IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 E-ISSN: 2987-1298 Pengaruh Motivasi Kerja Kepala Madrasah dan Kemampuan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Guru Usman Handoyo1. Minnah El Widdah2. Zulqarnain3. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi1-3. Email Korespondensi: usmanhandoyo21@gmail. Article received: 12 Maret 2023. Review process: 03 April 2023. Article Accepted: 15 Mei 2023. Article published: 1 Juli 2023 ABSTRACT Information technology is currently an important support in the world of education. This study aims to analyze the influence of the principal's work motivation and the ability to use information technology on teacher performance. This research approach uses a quantitative approach, with a study population of all teachers totaling 13 people, while the research sample is the entire research population. Data collection techniques using observation, questionnaires, and documentation. The data analysis technique uses descriptive statistics and requirements analysis test. The results show that the variable of work motivation lies in the fourth class interval 29-34. The information technology variable lies in the fourth class interval 31-35. And the teacher's performance variable lies in fourth interval class 34 Ae 37. it is concluded that work motivation (X. and Information Technology (X. jointly affect teacher performance (Y) at Madrasah Aliyah Negeri 3 Batanghari. Keywords: Work motivation, information technology, teacher performance. ABSTRAK Teknologi informasi saat ini menjadi penunjang penting pada dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja kepala madrasah dan kemampuan penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja Pendekatan penelitin ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan Populasi penelitian semua guru yang berjumlah 13 orang, sedangkan sampel penelitian adalah seluruh populasi penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, dan uji persyaratan analisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja terletak pada kelas interval ke empat 29 Ae 34. Pada variabel teknologi informasi terletak pada kelas interval ke empat 31 Ae 35. Dan pada variabel kinerja guru terletak pada kelas interval ke empat 34 Ae 37. kesimpulkan bahwa motivasi kerja (X. dan Teknologi Informasi (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru (Y) di Madrasah Aliyah Negeri 3 Batanghari. Kata Kunci: Motivasi kerja. Teknologi informasi. Kinerja guru. Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 PENDAHULUAN Guru merupakan tenaga pendidik yang mempunyai peran untuk mengajar, mendidik, dan membimbing peserta didik agar mempunyai ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan tujuan pendidikan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 tentang guru dan dosen, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Undang-Undang, 2. Guru adalah sebagai pengelola kegiatan proses belajar mengjar dimna dalam hal ini guru bertugas untuk mengarahkan kegiatan peserta didik agar bisa mencapai tujuan pembelajaran (Muthmainnah et al. , 2. Kinerja guru adalah hasil kerja yang terefleksi dalam mendesain program pembelajaran atau menyusun perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hubungan antar pribadi, dan dalam mengevaluasi hasil belajar. Kinerja guru selalu menjadi pusat perhatian, yang merupakan faktor penentu dalam meningkatkan prestasi belajar dan berperan dalam meningkatkan kualitas Guru pada prinsipnya memiliki potensi yang cukup tinggi untuk berkreasi guna meningkatkan kinerja. Namun potensi yang dimiliki guru untuk berkreasi sebagai upaya meningkatkan kinerjanya tidak selalu berkembang secara wajar dan lancar disebabkan adanya pengaruh dari berbagai faktor baik yang muncul dalam pribadi guru itu sendiri maupun yang terdapat di luar pribadi Kinerja guru merupakan suatu titik tombak dari keberhasilan suatu tujuan pendidikan, maka kriteria kinerja guru yang baik yaitu guru yang profesioanal dan ideal, kontroversi antara kondisi ideal yang harus dijalani guru sesuai tujuan pendidikan nasional, dengan kenyataan yang terjadi dilapangan merupakan suatu hal yang sangat perlu dan patut untuk dicermati secara mendalam tentang faktor yang berpengaruh terhadap kinerja guru sehingga faktor tersebut bukan menjadi hambatan bagi peningkatan kinerja guru melainkan mampu meningkatkan dan mendorong kinerja guru ke arah yang lebih baik, sebab kinerja sebagai suatu sikap dan perilaku dapat meningkat dari waktu ke waktu. Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut diantaranya, faktor yang timbul dari dalam diri pribadi guru seperti kepribadian guru, ataupun faktor yang timbul dari luar pribadi guru, diantaranya adalah motivasi dan pengetahuan guru dalam menggunakan teknologi informasi. Motivasi kerja dan penguasaan teknologi informasi mempunyai peran penting dalam mempengaruhi kinerja guru, mempengaruhi proses pembelajaran di kelas, serta berpengaruh pada partisipasi guru pada kegiatan di sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu sekolah yang Sedangkan faktor yang berpengaruh terhadap hasil pekerjaan/prestasi kerja atau kelompok terdiri dari faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi kineja karyawa/kelompok terdiri dari kecerdasan, keterampilan, kestabilan emosi, motivasi, persepsi peran, kondisi keluarga, kondisi fisik seseorang dan karakteristik kelompok kerja, dan sebagainya (Moh. Pabundu & Tika, 2. Pentingnya penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan, mengaharuskan guru untuk dapat mengetahui teknologi informasi yang sesuai Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 dengan situasi dan perkembangan zaman. Salah satunya adalah media berbasis teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi dalam pendidikan adalah sebagai aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar (Ishak & Deni. Teknologi informasi sangat menunjang keberhasilan dalam melaksanakan pekerjaan, sebagaimana dalam prinsip pembelajaran kurikulum 2013, guru dituntut mengubah mindset dan kebiasaan lama mengajar di depan kelas. Salah satu prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013 yaitu penerapan teknologi informasi secara terintregrasi yang dapat mengarahkan siswa untuk berfikir kritis dan analis (Bonito & Soemarto, 2. Berikutnya penelitian Ria Irawati yang berjudul pengaruh pelatihan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi serta pemberian tunjangan tambahan penghasilan pegawai terhadap kualitas kinerja guru pada masa pandemik covid-19 di upt sekolah menengah atas nergeri 1 palopo mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi serta pemberian tunjangan tambahan penghasilan pegawai terhadap kualitas kinerja guru (Ria, 2. Beberapa penelitian yang relevan dengan variabel-variabel peneliti pertama penelitian yang dilakukan oleh Marwan yang bertemakan pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan pelaksanaan supervise kelas terhadap kinerja guru pendidikan agama islam di sma se-kota palu tahun 2017 mengungkapkan terdapat pengaruh teknologi informasi terhadap kinerja guru di sma se-kota palu (Marwan, 2. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Ika Rahmawati yang berjudul pengaruh iklim sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja mengajar guru sekolah menengah kejuruan di kota bandung mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh iklim sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja mengajar guru sekolah menengah kejuruan di kota bandung (Ika, 2. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan penulis, didapat bahwa kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Batang Hari masih ada yang belum optimal, di antaranya kurang profesioal nya guru dalam proses pembelajaran berlangsung, komunikasi yang kurang efektif dan masih banyak lagi faktor lainnya yang timbul dari sumber daya manusia di Madrasah tersebut yaitu faktor kurangnya motivasi dan pengetahuan penggunaan teknologi informasi yang akan menghambat kinerja guru tersebut. dari hasil pengamatan yang penulis lakukan pada guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Batang Hari terdapat berbagai macam yang mempengaruhi kinerja guru, hal ini yang penulis anggap menjadi permasalahan dan sangat layak diteliti lebih lanjut tentang pengaruh motivasi kerja kepala madrasah dan penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja guru di madrasah aliyah negeri 3 batang hari kabupaten batang hari. untuk itu tujuan dalam penelitian ini ingin mengetahui dan menganalisis apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru di madrasah aliyah negeri 3 batang hari, ingin mengetahui dan menganalisis apakah penggunaan teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja guru di madrasah aliyah negeri 3 batang hari, ingin mengetahui dan menganalisis apakah motivasi kerja dan penggunaan teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja guru di madrasah aliyah negeri 3 batang hari. Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 METODE Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Batang Hari Provinsi Jambi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Batang Hari yang berjumlah 13 orang, dengan sampel penelitian seluruh populasi penelitian, hal ini disebabkan karena populasi penelitian kurang dari 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data menggunakan . statistik deskriptif, yakni memberikan gambaran secara umum mengenai karakteristik dari masing-masing variabel penelitian yang dilihat dari nilai rata-rata . , maximum dan minimum, . uji persyaratan analisis, yakni normalitas data, uji homogenitas data, uji linearitas data. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik deskriptif yang digunakan adalah ukuran gejala pusat yang meliputi skor tertinggi, skor terendah, rata-rata . , nilai yang sering muncul pada jawaban responden . , nilai tengah . , simpangan baku . tandar devias. serta varians sampel. Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data yang disajikan pada bagian ini meliputi data variabel Motivasi Kerja (X. Teknologi Informasi (X. Dan Kineja Guru (Y) setelah diolah dengan menggunakan statistik deskripstif dengan program SPSS Versi 20. didapat ukuran tendensi sentral seperti terlihat pada tabel berikut ini: Motivasi Kerja (X. Variabel Motivasi Kerja diukur melalui kuesioner yang terdiri dari 14 item Berdasarkan data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik ke dalam daftar distribusi frekuensi dengan banyaknya kelas yang dihitung menurut aturan Sturges (K = 1 3,3 log . diperoleh 5 kelas dengan nilai skor terendah 23 dan skor tertinggi 40, nilai Range untuk variabel motivasi kerja sebesar 17, median 34,00, mean . ata-rat. 32,38. Standar deviasi atau simpangan baku yang didapat yaitu 5,455 dan varians 29,756. Adapun secara rinci langkah yang di lakukan secara manual dalam memperoleh nilai di atas sebagai berikut: Menghitung jumlah kelas interval K = 1 3,3 Log n = 1 3,3 Log 13 = 1 3,3 . = 4,67587 Jadi nilai K adalah 4 . Menghitung rentang data Data terbesar dikurangi data terkecil ditambah satu Max = 40. Min = 17 Jadi 40 Ae 17 1 = 24 . Menghitung panjang kelas, yakni rentang di bagi jumlah kelas = 24 : 4 Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Berdasarkan perhitungan di atas di peroleh rentang skor yaitu sebesar 24, berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Sturges diperoleh kelas interval sebanyak 5 kelas dengan panjang kelas 6. Distribusi frekuensi data variabel Motivasi kerja di rangnkum dalam tabel berikut: Tabel 1 Distribusi Frekuensi Motivasi Kerja (Variabel X. Kelas 17 Ae 22 23 Ae 28 29 Ae 34 35 Ae 40 41 Ae 46 Jumlah Frekuensi Frekuensi Frekuensi Berdasarkan tabel di atas nilai modus, median dan mean terletak pada kelas interval ke empat 29 Ae 34. Selain itu jumlah responden yang memperoleh skor tertinggi dan skor terendah jumlahnya berimbang sehingga data memiliki kecenderungan berdistribusi secara normal. Tabel di atas juga menggambarkan bahwa penyebaran frekuensi variabel Motivasi Kerja merupakan kurva Teknologi Informasi Variabel Teknologi Informasi diukur melalui kuesioner yang terdiri dari 14 item pernyataan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik ke dalam daftar distribusi frekuensi dengan banyaknya kelas yang dihitung menurut aturan Sturges (K = 1 3,3 log . diperoleh 5 kelas dengan nilai skor terendah 21 dan skor tertinggi 43, nilai Range untuk variabel Teknologi Informasi 22, median 35,00, mean . ata-rat. 33,85. Standar deviasi atau simpangan baku yang didapat yaitu 6,309 dan varians 39. Secara rinci langkah yang di lakukan dalam memperoleh nilai di atas sebagai berikut: Menghitung jumlah kelas interval K = 1 3,3 Log n = 1 3,3 Log 13 = 1 3,3 . = 4,67587 Jadi nilai K adalah 4 . Menghitung rentang data Data terbesar dikurangi data terkecil ditambah satu Max = 43. Min = 21 Jadi 43 Ae 21 1 = 23 . Menghitung panjang kelas Yakni rentang di bagi jumlah kelas = 23 : 4 = 5,75 jadi dibulatkan 6 Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Berdasarkan perhitungan di atas di peroleh rentang skor yaitu sebesar 23, berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Sturges diperoleh kelas interval sebanyak 4 kelas dengan panjang kelas 6. Distribusi frekuensi data variabel Teknologi Informasi di rangnkum dalam tabel berikut: Tabel 2 Distribusi Frekuensi Teknologi Informasi (Variabel X. Kelas 21 Ae 25 26 Ae 30 31 Ae 35 36 Ae 40 41 Ae 45 Jumlah Frekuensi Frekuensi Frekuensi Berdasarkan tabel di atas nilai modus, median dan mean terletak pada kelas interval ke empat 31 Ae 35. Selain itu jumlah responden yang memperoleh skor tertinggi dan skor terendah jumlahnya berimbang sehingga data memiliki kecenderungan berdistribusi secara normal. Tabel di atas juga menggambarkan bahwa penyebaran frekuensi variabel Teknologi Informasi merupakan kurva Kinerja Guru Variabel Kinerja Guru diukur melalui kuesioner yang terdiri dari 14 item Berdasarkan data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik ke dalam daftar distribusi frekuensi dengan banyaknya kelas yang dihitung menurut aturan Sturges (K = 1 3,3 log . diperoleh 5 kelas dengan nilai skor terendah 26 dan skor tertinggi 42, nilai Range untuk variabel Kinerja Guru sebesar 16, median 36,00, mean . ata-rat. 34,38. Standar deviasi atau simpangan baku yang didapat yaitu 4,682 dan varians 21,923. Adapun secara rinci langkah yang di lakukan secara manual dalam memperoleh nilai di atas sebagai berikut: Menghitung jumlah kelas interval K = 1 3,3 Log n = 1 3,3 Log 13 = 1 3,3 . = 4,67587 Jadi nilai K adalah 4 Menghitung rentang data Data terbesar dikurangi data terkecil ditambah satu Max = 42. Min = 26 Jadi 42 Ae 26 1 = 17 Menghitung panjang kelas, yakni rentang di bagi jumlah kelas = 17 : 4 = 4,25 Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Berdasarkan perhitungan di atas di peroleh rentang skor yaitu sebesar 17, berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Sturges diperoleh kelas interval sebanyak 4 kelas dengan panjang kelas 4. Distribusi frekuensi data variabel Kinerja Guru di rangnkum dalam tabel berikut: Tabel 3 Distribusi Frekuensi Kinerja Guru (Variabel Y) Kelas Interval 26 Ae 29 30 Ae 33 34 Ae 37 38 Ae 41 42 Ae 45 Jumlah Frekuensi Frekuensi Relatif Frekuensi Komulatif Berdasarkan tabel di atas nilai modus, median dan mean terletak pada kelas interval ke empat 34 Ae 37. Selain itu jumlah responden yang memperoleh skor tertinggi dan skor terendah jumlahnya berimbang sehingga data memiliki kecenderungan berdistribusi secara normal. Tabel di atas juga menggambarkan bahwa penyebaran frekuensi variabel Kinerja Guru merupakan kurva simetris. Pengujian Prasyarat Analisi Sebelum melangkah ke pengujian hipotesis, terlebih dahulu harus melalui perhitungan persyaratan analisis. Pengujian persyaratan analisis yang digunakan terdiri dari tiga jenis yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji linearitas. Berikut ini akan di uraikan satu persatu hasil pengujian dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 20. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 20 . , maka didapat data sebagai berikut: Tabel 4 Uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Sig. Statisti Statisti Sig. ,155 ,931 ,347 ,200* Motivasi Kerja Teknologi ,139 ,200* Informasi Kinerja Guru ,173 ,200* This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction ,966 ,848 ,961 ,763 Dari hasil diatas kita lihat pada kolom Kolmogrov-Smirnov dan dapat diketahui bahwa nilai signifikan untuk kinerja guru sebesar 0,200. motivasi kerja sebesar 0,200. dan untuk Teknologi Informasi 0,200. Karena Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 signifikansi untuk seluruh variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data pada variabel kinerja guru, motivasi kerja dan Teknologi Informasi berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 20 . , maka didapat data sebagai berikut: Motivasi Kerja . Tabel 5 Hasil Uji Homogenitas ANOVA Kinerja Guru Sum of Squares Between Groups Within Groups Total Mean Square 224,577 28,072 38,500 9,625 263,077 2,917 Sig. ,158 Dari hasil diatas dapat diketahui signifikansi variabel kinerja guru (Y) berdasarkan variabel motivasi kerja (X. sebesar 0,158. Karena signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data variabel motivasi kerja (X. mempunyai varian yang sama. Teknologi Informasi . Tabel. hasil uji homogenitas ANOVA Kinerja Guru Sum of Squares Between Groups Within Groups Total Mean Square 117,077 11,708 146,000 73,000 263,077 ,160 Sig. ,983 Dari hasil diatas dapat diketahui signifikansi variabel kinerja guru (Y) berdasarkan variabel Teknologi Informasi . sebesar 0,983. Karena signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data variabel Teknologi Informasi . mempunyai varian yang sama. Uji Lineritas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apaka dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 20 . , maka didapat data sebagai berikut: Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Tabel 7 Uji Lineritas Variabel Motivasi Kerja (X. Dan Kinerja Guru (Y) ANOVA Table Sum of Squares (Combin 224,57 Between Linearity ,068 Kinerja Groups Deviatio Guru * 224,50 Motivasi Linearity Kerja Within Groups 38,500 263,07 Total Mean Square Sig. 28,072 2,917 ,158 ,068 ,007 ,937 32,073 3,332 ,131 9,625 Dari output diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada Linearity sebesar 0,007. Karena signifikansi kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel motivasi kerja dan kinerja guru terdapat hubungan yang linear. Tabel 8 Uji Lineritas Variabel Teknologi Informasi (X. Dan Kinerja Guru (Y) ANOVA Table (Combine. Linearity Between Kinerja Deviation Guru * Groups Teknologi Linearity Informasi Within Groups Total Sum of df Squares Mean Square Sig. 117,077 11,708 ,160 ,983 6,279 6,279 ,086 ,797 110,797 12,311 ,169 ,977 146,000 73,000 263,077 Dari output diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada Linearity sebesar 0,086. Karena signifikansi kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel motivasi kerja dan kinerja guru terdapat hubungan yang linear. Pengujian Hipotesis Uji Regresi Liner Berganda Dalam analisis ini dapat dilihat seberapa besar variabel independen yaitu motivasi kerja dan iklim sekolah terhadap variabel dependen yaitu kinerja Adapun persamaan regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini sebagaiberikut: Y= 7,079 0,843 X1 0,205 X2 Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Konstanta . Ini berarti jika semua variabel bebas . otivasi Kerja dan Teknologi Informas. memiliki nilai nol . maka nilai variabel terikat (Kinerja Gur. adalah sebesar 7,079. Motivasi kerja (X. terhadap Kinerja Guru (Y) Nilai koefisien untuk motivasi kerja (X. sebesar 0,843 dan bertanda positif, ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan variabel motivasi kerja maka variabel kinerja aguru (Y) akan naik sebesar 0,843 dengan asumsi variabel lainnya constant. Teknologi Informasi (X. terhadap Kinerja Guru (Y) Nilai koefisien untuk Teknologi Informasi (X. sebesar 0,205 dan bertanda positif, ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan variabel motivasi kerja maka variabel kinerja aguru (Y) akan naik sebesar 0,205 dengan asumsi variabel lainnya constant. Dari hasil regresi berganda diatas dapat dilihat bahwa variabel iklim sekolah memiliki koefisien paling besar yaitu 0,843 atau sebesar 84,3% disetiap kenaikan satu satuan, sedangkan yang memiliki nilai koefisien paling rendah yaitu variabel motivasi kerja yaitu 0,205 atau sebesar 20,5% disetiap kenaikan satu satuan. Analisis Korelasi Ganda Menurut Sugiyono . pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut: 0,00 - 0,199 = sangat rendah 0,20 - 0,399 = rendah 0,40 - 0,599 = sedang 0,60 - 0,799 = kuat 0,80 - 1,000 = sangat kuat Dari analisis regresi, lihat pada output moddel summary dan disajikan sebagai berikut: Tabel 9 Hasil Analisis Korelasi Ganda Model Model Summaryc R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,982a ,965 ,962 ,984 ,968 ,962 Predictors: (Constan. Motivasi Kerja Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Teknologi Informasi ,915 ,913 Dependent Variable: Kinerja Guru Berdasarkan tabel diatas diperoleh angka R sebesar 0,982. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara motivasi kerja dan Teknologi Informasi terhadap kinerja guru. Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Analisis Determinasi (R. Dari analisis regresi, lihat pada output moddel summary dan disajikan sebagai berikut: Tabel 10 Hasil Analisis Determinasi Model Model Summaryc R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,982a ,965 ,962 ,984 ,968 ,962 Predictors: (Constan. Motivasi Kerja Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Teknologi Informasi ,915 ,913 Dependent Variable: Kinerja Guru Berdasarkan tabel diatas diperoleh angka R2 (R Squar. sebesar 0,965 atau 96,5%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen . otivasi kerja dan Teknologi Informas. terhadap variabel dependen . inerja gur. sebesar 96,5%. Sedangkan sisanya 3,5% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Uji T Dasar pengambilan keputusan dalam uji t yaitu: Ho diterima jika t hitung < t tabel atau jika nilai sig. > 0,05 Ho ditolak jika t hitung > t tabel atau jika nilai sig. < 0,05 Dari hasil analisis output dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 11 Hasil analisis Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. 7,079 1,589 4,454 ,001 Motivasi Kerja ,843 ,048 17,405 ,000 (Constan. 7,646 1,678 4,557 ,001 Motivasi Kerja ,612 ,230 ,713 2,663 ,024 Teknologi Informasi ,205 ,199 ,276 1,030 ,327 ,982 Dependent Variable: Kinerja Guru Untuk mengetahui analisa, maka penulis menggunakan SPSS 20 yang hasilnya dapat dilihat sebagai berikut: Pengujian koefisien regresi variabel motivasi kerja (X. Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Tabel distribusi t dicari pada a = 5% : 2 = 2,5% . ji 2 sis. dengan derajat kebebasan . n-k-1 atau 13-2-1 = 10 (N adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel independe. Dengan pengujian 2 sisi . ignifikansi = 0,. hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,22814 . Berdasarkan analisis regresi diperoleh nilai t hitung sebesar 4,454 < t tabel 2,22814. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, yang artinya motivasi kerja (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (Y). Pengujian koefisien regresi variabel Teknologi Informasi (X. Tabel distribusi t dicari pada a = 5% : 2 = 2,5% . ji 2 sis. dengan derajat kebebasan . n-k-1 atau 13-2-1 = 10 (N adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel independe. Dengan pengujian 2 sisi . ignifikansi = 0,. hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,22814 . Berdasarkan analisis regresi diperoleh nilai t hitung sebesar 4,557 < t tabel 2,22814. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, yang artinya Teknologi Informasi (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (Y). Uji F Uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel independen . otivasi kerja dan Teknologi Informas. terhadap variabel dependen (Kinerja gur. secara stimulan . ersama-sam. Untuk mengetahui analisa, maka penulis menggunakan SPSS 20 yang hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12 Hasil uji F ANOVAa Model Sum of Df Squares Mean Square Sig. Regression 253,859 253,859 302,949 ,000b Residual 9,218 ,838 Total 263,077 Regression 254,744 127,372 152,851 ,000c Residual 8,333 ,833 Total 263,077 Dependent Variable: Kinerja Guru Predictors: (Constan. Motivasi Kerja Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Teknologi Informasi Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, a = 5%, df 1 . umlah variabel-. = 2, dan df 2 . -k-. atau 13-2-1 = 10 . adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel independe. , hasil diperoleh untuk f tabel sebesar 2,98 . Pengujian uji F variabel motivasi kerja (X. Usman Handoyo. Minnah El Widdah. Zulqarnain IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Dari hasil perhitungan analisis regresi diperoleh f hitung > f tabel . ,218 > 2,. , maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh secara signifikan antara motivasi kerja (X. terhadap kinerja guru (Y). Pengujian koefisien regresi variabel Teknologi Informasi (X. Dari hasil perhitungan analisis regresi diperoleh f hitung > f tabel . ,333 > 2,. , maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh secara signifikan antara Teknologi Informasi (X. terhadap kinerja guru (Y). Jadi pada kasus ini dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja (X. dan Teknologi Informasi (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru (Y) di Madrasah Aliyah Negeri 3 Batanghari. SIMPULAN Kesimpulan dalam penelitian ini yang berkaitan dengan pengaruh motivasi kerja kepala madrasah dan kemampuan penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja guru yakni variabel motivasi kerja terletak pada kelas interval ke empat 29 Ae 34. Pada variabel teknologi informasi terletak pada kelas interval ke empat 31 Ae 35. Dan pada variabel kinerja guru terletak pada kelas interval ke empat 34 Ae 37. kesimpulkan bahwa motivasi kerja (X. dan Teknologi Informasi (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru (Y) di Madrasah Aliyah Negeri 3 Batanghari. UCAPAN TERIMAKASIH