http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian Zingiber officinale (Ginge. Candy Therapy as an Antiemetic in Primiparous Pregnant Women with Emesis Gravidarum: Experimental Study Baiq Ricca Afrida1. Ni Putu Aryani2. Susilia Idyawati 3. Sri Hawari Jannati 4. Raudatul Jannah 5. Abstrak Emesis Gravidarum adalah mual muntah yang dialami ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Prevalensi kondisi ini mencapai 73,1% pada trimester pertama dan 47,1% pada ibu primigravida. Data WHO 2018 menunjukkan bahwa 21,5% ibu hamil di dunia mengalami emesis gravidarum pada usia kehamilan 8 minggu. Di Indonesia, prevalensi mual muntah meningkat dari 5,31% pada 2018 menjadi 5,42% pada 2019. Penanganan yang tepat penting untuk mencegah kondisi lebih serius seperti hiperemesis gravidarum, yang terjadi pada 31% ibu hamil di Provinsi NTB. Jahe (Zingiber officinal. memiliki kandungan gingerol dan shogaol yang diketahui efektif meredakan mual muntah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas permen jahe sebagai antiemetik pada ibu hamil primipara di Dusun Reriu. Desa Bagik Payung. Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan 31 responden. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan skor Rhodes Index of Nausea. Vomiting, and Retching (RINVR) dari 14,8 menjadi 7,6 setelah dua minggu pemberian permen jahe. Uji Paired T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,0001. Hasil ini mengindikasikan bahwa permen jahe efektif dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis yang aman. Kata kunci: emesis gravidarum, permen jahe, antiemetik, ibu hamil Abstract Emesis Gravidarum is nausea and vomiting experienced by pregnant women, especially in the first trimester. The prevalence of this condition reaches 73. 1% in the first trimester and 47. 1% in primigravida. WHO data from 2018 shows that 21. 5% of pregnant women in the world experience emesis gravidarum at eight weeks of pregnancy. Indonesia, the prevalence of nausea and vomiting increased from 5. 31% in 2018 to 5. 42% in 2019. Proper handling is important to prevent more serious conditions such as hyperemesis gravidarum, which occurs in 31% of pregnant women in NTB Province. Ginger (Zingiber officinal. contains gingerol and shogaol, which relieve nausea and This study aims to assess the effectiveness of ginger candy as an antiemetic in primiparous pregnant women in Reriu Hamlet. Bagik Payung Village. East Lombok. This study used a one-group pretest-posttest pre-experimental design with 31 respondents. The results showed a significant decrease in the Rhodes Index of Nausea. Vomiting, and Retching (RINVR) score from 14. 8 to 7. 6 after two weeks of giving ginger candy. The Paired T-Test showed a significant difference with a p-value = 0. These results indicate that ginger candy is effective in reducing nausea and vomiting in pregnant women, so it can be used as a safe, non-pharmacological alternative. Keywords: emesis gravidarum, ginger candy, antiemetic, pregnant women Submitted: 13 September 2024 Revised : 1 December 2024 Affiliasi penulis : 1 Departemen Kebidanan Institut Kesehatan Yarsi Mataram Korespondensi : AuBaiq Ricca AfridaAy afridabaiq@gmail. com Telp: PENDAHULUAN Emesis Gravidarum merupakan mual muntah yang dirasakan oleh ibu hamil pada awal kehamilan. Keadaan ini akan meningkat sebanyak 73,1 % pada ibu ditrimester pertama dan 47,1% pada ibu primigravida . Menurut Jenning dan Mahdy . memperkirakan hingga 90% wanita mengalami mual selama kehamilan, sekitar 27% hingga 30% wanita hanya mengalami mual, sedangkan muntah dialami pada 28% hingga 52% dari seluruh Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 23 December 2024 Data yang dikumpulkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 124. ibu hamil . ,5%) di dunia mengalami emesis gravidarum pada usia kehamilan 8 Sedangkan di Indonesia menurut SDKI Angka kejadian mual muntah di Indonesia meningkat dari tahun 2018 Pada tahun 2018 angka prevalensi 5,31% dari 21. 581 ibu hamil dan pada tahun 2019 meningkat angka prevalensi 5,42% dari 25. 234 ibu hamil yang memeriksakan diri ke petugas kesehatan . Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harahap et al . angka kejadian hiperemesis gravidarum terjadi sebanyak Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 42,5% dari keseluruhan ibu hamil di Rumah Sakit Provinsi NTB. Penanganan yang tepat sangat diperlukan pada ibu yang mengalami emesis gravidarum, agar ibu tidak masuk kedalam Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan yaitu lebih dari 10 kali dalam sehari yang terjadi pada usia kehamilan 4-10 minggu dan akan berhenti sebelum usia 20 Penelitian yang dilakukan di Provinsi NTB mendapatkan bahwa sebesar 31% dari seluruh ibu hamil mengalami kehamilannya . Dampak buruk dari menyebabkan dehidrasi, gangguan aktivitas, abortus, preeklamsi, persalinan premature, gangguan kelenjar tiroid, bayi prematur dan BBLR . Patofisiologi dari emesis gravidarum akibat peningkatan hormon kehamilan yaitu HCG (Human Chorionic Gonadotropi. pada trimester pertama kehamilan. Human Chorionic Gonadotropin meningkatnya hormon TSH (ThyroidStimulating Hormon. yang memperparah mual muntah. Selain itu, peningkatan hormon estrogen selama kehamilan juga mempengaruhi aktifitas motilitas sistem Perubahan pengosongan lambung dan usus halus akibat hormon kehamilan menyebabkan mual muntah yang parah . Ae. Penanganan emesis gravidarum dapat Terapi sebagai upaya untuk mengurangi frekuensi mual muntah dapat dikombinasikan dengan tumbuhan tradisional yang mudah didapat seperti jahe, daun mint, dan lemon . Jahe atau Zingibere officinale merupakan tanaman rimpang-rimpangan yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Kandungan zingibere officinale seperti gingerol, shogaol, zingerone, zingiberol dan paradol memberikan efek antiemetik, yang mampu mengurangi mual muntah . Ae. Aulia et al . melakukan penelitian pada 34 ibu hamil yang mengalami emesis rebusan zingibere officinale selama 5 hari. Hasil mendapatkan bahwa air rebusan jahe efektif menurunkan emesis gravidarum. Dosis yang Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman gravidarum sebesar 250Ae1000 mg yang dikonsumsi 1Ae4 kali sehari. Kandungan zingibere officinale sebagai antiemetik alami lebih aman dikonsumsi oleh ibu hamil, karena tidak berdampak pada bayi. Peneliti Studi pendahuluan di Dusun Reriu Desa Bagik Payung Lombok Timur kepada beberapa responden melalui wawancara pada Juni 2024 dari 15 ibu hamil terdapat 11 orang yang mempunyai keluhan mual muntah selama kehamilan dengan frekuensi 4 Ae 6 kali perhari. Selama ini penanganan yang di berikan dengan menggunakan obat pereda mual muntah dan istirahat. Masih tingginya angka kejadian emesis gravidarum dan pemberian permen Zingibere officinale menjadikan tema ini menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Terapi Permen Zingibere officinale (Jah. Sebagai Antiemetik Pada Ibu Hamil Primipara dengan Emesis Gravidarum di Dusun Reriu Desa Bagik Payung Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi permen Zingiber officinale (Jah. sebagai antiemetik pada ibu hamil primipara dengan emesis gravidarum. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimen yang bersifat one grup pretest-postest. Penelitian dilakukan di Dusun Reriu Desa Bagik Payung Lombok Timur selama 2 minggu dari tanggal 25 Agustus sampai 8 September 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 45 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan kriteria inklusi yaitu ibu hamil usia kehamilan 6 sampai 20 minggu, mengeluh mual muntah, primigravida dan bersedia menjadi responden. Besar sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 31 orang. Instrumen penelitian menggunakan dua instrumen yaitu kuesioner Skor Rhodes Index of Nausea. Vomiting and Retching (RINVR) dan permen jahe. Kuesioner Skor Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Rhodes Index of Nausea. Vomiting and Retching (RINVR) digunakan sebagai skala ukur mual muntah sebelum dan setelah pemberian perlakuan. Skoring RINVR dikategorikan dalam tiga tingkat keparahan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Setiap kategori diberi poin berdasarkan frekuensi dan intensitas gejala mual, muntah, dan retching yang dialami oleh responden. Kategori ringan memiliki skor antara 0 hingga 6 poin, yang menunjukkan gejala yang jarang terjadi atau tidak terlalu Kategori sedang mencakup skor antara 7 hingga 14 poin, yang menggambarkan gejala yang lebih sering dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara itu, kategori berat memiliki skor lebih dari 14 poin, yang menunjukkan bahwa gejala mual dan muntah terjadi sangat sering dan mengganggu kualitas hidup secara signifikan. Permen Jahe, yang terbuat dari bahan dasar Zingiber officinale, diberikan sebagai perlakuan dalam penelitian ini. Permen Jahe dibuat secara homemade dengan komposisi 15 gram jahe segar untuk setiap permen. Proses pembuatan dimulai dengan memilih jahe segar seberat 15 gram per permen, yang kemudian diparut halus dan diekstraksi dengan air panas selama 5 hingga 10 menit. Ekstrak jahe yang dihasilkan disaring untuk memisahkan ampasnya, lalu dicampurkan dengan 100 gram gula pasir. Campuran ini direbus hingga mencapai konsistensi sirup. Setelah itu, ditambahkan air jeruk nipis dan madu mencegah kristalisasi gula. Setelah sirup mencapai kekentalan yang diinginkan, campuran tersebut dituangkan ke dalam cetakan atau disusun di atas permukaan datar untuk membentuk permen, lalu didinginkan hingga keras. Selama seluruh proses, sangat penting untuk menjaga kebersihan dan sanitasi alat serta bahan yang digunakan, serta memastikan permen disimpan dengan cara yang benar untuk mencegah kontaminasi. Setiap langkah pembuatan permen ini dilakukan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman mengikuti pedoman keamanan pangan yang berlaku, guna menjamin kualitas dan keamanan produk akhir. Sebelum diberikan permen Jahe atau Zingibere officinale diukur terlebih dahulu skala mual muntah ibu dengan RINVR dan setelah dua minggu mengkonsumsi permen Jahe atau Zingibere officinale baru dilukur lagi skala mual muntah ibu menggunakan RINVR. Permen jahe diberikan kepada ibu sebanyak 30 buah untuk dikonsumsi minimal 2x sehari atau bila dirasa mual. Proses penelitian dapat dilihat dalam bagan alur penelitian berikut: POPULASI Ibu Hamil di Dusun Reriu Desa Bagik Payung Lombok Timur . ibu hami. Kriteria inklusi : A usia kehamilan 6 sampai 20 minggu A mengeluh mual muntah A primigravida A bersedia menjadi NON-SAMPEL : Ibu Hamil tidak sesuai dengan Kriteria Inklusi . ibu hami. Hari 1: Mengukur skala mual muntah ibu dengan RINVR SAMPEL : Ibu Hamil yang sesuai dengan Kriteria Inklusi . ibu hami. Hari 1-14: Memberikan Permen Jahe Minimal 2x sehari/ bila terasa mual Hari 15: Mengukur kembali skala mual muntah ibu dengan RINVR SAMPEL : Ibu Hamil yang sesuai dengan Kriteria Inklusi . ibu hami. Peneliti responden sebanyak 3 kali. Kontak pertama dilakukan pada hari pertama untuk memastikan responden masuk kedalam kriteria inklusi, mengukur skala muntah ibu dan memberikan permen Jahe atau Zingibere officinale. Kontak kedua dilakukan pada hari ke tujuh untuk melihat mual Kontak terakhir dilakukan pada Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 hari ke lima belas dimana dilakukan pengukuran mual muntah kembali setalah pemberian permen Jahe atau Zingibere Uji analisis yang digunakan menggunakan uji parametric yaitu uji Paired T-Test untuk mengetahui efektifitas permen Jahe atau Zingibere officinale dalam mengurangi mual Namun sebelum diuji, data terlebih dahulu dilakukan uji normalitas untuk memastikan data berdistribusi normal. HASIL Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian data terlebih dahulu dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk. Berdasarkan hasil uji diperoleh bahwa data berdistribusi normal dengan nilai p value sebelum 0,28 (>0,. dan nilai p value setelah 0,19 (>0,. Karena data berdistribusi normal, maka data yang diperoleh diuji menggunakan uji Parametrik yaitu Paired T-Test, dengan hasil sebagai berikut: Tabel 1: Skor RINVR ibu hamil sebelum dan setelah diberikan permen Jahe atau Zingibere officinale Mual Muntah Pretest Posttest Ringan Sedang Berat 0,001 Sumber data: Data Primer 2024 Berdasarkan menunjukkan bahwa terjadi penurunan ratarata skor RINVR ibu hamil dari 14. 8 menjadi 6 setelah pemberian permen Jahe atau Zingibere officinale. Distribusi tingkat mual muntah mengalami perubahan ke arah yang lebih ringan setelah dilakukan intervensi dengan mual muntah ringan meningkat dari 5 menjadi 18, mual muntah sedang menurun dari 15 menjadi 10 dan mual muntah berat menurun dari 11 menjadi 3. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan post-test dengan nilai p value 0,0001 . < 0. Penurunan rata-rata skor 2 poin menunjukkan efek yang substansial dari intervensi permen jahe. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman PEMBAHASAN Penelitian permen jahe dalam mengurangi gejala mual muntah pada ibu hamil di Dusun Reriu. Desa Bagik Payung. Lombok Timur. Mual muntah merupakan kondisi umum yang dialami ibu hamil, khususnya pada trimester pertama. Permen jahe, yang mengandung zat aktif seperti gingerol dan shogaol, dikenal sebagai obat alami yang dapat membantu meredakan gejala tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan pada skor RINVR (Rhodes Index of Nausea. Vomiting Retchin. mengonsumsi permen jahe selama dua Skor RINVR adalah indikator yang keparahan mual muntah. Setelah pemberian permen jahe, skor RINVR rata-rata menurun dari 14,8 menjadi 7,6, menunjukkan keparahan mual muntah dari kategori sedang-berat menjadi ringan-sedang. Efektivitas permen jahe dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rufaridah . Dalam mayoritas ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum berat mengalami perbaikan yang signifikan setelah diberikan ekstrak jahe selama beberapa hari. Sebelum intervensi, 43,3% ibu hamil mengalami emesis gravidarum berat, sementara setelah pemberian ekstrak jahe, mayoritas . ,6%) hanya mengalami emesis gravidarum Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak jahe dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan mual muntah pada ibu Komponen utama dalam jahe yang berperan dalam mengurangi mual muntah adalah gingerol dan shogaol. Zat ini diketahui memiliki efek menenangkan pada menghambat reseptor serotonin 5-HT3 di saluran pencernaan, yang sering kali menjadi pemicu refleks muntah. Dengan menghambat reseptor ini, jahe dapat membantu mengurangi sinyal-sinyal mual yang dikirimkan ke otak, sehingga mengurangi gejala mual muntah secara efektif . Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Selain itu, gingerol dan shogaol juga meningkatkan motilitas gastrointestinal atau mempercepat pengosongan lambung. Hal ini secara langsung mengurangi rasa mual karena makanan atau cairan dalam lambung lebih cepat dicerna dan diproses. Efek antiinflamasi dari kedua senyawa tersebut juga membantu meredakan iritasi pada lambung, yang sering kali menjadi penyebab rasa tidak nyaman dan mual pada ibu hamil . Jahe juga mengandung minyak atsiri seperti zingiberen dan zingiberol yang berkontribusi pada aroma dan rasa khas Minyak atsiri ini tidak hanya memberikan sensasi hangat pada tubuh, tetapi juga merangsang produksi saliva dan Dengan meningkatnya cairan pencernaan, proses pencernaan menjadi lebih lancar, sehingga mual muntah dapat lebih cepat diatasi . Flavonoid dan fenol, yang juga terkandung dalam jahe, memberikan efek antioksidan. Senyawa ini berperan penting dalam menetralisir radikal bebas yang dapat Dengan melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oksidatif dan mengurangi peradangan, jahe memberikan perlindungan ekstra terhadap iritasi lambung yang bisa memicu mual muntah . Mekanisme kompleks ini menjadikannya pilihan terapi non-farmakologis yang aman dan efektif untuk ibu hamil yang mengalami emesis Penggunaan obat herbal seperti jahe menawarkan alternatif yang lebih alami dan minim efek samping dibandingkan dengan obat-obatan kimia yang biasa digunakan untuk mengatasi mual muntah pada kehamilan . Penelitian lain yang dilakukan oleh Wardani et al . juga menunjukkan hasil yang konsisten terkait efektivitas jahe dalam mengurangi emesis gravidarum. Dalam penelitian tersebut, ibu hamil yang diberikan seduhan jahe menunjukkan penurunan frekuensi emesis gravidarum dari rata-rata 3,38 kali per hari menjadi 2,19 kali per hari. Hasil ini juga didukung oleh uji statistik yang menunjukkan nilai p = 0,000, yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pemberian seduhan jahe. Dengan demikian, dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa jahe memiliki potensi besar sebagai terapi yang Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman efektif dalam mengurangi gejala mual muntah pada kehamilan. Efek sinergis dari berbagai komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, shogaol, dan minyak atsiri, memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup ibu hamil yang mengalami mual muntah. Meskipun penelitian ini tidak secara spesifik melaporkan efek samping, penggunaan jahe selama dua minggu namun hal ini masih dapat ditoleransi dengan baik oleh Ini konsisten dengan literatur yang melaporkan profil keamanan yang baik untuk penggunaan jahe dalam dosis terapeutik selama kehamilan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk ukuran sampel yang relatif kecil . dan durasi intervensi yang terbatas . Studi lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan periode followup yang lebih panjang dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efektivitas jangka panjang dan keamanan permen jahe dalam mengelola mual muntah kehamilan. Selain itu, penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas permen jahe dengan bentuk jahe lainnya atau dengan intervensi non-farmakologis lain dapat memberikan wawasan tambahan tentang pilihan terbaik untuk manajemen mual muntah pada kehamilan. Secara keseluruhan, pemberian permen jahe selama dua minggu terbukti efektif dalam mengurangi gejala mual muntah pada ibu hamil. Penurunan signifikan pada skor RINVR memperkuat temuan bahwa jahe adalah pilihan terapi yang dapat diandalkan untuk mengatasi masalah mual muntah, terutama pada trimester pertama kehamilan. Dengan hasil ini, diharapkan penggunaan jahe dalam bentuk permen maupun seduhan dapat semakin populer sebagai alternatif terapi alami untuk ibu hamil. SIMPULAN Penelitian ini memberikan bukti yang kuat dan meyakinkan terkait dengan efektivitas permen jahe dalam meredakan gejala mual dan muntah yang sering dialami oleh ibu Hasil dari penelitian ini dapat menjadi landasan penting bagi tenaga kesehatan. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 khususnya bidan, dalam mempertimbangkan penggunaan permen jahe sebagai salah satu metode penanganan non-farmakologis bagi mual muntah pada kehamilan. Dengan mengedepankan pendekatan yang alami dan aman, integrasi permen jahe dalam manajemen mual muntah pada ibu hamil dapat menjadi alternatif yang bermanfaat, terutama bagi mereka yang lebih memilih pengobatan yang minim intervensi medis. Dalam penggunaan permen jahe sebagai terapi non-farmakologis dapat mendukung prinsip perawatan holistik yang memperhatikan kebutuhan fisik dan kenyamanan ibu hamil. Mengingat efek samping dari penggunaan obat-obatan kimia pada masa kehamilan yang perlu diperhitungkan secara hati-hati, pendekatan alami seperti permen jahe dapat menjadi opsi yang lebih aman dan diterima oleh banyak ibu hamil. Temuan ini memberikan dorongan bagi lebih banyak penelitian yang mendalam mengenai penggunaan bahan alami dalam perawatan kehamilan, serta membuka peluang bagi inovasi dalam perawatan non-invasif yang berfokus pada kesejahteraan ibu dan janin. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menjadi titik tolak bagi implementasi permen jahe dalam manajemen kebidanan, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam perkembangan terapi komplementer dan alternatif di bidang kesehatan ibu hamil. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penghargaan, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam pelaksanaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA