Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/1. FAKTOR KEBERHASILAN KELOMPOK ANKUBAS DI PALEMBANG, SUMATERA SELATAN: STUDI KASUS PADA INOVASI ECENG GONDOK Haikal Mubarok1. Asty Ananda2. Asiah Nurrahmah3. Siti Rachmi Indahsari4. Ahmad Adi Suhendra5 1Program Studi Teknik Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya 2Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya 3Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya 4,5PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i Plaju *e-mail: haikakhun@gmail. com1, astyananda0917@gmail. Abstrak Kelompok minat khusus seperti Ankubas memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal. Namun, banyak kelompok serupa yang menghadapi tantangan keberlanjutan karena lemahnya kepemimpinan, partisipasi rendah, dan kurangnya dukungan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keberhasilan kelompok Ankubas, yang memanfaatkan eceng gondok sebagai produk bernilai ekonomis. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan empat faktor kunci keberhasilan: kepemimpinan visioner, partisipasi aktif anggota, komunikasi yang efektif, dan dukungan Inovasi seperti Eco Pillow meningkatkan pendapatan anggota hingga 30% dan mengurangi limbah eceng gondok di Sungai Musi sebesar 15%. Studi ini menawarkan rekomendasi praktis untuk pembentukan kelompok minat serupa. Kata kunci: Eceng Gondok. Kelompok Ankubas. Inovasi Lokal. Kepemimpinan. Partisipasi Abstract Special interest groups such as Ankubas have great potential in empowering communities based on local resources. However, many similar groups face sustainability challenges due to weak leadership, low participation, and lack of external support. This study aims to analyze the success factors of the Ankubas group, which utilizes water hyacinth as an economically valuable product. With a qualitative approach based on case studies, data is collected through interviews, participatory observations, and document analysis. Results show four key factors of success: visionary leadership, active participation of members, effective communication, and external support. Innovations such as Eco Pillow increase member income by 30% and reduce water hyacinth waste in the Musi River by 15%. The study offers practical recommendations for the formation of similar interest groups. Keywords: Water Hyacinth. Ankubas Group. Local Innovation. Leadership. Participation PENDAHULUAN Pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis merupakan salah satu strategi inovatif dalam pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal (Putri et al. , 2. Salah satu limbah yang berlimpah namun belum optimal dimanfaatkan adalah eceng gondok (Eichhornia crassipe. , gulma air yang mendominasi perairan seperti Sungai Musi di Palembang. Sumatera Selatan. Eceng gondok kerap dianggap pengganggu karena pertumbuhannya yang cepat dan menjadi salat satu penyebab penyumbatan aliran air dan menurunkan kualitas lingkungan (Santosa dan Arifin, 2. Kelompok Ankubas (Anak Kreatif untuk Bangs. merupakan komunitas pemuda di Kelurahan Talang Putri. Kecamatan Plaju, yang berinisiatif mengubah eceng gondok menjadi produk kreatif seperti Eco Pillow, tas, dan kerajinan tangan lainnya. Ankubas pada awalnya menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya manajemen organisasi, minimnya sumber daya dan dukungan teknis, serta belum adanya sistem komunikasi dan koordinasi yang Masalah ini umum terjadi pada kelompok-kelompok minat lokal yang belum memiliki fondasi kelembagaan yang kuat (Jambak et al. , 2. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/1. Di sisi lain, keberhasilan beberapa komunitas dalam mengembangkan inovasi lokal berbasis limbah menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kepemimpinan visioner, partisipasi aktif, dan jejaring dukungan eksternal memiliki kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan dan efektivitas kelompok (Aini et al. , 2. Keberhasilan kelompok ankubas dalam mempertahankan eksistensi dan semangat anggota tetap sama menjadikan sebuah peluang untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana kelompok Ankubas membangun model keberhasilannya. Temuan ini juga diperkuat oleh studi dari Fernando et al. yang menunjukkan bagaimana penguatan kapasitas organisasi masyarakat berbasis sumber daya lokal dapat meningkatkan inovasi dan ketahanan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor keberhasilan kelompok Ankubas dalam menciptakan nilai ekonomis dari limbah eceng gondok, dengan pendekatan studi kasus kualitatif yang mendalam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan kelompok minat khusus lainnya di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Metode pendekatan kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena secara sistematis dan faktual berdasarkan data non-numerik, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, untuk memahami makna, proses, dan perspektif subjek yang diteliti (Yuliani, 2. Metode kualitatif deskriptif yang tujuan utamanya mencob memperoleh Gambaran yang lebih mendalam serta pemahaman yang holistik atau menyeluruh (Yusanto, 2. Pendekatan ini digunakan untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika internal dan eksternal kelompok Ankubas dalam mengembangkan produk inovatif berbahan dasar eceng gondok di Kelurahan Talang Putri. Kecamatan Plaju. Kota Palembang. Penelitian dilaksanakan di Workshop Eceng Gondok Research & Creative Center (ERCC) milik kelompok Ankubas di Kelurahan Talang Putri. Kecamatan Plaju. Kota Palembang. Provinsi Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung selama tiga bulan, dari Juli hingga September 2024. Teknik Pengumpulan Data: Wawancara Mendalam: Dilakukan dengan anggota kelompok dan pemangku kepentingan untuk menggali informasi tentang peran, tantangan, dan kontribusi mereka dalam kelompok. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur terhadap informan utama, yang terdiri dari: A Ketua kelompok (Reksotrion. sebagai aktor kunci kepemimpinan. A 6 anggota aktif kelompok Ankubas, dan A Perwakilan dari komunitas sekitar. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menggali secara mendalam peran, tantangan, pengalaman, serta kontribusi mereka dalam proses produksi, manajemen organisasi, dan pengembangan produk inovatif dari eceng gondok. Observasi Partisipatif: Peneliti terlibat langsung dalam beberapa aktivitas kelompok untuk memahami dinamika sosial dan proses produksi. Peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan harian kelompok, antara lain: A Proses panen dan pengeringan eceng gondok. A Pembuatan produk Eco Pillow dan kerajinan tangan. A Rapat internal kelompok. A Kegiatan promosi melalui media sosial dan pameran lokal. Observasi dicatat dalam catatan lapangan . ield note. untuk memahami interaksi sosial, pembagian kerja, dan dinamika pengambilan keputusan di dalam kelompok. Analisis Dokumen dan Arsip: Data tambahan diperoleh dari catatan rapat, laporan kegiatan, dan dokumentasi kelompok. Dokumen yang dianalisis meliputi: A Catatan rapat dan notulensi kegiatan. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) A A A A Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/1. Arsip laporan kegiatan kelompok. Dokumentasi visual . oto, vide. Publikasi media sosial milik kelompok (Instagra. Sertifikat penghargaan atau pengakuan eksternal. Teknik Analisis Data: Transkripsi dan Kodifikasi: Seluruh hasil wawancara direkam dan ditranskripsi secara Data hasil observasi dan dokumentasi juga dirangkum. Data kemudian direduksi untuk memilih informasi yang relevan dengan fokus penelitian, yaitu faktor-faktor keberhasilan kelompok Ankubas. Kategorisasi: Data yang telah direduksi dikodifikasi menjadi unit-unit makna. Proses ini menggunakan pendekatan tematik, di mana kode-kode dikelompokkan ke dalam kategori A Kepemimpinan. A Partisipasi anggota. A Komunikasi internal-eksternal. A Dukungan pemangku kepentingan. A Inovasi produk dan dampak lingkungan. Interpretasi Data: Data yang telah dikategorisasi kemudian dianalisis dengan metode analisis interaktif model Miles dan Huberman, yang meliputi tiga komponen: reduksi data, penyajian data . alam bentuk matriks dan naras. , dan penarikan kesimpulan. Triangulasi: Data dari berbagai sumber diverifikasi untuk meningkatkan validitas dan Untuk meningkatkan validitas data, dilakukan triangulasi sumber dan teknik: A Triangulasi sumber: membandingkan informasi dari ketua, anggota, dan mitra eksternal. A Triangulasi teknik: menggabungkan hasil wawancara, observasi, dan dokumen. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kelompok Ankubas Kelompok Ankubas (Anak Kreatif untuk Bangs. merupakan komunitas pemuda di Kelurahan Talang Putri. Kecamatan Plaju. Kota Palembang, yang berdiri pada tahun 2020. Komunitas ini digagas oleh Reksotriono, seorang tokoh lokal yang memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat di sekitar Sungai Musi. Kelompok ini berfokus pada pengolahan limbah eceng gondok menjadi produk bernilai jual seperti Eco Pillow, tas, dan P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/1. kerajinan tangan lainnya. Keberhasilan kelompok ini menarik perhatian masyarakat dan pemangku kepentingan karena mampu mengubah persepsi negatif terhadap eceng gondok dari gulma pengganggu menjadi bahan baku inovatif dan ramah lingkungan. Faktor-Faktor Keberhasilan Kelompok Ankubas Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada keberhasilan Kelompok Ankubas, yaitu: Kepemimpinan yang Visioner: Peran pemimpin kelompok. Reksotriono, sangat menentukan arah dan keberhasilan kelompok. Ia tidak hanya bertindak sebagai inisiator, tetapi juga sebagai fasilitator, mentor, dan motivator. Salah satu bukti konkret adalah penyediaan lahan pribadi di samping rumahnya untuk dijadikan Workshop Eceng Gondok Research & Creative Center (ERCC). Beliau juga membangun jejaring dengan pihak eksternal, seperti Dosen Teknik Pertanian Universitas Sriwijaya, guna mengembangkan teknologi pencacah eceng gondok yang lebih efisien. Kepemimpinan ini terbukti inklusif, karena membuka ruang bagi anggota untuk menyampaikan ide, berdiskusi, dan mengambil peran aktif dalam proses kelompok. Partisipasi Aktif Anggota: Anggota Kelompok Ankubas sangat aktif dalam kegiatan kelompok. Mereka memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap kelompok dan berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama. Keterlibatan langsung ini berdampak pada meningkatnya keterampilan teknis dan kreativitas, serta memperkuat solidaritas antar anggota. Mereka secara sukarela terlibat dalam setiap tahap, mulai dari: A Pengumpulan eceng gondok di Sungai Musi. A Pengeringan dan pengolahan bahan. A Proses produksi seperti menjahit dan merakit Eco Pillow. A Promosi dan pemasaran produk. Komunikasi yang Efektif: Kelompok Ankubas menerapkan sistem komunikasi internal yang terbuka dan terstruktur, melalui pertemuan rutin dan forum diskusi terbuka. Hal ini memungkinkan terjadinya pertukaran informasi secara cepat dan transparan. Selain itu, komunikasi eksternal juga berjalan efektif melalui pemanfaatan media sosial untuk promosi dan edukasi publik. Komunikasi dua arah ini memperkuat hubungan internal serta membangun kepercayaan dari masyarakat dan pemangku kepentingan. Dukungan dari Komunitas dan Pemangku Kepentingan Lainnya: Keberhasilan Ankubas juga tidak lepas dari dukungan eksternal, baik moral maupun material. Bentuk dukungan yang nyata antara lain: A Kolaborasi dengan dosen dan mahasiswa Universitas Sriwijaya dalam pengembangan alat produksi. A Dukungan pemerintah daerah, seperti pengakuan dari Bappeda Kota Palembang yang memberikan penghargaan sebagai juara 2 lomba inovasi masyarakat. A Respon positif masyarakat sekitar terhadap produk kelompok. A Dukungan ini membuka akses terhadap sumber daya teknis, finansial, dan jejaring pasar yang memperkuat keberlanjutan kelompok. Dinamika dan Efektivitas Kelompok Ankubas P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/1. Kelompok Ankubas memiliki dinamika yang positif dan efektif. Anggota kelompok saling bekerja sama dengan baik dan saling mendukung satu sama lain. Mereka memiliki rasa saling percaya yang tinggi dan selalu berusaha untuk menyelesaikan masalah bersama. Kelompok Ankubas juga memiliki sistem pengambilan keputusan yang demokratis dan transparan. Kelompok Ankubas telah mencapai beberapa efektivitas yang signifikan, yaitu: Mengembangkan produk-produk inovatif dari eceng gondok: Kelompok Ankubas telah mengembangkan beberapa produk inovatif dari eceng gondok, seperti bantal ramah lingkungan, tas, dan kerajinan tangan. Produk-produk ini telah mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak dan telah dipasarkan secara lokal dan nasional. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat eceng gondok: Kelompok Ankubas telah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat eceng gondok. Kegiatan-kegiatan ini telah membantu mengubah persepsi masyarakat tentang eceng gondok dari gulma yang tidak berguna menjadi bahan baku yang bernilai ekonomis. Memperkuat ekonomi lokal: Kelompok Ankubas telah menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan membantu meningkatkan pendapatan mereka. Kelompok ini juga telah membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar Sungai Musi. Identifikasi Faktor Keberhasilan Berdasarkan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada keberhasilan kelompok Ankubas telah diidentifikasi. Faktor-faktor ini meliputi: Kepemimpinan Visioner Kepemimpinan ketua kelompok yang visioner dari bapak Reksotriono, beliau telah memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan Ankubas. Reksotriono tidak hanya memberikan lahan di sebelah rumahnya untuk dijadikan Workshop Eceng Gondok Research & Creative Center (ERCC) tetapi juga secara aktif memotivasi dan mengarahkan anggota dalam berbagai kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan. Partisipasi Aktif Anggota Partisipasi aktif dari anggota kelompok, terutama remaja-remaja lokal, menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Ankubas. Anggota terlibat langsung dalam proses 'memanen' eceng gondok, mengolahnya menjadi produk inovatif seperti Eco Pillow, dan menjahit bantal ramah lingkungan tersebut. Komitmen dan antusiasme anggota ini mencerminkan rasa memiliki yang kuat terhadap kelompok. Komunikasi yang Efektif Ankubas mengimplementasikan komunikasi yang efektif baik secara internal maupun Pertemuan rutin dan diskusi terbuka memfasilitasi aliran informasi yang baik antar anggota, sementara promosi kegiatan kelompok melalui media sosial dan kerjasama dengan pihak luar meningkatkan visibilitas dan dukungan eksternal. Dukungan Komunitas dan Pemangku Kepentingan Dukungan yang kuat dari komunitas lokal serta kerjasama dengan pemangku kepentingan, seperti Dosen Teknik Pertanian Universitas Sriwijaya. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/1. telah memberikan sumber daya tambahan dan keahlian yang diperlukan untuk keberhasilan proyek-proyek kelompok. Pengakuan dari Bappeda kota Palembang dengan memenangkan juara 2 dalam kategori Masyarakat atas inovasi Eco Pillow juga memperkuat legitimasi dan semangat Analisis Dinamika Kelompok Dinamika kelompok Ankubas menunjukkan interaksi yang sinergis antara faktor-faktor internal dan eksternal yang mendukung keberhasilan mereka: Interaksi Kepemimpinan dan Partisipasi Kepemimpinan visioner dari Reksotriono berhasil memotivasi anggota untuk berpartisipasi Kepemimpinan yang inklusif dan terbuka terhadap ide-ide baru membuat anggota merasa dihargai dan termotivasi untuk memberikan kontribusi maksimal. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan Kerjasama dengan Dosen Teknik Pertanian Universitas Sriwijaya dalam menciptakan mesin pencacah eceng gondok menunjukkan pentingnya dukungan teknis dan ilmiah dari luar Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi proses produksi tetapi juga memperkaya pengetahuan dan keterampilan anggota. Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Penggunaan eceng gondok sebagai bahan utama produk inovatif menunjukkan kemampuan kelompok dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Hal ini tidak hanya mengatasi masalah lingkungan tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi Dampak Positif bagi Masyarakat Kelompok Ankubas tidak hanya berhasil secara internal, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar: Pemberdayaan Ekonomi Produk Eco Pillow dan kerajinan eceng gondok lainnya berhasil meningkatkan pendapatan anggota kelompok hingga 30%. Produk telah dipasarkan secara lokal dan beberapa kali ditampilkan dalam pameran kewirausahaan dan lingkungan, membuka peluang usaha baru bagi Pelestarian Lingkungan Pemanfaatan eceng gondok yang merupakan gulma di Sungai Musi membantu mengurangi pencemaran air dan menjaga ekosistem lokal. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok dapat berdampak positif terhadap lingkungan. Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku produksi berhasil mengurangi limbah tanaman air sebesar 15% di kawasan Sungai Musi. Inisiatif ini memberi kontribusi nyata dalam mengatasi pencemaran air dan menjaga kelestarian ekosistem lokal. Pengembangan Keterampilan Kegiatan kelompok Ankubas telah meningkatkan keterampilan teknis dan kreatif anggota, terutama remaja setempat. Pelatihan dan keterlibatan langsung dalam proses produksi membantu anggota memperoleh keterampilan baru yang berguna untuk masa depan mereka. Ankubas menciptakan ruang edukasi dan pemberdayaan bagi pemuda lokal. Mereka memperoleh keterampilan baru yang berguna untuk masa depan, seperti menjahit, manajemen produksi, dan Pembahasan P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/1. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kelompok Ankubas adalah contoh yang baik dari kelompok minat khusus yang berhasil di Indonesia. Keberhasilan kelompok ini dapat diatribusikan kepada beberapa faktor kunci, yaitu kepemimpinan yang visioner, partisipasi aktif anggota, komunikasi yang efektif, dan dukungan dari komunitas dan pemangku kepentingan Temuan penelitian ini juga memiliki beberapa implikasi penting bagi pengembangan kelompok minat khusus di Indonesia. Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang visioner sangat penting bagi keberhasilan kelompok minat khusus. Pemimpin kelompok harus memiliki visi yang jelas dan inspiratif, serta kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk memotivasi anggota dan mencapai tujuan bersama. Kedua, penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif anggota sangat penting bagi keberhasilan kelompok minat khusus. Anggota kelompok harus memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap kelompok dan berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama. Ketiga, penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif sangat penting bagi keberhasilan kelompok minat khusus. Anggota kelompok harus saling terbuka dan jujur satu sama lain, dan mereka harus selalu berusaha untuk menyelesaikan masalah Keempat, penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan dari komunitas dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting bagi keberhasilan kelompok minat khusus. Kelompok harus mampu membangun hubungan yang baik dengan komunitas dan pemangku kepentingan lainnya, dan mereka harus mampu memanfaatkan sumber daya dan peluang yang tersedia untuk mencapai tujuan mereka. Kontribusi Teoretis Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur mengenai kelompok minat khusus di Indonesia. Temuan ini mendukung dan memperluas teori-teori sebelumnya tentang faktor keberhasilan kelompok, seperti yang diungkapkan oleh Smith et al. dan Jambak et . Penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang visioner, partisipasi aktif anggota, komunikasi yang efektif, serta dukungan dari komunitas dan pemangku kepentingan sebagai faktor kunci keberhasilan. Implikasi Praktis Berdasarkan temuan penelitian, beberapa rekomendasi praktis dapat diberikan untuk mendukung pembentukan dan pengelolaan kelompok minat khusus lainnya: Pengembangan Kepemimpinan Kelompok minat khusus perlu mengembangkan kepemimpinan yang visioner dan inklusif untuk memotivasi anggota dan mengarahkan kegiatan kelompok ke arah yang positif. Peningkatan Partisipasi Anggota Meningkatkan partisipasi aktif anggota melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan dan pengambilan keputusan dapat meningkatkan rasa memiliki dan komitmen terhadap kelompok. Peningkatan Komunikasi Implementasi komunikasi yang efektif, baik internal maupun eksternal, sangat penting untuk memastikan aliran informasi yang lancar dan membangun hubungan yang kuat dengan komunitas dan pemangku kepentingan. Kerjasama dan Dukungan Eksternal Membangun kerjasama dengan pemangku kepentingan, seperti institusi pendidikan, pemerintah, dan organisasi lain, dapat menyediakan sumber daya tambahan dan dukungan teknis yang diperlukan. Limitasi Penelitian dan Saran untuk Penelitian Mendatang Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, terdapat beberapa limitasi yang perlu diperhatikan: Generalisasi Temuan P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/1. Hasil penelitian ini mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasikan ke kelompok minat khusus lain di Indonesia atau di luar konteks lokal Palembang. Durasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang mungkin tidak mencakup semua dinamika kelompok yang berkembang seiring waktu. Studi longitudinal mungkin diperlukan untuk memahami dinamika kelompok dalam jangka panjang. Untuk penelitian mendatang, disarankan untuk melakukan studi komparatif dengan kelompok minat khusus lain di berbagai daerah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin unik atau universal. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan sampel yang lebih besar dapat memberikan generalisasi temuan yang lebih luas. KESIMPULAN Hasil yang didapatkan selama di lapangan kepemimpinan yang visioner dan inklusif dari ketua kelompok. Reksotriono, memainkan peran penting dalam keberhasilan Ankubas. Kepemimpinan yang efektif mampu memotivasi anggota, mengarahkan kegiatan, dan menciptakan visi bersama yang jelas. Partisipasi aktif dari anggota kelompok, terutama remajaremaja lokal, merupakan faktor kunci dalam keberhasilan Ankubas. Anggota yang terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kelompok menunjukkan komitmen dan rasa memiliki yang Komunikasi yang baik, baik internal maupun eksternal, membantu memastikan aliran informasi yang lancar dan membangun hubungan yang kuat dengan komunitas serta pemangku Pertemuan rutin dan diskusi terbuka memfasilitasi komunikasi yang efektif antar Dukungan yang kuat dari komunitas lokal dan kerjasama dengan pemangku kepentingan, seperti Dosen Teknik Pertanian Universitas Sriwijaya, menyediakan sumber daya tambahan dan keahlian yang diperlukan untuk keberhasilan proyek-proyek kelompok. Kelompok Ankubas tidak hanya berhasil secara internal tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dalam bentuk pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pengembangan keterampilan. DAFTAR PUSTAKA