JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X ANALYSIS PERBANDINGAN PONDASI TIANG BORE PILE DAN PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG 5 LANTAI MENGGUNAKAN DATA N-SPT Margaretha Eltris Don1. Geraldus Supryadi Carry Cempang2. Zainul Faizien HazaA. Angga Darmawan4 1,2, 3, 4 Progam Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jl. MiliranNo 16. Yogyakarta 55165. Indonesia eltrisdon20@gmail. com 1, pryadiicempang@gmail. com2, zainul@ustjogja. id,3anggadarmawan93@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pondasi tiang bore pile dan tiang pancang pada gedung lima lantai dengan menggunakan data N-SPT. Hasil analysis menunjukkan bahwa pondasi tiang bore pile memiliki kinerja yang lebih baik dalam hal stabilitas dan kapasitas dukung di tanah lempung. Di sisi lain, pondasi tiang pancang menawarkan keuntungan dari segi biaya pelaksanaan yang lebih rendah dan waktu pemasangan yang lebih singkat. Analysis beban vertikal dilakukan untuk menentukan beban maksimum yang harus ditahan oleh pondasi. Kapasitas daya dukung tiang bor dihitung dengan menggunakan metode Resse & Wright. OAoNeil dan Reese untuk bore pile, serta metode Mayerhoff dan US Army Corps untuk tiang pancang. Analysis dengan menggunakan software Robot Structural Analysis Professional menunjukkan gaya vertikal maksimum sebesar 217,457 ton. Dari perhitungan daya dukung yang dilakukan berdasarkan data N-SPT pada titik BH-1 pada kedalaman 10 m dan 14 m, diperoleh nilai kapasitas dukung ultimit: untuk pondasi bore pile, kedalaman 10 m . iameter 0,5 m: 88,09 ton. 0,6 m: 109,95 ton. 0,8 m: 157,89 to. dan kedalaman 14 m . ,5 m: 125,364 ton. 0,6 m: 154,69 ton. 0,8 m: 217,63 to. Sementara itu, untuk pondasi tiang pancang, kapasitas dukung ultimit pada kedalaman 10 m . ,5 m: 190,671 ton. 0,6 m: 263,193 ton. 0,8 m: 442,625 to. dan pada kedalaman 14 m . ,5 m: 293,476 ton. 0,6 m: 403,314 ton. 0,8 m: 662,134 to. , menunjukkan bahwa daya dukung ultimit tiang pancang lebih tinggi dibandingkan tiang bore pile. Kata Kunci: Analysis, pembebanan, daya, dukung, pondasi, tiang, pancang, borepile Abstract This study aims to compare bore pile and pile foundations for a five-story building using N-SPT data. The analysis results show that bore pile foundations have better performance in terms of stability and bearing capacity in clay soil. On the other hand, pile foundations offer advantages in terms of lower implementation cost and shorter installation time. A vertical load analysis was performed to determine the maximum load that the foundation should withstand. The bearing capacity of bore piles was calculated using the Resse & Wright method for Bore piles, and the Mayerhoff and US Army Corps methods for piles. Analysis using Robot Structural Analysis Professional software showed a maximum vertical force of 217. 457 ton. From the calculation of bearing capacity based on N-SPT data at point BH-1 at 10 m and 14 m depths, the ultimate bearing capacity values were obtained: for bore pile foundation, 10 m depth diameter 0,5 m: 88,09 ton. 0,6 m: 109,95 ton. 0,8 m: 157,89 to. and 14 m depth . ,5 m: 125,364 ton. 0,6 m: 154,69 ton. 0,8 m: 217,63 to. Meanwhile, for bore pile foundation, the ultimate bearing capacity at 10 m depth 0,5 m: 190,671 ton. 0,6 m: 263,193 ton. 0,8 m: 442,625 to. and at 14 m depth . ,5 m: 293,476 ton. 0,6 m: 403,314 ton. 0,8 m: 662,134 to. shows that the ultimate bearing capacity of bore pile is higher than bore pile. Keywords: Analysis, loading, capacity, bearing, foundation, pile, pile, borepile bergantung pada karakteristik tanah dan beban yang akan ditanggung, pada proyek pembangunan gedung 5 lantai ini ada dua jenis pondasi yang umum digunakan yaitu pondasi tiang pancang dan pondasi bore pile. Pondasi tiang/dalam merupakan salah satu jenis pondasi yang sering digunakan dalam konstruksi bangunan, terutama pada tanah dengan daya dukung yang rendah atau pada struktur yang memerlukan stabilitas tinggi. Dalam analysis ini, akan membahas perbandingan pondasi dalam yaitu, pondasi bore pile dan pondasi tiang pancang. PENDAHULUAN Pondasi merupakan elemen struktural yang sangat penting dalam suatu bangunan, karena berfungsi untuk mendistribusikan beban dari struktur atas ke tanah dengan aman dan Pemilihan pondasi sangat penting dalam struktur bangunan yaitu untuk dapat menahan beban dari bangunan itu sendiri dan beban hidup yang ada didalam gedung itu serta beban gempa yang direncanakan agar tak mengalami keruntuhan struktur . Pemilihan jenis pondasi yang tepat sangat JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 Analysis ini bertujuan untuk melakukan perbandingan antara pondasi tiang pancang dan pondasi bore pile menggunakan data NSPT pada Gedung 5 lantai, untuk mengetahui daya dukung pondasi tiang pancang dan pondasi bore pile, mengetahui daya dukung izin pondasi tiang pancang dan pondasi bore pile, menganalysis pembebanan struktur atas pada pondasi tiang pancang dan pondasi bore pile, serta mengetahui factor keamanan pada pondasi tiang pancang dan pondasi bore pile. E-ISSN 2715-842X Mulai Analisis Pembebanan Strukture Menggunakan Software Robot Structural Analysis Professional (RSAP) Menghitung Kapasitas Dukung Pondasi Menghitung Daya Dukung Izin Pondasi METODE Metode yang digunakan dalam analysis ini yaitu seperti yang ditunjukan dalam Gambar Analysis pembebanan structure atas Autodesk Robot Structural Analysis Profressional (RSAP) 2024 dengan mengetahui beban yang akan diterima pada pondasi, dalam penelitian ini gaya pembebanan adalah gaya vertical berdasarkan SNI 1726-2019 Menghitung kapasitas dukung pondasi bore pile dan tiang pancang menggunakan data N-SPT dengan diameter 0,5 m, diameter 0,6 m, diameter 0,8 m Menghitung daya dukung izin pondasi tiang pancang dan pondasi bore pile dengan factor keamanan menggunakan beban beban SLS/service 1,0D 1,0LL . Menghitung kebutuhan tiang tunggal yang diperlukan untuk mendukung beban Analysis perbandingan daya dukung izin pondasi bore pile dan tiang pancang dengan diameter 0,5 m, diameter 0,6 m, diameter 0,8 m untuk memilih pondasi yang lebih efisien Menghitung Kebutuhan Tiang Tunggal Analisis Perbandingan Daya Dukung Izin Pondasi Bore Pile dan Tiang Pancang Kesimpulan Selesai Gambar 1 Diagram alir penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pembebanan Hasil analysis pembebanan struktur atas bangunan menggunakan software Autodesk Robot Structural Analysis Profressional (RSAP) 2024 dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 3 dan Gambar 4. Dari Gambar 4 diketahui FZ gaya vetikal maksimum untuk beban SLS sebesar 2132,56 kN = 217,457 ton. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X Gambar 2 Model 3D menggunakan software Autodesk Robot Structural Analysis Profressional (RSAP) 2024 Gambar 3 beban SLS/service 1,0D 1,0LL densit. , sudut geser tanah (), dan nilai jumlah pukulan (N). Perhitungan daya dukung bore pile dari data SPT pada tanah pasir menggunakan metode Reese & Wright dan metode OAoNeil dan Reese . dan data diambil pada titik (BH-. , perumusan yang digunakan adalah sebagai berikut: Kapasitas daya dukung tiang : Menghitung kapasitas dukung bore pile dari data SPT SPT, melibatkan penerapan Standar Penetration Test (SPT), di mana suatu alat yang disebut spoon split dimasukkan ke dalam tanah. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menghitung kepadatan relatif . elative JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 Qult = Qb Qs-Wp E-ISSN 2715-842X Qs = Kapasitas daya dukung selimut tiang . Qb = Kapasitas daya dukung ujung . Wp = Berat sendiri dari tiang . Dimana : Qult = Kapasitas daya dukung tiang pondasi Gambar 4 FZ gaya vertical maksimum Kapasitas daya dukung ujung pondasi bore pile . nd bearin. Metode OAoNeil dan Reese . Qb = Qs = 2 Dimana : = Panjang lapisan tanah = Keliling tiang, m. N-SPT = Nilai N-SPT ujung tiang Dimana : Ab = Luas dasar tiang bore Fb = Tahanan ujung neto per satuan luas . Kapasitas dukung ijin tiang dapat dihitung dengan rumus berikut. Qall = N60 = Nilai N-SPT rata-rata antara ujung bawa tiang bor sampai 2 db dibawanya. Tidak perlu koreksi terhadap Overburden = diameter ujung bawa tiang bor . = tegangan referensi = 100 kPa Keterangan: Qall = Kapasitas dukung ijin tiang Qu = Kapasitas dukung ultimit tiang SF = Nilai Safety Factor (SF = . Kontrol kapasitas dukung pondasi tiang beban SLS = 1,1D 1,0L (SF = . Daya dukung selimut bore pile (Reese & Wright, 1. Perhitungan daya dukung pondasi pada kedalaman 10 m, dan 14 m pada titik BH-1. Data Bore Pile: JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 Diameter Tiang bore: D1 = 0,5 m D2 = 0,6 m D3 = 0,8 m Pada kedalaman 10 m Qs = 2 D1 = 2 22 1,57 10 = 690,80 kN = 70,44 ton D2 = 2 22 1,884 10 =828,96 kN = 84,53 ton D3 = 2 22 2,512 10 = 1105,28kN = 112,71 ton Tabel 1 Nilai pukulan N-SPT Kedalaman . Nilai N . N) 2,00 - 2,45 4,00 - 4,45 6,00 - 6,45 8,00 - 8,45 10,00 - 10,45 12,00 - 14,45 14,00 - 14,45 E-ISSN 2715-842X Berat sendiri dari tiang (W. D1 = 47,100 kN = 4,80 ton D2 = 67,824 kN = 6,92 ton D3 = 120,576 kN = 12,30 ton Kapasitas daya dukung tiang pondasi (Qul. Qult = Qb Qs -Wp D1 = 22,45 70,44 Ae 4,80 = 88,09 ton D2 = 32,33 84,53 Ae 6,92 = 109,95 ton D3 = 57,48 112,71 Ae 12,30 = 157,89 ton N-SPT = 22 kN = 10 m Luas dasar tiang bore (A. Ab = D1 = 0,19625 m2 D2 = 0,2826 m2 D3 = 0,5024 m2 Kapasitas dukung ijin tiang (Qal. Qall = D1 = Er = 100 kN/m2 N60 = N-SPTterkoreksi = 0,85 x 22 = 18,7 Panjang Tiang = 14 m fb = 0,60Er N60 = 0,6 x 100 x 18,7 = 1122 kN/m2 Tabel 2 Nilai pukulan N-SPT Kedalaman . Nilai N 2,00 - 2,45 4,00 - 4,45 6,00 - 6,45 8,00 - 8,45 10,00 - 10,45 12,00 - 14,45 14,00 - 14,45 Kapasitas daya dukung ujung (Q. Qb = D1 = 0,19625 m2 x 1122 kN/m2 = 220,19 kN = 22,45 ton D2 = 0,2826 m2 x 1122 kN/m2 = 317,08 kN= 32,33 ton D3 = 0,5024m 2 x 1122 kN/m2 =563,69 kN = 57,48 ton N-SPT = 24 kN Li = 14 Keliling bore pile (P) = A x D D1 = A x 0,5 m = 1,57 m D2 = A x 0,6 m = 1,884 m D3 = A x 0,6 m = 2,512 m Luas dasar tiang bore (A. Ab = D1 = 0,19625 m2 D2 = 0,2826 m2 Daya dukung selimut tiang (Q. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 D3 = 0,5024m2 E-ISSN 2715-842X = 1266,05 kN = 129,10 ton D3 = 2 24 2,512 14 = 1688,06 kN = 172,14 ton Er = 100 kN/m2 N60 = N-SPTterkoreksi = 0,85 x 24 = 20,4 Berat sendiri dari tiang (W. = 65,940 kN = 6,72 ton = 94,954 kN = 9,68 ton = 168,806 kN = 17,21 ton fb = 0,60Er N60 = 0,6 x 100 x 20,4 = 1224 kN/m2 Kapasitas daya dukung ujung (Q. Qb = D1 = 0,19625 m2 x 1224 kN/m2 = 240,21 kN = 24,49 ton D2 = 0,2826 m2 x 1224 kN/m2 = 345,90 kN= 35,27 ton D3 = 0,5024m 2 x 1224 kN/m2 = 614,94 kN = 62,71 ton Kapasitas daya dukung tiang pondasi (Qul. Qult = Qb Qs - Wp D1 = 24,49 107,58 - 6,72 = 125,36 ton D2 = 35,27 129,10 - 9,68 = 154,69 ton D3 = 62,71 172,14 - 17,21 = 217,63 ton Kapasitas dukung ijin tiang (Qal. Qall = Daya dukung selimut tiang (Q. D1 = 2 24 1,57 14 = 1055,04 kN = 107,58 ton D2 = 2 24 1,884 14 Tabel 3 Hasil perhitungan daya dukung ujung dan selimut tiang pondasi bore pile Pasir Lempung Kedalaman . Diameter . N-SPT Qb . Qs . Qp . Qs . 22,453 70,442 32,333 84,531 57,481 112,708 24,495 107,58 35,272 129,10 62,706 172,14 Qult = Qb Qs-Wp Menghitung Kapasitas Dukung Tiang Pancang Dari Data SPT Perhitungan daya dukung tiang pancang dari data SPT pada tanah pasir menggunakan Mayerhoff menghitung tahanan ujung tiang, dan metode Us Army Corps untuk menghitung tahanan gesek tiang, data diambil pada titik (BH-. , perumusan yang digunakan adalah sebagai Kapasitas daya dukung tiang : Dimana : Qult = Kapasitas daya dukung tiang pondasi Qs = Kapasitas daya dukungselimut tiang. Qb = Kapasitas daya dukung ujung . Wp = Berat sendiri dari tiang . Metode Meyerhof . , korelasi daya dukung tiang dengan hasil uji SPT yang diusulkan oleh Meyerhof berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pada pondasi tiang pancang yang tertanam pada tanah JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X Qs = As x fs Tahanan Ujung Tiang (Q. (Menurut Meyerho. (Tanah Pasi. Qb = Ab x fb Dimana : As = Luas selimut tiang fs = Tahanan gesek Dimana: Ab = Luas Penampang Ujung Tiang Bor . mA) fb = Tahanan Ujung Satuan . g/cmA) fb = Pb x Nq Pb = Kapasitas Dukung Ijin Tiang (Qal. dapat dihitung dengan rumus berikut. Qall = . Keterangan: Qall = Kapasitas dukung ijin tiang Qu = Kapasitas dukung ultimit tiang SF = Nilai Safety Factor (SF = . Kontrol kapasitas dukung pondasi tiang beban SLS = 1,1D 1,0L (SF = . DataTiang Pancang Panjang Tiang = 10 m Diameter Tiang: D1 = 0,5 m D2 = 0,6 m D3 = 0,8 m N-SPT = 22 (Pasir Sedan. Grafik 5 Korelasi N-SPT terhadap nilai I Luas Penampang Ujung Tiang pancang Ab = = 0,196 mA = 0,283 mA = 0,502 mA fb = Pb x Nq Pb = = . ,4 Ae . = 74 kN/mA . erdasarkan grafik 1 dan . Nq = 100 Grafik 6 Hubungan antara sudut gesek dengan Nc * . Nq * (Meyerhof, 1. fb = Pb x Nq = 74 kN/mA x 100 = 7400,000 kN/mA = 754,578 ton Tahanan Gesek Tiang (Q. (Menurut US Army Corp. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 Tahanan Ujung Tiang (Q. (Menurut Meyerho. (Tanah Pasi. Qb = Ab x fb = 0,196 x 754,578 = 148,086 ton = 0,283 x 754,578 = 213,244 ton = 0,502 x 754,578 = 379,100 ton E-ISSN 2715-842X D2 = 0,6 D3 = 0,8 N-SPT = 24 (Pasir Sedan. Luas Penampang Ujung Tiang Bor = 0,196 m2 D1 = 0,283 m2 D2 = 0,502 m2 D3 fb = Pb x Nq Pb = = . ,4 Ae . = 103,5 33A, =0,4 . erdasarkan grafik 1 dan . Nq = 100 fb = Pb x Nq = 243,6 kN/mA x 100 = 10360 kN/mA = 1056,409 ton Tahanan Ujung Tiang (Q. (Menurut Meyerho. (Tanah Pasi. Qb = Ab x fb = 0,196 x 1056,409 = 207,320 ton = 0,283 x 1056,409 = 298,541 ton = 0,502 x 1056,409 = 530,740 ton QS = As x fs As = = 21,980 m2 D1 = 26,376 m2 D2 = 35,168 m2 D3 = 0,4 x 103,6 = 41,440 kN/mA = 4,226 ton Tahanan Gesek Tiang (Q. (Menurut US Army Corp. = As x fs D1 = 21,980 m2 x 4,226 ton = 92,88 ton D2 = 26,376 m2 x 4,226 ton = 111,46 ton D3 = 35,168 m2 x 4,226 ton = 148,61 ton Berat sendiri dari tiang (W. = 65,940 kN = 6,72 ton = 94,954 kN = 9,68 ton = 168,806 kN = 17,21 ton As = = 15,700 mA D1 = 18,840 mA D2 = 25,120 mA D3 = 0,4 x 74 = 29,600 kN/mA = 3,018 ton Tahanan Gesek Tiang (Q. (Menurut US Army Corp. QS = As x fs D1 =15,700 mA x 3,018 ton = 47,39 ton D2 = 18,840 m2 x 3,018 ton = 56,86 ton D3 = 25,120 m2 x 3,018 ton = 75,82 ton Berat sendiri dari tiang (W. = 47,100 kN = 4,80 ton = 67,824 kN = 6,92 ton = 120,576 kN = 12,30 ton Kapasitas dukung ultimit tiang (Q. = Qb Qs - Wp = 148,086 47,39 - 4,80 = 190,671ton = 213,244 56,86 - 6,92 = 263,193 ton = 379,100 75,82 - 12,30 = 442,625 ton Kapasitas dukung ijin tiang (Qal. Qall = D1 = D2 = D3 = DataTiang Pancang Panjang Tiang = 14 m Diameter Tiang: D1 = 0,5 JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 Kapasitas dukung ultimit tiang (Q. = Qb Qs - Wp D1 = 207,320 92,88 - 6,72 = 293,476 ton D2 = 298,541 111,46 - 9,68 = 400,314 ton D3 = 530,740 148,61 - 17,21 = 662,134 ton E-ISSN 2715-842X Kapasitas dukung ijin tiang (Qal. Qall = Tabel 4 Hasil perhitungan daya dukung ujung dan selimut tiang pondasi tiang pancang Pasir Lempung Kedalaman . Diameter . N-SPT Qb . Qs . Qp . Qs . 148,086 47,387 213,244 56,865 379,100 75,820 207,320 92,88 298,541 111,46 530,740 148,61 Menghitung kebutuhan jumlah Tiang . Untuk menentukan jumlah tiang yang akan dipasang didasarkan beban yang bekerja pada pondasi dan kapasitas dukung ijin tiang, maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut. Dimana : N = Jumlah tiang = Gaya yang bekerja Qall = Kapasitas dukung ijin tiang tunggal Tabel 6 Jumlah Tiang Tunggal kedalaman 10 m Node (Cas. Qalt Single Pile Fz . 62/ 58 (C) 193,415 68/ 58 (C) 217,457 90/ 58 (C) 200,016 98/ 58 (C) 213,348 58 (C) 196,113 npile (Fz/Qal. Bor Pile Tiang Pancang Bore Pile Tiang Pancang 29,36 36,65 52,63 29,36 36,65 52,63 29,36 36,65 52,63 29,36 36,65 52,63 29,36 36,65 52,63 63,56 87,73 147,54 63,56 87,73 147,54 63,56 87,73 147,54 63,56 87,73 147,54 63,56 87,73 147,54 6,59 5,28 3,67 7,41 5,93 4,13 6,81 5,46 3,80 7,27 5,82 4,05 6,68 5,35 3,73 3,04 2,20 1,31 3,42 2,48 1,47 3,15 2,28 1,36 3,36 2,43 1,45 3,09 2,24 1,33 JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X Tabel 5 Beban gaya vertical pada RSAP untuk beban SLS 1,0 D 1,0 LL N o d e /C as e F X . N) F Y . N) F Z . N) 1/ 58 (C ) 3/ 58 (C ) 5/ 58 (C ) 7/ 58 (C ) 9/ 58 (C ) 26/ 58 (C ) 28/ 58 (C ) 30/ 58 (C ) 32/ 58 (C ) 34/ 58 (C ) 36/ 58 (C ) 38/ 58 (C ) 40/ 58 (C ) 42/ 58 (C ) 44/ 58 (C ) 46/ 58 (C ) 48/ 58 (C ) 50/ 58 (C ) 52/ 58 (C ) 54/ 58 (C ) 58/ 58 (C ) 11,61 -10,06 12,11 -3,69 -11,81 4,54 5,43 -3,14 -16,03 0,24 -11,52 10,09 -2,82 2,97 -11,19 -10,65 -11,79 -9,76 -3,26 3,76 4,59 8,79 8,57 27,05 17,37 19,95 20,03 12,01 22,16 25,45 3,56 4,69 2,82 2,82 -9,43 11,61 -6,38 -2,54 -18,6 606,44 652,27 1002,38 987,72 1458,11 1514,13 1613,37 1364,47 1308,41 1652,31 598,09 642,72 118,24 118,11 1097,08 1010,24 597,39 1865,81 -6,01 -7,24 -12,68 -35,52 -12,26 -39,02 -26,21 -29,17 -29,25 -19,44 -32,63 -37,23 -5,62 -7,27 -4,04 -4,04 11,39 -16,6 8,01 2,92 22,17 15,87 -13,11 16,66 -4,34 -16,22 1,17 7,68 -3,92 -21,08 17,08 -0,22 -15,61 13,29 -3,67 3,97 -15,31 -14,61 -16,05 -13,18 -4,72 -0,02 -0,01 -0,04 -0,05 0,03 -0,02 -0,12 0,16 -0,09 0,47 -0,27 0,04 0,05 0,04 0,02 -0,04 0,06 -0,07 0,01 -0,1 0,03 60/ 58 (C ) 62/ 58 (C ) 64/ 58 (C ) 66/ 58 (C ) 68/ 58 (C ) 72/ 58 (C ) 74/ 58 (C ) 76/ 58 (C ) 80/ 58 (C ) 82/ 58 (C ) 84/ 58 (C ) 86/ 58 (C ) 88/ 58 (C ) 90/ 58 (C ) 92/ 58 (C ) 94/ 58 (C ) 96/ 58 (C ) 98/ 58 (C ) 100/ 58 (C ) 102/ 58 (C ) 104/ 58 (C ) 106/ 58 (C ) 108/ 58 (C ) 110/ 58 (C ) 112/ 58 (C ) 114/ 58 (C ) 116/ 58 (C ) 118/ 58 (C ) 120/ 58 (C ) 122/ 58 (C ) 124/ 58 (C ) 126/ 58 (C ) 128/ 58 (C ) 130/ 58 (C ) 132/ 58 (C ) 134/ 58 (C ) 136/ 58 (C ) 138/ 58 (C ) 160/ 58 (C ) 162/ 58 (C ) 164/ 58 (C ) 356/ 58 (C ) -6,12 -10,32 -0,97 6,53 -2,63 -4,05 -5,5 8,86 13,06 -18,68 -20,21 11,92 17,75 9,49 -6,31 -1,63 7,05 3,51 0,29 -2,38 14,29 14,56 12,78 3,11 2,01 4,93 -11,26 2,61 4,68 0,77 2,28 -2,27 -2,14 0,05 -2,05 -1,86 25,62 -19,53 -8,01 -13,83 55,53 -69,74 -11,59 35,23 -35,09 -13,83 20,42 -17,37 -19,44 -17,41 41,16 -17,27 52,58 -19,15 23,61 -14,02 10,87 -8,05 -2,56 -6,39 -6,87 -18,14 -64,85 -49,86 -8,51 -9,1 2,25 -8,66 2,27 -8,41 -1,23 -9,11 -5,6 1917,45 1896,78 1175,78 1681,76 2132,56 1894,58 1554,71 1601,07 1560,45 1886,51 1878,38 1693,13 1961,52 1860,09 1911,12 1598,91 2092,26 1714,04 1923,24 1890,52 1151,92 1164,61 585,14 1006,48 1160,92 1781,13 1904,44 1517,16 1080,63 506,97 1097,38 739,84 1050,210 742,890 1003,320 597,05 430,68 -36,61 25,08 9,88 14,95 -77,47 12,58 -49,76 46,53 17,05 -31,84 18,76 24,47 -47,24 18,68 -57,45 20,38 -73,53 22,08 -34,3 15,72 -15,84 9,33 7,88 8,01 66,43 11,19 -3,81 10,81 -3,81 10,49 1,44 11,96 7,36 -8,56 -14,04 -1,41 -3,8 -5,38 -7,44 11,78 17,71 -24,77 -26,86 -6,72 16,44 24,57 13,55 -7,9 -1,66 10,34 5,53 1,25 -2,39 19,73 20,06 11,06 17,72 4,74 3,46 7,49 -14,61 3,76 6,45 1,29 3,21 -2,8 -2,77 0,28 -2,69 -2,45 -0,02 0,02 -0,05 -0,02 -0,09 0,03 0,06 0,15 -0,08 -0,17 -0,18 0,06 0,13 0,13 -0,09 -0,07 -0,02 -0,02 -0,02 -0,06 0,05 -0,07 -0,02 0,050 -0,060 0,060 -0,17 0,15 0,13 -0,01 -0,06 0,020 0,080 -0,110 -0,07 0,01 78367,64 78367,64 -78367,64 -102,56 12,75 -0,13 0,02 0,02 C ase 58 (C ) S um of v al. S um of reac. S um of forc. C heck v al. P recision S L S 2 = 1,0 D L 1,0 L L 2E -06 1E -16 M X . Nm ) M Y . Nm ) M Z . N m ) JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X Tabel 7 Jumlah Tiang Tunggal kedalaman 14 m Qalt Single Pile No kolom/ Node (Cas. Fz . 62/ 58 (C) 193,415 68/ 58 (C) 217,457 90/ 58 (C) 200,016 98/ 58 (C) 213,348 102/ 58 (C) 196,113 Bor Pile Tiang Pancang 41,79 51,56 72,54 41,79 51,56 72,54 41,79 51,56 72,54 41,79 51,56 72,54 41,79 51,56 72,54 97,83 133,44 220,71 97,83 133,44 220,71 97,83 133,44 220,71 97,83 133,44 220,71 97,83 133,44 220,71 N pile (Fz/Qal. Bore Tiang Pile Pancang 4,63 1,98 3,75 1,45 2,67 0,88 5,20 2,22 4,22 1,63 3,00 0,99 4,79 2,04 3,88 1,50 2,76 0,91 5,11 2,18 4,14 1,60 2,94 0,97 4,69 2,00 3,80 1,47 2,70 0,89 Gambar 7 Letak case colom pada pondasi software Autodesk Robot Structural Analysis Profressional (RSAP) 2024 Analysis perbandingan daya dukung izin pondasi bore pile dan tiang pancang pada kedalaman 10 m dan 14 pada tabel berikut: Jadi daya dukung izin pondasi tiang pancang lebih besar dari daya dukung izin pondasi bore pile. Tabel 8 Analysis perbandingan daya dukung izin Kedalaman Diameter Bor Pile Tiang Qall Pancang Qall 29,36 63,56 36,65 87,73 52,63 147,54 41,79 97,83 51,56 133,44 72,54 220,71 JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X kedalaman lebih dalam. Peningkatan diameter KESIMPULAN Dari perhitungan dan pembahasan sebelumya pada tiang pancang juga meningkatkan kapasitas dapat disimpulkan sebagai berikut: Analysis dukungnya, hal ini didukung oleh studi oleh Yelvi pembebanan menggunakan software Robot et al. yang menunjukkan bahwa diameter Structure Analysis Profeional diketahui diketahui yang lebih besar berpengaruh signifikan terhadap gaya vetikal maksimum untuk beban SLS sebesar kapasitas dukung pondasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, seperti Reese & Wright dan 2132,56 kN = 217,457 ton Mengetahui kapasitas dukung podasi borepile OAoNeil & Reese, terbukti memberikan hasil yang menggunakan metode Reese & Wright dan OAoNeil konsisten dan dapat diandalkan, sejalan dengan dan Reese pada kedalaman 10 m dan 14 m temuan Warman . dalam penelitiannya yang diperoleh nilai kapasitas dukung ultimit: untuk juga menggunakan pendekatan serupa. Secara pondasi bore pile, kedalaman 10 m . iameter 0,5 keseluruhan, penelitian ini menguatkan bahwa m: 88,09 ton. 0,6 m: 109,95 ton. 0,8 m: 157,89 to. tiang pancang lebih unggul dalam hal kapasitas dan kedalaman 14 m diameter . ,5 m: 125,364 ton. dukung dan efisiensi pada kondisi tertentu, 0,6 m: 154,69 ton. 0,8 m: 217,63 to. Sementara sebagaimana ditemukan dalam penelitian oleh itu, untuk pondasi tiang pancang, kapasitas dukung Sudarma et al. , yang juga menunjukkan ultimit pada kedalaman 10 m diameter . ,5 m: bahwa tiang pancang lebih efektif pada kedalaman 190,671 ton. 0,6 m: 263,193 ton. 0,8 m: 442,625 yang lebih besar. dan pada kedalaman 14 m diameter . ,5 m: 293,476 ton. 0,6 m: 403,314 ton. 0,8 m: 662,134 UCAPAN TERIMAKASIH Mengetahui kapasitas dukung izin podasi bore Terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat pile dan tiang pancang pada kedalaman 10 m dan proses penulisan jurnal ini terlebih khusus 14 m, daya dukung izin untuk pondasi bore pile kedalaman 10 m diameter . ,5 m. 29,364 ton, 0,6 untuk bapak Zainul Faizien Haza, dan bapak 36,649 ton, 0,8 m. 52,631 to. , 14 m diameter Angga Darmawan. yang selalu membimbing dan . ,5 m. 41,785 ton, 0,6 m. 51,564 ton, 0,8 m. membantu proses pengerjaan jurnal ini sehingga 72,543 to. , daya dukung izin untuk pondasi tiang jurnal ini dapat diselesaikan. pancang kedalaman 10 m diameter . ,5 m. 63,557 ton, 0,6 m. 87,731 ton, 0,8 m. 147,542 to. , 14 m DAFTAR PUSTAKA