https://jurnal. TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG FAKTOR RESIKO KANKER PAYUDARA Putri Permatasari1*. Sri Legawati2 Di Keperawatan. Akper Gita Matura Abadi . Kisaran . Indonesia *Email koresponden : putrihasibuan244@gmail. Abstract Breast cancer is one of the leading causes of cancer death in women worldwide. Early detection through Sadari (Breast Self-Examinatio. relies heavily on an individual's understanding of risk Adolescent girls are a target group for health education strategies to prevent delayed diagnosis in the future. This study aims to determine the level of knowledge of adolescent girls regarding breast cancer risk factors at Mas Muhammadiyah Sei Apung Jayaan. The research method used was descriptive quantitative with a cross-sectional approach. The study was conducted at Mas Muhammadiyah Sei Apung Jaya, with a sample size of 20 female students. The sample size was selected using the Simple Random Sampling (SRS) technique, which involves random sampling without regard to strata within the population. This method is used when the population is considered The instrument used was a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed univariately to determine frequency distribution. The results showed that the majority of respondents had a knowledge level in the poor category, with the results obtained amounting to 5. 66%). Most respondents were unaware that disease and menstrual disorders are risk factors for breast cancer. Furthermore, respondents had not received information about breast cancer from health professionals. Conclusion: The level of knowledge of adolescent girls about breast cancer risk factors in Mas Muhammadiyah Sei Apung Jaya remains in the poor More intensive promotional efforts are needed from schools and health professionals through counseling or digital information media to increase awareness of adolescent girls regarding breast health. Keywords: Risk Factors. Breast Cancer. Knowledge. Adolescent Girls Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendir. sangat bergantung pada pemahaman individu mengenai faktor risiko. Remaja putri merupakan kelompok sasaran strategi untuk edukasi kesehatan guna mencegah keterlambatan diagnosis di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai faktor risiko kanker payudara di Mas Muhammadiyah Sei Apung Jayaan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Penelitian dilakukan disekolah Mas Muhammadiyah Sei Apung Jaya besarnya sampel sebesar 20 siswa putri. Adapun jumlah sampel tersebut diambil dengan menggunakan Tehnik Probability Sampling Simple Random Sampling yang artinya pengambilan sampel dengan cara di acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam anggota populasi. Cara ini dilakukan bila angota populasi dianggap homogen. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat untuk melihat Vol 2. No 1. Januari, 2026 *Corresponding author email : putrihasibuan244@gmail. Page 32 of 37 Copyright: @ 2026 Authors distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang baik deyngan hasil yang dipeyroleyh seybeysar 5,6 . ,66%) Sebagian besar responden tidak mengetahui bahwa faktor gangguan penyakit dan mesntruasi merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara. Selain itu, responden belum mendapatkan informasi mengenai kanker payudara dari tenaga kesehatan. Kesimpulan Tingkat pengetahuan remaja putri tentang faktor risiko kanker payudara di Mas Muhammdiyah Sei Apung jaya masih berada pada kategori kurang baik Diperlukan upaya promotif yang lebih intensif dari pihak sekolah maupun petugas kesehatan melalui penyuluhan atau media informasi digital untuk meningkatkan kesadaran remaja putri terkait kesehatan payudara. Kata Kunci: Faktor Risiko. Kanker Payudara. Pengetahuan. Remaja Putri PENDAHULUAN Kanker payudara merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada Kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan pada gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sehingga sel itu tumbuh dan berkembang biak tanpa bisa Penyakit ini, oleh World Health Organization (WHO), dimasukkan ke dalam International Classification of Disease (ICD) dengan nomor kode 17. Sel-sel kanker payudara ini bisa menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh (World Health Organization (WHO), 2. Kanker payudara merupakan penyakit yang mematikan kedua bagi para wanita. Singapura, 1 dari 20 wanita diketahui mengidap penyakit kanker payudara. Dalam hal ini, wanita dari etnis Cina memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjangkit kanker payudara . ebesar 10-20%) dari pada wanita e tnis Me layu dan India. Inside n yang paling tinggi te rjadi pada ke lompok usia 55-59 Risiko kejadian kanker payudara meningkat seiring dengan pertambahan usia Di Indonesia, kanker payudara tercatat sebagai salah satu jenis kanker dengan prevalensi tertinggi, sementara di negaranegara maju seperti di benua Eropa dan Amerika, fokus penanganan telah bergeser pada peningkatan efektivitas deteksi dini untuk menekan angka mortalitas (Prasetya. Bagi seorang wanita, penyakit ini Awal mula penyakit ini biasanya terdapat tumor kecil yang mengendap pada payudara. Pada tingkatan ini, tumor yang tampak hanya tumor yang bisa dipalpasi, yaitu pemeriksaan dengan cara meraba dan menekan payudara. Sementara itu, puting susu mungkin tertarik ke dalam sedangkan payudara sedikit lebih kecil karena terjadi pengerutan jaringan ikat kolagen. Kanke r me rupakan suatu pe nyakit ne oplasma ganas yang me mpunyai spe ktrum yang sangat luas dan komple k. Hampir tidak ada kanke r yang dapat se mbuh de ngan spontan. Se tiap 11 me nit ada 1 orang pe nduduk dunia yang me ninggal kare na kanke r, se tiap 3 me nit ada satu pe nde rita kanke r baru(Rasjidi. Kanke r payudara adalah tumor ganas pada payudara yang be rasal dari ke le njar, saluran ke le njar dan jaringan pe nunjang se rta se ring me nye babkan ke matian pada Wanita. Kanke r payudara me rupakan salah satu ke lainan pada payudara yang se ring Data statistik me nunjukkan bahwa wanita dise luruh dunia le bih banyak yang te rse rang kanke r payudara dari pada tipe kanke r yang lain. Kanke r adalah se golongan pe nyakit yang ditandai de ngan pe mbe lahan se l yang tidak te rke ndali dan ke mampuan se l-se l te rse but untuk Copyright: @ 2026 Authors me nye rang jaringan biologis lainnya, baik yang pe rtumbuhan langsung di jaringan yang be rse be lahan . atau de ngan migrasi se l ke te mpat yang jauh . e tastasi. (Luwia. Wanita di se luruh wanita dipe rkirakan 1,2 juta te rdiagnosis te rke na kanke r payudara, 000 diantaranya me ninggal dunia. Wanita di ame rika se rikat pada tahun 2002 dipe rkirakan me miliki risiko te rse rang kanke r payudara adalah 1 dari 28 wanita. Se jumlah 500 wanita te lah te rdiagnosis te rke na kanke r payudara, 54. 300 te rke na DCIS (Dustal Carcinoma In Sit. atau tumor jinak pada se luruh payudara dan 40. 000 wankita me ninggal kare na kanke r payudara (Luwia. Berdasarkan surve y awal yang dilakukan pe ne liti dilakukan se cara acak pada re maja di SMA Ne ge ri 4 Tanjung Balai . saat me re ka pulang dari se kolah se banyak 11 orang me re ka me ngatakan bahwa ada se kitar be be rapa orang yang hanya pe rnah me nde ngar dan hanya tau apa itu kanke r payudara te tapi be lum te rlalu tau apaapa aja faktor re siko kanke r payudara dan ada be be rapa orang yang tidak tahu apa itu kanke r Berdasarkan latar belakang diatas, penulis ingin memahami tingkat pengetahuan remaja putri tentang faktor resiko kanker payudara di mas muhammadiyah Sei apung Jaya. METODE Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Penelitian dilakukan disekolah Mas Muhammadiyah Sei Apung Jaya dengan jumlah populasi 101 siswi remaja putri, besarnya sampel 20 responde. Adapun jumlah sampel tersebut diambil dengan menggunakan Tehnik Probability Sampling Simple Random Sampling yang artinya pengambilan sampel dengan cara di acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam anggota populasi. Cara ini dilakukan homogen(Aziz, 2. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi. penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang ada di disekolah mas muhammadiyah sei apung Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup yang terdiri dari dua bagian yaitu data demografi responden . dan Pengetahuan faktor risiko kanker payudara yang terdiri dari 12 pertanyaan menggunakan Skala guttman pada umumnya dibuat dalam bentuk check list jawaban dapat dibuat skor tertinggi dan Misalnya untuk jawaban tahu diberi 1 dan untuk jawaban tidak tahu, diberi nilai 0 (Aziz, 2. Untuk prosedur pengumpulan data diawali dengan Izin peneliti kepala sekolah Mas Muhammdiyah Sei Apung Jaya. Informed Consent diberikan penjelasan mengenai tujuan Responden yang bersedia persetujuan ( informed consent ). Peneliti membagikan lembar kuesioner kepada 20 siswi putri yang terpilih melalui Simple Random Sampling . Setelah kuesioner terkumpul peneliti memeriksa kelengkapan data dan kejelasan jawaban pada 20 kuesioner. menolak tidak ada jawaban yang terlewat atau ganda memberikan kode angka pada jawaban untuk memudahkan input, jawaban benar diberi skor 1, salah diberi skor 0. Dilanjut dengan memasukkan data ke dalam tabel induk (Master Tabe. untuk melihat distribusi frekuensi awal. Memasukkan data dari tabel induk ke dalam software pengolah statistik SPSS melakukan analisa distribusi frekuensi dan persentase tingkat Sebelum quisioner di sebar dilakukan Uji Validitas dan Reliabilitas. Pengujian quisioner dilakukan di SMA Ne ge ri 4 Tanjung Balai dengan lokasi dan responden yang berbeda dari responden dan lokasi sebagai tujuan penelitian. Copyright: @ 2026 Authors Hasil uji baliditasi adalah Apabila r hitung (Pearson Correlatio. > r tabel maka hasilnya dikatakan valid. Dan apabila r hitung (Pearson Correlatio. < r tabel maka hasilnya dikatakan tidak valid. r tabel = 0,05 derajat kebebasan . k = 20-. = 18, maka di peroleh nilai r tabel sebesar 0,443 HASIL Tabel 1 Distribusi responden berdasarkan usia . No. Umur 16 tahun 17 tahun 18 tahun Total Tabel 1 menjelaskan mayoritas umur 17 tahun sebanyak 9 orang . %) dan minoritas di umur 18 tahun sebanyak 4 orang . %). Tabel 2. Tingkat Pengetahuan remaja putri tentang faktor resiko kanker payudara . Variabel Faktor resiko kanker tentang berat badan berlebih dapat menjadi faktor resiko kanker tinggi seperti keju, mentega, yogurt, es sering terpapar radiasi peynceytuys teyrjadinya kanker payudara stres yang terjadi terus menerus lebih berisiko Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Variabel Tidak Tahu wanita yang memiliki kanker usus berisiko wanita yang belum pernah menikah dan belum memiliki anak wanita yang memiliki payudara lebih rentan wanita pertama kali haid dibawah usia 12 memiliki risiko 1,7 hingga 3,4 kali lebih tinggi memiliki risiko kanker payudara wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur berisiko terkena kanker payudara Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu wanita yang memiliki pada payudara diluar kanker payudara yang mengalami pelebaran risiko kanker payudara Tahu Tidak Tahu mengkonsumsi alkohol yang berlebihan bisa Tahu Tidak Tahu Tabel 2 menjelaskan bahwa Mayoritas AuTahuAy tentang berat badan berlebih dapat menjadi faktor resiko kenker payudara sebanyak 13 orang . %). Mayoritas AuTahuAy makanan berlemak tinggi seperti keju. Copyright: @ 2026 Authors mentega, yogurt dan es krim sebanyak 11 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTidak tahuAy tentang sering terpapar radiasi handphone menjadi pencetus kanker payudara sebanyak 15 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTidak tahuAy tentang stres yang terjadi terus Ae menerus lebih berisiko mengalami kanker payudara sebanyak 17 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang jaringan payudara yang memiliki kepadatan berisiko mengalami kanker payudara sebanyak 11 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTidak tahuAy tentang wanita yang memiliki kanker usus berisiko terjadinya kanker payudara sebanyak 13 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTidak tahuAy tentang wanita yang belum pernah menikah dan belum memiliki anak kemungkinan besar terjadinya kanker payudara sebanyak 15 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara lebih rentan terjadinya kanker payudara sebanyak 15 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTidak tahuAy tentang wanita pertama kali haid dibawah usia 12 tahun memilki resiko 1,7 hingga 3,4 kali lebih tinggi memilki resiko kanker payudara sebanyak 11 orang . %) dengan menjawab tidak pernah mendengar bahwa wanita yang pertama kali haid di bawah usia 12 tahun lebih tinggi memilki resiko kanker payudara. Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur berisiko terkena kanker payudara sebanyak 13 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AoTahuAy tentang wanita yang memiliki penyakit benjolan pada payudara diluar kanker payudara yang mengalami pelebaran atau benjolan bertambah memilki kanker payudara sebanyak 17 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTidak tahuAy tentang wanita yang mengkonsumsi alkohol yang berlebihan bisa terjdinnya kanker payudara sebanyak 17 orang . %). Tabel 3 Aspek Pengukuran Tingkat Pengetahuan remaja putri tentang faktor resiko kaker No Total Responden Hasil Keterangan Score 0,65 Hasil = Total Score 0,55 Responden 0,25 Kategori = Total Hasil 0,15 0,55 0,35 0,25 Total 0,75 0,45 0,65 0,85 0,15 Bobot Max = 5,6 X 100 = 46,66% urang Berdasarkan pengukuran tentang pengetahuan remaja putri tentang faktor resiko kanker payudara dengan kategori AuKurag baikAy dimana hasil 6 dengan presentase 46,66%. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian di Mas Muhammiyah Sei Apung Jaya Tanjung Balai diketahui bahwa pengetahuan remaja putri tentang faktor resiko kanker payudara masuk pada kategori Kurag Baik dimana hasil skor 5. 6 dengan presentase 46,66%. Capaian ini mengindikasikan bahwa responden masih memiliki pemahaman yang minim mengenai faktor-faktor pemicu kanker payudara, seperti pengaruh gaya hidup, faktor genetik, hingga deteksi dini. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Purba, 2. , yang menemukan bahwa sebagian besar remaja putri masih memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang . %) Copyright: @ 2026 Authors dengan nilai rata-rata yang rendah. Kurangnya pengetahuan ini menjadi faktor penyebab tingginya risiko keterlambatan deteksi kanker payudara karena remaja tidak menyadari gejala awal dan faktor risikonya. Selain itu, menyatakan bahwa banyak remaja putri yang belum memahami bahwa gaya hidup seperti penggunaan bra yang terlalu ketat dan durasi yang lama serta obesitas juga merupakan faktor risiko yang signifikan (Pastari. Namun, hasil ini berbeda dengan penelitian di wilayah perkotaan seperti yang dilakukan di SMA Negeri 2 Mengwi tahun 2022, di mana sebagian besar remaja putri justru memiliki pengetahuan dalam kategori baik . ,3%) karena akses informasi yang lebih terbuka dan frekuensi promosi kesehatan yang lebih tinggi(Antika, 2. Perbedaan ini menunjukkan adanya kesenjangan informasi kesehatan antara remaja di wilayah pedesaan, pesisir dengan wilayah perkotaan. Menurut asumsi peneliti , rendahnya MAS Muhammadiyah Sei Apung Jaya disebabkan oleh terbatasnya paparan informasi edukatif mengenai kesehatan reproduksi di lingkungan Peneliti berasumsi bahwa kurangnya minat remaja untuk mencari tahu tentang kanker payudara secara mandiri disebabkan oleh persepsi bahwa kanker adalah penyakit yang hanya menyerang wanita usia tua, sehingga mereka merasa tidak perlu mempelajari faktor risikonya sejak dini. KESIMPULAN DAN SARAN Pengetahuan remaja putri di MAS Muhammadiyah Sei Apung Jaya tentang faktor risiko kanker payudara berada pada kategori Kurang Baik dengan skor rata-rata 5,6 . ,66%) . Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan informasi kesehatan di lingkungan sekolah yang menghambat pemahaman remaja mengenai deteksi dini dan pencegahan kanker. Saran perlu mengadakan edukasi kesehatan rutin dan memasang media informasi . oster/leafle. mengenai deteksi dini kanker payudara di lingkungan sekolah. Remaja putri diharapkan lebih proaktif mencari informasi kesehatan dari sumber kredibel serta mulai melakukan pemeriksaan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Disarankan eksperimen untuk menguji efektivitas meningkatkan pengetahuan di wilayah UCAPAN TERIMA KASIH