Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pengaruh penggunaan learning management system dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa program international baccalaureate di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang Selanova Citra Mandagiea,1. Shelty D. Sumualb,2. Viktory N. Rottyc,3 abc Manajemen Pendidikan. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Manado. Jl. IKIP. Matani I. Tomohon. Sulawesi Utara 95445 1 mandagiesela@gmail. 2 sumualshelty7@gmail. 3 viktoryrotty@unima. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 10 Maret 2024 Direvisi: 6 April 2024 Disetujui: 5 Mei 2024 Tersedia Daring: 13 Juni 2024 Kata Kunci: Learning Management System Motivasi Berprestasi Hasil Belajar Siswa Keywords: Learning Management System Achievement Motivation Learning Outcomes Students ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah . Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Learning Management System terhadap hasil belajar siswa, . Untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa, . Untuk mengetahui pengaruh penggunaan LMS dan motivasi berprestasi secara simultan terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 32 orang yang merupakan seluruh populasi siswa pada program IB (Sampling Hasil penelitian menunjukkan . Penggunaan LMS (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (Y). Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik dimana penggunaan LMS memiliki nilai siginifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung > t tabel . ,771 > 2,. Motivasi berprestasi (X. tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Uji statistik menunjukkan bahwa variabel Motivasi berprestasi memiliki nilai siginifikansi sebesar 0,309 > 0,05 dan nilai t hitung < t tabel (-1,037 > 2,. Penggunaan LMS (X. dan Motivasi berprestasi (X. secara simultan berpengaruh positif dan signifikan pada hasil belajar siswa (Y). Dibuktikan dengan hasil uji statistik dimana nilai Sig. 000 < 0,05 dan nilai F hitung 12,687 > 3,32. Hasil uji Koefisien Determinasi menghasilkan 0,467 atau 46,7%. Artinya, variabel penggunaan LMS (X. dan Motivasi berprestasi (X. memiliki pengaruh sebesar 46,7% terhadap hasil belajar siswa (Y), sisanya 53,3% dipengaruhi oleh faktor lain. ABSTRACT The objectives of this research are . To determine the effect of using the Learning Management System on student learning outcomes, . To determine the effect of achievement motivation on student learning outcomes, . To determine the effect of using LMS and achievement motivation simultaneously on student learning outcomes. The research method used is quantitative research. The research sample consisted of 32 people, which was the entire student population in the IB program . aturated samplin. The research results show . The use of LMS (X. has a positive and significant effect on student learning outcomes (Y). This is proven by the results of statistical tests where the use of LMS has a significance value of 0. 000 < 0. 05 and a calculated t value > t table . Achievement motivation (X. does not have a positive and significant effect on student learning outcomes. Statistical tests show that the achievement motivation variable has a significance value of 0. 309 > 0. and a calculated t value < t table (-1. 037 > 2. The use of LMS (X. and achievement motivation (X. simultaneously have a positive and significant effect on student learning outcomes (Y). Proven by the results of statistical tests where the Sig value. 000 < 0. 05 and the calculated F value 687 > 3. The Coefficient of Determination test results produce 0. This means that the variables LMS use (X. and achievement motivation (X. have an influence of 46. 7% on student learning outcomes (Y), the remaining 53. 3% is influenced by other factors. Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. A2024. Authors Selanova Citra Mandagie. Shelty D. Sumual. Viktory N. Rotty This is an open access article under CC BY-SA license Pendahuluan Dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, proses kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan kegiatan yang sangat penting. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik (Sanjani, 2. Interaksi atau hubungan timbal balik disini bukan hanya sekedar hubungan antara guru dengan siswa saja, tetapi berupa interaksi edukatif. Sementara masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Diagram 1. Presentase Lima Tingkat Pendidikan (Sumber: Worldtop20. Bersumber grafik di atas, diketahui bahwa di tahun 2023, kondisi pendidikan Indonesia berada di peringkat 67 dari 203 negara di dunia. Hal ini menyampaikan bahwa kondisi Pendidikan Indonesia memang tidak baik-baik saja. Dengan strategi yang tepat inilah maka proses pembelajaran akan berjalan secara efektif, efesien dan relevan. Relevan di sini baik dalam sisi kebutuhan belajar anak, perkembangan zaman serta sesuai dengan berbagai unsurunsur penting lainnya. Metode pembelajaran yang efektif adalah metode yang digunakan pengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan akan menghasilkan pembelajaran maksimal (Nasution, 2. Metode diskusi yaitu salah satu dari beberapa metode pembelajaran yang umum digunakan dalam dunia pendidikan karena disana antara siswa saling berinteraksi lebih dekat, bekerja sama antar tim belajar, dan saling mengutarakan pendapat yang sangat berguna serta dapat mewujudkan sesuatu hal yang baru jika disatukan dalam suatu sistem yang berguna bagi kelangsungan pembelajaran dalam kelas. Seorang anak akan baik dalam prestasi belajarnya jika ia mau belajar. Kemauan atau keinginan untuk belajar yang berasal dari diri sendiri ini dinamakan dengan motivasi (Masni. Beberapa ahli pendidikan mengatakan di dalam motivasi belajar ada dua faktor yang penting untuk diketahui: pertama, motivasi belajar adalah kemampuan mental seseorang untuk menumbuhkan semangat belajar dari diri sendiri untuk melakukan kegiatan belajar hingga mencapai satu tujuan (Jannah et al. , 2. Kebiasaan belajar timbul karena adanya proses hilangnya respon terhadap stimulasi yang dilakukan secara berulang-ulang. Di dalam proses belajar, kebiasaan dapat juga meliputi menghilangkan prilaku yang tidak diperlukan (Arianti. Tentang kebiasaan belajar yakni sikap belajar seseorang yang sudah ada tertanam didalam waktu yang cukup lama sampai dapat menampakkan ciri sikap di dalam aktifitas Poerwanto . dalam (Abnisa, 2. menjelaskan bahwa, untuk mencapai hasil pembelajaran yang efesien ketika:Memiliki tujuan belajar yang jelas. agar membiasakan Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. belajar yang efesien sehingga memperoleh prestasi belajar yang baik harus. memiliki tujuan belajar yang pasti. Prayitno . dalam (Palittin et al. , 2. mencontohkan atau mengumpamakan motivasi seperti bahan bakar dalam berjalanya mesin gasoline, maksudnya apapun bentuk mesin gasoline tersebut jika tidak ada penggeraknya maka tidak akan berarti. Dalam setiap metode pembelajaran yang diberikan pastinya akan memiliki kelebihan ataupun kekurangan, sehingga para pengajar harus memahami berbagai metode pembelajaran dan menggunakan metode yang tepat sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran nya (Hasriadi, 2. Diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses berpikir dan mengungkapkan pendapat. Perkembangan teknologi IT yang semakin berkembang. Sekolah diharuskan melakukan inovasi dalam melaksanakan kegiatan akademik (Pangalila et al. , 2. Dalam hal ini sistem pembelajaran yang diimplementasikan perlu adanya sebuah inovasi baru, yakni diciptakannya pembelajaran yang tidak lagi menggunakan kertas sebagai medianya. Sehingga lebih praktis dan efisien (Ulfa & Saifuddin, 2. Dalam suatu sistem media informasi penyampaiannya masih menggunakan website, baik itu secara personal maupun teamwork. Namun mengingat semakin meningkatnya kebutuhan siswa dan kualitas media informasi semakin baik, maka informasi yang dibutuhkan pun semakin meningkat khususnya mengenai media yang disampaikan dan media yang digunakan untuk penyampaian informasi, sehingga kualitas dan kuantitas sistem yang berjalan saat ini jauh lebih baik (Sari et al. , 2. Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang dapat berfungsi melayani beberapa lapisan masyarakat yang beraneka ragam latar belakang dengan beberapa keragaman yang terdapat di dalamnya. Keragaman tersebut mencakup aspek antara lain kesempatan belajar, ketersediaan sarana dan prasarana untuk belajar, cara belajar, kecepatan belajar serta motivasi belajar. Sebagai salah satu sekolah yang mengimplementasikan penggunaan teknologi dan juga program IB Diploma, dimana program IB tidak hanya berfokus pada perkembangan kognitif namun juga pada perkembangan sosial, emosional dan fisik, sehingga fokus ini bertujuan untuk mengembangkan generasi muda yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, cerdas, peduli, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi tantangan masyarakat yang kompleks, serta berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Dalam proses pembelajaran, program IB di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang menekankan nilai pembelajaran sebagai bagian yang penting dan integral dalam kehidupan sehari-hari siswa. Program IB mendorong kemajuan sekolah yang menginspirasi siswa untuk berani bertanya, mengejar aspirasi mereka, menetapkan tujuan yang menantang, dan mengembangkan ketekunan siswa untuk mencapai tujuan tersebut. Juga mendorong kemajuan sekolah yang mengembangkan pengetahuan siswa sehingga mampu memberi penilaian yang etis dan rasional serta memiliki fleksibilitas, ketekunan dan kepercayaan diri untuk membawa perubahan yang berarti, memiliki hubungan yang sehat, tanggung jawab individu dan bersama, serta kerja sama tim yang efektif. Metode Learning Management System (LMS) menjadi pendukung pemfasilitasan siswa dan guru dalam menjalani program IB. Di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang, penggunaan LMS sendiri sudah diterapkan sejak 2018. Sejak pengenalan pada 2018 lalu, penggunaan LMS dilihat oleh Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang sangat bermanfaat untuk manajemen administrasi kesiswaan dan juga bermanfaat untuk guru sebagai sarana perencanaan pembelajaran, pengorganisasian pembelajaran, pengarahan pembelajaran, koordinasi pembelajaran dan pengendalian pembelajaran. Metode Learning Management System (LMS) adalah Aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan dalam jaringan, atau program pembelajaran elektronik dan secara Online . -learning progra. , dan berisikan bahan pembelajaran serta pelatihan secara Online (Sudiana, 2. Dengan memudahkan mahasiswa dalam proses pembelajaran secara Online dimana saja dan Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. kapan saja dimana saja. Di Sekolah Pelita Harapan. Lippo Cikarang. LMS yang digunakan ada dua, yakni: Google Classroom dan Managebac. Dari uraian-uraian diatas, maka pembelajaran dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran dengan eksperimen. Untuk dapat mengetahui hal tersebut, penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul Pengaruh penggunaan LMS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa program IB di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang. Tujuan penelitian ini adalah . Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Learning Management System (LMS) terhadap hasil belajar siswa, . Untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa, . Untuk mengetahui pengaruh penggunaan LMS dan motivasi berprestasi secara simultan terhadap hasil belajar siswa pada program Internasional Baccalaureate (IB) di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang. Penggunaan LMS (X. Hasil belajar (Y) (Y) Motivasi Berprestasi (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Hipotesis Penelitian Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian adalah di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang. Dalam penelitian ini seluruh anggota populasi diambil atau bisa disebut sebagai sampel jenuh. Sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2. Total sampling berjumlah 32 orang yang merupakan seluruh siswa pada program Internasional Baccalaureate (IB). Teknik pengumpulan data yaitu melalui angket/kuesioner yang sebelum disebarkan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Adapun teknik analisis data terdiri dari uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisita. , model regresi linear berganda, uji t, uji F dan uji Koefisien Determinasi (R. Hasil dan Pembahasan Uji Validitas dan Reliabilitas Tabel 1. Uji Validitas Variabel Penggunaan LMS (X. Item R hitung R tabel Kesimpulan X1. 0,631 0,349 Valid X1. 0,906 0,349 Valid X1. 0,746 0,349 Valid X1. 0,691 0,349 Valid X1. 0,711 0,349 Valid Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Berdasarkan tabel hasil uji validitas X1 di atas, disimpulkan bahwa data kelima indikator pertanyaan yang dipakai dalam variable X1 valid. Hal ini dibuktikan dengan hasil R hitung > R tabel. Tabel 2. Uji Validitas Variabel Motivasi Berprestasi (X. Item R hitung R tabel Kesimpulan X2. 0,660 0,349 Valid X2. 0,755 0,349 Valid X2. 0,801 0,349 Valid X2. 0,587 0,349 Valid X2. 0,570 0,349 Valid X2. 0,445 0,349 Valid X2. 0,119 0,349 Tidak Valid X2. 0,576 0,349 Valid X2. 0,346 0,349 Tidak Valid X2. 0,596 0,349 Valid X2. 0,678 0,349 Valid X2. 0,681 0,349 Valid X2. 0,293 0,349 Tidak Valid X2. 0,304 0,349 Tidak Valid Berdasarkan tabel hasil uji validitas X2 di atas, disimpulkan bahwa dari 14 butir indikator pertanyaan, terdapat 4 butir pertanyaan yang tidak valid karena menghasilkan nilai R hitung < R tabel. Sedangkan, data yang valid berjumlah 10 di mana hasil R hitung > R tabel. Tabel 3. Uji Validitas Variabel Hasil Belajar (Y) Item R hitung R tabel Kesimpulan Y1. 0,349 Valid Y 1. 0,349 Valid Y 1. 0,676 0,349 Valid Y 1. 0,632 0,349 Valid Y 1. 0,704 0,349 Valid Tabel hasil uji validitas Y di atas menunjukkan bahwa 5 indikator pertanyaan variabel Y telah valild di mana hasil R hitung > R tabel. Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Setelah melakukan uji Validitas selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabel X1. X2 dan Y Variabel Alpha Keterangan Penggunaan LMS (X. 0,770 Reliabel Motivasi Berprestasi (X. Reliabel Hasil Belajar (Y) 0,700 Reliabel Berdasarkan hasil olahan data reliabilitas, dinyatakan bahwa data yang di uji memiliki nilai variabel reliabilitas yang baik karena keseluruhan nilai CronbachAos Alpha menunjukan hasil yang lebih besar dari batas kritis yang ditentukan yaitu 0. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, maka analisis dilanjutkan ke pengujian asumsi klasik yang terdiri dari uji Normalitas. Multikolinearitas. Heteroskedastisitas, dan Autokorelasi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 2. Histogram . dan Grafik P-Plot (Kana. Dua gambar hasil uji normalitas melalui Histogram test dan P-Plot test di atas menunjukkan bahwa data penelitian terdistribusi dengan normal. Yang pertama, histogram menunjukkan hasil kurva yang melengkung seperti gunung . ountain shap. Selanjutnya hasil p-plot test menunjukkan titik-titik sebaran data yang mengikuti garis diagonal. Hal ini telah memenuhi kriteria pengambilan keputusan sehubungan dengan pembuktian uji normalitas data. Tabel 5. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Untuk pembuktian uji normalitas lebih lanjut dilakukan dengan One-Sample KomogorovSmirnov test. Hasil uji di atas menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar . 200 dimana > 0. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa data penelitian telah terdistribusi dengan Uji Multikolinearitas Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. Penggunaan LMS Motivasi Collinearity Statistics Beta Sig. Tolerance VIF Dependent Variable: Hasil belajar Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa pada bagian collinierity statistic, nilai VIF pada seluruh variabel independen lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance diatas 3. Dari hasil uji mulitikolinieritas diatas dapat diartikan bahwa seluruh variabel independen pada penelitian ini tidak ada gejala multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 3. Grafik Scatter Plot Dari grafik di atas terlihat titik-titik meluas di atas serta di bawah angka 0 serta menjauhi sumbu Y serta titik-titik tersebut meluas secara acak. Mampu disampaikan yakni data studi bukan menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas. Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pengujian Hipotesis Uji Signifikansi secara Parsial (Uji . Penggunaan uji signifikansi secara parsial atau uji statistik t. Hal ini dilakukan untuk memeriksa dampak variabel dependen. Menggunakan uji SPPS dalam melakukan pengujiannya, dan pengujian dijalankan pada tingkan signifikan 0,05 . = 5%). Berikut adalah uji signifikan secara parsial dalam penelitian ini: Tabel 7. Uji Parsial (Uji Statistik . Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. Penggunaan LMS Motivasi Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Dependent Variable: Hasil belajar Hasil perhitungan diatas dapat dijelaskan bahwa variabel penggunaan LMS memiliki nilai siginifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa penggunaan LMS secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar. Atau dalam tabel Coefficient diperoleh nilai t tabel sebesar 2,045 diperoleh dengan cara mencari nilai df = n Ae k Ae 1 atau 32 Ae 2 -1 = 29, dan pengujian ini menggunakan tingkat kesalahan 5% dibagi dua . ,05 / 2 = 0,. dan nilai t hitung sebesar 4. Karena nilai t hitung > t tabel yaitu 4. 771> 2,045 maka hipotesis 1 teruji yang berarti penggunaan LMS memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar. LMS merupakan alat yang sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran (Andriani & Daroin, 2. Berdasar hasil analisis diketahui bahwa pengunaan LMS mempunyai pengaruh positif signifikan dengan hasil belajar siswa di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang. Hasil analisis ini dapat diartikan jika makin baik penggunaan LMS yang ada di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang, maka akan baik pula hasil belajar siswa di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang. Penting untuk dicatat bahwa keberhasilan penggunaan LMS dalam meningkatkan hasil belajar siswa sangat tergantung pada pendekatan pengajaran guru, dukungan institusi pendidikan, serta kesiapan dan partisipasi siswa dalam menggunakan teknologi tersebut. Dengan adanya penggunaan LMS yang baik, diharapakan dapat membantu menciptakan hasil belajar siswa yang baik karena hasil belajar siswa yang baik merupakan indikator kualitas pendidikan. Hasil belajar siswa juga dapat dijadikan indikator efektivitas pengajaran. Dengan memonitor hasil belajar, sekolah dapat mengevaluasi dan meningkatkan metode pengajaran yang digunakan. Dengan mencapai tujuan dan mendapatkan manfaat dari hasil belajar siswa yang baik, suatu sekolah dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan siswa dan menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul (Wiragunawan, 2. Kemudian. Hasil perhitungan diatas dapat dijelaskan bahwa variabel motivasi berprestasi memiliki nilai siginifikansi sebesar 0,309 lebih besar dari 0,05 yang berarti bahwa motivasi berprestasi secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar. Atau dalam tabel Coefficient diperoleh nilai t tabel sebesar 2,045 diperoleh dengan cara mencari nilai df = n Ae k Ae 1 atau 32 Ae 2 -1 = 29, dan pengujian ini menggunakan tingkat kesalahan 5% dibagi dua . ,05 / 2 = 0,. dan nilai t hitung sebesar -1. Karena nilai t hitung < t tabel Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. 037< -2,045 maka hipotesis 2 tidak teruji yang berarti motivasi berprestasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat konsumsi hasil belajar. Motivasi berprestasi adalah dorongan internal yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, meningkatkan kinerja, dan meraih keberhasilan. Pada konteks siswa sekolah, motivasi berprestasi berkaitan erat dengan keinginan untuk mencapai hasil akademis yang tinggi, meraih pencapaian, dan tumbuh sebagai individu yang berkualitas. Berdasarakan hasil analisis diketahui jika motivasi berprestasi berpengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hasil ini mengindikasikan jika makin baik motivasi berprestasi siswa makan akan makin baik pula hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang baik merupakan indikator kualitas pendidikan. Hasil belajar yang baik dapat meningkatkan daya saing siswa di berbagai Siswa yang mencapai hasil belajar yang baik cenderung memiliki prestasi akademis yang tinggi, mencerminkan keberhasilan sekolah dalam memberikan pendidikan yang efektif. Siswa dengan hasil belajar yang baik memiliki peluang lebih baik untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi dan mengejar karir yang sukses (Dakhi, 2. Dari hasil penelitian disampaikan bahwa hipotesis pada penelitian ini dinyatakan signifikan yaitu terdapat pengaruh penggunaan LMS signifikan terhadap hasil belajar. Dan variabel motivasi berprestasi tidak signifikan terhadap hasil belajar. Uji Anova (Uji F) Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independent secara bersama-sama . berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji F dilakukan dengan membandingkan Fhitung dan Ftabel. Hasil uji simultan F dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 8. Uji Anova (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Hasil belajar Predictors: (Constan. Motivasi berprestasi. Penggunaan LMS Nilai F tabel diketahui bahwa nilai signifikansi yang dihasilkan yaitu 0,000 yang dimana nilai signifikansi uji F < 0,05. Kesimpulan yang didapatkan adalah ada pengaruh secara stimultan antara variabel dependen dengan variabel independen. Sedangkan untuk perhitungan F tabel diperoleh nilai 3,32 dengan cara melihat n Ae k = 32 Ae 2 = 30 . isi kiri dalam tabe. dan k=2 . isi atas tabe. Untuk F hitung . > F tabel . Jika dilihat dari F hitung dan F tabel maka penggunaan LMS (X. dan motivasi berprestasi (X. berpengaruh secara statistik terhadap hasil belajar siswa (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan LMS dan motivasi berprestasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Motivasi berprestasi. Penggunaan LMS Dependent Variable: Hasil belajar Selanova Citra Mandagie et. al (Pengaruh penggunaan learning. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 1082-1092 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Berdasarkan data tabel di atas, terlihat bahwa nilai R square koefisien determinasi (KD) adalah sebesar 0,467. Nilai 0,467 adalah penguadratan dari koefisien korelasi atau R yaitu 0,683 x 0,683 = 0,467. Selanjutnya digunakan perhitungan Koefisien Determinasi (KD). KD = R2 x 100% = 0,467 x 100%= 46,7%. Besarnya angka koefisien determinasi (R Squar. 46,7%. Angka tersebut mengandung arti bahwa penggunaan LMS (X. dan motivasi berprestasi (X. berpengaruh terhadap hasil belajar siswa (Y) sebesar 46,7%. Sedangkan sisanya 53,3% . % - 46,7%) dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan. Besarnya nilai koefisien determinasi atau R Square berkisar antara 0 sampai 1. Semakin kecil nilai koefisien determinasi (R Squar. , maka pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat semakin Jika nilai R Square semakin mendekati 1, maka akan semakin berpengaruh kuat. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka disimpulkan sebagai berikut: Penggunaan Learning Management System (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (Y) di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang. Variabel penggunaan LMS memiliki nilai siginifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung > t tabel . ,771 > 2,. yang berarti bahwa penggunaan LMS secara parsial memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa di Sekolah Pelita Harapan Lippo. Motivasi berprestasi (X. tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (Y) di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang. Variabel Motivasi berprestasi memiliki nilai siginifikansi sebesar 0,309 > 0,05 dan nilai t hitung < t tabel (-1,037 > 2,. yang berarti bahwa Motivasi berprestasi secara parsial tidak memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa di Sekolah Pelita Harapan Lippo. Penggunaan LMS (X. dan Motivasi berprestasi (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan pada hasil belajar siswa (Y) di Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik dimana nilai Sig. 000 < 0,05 dan nilai F hitung 12,687 > 3,32. Kemudian, hasil uji Koefisien Determinasi menghasilkan 0,467 atau 46,7%. Artinya, variabel penggunaan LMS (X. dan Motivasi berprestasi (X. memiliki pengaruh sebesar 46,7% terhadap hasil belajar siswa (Y), sisanya 53,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Daftar Pustaka