Jurnal Penelitian dan PkM Vol. No. 2 Oktober 2024. Hal. BPPMSTAKTerpaduPesat Pelatihan Peningkatan Ekonomi Kaum Wanita GSJA Gracious Agape Jambe melalui Pembuatan Keripik Tempe Harnum Easteria 1. Guntur Firman Apri Yanto2* . Anila3. Rida Sinaga4. Berkat Setiaman Harefa5 Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga. , 2, 3, 4, . gunturfirmanapriyanto@gmail. Article History Submitted: 18 April 2024 Accepted: 14 Agustus 2024 Published: Oktober 2024 Keywords: Christianity. Followers of Christ. Fellowship. Business,Christian Busines. Kata-kata kunci: Pengikut Kristus. Persekutuan. Bisnis. Bisnis Kristen. Abstract Based on observations, the GSJA Gracious Agape Jambe women's fellowship is routinely held but is carried out monotonously only in the form of worship with activities of praising God, praying and listening to God's word and visits. This community service uses several methods, namely: Lectures to explain material about focusing on business in Christ, questions and answers as a means to exchange experiences in previous businesses, tutorial methods to explain the steps in training for making tempeh chips, and project methods to apply seminar and training materials. Results: Seminar and training participants in making tempeh chips were able to appreciate the activity as an innovation in the women's association and showed results in the form of tempeh chips and were ready to develop it into a business or business development to support household income. Abstrak Berdasarkan observasi, persekutuan kaum wanita GSJA Gracious Agape Jambe sudah rutin tetapi dilaksanakan secara monoton hanya berbentuk ibadah dengan kegiatan memuji Tuhan, berdoa dan mendengarkan firman Tuhan dan kunjungan. Anggota dari persekutuan kaum wanita terdiri dari kaum wanita yang sudah menikah sekitar 80% anggotanya berperan sebagai seorang istri. Mereka sangat menginginkan kegiatan-kegiatan yang menarik seperti kegiatan pelatihan dan lain-lain. Dengan demikian, menjadi landasan yang kuat untuk memberi seminar dan pelatihan tentang bisnis A pembuatan keripik tempe sebagai upaya meningkatkan ekonomi jemaat kaum wanita. Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan beberapa metode, yakni: Ceramah untuk menjelaskan materi tentang bisnis berpusat pada Kristus, tanya jawab sebagai sarana untuk tukar pengalaman dalam bisnis yang pernah dilakukan, metode tutorial untuk menjelaskan langkah-langkah dalam pelatihan pembuatan keripik tempe, dan metode proyek untuk mengaplikasikan materi seminar dan pelatihan. Hasil: Peserta seminar dan pelatihan pembuatan kripik tempe dapat mengapresiasi kegiatan sebagai inovasi dalam persekutuan kaum wanita serta menunjukkan hasil berupa keripik tempe dan siap mengembangkan usaha untuk menunjang penghasilan rumah tangga. Copyright: @2024. Authors. 70 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga PENDAHULUAN Kompleksitas dalam kekristenan tidak mengurangi esensi identitas Kristen itu sendiri, yaitu sebagai pengikut Kristus. Pengikut Kristus, yakni seseorang yang sepenuhnya mengikuti Yesus Kristus dan terus memancarkan kasih dan kepedulian kepada setiap orang, baik bagi pengikut Kristus lainnya maupun pada orang-orang yang belum Kristen. Kekristenan tanpa kasih maupun kepedulian, sama halnya dengan kehidupan di luar Kristus atau mencerminkan bukan pengikut Kristus (Djone Georges Nicolas et al. , 2. Personality, identitas, reputasi, dan nilai yang baik adalah bukti nyata yang dapat dilihat oleh orang lain sebagai bentuk pembeda antara pengikut Kristus dengan orang lain. Seperti dalam kitab Kejadian 1:26, bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah adalah bukti kuat bahwa pengikut Kristus adalah citra Allah itu sendiri (Martinus Duryadi, 2. Kekristenan tidak hanya ikut-ikutan kata orang atau sebagai agama saja, namun kekristenan lebih kepada teladan hidup sebagai seorang pengikut Kristus. Kekristenan adalah orang-orang yang mau melakukan perintah Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari sampai akhir hidupnya. Seperti yang Yesus Kristus teladankan kepada setiap pengikutNya yaitu memberikan seluruh hidupnya menjadi tebusan bagi manusia. Begitu pula dengan pengikut Kristus adalah orang yang menjadi panutan bagi orang lain (Tampenawas et al. , 2. Sehingga Kekristenan terus bertumbuh dan berbuah dalam kebenaran adalah hasil dari kekristenan yang sejati (Doma & Christiani, 2. Pengikut Kristus akan semakin terasah melalui beberapa situasi, dan salah satunya adalah dalam persekutuan, ibadah ataupun kegiatan kerohanian yang Persekutuan menjadi wadah untuk bereksplorasi dalam pertumbuhan iman maupun karakter setiap pengikut Kristus. Perbedaan satu sama lain yang diikat dalam persahabatan akan menjadi kekuatan dan pijakan pertumbuhan dalam persekutuan. Jurgen Multmann menyodorkan konsep tentang persekutuan sejati bahwa persahabatan dengan anggota persekutuan dan tentunya dengan Allah merupakan pendekatan yang baik dan bukan berlandaskan keseragaman (Susanta. Persekutuan atau koinonia menjadi sarana penghayatan dalam berjemaat melalui menyembah Tuhan, belajar Firman, saling mendoakan, saling mendukung, pelayanan sakramen, berbagi cerita, saling meneguhkan sehingga jemaat dapat hidup bertumbuh semakin berpusat dalam Kristus (Angellyna, 2. Kehidupan persekutuan yang relevan dapat menjadi wadah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan jemaat. Hal ini yaitu bermaksud untuk menjalankan persekutuan dengan kreatif dengan memberikan pelatihan-pelatihan tentang pemberdayaan ekonomi jemaat. Jemaat fasilitasi oleh gereja, terkait bagaimana merintis usaha sendiri, mengelola serta mengembangkan usahanya untuk menopang ekonomi jemaat (Boiliu & Pasaribu, 2. Kristen yang bertumbuh tentu harus dipandang dari berbagai bidang. Bisnis dalam Kristen sebenarnya juga digambarkan sendiri seperti yang Allah tunjukkan sebagai Pribadi yang berkarya atau mengusahakan. Dalam menjalankan bisnis, orang Kristen tidak dikuasai oleh mamon, namun segala fokus dalam bisnis adalah untuk kemuliaan Allah (Tanuwidjaja & Darmawan, 2. Bisnis dalam Kristen dapat dilihat dari etika menjalankan bisnis yaitu untuk berlatih dalam menunjukkan kasih kepada sesama, baik kepada karyawan, kepada pelanggan dan kepada pihak-pihak yang terkait. Menjalankan bisnis menjadi aktivitas kerja untuk melestarikan ciptaan Tuhan, sebagai mandat Ilahi (Latupeirissa, 2. Dengan demikian, bentuk pengembangan persekutuan secara kreatif dan relevan dapat juga dilihat dari inovasiinovasi mendampingi jemaat untuk meningkatkan ekonomi jemaat melalui bisnis atau wirausaha. 71 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Berdasarkan observasi dan wawancara, persekutuan kaum wanita GSJA Gracious Agape Jambe sudah rutin dilaksanakan tetapi dilaksanakan secara monoton hanya berbentuk ibadah dengan kegiatan memuji Tuhan, berdoa, mendengarkan firman Tuhan dan kunjungan. Anggota dari persekutuan kaum wanita terdiri dari kaum wanita yang sudah menikah sekitar 80% anggotanya berperan sebagai seorang istri. Mereka sebenarnya sangat menginginkan kegiatankegiatan yang menarik seperti kegiatan pelatihan dan lain-lain. Dengan demikian, menjadi landasan yang kuat untuk memberi seminar dan pelatihan tentang bisnis pembuatan keripik tempe sebagai upaya meningkatkan ekonomi jemaat kaum wanita. METODE Artikel Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dalam penulisan ini dilakukan melalui observasi dan dokumentasi terhadap aktivitas seminar dan pelatihan di GSJA Gracious Agape Jambe yang dihadiri oleh jemaat. Jenis observasi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, di mana peneliti turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang diobservasi. Selain itu, untuk memperkuat validitas data, penulis juga menggunakan triangulasi data dengan menggabungkan foto-foto kegiatan seminar dan pelatihan sebagai dokumentasi tambahan. Seminar dan pelatihan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jemaat kaum wanita di GSJA Gracious Agape Jambe, desa Candigaron, kecamatan Sumowono, kabupaten Semarang. Jawa Tengah. Observasi dan Analisa di atas menjadi relevan digunakan dengan mengumpulkan data dan mencatat berbagai situasi yang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat dijawab dengan topik yang tepat, terencana dengan matang (Herawan & Amirullah, 2. Hal ini kuat karena observasi yang disertai dengan diskusi dan dianalisa dengan tepat. Metode pelaksanaan (PkM), yakni: Ceramah untuk menjelaskan materi tentang bisnis berpusat pada Kristus, tanya jawab sebagai sarana untuk tukar pengalaman dalam bisnis yang pernah dilakukan, metode tutorial untuk menjelaskan langkah-langkah dalam pelatihan pembuatan keripik tempe, dan metode proyek untuk mengaplikasikan materi seminar dan pelatihan. Adapun tahapan dari seluruh pelaksanaan PkM yaitu: Tim mahasiswa melakukan observasi, wawancara dan diskusi serta Analisa. Menyusun kepanitiaan seminar dan pelatihan serta mengkomunikasikan dengan berbagai pihak yang terlibat. Membuat flyer kegiatan seminar dan pelatihan serta publikasi ke jemaat. Menyusun materi seminar dan pelatihan. Pelaksanaan seminar dan pelatihan langsung. Pemberian apresiasi kepada seluruh peserta. Evaluasi dengan peserta dan panitia. HASIL DAN PEMBAHASAN Perjanjian Baru. Paulus mengingatkan jemaat bahwa mereka harus bekerja. Ia juga menegaskan bahwa, "Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan" (II Tesalonika 3:10. 72 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Dengan demikian, bekerja merupakan anugerah dan panggilan bagi orang Kristen. Oleh karena itu, seorang Kristen harus bekerja dengan giat dan tekun. Etika Kristen untuk dunia bisnis didasarkan pada hukum "kasih" (Matius 22:37-. Bisnis atau usaha harus dikelola secara profesional dengan menghayati nilai-nilai dan semangat iman Kristen. Nilai-nilai iman Kristen dalam berbisnis tidak bertentangan dengan prinsip profesionalisme. sebaliknya, dapat dikatakan bahwa praktik bisnis yang profesional sebenarnya tumbuh dan dikembangkan dari nilai-nilai Kristen. Pengabdian kepada Masyarakat berupa seminar Bisnis Berpusat pada Kristus dan Pelatihan Pembuatan Keripik Tempe dilaksanakan dalam dua sesi, sesi pertama penyampaian materi Bisnis berpusat Pada Kristus. Sesi kedua yaitu pelatihan pembuatan keripik tempe yaitu praktek pembuatan langsung. Durasi total kegiatan 180 menit dengan peserta 16 orang jemaat kaum wanita sebagai peserta. Kegiatan ini memberi inspirasi menjadi dorongan bagi masyarakat atau secara khusus kepada jemaat untuk mengembangkan bisnis maupun wirausaha dalam segmen kuliner sebagai penopang ekonomi. Bagian yang dapat dilihat dan menjadi ukuran tercapainya tujuan kegiatan ini adalah pada antusiasme peserta mengikuti seminar dan pelatihan, seluruh materi dapat tersampaikan dengan baik dan dipahami oleh peserta, keripik tempe dapat diproduksi oleh peserta. Hal ini juga tidak terlepas dari berbagai kendala pada pelaksanaan kegiatan. Kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah cuaca yang kurang mendukung dan ketersediaan bahan pembuatan keripik tempe, sehingga kegiatan ini mengalami keterlambatan waktu sekitar satu jam. Cuaca kurang mendukung membuat tempe tidak dapat langsung di goreng. Namun hal tersebut masih dapat teratasi. Gambar 1: Penyampaian Materi Gambar 1 menunjukkan proses penyampaian materi bisnis berpusat pada Kristus. Bagaimana menjalankan sebuah bisnis dengan motivasi sepenuhnya untuk kemuliaan Tuhan. Bisnis yang harus dikelola sebagaimana mestinya dan dengan nilai-nilai kebenaran. Terdapat peserta yang bertanya tentang tawar menawar dalam berjualan. Pembeli AuBu bisa gak harganya dikurangi?Ay penjual Aumaaf Bu kalau harganya dikurangi, saya belum dapat untungAy. Percakapan tersebut pernah dialami oleh peserta, padahal secara realita penjual sudah mendapat untung saat pembeli menawar harga, namun jawaban penjual justru bertentangan dengan integritas. Pertanyaan tersebut direspon oleh pemateri dengan pemahaman memberi jawaban jujur tanpa mengurangi kualitas percakapan. Jawabannya yang lebih bijak dapat disampaikan oleh penjual adalah Aumaaf bu jika harga segitu masih ditawar lagi, belum bisa. Ay Interaksi dalam seminar tersebut menjadi 73 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga gambaran yang menarik dalam membekali jemaat untuk menjalankan bisnis atau wirausaha dengan berpusat pada Kristus. Gambar 2: Materi Ajar Gambar 2 menunjukkan materi disampaikan kepada peserta dengan penuh antusias. Meskipun cuaca hujan namun peserta tetap antusias. Ekspresi peserta menunjukkan kesungguhan. Materi dapat menjadi landasan setiap orang Kristen dalam menjalankan bisnis maupun wirausaha dengan standar kebenaran atau dengan integritas yang ditunjukkan dari resep, kualitas bahan, cara mengatur harga, cara mempromosikan yang tidak menipu, dan pengalokasian modal. Landasan yang disampaikan dalam materi adalah motivasi luhur yang sesuai dengan prinsip Alkitab dalam berbisnis atau wirausaha. Gambar 3: Pelatihan Pembuatan Keripik Tempe Gambar 3 menunjukkan kreativitas peserta dalam pelatihan pembuatan keripik tempe. Memproduksi keripik tempe sesuai tahapan-tahapan yang diajarkan. Peserta dapat melihat dan melakukan proses pembuatan keripik tempe dengan berbagai kendala yang ada dan bagaimana menemukan solusinya, sehingga keripik tempe dapat diproduksi. Proses pembuatan keripik tempe bersifat tutoring peserta diberi kesempatan untuk bertanya apabila bingung dalam 74 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga mengaplikasikan resep ataupun petunjuk pembuatan. Kemudian mahasiswa dan pembicara sebagai tim, bersedia membantu peserta dalam pengarahan-pengarahan. Terdapat peserta yang bertanya secara teknis. Aumengapa tempe yang digoreng harus satu persatu?Ay pertanyaan tersebut dijawab bahwa supaya keripik tempe dapat digoreng dengan maksimal dan tidak lengket antara tempe satu dengan yang lainnya dan dapat digoreng dengan kering sempurna supaya tidak mudah Gambar 4: Apresiasi Unjuk Hasil Gambar 4 menunjukkan tercapainya tujuan kegiatan ini bahwa peserta dapat membuat keripik tempe dengan hasil yang baik. Hal ini menjadi dorongan yang positif bagi masyarakat atau pun jemaat dalam mengembangkan bisnis atau wirausaha dalam segmen kuliner sebagai penopang ekonomi keluarga. Terdapat peserta yang berkomentar Ausaya kira sulit proses membuat keripik tempe, ternyata mudah dan bahannya tersedia di dapur sendiri. Ay Ungkapan tersebut menunjukkan betapa pentingnya belajar dan mencoba hal baru. Namun hal tersebut dalam komunitas jemaat juga membutuhkan pihak-pihak yang bersedia untuk memfasilitasi jemaat dalam bertumbuh secara Tabel Rundown Kegiatan Agenda Pembukaan Waktu Nama Kegiatan Petugas 10 WIB Pujian dan doa pembukaan Harnum (WL) Anila (Musi. Penyampaian 55 WIB Penyampaian materi bisnis menurut Alkitab Dr. Rida Sinaga. Pd. Praktek 55 WIB Praktek pembuatan kripik Harnum & Anila Ucapan terima 00 WIB Ucapan terima kasih dari pihak Ibu Tri Lia Sari Penutup 00- 17. 03 WIB Doa penutup Anila 75 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Rincian bahan keripik tempe dan beberapa alat yang dibutuhkan. Biaya yang dibutuhkan disesuaikan dengan jumlah peserta serta menjadi gambaran bagi peserta bahwa membangun bisnis atau wirausaha kuliner bisa dimulai dari modal kecil. Terdapat peserta yang bertanya tentang bahan. Auapakah bisa jika tepung tapioka diganti dengan tepung terigu?Ay jawabannya tidak bisa. Fungsi tepung tapioka adalah untuk membuat keripik tempe menjadi lebih renyah. Hasil review menunjukkan bahwa peserta sangat mendapatkan manfaat yang positif dari kegiatan tersebut. Program tersebut menjadi inspirasi dalam hidup yang bertumbuh menjadi pengikut Kristus melalui persekutuan. Jemaat maupun gembala atau seluruh peserta sangat mengharapkan kegiatan semacam ini dapat kembali diadakan dalam persekutuan-persekutuan Berdasarkan seluruh uraian pembahasan di atas, maka dapat menjadi inspirasi baru dalam pelayanan jemaat. Ibadah. Pendalaman Alkitab sangat penting dalam pertumbuhan jemaat, namun ada hal penting yang dapat dilakukan supaya jemaat dapat mengaplikasikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh nyata dalam menerapkan Firman adalah pembelajaran yang kuat. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, maka Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan yang berpusat pada nilai-nilai Kristiani dalam konteks bisnis dan pembangunan komunitas, gereja dapat secara signifikan meningkatkan antusiasme jemaat serta mempromosikan pertumbuhan holistik dalam persekutuan. Seminar bisnis yang berfokus pada Kristus tidak hanya menginspirasi inovasi dalam kegiatan gereja, tetapi juga memperkuat relevansi kegiatan dengan kebutuhan jemaat. Pelatihan seperti pembuatan keripik tempe memberikan dorongan untuk eksplorasi potensi bisnis lokal, menciptakan kesempatan baru bagi anggota jemaat untuk berkontribusi pada perekonomian komunitas mereka. Selain itu, pertumbuhan dalam persekutuan yang holistik mencerminkan komitmen untuk memenuhi kebutuhan spiritual dan praktis jemaat, memperkuat iman dan keterampilan mereka dalam konteks yang sesuai dan Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya membangun gereja sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan komunitas yang berkelanjutan dan inklusif. Kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan lagi dalam kesempatan-kesempatan berikutnya sehingga dapat menjadi sumber inspirasi bagi pelayan Kristen untuk meningkatkan kualitas hidup jemaat. 76 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga UCAPAN TERIMA KASIH