Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK TEMA 7 SUBTEMA 3 INDAHNYA PERSATUAN DAN KESATUAN NEGERIKU DI SD KELAS IV 100670 HUTAIMBARU Oleh: Siti Patimah Harahap1*. Samakmur2. Monica Theresia3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial Dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: sitipatimahharahap003@gmail. Received: 22 Agustus 2022 Article history: Revised: 09 September 2022 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 18 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model Talking stick pada peserta didik di kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru pada tema 7 subtema 3. Jenis penelitian ini menggunakan PTK (Classroom Action Researc. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 100670 Hutaimbaru yang berjumlah 20 orang sedangkan objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan Hasil siklus I menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 67,30% . ategori kuran. dan rata Ae rata hasil belajar siswa adalah 66,8 di mana 3 peserta didik . %) yang tuntas dan 17 peserta didik . %) tidak tuntas. Selanjutnya siklus II menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 75% . ategori cuku. dan rata Ae rata 78,2 di mana 11 peserta didik . %) tuntas dan 9 peserta didik . %) tidak tuntas. Disimpulkan, hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 dapat ditingkatkan dengan penggunaan model Talking stick pada peserta didik kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru. Kata kunci: Peningkatan Hasil Belajar. Model Talking Stick Abstract This study aims to determine the use of the Talking stick model on students in class IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru on 7 subtheme 3 themes. This type of research uses CAR (Classroom Action Researc. The subjects in this study were all fourth grade students at SD Negeri 100670 Hutaimbaru which opened 20 people while the object of this research was the improvement of student learning outcomes on theme 7 sub-theme 3. The data collection techniques used was observation and tests. The results of my cycle show the results of observations from learning activities of 67. 30% . ess categor. and the average student learning outcomes are 66. 8 where 3 students . %) are complete and 17 students . %) are not. Furthermore, the second cycle showed the results of observations from learning activities of 75% . nough categorie. and an average of 78. 2 where 11 students . %) completed and 9 students . %) did not complete. In conclusion, student learning outcomes in theme 7 sub-theme 3 can be improved by using the Talking stick model for fourth grade students at SD Negeri 100670 Hutaimbaru. Keywords: Improving Learning Outcomes. Talking Stick Model Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi masa depan. Untuk itu dalam proses pembelajaran,model dan media berupa bahan dan isi Pendidikan yang bermakna sangat menetukan terwujudnya tujuan Pendidikan yang berkualitas. Dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar. Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (Sisdikna. , disebutkan bahwaAy pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengendalikan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Bangsa dan NegaraAy. Pembelajaran merupakan suatu proses belajar mengajar yang dilakukan guru untuk membantu siswa dalam belajar. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh interaksi antara berbagai informasi yang diperoleh siswa dan bagaimana siswa mengolah informasi tersebut berdasarkan pemahaman yang dimilki sebelumnya. Aspek yang penting dalam pembelajaran adalah siswa dapat menyadari keterbatasan pengetahuan mereka, memiliki rasa ingin tahu mengenai pengetahuan baru, dan akhirnya siswa dapat mengetahui dalam kehidupan mereka. Ini tentu saja di tunjang dengan perkembangan dan meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Pemprosesan informasi saat siswa memperoleh pengetahuan baru dalam pembelajaran tentu saja tidak lepas dari peran guru. Namun kenyataannya dilapangan pada umumnya, pembelajaran di SD masih memiliki permasalahan seperti proses belajar mengajar masih sangat memperhatikan. Dimana penguasaan guru terhadap model-model pembelajaran masih lemah. Guru masih kurang mengoptimalkan penggunaan media atau alat peraga ketika mengajar di depan kelas karena kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran kurang. Hal ini disebabkan guru kurang mendapatkan pelatihan. Keadaan proses belajar mengajar yang demikian akan menyebabkan minat siswa berkurang dalam mengikuti Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada hari Sabtu, 11 Desember 2021 terhadap salah satu guru yang dilakukan di kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru bahwa dalam kegiatan belajar mengajar masih banyak siswa melakukan aktivitas lain pada saat guru menyampaikan materi pelajaran. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi karena menghambat pancapain tujuan pembelajaran sehingga pemahaman siswa terhadap materi tidak tercapai semaksimal mungkin dalam menguasai materi yang mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal Latihan. Tabel 1. Persentase Ulangan Harian Tema 7 Sub Tema 3 Kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru Nilai KKM Ketera Tidak Jumlah Perse Sumber : Nilai Ulangan Harian Kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru Dari pernyatan di atas banyak siswa yang belum tuntas hasil belajarnya di karenakan rendahnya motivasi belajar merupakan wujud dari berbagai masalah yang muncul dari kegiatan pembelajaran. Setelah dilakukan observasi ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya nilai pada materi pelajaran Indahnya Persatuan Dan Kesatuan Negeriku kelas IV yaitu: Siswa yang tidak konsentrasi pada proses pembelajaran,siswa yang pasif karena guru yang kebanyakan ceramah,kurangnya antusias dalam mengikuti proses pembelajaran,siswa yang kurang pandai membaca,siswa yang sering berbicara dengan kawan disebelah bangku dan tidak memperhatikan guru saat menerangkan, kurangnya kreativitas guru untuk menerapkan model pembelajaran yang tepat. Masalah-masalah itu memeng sering dijumpai di Sekolah Dasar, karena usia mereka khususnya kelas IV SD masih sulit untuk diarahkan,mereka masih Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. menyukai yang namanya bermain. Saat ini kinerja guru menurun karena beberapa faktor, antara lain rendahnya minat untuk mempelajari media-media, model pembelajaran serta metode metode baru yang dapat mengoperasikan media dengan baik sehingga mereka mengajar hanya menggunkan metode ceramah atau pendekatan yang sesuai oleh materi yang akan mereka jelaskan kepada siswa. Dengan adanya beberapa masalah yang muncul di SD Negeri 100670 Hutaimbaru peneliti mencoba untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model Talking Stick Tema 7 Sub Tema 3 Indahnya Persatuan Dan Kesatuan Negeriku. Penerapan model pembelajaran Talking Stick diharapkan agar pesan pembelajaran dapat lebih tercapai karena disini guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa dan siswa juga dilibatkan dalam pembelajaran sebagai subjek tersebut dapat tertanam dalam pengetahuan siswa dan kualitas pembelajaran dapat meningkat. Peneliti merasa bahwa model pembelajaran Talking Stick sangat mudah diterapkan dalam materi sub tema 3 Indahnya Persatuan Dan Kesatuan Negeriku karena di dalam model Talking Stick mengajarkan siswa bagaimana lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan banyak mengetahui lagu kebangsaan dan dimana model pembelajaran ini siswa akan merasakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan,karena siswa tidak lagi hanya mendengarkan ceramah dari guru melainkan siswa sudah memiliki konsep yang baik terhadap materi yang di ajarkan dan akan membuat siswa senang karena guru juga menyediakan reward seperti jajanan. Dengan adanya model pembelajaran interaktif seperti ini, akan memungkin guru lebih leluasa berkreatifitas untuk menarik hati siswa dalam sebuah materi pelajaran. Sehingga siswa bisa terinspirasi dan bisa memahami materi dengan baik. Sejak di populerkan sekitar tahun 2002, model pembelajaran mulai menyebar dikalangan guru di Indonesia. Dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick diharapkan dapat meningkatkan keaktifan, minat, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hal yang telah dijabarkan diatas maka disusunlah penelitian tindakan kelas dengan judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Indahnya Persatuan Dan Kesatuan Negeriku Sub Tema 3 Dengan Menggunakan Model Talking Stick Di Kelas V Sd Negeri 100670 Hutaimbaru T. A 2021/2022. Berdasarkan latar belakang masalah di atas,dapat di identifikasikan beberapa permasalah sebagai Siswa tidak bekonsetrasi pada proses pembelajaran Siswa yang pasif karena guru kebanyakan ceramah Siswa yang kurang pandai membaca Kurangnya antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa cenderung lebih menikmati obrolan dengan teman di bandingkan mendengarkan penjelasan Kurangnya kreativitas guru untuk menerapkan model pembelajaran yang tepat Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model pembelajaran Talking Stick dalam pembelajaran dapat meningkat hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku di Kelas IV SDN 100670 Hutaimbaru ? dan bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 Indahnya Kesatuan dan Persatuan Negeriku menggunakan model pembelajaran Talking Stick di Kelas IV SDN 100670 Hutaimbaru ? Batasan masalah adalah usaha untuk menetapkan Batasan dari masalah penelitian yang akan di teliti,batasan masalah dalam penelitian ini yaitu meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model Talking Stick Tema 7 Sub Tema 3 Indahnya Persatua Dan Kesatuan Negeriku di SD Negeri 100670 Hutaimbaru. Pengertian hasil belajar Menurut Soeditarjo dalam Purwanto . Ayhasil belajar adalah sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh mahasiswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidkan yang di tetapkanAy. Menurut Slameto dalam Sinar . , hasil belajar adalah Aukegiatan yang pokok,artinya bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan Pendidikan tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didikAy. Menurut Nawawi dalam Brahim . hasil Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. belajar adalah AuTingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor dan di peroleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pembelajaran tertentu. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti berpendapat bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa akibat belajar. Perubahan perilaku disebabkan karena siswa dapat mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini, hasil belajar sangatlah penting bagi siswa dan guru. Guru harus bisa memberikan hasil belajar yang baik kepada siswa dan mengajar agar pembelajaran tetap efektif dan lebih semangat dalam belajar dengan menjadi penasehat,fasilitator,dan pemberi hadiah dan mendidik dengan baik. Istarani . ,Ay model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala pasilitas yang terkain yang digunakan secara langsung atau tidak langusng. Menurut Mills dalam Suprijono Agus . ,Ay Model pembelajaran sebagai pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum,mangatur materi, dan memberi petunjuk kepada guru kelasAy. Menurut Arends dalam suprijono . ,Ay model pembelajara adalah mengacu pada pendekatan yang akan digunakan,termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran,tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran,dan pengelolaan kelas. Model pemebelajara dapat didefinisakan sebagai kerengka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam pengorganisasian pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Berdasarkan pengetian di atas, penelitian berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana/pola umum perilaku untuk mencapai tujuan pembelajaran. Maka penelitian ini peneliti menggunakan model pembelajaran Talking Stick. Langkah-langkah model pembelajaran. Suprijono . , model pembelajaran Talking Stick terdiri dari: Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok . Guru menejlaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok . Guru memanggil ketua kelompok untuk satu materi tugas sehingga kelompok mendapat tugas satu persatu . Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan . Setelah selesai diskusi,lewat juru bicara,ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok . Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberikan kesimpulan . Evaluasi . Penutup Berdasarkan penjelasan di atas,maka peneliti berpendapat. Adapun langlah-langkah pelaksanaan model pembelajaran Talking Stick sebagai berikut: Guru menyiapkan tongkat bicara, guru menyampaikan materi yang akan dipelajari, kemudian guru memberikan kesempat 5 menit kepada peserta didik untuk membaca buku dan memahami materi,setelah itu guru memberikan pertanyan dengan cara menjalankan tongkat dengan nyanyian. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 100670 Hutaimbaru yang terletak di Desa Hutaimbaru. Kec. Halongonan. Padang Lawas Utara, provinsi Sumatera Utara. Dengan Bapak Kepala Sekolah Ahmad Fuji Harahap. Pd dan Guru Kelas IV Ibu Erdiana Harahap. Pd. Adapun alasan penetapan lokasi penelitian juga mengingat SD Negeri Hutaimbaru ini dekat dengan tempat tinggal peneliti,sehingga untuk menghemat biaya peneliti. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 mei semester genap tahun pelajaran 2021-2022 pada bulan Mei sampai dengan selesai,perencanaan ini dilaksanakan pada waktu tersebut karena sub tema tersebut diajarkan pada semester genap. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN 100670 Hutaimbaru T. 2021/2022 yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari 11 orang siswa laki Ae laki dan 9 orang siswa Dimana hal yang akan diteliti adalah hasil belajar siswa pada pembelajaran indahnya persatuan dan kesatuan negeriku agar tercapainya hasil belajar yang sesuai dengan kriteria ketuntasan pada siswa kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Sebagimana dengan subjek yang telah tertera maka untuk objek penelitiannya adalah model pembelajaran Talking Stick pada pembelajaran indahnya persatuan dan kesatuan negeriku di kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru. Penelitian tindakan ini mengambil bentuk penelitian tindakan kelas kolaborasi, dimana peneliti berkolaborasi dengan guru yang tergabung dalam satu tim untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki kekurangan Ae kekurangan dalam praktik pembelajaran. Hubungan antara peneliti dan guru bersifat kemitraan, sehingga kedudukan peneliti dan guru adalah sama untuk mengupayakan persoalan Ae persoalan yang akan diteliti. Dengan demikian peneliti dituntut untuk bisa terlibat secara langsung dalam PTK ini. Teknik pengumpulan data Lembar Observasi ini dilakukan untuk mengumpulkan data peneliti akan melakukan observasi dalam mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan penelitiaan ini. Observasi merupakan sesuatu pengamatan yang bertujuan memperoleh informasi yang berkaitan dengan penelitiaan. Tes adalah Untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran maka akan diadakannya tes. Tes adalah cara yang dapat dipergunakan atau prosuder yang perlu ditempuh dalam rangka pengukuran dan penilaiaan dibidang pendidikan. Yang berbentuk pemberiaan tugas atau serangkaian tugas baik berupa pertanyan atau latihan dalam mengukur keberhasilan mahasiswa. Dokumentasi ini untuk memperkuat hasil penelitian ini diperlukannya dokumentasi sebagai bukti bahwa peneliti ini diperlukannya dokumentasi sebagai bukti bahwa peneliti benar- benar telah melaksanakan penelitiaan . dokumentasi merupakan file berbentuk gambar yang dijadikan sebagai data pendukung pada pelaksanaan penelitian. Dimana dengan adanya gambar sebagai bukti pendukung bahwa penelitiaan benar-benar dilaksanakan. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui tingkat ke efektifan dan hasil belajar dari pembelajaran yang telah dilakukan. Metode deskriftif kualitatif ini merupakan penelitian yang menggambarkan suatu fakta sesuai data yang sebenarnya. Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang di lihat dari hasil test selama proses pembelajaran menurut (Arikunto, 2. dapat menggunakan rumus: X 100% Keterangan: P :Persentase ketuntasan hasil belajar. f :Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar. N :Jumlah siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan oleh peneliti atas nama Siti Patimah Harahap yang bertindak sebagai pendidik. Observer dalam penelitian ini adalah rekan mahasiswa saya saudari atas nama Santi Harahap Sementara itu, untuk pengambilan foto dan video dibantu oleh rekan-rekan mahasiswa lainnya sebelum melaksanakan PTK, peneliti memberikan arahan kepada observer agar mudah dalam bekerja sama saat di dalam ruangan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru yang berjumlah 20 peserta didik yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran Talking stick untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik khususnya pada tema 7 subtema 3 Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masingmasing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada siklus I dan siklus II pada setiap pertemuan mengalami peningkatan dapat di jelaskan pada tabel dan garfik dibawah ini: Perbandingan Siklus I dan II Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Nama Peserta Didik Abdullah Aidil 3 Ali hasibuan 4 Aini siregar Amer Baginda Cahaya Inova Lomo Lutfhi Malisa Maulida Mega Misbah 15 Muhammad Rahman Rapa 18 Roysaputra Ripki Suci aini Jumlah Rata Ae rata Tuntas Tes Siklus Tes Siklus Keterangan Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat . %) . %) Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat siklus II tidak tuntas Berdasarkan Tabel dan grafik diatas ini menjelaskan bahwa selama pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran talking stick hasil belajar peserta didik meningkat. Hal itu, dapat dilihat dari peningkatan rata-rata dari 66,8% pada siklus I kemudian mengalami peningkatan di siklus II dengan Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. rata-rata 78,2%. Selain dilihat dari nilai rata-rata peserta didik, peningkatan hasil belajar peserta didik juga dapat dilihat dari ketuntasan belajar dimana kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 75. Terbukti presentase ketuntasan dari 66,8% pada siklus I, kemudian pada tes siklus II meningkat lagi menjadi 78,2% dan ketuntasan pada siklus II sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal yakni 75. Sehingga dari berbagai uraian sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam tema 7 subtema 3. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 indahnya persatuan dan kesatuan negeriku bagi kelas VI SDN 100670 Hutaimbaru. Penerapan model talking stick pada tema 7 subtema 3 indahnya persatuan dan kesatuan negeriku di kelas IV SDN 100670 Hutaimbaru mengalami peningkatan hasil belajar terbukti dari nilai rata-rata observasi guru pada siklus I memperoleh skor akhir pembelajaran 67,30 dengan kriteria AuBaikAy menjadi 75 dengan kriteria AuBaikAy pada siklus II. Begitupun dengan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor akhir 63,45 dengan kriteria AuBaikAymenjadi 70 dengan kriteria AuBaikAy pada siklus II. Meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilaksanakan dengan baik. Hal tersebut dapat terbukti dari nilai rata-rata kelas 66,8 % dengan kategori cukup dan pesentase yang tuntas 3 orang atau 15% dan yang tidak tuntas sebanyak 17 orang atau 85% dari 20 siswa meningkat pada siklus II pembelajaran tema 7 subtema 3 indahnya persatuan dan kesatuan negeriku rata-rata kelas 78,2% kategori tinggi yang tuntas 11 orang yang tidak tuntas 9 orang atau 45 %. Saran Ada beberapa saran yang menjadi bahan yang perlu untuk dipertimbangkan untuk kemajuan belajar di kelas IV SDN 100670 Hutaimbaru , khususnya pada penerapan model pembelajaran Talking stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa Bagi Peneliti Sendiri Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik sebagai syarat untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan (S. di Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Bagi Sekolah Dengan menggunakan model pembelajaran maka akan meningkatkan hasil belajar siswa sehingga menambah model pembelajaran yang dimiliki guru agar pembelajaran lebih kreatif dan inovatif sehingga meningkatkan mutu Pendidikan sekolah. Bagi Guru Menempatkan peran guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran yang menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Sebagai masukan untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menerapkan model pembelajaran khususnya menggunakan model pembelajaran talking stick untuk pembelajaran lainnya dalam meningkatkan hasil belajar. DAFTAR PUSTAKA