Terbit online pada laman web jurnal: https://ojs. id/ojs/index. php/jipis JIPIS Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol. 2 No. 41 - 49 ISSN Media Elektronik: 2962-9780 Pengaruh Gaya Komunikasi Pustakawan terhadap Sikap Pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Rini Rahmadhani1 1Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Ushuluddin. Adab dan Dakwah. UIN Mahmud Yunus Batusangkar 1rinirahmadani08@gmail. Abstract The main problem in this study is that the librarian's communication style affects the attitude of users at the Mahmud Yunus Batusangkar State Islamic University Library, just as one's communication can affect attitudes, because one of the goals of communication is a change in attitude. The purpose of this discussion is to determine the librarian's communication style, librarian's attitude and the influence of the librarian's communication style on the attitude of the librarian at the Library of Mahmud Yunus Batusangkar State Islamic University. The type of research that the authors use is a type of quantitative research with a descriptive approach to determine the effect between two variables which are cause and effect. The data collection technique that the author did was through distributing questionnaires to users who were members of the UIN Mahmud Yunus Batusangkar library with a sample of 99 respondents, the sampling technique was Stratified Random Sampling Data processing was carried out using descriptive analysis using SPSS Version 20. Based on the results of the descriptive analysis test using the Grand Mean formula, the results obtained from the librarian's communication style variable with an average value of 3. 18 in the good category. While the user attitude variable is 3. 19 in the good category. The results of the product moment correlation test show that the correlation between librarian communication style (X) and librarian attitude (Y) is large, resulting in a result of 0. 818 at the coefficient interval between 0. 80 - 1. 000 which shows a very strong influence in a positive direction. Simple linear regression results for librarian communication style and user attitudes variable Y = 10. 863X and R Square of 0. 669 which indicates that the librarian's communication style on user attitudes has a significant influence of 66. 9% while 33. 1% is influenced by other factors that not included in this research. So it can be concluded that the librarian's communication style has a positive effect on the attitude of users at the Mahmud Yunus Batusangkar State Islamic University Library (UIN) Batusangkar. and give a positive response to the librarian. Keywords: Communication Style. Librarian. Reader Attitude Abstrak Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah gaya komunikasi pustakawan mempengaruhi sikap pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar sebagaimana komunikasi seseorang dapat berpengaruh kepada sikap, karena salah satu tujuan komunikasi adalah perubahan sikap. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui gaya komunikasi pustakawan, sikap pemustaka dan pengaruh gaya komunikasi pustakawan terhadap sikap pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel yang menjadi sebab dan Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah melalui penyebaran kuesioner kepada pemustaka yang menjadi anggota perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan jumlah sampel 99 responden, teknik pengambilan sampel adalah teknik Stratified Random Sampling. Pengolahan data dilakukan secara analisis deskriptif menggunakan bantuan SPSS Versi 20. Berdasarkan hasil pengujian analisis deskriptif menggunakan rumus Grand Mean diperoleh hasil dari variabel gaya komunikasi pustakawan dengan nilai rata-rata 3,18 kategori baik. Sedangkan variabel sikap pemustaka sebesar 3,19 dengan kategori baik. Hasil uji korelasi product moment menunjukkan bahwa, besarnya korelasi antara variabel gaya komunikasi pustakawan (X) dan sikap pemustaka (Y) sehingga memperoleh hasil sebesar 0,818 pada interval koefisien antara 0,80 Ae 1,000 yang menunjukkan pengaruh yang sangat kuat dengan arah positif. Hasil regresi linear sederhana untuk variabel gaya komunikasi pustakawan dan sikap pemustaka Y = 10,445 0,863X dan R Square sebesar 0,669 yang menunjukkan bahwa gaya komunikasi pustakawan terhadap sikap pemustakamemiliki pengaruh yang signifikan sebesar 66,9% sedangkan 33,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk ke dalam penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa gaya komunikasi pustakawan berpengaruh positif terhadap sikap pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar diharapkan dapat meningkatkan gaya komunikasi animasi agar pustakawan ketika berkomunikasi dengan Diterima Redaksi: 10-03-2023 | Selesai Revisi: 13-03-2023 | Diterbitkan Online: 17-03-2023 Rini Rahmadhani JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 2 No. pemustaka dapat menunjukkan ekspresi yang ramah, ceria, dan tersenyum sehingga sikap pemustaka akan senang dan memberikan respon positif kepada pustakawan. Kata Kunci : Gaya Komunikasi. Pustakawan. Sikap Pemustaka Pendahuluan Menurut UU No. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 1 mengatakan bahwa perpustakan adalah institusi pengelolahan bahan koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam yang dilakukan secara profesional dengan sistem yang baku, guna nya untuk memenuhi kebutuhan pendidik, peneliti, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pengunjung atau pemustaka. Dan pada BAB VII pasal 20 mengatakan bahwa perpustakaan dibagi menjadi lima kelompok yaitu perpustakaan sekolah, perpustakaan perpustakaan Khusus dan perpustakaan Nasional (Undang Undang RI Nomor 43 Tahun 2. Perpustakaan adalah gedung besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah daerah atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata rata tidak mampu membeli sekian banyak buku oleh biaya pribadi, dan perpustakaan sebagai media kumpulan informasi yang didalam nya bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia (Wahyuningtyas. Perpustakaan merupakan satu kesatuan unit kerja yang bertugas mengolah, menyimpan, melestarikan dan menyebarluaskan informasi kepada pengguna perpustakaan (Kamaruddin & Nupin, 2. Jadi dapat penulis simpulkan berdasarkan paparan diatas perpustakaan adalah sebuah gedung atau instansi yang dikeloa oleh suatu organisasi pustakawan yang mana berfungsi sebagai sumber informasi, tempat rekreasi, edukasi dan tempat penelitian. Menurut UU No. 43 tahun 2007 pada BAB VII pasal 20 menyebutkan tentang perpustakaan perguruan tinggi yang mana perpustakaan perguruan tinggi adalah sebuah sarana yang mendukung terjadinya aktifitas akademik dibangku perguruan tinggi, dan perpustakaan yang melayani para mahasiswa, dosen dan karyawan dari suatu perguruan tinggi atau universitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan perguruan tinggi atau tridarma perguruan tinggi (Berawi, 2. Di perpustakaan perguruan tinggi juga terjadi interaksi antara pemustaka dengan pustakawan yang mana dalam interaksi tersebut kita ketahui juga terdapat sebuah komunikasi yang mana komunikasi adalah merupakan suatu proses yang didalam komunikasi sering terjadi tukar ide atau yang kita sebut dengan tukar DOI: Lisensi: 41 pikiran atau gagasan. Atau komunikasi juga dapat kita artikan sebagai bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik disengaja atau pun tidak disengaja oleh komunikator dan komunikan (Hayati, 2. Komunikasi adalah mengirim atau menyampaikan dan menerima pesan yang didalamnya terdapat prinsip dan komponen yang perpustakaan adalah sebuah interaksi yang terjadi antara pemustakaa dan pustakawan yang mendapatkan sebuah hasil yaitu informasi, dan informasi perpustakaan sering terjadi layanan sirkulasi, karena disitulah terdapat banyak tanya jawab anatara pemustaka dengan pustakawan (Ridwan. Ismaya. Syahdan, & Muhammad. Dalam tafsir as-SaAodi pakar tafsir abad 14 H menjabarkan bahwa Aumaka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,Ay yaitu perkataan yang enak didengar, lunak, dengan kelembutan, persuasive, etika dalam tutur kata, tanpa unsur kekejian, pamer kekuatan dan kekerasan dalam perkataan, serta sikap kasar dalam tindakan. Melalui perkataan yang lembut dia ingat tentang perkara-perkara yang bermanfaat bagi dirinya hingga tergugah untuk mengerjakannya. Sesungguhnya tutur kata yang lembut akan mengundang perubahan. Qaulan layyinan didalam al quran dapat penulis simpulkan berarti interakaksi antara dua orang yang menggunakan bahasa yang lemah lembut, dengan suara yang enak didengar, karena dengan itu gaya komunikasi yang dianjurkan dalam islam adalah seperti qaulan layina agar hati orang yang di ajak komunikasi tersentuh (Ikhwan. Komunikasi seseorang dipengaruhi oleh gaya komunikasi dan gaya komunikasi seseorang bisa berdampak kepada sikap, sebagaimana yang dapat diketahui bahwa tujuan komunikasi salah satunya adalah perubahan sikap . ttitude chang. sebagaimana seseorang setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah baik positif maupun negatif. Gaya komunikasi adalah bentuk dalam penyampaian atau cara penyampaian dalam sebuah komunikasi, gaya penyampaian atau interaksi dari pustakawan ke pemustaka yang terjadi diperpustakaan. Ada beberapa gaya komunikasi yang harus kita ketahui untuk berinteraksi yaitu gaya dominan. Rini Rahmadhani JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 2 No. dramatis, gaya animasi, gaya berkesan, gaya santai, gaya atentif, gaya terbuka, gaya bersahabat, dan gaya yang tepat. Tujuan dari gaya komunikasi pustakawan adalah tercapainya aspek komunikasi yang efektif saat berinteraksi dengan pemustaka (Sari & Hia, 2. Dampak dari beberapa gaya komunikasi yaitu akan menimbulkan sikap positif dan negatif, contoh dari gaya komunikasi yang positif adalah pustakawan menanyakan kepada pemustaka tentang koleksi apa yang akan dicari oleh pemustaka, dan bertanya dengan wajah yang senyum dan santai dan membantu pemustaka sampai mendapatkan koleksi yang diinginkannya sehingga pemustaka memberikan sikap yang positif terhadap pustakawan. Sedangkan contoh sikap pustakawan yang negatif atau kurang ramah adalah ketika pemustaka menanyakan tentang koleksi pustakawan tersebut menjawab cari aja di rak di sana dengan membuang wajah ke pemustaka (Musrifah, 2. Ketika berkomunikasi kita ditunutut untuk dapat membuat seseorang senang berkomunikasi dengan kita, jika mereka senang, mereka akan memberikan umpan balik . dan dapat memberikan dampak berupa sikap yang baik atau positif kepada (Firsty Aufirandra. Bunga Adelya, 2. Sikap adalah suatu istilah yang sering ditemui dibidang psikologi yang berhubungan dengan tingkah laku atau kerakter seseorang, atau sikap adalah perbuatan yang didasarkan pada norma norma yang berlaku ditengah masyarakat dan norma agama dan biasa sikap seseorang berdasakan keyakinan dan pengetahuan diri masing masing, biasa nya jika seseorang punya ilmu maka sikap seseorang tersebut lebih cenderung ke arah yang lebih baik (Suharyat, t. Jadi dapat disimpulkan bahwa sikap adalah kecenderungan seseorang untuk bertingkah laku terhadap sesuatu dan melakukan interaksi dengan cara seseorang dengan lingkungannya yang melibatkan perasan atau emosi bagaimana seseorang tersebut menerima atau menolak sesuatu. Sikap memiliki tiga komponen yaitu: komponen kognitif . omponen pengetahua. , komponen afektif . omponen emosiona. , dan komponen konatif . omponen perilak. Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar adalah salah satu perpustakaan perguruan tinggi. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui bahwa perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar terdapat berbagai kegiatan interaksi antara pemustaka dengan pustakawan, pustakawan dengan pustakawan, dan antar pemustaka dengan DOI: Lisensi: 42 Interaksi atau komunikasi yang dilakukan oleh setiap pustakawan yang di lakukan berbeda-beda, sesuai dengan gaya komunikasi pustakawan itu sendiri. Karena setiap gaya komunikasi yang dilakukan oleh berbeda-beda, menimbulkan sikap positif maupun negatif oleh pemustaka itu sendiri. Berdasarkan kunjungan dan observasi awal yang penulis lakukan pustakawan disana memiliki berbagai macam gaya komunikasi yang berbeda dan mendominasi bahwa memiliki gaya komunikasi bersahabat atau ramah dan juga terdapat gaya komunikasi attentif yang mana pustakawan selalu mendengarkan dengan seksama dengan penuh perhatian dan tulus ketika penulis bertanya. Selain itu, penulis melakukan wawancara awal dengan salah satu pustakawan di perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar AuKomunikasi yang kami lakukan yaitu lebih mendekatkan kepada komunikasi interpersonal yaitu lebih mendekatkan kepada individu masing-masing (Lailatul Husni, 7 November 2. Ay. Penulis juga melakukan wawancara kepada salah satu pemustaka yang berkunjung disana AuAda pustakawan yang memberikan respon yang kurang menyenangkan bahkan tidak peduli terhadap lingkungan dan ruangan sekitar, pemustaka merasa kecewa dan kurang puas ketika melihat gaya komunikasi pustakawan tersebut, bahkan pemustaka mengatakan, ketika pustakawan menampilkan gaya berkesan . npression styl. yang mana pustakawan tersebut meninggalkan kesan yang kurang baik terhadap pemustaka yang tidak sesuai dengan keinginan pemustaka, maka pemustaka merasa malas untuk menanyakan informasi yang dibutuhkan dan berdampak pada pemustaka memberikan sikap negatif terhadap pustakawan (Kasri, 7 November 2. Ay. Penulis juga melakukan wawancara kembali dengan salah satu pemustaka mengenai sikap pemustaka terhadap gaya komunikasi pustakawan yang di Aupustakawan ketika berkomunikasi dengan pemustaka kadang memberikan raut wajah yang cemberut, tetapi pada hari lain menampilkan gaya komunikasi yang ramah dan penuh perhatian dengan kata lain menampilkan gaya animasi . nimated styl. , serta mendengarkan apa yang dikatakan pemustaka tersebut. Ketika pustakawan menampilkan gaya komunikasi yang ramah dan penuh perhatian tersebut, pemustaka merasa senang, dan mengucapkan terimakasih kepada pustakawan yang telah membantunya sehingga pemustaka menampilkan sikap positif terhadap pustakawan (Nelvi, 8 November 2. Ay. Rini Rahmadhani JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 2 No. Berdasarkan hal tersebut, maka menjadi alasan bagi penulis untuk meneliti tentang gaya pemustaka dan penulis tertarik melakukan penelitian di Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar karena tempatnya yang mudah di akses serta untuk perpustakaan tersebut untuk kedepannya bisa meningkatkan pelayanan yang lebih baik dalam berkomunikasi atau berinteraksi sehingga mendapatkan citra yang baik bagi semua orang. Hal tersebut menjadikan peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul skripsi AuPengaruh Gaya Komunikasi Pustakawan Terhadap Sikap Pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus BatusangkarAy. Metode Penelitian Berdasarkan judul skripsi penulis yaitu pengaruh gaya komunikasi pustakawan terhadap sikap pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Penelitian pendekatan kuantitatif deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai suatu Penelitian penelitian yang mengumpulkan data-data berupa angka (Abubakar, 2. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar menggunakan kuesioner sebagai instrumen Kuesioner disebarkan kepada 99 responden dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengembangan instrumen dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji realibilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dengan menggunakan rumus mean, analisis regresi sederhana, dan uji 0,799 0,361 Valid 0,784 0,361 Valid 0,845 0,361 Valid 0,719 0,361 Valid 0,753 0,361 Valid 0,632 0,361 Valid 0,584 0,361 Valid 0,775 0,361 Valid 0,780 0,361 Valid X10 0,847 0,361 Valid X11 0,809 0,361 Valid X12 0,711 0,361 Valid X13 0,637 0,361 Valid X14 0,640 0,361 Valid X15 0,858 0,361 Valid X16 0,764 0,361 Valid Sumber :Olahan data menggunakan SPSS versi 20 pada bulan Januari 2023. Dasar pengambilan keputusan pada uji validitas ini adalah apabila rhitung. > rtabel, maka instrument dianggap valid. Adapun nilai N 30 dan koefisien signifikan 10% adalah sebesar 0,311. Hasil analisis uji validitas variabel X (Promosi Melalui Media Sosia. yang dilakukan terhadap 30 responden dapat dilihat bahwa setiap butir pernyataan memiliki rhitung yang lebih besar daripada rtabel . Maka seluruh butir pernyataan pada variabel x dapat dikatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Hasil dan Pembahasan Hasil Uji Validitas Variabel X dan Variabel Y Tabel Rekapitulasi Uji Validitas Variabel X Gaya Komunikasi Pustakawan No. Keterangan Soal hitung tabel DOI: Lisensi: 43 Tabel Rekapitulasi Uji Validitas variabel Y Sikap Pemustaka No. Keterangan Soal hitung tabel Y1 30 0,742 0,361 Valid 0,750 0,361 Valid Rini Rahmadhani JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 2 No. Berdasarkan nilai rata-rata pada masingmasing indikator diatas, maka dapat dibuat diagram dibawah ini sebagai berikut : 0,687 0,361 Valid 0,807 0,361 Valid 0,769 0,361 Valid 0,830 0,361 Valid 0,764 0,361 Valid 0,748 0,361 Valid 0,841 0,361 Valid Y10 0,818 0,361 Valid Y11 0,669 0,361 Valid Y12 0,876 0,361 Valid Y13 0,648 0,361 Valid Y14 0,853 0,361 Valid Y15 0,632 0,361 Valid Y16 0,693 0,361 Valid Y17 0,854 0,361 Valid Gaya Dramatis Gaya Animasi Gaya Berkesan Gaya Santai Sumber : Olahan data menggunakan SPSS versi 20 pada bulan Januari 2023. Berdasarkan hasil uji validitas terhadap variabel Y tersebut dapat diketahui bahwa setiap butir pernyataan yang ada rhitung yang lebih besar dari pada rtabel . Maka seluruh butir pernyataan pada variabel X dapat dikatakan valid dan dapat digunakan untuk Uji Reabilitas Variabel X dan Variabel Y Hasil uji realibilitas terhadap variabel X dan variabel Y dapat diperoleh hasil sebagai Rekapitulasi Uji Reabilitas variabel X dan Variabel Y Simbol CronbachAos Variabel Keterangan Variabel Alpha Gaya Komunikasi 0,943 Reliabel Pustakawan Sikap 0,953 Reliabel Pemustaka Sumber : Olahan data menggunakan aplikasi SPSS versi 20 pada bulan Januari 2023. Berdasarkan hasil uji tersebut dapat diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha pada variabel X dan variabel Y lebih besar dari 0,60. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel X dan Y reliabel. Hasil Analisis Butir Pernyataan Perbutir Variabel X (Gaya Komunikasi Pustakawa. DOI: Lisensi: 44 Gaya Atentif Gaya Terbuka Gaya Bersahabat Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui bahwa variabel X yaitu gaya komunikasi pustakawan yang dijabarkan dalam tujuh indikator memiliki nilai sebesar 3,23 pada indikator gaya dramatis, 3,08 pada indikator gaya animasi, 3,25 pada indikator gaya berkesan, 3,18 pada indikator gaya santai, 3,18 pada indikator gaya atentif, 3,21 pada indikator gaya terbuka, dan 3,21 pada indikator gaya bersahabat. Hal ini menunjukkan bahwa indikator gaya animasi memiliki skor terendah. Penulis berharap pada indikator gaya animasi yang memiliki skor terendah dapat ditingkatkan lagi. Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui bahwa variabel X gaya komunikasi pustakawan yang di jabarkan dalam 7 indikator yang memiliki nilai sebesar pada indikator tujuan dan fungsi promosi, 3,15 pada indikator unsur-unsur promosi, 3,11 pada indikator bentuk dan media promosi 3,39 dan pada indikator fungsi dan tujuan media sosial memiliki nilai 3,20. Hal ini menunjukan bahwa indikator bentuk dan media promosi memiliki skor yang paling tinggi dan unsur-unsur promosi memiliki skor yang paling rendah. Penulis berharap pada indikator unsur-unsur dari promosi yang memiliki skor terendah agar dapat ditingkatkan lagi. Adapun nilai grand mean variabel X . aya komunikasi pustakawa. yang dapat dihitung dari diagram di atas dapat dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 3,18. Hasil Analisis Butir Pernyataan Perbutir Variabel Y (Sikap Pemustak. Rini Rahmadhani JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 2 No. pemustaka memiliki pengaruh yang sangat Analisis Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Model Unstandardized Standa Coefficients Coeffi Komponen Kognitif Komponen Afektif Komponen Konatif Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui bahwa variabel Y yaitu sikap pemustaka yang dijabarkan dalam tiga indikator memiliki nilai sebesar 3,19 pada indikator komponen kognitif, 3,19 pada indikator komponen afektif, dan 3,19 pada indikator komponen konatif. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga indikator memiliki skor yang sama. Adapun nilai grand mean variabel Y . ikap Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui bahwa secara keseluruhan variabel . emanfaatan perpustakaa. dapat dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 3,19. Pembahasan Analisis Hasil korelasi Product Moment Correlations Gaya Sikap Komunikasi Pemustaka Pustakawan Pearson Correlation Gaya Komunikasi Sig. Pustakawan taile. Pearson Correlation Sikap Sig. Pemustaka **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Olahan data menggunakan aplikasi SPSS versi 20 pada bulan Januari 2023. Berdasarkan tabel di atas maka nilai yang diperoleh sebesar 0,818 berada pada interval 0,80 Ae 1,000 yang menunjukkan pengaruh sangat kuat dengan arah positif karena nilai r menunjukkan angka positif. Hal ini menunjukkan bahwa antara variabel gaya komunikasi pustakawan terhadap sikap Sig. Std. Error Beta (Constan. Gaya Komunikasi Pustakawan Dependent Variable: Sikap_Pemustaka Sumber : Olahan data menggunakan aplikasi SPSS versi 20 pada bulan Januari 2023 Berdasarkan hasil perhitungan regresi linear sederhana, persamaan regresi dapat ditulis Y = 10,445 0,863X. Hasil ini menunjukkan bahwa persamaan tersebut nilai konstanta sebesar 10,445, mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel Sikap Pemustaka adalah sebesar 10,445. Koefisien regresi X sebesar 0,863 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai gaya komunikasi pustakawan, maka nilai sikap pemustaka bertambah sebesar 0,863. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X tethadap variabel Y adalah positif. Kemudian dilihat dari hasil koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,669 yang menunjukkan bahwa pengaruh variabel gaya komunikasi pustakawan terhadap sikap pemustaka adalah sebesar 66,9% sedangkan 33,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Uji T Hasil Uji T Coefficientsa Model 1 (Constan. DOI: Lisensi: 45 Unstandardized Coefficients Std. Error Standa Coeffi Sig. Beta Rini Rahmadhani JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 2 No. Gaya Komunikasi Pustakawan