantor Kecamatan Babelan dan titik sampling Polsek Cikarang Selatan. Konsentrasi NO2 dan SO2 dari hasil pemantauan Journal of Engineering Environment Energy and Science: Juni 2022 Gambaran Kualitas UdaraA. ini kemudian akan dibandingkan dengan baku mutu udara ambien yakni PP No 22 Tahun 2021 untuk pengukuran 1 tahun (PP, 2. Berikut ringkasan konsentrasi NO2dan SO2 tahun 2018 Ae 2020 dalam satuan AAg/m3 yang tertera dalam Tabel 1 Tabel 1. Perbandingan Konsentrasi NO2 dan SO2 dengan Baku Mutu (AAg/m. Baku Parameter Kualitas Udara (AAg/m. Mutu Pos Kantor Kec. Babelan Pos Polsek Cikarang 22/2021 NO2 SO2 Baku mutu udara ambien yang digunakan dalam penelitian ini yaitu PP No 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Alasan penggunaan PP No 22 Tahun 2021 sebagai baku mutu udara ambien yaitu karena penelitian ini dilakukan pada tahun 2021 dan mulai tahun 2021 Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara sudah dicabut digantikan dengan diresmikannya PP No 22 Tahun 2021. Hasil pemantauan kualitas udara ambien NO2 dan SO2 di wilayah Kantor Kecamatan Babelan dari tahun 2018 Ae 2020 menunjukkan hasil masih berada di bawah baku mutu udara ambien. Sedangkan untuk wilayah Polsek Cikarang Selatan menunjukkan hasil pemantauan NO2 dan SO2 pada tahun 2019 melebihi baku mutu dengan konsentrasi sebesar 51 AAg/m3 dan 100 AAg/m3. Analisis Risiko Kesehatan Lingkingan NO2 dan SO2 Identifikasi Bahaya Tahapan identifikasi bahaya bertujuan sebagai tahapan dalam mengenali risiko dengan menentukan bahan kimia yang berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Tahapan ini memuat data dengan berbagai sumber pencemaran yang mewakili konsentrasi tertentu. Data identifikasi bahaya yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kondisi pemantauan udara di lokasi sampling selama 3 tahun Data identifikasi bahaya dalam penelitian ini dirangkum dalam Tabel 2. Tabel 2. Data Identifikasi Bahaya Berdasarkan Titik Sampling . g/m. Kualitas Udara . g/m. Titik Polutan Standar Sampling Max Ae Min Mean Median Deviasi 0,056- 0,031 NO2 0,0421 0,0392 0,0127 Pos Polsek Cikarang 0,1 Ae 0,025 0,0527 0,03302 0,0412 SO2 Selatan Pos Kantor Kecamatan Babelan NO2 0,0255 0,027 0,0054 0,03 Ae 0,0196 SO2 0,0221 0,021 0,0025 0,025 Ae 0,0204 Analisis Pajanan dan Perhitungan Intake NO2 dan SO2 Analisis pajanan merupakan penilaian kontak untuk mengenali jalur - jalur pajanan risk agent dengan menghitung risiko jumlah asupan . yang diterima individu. Hasil tahapan ini yaitu intake atau konsentrasi pajanan yang menggambarkan jumlah Konsentrasi risk agent yang diterima dan masuk kedalam tubuh berupa hasil dari rata Ae rata sampel per berat badan per hari. Dalam penelitian ini perhitungan intake didasarkan dengan sumber pencemar dan lokasi titik sampling. Berikut Copyright A 2022 Journal of Engineering Environment Energy and Science. Juni 2022 Azizah Putri Shabrina. Ridho Pratama Submitted: 20/06/2022. Revised: 26/06/2022. Accepted: 28/06/2022. Published: 30/06/2022 ringkasan statistik nilai variabel pola aktivitas responden sebagai faktor pemajanan yang akan diinput ke dalam software Analytica tertera dalam Tabel 3 Tabel 3. Ringkasan Karakteristik Responden Karakteristik Individu Nilai Kelompok Populasi Pos Polsek Cikarang Selatan Pos Kantor Kecamatan Babelan Berat Badan (W. Mean 58,37 kg 60,64 kg Std 11,66 11,47 Mean 12,37 jam/hari 11,00 jam/hari Std 2,81 2,10 Mean 352,05 hari/tahun 353,02 hari/tahun Std 2,93 4,99 9,00 tahun 8,67 tahun Std 6,08 8,16 Mean 0,61 m3/jam. 0,62 m3/jam. Std 0,05 0,04 Lama Pajanan . E) Frekuensi Pajanan . E) Mean Durasi Pajanan (D. Laju Inhalasi (R) Perhitungan intake inhalasi populasi menggunakan persamaan 1 berikut: yaycuycycaycoyce = yaycIycya yceya yayc ycOyca ycycaycyci I = Asupan inhalasi . g risk agent/kg berat badan individu/har. C = Konsentrasi risk agent di udara . g risk agent/m3 udar. R = Laju Inhalasi . 3 udara/ja. tE = Lama pajanan . am/har. fE= Frekuensi pajanan . ilai default 350 hari/tahu. Dt = Durasi pajanan . , ril atau proyeksi Wb = Berat badan individu . tavg = Periode waktu rata Ae rata = 365 hari untuk non karsinogenik Dalam penelitian ini perhitungan nilai intake inhalasi menggunakan bantuan software Analytica yakni dengan melakukan input nilai mean dan standar deviasi dari nilai konsentrasi dan nilai karakteristik responden, kemudian akan dihasilkan nilai intake inhalasi yang mencakup nilai mean, median, standar deviasi dan nilai maksimum serta nilai minimum. Untuk hasil perhitungan intake inhalasi menyeluruh berdasarkan titik sampling dalam software Analytica dapat dilihat pada Tabel 4. Journal of Engineering Environment Energy and Science: Juni 2022 Gambaran Kualitas UdaraA. Tabel 4. Rangkuman Hasil Intake Populasi NO2 dan SO2 Berdasarkan Titik Sampling . g/kg/har. Intake . g/kg/har. Titik Polutan Standar Max Ae Min Sampling Mean Median Deviasi 0,0095 0,0017 0,0016 0,0008 0,00007 Pos Polsek Cikarang Selatan Pos Kantor Kecamatan Babelan SO2 0,0021 0,0019 0,0019 0,0127 Ae (- 0,0. NO2 0,00085 0,0008 0,0003 0,0039 Ae 0,00014 SO2 0,00073 0,00069 0,0002 0,0028 Ae 0,00024 Nilai intake dalam penelitian ini menunjukkan estimasi besaran pajanan yang diterima individu per kilogram berat badan per hari berdasarkan faktor aktivitas maksimum yang dilakukan responden dan durasi pemajanan 30 tahun untuk polutan karsinogenik. Besarnya nilai intake berbanding lurus dengan nilai konsentrasi polutan, laju inhalasi, lama pajanan, frekuensi pajanan, dan durasi pajanan. Sehingga dapat dinyatakan semakin besar nilai tersebut maka nilai intake suatu individu akan semakin besar pula. Namun sebaliknya besarnya nilai intake berbanding terbalik dengan besarnya nilai berat badan yang mengartikan bahwa bila nilai berat badan suatu individu besar maka nilai risiko kesehatannya akan kecil. Analisis Dosis Respon Analisis dosis respon merupakan tahapan dalam menetapkan nilai Ae nilai kuantitatif toksisitas risk agent untuk setiap parameter kimianya apakah berpotensi menimbulkan efek merugikan atau tidak. Dalam penelitian ini nilai toksisitas risk agent yang digunakan yaitu RfC (Reference Concentratio. untuk jalur pajanan terhirup . dan dengan efek non karsinogenik. Perhitungan nilai RfC dilakukan dengan mensubstitusikan nilai default R = 0,83 m3/jam, tE = 24 jam/hari, fE = 350 hari/tahun. Dt = 30 tahun. Wb = 70 kg, dan tavg = 30 x 365 hari/tahun. Untuk konsentrasi yang digunakan yaitu konsentrasi baku mutu udara ambien menurut . untuk NO2 adalah 0,050 mg/m3 dan untuk SO2 adalah 0,045 mg/m3. Berikut merupakan perhitungan RfC dengan persamaan 2 yaycIycya yceya yayc ycOyca ycycaycyci 0,05ycu0,83ycu24ycu350ycu30 ycIyceya ycAycC2 = = 0,014 mg/kg/hari 70 ycu30 ycu 365 ycIyceya = Didapat nilai RfC NO2 yang akan digunakan dalam perhitungan tingkat risiko sebesar 0,014 mg/kg/hari. Adapun perhitungan RfC SO2 dengan menggunakan rumus 2 maka nilai SO2 adalah 0,012 mg/kg/hari. Karakterisasi Risiko Karakterisasi risiko yang dinyatakan dalam Risk Quotient (RQ) dengan menghitung perbandingan antara asupan karsinogenik . dengan RfC. Risiko kesehatan dinyatakan ada dan perlu dikendalikan jika RQ > 1. Namun bila RQ = 1, risiko tidak perlu dikendalikan tetapi perlu dipertahankan agar nilai RQ tidak melebihi 1. Perhitungan Risk Quotient (RQ) didapat dari perbandingan antara nilai intake yang didapat dengan nilai RfC. Berikut persamaan perhitungan Risk Quotient (RQ): ycIycE = ycIyceya . Copyright A 2022 Journal of Engineering Environment Energy and Science. Juni 2022 Azizah Putri Shabrina. Ridho Pratama Submitted: 20/06/2022. Revised: 26/06/2022. Accepted: 28/06/2022. Published: 30/06/2022 Untuk hasil perhitungan nilai RQ menyeluruh berdasarkan titiksampling dalam software Analyticadirangkum pada Tabel 5. Tabel 5. Rangkuman Tingkat Risiko (RQ) Berdasarkan Titik Sampling Risk Quotient Titik Sampling Polutan Mean Median Standar Deviasi Max Ae Min Pos Polsek Cikarang Selatan NO2 0,1229 0,1140 0,0589 0,6959 0,0051 SO2 0,1684 0,1577 0,1562 1,0358 Ae (- 0,2. Pos Kantor Kecamatan Babelan NO2 0,0620 0,0586 0,0243 0,2841 Ae 0,0103 SO2 0,0595 0,0563 0,02 0,2308 Ae 0,0193 Hasil penelitian menunjukkan nilai Risk Quotient (RQ) NO2 untuk populasi wilayah sekitar Polsek Cikarang Selatan dengan nilai mean sebesar 0,1229, nilai maksimum sebesar 0,6959, dan nilai minimum sebesar 0,0051. Hasil tersebut menyatakan nilai RQ NO2 < 1 yang menunjukkan masih aman atau belum memiliki risiko. Sedangkan untuk nilai Risk Quotient (RQ) SO2 pada wilayah sekitar Polsek Cikarang Selatan didapatkan nilai mean sebesar 0,1684, nilai maksimum sebesar 1,038 dan nilai minimum sebesar Ae 0,2830. Hasil tersebut menyatakan untuk parameter SO2 nilai RQ maksimum > 1 yang berarti berisiko terhadap gangguan kesehatan. Untuk wilayah yang memiliki RQ > 1 perlu dilakukan manajemen risiko sebagai upaya pengendalian dengan meminimalisir risiko yang timbul. Hasil penelitian yang didapat untuk populasi di wilayah sekitar Kantor Kecamatan Babelan menunjukkan nilai Risk Quotient (RQ) NO2 dengan nilai mean sebesar 0,0620 nilai maksimum sebesar 0,2841 dan nilai minimum sebesar 0,0103. Sedangkan untuk nilai Risk Quotient (RQ) SO2 pada wilayah sekitar Kantor Kecamatan Babelan didapatkan nilai mean sebesar 0,0595, nilai maksimum sebesar 0,2308 dan nilai minimum sebesar 0,0193. Hasil tersebut menyatakan besaran tingkat risiko pada wilayah Kecamatan Babelan untuk parameter NO2 dan SO2 RQ < 1 yang berarti tidak berisiko atau masih dianggap aman. Manajemen Risiko Manajemen risiko merupakan tahapan dalam analisis risiko sebagai upaya dalam melindungi populasi yang terpajan melalui berbagai cara. Manajemen risiko perlu diberlakukan ketika hasil perhitungan nilai RQ > 1, sedangkan untuk nilai RQ < 1 manajemen risiko dapat dilakukan untuk mengetahui batas aman dari konsentrasi sumber pencemar dengan syarat nilai intake lebih besar dari nilai RfC. Menurut hasil perhitungan tingkat risiko maka untuk wilayah Polsek Cikarang selatan yang memiliki tingkat risiko > 1 perlu dilakukan manajemen risiko. Berikut rumus dari persamaan untuk mendapatkan konsentrasi aman . Adapun perhitungan batas aman konsentrasi SO2 untuk wilayah Polsek Cikarang Selatan dengan menggunakan data karakteristik responden maksimum adalah sebagai berikut. Journal of Engineering Environment Energy and Science: Juni 2022 Gambaran Kualitas UdaraA. C aman = C aman = 0,076 mg/m3 u 76 AAg/ m3. Berdasarkan hasil perhitungan dalam manajemen risiko terhadap upaya penurunan konsentrasi, maka didapat konsentrasi aman SO2 untuk wilayah Polsek Cikarang Selatan adalah 0,076 mg/ m3. Upaya pengendalian risiko khususnya untuk wilayah sekitar Polsek Cikarang Selatan yang memiliki tingkat risiko (RQ) > 1 dapat dilakukan dengan pengurangan konsentrasi perlu adanya jalur hijau untuk menyerap gas polutan. Jalur hijau pada jalan diharapkan mampu mengurangi tingkat pencemaran dari polutan yang dikeluarkan oleh emisi dari kendaraan Pengendalian risiko lain yang dapat dilakukan yaitu dengan mengurangi sumber pencemar. Hal ini dapat dilakukan dengan diterapkannya pembatasan kendaraan berat untuk melintasi jalan di sekitar lokasi penelitian pada pagi hingga sore hari. Dalam pembatasan tersebut kendaraan berat hanya diperbolehkan melintasi jalan tersebut pada malam hari saat aktivitas para pedagang sudah mulai Disisi lain untuk para pedagang juga perlu diperhatikan perihal waktu kerja, terlebih untuk pada pedagang yang melakukan aktivitas hingga 10 jam/hari atau bahkan ada yang lebih. Hendaknya para pedagang dapat memberlakukan waktu kerja sesuai dengan UU No 11 Tahun 2020 pada Bab IV Ketenagakerjaan Pasal 77 yang menyarankan untuk waktu bekerja yaitu 7 - 8 jam/hari. KESIMPULAN DAN SARAN Gambaran kondisi kualitas udara ambien Kabupaten Bekasi untuk sektor transportasi yang diwakili oleh wilayah Kecamatan Babelan dan Polsek Cikarang Selatan menunjukkan bahwa konsentrasi polutan NO2 dan SO2 pada tahun 2018- 2020 masih dibawah baku mutu udara ambien menurut Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021. Sementara pada wilayah Polsek Cikarang Selatan, konsentrasi polutan NO2 dan SO2 pada tahun 2018 dan 2020 menunjukkan hasil masih dibawah baku mutu udara ambien, namun pada tahun 2019 konsentrasi polutan NO2 dan SO2 melebihi baku mutu udara ambien dengan nilai konsentrasi maksimum masing Ae masing 56 dan 100 AAg/m3. Besaran Risk Quotient (RQ) pada wilayah Kecamatan Babelan untuk parameter NO2 diperoleh nilai maksimum sebesar 0,2841, sedangkan nilai maksimum RQ untuk parameter SO2 sebesar 0,2308. Wilayah Kecamatan Babelan yang memiliki tingkat risiko RQ < 1 menunjukkan bahwa konsentrasi polutan NO2 dan SO2 di wilayah tersebut masih dalam batas aman atau tidak berisiko mengganggu kesehatan pernapasan bagi objek penerima pajanan. Nilai besaran RQ pada wilayah Polsek Cikarang Selatan untuk parameter NO2 diperoleh nilai maksimum sebesar 0,6959, sedangkan nilai maksimum RQ untuk parameter SO2 sebesar 1,0358. Hasil tersebut menunjukkan konsentrasi polutan NO2 masih dalam batas aman (RQ < . , tetapi untuk parameter SO2 yang memiliki RQ maksimum > 1 memiliki risiko mengganggu kesehatan pernapasan bagi objek penerima pajanan di wilayah tersebut. Manajemen risiko yang dilakukan untuk pajanan SO2 wilayah Polsek Cikarang melalui perhitungan konsentrasi aman sehingga didapatkan kualitas udara SO2 yang baik untuk wilayah Polsek Cikarang Selatan yaitu 76 AAg/m3. Pengendalian risiko untuk penurunan konsentrasi dapat dilakukan dengan pembuatan jalur hijau serta pembatasan kendaraan berat pada pagi hingga sore hari. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengukuran kualitas udara ambien secara langsung di lokasi penelitian untuk mendapatkan konsentrasi polutan yang akurat sesuai keadaan di lapangan serta mendapatkan kondisi meteorologi pada wilayah Selain itu agar penelitian dapat dispesifikkan untuk wilayah yang kiranya memiliki konsentrasi polutan di atas baku mutu sehingga dapat dilakukan pengukuran analisis risiko dengan dibandingkan dengan kasus penyakit yang ada. Untuk dinas Ae dinas terkait perlunya melakukan evaluasi untuk wilayah Ae wilayah yang memiliki konsentrasi polutan melebihi baku mutu udara ambien sehingga dapat dilakukan pengendalian pencemaran udara DAFTAR PUSTAKA