Jurnal Citra Pendidikan Volume 2 Nomor 3 Tahun 2022 ISSN 2775-1589 Hal. (JCP) http://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. php/jcp/index MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESETA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISME ALBERT BANDURA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI MATERI MENGENAL MALAIKAT ALLAH KELAS V DI SDN 3 LIMBOTO BARAT Friska Mokoagow Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Jurusan Pendidikan Agama Isla. Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai friskamokoagow10@gmail. Abstract The aimed in this research are. To determine the application of Albert Bandura's learning theory of behaviorism in class V SDN 3 Limboto Barat. To find out whether the application of Albert Bandura's learning theory of behaviorism to the subjects of Islamic Religious Education and Morals for class V at SDN 3 Limboto Barat. The research methodology in this thesis uses classroom action research with Kemmis and McTaggart's CAR design and behaviorism learning theory. The population of this study was the fifth grade students of SDN 3 Limboto Barat, totaling 32 students. Collecting data using documentation, tests and observations. The research lasted 2 cycles. The data were obtained through observation sheets for teacher activities, observation sheets for student activities, and learning outcomes tests. Based on the results of research that has been carried out in several cycles, learning using the Kemmis and McTaggart models and Behaviorism Learning Theory, there is an increase in learning This is evidenced by the learning outcomes of students before the implementation of the student's mastery cycle with an average value 31 and the first cycle of student learning outcomes increased by an average of 78. 67, while in the second cycle student learning outcomes increased by an average of an average of 87. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah . Untuk mengetahui penerapan teori belajar behaviorisme Albert Bandura di kelas V SDN 3 Limboto Barat. Untuk mengetahui apakah penerapan teori belajar behaviorisme Albert Bandura pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas V di SDN 3 Limboto Barat. Metodologi penelitian dalam skripsi ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan desain PTK model Kemmis dan McTaggart serta teori belajar behaviorisme. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Limboto Barat yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan dokumntasi, tes dan Penelitian berlangsung 2 Siklus. Data diperoleh melalui lembar pengamatan kegiatan guru, lembar pengamatan kegiatan siswa, tes hasil Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan beberapa siklus, pembelajaran dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart serta Teori Belajar Behaviorisme, terdapat peningkatan hasil Hal ini dibuktikan hasil belajar peserta didik pada saat sebelum pelaksanaan siklus ketuntasan siswa dengan nilai rata-rata 47,31 dan siklus I hasil belajar peserta didik meningkat dengan rata-rata 78,67, sedangkan di siklus II hasil belajar peserta didik meningkat dengan ratarata 87,67. Sejarah Artikel Diterima: 20-02-2022 Direview: 28-05-2022 Disetujui: 30-07-2022 7 Kata Kunci Learning Outcomes. Behaviorism Learning Theory. Islamic Religious Education and Morals Article History Received: 20-02-2022 Reviewed: 28-05-2022 Published: 30-07-2022 Key Words Hasil Belajar. Teori Belajar Behaviorisme. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 537 PENDAHULUAN Menurut Langeveld dalam Imam Bernadib. Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan yang diberikan kepada anaka menuju pendewasaan. Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia atau sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Sedangkan Prof. Drs. Brojonegoro berpendapat bahwa pendidikan adalah salah satu dari banyak persoalan dari zaman ke zaman yang mendapat perhatian manusia. Pendidikan bagi tiap individu merupakan pengaruh dinamis dalam perkembangan jasmani jiwa, perasaan-perasaan sosial, dan susila. Pendidikan Agam Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Pendidikan Islam adalah usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam sekitarnya melalui proses pendidikan. Perubahan-perubahan itu berlandaskan nilainilai Islam. Pendidikan bagian dari kehidupan dan merupakan kebutuhan utama dan pertama bagi manusia. Hal tersebut menjadi dasar pertimbangan dalam pembangunan bangsa Indonesia yang maju dan sejahtera. Pendidikan nasional mewujudkan peserta didik yang memiliki kemampuan . yang dibutuhkan dalam hidupnya, keteguhan keimanan dan ketakwaan, memiliki akhlakul karimah serta ikhtiar dalam menjaga bangsa dan negara, melalui sikap demokratis dan bertanggungjawab. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Peserta didik merupakan generasi yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa Kejayaan bangsa di masa depan dipengaruhi oleh ghirah peserta didik mengikuti pendidikan di masa kini. Peserta didik dapat menjadi generasi yang unggul jika dalam pengelolaan lembaga pendidikan dilakukan secara professional dan berorientasi mutu. Lembaga pendidikan dituntut melaksanakan pendidikan dan pembelajaran yang berstandar sebagai upaya peningkatan luaran yang unggul. Lembaga pendidikan menjadi salah satu sub sistem yang ikut memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas hidup bangsa dan negara. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 538 Pembelajaran merupakan kegiatan interaktif antara peserta didik dengan sumber belajar yang memilili tujuan yang harus dicapai. Oleh sebab itu, pembelajaran urgen dimenej dengan baik dan benar untuk pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Belajar adalah mengubah tingkah laku peserta didik dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Sedangkan tugas pengajar adalah mengontrol stimulus dan lingkungan belajar agar perubahan mendekati tujuan yang diinginkan, kemudian memberikan reward kepada siswa yang telah mampu memperlihatkan perubahan bermakna sedangkan penguatan negatif diberikan kepada siswa yang tidak mampu memperlihatkan perubahan makna. Teori belajar behaviorisme ini sebenarnya telah lama dianut oleh para pengajar, namun dari semua pendukung teori ini, teori Albert Bandura penulis dianggap sebagai teori yang sangat penting diketahui oleh para pengajar. Program-program pembelajaran seperti pembelajaran observasional . yang lebih dikenal sebagai social learning theory dan personality psychology, pembelajaran berprogram, modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta memperhatikan faktor-faktor penguat merupakan program-program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan oleh Bandura. Disebutkan bahwa faktor lain yang juga dianggap penting oleh penganut aliran behavioristik adalah faktor penguatan . Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon bila penguatan ditambahkan maka respon semakin Begitu juga bila pengutan dikurangi responpun akan tetap dikuatkan. Misalnya, ketika peserta didik diberi tugas oleh guru, ketika tugasnya ditambahkan maka ia akan semakin giat belajarnya. Maka penambahan tugas tersebut merupakan penguat positif . ositive reinforcemen. dalam belajar. Bila tugas-tugas dikurangi dan pengurangan itu justru meningkatkan aktifitas belajarnya, maka pengurangan tugas merupakan penguatan negatif . egative reinforcemen. dalam belajar. Jadi penguatan merupakan suatu bentuk stimulus yang penting diberikan atau dikurangi untuk memungkinkan terjadinya respon. Teori belajar Behaviorisme Albert Bandura yang menekankan belajar adalah pembentukan kebiasaan dengan cara menghubungkan atau mempertautkan antara perangsang . yang lebih kuat dengan perangsang yang lebih lemah. Proses belajar terjadi jika ada interaksi antara organisme dengan lingkungan, belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat . yang kemudian menimbulkan respons, belajar erat hubungannya dengan prinsip penguatan kembali atau dengan perkataan lain dan ulangan dalam hal belajar adalah penting. Dan belajar merupakan proses perubahan tingkah laku manusia berdasarkan pengalaman dan latihan, dari belum tahu menjadi tahu, dari pengalaman yang sedikit kemudia bertambah. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 539 Teori belajar behaviorisme dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran pendidikan agama Islam, teori belajar behaviorisme juga merupakan teori yang berhubungan dengan ajaran Agama Islam dan adanya pengkondisian . lassical conditionin. , pengulangan dan penguatan dalam teori belajar behaviorisme digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti di SDN 3 Limboto Barat. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang didasarkan atas Al-QurAoan. Hadits, dan norma-norma Islam yang diberikan oleh orang dewasa . kepada anak . eserta didi. agar dapat terbentuknya kepribadian muslim pada diri anak tersebut. Belajar dalam perspektif Islam merupakan kewajiban bagi setiap muslim dalam rangka meningkatkan derajat, menambah ilmu pengetahuan, serta menambah keimanan. Hasil dari belajar diharapkan dapat membentuk insan kamil yang beriman, berakhlak, dan berilmu yang terwujud dalam bentuk tingkah laku dan aktivitas sehari-hari. Dan dalam belajar seorang peserta didik dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan sekitar, hal ini dijelaskan dalam AlQurAoan Surah Thaha ayat 132 sebagai berikut: a a AEa eO aN n aE Ia eaEaEa a eCU n Iae Ia I ea aCaEa aO eEa aCaa aEEac eC aOOA e aE a aOA ca AaOe aI e a eNEaEa aEA a A a eA Artinya: AuDan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, kamilah yang member rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang bertakwa. Ay Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT. memerintahkan kepada manusia untuk mendirikan sholat dan bersabar dalam mengerjakannya. Yang dimaksud sabar adalah tidak terburu-buru dalam melaksanakan sholat, dan sholat tersebut dilakukan setiap waktu dan sampai akhir hayat. Hal ini berhubungan dengan teori behaviorisme yang mengutamakan pengkondisian . lassical conditionin. , pengulangan, dan penguatan, karena perintah mendirikan sholat terus berlaku sepanjang hayat, dilakukan berulang-ulang hingga menjadi sebuah aktifitas kebiasaan dan keharusan. Teori belajar behaviorisme dalam relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam dipandang baik, dikarenakan teori belajar behaviorisme dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk membantu pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti di SDN 3 Limboto Barat. Teori belajar behaviorisme merupakan teori belajar yang sejalan dan berkaitan dengan ajaran Agama Islam. Hal ini dapat dilihat dari stimulus dan respon yang ada pada teori Dimana stimulus tersebut dapat digambarkan dalam bentuk lingkungan yang mempengaruhi individu. Dan adanya pengkondisian . lassical conditionin. , pengulangan dan penguatan, dimana hal ini juga berhubungan dengan ajaran Agama Islam, karena Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 540 dalam pendidikan agama Islam prinsip pengulangan dan penguatan adalah prinsip yang biasa digunakan dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. Pada penelitian ini, peneliti berencana menggunakan materi yang dikhususkan di kelas V yaitu tentang Iman kepada Malaikat-Malaikat Allah SWT. Pengertian Iman kepada Malaikat-Malaikat Allah SWT, nama-nama dan tugas Malaikat-Malaikat Allah SWT serta hikmah dari ketaatan Malaikat-Malaikat Allah SWT. Penulis mengambil materi ini agar peserta didik mampu menghafal tugas-tugas serta nama-nama malaikat yang diciptakan oleh Allah SWT, percaya serta beriman kepada Malaikat- malaikat Allah SWT, serta dapat mengambil hikmah dari ketaatan malaikat- malaikat Allah SWT. Materi ini tidak terdapat pada materi yang ada di kelas V SDN 3 Limboto Barat dengan tujuan untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model pembelajaran behaviorisme yang tidak digunakan oleh Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Hal ini dikarenakan. Guru tersebut menggunakan model pembelajaran ceramah. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SDN 3 Limboto Barat, penulis saat itu melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), di ketahui bahwa Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas V adalah 80. Akan tetapi, masih didapati kebanyak siswa di kelas tersebut belum mampu mencapai KKM yang telah ditentukan tersebut. Dari tes awal yang dilakukan oleh penulis semasa di lapangan dengan menggunakan metode ceramah sebagaimana yang dilakukan oleh guru PAI di kelas tersebut, dari 32 siswa, hanya 8 siswa yang mencapai nilai KKM. Rendahnya pencapaian nilai daripada kebanyak peserta didik dari pengamatan penulis disebabkan oleh masih adanya peserta didik yang tidak baik dan suka mengganggu temannya, tidak memperhatikan guru, dan tindakan-tindakan yang kurang baik lainnya sehingga diperlukan adanya penanggulangan supaya sikap seperti itu tidak semakin memburuk yang akibatnya nanti bisa mengganggu jalannya pembelajaran dan karakteristik peserta didik tersebut sehingga dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar peserta didik Dengan adanya aktifitas-aktifitas peserta didik di atas, dapat menyebabkan menurunnya semangat belajar. Fenomena ini ditandai dengan kurang aktifnya peserta didik, tidak ada yang berani memberi tanggapan ataupun bertanya, sehingga diperlukan juga tindakan cepat untuk menanggulangi hal seperti itu untuk menjaga minat peserta didik tidak terus menurun sehingganya peserta didik mampu meningkatkan hasil belajar mereka terkhusus pada materi terkait dengan Malaikat-Malaikat Allah SWT pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Mencermati realitas di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji dan melakukan penelitian secara lebih mendalam tentang permasalahan ini yang diformulasikan dalam judul: AuMeningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Pembelajaran Teori Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 541 Behaviorisme Albert Bandura Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Materi Mengenal Malaikat Allah Kelas V di SDN 3 Limboto BaratAy. Model Pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru kelas. Sedangkan menurut pendapat Briggs yang menjelaskan model adalah Auseperangkat prosedur dan berurutan untuk mewujudkan suatu prosesAy. Dengan demikian model pembelajaran adalah seperangkat prosedur atau merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu model yang berurutan untuk melaksanakan proses pembelajaran. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegitan Belajar itupun sendiri merupakan suatu proses dari seorang yang berusha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan tingkah laku yang relative meningkat. Pengertian hasil belajar yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dapat diketahui melalui evaluasi. Evaluasi merupakan proses penggunaan informasi untuk membuat pertimbangan seberapa efektif suatu program telah memenuhi kebutuhan siswa. Selain itu, dengan dilakukan evaluasi atau penilaian ini dapat dijadikan feeback atau tidak lanjut atau bahkan cara mengukur tingkat penguasaan siswa. Teori Belajar Behaviorisme Albert Bandura Pengertian Teori belajar Behaviorisme Albert Bandura Teori . adalah sebuah system konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan di antara konsep-konsep tersebut yang membantu dalam memahami sebuah Stephen Little John and Karen Foss menyatakan bahwa sistem yang abstrak ini didapatkan dari pengamatan yang sistematis. Tahun 1986. Jonathan H. Turner mendefinisikan teori sebagai Ausebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi. Ay William Doherty dan koleganya . telah mengelaborasi definisi yang dikemukakan oleh Turner dengan menyatakan ide bahwa teori adalah merupakan proses dan produk: AuBerteori merupakan proses mengorganisasi dan merumuskan ide secara Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 542 sistematis untuk memahami fenomena tertentu. Sebuah teori merupakan seperangkat ide yang saling berhubungan yang muncul dari proses tersebutAy. Galloway dalam Toeti Soekamto . mengatakan belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan factorfaktor lain berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Sedangkan morgan . menyebutkan bahwa suatu kegiatan dikatakan belajar apabila memiliki tiga ciri-ciri sebagai . belajar adalah perubahan tingkah laku. perubahan terjadi karena latihan dan pengalaman, bukan karena pertumbuhan. perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. Berbicara tentang belajar pada dasarnya berbicara tentang bagaimana tingkahlaku seseorang berubah sebagai akibat pengalaman. Proses belajar itu terjadi secara internal dan bersifat pribadi dalam diri siswa, agar proses belajar tersebut mengarahkan pada tercapainya tujuan dalam kurikulum maka guru harus merencanakan dengan seksama dan sistematis berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan perubahan tingkahlaku siswa sesuai dengan apa yang diharapkan. Belajar adalah istilah kunci yang paling vital dalam kehidupan manusia khususnya dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar tak pernah ada pendidikan. Menurut Jerome S. Bruner, proses belajar siswa terjadi dalam tiga fase yaitu, fase informasi, transformasi, dan fase penilaian. Menurut teori behaviorisme, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya. Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons. Apa yang terjadi di antara stimulus dan respons dianggap tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati hanyalah stimulus dan respons. Dalam pandangan teori ini tingkah laku dalam belajar akan berubah apabila ada stimulus dan respons. Stimulus dapat berupa perlakuan yang diberikan kepada siswa, sedangkan respons berupa tingkah laku yang terjadi pada siswa. Oleh karena itu, apa saja yang diberikan guru . , dan apa saja yang dihasilkan siswa . , semuanya harus dapat diamati dan diukur. Dalam teorinya. Albert Bandura menekankan dua hal penting yang dianggapnya sangat berpengaruh terhadap perilaku manusia, yaitu: pembelajaran observasional . yang lebih dikenal dengan teori pembelajaran sosial . ocial learning theor. yang didasarkan pada penentu timbal balik (Reciprocal determinis. pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia dalam bentuk interaksi timbal balik secara terus Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 543 menerus, antara kognitif, tingkah laku, dan lingkungan, dan (Beyound Reinforcemen. di luar Albert Bandura memandang bahwa jika setiap unit respon sosial yang kompleks harus dipilah-pilah untuk dibangun kembali satu per satu, maka bisa jadi orang tersebut malah tidak belajar apapun. Menurutnya (Reinforcemen. penting dalam menentukan apakah suatu tingkah laku akan terus menerus atau tidak, akan tetapi hal ini bukanlah satusatunya pembentuk tingkah laku. Orang dapat belajar melakukan sesuatu hanya dengan mengamati dan kemudian mengulang apa yang dilihatnya, belajar melalui observasi tanpa ada penguatan yang terlibat berarti tingkah lakunya ditentukan oleh antisipasi konsekuensi. Dan penguatan dapat memperkuat timbulnya respon apabila penguatan ditambahkan maka respon semakin kuat, begitu juga bila penguatan dikurangi respon maka respon akan Misalnya. Ketika peserta didik diberi tugas oleh guru dan tugasnya ditambahkan maka ia akan semakin giat belajar, maka penambahan tugas tersebut adalah penguatan Begitu juga jika tugas-tugas dikurangi oleh guru dan justru tidak meningkatkan giat belajar, maka pengurangan tugas adalah penguatan negatif dalam belajar. Dan (Self regulatio. bandura menempatkan manusia sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri, mempengaruhi tingkah laku dengan cara mengatur lingkungan, menciptakan dukungan kognitif, dan mengadakan konsekuensi bagi tingkah lakunya sendiri dan regulasi diri . ersonality psicholog. Beberapa tahapan yang terjadi dalam proses modeling adalah: , retensi . , reproduksi dan motivasi. Berikut ini cara agar teori sosial dapat berjalan efektif pada pembelajaran yaitu: Atensi yaitu, anak harus memberikan atensi atau perhatian. Apapun yang mengalihkan perhatian akan berdampak buruk pada proses pembelajaran sosial. Retensi yaitu, kemampuan untuk menyimpan informasi juga penting. Ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap hal ini, utamanya adalah kemampuan untuk menyerap hal-hal baru. Reproduksi yaitu, setelah memberikan perhatian kemudian menyimpannya, tiba saatnya untuk melakukan tindakan yang telah dipelajari. Inilah peran penting dari latihan, sehingga perilaku akan semakin terasah. Motivasi yaitu, tahap terakhir untuk memastikan proses belajar berlangsung lancar adalah motivasi untuk meniru perilaku yang telah dilihat. Konsep pemberian hadiah atau hukuman bisa menjadi cara menggali motivasi. Contohnya ketika melihat teman sebaya mendapat hadiah saat tiba di kelas tepat Atau sebaliknya, melihat teman dihukum karena terlambat masuk kelas. Menurut Bandura, ada beberapa jenis motivasi: Dorongan masa lalu, yaitu dorongan-dorongan sebagaimana yang dimaksud kaum behavioris tradisional. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 544 . Dorongan yang dijanjikan . yaitu segala yang diberikan oleh guru berupa penghargaan yang menyenangkan perasaan yang diberikan kepada peserta didik atas dasar hasil baik yang telah dicapai dalam proses Pendidikan dengan tujuan memeberikan motivasi kepada peserta didik agar dapat melakukan perbuatan terpuji dan berusaha untuk meningkatkannya. Dorongan yang kentara, yaitu seperti melihat atau teringat akan model-model yang patut ditiru. Albert Bandura menyebutkan bahwasanya peserta didik belajar melalui meniru. Pengertian meniru sendiri bukan diartikan sebagai perilaku menyontek, akan tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain, khususnya guru. Apabila tulisan guru baik, guru berbicara dengan sopan, santun dan bahasa yang baik, tingkah laku yang terpuji, menjelaskan dengan jelas dan sistematik, maka peserta didik akan menirunya. Sebaliknya, apabila contoh yang diperagakan oleh guru merupakan perilaku yang kurang baik, maka peserta didik juga akan menirunya. Prinsip Dasar Behaviorisme Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri, bukan sebagai perwujudan dari jiwa atau mental yang abstrak. Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene, harus dihindari. Penganjur utama adalah Watson: overt, observable behaviour, adalah satusatunya subyek yang sah dari ilmu psikologi yang benar. Dalam perkembangannya, pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviourist dengan memperluas ruang lingkup studi behaviorisme dan akhirnya pandangan behaviorisme juga menjadi tidak seekstrem Watson, dengan mengikutsertakan faktor-faktor internal juga, meskipun fokus pada overt behaviour tetap terjadi. Aliran behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat positivistic dalam perkembangan ilmu psikologi. Banyak ahli . Lundin, 1991 dan Leahey, 1. membagi behaviorisme ke dalam dua periode, yaitu behaviorisme awal dan yang lebih belakangan. Materi Iman Kepada Malaikat Allah SWT Pengertian Iman Menurut bahasa iman artinya percaya. Sedangkan menurut Istilah, iman adalah: AuIman adalah membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan dilaksanakan dengan anggota badan . Ay. Jika seseorang sudah mengimani seluruh ajaran Islam, maka orang tersebut sudah dapat dikatakan mukmin . rang berima. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 545 Pengertian Malaikat Umat Islam mempercayai bahwa ada suatu makhluk halus, yang dijadikan dari nur . , bernama malaikat. Hakikat tubuh dari malaikat-malaikat itu hanya Tuhan yang Malaikat adalah suatu alam yang halus, termasuk hal- hal yang ghaib, tidak dapat dicapai oleh pancaindera. Jadi mereka itu tidak termasuk dalam golongan makhluk yang wujud jasmaniahnya dapat didengar, dilihat, diraba, dan dirasakan. Mereka hidup dalam suatu alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta yang kita saksikan ini, oleh sebab itu tidak dapat dicapai oleh pandangan kita. Nama Malaikat Beserta Tugasnya Allah SWT. menciptakan banyak sekali malaikat. akan tetapi, terdapat 10 malaikat yang wajib untuk diketahui, yaitu: Jibril Malaikat Jibril diberikan tugas oleh Allah untuk memberikan wahyu kepada nabi dan rasul. Mikail Malaikat Mikail mempunyai tugas menurunkan hujan dan memberi rezeki kepada hamba Allah SWT. Israfil Malaikat Israfil bertugas meniupkan terompet sangkakala pada saat kiamat tiba Izrail Malaikat Izrail diberikan tugas oleh Allah untuk mencabut nyawa semua makhluk hidup yang ada di seluruh dunia. Munkar Malaikat Munkar memiliki tugas yaitu menanyakan makhluk Allah yang meninggal di alam kubur. Nakir Malaikat Nakir memiliki tugas yaitu menanyakan makhluk Allah yang meninggal di alam kubur. Raqib Malaikat Raqib diberikan tugas oleh Allah untuk mencatat amal baik seluruh manusia semasa hidupnya. Atid Malaikat Atid diberikan tugas oleh Allah untuk mencatat amal buruk seluruh manusia semasa hidupnya. Malik Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 546 j. Ridwan Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu syurga. Hikmah Beriman Kepada Malaikat Allah SWT Manusia Macam-macam hikmh yang didapat yaitu: Membuat manusia untuk selalu takwa dan taat kepada Allah. Bersabar dalam menaati Allah serta merasakan ketenangan dan kedamaian. Selalu ingat bahwa hidup di dunia hanya sementara dan akan kembali kepada yang maha pencipta. Malaikat mengawasi perkataan dan perbuatan kita. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Setelah dilaksanakannya penelitian dengan tahapan siklus I dan II, diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan metode behaviorisme Albert Bandura dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 3 Limboto Barat dalam mata pelajaran Pendidikan agama islam dan Budi Pekerti materi Mengenal Malaikat Allah, dengan rincian sebagai berikut ini. Persentase anak didik yang dinyatakan tuntas setelah diterapkan metode pembelajaran behaviorisme Albert Bandura pada siklus I adalah sebanyak 12,5%, kemudian persentase ini naik menjadi 90% pada siklus II. Aktifitas guru dalam proses belajar mengajar siklus I menggunakan metode behaviorisme Albert Bandura termasuk dalam kriteria Sangat Baik karena memperoleh presentase rata-rata 92,6%, jika dikaitkan dengan kriteria taraf keberhasilan tindakan 90%ONRO100%. Persentase ini terlihat meningkat dari 92,6% menjadi 97% pada proses belajar mengajar siklus II. Aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar siklus I menggunakan metode behaviorisme Albert Bandura termasuk dalam kriteria Sangat Baik karena memperoleh presentase rata-rata 93,75%, apabila dikorelasikan dengan kriteria taraf keberhasilan tindakan 90%ONRO100%. Persentase ini terlihat meningkat dari 93,75% menjadi 96,8% pada proses belajar mengajar siklus II. Saran Setelah proses penelitian dilakukan dan telah didapatkan hasil, peneliti memberikan saran sebagai berikut ini. Siswa kelas V SDN 3 Limboto Barat yang telah tuntas diharapkan dapat mempertahankan nilai dan siswa yang belum tuntas diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 547 Guru-guru di SDN 3 Limboto Barat diharapkan dapat menerapkan metode behaviorisme pada materi pembelajaran lain dengan tetap memperhatikan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan agar dapat menerapkan metode dengan sebaik DAFTAR PUSTAKA