SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 1-8 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Implementasi Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Di Tingkat Petani Kecamatan Buay Pemuka Peliung Ditinjau Dari Segi Ketepatan Tempat. Jumlah. Harga. Jenis. Waktu Dan Mutu Implementation Of Subsidized Fertilization Distribution At Farmer Level Viewed From The Accuracy Of Place. Amount. Price. Type. Time And Quality Wening Tyas1*. Muslihah rohmah2. Irma Lestari3. Program Studi Sains Pertanian, 2 Program Studi Matematika, 3Mahasiswa Program Studi Sains Pertanian. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Nurul Huda. Sukaraja. OKU Timur Indonesia *E-mail: Weningtyas@unuha. ABSTRAK Pemberian subsidi pupuk oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil dan pendapatan petani serta lingkungan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kegiatan distribusi pupuk bersubsidi. Penelitian dilaksanakan dari januari sampai dengan bulan Mei 2023 di Kecamatan Buay Pemuka Peliung. Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan, menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Responden penelitian terdiri dari petani penerima pupuk subsidi. Teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Buay Pemuka Peliung OKU Timur terkait enam tepat . enis, harga, jumlah,tempat, waktu, dan mut. memerlukan penyempurnaan dan pengawasan agar kebijakan subsidi pupuk ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Kata kunci: pupuk subsidi,distribusi, petani ABSTRAC The government's provision of fertilizer subsidies aims to increase the productivity and income of farmers as well as a sustainable environment. The aim of the research is to evaluate subsidized fertilizer distribution activities. The research was conducted from February to May 2023 in Buay Pemuka Peliung District. East OKU Regency. South Sumatra, using qualitative descriptive analysis techniques. The research respondents consisted of farmers who received subsidized fertilizer. Data collection techniques used observation, interviews, observations and documentation. The results of the research showed that the implementation of subsidized fertilizer distribution in Buay Pemuka Peliung East OKU District was related to six things . ype, price, quantity, place, tim. , and qualit. requires refinement and supervision so that this fertilizer subsidy policy provides the maximum benefits for farmers. Keywords:,Subsidized,fertilizer,distribution,farmers E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 1-8 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. PENDAHULUAN Pencapaian peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian menjadi tantangan pada beberapa komoditas pertanian pada Tahun 2022 oleh pemerintah, yaitu padi . ,5 juta to. , jagung . ,9 juta to. , kedelei . ,51 juta to. (Renstra Kementan 2020-2. Tantangan tersebut menjadi beban yang lebih besar bagi petani pedesaan, khususnya petani kecil (Westermann et al. , 2. yang memiliki lahan di bawah 2 hektar (Gathala et al. , 2. Namun, pertanian skala kecil menjadi salah satu pendorong terbaik untuk mendorong ketahanan pangan, dan pengentasan kemiskinan (Smith et , 2. , sehingga peningkatan kerja pertanian harus dapat dijamin oleh pemerintah dalam mengejar pencapaian produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Peraturan presiden Nomor 15 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 77 tahun 2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi Sebgai Barang dalam Pengawasan. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/MDAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian. Pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan yang diprogramkan oleh pemerintah yang dalam pengadaan dan pemerintah untuk kebutuhan petani di sektor Kebijakan subsidi pupuk merupakan peningkatan produksi dan produktivitas sektor Subsidi pertanian mendorong spesialisasi pertanian dan meningkatkan hasil pertanian (Yi et al. , 2. , serta secara langsung mempengaruhi pendapatan petani, sedangkan produktivitas pertanian dari subsidi (Kirwan et Program meningkatkan produkstivitas kerja petani sebesar 71,4% di kelurahan Batu (Hasmi et al. Evaluasi terhadap keberhasilan pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi dapat memenuhi prinsip 6 tepat. Prinsip 6 tepat tersebut adalah tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu. Kementerian Pertanian membuat kebijakan agar distribusi pupuk bersubsidi dapat memenuhi asas 6 tepat . umlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harg. , agar petani dapat menerapkan teknologi rekomendasi spesifik lokasi atau standar teknis penggunaan pupuk yang di anjurkan. Namun, secara umum indikator keberhasilan pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi ke tingkat petani sesuai prinsip 6 tepat tersebut masih belum sepenuhnya tcrpenuhi. Distribusi pupuk terkendala kelangkaan pupuk. Masalah lain yang ditimbulkan oleh kebijakan subsidi pupuk, yaitu: distribusi yang tidak adil dan tidak tepat sasaran, dualisme pasar, biaya subsidi yang lebih besar dari Hadi et al. , . menjelaskan bahwa, kebijakan subsidi dan sistem distribusi pupuk yang amat komprehensif, tidak menjamin ketersediaan pupuk ditingkat petani. Badan Kebijakan Fiskal . menyebutkan masalah yang muncul akibat terdapat dua pupuk di pasaran . ubsidi dan nonsubsid. , di antaranya: pengoplosan pupuk subsidi dan nonsubsidi, penyebaran isu tentang kelangkaan pupuk bersubsidi sehingga harganya mahal, terjadi penimbunan dan penggantian kemasan pupuk subsidi menjadi pupuk tidak disubsidi. Keterbatasan akses ke input pertanian tetap meningkatkan pertanian produksi di negara (Anglade Kekhawatiran sosial dan perubahan pasar pangan dapat meningkatkan hubungan antara para pelaku dalam rantai nilai pertanian pangan, dan menjadi ukuran kelembagaan untuk memastikan kualitas dan kuantitas input untuk distributor (Ragasa et al. , 2. Permasalahan pendistribusian kebutuhan pupuk bersubsidi akan berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan pupuk bersubsidi petani atau kelompok tani sehingga berimbas pada E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 1-8 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. menurunnya produktivitas hasil tani dan menurunnya pendapatan petani. Pendistribusian pupuk bersubsidi yang belum optimal akan berdampak pada tidak tercapainya ketersediaan enam prinsip tepat, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu serta kehidupan petani (Adnyana et al. , 2. Suryana et al. menjelaskan bahwa permasalahan utama kinerja subsidi pupuk pada sisi perencanaan, distribusi dan pengawasan, termasuk keterbatasan anggaran belanja pemerintah. Perbaikan distribusi pupuk bersubsidi memperbaiki aransemen kelembagaan kebijakan subsidi harga pupuk, utamanya enam tepat pada subsidi pupuk yang merujuk pada tepat jenis, tepat jumlah, tepat mutu, tepat tempat, tepat harga dan tepat waktu. Distribusi sebagai aktivitas pemasaran yang menciptakan nilai tambah produk yang dapat merealisasikan kegunaan bentuk, kepemilikan, serta mampu mempelancar arus saluran distribusi (Rahmaningsih et al. , 2. Ketersediaan pupuk yang berkualitas dan mampu untuk mencukupi kebutuhan untuk produksi petanian sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan usahatani di Kabupaten OKU Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi dan mencari solusi dari dampak kelangkaan pupuk bersubsidi bagi petani. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Buay Pemuka Peliung. Kabupaten OKU Timur. Provinsi Sumatera Selatan dari bulan januari sampai dengan bulan Mei 2023 dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi . ield Obsevatio. , survei (Field Surve. dan wawancara (Interview Metho. terhadap petani. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari karakteristik responden dan informasi yang berkaitan dengan sistem distribusi pupuk di tingkat petani. Data sekunder terdiri dari data pendukung yang dikutip dari laporan dan buku statistik instansi terkait. Responden penelitian adalah petani penerima pupuk bersubsidi. HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Identitas responden yang dimaksud disini adalah profil objek yang memberikan keterangan dan data yang akurat terkait permasalahan yang akan diteliti. Adapun identitas responden meliputi umur, tingkat pendidikan, tanggungan keluarga, pengalaman berusaha tani, dan luas lahan. Umur Petani Responden Keaktifan dan kemampuan berfikir kreatif dalam bekerja merupakan faktor yang dipengaruhi oleh umur. Petani yang masih termasuk dalam kategori umur produktif secara fisik masih mampu bekerja jika dibandingkan dengan yang sudah tidak produktif. Oleh sebab itu, indikator untuk menilai tingkat produktivitas petani dalam mengelolah usaha taninya adalah Adapun tabel distribusi berdasarkan kelompok umur petani responden sebagai Tabel 1. Distribusi Petani Responden Berdasarkan Kelompok Umur di Kecamatan Buay Pemuka Peliung OKU Timur. NO Umur Petani (Tahu. Jumlah (Jiw. Persentase (%) Desa Trantang Sakti E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 1-8 Februari 2024 Jumlah Jumlah Jumlah SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Pemetung Basuki Pahang Asri Sumber: Data Primer setelah Diolah, 2023 Berdasarkan tabel di atas dapat kita ketahui, responden terbanyak berada pada golongan umur produktif yang berada pada kisaran kelompok umur 41-50 tahun. Hal ini dimilikinya dalam bidang pertanian sudah cukup lama sehingga dapat memperkirakan jumlah dosis pupuk yang akan digunakan sesuai dengan Pendidikan kepada sesuatu hal yang ingin dicapai oleh setiap orang, begitu pula dalam kegiatan berusaha tani. Petani dalam mengelolah usaha taninya pendidikan turut mempengaruhi didalamnya, misalnya dalam hal kreatif berusaha tani dan mengadopsi teknologi baru. Semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah dalam merespon sesuatu hal yang baru begitupun sebaliknya. Tingkat Pendidikan Responden Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kecamatan Buay Pemuka Peliung OKU Timur. Tingkat Pendidian Jumlah (Jiw. Persentase (%) Desa Trantang Sakti Tidak Tamat SD SMP SMA Sarjana Jumlah Sumber: Data Primer setelah Diolah, 2023 Tabel di atas menunjukan bahwa, responden yang mendominasi adalah tingkat pendidikanya tidak tamat SD, yakni 14 orang dengan peresentase 35%. Dengan demikian responden tersebut sangat kurang akan E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 1-8 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. pendidikan, hal ini menyebabkan pola pikir yang masih rendah,sehingga para petani dalam berpikir terkait cara untuk mendapatkan pupuk Hasil evaluasi distribusi pupuk di wilayah Kecamatan BP Peliung OKU Timur pada petani, sebagai berikut: Tepat Jenis Terdapat 3 jenis pupuk yang disubsidi oleh pemerintah diantaranya yaitu NPK. Urea, dan Organik. Namun terdapat ketidakesesuaian antara jenis yang harus dipakai dengan jenis pupuk yang didapat. Petani mengharapkan agar pupuk bersubsidi tersebut memiliki kualitas yang sama dengan pupuk non subsidi. Ketepatan jenis penggunaan pupuk merupakan hal yang diperhatikan petani dalam melakukan pada tanaman padi sawah. Ketepatan dosis tersebut dapat dilakukan oleh petani jika pupuknya tersedia, begitupun sebaliknya. Seperti ungkapan yang dituturkan oleh salah satu petani di desa Trantang Sakti berikut : AuKalau berbicara jenis pupuk yang kami gunakan, sebenarnya kami tidak menggunakan semua lima jenis pupuk bersubsidi dari Akan tetapi, jika pupuk bersubsidi tersedia pada tingkat pengecer dan kelompok tani maka petani mengandalkan seluruhnya menggunakan pupuk bersubsidi, khusus pupuk SP-36. ZA, dan Organik jarang sekali kami Karena kami sudah terbiasa menggunakan dua jenis pupuk saja yaitu, pupuk Urea dan pupuk NPK Ponska dan jika kedua jenis pupuk bersubsidi tidak tersedia maka kami memebeli jenis pupuk nonsubsidi yang di jual di tokoAy. awancara bapak A. tgl 27 Februari Tepat Harga Kesesuaian antara harga eceran pupuk yang ditetapkan pemerintah dengan harga pupuk yang diperoleh petani. Pada tahun 2023. Pemerintah Keputusan Menteri Pertanian (Kepmenta. Nomor 734 Tahun 2022 menetapkan HET pupuk bersubsidi dengan masing-masing senilai Rp 2. 250 per kg untuk bersubsidi juga dalam mengelolah usahataniya terbilang rendah. pupuk urea. Rp 2. 300 per kg untuk pupuk NPK, dan Rp 3. 300 per kg untuk pupuk NPK dengan formula khusus kakao. Ketidaktepatan harga pupuk yang diterima petani dikarenakan adanya biaya-biaya tambahan, seperti biaya transportasi dari pengecer ke kios maupun dari pengecer langsung ke kelompok tani. Mokhtar . menyatakan bahwa harga pupuk bersubsidi yang titerima oleh petani berbeda-beda yang diterapkan harga rata-rata di atas harga yang Panjangnya rantai distribusi dalam penyaluran pupuk bersubsidi dapat memicu harga dan potensi berkurangnya pupuk di pasaran (Ragimun et al. , 2. Tepat Jumlah Ketidaktepatan jumlah yang dimaksud oleh petani, yaitu jumlah pupuk yang diberikan oleh pemerintah dibatasi hanya 2 ha per KK. Dampak lanjutannya adalah menurunnya jumlah produksi dan tidak tercapainya target yang telah ditetapkan. Sistem pendistribusian pupuk disetiap daerah yang tidak didasarkan pada permintaan aktual atau tidak didasarkan pada besarnya kebutuhan petani sesuai tipologi lahannya, mengakibatkan terjadinya kelebihan suplai pupuk atau kelangkaan pupuk serta permasalahan belum diketahuinya efisiensi dari penggunaan pupuk oleh petani. Petani pengelola lahan kurang dari 0,5 hektar hanya menerima 40% dari total subsidi pupuk (Rachman dan Sudaryanto, 2. Perbedaan volume pupuk bersubsidi terjadi bukan hanya antara usulan daerah dan alokasi penyediaan dari pemerintah, namun terjadi antara alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah dengan realisasi penyerapannya. Adanya mismatch . rancangan alokasi pupuk bersubsidi akan menyebabkan kelangkaan pupuk di lapangan seperti yang terjadi hampir setiap musim tanam karena penyediaan pupuk bersubsidi jauh lebih rendah dari kebutuhannya (Nugroho et al. , 2. Tidak efisien dan sering Penggunaan pupuk yang tidak E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 1-8 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. mencapai hasil yang diharapkan. Terbukti dari masa lalu penelitian bahwa petani telah terpaksa menerapkan pupuk pada tingkat yang tidak tepat yang tidak cocok baik dengan kebutuhan hara tanaman tertentu (Bagum, 2. Tepat Tempat Pengertian tempat adalah suatu kondisi di mana petani membeli pupuk bersubsidi di lini IV atau kelompok tani sesuai ketentuan. Terdapat ketidaktepatan tempat dikarenakan, pupuk yang diterima tidak langsung sampai ke rumah petani. Pupuk tersebut didistribusikan ke kelompok tani. Panjangnya rantai distribusi dan kesenjangan harga antara pupuk bersubsidi dengan pupuk non subsidi juga menyebabkan adanya pengoplosan pupuk subsidi dengan non subsidi dan terjadinya pemalsuan pupuk bersubsidi yang akhirnya berimplikasi pada kualitas pupuk Manajemen rantai pasok merupakan aktivitas manajemen produksi suatu produk dari awal hingga sampai ke tangan konsumen (Wijayanti et al, 2. Tepat Waktu Prinsip asas tepat waktu adalah waktu seharusnya petani mendapatkan jatah pupuk bersubsidi ketika petani membutuhkannya. Kesesuaian periode ketersediaan pupuk dengan jadwal pemupukan yang dilakukan oleh petani. Namun, pendistribusian pupuk terjadi oleh karena beberapa hal, yaitu adanya kendala di perjalanan seperti macet, kondisi cuaca yang tidak menentu KESIMPULAN Penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi disebabkan karena terjadinya ketidaksesuaian antara permintaan/usulan terhadap pupuk bersubsidi dengan realisasi yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan bersubsidi hingga ke tangan petani. Implementasi bersubsidi ditinjau dari segi ketepatan tempat, ketepatan jumlah, ketepatan harga. Hal inilah yang menyebabkan pendistribusian tersebut tidak tepat waktu, sehingga pada saat masa tanam tiba, pupuk belum tersedia. Darwis et al. , 2013 menyatakan bahwa produsen dan distributor tidak mengirim pupuk ke distributor atau ke pengencer sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kondisi ini menyalahi tepat waktu dan masalah ini bisa diatasi apabila masing-masing lini melaporkan secara berkala atau setiap bulan secara Panjangnya rantai pasok yang membutuhkan waktu dapat menjadi latar belakang terjadinya penyelewengan distribusi. Penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi, terjadi karena kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan, dan bias terhadap sasaran/target (Adiraputra et al. , 2. Tepat Mutu Kesesuaian antara karakteristik pupuk yang seharusnya diterima petani khususnya kandungan kimiawinya, dengan karakteristik pupuk yang secara nyata diperoleh petani. Asas tepat mutu merujuk pada keaslian pupuk bersubsidi yang memiliki standarisasi kualitas Selain itu beberapa jenis pupuk bersubsidi terkadang memiliki kualitas yang kurang baik saat didistribusikan, sehingga petani merasa terganggu dengan kualitas pupuk bersubsidi yang diterima. Ketidaktepatan mutu dikarenakan, pupuk bersubsidi mempunyai kualitas yang tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh petani. Petani mengharapkan agar pupuk bersubsidi mempunyai mutu atau kualitas yang sama dengan pupuk non subsidi. ketepatan jenis, ketepatan waktu, ketepatan mutu masih memerlukan perbaikan. Dampak kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi di Kecamatan BP Peliung OKU Timur disebabkan rendahnya tingkat pendidikan para petani, hal ini menyebabkan pola pikir yang masih rendah, sehingga para petani dalam berpikir terkait cara untuk mendapatkan pupuk bersubsidi juga dalam mengelolah usaha taniya terbilang rendah. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 1-8 Februari 2024 SIMBIOSIS ( Jurnal Sains Pertania. DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Saran Kepada kelompok tani jangan berhenti melakukan sosialisasi kepada anggotanya dan mampu memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi agar anggotanya lebih sejahatra. Bagi petani agar meningkatkan ketrampilan dalam memproleh informasi yang diberikan oleh pengurus guna meningkatkan produksi yang akan berimplikasi pada pendapatan. Pemerintah disarankan agar terus berusaha memperhatikan dan mendukung petani padi sawah dalam hal kebijakan pupuk melalui penyaluran pupuk bersubsidi tepat pada sasaranya yaitu petani. DAFTAR PUSTAKA