J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 EFEKTIVITAS BIMBINGAN KONSELING ANAK REMAJA DI GPDI ELSHADAI CEPIRING Tirza Nadia Riski Nugroho. Fianus Tandiongan. David Susilo. Elesabet Mahasiswa Prodi S1 Pedidikan Agama Kristen. STT Kristus Alfa Omega Semarang tirzanadia2@gmail. Dosen STT Kristus Alfa Omega fianustandiongan72@gmail. priyo69@gmail. elelisabet0@gmail. Abstract Effectiveness is a measurement of the success or failure of an organization to achieve its goals. If an organization succeeds in its objectives, then the organization has been running effectively. GPDI Elshadai Church in Cepiring. Based on the results of interviews and the analysis conducted by the researcher, it is known that the counseling guidance for adolescents at GPDI Elshadai Cepiring church is less effective, this can be seen from most respondents who do not understand the aims of holding counseling guidance in the church and most are less active in participating the counseling guidance program. Key Word: Effectiveness. Counseling. Youth. Church PENDAHULUAN Beberapa tahun belakang ini, orang-orang di Indonesia makin menyadari akan pentingnya konseling Kristen. Konseling penting dalam menolong seseorang yang mempunyai masalah supaya bisa menghadapi masalah yang dialaminya. Susanto, dalam bukunya yang berjudul AuBimbingan dan Konseling di Sekolah. Konsep. Teori, dan AplikasinyaAy mengatakan bahwa bimbingan konseling merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk membantu mengoptimalkan individu agar individu tersebut dapat menjalani proses pemahaman, penerimanaan, dan penyesuaian diri mana individu itu 1 Dengan demikian, konseling merupakan suatu proses yang dilakukan agar individu dapat mengoptimalkan diri dan memberikan individu pemahaman akan diri sendiri dan lingkungannya. Bimbingan konseling adalah hubungan timbal balik antara dua individu, yaitu konselor yang berusaha menolong atau membimbing dan konseling yang membutuhkan pengertian untuk mengatasi persoalan yang dihadapinya. 2 Konseling dapat dilakukan di gereja dengan menerapkan prinsip-prinsip konseling Kristen. Konseling Kristen menggunakan Alkitab sebagai dasar dalam konseling. Andi dalam bukunya Pendekatan-Pendekatan Konseling menjelaskan bahwa Aukonseling akan memfasilitasi konseli dalam menghadapi kekuatan maupun kelemahan sehingga konseli mampu mengambil keputusan dan berani dalam melaksanakannya kemanapun untuk mengambil risiko yang mungkin ada dalam proses pencapaian tujuan-tujuan yang diinginkan. Ahmad Susanto. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Konsep. Teori, dan Aplikasinya (Jakarta: Prenadamedia Group, 2. , 1. Gary R. Collins. Konseling Kristen yang Efektif (Malang: Literatur SAAT, 2. , 13 Andi Setiawan. Pendekatan-Pendekatan Konseling Teori dan Aplikasi (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2. , 4. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 Dalam rumusan yang ditulis oleh Thompson dan Rudolph mengatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki beberapa tujuan yaitu: . mengadakan perubahan tingkah laku secara positif, . melakukan pemecahan masalah, . melakukan penganbilan keputusan, pengembangan kesadaran dan pengembangan diri, . mengembangkan penerimaan diri, . memberikan pengukuhan. 4 Membantu individu untuk mengembangkan dirinya, dalam arti menandakan perubahan-perubahan positif pada diri individu tersebut. Perkembangan yang positif dalam diri konseli pada saat menghadapi masalah harus ditunjukkan sehingga dapat mengubah kondisi dari konseli. Di dalam konseling pastoral dijelaskan bahwa seorang konselor wajib menolong yang membutuhkan uluran tangan. Konseling Individual Konselor merupakan seorang tenaga profesional yang memberikan bantuan kepada orang lain . yang mengalami kesulitan atau permasalahan yang belum mampu diatasi sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan arah cara menghadapinya yang menunjukkan persetujuan akan sangat dihargai oleh konseli. Konselor bertugas secara professional yaitu memang benar-benar telah dipersiapkan serta dididik untuk menguasai sesuatu yang berhubungan dengan bimbingan dan konseling baik dalam pengetahuan, pengalaman, dan pribadinya dalam bimbingan dan konseling. Tujuan umum konseling individual adalah terselesaikannya permasalahan yang dihadapi konseli. Apabila masalah konseling ini dicirikan antara lain: sesuatu yang tidak disukai keberadaannya. yang ingin dihilangkan. sesuatu yang dapat menghambat dan menimbulkan kerugian. Menurut Gibson. Mitchell dan Basile ada sembilan tujuan dari konseling individu, yakni:7 . Tujuan perkembangan, yakni konseli dibantu dalam proses pertumbuhan dan perkembanganya serta mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi pada proses tersebut . eperti perkembangan kehidupan sosial, pribadi, emosional, kognitif, fisik, dan sebagainy. Tujuan pencegahan, yakni konselor membantu konseli menghindari hasil-hasil yang tidak diinginkan. Tujuan perbaikan, yakni konseli dibantu dalam mengatasi dan menghilangkan perkembangan yang tidak diinginkan. Tujuan penyelidikan, yakni menguji kelayakan tujuan untuk memeriksa pilihan-pilihan, pengetesan keterampilan, dan mencoba aktivitas baru dan sebagainya. Tujuan penguatan, yakni membantu konseli untuk menyadari apa yang dilakukan, dipikirkan, dan dirasakannya sudah baik. Tujuan kognitif, yakni menghasilkan pondasi dasar pembelajaran dan keterampilan kognitif. Tujuan fisiologis, yakni menghasilkan pemahaman dasar dan kebiasaan untuk hidup sehat. Tujuan Prayitno. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2. , 113 Tulus TuAou. Dasar-Dasar Konseling Patoral (Yogyakarta: Andi, 2. , 30 Mufida Istanti. Konseling Individual: Sebuah Pengantar Keterampilan Dasar Konseling Bagi Konselor Pendidikan (Banjarmasin: Guepedia, 2. , 7 Willis S. Sofyan. Konseling Individual Teori dan Praktek (Bandung: CV Alfabet. , 13 J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 psikologis, yakni membantu mengembangkan keterampilan sosial yang baik, belajar mengontrol emosi, dan mengembangkan konsep diri positif dan sebagainya. Teknik umum merupakan teknik konseling yang lazim digunakan dalam tahapan-tahapan konseling dan merupakan teknik dasar konseling yang harus dikuasai oleh konselor. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan disampaikan beberapa jenis teknik umum:8 Pertama, perilaku attending. Perilaku attending dapat juga dikatakan sebagai penampilan konselor yang menampakkan komponen-komponen perilaku non verbal, bahasa lisan, dan kontak mata. Karena komponen-komponen itu tidak mudah, perlu diperhatikan secara bertahap dan terus-menerus. Perilaku attending yang ditampilkan konselor akan mempengaruhi kepribadian konseli yaitu: meningkatkan harga diri konseli dan mencipatakan suasana yang aman bagi konseli. Kedua, empati. Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan konseli, merasa dan berfikir, bersama konseli dan bukan untuk atau tentang konseli. Empati dilakukan bersama attending, tanpa perilaku attending mustahil terbentuk empati. Empati ada dua macam, yaitu: Empati primer yaitu bentuk empati yang hanya berusaha memahami perasaan, pikiran, keinginan, dan keinginan konseli, dengan tujuan agar konseli dapat terlibat dan terbuka. Empati tingkat tinggi yaitu keikutsertaan konselor membuat konseli tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hati yang terdalam, berupa perasaan, pikiran, pengalaman termasuk penderitaannya. Ketiga, refleksi. Refleksi adalah konselor memantulkan kembali kepada konseli tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman konseli sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non Refleksi ada tiga yaitu refleksi perasaan, refleksi pengalaman dan refleksi pikiran. Keempat, eksplorasi. Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pengalaman, dan pikiran Eksplorasi memungkinkan konseli untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan, dan Eksplorasi ada tiga macam yaitu eksplorasi perasaan, eksplorasi pengalaman, eksplorasi Konseling Kelompok Konseling kelompok merupakan suatu bantuan pada individu dalam situasi kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, serta diarahkan pada pemberian kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Konseling kelompok adalah upaya bantuan yang bersifat pencegahan dan pengembangan kemampuan pribadi sebagai pemecahan masalah secara kelompok atau bersama-sama dari seorang konselor kepada konseli. 9 Berpartisipasi dalam kelompok dapat menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan keterampilan dan mencapai tujuan pembentukan Neni Noviza. Hartika Utami Fitri. Teknik Umum dan Teknik Khusus Dalam Konseling Individual (Palembang: Noerfikri Offset, 2018 ) 29-41 Namora Lumongga Lubis. Konseling Kelompok (Jakarta: Kencana, 2. , 15 J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 kelompok adalah anggota kelompok dapat memberikan pendapat untuk menentukan suatu pekerjaan, prosesnya, serta perubahan sehingga tercapainya tujuan. Pengambilan suara dalam kelompok membantu diambilnya keputusan yang tepat. 10 Melalui berkelompok, kebutuhan sosial individu dapat Membentuk kelompok dapat membantu orang lain untuk memiliki rasa peduli terhadap orang yang berada di sekitarnya atau dalam satu kelompok tersebut. Penyelesaian masalah individu atau kelompok sebenarnya bukan hanya terdapat pada konseli kelompok semata. Ada beberapa penanganan masalah lainnya yang menerapkan konsep konseling kelompok dalam praktiknya antara lain seperti psikoterapi kelompok, kelompok latihan dan pengembangan, diskusi kelompok terfokus (FGD) dan self-help. Latipun menguraikan sebagai berikut:11 Psikoterapi kelompok, yaitu penanganan pada konseli yang memiliki diskusi kepribadian dan interpersonal dengan menggunakan interaksi emosional dalam kelompok kecil. Adapun fikus dari psikoterapi kelompok adalah ketidaksadaran yang biasanya dilakukan untuk jangka waktu yang relative panjang. Kelompok latihan dan pengenbangan, yaitu pelatihan bagi sekelompok orang yang ingin meningkatkan kemampuan dan keterampilan tertentu yang bertujuan untuk mencegah munculnya hambatan jika hal tersebut benar-benar terjadi. Diskusi kelompok terfokus . ocus group discussio. merupakan bentuk kegiatan diskusi mengenai topik-topik khusus yang telah disepakati bersama dan dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam peserta diskusi. Peserta diskusi tidak harus memiliki masalah seperti yang dibicarakan, tapi berminat untuk berpartisipasi dalam diskusi. Self-help adalah forum kelompok yang dibentuk dan dijalankan oleh beberapa orang . ekitar 4-8 oran. yang mengalami masalah yang sama. Self-help dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman mengatasi masalah yang dihadapi serta mengembangkan potensi yang dimilki secara optimal. Kelompok ini dapat diselenggarakan tanpa bantuan profesional. Misalnya: orang-orang alkoholik yang ingin menghilangkan kecanduan pada alkohol. METODOLOGI Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara terhadap dua belas responden. Dua belas reponden yang diwawancarai oleh peneliti didominasi oleh para pelayan Tuhan di gereja GPDI El shadai Cepiring. Data dari hasil wawancara yang diperoleh kemudian dianalisis secara sistematis sehingga diperoleh informasi yang valid terkait isu yang tengah diangkat dalam penelitian ini. Namora Lumongga Lubis, 10 Ibid. , 199 J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelayanan konseling bagi anak remaja di GPDI Cepiring tahun 2020-2021. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan dua belas orang responden berikut ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Konseling Individu Pertama, perilaku attending. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap dua belas responden yang mengatakan kontak mata yang dilakukan sudah baik. Selanjutnya dikuti pertemuan yang kadang belum bisa diatur dengan baik dengan alasan pembagian waktu sekolah, pekerjaan dan tugas-tugas yang cukup sulit. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap dua belas responden yang mengatakan penyusunan bahasa yang disampaikan oleh konselor sangat mudah dipahami. Kedua, empati. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap sepuluh orang responden yang menyatakan bahwa reaksi yang terlihat dari konselor saat mendengarkan cerita sudah baik. Selanjutnya dua responden menyatakan reaksi kurang baik karena beberapa kali pertemuan tidak hadir dan tidak diingatkan kembali. Ketiga, refleksi. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dari dua belas responden menyatakan konselor menyatakan mengetahui tentang perasaan yang responden rasakan. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada dua belas responden menyatakan bahwa konselor menanyakan kembali kepada responden tentang pemikiran responden. Keempat, eksplorasi. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dari sembilan responden mengatakan takut saat awal-awal ingin menceritakan permasalahannya dan takut saat ditanya pertanyaan yang mendalam. Selanjutnya tiga responden menyatakan bahwa mereka tidak takut untuk menceritakan permasalahan mereka, dengan alasan mereka menceritakan permasalahan yang tidak terlalu mendalam. Kelima, menangkap pesan utama. Dari wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dari dua belas responden menyatakan bahwa konselor menyatakan kembali inti dari permasalahan mereka, sesekali konselor juga memberikan bentuk kepeduliannya. Dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti dari dua belas responden mengatakan bahwa mereka mengerti bahasa-bahasa yang digunakan oleh konselor, konselor juga tidak jarang menggunakan bahasa Inggris untuk sesuatu pernyataan tertentu. Keenam, pertanyaan terbuka. Dari wawancara yang telah peneliti lakukan dari lima responden menyatakan mereka dapat mengungkapkan pengalaman dan pemikiran mereka setelah melakukan bimbingan konseling. Selanjutnya tujuh responden menyatakan tidak mau mengungkapkan pengalamannya dan pemikirannya dengan alasan mereka belum bisa menerima permasalahan yang sedang mereka hadapi, masih terselimuti oleh amarah, dan belum bisa berkomunikasi dengan Tuhan. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 Konseling Kelompok Pertama, psikoterapi kelompok. Dari wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dari dua belas responden separuh dari mereka masih menyatakan Ausepertinya konselor mengetahuiAy berarti masih ada keraguan dari responden. Selanjutnya sebagian lagi menyatakan bahwa konselor memang sudah diperlengkapi dengan ilmu mengetahui macam-macam kepribadian. Kedua, kelompok latihan dan pengembangan. Dari wawancara yang telah dilakukan oleh konselor dari dua belas responden menyatakan bahwa konselor mempunyai inisiatif yang tinggi itu ditunjukkan adanya feedback yang baik kepada responden. Dari wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dari sepuluh responden menyatakan bahwa konselor ingin meningkatkan kemampuan setiap responden. Selanjutnya dua responden menyatakan bahwa hanya ada keinginan tetapi sering tidak diwujudkan. Ketiga, diskusi kelompok terfokus. Dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti dari delapan responden mengatakan bahwa ada topik tertentu yang dilakukan, responden menyatakan bahwa topik tersebut seperti topik Alkitab. Selanjutnya empat orang menyatakan bahwa tidak ada topik dengan alasan mereka tidak paham yang dimaksud topik itu apa. Keempat, self help. Dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti dari dua belas responden di antaranya sepuluh orang menyatakan bahwa terkadang mereka merasakan permasalahan yang sama. Selanjutnya dua responden mengatakan tidak tahu karena mereka sering datang terlambat dengan alasan ada sebuah pekerjaan. Dari wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dari dua belas responden berminat untuk bertukar pikiran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian kualitatif mengenai bimbingan konseling anak remaja di GPDI Elshadai Cepiring. Maka terdapat dua hasil yang kemudian dapat ditarik menjadi kesimpulan. Adapun kesimpulannya adalah sebagian besar pelayan gereja sudah memahami sebagian dari strategi bimbingan konseling. Kemudian sebagian kecil pelayan lainnya belum memiliki pemahaman bimbingan konseling yang maksimal. Dari hasil yang telah didapatkan dapat disimpulkan bahwa efektivitas pelayanan konseling bagi anak remaja di GPDI Elshadai Cepiring tahun 2020-2021 dapat dilakukan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan sebagian besar jemaat telah memahami tentang strategi bimbingan konseling. DAFTAR PUSTAKA