J A S 9 . Journal of Animal Science International Standard of Serial Number 2502-1869 Enkapsulasi dengan Metode Ioniglasik dalam Additive Pakan ditinjau dari Produktivitas Ayam Broiler Lilis Ambarwatia*. Marsudia. Nur Ina Ta. Noviantia. Basria aProgram Studi Peternakan. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Sulawesi Barat. Indonesia *Corresponding Author: lilisambarwati@unsulbar. Article Info Abstrak Article history: Enkapsulasi merupakan salah satu metode untuk melindungi zat aktif dalam suatu bahan pakan agar tidak mengalami kerusakan akibat perubahan temperatur dan pH pada organ pencernaan, sehingga akan meningkatkan performa dan kesehatan ternak. Metode ioniglasik merupakan teknik enkapsulasi untuk melindungi zat aktif dapat sampai target sasaran pada usus halus sehingga dapat dicerna secara efisien. Buah buni dan soppeng memiliki antioksidan yang tinggi dan mengandung flavonoid dapat menjadi additive alami dalam pakan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan teknik enkapsulasi dengan penambahan citosan udang dan STTP pada pakan. Bahan yang digunakan adalah 120 DOC umur 1 hari dari PT. Charoen Pokphand dengan strain cobs, berat 48 g, buah buni, buah soppeng, citosan, trypholypsopat, asam sitrat, peralatan seperti kandang metabolis 120 unit, tempat pakan, tempat minum, termohigrometer dan recording. Percobaan terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor. Perlakuan terdiri atas P0= pakan komersil . P1= pakan komersil 1% enkapsulasi buni. P1 = pakan komersil 1% enkapsulasi soppeng, dan P3 = pakan komersil 1% enkapsulasi buni dan soppeng. Parameter yang diamati tampilan terdiri atas konsumsi ransum, efisiensi ransum, pertambahan berat badan harian, berat karkas serta berat lemak abdominal ayam broiler. Hasil percobaan menunjukan bahwa penambahan enkapsulasi buni dan soppeng berpengaruh signifikan (P<0,. terhadap efisiensi ransum. PBBH, berat karkas serta lemak abdominal namun belum berpengaruh signifikan terhadap konsumsi ayam broiler. Teknik enkapsulasi buah buni dan soppeng dengan level 1% pada perlakuan P3 memiliki produktivitas terbaik dan dapat digunakan sebagai feed additive dalam ransum ayam broiler. Received 13 Agustus 2024 Received in revised form 6 November 2024 Accepted 7 November 2024 DOI: https://doi. org/10. 32938/ja. Keywords: Enkapsulasi Buni Soppeng Produktivitas Ayam Broiler Pendahuluan Ayam broiler adalah ayam ras yang pertumbuhannya relatif cepat dibanding unggas lain. Ayam broiler memiliki bobot karkas yang tinggi . -70%) dari bobot hidupnya. Berdasarkan data (BPS Sulbar, 2. , populasi ayam broiler di Provinsi Sulawesi Barat terus mengalami peningkatan di tahun 2021 sebanyak 3. 957 ekor. Populasi ayam broiler di Sulbar terbesar terdapat di dua kabupaten yaitu Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 599. 811 ekor dan Kabupaten Majene sebanyak 623. 758 ekor. Ayam broiler memiliki beberapa keunggulan seperti pertumbuhan yang cepat umur 28 hari menghasilkan bobot 1,6 kg, kandungan protein yang hampir sama dengan ternak lain seperti kambing. Kekurangan daging ayam broiler memiliki kandungan kolesterol. LDL, trigliserida, yang tinggi dalam darah yang dapat menimbulkan penyakit artheroskelerosis pada manusia. Salah satu upaya untuk menjamin makanan asal hewan tidak mengandung residu penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promoter. sejak tahun 2018 di Indonesia sudah dilarang. Penurunan kadar kolesterol. LDL dan trigliserida adalah dengan menambahkan zat aktif seperti flavanoid, pholipenol dan antioksidan. Alternatif yang dapat digunakan adalah penambahan additive alami seperti probiotik, fitobiotik dan acidifier dalam buah-buahan yang memiliki rasa masam. Feed additive pada ransum unggas khususnya ayam broiler menjadi alternatif karen dapat mengurangi dampak buruk dari penggunaan antibiotik (Andryani et al. , 2. Alternatif yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan potensi tanaman yang tinggi kandungan flavonoid, total phenol, antosianin, tanin menggunakan teknik ionik glasik pada pembuatan enkapsulasi yang dapat berperan dalam menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, memperbaiki saluran pencernaan. Buah buni dan soppeng dapat menjadi salah satu alternatif karena kaya akan kandungan flavonoid dan antioksidan. Buah soppeng atau jamblang memiliki beberapa kandungan seperti flavonoid, tanin, minyak esensial, asam oksalat, asam betulik, asam malat, dan asam galat. Selain buah buni dan soppeng yang memiliki beberapa kandungan saponin yang berkhasiat sebagai antibakteri, (Islam et al. , 2. menyatakan penurunan lemak jahat dalam darah salah satunya karena adanya aktivitas zat aktif flavonoid dan antioksidan yang mampu menurunkan aktivitas HMG-Ko A reduktase sehingga dapat meningkatkan reseptor LDL dan aktivitas LCAT dalam darah. Buah buni yang sudah masak berwarna ungu kaya akan fenolik yaitu flavonoid, antosianin,dan antioksidan yang tinggi (Zufahmi, 2. Kandungan antosianin dalam buah buni memiliki efek antioksidan baik, nilai untuk antosianin pada buah buni lebih tinggi dari buah apel, strawberi, dan kubis merah (Hamidu et al. , 2. Teknologi enkapsulasi dengan Citosan dan STTP dapat melindungi senyawa bioaktif dari kerusakan pada saluran pencernaan membuat zat aktif seperti antioksidan, flavonoid dalam pakan dapat tetap terlindungi ketika melewati proventrikulus dengan pH yang sangat asam . Pakan akan terlindungi dan proses pencernaan dapat maksimal sehingga dapat tercerna lebih maksimal dan performa ternak akan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penambahan citosan dan sodium triphosphate dengan teknik enkapsulasi pada buah bunu dan soppeng pada ransum terhadap tampilan produktivitas ayam broiler. Metode Materi Penelitian Peralatan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah kandang sebanyak 120 unit dengan model baterai terbuat dari kayu dan bambu, setiap unit berukuran 60 x 60 x 50 cm, kandang dilengkapi dengan termometer dan hygrometer ruang untuk pengukuran suhu udara, tempat pakan dan minum, timbangan digital 4 buah, timbangan analitik 1 buah, nampan plastik 4 pcs, pisau 5 buah, toples tertutup 10 pcs, plastik 2 pack, stiker label dan alat tulis. Bahan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah ayam broiler 120 ekor umur 1 hari dengan bobot 48 g yang dipelihara 35 hari, citosan, sodium trypolipospate ransum komersial dari PT. Japfa Comfeed Makassar dengan merk AD 2. Buah buni, buah sopeng, air, aquades, alkohol 70 %. NaOH 2,5 M. Nak Tartat. CuSO 4. 5H2O, albumin. Na Azida. Na BCG dan asam suksinat. Prosedur Kerja Pembuatan enkapsulasi diadopsi dari penelitian Zuprisal et al. , . Buah buni dan buah soppeng diambil masing-masing sebanyak 200 g, kemudian dibersihkan dengan air yang mengalir, kemudian dicacah lembur sampai menjadi bubur, lalu tambahkan aquades secukupnya dan diblender selama 8 menit. 2,5 g kitosan direndam dalam 200 ml asam sitrat 2,5% selanjutnya diblender selama 4 menit. STTP diambil sebanyak 1, 25 g lalu dilarutkan ke dalam aquades 50 ml. Selanjutnya di blender selama 4 menit. Suspensi yang berbentuk jus buah buni dan soppeng kemudian dituangkan sebanyak 125 ml pada piring microwave oven dengan suhu 60AC selama 20 sampai 30 menit. Suspensi yang telah kering kemudian dikeruk selanjutnya di grinding agar membentuk butiran yang lebih halus dan setelah itu ditimbang dengan timbangan analitik dengan akurasi 0,01 g. Pemberian mikroenkapsulasi pada ternak diberikan sesuai dengan perlakuan masing-masing, dimana mikroenkapsulasi buah buni dan soppeng yang telah disiapkan dan sudah ditimbang sesuai standar untuk setiap perlakuan, untuk diberikan pada waktu pagi dan sore hari dimulai pada umur 15 - 35 hari. Ambarwati L. et al. / Journal of Animal Science 9 . 83Ae86 J A S 9 . Journal of Animal Science International Standard of Serial Number 2502-1869 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali dan setiap ulangan berisi lima ekor ayam broiler jadi total unit percobaan sebanyak 120 ekor. Adapun perlakuannya adalah P0 . akan kontro. P1 = ransum basal mikroenkapsulasi buah buni 1%). P2 = ransum basal mikroenkapsulasi buah soppeng 1%). P3 = ransum basal mikroenkapsulasi buah buni 0,5% soppeng 0,5%). Tabel 1. Komposisi bahan pakan ayam broiler fase starter dan finisher Formulasi Ransum Bahan Pakan Starter (%) Finisher (%) Jagung Bekatul 5,00 Bungkil Kedelai 30,69 Meat Bone Meal 5,00 Palm Oil 3,05 Tepung Batu 0,76 DCP 0,23 Mix Plus BAM23A 1,50 Free Tox (Toxin Binde. 0,10 Total Nutrisi Energi Metabolisme (Kkal/k. % Protein Kasar % Lemak Kasar % Serat Kasar % Abu % Kalsium % 0,55 Fosfor Total 0,45 Sumber : Japfa Comfeed Indonesia. Makassar 2023 Parameter Variabel yang diukur : konsumsi, efisiensi pakan, pertambahan berat badan harian, bobot karkas dan lemak abdominal ayam Adapun parameter yang diamati Konsumsi ransum selama penelitian dihitung dengan cara = total pemberian pakan dikurangi dengan sisa pakan dalam satuan Efisiensi pakan diukur dengan cara = bobot badan dibagi total pakan dikali 100 Pertambahan berat badan harian diukur dengan cara = bobot akhir dibagi umur pemeliharaan dengan satuan gram Bobot karkas diperoleh dari menimbang bagian tubuh dikurangi kepala, organ dalam, bulu, darah dan sank yang ditimbang dengan satuan gram (Ambarwati et al. , 2. Bobot lemak abdominal diperoleh dari berat lemak di daerah perut meliputi lemak yang ada di bagian ventrikulus, dinding perut, dan kloaka dengan ditimbang menggunakan satuan gram (Ambarwati et al. , 2. Data yang telah didapat dari lapangan kemudian ditabulasikan dan dianalisis menggunakan ANOVA lalu dilanjutkan uji Duncan apabila terdapat perbedaan pada masing-masing perlakuan. Hasil dan Pembahasan Penambahan citosan dan STTP pada teknik enkapsulasi buah buni dan soppeng dalam ransum terhadap tampilan produktivitas ayam broiler dapat dilihat dalam tabel 2 dibawah ini. Tabel 2. Rataan konsumsi, efisiensi pakan. PBBH, karkas dan lemak abdominal ayam broiler PBBH Lemak Abdominal Konsumsi . Efisiensi pakan (%) Perlakuan . Karkas . 2797,66A2,23 53,39A9,37a 42,45A6,88a 099,88A18,7ab 27,76A18,35b 2858,33A1,66 63,50A5,20ab 51,86A2,18b 242,25A1,11b 34,95A5,05b 2619,66A2,23 51,44A10,11a 38,25A2,56a 919,63A1,32a 12,38A9,34a 2570,66A4,44 72,99A13,97b 52,17A1,65b 276,96A2,89b 33,13A9,5b Keterangan : superskrip yang berbeda pada baris yang sama menunjukan antar perlakuan berbeda nyata (P<0,. P0 = perlakuan kontrol. P1 = penambahan enkapsulalsi buah buni 1%. P2 = penambahan enkapsulasi buah soppeng 1%. P3= penambahaan enkapsulasi 0,5% buah buni 0,5% buah soppeng. Konsumsi Pakan Konsumsi diperoleh dengan cara menghitung pemberian pakan dikurangi sisa pakan selama pemeliharaan, pada Tabel 2 terlihat bahwa konsumsi pakan dengan penambahan Citosan dan STTP pada mikroenkapsulasi buah buni dan soppeng tidak berpengaruh nyata (P>0,. Penelitian ini sejalan dengan Dani et al. , . melaporkan bahwa pemberian nanoenkapsulasi sampai level 3% dalam ekstrak buah seduduk yang diberikan lewat air minum tidak memiliki dampak yang nyata terhadap konsumsi ayam broiler. Niati et , . menyatakan bahwa penambahan ekstrak buah naga dalam teknik nanoenkapsulasi yang diberikan leval air minum tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap ransum broiler. Hal ini terjadi dikarenakan penambahan sodium trypholypospate ke dalam polianion citosan menyebabkan interaksi ionik sehingga terbentuklah ikatan pada lapisan intramolekuler partikel belum bekerja Hal ini dikarenakan level pemberian enkapsulasi yang rendah 1% sehingga tidak dapat dimaksimalkan oleh vili-vili Wijaya et al. , . mengatakan konsumsi pakan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kandungan metabolisme energi dalam pakan, keseimbangan antara kebutuhan energi dan protein, kondisi kesehatan ternak, cuaca ekstrim di sekitar kandang. Efisiensi pakan Efisiensi pakan merupakan indikasi seberapa optimalkan ransum yang digunakan dapat meningkatkan bobot badan pada ayam Pada Tabel 2 terlihat bahwa penambahan enkapsulasi buah buni dan soppeng terhadap efisiensi pakan ayam broiler antar perlakuan berpengaruh signifikan (P<0,. Efisiensi pakan adalah persentase dari rasio penambahan berat badan dengan pakan yang dikonsumsi (Ratriyanto & Mentari, 2. Hasil penelitian ini diperoleh efisiensi tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 72,99A13,97% dan terendah pada perlakuan P2 sebesar 51,44A10,11%. Efisiensi pakan pada penelitian ini lebih tinggi dibanding penelitian Ratriyanto & Mentari . yang melaporkan bahwa suplementasi 0,1% betain dalam ransum yang ditambahkan metionin memiliki efisiensi pakan sebesar 42,92A0,95%. Son et al. , . juga menyatakan bahwa suplementasi dl-metinonine 0,70% sebesar 64,61A0,70%, sementara itu (Dani et al. , 2. menyatakan penambahan nanoenkapsulasi ekstrak buah seduduk 3% pada pakan ayam broiler menghasilkan 67,56A15,11%. Ambarwati L. et al. / Journal of Animal Science 9 . 83Ae86 J A S 9 . Journal of Animal Science International Standard of Serial Number 2502-1869 Tingginya efisiensi pakan pada penelitian ini salah satunya disebabkan oleh penggunaan buah buni dan soppeng yang memiliki kandungan flavonoid sebesar 1,1% dan 1,61%, dimana kandungan flavonoid dalam bahan pakan mudah rusak ketika masuk ke dalam proventrikulus akibat pH yang terlalu asam. Adanya teknik enkapsulai memungkinkan flavanoid akan tetap stabil sehingga di dalam duodenum akan terpecah menjadi ke dalam dua target, bersama citosan akan memecah protein komplek menjadi lebih sederhana, sehingga akan dengan mudah diserap oleh vili-vili usus. Penambahan citosan dan STTP dalam buah enkapsulasi buah buni dan soppeng dapat didistribusikan dengan cepat di dalam mukosa usus dan pelepasan bioaktif lebih cepat dengan ukuran nanopartikel (Katozian dan Jafrani, 2. Maesaroh & Dono, . menyatakan penambahan nanoenkapsulasi ekstrak daun jambu dapat memperbaiki efisiensi pakan dan menurunkan nilai konversi ransum. Pertambahan Berat Badan Harian Pada Tabel 2 terlihat bahwa penambahan enkapsulasi buah buni dan soppeng terhadap PBBH ayam broiler antar perlakuan berpengaruh signifikan (P<0,. Pertambahan boot badan adalah bobot akhir dikurangi bobot awal dibagi dengan lama pemeliharaan. Pertambahan berat badan terbaik diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 52,17 g, dan terendah pada perlakuan P0 dengan berat 388,25 Penelitian ini masih memiliki nilai PBBH yang lebih rendah dibandingkan penelitian Dani et al. , . menyatakan penambahan nanoenkapsulasi pada buah senduduk menghasilkan PBBH sebesar 56,13 Ae 60,15 g. Niati et al. , . menyatakan penambahan nanoenkapsulasi pada buah mahkota dewa pada air minum ayam broiler menghasilkan PBBH sebesar 57,28 Ae 60,17 g. PBBH antar perlakuan berbeda nyata, hal ini disebabkan enkapsulasi yang dibuat dalam ukuran mikropartikel pada penambahan buah buni dan soppeng dalam ransum sebagai feed additive telah mampu di proteksi oleh citosan dan STTP sehingga flavonoid yang ada dalam buah tersebut optimum dimanfaatkan oleh vili vili usus halus untuk meningkatkan kecernaan ayam broiler, sehingga pembentukan daging dapat optimal. Niati et al. , . menyatakan penambahan nanoenkapsulasi pada buah mahkota dewa lewat belum memberikan efek yang signifikan terhadap PBBH ayam broiler jantan, namun zat aktif yang terkandung dalam buah mahkota dewa dapat menggantikan antibiotik seperti tetracycline. Olare & Olalera, . menyatakan kandungan senyawa fenol, terpen, alkaloid dan benzofenon bahan tumbuhan memiliki fungsi sebagai antibakteri alami. Maesaroh et al. , . menyatakan bahwa penambahan nanoenkapsulasi ekstrak daun jambu lewat air minum menghasilkan PBBH terbaik sebesar 57,9 g pada level 30 ml/l. Bobot karkas Kuswandi et al. , . menyatakan bobot karkas erat kaitannya dengan bobot akhir dan bobot potong. Pada Tabel 2 terlihat bahwa bobot karkas antara perlakuan berbeda nyata (P<0,. , perlakuan terbaik terdapat pada P3 sebesar 1. 276,96A2,89 dan terendah pada perlakuan P2 sebesar 919,63A1,32. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Ambarwati et al. , . penambahan serbuk jahe merah 1,75% dan gula aren 6% dalam ransum ayam broiler memiliki bobot karkas rata-rata 1. 052,8 -1. 389,4 g/ekor. Penelitian ini masih lebih tinggi bobot karkasnya dibanding pada penelitian Erwin et al. , . pada penambahan keratin hidrolisat sampai level 0,3% dalam air minum menghasilkan bobot karkas 932,00 Ae 1044,13 g/ekor. Ambarwati et al. , . peningkatan level serbuk jahe 1% dan gula aren 6% yang banyak mengandung zat aktif gingerol dan fruktosa mampu membantu metabolisme pencernaan dan pada akhirnya mampu meningkatkan bobot karkas. Suplementasi bahan pakan yang banyak mengandung flavonoid dengan menggunakan teknik enkapsulasi dengan dosis yang tepat akan mengakibatkan bahan pakan ketika melewati proventrikulus akan tetap stabil sehingga flavonoid mampu terlindungi sampai ke dalam duodenum yang selanjutnya mempercepat laju pengosongan lambung sehingga metabolisme pencernaan berlangsung dengan sempurna dan penyerapan vili-vili usus. Bobot karkas pada perlakuan P3 . enambahan enkapsulasi 0,5% buah buni dan 0,5% buah soppen. , dimungkinkan dengan kombinasi beberapa zat aktif seperti tingginya kadar flavanoid dalam buah buni dan buah soppeng yang saling bersinergi kemudian dienkapsulasi menggunakan citosan dan sodium trypholypospat yang mampu memberi perlindungan terhadap flavonoid dan antosianin tersebut secara maksimal sehingga memaksimalkan penyerapan dalam vili-vili usus halus, yang berakibat pada peningkatan bobot karkas. Sebaliknya pada perlakuan P2 . nkapsulasi buah soppen. memiliki bobot karkas terendah dimungkinkan enkapsulasi buah soppeng yang kandungan flavonoidnya lebih rendah dibanding perlakuan lainnya sehingga enkapsulasi dengan penggunaan ciitosan dan trypholypospat belum dapat melindungi flavanoid secara maksimal dalam vili-vili usus sehingga akan mempengaruhi rendahnya bobot karkas. Faria et al. , . menyatakan bobot dan persentase hati mengalami peningkatan salah satunya disebabkan penambahan suplemen fermeherbafit dalam bentuk enkapsulasi mampu melindungi zat aktif dalam probiotik dan bioaktif yang dapat berfungsi sebagai fitobiotik . ntibiotik alam. Lemak abdominal Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa penambahan enkapsulasi antar perlakuan berpengaruh signifikan (P<0,. terhadap bobot lemak abdominal ayam broiler. Bobot lemak abdominal terendah diperoleh pada perlakuan P2 . nkapsulasi buah soppeng 1%) sebesar 12,38A9,34 dan yang tertinggi pada perlakuan P1. nkapsulasi buah buni 1%) dengan bobot 34,95A5,0. Bobot lemak abdomen memiliki nilai yang linear dengan bobot karkas. Pada perlakuan P2 memiliki bobot lemak abdominal yang lebih rendah dikarenakan memiliki bobot karkas dan bobot akhir yang rendah pula. Pada perlakuan P1 memiliki bobot lemak abdominal yang tertinggi namun bobot karkasnya masih lebih rendah dari pada perlakuan P3 yang memiliki bobot karkas tertinggi dan bobot lemak abdominalnya tergolong Pada perlakuan P1 dimungkinkan enkapuslasi belum terlalu maksimal melindungi flavanoid dan kemungkinan sudah mengalami kerusakan di proventrikulus akibat pH yang ekstrim sehingga pada saat flavonoid sampai di duodenum tidak mampu memecah dan membantu sintesis protein, yang berimbas pada tidak maksimalnya penyerapan dan berkorelasi terhadap bobot lemak abdominal dan karkas yang dihasilkan. Proses enkapsulasi dengan menggunakan kombinasi buah buni dan soppeng pada perlakuan P3 relatif relatif lebih stabil kemungkinan tidak mengalami kerusakan di proventrikulus karena peranan cotosan yang mampu mempertahankan flavonoid di pH sangat asam, sehingga pada saat pakan sampai di dudenum flavonoid yang masih terproteksi mampu dilepas dan mampu membantu mensekresikan lemak sehingga vili vili usus mampu memaksimalkan penyerapannya sehingga menghasilkan bobot karkas dan lemak abdominal yang paling optimal. Giang et al. , . , pemberian ramuan fitobiotik sampai level 1% di dalam pakan cenderung akan menghasilkan lemak abdominal yang rendah. Rao & Gurram, . bobot lemak abdominal yang mengalami penurunan diakibatkan berkurangnya nilai peroksidasi lemak pada ayam yang diberikan penambahan fitobiotik yang memiliki kandungan antioksidan tinggi. Simpulan Teknik enkapsulasi buah buni dan soppeng dengan level 1% pada perlakuan P3 memiliki efisiensi pakan. PBBH, bobot karkas terbaik dan dapat digunakan sebagai feed additive dalam ransum ayam broiler. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada hibah penelitian skim Penelitian Dosen Muda dengan Surat Keputusan No 536/E5?PG. 00/2023 dengan nomor kontrak 165/E5/PG. PL/2023 sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Pustaka