PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA MANAJERIAL STUDI PADA KOPAGA CV. KARYA PRATAMA GEMILANG Rita Komalasari Ritaaks80@yahoo. Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana Jl. Karapitan No. ABSTRAK Ketidakpastian Lingkungan dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen merupakan konsep yang populer sekaligus kompleks yang diidentifikasikan sebagai faktor yang dapat menyukseskan maupun menggagalkan tercapai nya kinerja manajerial. Fenomena yang terjadi pada organisasi di indonesia adalah kinerja manajerial yang belum Demikian pula ketidakpastian lingkungan dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen belum menunjukan kondisi yang ideal. Maksud penelitian ini adalah untuk mencapai kebenaran melalui pengujian . adanya pengaruh ketidakpastian lingkungan dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. Hasil penelitian diharapkan menjadi bukti bahwa moddel yang ditawarkan dapat menjadi solusi pemecahan masalah pada kinerja Data yang digunakan diperoleh melalui survei dengan mendistribusikan kuesioner pada CV. Karya Pratama Gemilang, diolah secara statistik dengan menggunakan SEM-PLS. Metode penelitian menggunakan metode explanatory research untuk mendapatkan jawaban mendasar sebab akibat dengan menganalisa penyebab terjadinya masalah pada kinerja Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : . ketidakpastian lingkungan berpengaruh terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen dan . Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Kata kunci: Ketidakpastian Lingkungan. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Kinerja Manajerial PENDAHULUAN Ketidakpastian sebagai situasi yang mengandung lebih dari satu hasil yang mungkin dari suatu keputusan dan probabilitas kemunculan setiap hasil tidak diketahui atau tidak berarti. Akibatnya, pengambilan keputusan dalam ketidakpastian selalu melibatkan unsur subjektif. ketidakpastian mengacu kepada situasi di mana terdapat lebih dari satu hasil yang mungkin dari satu keputusan dan probalitas dari kemunculan masing-masing hasil tersebut tidak diketahui, apabila dapat ditafsirkan. Hal ini mungkin di sebabkan oleh kurang memadainya informasi masa lalu atau dari ketidakstabilan dalam struktur variabel. Dalam bentuk-bentuk ketidakpastian yang ekstrim, hasilnya sendiri bahkan tidak diketahui. Sistem informasi akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu. Inti dari sistem informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitas-aktivitas, seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Informasi mengenai peristiwa ekonomi diproses untuk menghasilkan keluaran . yang memenuhi tujuan sistem tersebut. keluaran ini bisa mencakup laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, bahkan komunikasi pribadi. Informasi merupakan suatu komponen yang sangat penting bagi perusahaan, karena informasi adalah input dasar dalam setiap pengambilan keputusan, oleh karena itu informasi yang relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan. Akuntansi manajemen merupakan jaringan penghubung yang sistematis dalam penyajian informasi yang berguna dan dapat daya untuk membantu pimpinan perusahaan dalam usaha mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Informasi akuntansi manajemen dibutuhkan oleh manajemen berbagai jenjang organisasi, untuk menyusun rencana aktivitas perusahaan dimasa yang akan datang Seseorang yang memegang posisi manajerial diharapkan mampu menghasilkan suatu kinerja manajerial. Berbeda dengan kinerja karyawan yang pada umumnya bersifat konkrit, kinerja manajerial adalah bersifat abstrak dan kompleks. Kinerja manajerial yang diperoleh manajer merupakan salah satu faktor yang dipakai untuk meningkatkan efektifitas Karena organisasi pada dasarnya di jalankan oleh manusia, maka penilaian kinerja sesungguhnya merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan di dalam organisasi Kinerja manajer yang tinggi akan menghasilkan kinerja perusahaan yang tinggi pula. Untuk itu, merupakan suatu keharusan bagi suatu perusahaan untuk memiliki manajer yang produktif dan inovatif agar dapat melihat dan menggunakan peluang dengan baik, mengidentifikasi permasalahan, dan menyeleksi serta mengimplemtasikan proses adaptasi yang tepat. Selain itu, dalam meningkatkan kinerjanya, para manajer tidak lepas dari kemampuannya dalam melaksanakan tugas manajerial yang meliputi perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan, pemilihan staf, negoisasi, dan Manajemen juga berkewajiban mempertahankan kelangsungan hidup . serta mengendalikan perusahaan . oing concer. II. KAJIAN PUSTAKA KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN Ketidakpastian Lingkungan adalah Lingkungan yang satu berbeda dengan yang lainnya dalam hal ketidakpastian yang dikandung masing-masing, yang disini kita sebut sebagai ketidakpastian lingkungan dan merupakan tingkat . perubahan serta kompleksitas yang terjadi di lingkungan tersebut. Robbins dan Coulter . Selanjutnya menurut Merchant dan Stede . diterjemahkan oleh Anna Partina dkk . mengungkapkan bahwa Ketidakpastian lingkungan mengacu pada seperangkat faktor luas yang secara individu dan kolektif membuat sulit atau tidak mungkin untuk memprediksi masa depan di daerah tertentu. Ketidakpastian bisa berasal dari perubahan . tau perubahan potensia. dalam kondisi alam . isalnya cuac. , iklim politik dan ekonomi, tindakan pesaing, pelanggan, pemasok . ermasuk tenaga kerj. , dan regulator. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi, baik keuangan maupun nonkeuangan, kepada manajer dan karyawan organisasi. Informasi akuntansi manajemen disusun untuk keperluan spesifik para pembuat keputusan dan jarang disebarkan ke pihak luar organisasi. Laporan akuntansi keuangan, di lain sisi, mengomunikasikan format informasi ekonomi yang standar kepada individu dan organisasi yang merupakan pihak eksternal perusahaan, seperti pemegang saham, kreditur . ank, pemegang obligasi, dan supplie. , regulator, serta pejabat pajak. Menurut Kautsar Riza Salman dan Mochammad Farid . Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dari berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Menurut Chenhall dan Morris . dalam Arsono Laksamana . , terdapat empat karaktersistik sistem informasi akuntansi manajemen, yaitu: Broad Scope Broad Scope merupakan informasi yang mencakup mengenai permasalahan perusahaan yang akan mampu membantu para manajer menghasilkan kebijakan yang lebih efektipf sehingga hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja manajerial yang lebih Di dalam sistem informasi, broad scope . ingkup lua. mengacu kepada dimensi fokus, kuantifikasi dan horizon waktu (Gordon dan Narayana, 1984. Laksamana dan Muslichah, 2002 dalam Arsono Laksamana, 2. Informasi broad scope memberikan informasi tentang faktor-faktor eksternal maupun internal perusahaan, informasi non ekonomi, ekonomi, estimasi kejadian yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang dan informasi yang berhubungan dengan aspek-aspek lingkungan. Informasi broad scope dapat mengurangi ketidakpastian dengan menyediakan kombinasi informasi financial dan non financial yang sangat dibutuhkan dan desain aktivitas. Timeliness (Ketepata. Timeliness adalah ketepatan atau rentang waktu antara permintaan informasi dengan penyajian informasi yang diinginkan oleh perusahaan guna mendukung manajer menghadapi ketidakpastian yang terjadi. Informasi timeliness menunjukan pada frekuensi dan kecepatan pelaporan. Ketetapan waktu menunjukan rentang waktu antara pemohonan informasi dengan penyajian informaasi yang diinginkan serta frekuensi pelaporan. Informasi tepat waktu akan mempengaruhi kemampuan manajer dalam merespon setiap kejadian atau permasalahan. Apabila informasi itu tidak disampaikan dengan tepat waktu, maka akan menyebabkan nformasi tersebut kehilangan nilai di dalam mempengaruhi kualitas Manajer akan mampu menghadapi Aggregation (Agregas. Aggregation yaitu informasi yang memberikan kejelasan mengenai area yang menjadi tanggung jawab setiap manajer perusahaan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Informasi agregasi merupakan informasi yang memperhatikan penerapan bentuk kebijakan formal . eperti : discounted cash flo. atau model analitikal informasi hasil akhir yang didasarkan pada waktu . eperti bulanan dan kuarta. Iselin . dalam Arsono Laksamana . mengemukakan bahwa informasi agregasi diperlukan dalam organisasi, karena dapat mencegah kemungkinan dapat terjadi over load informasi. Informasi yang dapat teragregasi dengan tepat akan memberikan masukan penting dalam proses pengambilan keputusan, karena waktu yang dibutuhkan untuk mengevaluasi informasi lebih sedikit dibandingkan dengan informasi yang tidak teragregasi. Integration (Integras. Integration adalah informasi yang mencakup aspek seperti ketentuan target perusahaan yang dihitung dari proporsi interaksi antar sub unit dalam perusahaan. Informasi integrasi mencerminkan bahwa terdapat koordinasi antar segmen sub unit yang satu dengan sub unit Chia . menyatakan bahwa informasi yang terintegrasi dalam sistem akuntansi manajemen dapat digunakan sebagai alat koordinasi antar segmen dari sub unit komplesitas dan desentralisasi manajemen antar sub unit akan direfleksikan dalam informasi yang terintegrasi mencakup aspek seperti ketentuan target atau aktivitas yang dihitung dari proses interaksi antar sub unit dalam organisasi. Chenhall dan Morris dalam Arsono Laksamana . mengemukakan bahwa kompleksitas dan saling keterkaitan ataupun ketergantungan sub unit dengan sub unit lainnya akan tercermin dalam informasi Jadi semakin banyaknya segmen dalam sub unit atau jumlah sub unit dalam organisasi, maka informasi yang bersifat integrasi akan semakin dibutuhkan. KINERJA MANAJERIAL Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Pengertian kinerja Manajer yang dikemukakan oleh Ulber Silalahi . adalah satu ukuran tentang bagaimana manajer secara efektif melaksanakan tugas-tugas dan secara efisien menggunakan sumber-sumber untuk mencapai tujuan-tujuan organisasional melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. KERANGKA PEMIKIRAN & HIPOTESIS Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini, yaitu : H1 : Adanya Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. H2 : Adanya Pengaruh Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial. IV. METODE PENELITIAN Objek yang di teliti adalah ketidakpastian lingkungan, karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen serta kinerja manajerial pada CV. Karya Pratama Gemilang. Metode penelitian menyangkut prosedur dan cara melakukan pengolahan data yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah penelitian termasuk menguji hipotesis. Penelitian ini ditempuh melalui penelitian survey dimana informasi yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan terhadap CV. Karya Pratama Gemilang. Pengukuran variabel-variabel ini, diukur oleh instrumen pengukuran dalam bentuk kuesioner . tem pertanyaa. yang bersifat tertutup dan diberikan peluang untuk dapat menjawab secara terbuka untuk memberikan kesempatan responden memberikan keterangan atas pilihan jawaban. Setiap jawaban kuesioner . tem pertanyaa. diberi skor dan skor yang diperoleh mempunyai tingkat pengukuran atau satuan skala ordinal. Populasi atau Sumber Informasi Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah karyawan pada CV. Karya Pratama Gemilang yang berjumlah 40 orang. Metode Penarikan Sampel Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Sedangkan Sekaran . pengambilan sampel adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi, sehingga penelitian terhadap sample dan pemahaman tentang sifat atau karakteristiknya akan membuat kita dapat menggeneralisasikan sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi. Structural Equation Modeling (SEM) dengan penaksiran PLS (Partial Least Squar. akan digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis penelitian. Teknik analisis statistika (SEM) tersebut digunakan karena adanya hubungan kausal antar variabel dan setiap variabelnya unobserved. Menurut Hair et al . , ukuran sampel minimal untuk SEM-PLS dapat ditentukan dengan cara: Rule of Thumb Penentuan ukuran sampel minimal dengan menggunakan rule of thumb adalah sepuluh kali jumlah arah panah terbanyak yang menunjuk kepada variabel laten model jalur PLS (Hair et al, 2014:. Power Analysis Penentuan ukuran sampel minimal dengan menggunakan cara power analysis juga didasari oleh bagian dari model dengan arah panah yang terbanyak. Lebih lanjut Hair et al . merekomendasikan beberapa ukuran sampel minimal yang dapat diambil untuk SEM-PLS dengan berbagai tingkat signifikan R2. Sehingga dalam penelitian ini dengan menggunakan power analysis pada tingkat signifikan 5% dan R2=0,5% maka sampel yang di ambil sebanyak 38 orang. Teknik Pengumpulan Data Sumber data yang digunakan adalah : Data primer adalah data yang diambil langsung dari perusahaan tempat dilakukannya penelitian melalui pembagian kuesioner. Data sekunder adalah data yang diperoleh dri buku-buku literatur yang ada disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan. Pengujian Validitas Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen (Suharsimi Arikunto, 2010:. Uji validitas skala sikap digunakan rumus pearson product moment. Suatu pertanyaan dikatakan valid dan dapat mengukur variabel penelitian yang dimaksud jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan 0,50 (Imam Ghozali, 2016:. Pengujian Reliabilitas Keandalan atau reliabilitas . menunjukkan sejauh mana tingkat kekonsistenan pengukuran dari suatu responden ke responden yang lain atau dengan kata lain sejauh mana pernyataan dapat dipahami sehingga tidak menyebabkan beda interpretasi dalam pemahaman pertanyaan tersebut. Sekumpulan pertanyaan untuk mengukur suatu variabel dikatakan reliabel dan berhasil mengukur variabel yang kita ukur jika koefisien reliabilitasnya lebih besar atau sama dengan 0,7 (Kaplan dan Saccuzo, 2005:. Teknik Koefisien Reliabilitas untuk skala sikap menggunakan rumus Alpha Cronbach. Sekumpulan pernyataan untuk mengukur suatu variabel dikatakan reliabel dan berhasil mengukur variabel yang kita ukur jika koefisien reliabilitasnya lebih besar atau sama dengan 0,7 (Kaplan & Saccuzo, 2005:. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Deskriptif Interpretasi data hasi tanggapan responden dapat digunakan untuk memperkaya pembahasan, melalui gambaran data tanggapan responden dapat diketahui bagaimana kondidi setiap indikator variabel yang sedang diteliti, dilakukan kategorisasi terhadap tanggapan responden berdasarkan rata-rata skor tanggapan responden. Prinsip kategori rata-rata skor tanggapan responden. Sugiyono . yaitu berdasarkan rentang skor maksimum dan skor minimum dibagi jumlah kategori yang diinginkan menggunakan rumus sebagai berikut. Skor MaksimumOeSkor Minimum Rentang Skor Kategori= Jumlah Kategori Sehingga dapat dibuat kategori skor sebagai berikut: Tabel 4. Pedoman Kategorisasi Rata-Rata Skor Tanggapan Responden Skor Tanggapan 1,00 Ae 1,80 1,81 Ae 2,60 2,61 Ae 3,40 3,41 Ae 4,20 4,21 Ae 5,00 Kategori Tidak Baik/Tidak Memadai/Sangat Rendah/Tidak Pernah Kurang Baik/Kurang Memadai/Rendah/Jarang Cukup/Cukup Memadai/Kadang-Kadang Baik/Tinggi/Memadai/Sering Sangat Baik/Sangat Tinggi/Sangat Memadai/Selalu Analisis Ketidakpastian Lingkungan Ketidakpastian Lingkungan diukur melalui 2 dimensi dan dioperasionalisasikan menjadi 6 indikator. Berikut rekapitulasi distribusi Ketidakpastian Lingkungan pada CV. Karya Pratama Gemilang. Tabel 4. Rekapitulasi Rata-Rata Distribusi Tanggapan CV. Karya Pratama Gemilang pada Ketidakpastian Lingkungan Distribusi Tanggapan Indikator 3,53 Baik Adanya perubahan sosial pada Cukup Baik Adanya perubahan kecanggihan Cukup Baik 3,41 Baik Dimensi Laju Perubahan Adanya perubahan kebijakan Adanya 5 persaingan semakin ketat Adanya 1 perubahan perekonomian Kategori Mean Skor Adanya terobosan yang dilakukan 3,74 Baik 3,47 Baik 3,68 Baik 3,63 Baik 3,52 Baik Dimensi Kompleksitas Lingkungan Grand Mean Berdasarkan tabel 4. 3 dapat dilihat bahwa hasil perhitungan skor total skor rata-rata secara keseluruhan . rand mea. dari variabel ketidakpastian Lingkungan sebesar 3,52 berada di antara interval 3,41 Ae 4,20 dengan kategori demikian dapat disimpulkan bahwa ketidakpastian lingkungan pada CV. Karya Pratama Gemilang dikategorikan Baik. Grand mean sebesar 3,52 dengan ekuivalen dengan 70,4%. Artinya bahwa ketidakpastian lingkungan di CV. Karya Pratama Gemilang pada sebagian besar perusahaan sudah berjalan baik karena Laju perubahan dan Laju kompleksitas tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. Tetapi apabila dibandingkan dengan skor ideal . %) ternyata ketidakpastian lingkungan masih mempunyai kendala. Gap antara skor ideal 100% dengan skor actual 70,5% menunjukan nilai sebesar 29,5%. Seharusnya Gap ini dapat dieliminir sehingga kondisi dilapangan mengenai implementasi pengendalian intern berada pada level 100% yaitu skor optimal ketidakpastian lingkungan. Gap ini merupakan bentuk kuantifikasi atas kondisi actual implementasi pengendalian intern, sehingga diharapkan bisa berkurang agar tercapai kondisi ideal yang diharapkan yaitu ketidakpastian lingkungan . emua responden menjawab sakala . Analisis Deskriptif Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Sistem Informasi Akuntansi Manajemen diukur melalui 4 dimensi dan dioperasionalkan menjadi 8 indikator. Berikut rekapitulasi distribusi sistem informasi akuntansi manajemen pada CV. Karya Pratama Gemilang. Tabel 4. Rekapitulasi Rata-Rata Skor Distribusi Tanggapan CV. Karya Pratama Gemilang pada Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Distribusi Tanggapan Indikator Mean Skor Kategori Indikator yang berorientasi masa lalu dan masa depan Informasi finansial dan non Ruang Lingkup Frekuensi Pelaporan Kecepatan pelaporan Tepat Waktu Model keputusan informasi bermanfaat masukan dalam pengambilan keputusan Adanya informasi fungsi berkenaan dengan hasil keputusan yang dibuat oleh unit-unit lain Agregasi Informasi yang saling tergabung . sebagi alat koordinasi antara segmen Tingkat detail informasi antara subunit atau bagian dalam proses interaksi Intgreasi 3,84 Baik 3,84 Baik 3,84 Baik 3,95 Baik 3,95 Baik 3,95 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 3,89 Baik Grand Mean Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil perhitungan skor total skor ratarata secara keseluruhan . rand mea. dari variabel karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 3,89 berada di antara interval 3,41 Ae 4,20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada CV. Karya Pratama Gemilang dikategorikan Baik. Grand mean sebesar 3,89 ekuivalen dengan 77,8%. Artinya bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada sebagian besar perusahaan sudah berjalan . , . , agregasi. dan integrasi . tersebut telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. Tetapi apabila dibandingkan dengan skor ideal . %) ternyata karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen masih mempunyai Gap antara skor ideal 100% dengan skor actual 77,8% menunjukan nilai sebesar 22,2%. Seharusnya gap ini dapat dieliminir sehingga kondisi dilapangan mengenai implementasi pengendalian intern berada pada level 100% yaitu skor optimal karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Gap ini merupakan bentuk kuantifikasi atas kondisi actual implementasi pengendalian intern, sehingga diharapkan bisa berkurang agar tercapai kondisi ideal yang diharapkan yaitu karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen . emua responden menjawab sakala . Analisis Deskriptif Kinerja Manajerial Kinerja Manajerial diukur melalui 8 dimensi dan dioperasionalisasikan menjadi 8 Berikut rekapitulasi distribusi kinerja manajerial pada CV. Karya Pratama Gemilang. Tabel 4. Rekapitulasi Rata-Rata Skor Distribusi Tanggapan CV. Karya Pratama Gemilang pada Kinerja Manajerial Distribusi Tanggapan Indikator Tingkat kemampuan membuat Perencanaan Melakukan seleksi pegawai Staffing Melakukan pengawasan ke Supervisi Tingkat kehadiran pertemuan bisnis Representasi Investigasi pengukuran hasil kerja Investigasi Pengkeoordinasian penukaran Negosiasi aktivitas penjualan Negosiasi Pengukuran kinerja Evaluasi Grand Mean Kategori 3,63 Baik 3,63 Baik 3,47 Baik 3,47 Baik Baik Baik Baik Baik 3,47 Baik ,47 Baik 3,47 Baik 3,47 Koordinasi Mea Skor Baik 3,66 Baik 3,66 Baik Baik Baik Baik Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil perhitungan skor total skor ratarata secara keseluruhan . rand mea. dari variabel kinerja manajerial seberas 3,6 berada diantara interval 3,41 Ae 4,20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja manajerial pada CV. Karya Pratama Gemilang dikategorikan Baik. Grand mean sebesar 3,6 ekuivalen dengan 72%. Artinya bahwa kinerja manajerial pada CV. Karya Pratama Gemilang sudah berjalan Baik karena indikator-indikator kinerja manajerial yang membentuk kinerja manajer pada CV. Karya Pratama Gemilang. Tetapi apabila dibandingkan dengan skor ideal . %) ternyata kinerja manajerial masih menghadapi kendala. Gap antara skor ideal 100% dengan skor aktual 71,91% menunjukan nilai sebesar 28%. Seharusnya gap ini dapat dieliminier sehingga kondisi dilapangan mengenai kinerja manajerial berada pada level 100% yaitu skor optimal kinerja manajerial. Gap ini merupakan bantuk kuantitatif atas kondisi aktual kinerja manajerial, sehingga diharapkan bisa berkurang agar tercapai kondisi ideal yang diharapkan yaitu kinerja manajerial Sangat Baik . emua responden menjawab sekala . Analisis Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan dan Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial Analisis yang relevan dengan tujuan penelitian yaitu untuk memperoleh hasil kajian mengenai model yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan pada kinerja manajerial maka dilakukan pengujian hipotesis dan mencari besar pengaruh karakteristik sistemn informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. Dalam struktural equation modeling (PLS) ada dua jenis model yang terbenntuk, yaitu model pengukuran dan model struktur. Model pengukuran menjelaskan proporsi variance masing-masing variabel . yang dapat dijelaskan didalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan pembentukkan variabel laten. Setelah model mengukuran masing-masing variabel laten diuraikan selanjutnya akan dijadikan model struktural yang akan mengkaji pengaruh masingmasing variabel laten independen . ksogenous latent variabl. terdapat variabel laten dependen . ndogenous latent variabl. Model pengukuran digunakan sebagai goodness of fit untuk outer model. Dimana dalam uji kecocokan model ini dijelaskan baik convergent validity dan discriminant validiy, convergent validity berupa loading factor yang menjelaskan proporsi variance masingmasing variabel manifest . imensi/indikato. yang dapat dijelaskan di dalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam merefleksikan variabel laten. Dimensi yang memiliki loading factor kurang 0,5 sebaiknya dikeluarkan dari model. Selain itu diperoleh t-value lebih besar 1,96 memiliki arti bahwa variabel manifest diketahui average variance (AVE), dan composite reliability (CR) sebagai uji kecocokan variabel menifes yang mampu merefleksikan variabel lainnya. Composite reliability yang baik adalah memberikan nilai lebih besar dari 0,7 (CR>0,. sedangkan avarage variance extracted (AVE) yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,5 (AVE>0,. Untuk menguji hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan keusalitas antar variabel-variabel laten, penulis memakai metode struktural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path (PLS-PM). Alasan pemilihan PLS karena ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Untuk menaksir parameter model dalam PLS-PM penulis menggunakan bantuan software smart-PLS. Analisis data dimuali dengan menghitung skor untuk masing-masing dimensi dengan nilainilai variabel-variabel indikator yang terhubung kepada dimensi-dimensi tersebut. Berdasarkan kepada hasil ini, selanjutnya estimesi parameter model dengan menggunakan PLS yang diolah memakai smart-PLS diperoleh hasil penaksiran parameter model sebagai berikut : Tabel 4. Hasil perhitungan nilai-nilai loading factor Variabel Karakteristik Kinerja Dimensi Ketidakpastian Manajeri Lingkungan Laju perubahan 0,943 Laju Kompleksitas 0,981 Board scope/ruang lingkup 0,836 Timeliness/tepat waktu 0,856 Aggregation/agregasi 0,881 Integration/integrasi 0,811 Planning/perencanaan 0,955 Staffing/pemilihan staff 0,832 Supervising/pengawasan 0,856 Representing/perwakilan 0,754 Investigating/investigasi 0,879 Coordinating/koordinasi 0,798 Negotiating/negosiasi 0,931 Evaluating/evaluasi 0,811 Berdasarkan hasil penaksiran nilai-nilai parameter model yang diperlihatkan dalam tabel diatas lebih besar dari 0,5. Gambar 4. Diagram Jalur Loading Factor Evaluasi Model Pengukuran Evaluasi model pengukuran bertujuan untuk memastikan reliabilitas dan validitas dari ukuran-ukuran konstruk sehingga mendukung untuk kecocokan keberadaan ukuran-ukuran tersebut dalam model jalur. Kriteria kunci nya meliputi indicator reliability, composite reliability yang memperlihatkan tingkat interval consistency reliability yang dimiliki oleh suatu konstruk dan convergent validity yang diukur oleh nilai average variance extracted (AVE), serta dilengkapi oleh discriminant validity yang ditetapkan ketika loading indikator-indikator pada konstruk tinggi dari crossloading dengan konstruk lainnya. Informasi lain yang dapat diperoleh dari analisis model pengukuran memberikan dimensi-dimensi yang paling berkaitan erat dengan variabel penelitian, dilihat dari dimensi yang memiliki loading faktor paling besar. Model Pengukuran Ketidakpastian Lingkungan Variabel ketidakpastian lingkungan diukur menggunakan 2 dimensi yaitu Laju Perubahan dan Laju Kompleksitas. Dimensi ini adalah dimensi reflektif. Hasil estimasi perameter model pengukuran variabel ini diperlihatkan seperti gambar 4. Gambar 4. Diagram Jalur Ketidakpastian Lingkungan Tabel 4. Hasil Perhitungan Model Pengukuran Ketidakpastian Lingkungan Item Loading Indicator t-hitung p-value Factor Reliability Laju Perubahan 0,943 0,930 16,859 0,000 Kompleksitas Lingkungan 0,981 0,982 160,047 0,000 Avarage Variance Extracted 0,926 (AVE) Construct Reliability 0,961 Outer loading dan konstruk reflektif pengukuran ketidakpastian lingkungan semuanya bernilai diatas 0,90. Dimensi Laju Perubahan mempunyai nilai loading 0,943, diatas ambang batas 0,70 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Kemudian dimensi Kompleksitas Lingkungan mempunyai nilai loading 0,981 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Nilai AVE sebesar 0,926 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran- ukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat Convergent reliability yang baik. Discriminant validity yang diuji melalui cross loading . menunjukan bahwa loading kompleksitas lingkungan lebih tinggi dibandingkan denngan loding laju perubahan, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity konstruk ketidakpastian lingkungan. Tabel 4. Cross Loading . onstruk Ketidakpastian Lingkunga. Item KSIAM Laju Perubahan 0,756 0,386 0,943 Kompleksitas Lingkungan 0,813 0,981 Model Pengukuran Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Variabel Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen diukur menggunakan 4 dimensi yaitu Broad scop/ lingkup luas. Timeliness / tepat waktu. Aggregation/Agresasi, dan Integration/Integrasi. Dimensi ini adalah dimensi reflektif. Hasil estimasi model pengukuran ditampilkan pada Gambar 4. Gambar 4. Diagram Jalur Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi Manajemen Tabel 4. Hasil Perhitungan Metode Pengukuran Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Loading Indicator Item t-hitung p-value Factor Reliability Broad scope/lingkup luas 0,836 0,830 11,052 0,000 Timeliness/tepat waktu 0,856 0,849 12,062 0,000 Aggregation/agregasi 0,881 0,889 24,186 0,000 Integration/integrasi 0,811 0,818 12,072 0,000 Average Variance 0,717 Extracted (AVE) Construct Reliability 0,910 Outer loading dan konstruk reflektif pengukuran karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen semuannya bernilai diatas 0,50 dan 0,80. Dimensi Broad scope/lingkup luas mempunyai nilai loading 0,836, diatas ambang batas 0,80 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi inii mempunyai indicator relability . Kemudian dimensi Timeliness/tepat waktu mempunyai nilai loading 0,856 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator relability tertinggi . Selanjutnya dimensi Aggregation/Agregasi mempunyai nilai loading 0,881 dan titik signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reability . Sedangkan dimensi Inttegration/Integrasi mempunyai nilai loading 0,811 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator realibility . Nilai composite reliability 0,910 berada pada interval 0,9 sehingga masih dapat diterima untuk menunjukan bahwa konstruk reflektif karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen mempunyai tingkat internal consistency reliability yang baik. Nilai AVE sebesar 0,717 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran-ukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat converent reliability yang baik. Discriminant validity yang dijual melalui cross loading . menunjukan bahwa ke empat dimensi mempunyai nilai banding tertinggi untuk konstruknya sedangkan semua cross loading dengan konstruk-konstruk lainnya adalah rendah, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity konstruk karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Tabel 4. Cross Loading (Konstruk Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajeme. KSIAM Item Broad scope/lingkup luas 0,836 0,471 0,551 Timeliness/tepat waktu 0,856 0,448 0,492 Aggregation/agregasi 0,881 0,531 0,489 Integration/integrasi 0,811 0,492 0,465 Model Pengukuran Kinerja Manajerial Variabel Kinerja Manjerial planning/perencanaan, staffing/pemilihan supervising/pengawasan, representating/perwakilan, investigating/investigasi, coordinating/koordinasi, negotiating/negosiasi, dan evaluating/evaluasi. Dimensi ini adalah dimensi reflektif. Hasil estimasi model pengukuran ditempilkan pada Gambar 4. Gambar 4. Diagram Jalur Kinerja Manajerial Tabel 4. Perhitungan Model Pengukuran Variabel Kinerja Manajerial Item Loading Factor Indicator Reliability t-hitung p-value Planning/perencanaan 0,955 0,951 35,764 0,000 Staffing/pemilihan staff 0,832 0,832 13,668 0,000 Supervising/pengawasan 0,856 0,851 13,918 0,000 Representating/perwakilan 0,754 0,720 5,211 0,000 Investigating/investigasi 0,879 0,866 14,377 0,000 Coordinating/koordinasi 0,798 0,789 160,047 0,000 Negotiating/negosiasi 0,931 0,926 29,207 0,000 Evaluating/evaluasi 0,811 0,780 6,206 0,000 Average Variance Extracted 0,730 (AVE) Construct Reliability 0,956 Outer loading dan konstruk reflektif pengukuran kinerja manajerial untuk dimensi planning/perencanaan mempunyai nilai loading 0,955 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator relability . Kemudian dimensi staffing/pemilihan staff mempunyai nilai loading 0,832 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator relability tertinggi . Selanjutnya dimensi supervising/pengawasan mempunyai nilai loading 0,856 dan titik signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reability . Sedangkan dimensi representatin/perwakilan gmempunyai nilai loading 0,754 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator realibility . Dan untuk dimensi investigating/investigasi mempunyai nilai loading 0,879, diatas ambang batas 0,80 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator relability . Kemudian dimensi coordinating/koordinasi waktu mempunyai nilai loading 0,798 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator relability tertinggi . Selanjutnya dimensi negotiation/negosiasi mempunyai nilai loading 0,931 dan titik signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reability . Sedangkan dimensi evaluating/evaluasi mempunyai nilai loading 0,811 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata Dimensi ini mempunyai indicator realibility . Nilai composite reliability 0,956 berada pada interval 0,9 sehingga masih dapat diterima untuk menunjukan bahwa konstruk reflektif kinerja manajerial mempunyai tingkat internal consistency reliability yang baik. Nilai AVE sebesar 0,730 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran-ukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat converent reliability yang baik. Discriminant validity yang dijual melalui cross loading . menunjukan bahwa ke delapan dimensi mempunyai nilai banding tertinggi untuk konstruknya sedangkan semua cross loading dengan konstruk-konstruk lainnya adalah rendah, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity kontruk kinerja manajerial. Tabel 4. Cross Loading (Kontruk Kinerja Manajeria. Item KSIAM Planning/perencanaan 0,955 0,751 0,566 Staffing/pemilihan staff 0,832 0,653 0,555 Supervising/pengawasan 0,856 0,774 0,615 Representating/perwakilan 0,754 0,565 0,306 Investigating/investigasi 0,879 0,683 0,390 Coordinating/koordinasi 0,798 0,608 0,469 Negotiating/negosiasi 0,931 0,821 0,603 Evaluating/evaluasi 0,811 0,676 0,363 Analisis Model Struktural Pengujian Collinearity Model struktural menjelaskan hubungan kausalitas antara variabel penelitian. Analisis model struktural terkait dengan pengujian hipotesis penelitian. Sebelum melakukan analisis tersebut, dibuktikan untuk menguji model struktual untuk collinearity. Alasannya asalah bahwa etimasi koefisien-koefisien jalur dalam model struktural berlandasan kepada regrasi OLS dari setiap variabel laten endogen atas konstruktur-konstruktur yang berhubungan terhadapnya. Dalam regresi berganda, etimasi koefisien-koefisien jalur akan bias jika terdapat tingkat collinearity yang signifikan antara konstruk-konstruk prediktornya. Untuk mengevaluasi collinearity digunakan untuk variance inflation factor (VIF), dalam konteks PLS-SEM, nilai toleransi 0,20 atau kurang dan nilai VIP 5 atau lebih menunjukan terdapat problem collinearity (Hair et al,214:. Tabel 4. Penilain Collinearity Konstruk VIF Ketidakpastian Lingkungan 1,000 Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen 1,000 Dalam penelitian ini, penguji collinearity dilakukan pada model struktural yang memperesentasikan hubungan antara variabel-variabel laten ketidakpastian lingkungan, karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen dan sebagai prediktor untuk variabel laten kinerja manajerial. Hasil perhitungan nilai VIF masing-masing variabel ketidakpastian dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen dalam tabel. Berdasarkan kepada tabel ini, nilai-nilai VIF diluar nilai toleransi untuk keberadaan problem collinearity, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat tingkat collinearity yang signifikan antara kedua variabel prediktor tersebut. Dengan demikian evaluasi model struktural dapat direalisasikan yang meliputi pengujian terhadap dua buah hipotesis penelitian. Evaluasi Model Struktural Model struktural merepresentasikan hubungan diantara variabel-variabel laten. Dalam penelitian ini mode struktural terkait kepada dua hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kausalitas diantara variabel-variabel laten. Model struktural dalam penelitian ini melibatkan dua variabel laten eksogen . etidakpastian lingkungan dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajeme. dan satuu variabel laten endogen . inerja manajeria. Hasil perhitungan koefisien-koefisien jalur standardized untuk model struktural pengaruh ketidakpastian lingkungan dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajemerial diperihatkan di Gambar 4. Gambar 4. Koefisien-Koefisien Standardized Model Struktural Pengujian Hipotesis Hipotesis statistik 1 H0:Y11= 0 Ketidakpastian lingkungan tidak berpengaruh terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. H0:Y11= 0 Ketidakpastian lingkungan berpengaruh terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Hipotesis statistik 2 H0:Y11= 0 Karakteristik informasi akuntansi manajemen tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial. H0:Y11= 0 Karakteristik informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik uji t-student seperti apa yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Kriteria pengujian adalah H 0 ditolak jika p-value lebih kecil dari c, dengan c = 0,05. Hasil pengujian dirangkum pada tabel di bawah ini : Tabel 4. Hasil Pengujian Hipotesis Hipotesis Koefisien p-value Keterangan Statistik Jalur H0:Y11= 0 0,574 7,707 0,000 H0 ditolak H0:Y11= 0 H0:Y11= 0 0,590 7,816 0,000 H0 ditolak H0:Y11= 0 Hasil pengujian hipotesis 1 Berdasarkan tabel dapat dilihat nilai t hitung variabel ketidakpastian lingkungan . lebih besar dari tkritis . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah H 0 ditolak, maka kesimpulan statistiknya adalah ketidakpastian lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Hasil pengujian hipotesis 2 Berdasarkan tabel dapat dilihat nilai t hitung variabel karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen . lebih besar dari t ritis . yang berarti hasil uji hipotesis 2 adalah H0 ditolak, maka kesimpulan statistiknya adalah karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai f2 sebesar 1,006. Karena nilai f2 diatas 0,35 . atasan nilai effct size larg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial large. Ukuran lain yang digunakan untuk mengevaluasi model struktural adalah koefisien ketidakpastian lingkungan (R. Memperesentasikan hubungan antara variabel-variabel ketidakpastian lingkungan dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen sebagai prediktor dan variabel laten endogen kinerja manajerial memberikan hasil perhitungan R2=0,730. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 73,0% varians dalam variabel kinerja manajerial dijelaskan oleh variabel ketidakpastian lingkungan dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen, sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Pembahasan Bagian ini membahas hasil uji empirik untuk setiap rumusan masalah dan hipotesis. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan analisis varifikatif yang kemudian dibandingkan dengan teori dan hasil penelitian sebelumnya. Selain menggunakan hasil jawaban kuesoner, dalam menanggapi permasalahan dalam penelitian ini, informasi terbuka dari hasil tanggapan responsen sangat diperlukan sebagai tambahan untuk mendukung saran yang akan diajukan sebagai pemecahan masalah. Penelitian ini bersifat pengujian . teori yang digunakan untuk membangun hipotesis. Untuk penelitian ini hipotesis dibangun berdasarkan teori penjelasan logis dan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang diuji dengan fakta yang ada secara empiris. Teoritical framework yang digunakan peneliti sebagai model konseptual dari hubungan antara faktor-faktor yang diidentifikasi untuk memberikan solusi atas pemecahan masalah pada kinerja manajerial telah diuju . oodness of fi. secara statistik baik untuk outer model . eterkaitan variabel manifest dengan variabel lainny. dan untuk inner model . eterkaitan variabel exogenous dan variabel endogenou. Hasil pengujian kecocokan model untuk oute model yang dispesifikasikan berdasarkan oprasionalisasi variabel dengan mempertimbangkan orientasi reflektif menunjukan convergent validity yaitu korelasi antara item score dengan construct score menunjukan outer loading pada rentang 0,5-0,9. Hal ini memberikan arti bahwa variabel manifest memiliki kemampuan cukup tinggi dalam mereflektifkan variabel latennya. Dan menunjukan thitung diatas tkritis 1,96. Untuk discriminant validity yaitu validitas dari konstruk yang terbentuk dilihat berdasarkan nilai Average Variance Extracted (AVE). Semua variabel berada pada rentang 0,754-0,981 dimana direkomendasikan nilai AVE adalah lebih besar dari 0,5. Selanjutnya evaluasi model pengukuran measurement model 9outer mode. juga dapat dilihat dari nilai composite reliability (CR) dimana nilai composite realibility lebih besar dari 0,70 hasil ini sesuai yang diharapkan. Semakin besar nilai (Goodness of fi. maka semakin fit suatu model. Hasil pengujian kecocokan model inner model, hipotesi diterima dengan nilai Thitung diatas nilai tkritis 1,96. Hipotesis telah diujidan mendukung teori sehingga apabila hipotesis yang sama dengan penelitian yang sama tetapi dengan unit analisis dan sampel yang berbeda konsiten hasilnya dari masa ke masa maupun dari pengujian ke pengujian teori akan tetap bertahan sampai teori yang lain menggesernya. Sehingga penelitian dapat membangun dan mengembangkan teori. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Ketidakpastian lingkungan tidak berpengaruh terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manejemen menunjukan bahwa variabelitas karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada CV. Karya Pratama Gemilang belum bisa dijelaskan oleh ketidakpastian lingkungan dengan direfleksikan oleh kebijakan pengambilan produk atau jasa, kebijakan dalam pemutusan hubungan kerja, penentuan investasi dalam skala besar, pengalokasian anggaran dan penentuan harga jual. Berdasarkan hasil faktor loadingnya penentuan harga jual memberikan kontribusi yang besar dibandingkan dengan kebijakan dalam pengambilan produk atau jasa, kebijakan dalam pemutusan hubungan kerja, penentuan investasi dalam skala besar dan pengalokasian anggaran pada besaran variabilitas ketidakpastian lingkungan. Hal ini bisa dilihat dari nilai loading faktor kompleksitas lingkungan sebesar 0,981 lebih tinggi dibandingkan laju perubahan . yang berarti bahwa ketidakpastian lingkungan akan memberikan perubahan positif pada karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen dengan meningkatkan kompleksitas lingkungannya. Temuan penelitian atas ketidakpastian lingkungan yang menunjukan bahwa ketidakpastian lingkungan sudah dalam kategori sangat baik tetapi belum 100%. Hal ini disebabkan sebagai berikut : Laju perubahan menunjukan bahwa belum 100% mampu mengatasi dengan adanya perubahan perekonomian . kor aktual 70,5%), hal ini disebabkan karena perubahan sosial pada masyarakat . kor aktual 66%), dan adanya perubahn kecanggihan teknologi pun penjadi penyebab mengembangnya laju perubahan . kor aktual 68%). Kompleksitas lingkungan menunjukan bahwa belum 100% mampu mengatasi adanya perubahan kebijakan dari pemerintah . kor aktual 74,7%), selanjutnya dengan adanya persaingan yang semankin ketat . kor aktual 69,4%), dan terobosanterobosan yang dilakukan pesaing menjadi penyebabnya . kor aktual 73,6%). Dengan demikian hipotesis 1 . diterima bahwa hasil penelitian ini menyatakan bahwa ketidakpastian lingkungan berpengaruh terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian-penelitian lain yang dilakukan oleh Beberapa penelitian mengemukakan tentang penelitiannya mengenai ketidakpastian lingkungan dan sistem informasi akuntansi manajemen. Menurut Lisa Khairina Putri . , ketidakpastian lingkungan berpengaruh positif terhadap kebutuhan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen boardscope. Kemudian penelitian lainnya dilakukan oleh Nurainun Bangun & Munawar Muchlish . mengatakan bahwa ketidakpstian lingkungan berhubungan positif signifikan terhadap sistem akuntansi manajemen . imensi lengkap, agregasi, integrasi dan tepat wakt. Kemudian penelitian lain menurut Endang Raino Wirjono . mengatakan bahwa ketidakpastian lingkungan yang dirasakan oleh para manajer masih cukup tinggi, akan tetapi para manajer mengakui kecukupan ketersediaan sistem informasi akuntansi manajemen di tempat kerja mereka. Sedangkan penelitian yang dilakukan Murtini . mengemukakan bahwa ketidakpastian lingkungan berfungsi sebagai variabel moderator dan mendukung hipotesis tiga bahwa sistem informasi akuntansi manajemen akan berpengaruh positif terhadap kinerja ketika kondisi perceived environmental uncertainty tinggi. Semakin tinggi ketidakpastian lingkungan yang diharapkan perusahaan, semakin tinggi pula ketersediaan akan karakteristik informasi akuntansi manajemen yang dibutuhkan berpengaruh pada kinerja manajerial. Penelitian lain menurut Antonius Singgih Setiawan . mengatakan bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa ketidakpastian lingkungan tidak mempunyai efek moderasi pada cakupan luas dari management accounting system information terkait terhadap performa manejerial dan ketidakpastian lingkungan mempunyai efek moderasi pada agregasi management accounting system information terkait. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Kurnia . mengatakan bahwa secara persial menunjukan variabel ketidakpastian lingkungan mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap sistem informasi akuntansi manajemen. Hasil ini ditunjukan dengan tingkat signifikansi masingmasing variabel tersebut dibawah a = 5%. Kondisi ini menunjukan semakin tinggi tingkat ketidakpastian lingkungan semakin tinggi informasi sistem akuntansi manajemen. Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan maka dapat dikatakan bahwa ketidakpastian lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada CV. Karya Pratama Gemilang di jelaskan oleh beberapa dimensi diantaranya, yaitu : laju perubahan . erubahan lingkunga. yang ditandai dengan munculnya terobosan teknologi, perubahan ekonomi, perubahan globalisasi serta adanya perubahan pada sosial budaya kemudian dimensi kompleksitas lingkungan yang dipengaruhi juga oleh persaingan, pemasok, keputusan pemerintah serta keinginan konsumen yang terus berubah-ubah. Pengaruh Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial Berdasarkan hasil penelitian pengaruh variabel karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial sebesar 0,590 dan termasuk dalam kategori large. Koefisien ini menunjukan bahwa variabelitas kinerja manajerial dijelaskan oleh karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen dengan direfleksikan oleh broad scope/lingkup luas, timeliness/tepat waktu, aggregation/agregasi dan integration/integrasi. Temuan penelitian diatas karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen yang menunjukan bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen sudah dalam kategori sangat baik tetapi belum 100%. Hal ini disebabkan sebagai berikut : Broad scope/lingkup luas menunjukan bahwa belum sempurnanya anggota organisasi mendaptkan informasi yang berorientasi masa lalu dan masa depan didalam perusahaan . kor aktual 76,8%). Selanjutnya belum maksimalnya dalam mendapatkan informasi yang bersifat finansial maupun on finansial . kor aktual 76,8%). Timeliness/tepat waktu belum sepenuhnya mampu 100% dalam Frekuensi pelaporan . kor aktual 78,9%). Selanjutnya perusahaan belum sepenuhnya mampu membuat laporan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan . kor aktual 78,9%). Aggregation/agregasi belum sepenuhnya mampu memilih model yang bermanfaat untuk dalam mangambil keputusan . kor aktuak 78%). Selanjutnya karyawan belum sepenuhnya mampu mangambil model tingkat organisasional yang berkenaan dengan hasil keputusan yang dibuat oleh unit-unit lain . kor aktual 78%). Integration/integrasi belum menunjukan bahwa karyawan mampu dalam memberikan informasi yang saling tergabung sebagai alat koordinasi antar segmen lain . kor aktual 79%). Selanjutnya karyawan belum mampu dalam tingkat detail informasi antar subunit atau bagian dalam proses interaksi . kor aktual 79%). Dengan demikian hipotesis 2 . diterima bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan Beberapa penelitian mengemukakan tentang penelitiannya mengenai sistem informasi akuntansi manajemen dan kinerja manajerial. Menurut panelitian Nurainun Bangun & Munawar Muchlish . bahwa sistem akuntansi manajemen . imensi agregasi dan integras. berhubungan positif signifikan terhadap kinerja manajerial, sedangkan sistem akuntansi manajemen . imensi lingkup dan tepat wakt. berhubungan negatif tidak signifikan terhadap kinerja manajerial, hal ini tidak mendukung Kemudian Andika Rante . mngemukakan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen dapat memediasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja manajerial. Hal ini menjelaskan bahwa kinerja manajerial akan meningkatkan apabila adanya ketersediaan informasi yang di hasilkan dari sistem akuntansi manajerial, seperti informasi yang disajikan dalam bentuk laporan sesuai dengan model keputusan, yang dibangun oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan. Kemudian menurut Antonius Singgih Setiawan . mengatakan hasil penelitian menunjukan bahwa management accounting system information dalam cakupan dan agregasi yang lebih luas mempunyai hubungan yang signifikan dengan ferfoma manajerial. Selanjutnya penelitian menurut Juniarti dan Evelyne . bahwa hubungan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial menyimpulkan bahwa karakteristik informasi boadscope dan aggregation tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan perencanaan sebagai salah satu indikator kinerja manajerial. Perencanaan lebih berhubungan dengan integration dan Hal ini didasarkan pada saat membuat perencanaan, manajer dihadapkan pada situasi dimana perencanaan yang dibuat akan berpengaruh pada unit-unit lain, maka informasi yang terintegrasi dan tepat waktu lebih dibutuhkan. Namun, secara keseluruhan hasil-hasil pengujian yang dilakukan Juniarti dan Evelyne . menunjukan bahwa kinerja manajerial yang dalam penelitian tersebut diwakili oleh tiga indikator berupa kemampuan manajer dalam membuat perencanaan, kemampuan manajer mencapai target dan kiprah manajer diluar perusahaan, sebenarnya berhubungan dengan keempat karakteristik informasi yang terdiri dari broadscope, agregasi, integrasi dan timeliness. Hanya saja besarnya hubungan bervariasi tergantung pada fungsi yang dilakukan oleh manajer. Kemudian penelitian selanjutnya dilakukan oleh Erna S. Dan Tituk . menunjukan bahwa variabel independen yaitu informasi akuntansi manajemen dan kepribadian wirausaha berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan maka dapat dikatakan bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial pada CV. Karya Pratama Gemilang , tetapi ketepan waktu . dalam menyediakan serta menghasilkan laporan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan perusahaan yang masih kurang tepat pada waktunya yang dikarenakan oleh kemacetan pembayaran pada proses transaksi yang terjadi dilapangan, lancarnya dalam mengumpulkan serta memperoleh informasi . yang disajikan sesuai dengan model keputusan seperti analisis kas, kenaikan laba, persediaan, kebijakan kredit pada perusahaan, dan baiknya integrasi . antar bagian unit lain yang sudah terkoordinasi dan berdampak pada divisi lainnya serta mendapatkan informasi secara akurat untuk semua pemegang jabatan maupun unit lain. VI. KESIMPULAN Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis dan hasil penelitian, maka simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut : Ketidakpastian lingkungan berpengaruh terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen belum maksimal karena laju perubahan dan kompleksitas lingkungan belum berjalan secara sempurna. Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Kinerja manajerial sepenuhnya belum maksimal karena karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen seperti broad scope/lingkup luas, timeliness/tepat waktu, aggregation/agregasi dan integration/integrasi yang terjadi di CV. Karya Pratama Gemilang belum ideal. VII. SARAN Saran Operasional Disarankan untuk lebih mengetahui secara lebih dini ketidakpatian ligkungan yang dihapai perusahaan sehingga dapat meningkatkan kinerja manajerialnya, untuk meminimalisir kesalahan pada penyampaian informasi pada perusaahn penting untuk membangun sebuah sistem informasi akuntansi yang terintegrasi. Karakteristik sistem informasi akuntansi manjemen dapat lebih berjalan secara efektif dalam kinerja manjerial, tetapi harus dilakukan dengan cara melakukan secara rutin review atas broad scope/lingkup luas, timeliness/tepat waktu, aggregation/agregasi dan integration/integrasi, sehingga setiap saat akan diketahui atau terditeksi secara dini mengenai kesalahan dan kelemahan kinerja Saran Pengembangan ilmu Memenuhi karakteristik scientific research yaitu replicability dan generalzability (Srkaran & Bougie, 2013:. maka dirasakan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian kembali berdasarkan hasil penelitian ini dengan metode penelitian yang sama, pada unit analisis dan sampel yang berbeda agar menunjukan hasil yang sama sehingga akan meningkatkan keyakinan terhadap penelitian yang telah dilakukan dan kegunaan penelitian dapat diterima luas karena scope keberlakuan hasil penelitian diterima leh beerbagai macam organisasi. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa ketidakpastian lingkungan dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja Hasil pengujian hipotesis memberikan kontribusi terhadap pengambilan ilmu pengetahuan akuntansi manajemen terutama dalam bidang akuntansi manajemen di CV. Karya Pratama Gemilang. DAFTAR PUSTAKA