Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PKM KELOMPOK PKK DESA BANDUNGREJO KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH DALAM PEMBUATAN MINUMAN HERBAL INSTAN Lutfi Chabib1. Imron Wahyu2. Herman Felani3. Mellisa Muzakir4* Fakultas MIPA(Prodi Farmasi. Univesitas Islam Indonesia. Yogyakarta. Indonesi. Fakultas MIPA (Prodi Farmasi. Univesitas Muhammadiyah Magelang. Magelang. Indonesi. Fakultas Psikologi(Prodi Komunikasi. Univesitas Islam Indonesia. Yogyakarta. Indonesi. Fakultas Bisnis dan Ekonomi (Prodi Manajemen. Univesitas Islam Indonesia. Kota Yogyakarta. Indonesi. *Korespondensi : lutfi. chabib@uii. Abstrak Desa Bandungrejo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ngablak. Kabupaten Magelang. Provinsi Jawa Tengah. Desa Bandungrejo terletak sekitar 10 km dari Kota Magelang dengan waktu tempuh 30 menit. Desa Bandungrejo memiliki luas 375 ha, dengan pekarangan/bangunan seluas 52 ha dan ladang seluas 292 ha. Kelurahan Bandungrejo terdapat 9 dusun yaitu: Noyogaten. Bakalan. Bandungrejo. Pendem. Citrogaten. Brongkol. Kayuares. Kenanggan. Soromayan. Kondisi tanah yang berada di daerah pegunungan menjadikan desa Bandungrejo sangat cocok untuk tanaman sayuran dan tanaman herbal berupa jahe, kunyit, temulawak dan kencur yang masih terbatas dalam pengolahan dan Berdasarkan permasalahan tersebut maka pemberdayaan Masyarakat ini akan di laksanakan oleh Kelompok PKK Barokah Desa Bandungrejo, faktor tersebut akibat dari keterbatasan mitra dalam mengolah dan menghasilkan produk herbal yang siap konsumsi dan layak jual, faktor tersebut akibat dari aspek produksi, aspek sumber daya manusia, dan aspek manajemen. Tujuan pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah mendorong terciptanya peningkatan ekonomi warga yang selama ini terjadi dikarenakan rendahnya pengetahuan dan pemahaman teknologi dalam pengolahan produk herbal menjadi produk siap konsumsi dan layak jual bernilai ekonomis lebih tinggi. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut dengan pendampingan pengenalan tanaman herbal, pengolahan, produksi dan pemasaran. Luaran yang di capai dalam kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia kelompok PKK Desa Bandungrejo dalam membuat produk minuman herbal instan serta peningkatan kapasitas dalam motivasi berwirausaha, manajemen dan pemasaran. Kata kunci: Bandungrejo. Herbal. Pengabdian Abstract Bandungrejo Village is one of the villages located in Ngablak District. Magelang Regency. Central Java Province. Bandungrejo Village is located about 10 km from Magelang City with a travel time of 30 Bandungrejo Village has an area of 375 ha, with a yard/building of 52 ha and a field of 292 ha. Bandungrejo Village has 9 hamlets, namely: Noyogaten. Bakalan. Bandungrejo. Pendem. Citrogaten. Brongkol. Kayuares. Kenanggan. Soromayan. The condition of the land in the mountainous area makes Bandungrejo Village very suitable for vegetable plants and herbal plants such as ginger, turmeric, temulawak and kencur which are still limited in their processing and utilization. Based on these problems, this Community Empowerment will be carried out by the PKK Barokah Group of Bandungrejo Village, this factor is due to the limited partners in processing and producing herbal products that are ready to consume and suitable for sale, this factor is due to aspects of production, aspects of human resources, and aspects of management. The purpose of implementing this community service program is to encourage the creation of economic improvements for residents which have occurred due to low knowledge and understanding of technology in processing herbal products into ready-to-consume and marketable products with higher economic value. The method used to achieve this goal is by mentoring the introduction of herbal plants, processing, production and marketing. The output achieved in this community service activity is increasing the capacity of human resources in the PKK group in Bandungrejo Village in making instant herbal drink products and increasing capacity in entrepreneurial motivation, management and marketing. Keywords: Bandungrejo. Herbal. Empowerment Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 PENDAHULUAN Desa Bandungrejo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ngablak. Kabupaten Magelang. Provinsi Jawa Tengah. Desa Bandungrejo terletak sekitar 10 km dari Kota Magelang dengan waktu tempuh 30 menit. Desa Bandungrejo memiliki pekarangan/bangunan seluas 52 ha dan ladang seluas 292 ha. Kelurahan Bandungrejo terdapat 9 dusun yaitu: Noyogaten. Bakalan. Bandungrejo. Pendem. Citrogaten. Brongkol. Kayuares. Kenanggan. Soromayan. Kondisi tanah yang berada di daerah Bandungrejo sangat cocok untuk tanaman sayuran dan tanaman herbal berupa jahe, kunyit, temulawak dan umum digunakan dalam pembuatan minuman herbal adalah rimpang seperti jahe, kunyit, kencur, dan daun seperti daun sirih dan lidah buaya. batang seperti sereh. kayu seperti kayu manis. bunga seperti bunga krisan. dan madu (Al Cidadapidan Eman. Dari banyaknya jenis tanaman yang masuk ke dalam kategori rempah, jenis yang paling popular dijadikan jamu atau minuman rempah antara lain serai, jahe, dan kunyit yang juga merupakan bahan yang sering dijumpai sebagai bumbu dapur(Nabilah, dkk. 2021, dan NaAoimah, dkk. ,2. Selain itu, berdasarkan dilakukan oleh Yuliningtyas, dkk. minuman serai dan jahe mengandung beberapa senyawa aktif, yaitu alkaloid, flavonoid dan saponin. Dengan demikian minuman herbal yang dibuat dari 3 jenis rempah ini akan sangat baik memberikan efek farmakologis bagi kesehatan tubuh. Gambar 1. Potensi tanaman herbal yang dibudidayakan di Desa Bandungrejo (Sumber foto pribadi pengabdi 2. Pada selama ini hanya mencari atau menggunakan tanaman herbal pada waktu atau kondisi tertentu saja, seperti ketika mengalami rasa sakit . Sehingga, tak jarang banyak tanaman herbal yang hanya dijual dalam bahan baku. Hal ini disebabkan pengetahuan masyarakat dalam hal pengolahan tanaman herbal Berdasarkan pemberdayaan Masyarakat ini akan di laksanakan oleh Kelompok PKK Barokah Desa Bandungrejo. Kelompok PKK Desa Bandungrejo selama ini hanya memfokuskan melakukan kerja bakti pada hari jumat dan senam pagi pada hari minggu yang terbilang kurang produktif dalam menjalankan tugas Sementara salah satu program pokok kelompok PKK Desa Berdasarkan mata pencaharian Desa Bandungrejo bermata pencaharian Sedangkan berdasarkan latar belakang pendidikan sebagian besar merupakan lulusan Meskipun Desa Bandungrejo memiliki potensi tanaman herbal yang cukup melimpah, namun memanfaatkannya secara mandiri. Minuman herbal merupakan minuman yang berbahan dasar alami yang kesehatan tubuh yang biasanya terbuat dari rempah-rempah. Beberapa jenis rempah atau tanaman herbal yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 Bandungrejo lebih berfokus pada aspek pangan, kesehatan dan perencanaan sehat dalam memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan Tingginya potensi hasil tanaman herbal di Desa Bandungrejo yang berupa jahe, kunyit, temulawak, serta kencur selama ini belum terkelola dengan baik menjadi produk kesehatan yang bernilai ekonomis tinggi. Faktor tersebut akibat dari keterbatasan mitra dalam mengolah dan menghasilkan produk herbal yang siap konsumsi dan layak jual, faktor tersebut akibat dari: hanya rutin menjalan program yang keterbatasan kemampuan sumber daya manusia serta belum adanya program pendampingan dalam pemanfaatan tanaman herbal menjadikan kelompok PKK Barokah Desa Bandungrejo tidak dapat meningkatkan perekonomian anggota kelompoknya. Kelompok ini terbagi dalam 6 Dusun dan terbagi menjadi 4 pokja. Berikut profil mitra Keteran Aspek Produksi Tanaman herbal yang ada di Bandungrejo berupa jahe, kunyit, temulawak, serta kencur selama ini hanya dijual menjadi bahan baku dengan nilai jual yang sangat murah dikarenakan menggunakan system borong, berdasarkan data di lapangan harga untuk jahe, kunyit, temulawak, serta kencur tidak mencapai 5000 per rendahnya harga jual di karenakan mitra tidak mengolah bahan baku tersebut menjadi produk kesehatan yang layak konsumsi atau layak jual. Lokasi Desa Bandungrejo yang berhawa dingin dan berada dalam Kawasan wisata Kali Andong. Kopeng, dan Telomoyo menjadikan produk herbal ini menjadi pangsa pasar yang menarik dan menjanjikan ke depannya. Aspek sumber daya manusia (SDM) Mitra sasaran dalam kegiatan PKM ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK Barokah desa Bandungrejo dengan latar belakang pendidikan rata-rata hanya tamatan sekolah menengah atas, dan tanaman herbal menjadi produk bernilai Sehingga kelompok PKK ini Kelompok PKK Barokah Ketua Marmi Jumlah Anggota Program Pokok Pokja 60 Orang Alamat Usia Anggota Program rutin/mi Penghayatan Pengamalan Pancasila. Gotong Royong. Pangan. Sandang. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga. Pendidikan dan Keterampilan. Kesehatan. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi. Kelestarian Lingkungan Hidup. Perencanaan Sehat Desa Bandungrejo. Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang 40-65 Tahun Senam (Mingg. , bakti (Juma. Aspek Manajemen Manajemen usaha, produksi, keuangan, dan pemasaran merupakan hal baru bagi kelompok PKK Barokah Desa Bandungrejo. Hal tersebut akibat dari tidak adanya program berbasis kewirausahaan dalam kelompok PKK. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) program yang ada hanya bersifat stagnant tanpa adanya program unggulan yang dapat mengangkat potensi kelompok mitra, sehingga Pengolahan PKK Barokah Desa Bandungrejo dapat menjadi kegiatan terbaru yang dapat meningkatkan ekonomi anggota kelompok. Melihat latar belakang dari permasalahan mitra pendampingan dari sisi manajemen usaha dan manajemen pemasaran. Hal ini sebagai upaya pendampingan ke mitra supaya tidak hanya mampu memproduksi tetapi harus mampu setelah kegiatan pengabdian selesai Vol. 8 No. November 2024 menambah kekuatan sebagai sebagai sebuah usaha baru sekaligus menjadi sebuah produk unggulan daerah. Berikut ini alur metode pemberdayaan yang direncanakan. METODE PELAKSANAAN Mekanisme yang digunakan dalam program ini ialah menggunakan metode mengedepankan kelompok masyarakat ikut serta dalam pelatihan penguatan sumber daya manusia, manajemen, serta produksi dengan mengadopsi dikembangkan dalam rangka memenuhi permintaan konsumen dan menjaga produk melalui kemasan. Metode penerapan teknologi tepat guna ini antara lain dijabarkan dalam beberapa tahap yaitu pembelian komponen, perakitan, pengenalan dan praktik penerapan teknologi tepat guna serta produksi dengan teknologi tepat guna meningkatkan nilai tambah maupun Pengembangan rintisan usaha dengan model bisnis yang tepat akan PERMASALAHAN MITRA Rendahnya sumber daya manusia (SDM) kelompok PKK memproduksi produk herbal yang siap konsumsi dan siap Keterbatasan diversifikasi produk Keterbatasan sarana penunjang peralatan produksi produk Keterbatasan kemasan produk yang menarik SOLUSI YANG DITAWARKAN Rendahnya kemampuan sumber Pendampingan daya manusia (SDM) kelompok SDM PKK dalam bidang manajemen pengenalan tanaman herbal dan Rendahnya kemampuan inovasi Pendampingan Sumber Daya Manusia dalam melalui basah dan kering/bubuk Rendahnya Pendampingan pengadaan sarana pemasaran produk secara ofline penunjang alat pengolahan produk maupun online Pendampingan kemasan produk herbal yang Pendampingan manajemen usaha Pendampingan KONDISI AKHIR Pelatihan Kemampuan informasi berbasis ofline maupun pengelolaan produksi produk Kemampuan kelompok sasaran meningkat 80% dalam bidang bidang pengelolaan bisnis dan kemampuan branding sekaligus packaging produk unggulan Kemampuan kelompok sasaran pengembangan saluran distribusi penjulan produk secara oflline maupun online Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Persiapan Pelaksaan Program Agar dilaksanakan, maka sebelum semua aktifitas dimulai terlebih dahulu dilakukan sosialisi terhadap pihakpihak pemerintah, perangkat desa, dan kelompok PKK Barokah. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan semua pihak terkait mendukung sepenuhnya program ini baik secara Tahapan Pelaksanaan Untuk memberikan Solusi terhadap permasalahan-permasalahan mitra, maka tahapan kegiatan disusun sebagai berikut: Kegiatan Luaran Pendampi Kemampuan kelompok sasaran meningkat 90 % SDM Kemampuan kelompok sasaran meningkat 60 % dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul baik masalah produksi. Pelatihan Kemampuan kelompok sasaran meningkat 60 % produk herbal Kemampuan kelompok sasaran meningkat 60 % Vol. 8 No. November 2024 Pelatihan produk herbal Kemampuan kelompok sasaran meningkat 60 % tanaman herbal Kelompok mampu mempunyai herbal dan baranding Bandungrejo Pelatihan n usaha n produk Kelompok sasaran mampu memiliki berwirausaha serta manajemn usaha yang baik Kelompok sasaran media online Terjualnya Melakuka Mampu menganalisis dan masalah-maasalah Mampu Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 cara-cara mengolah tanaman pembersihan, pengupasan, dan Kegiatan dilaksanakan dalam 1 tahap dan diadakan pada tanggal 28 Juli Mitra mempengaruhi kualitas dari produk yang di hasilkan. Pendampingan Ketrampilan membuat produk herbal Kegiatan selanjutnya setelah pengenalan dan dasar-dasar mengolah tanaman herbal, mitra di dampingi dalam membuat basah/langsung Kegiatan ini di bagi menjadi dua tahap pelatihan yaitu tahap satu mitra di dampingi pembuatan dengan dihadirkan narasumber dan tahap kedua mitra belajar Kegiatan tahap 1 dilaksanakan pada tanggal 3Agustus 2024, dan tahap kedua pada tanggal 4 Agustus 2024. masukan-masukan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang kegiatan yang dicapai dalam kegiatan laporan kemajuan ini di antaranya adalah sebagai berikut: Pendampingan Pengenalan, dan manfaat tanaman herbal Kegiatan mengenalkan mitra akan potensi tanaman yang dapat menjadi produk minuman herbal dan berada disekitar tempat tinggal Kegiatan laksanakan dalam satu hari pada tanggal 21 Juli 2024. Harapan dari kegiatan ini mitra dapat terhadap potensi tanaman herbal yang dapat menjadi produk bernilai ekonomis dan siap saji. Gambar 3. Pembuatan minuman herbal basah siap saji Pendampingan Ketrampilan membuat produk herbal Tahap selanjutnya dari kegiatan PKM kelompok PKK desa Bandungrejo Kabupaten Magelang ini mitra di tingkatkan lahi pengetahuannya untuk membuat produk minuman herbal siap saji instan yang Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan produk Gambar 2. Pengenalan dan manfaat tanaman herbal Pendampingan Dasar-dasar cara mengolah tanaman herbal menjadi produk siap Setelah memahami tentang potensi tanaman herbal yang dapat ekonomis, maka tim pengabdian mendampingi mitra tentang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 yang dihasilkan lebih tahan lama menjangkau lebih jauh keluar dari desa Bandungrejo. Produk ini juda dapat menjadi produk unggulan Desa bandungrejo yang dapat menjadi oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Gunung Andong. Telomoyo, ataupun Kopeng. Kegiatan ini di bagi menjadi 4 tahap kegiatan sebagai upaya optimalisasi Tahap merupakan kegiatan bersama dengan narasumber pada tanggal 10 Agustus 2024, tahap kedua mencoba mandiri membuat dengan di dampingi praktisi dan di adakan pada tanggal 11 Agustus 2024. Tahap ke tiga dan ke empat mitra belajar membuat produk secara mandiri di tanggal 25 dan 26 Agustus Hasil dari produk ini masih dikonsumsi sendiri dan dikenalkan pada lingkungan tempat tinggal. botol dan plastik standing Kemasan yang di hasilkan baru dalam tahap kemasan untuk produk herbal dari jahe dan kunyit. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 1 September 2024. Gambar 5. Kemasan produk dan desain stiker kemasan Pendampingan penggunaan teknologi tepat guna produksi Teknologi tepat guna dapat menunjang efesiensi produksi dan kualitas produk dan dihasilkan, maka itu tim pengabdi mendampingi mitra dalam penyedian peralatan tepat guna berupa kompor tungku, wajan anti lengket, blender, dan media whatsapp sebagai media Whatsaap sangat familiar dan sering digunakan tetapi mitra belum pernah menggunakan media tersebut sebagai media bisnis yang dapat penjualan produk. Gambar 4. Pembuatan produk minuman herbal siap saji dalam bentuk kering Pendampingan pembuatan kemasan produk Produk yang bernilai jual harus memiliki kemasan produk yang menarik, di karenakan dengan kemasan yang baik dan menarik akan meningkatkan daya beli kemasan produk lebih awet. Maka dari itu tim pengabdi mebuatkan kemasan produk dari Gambar 6. Peralatan penunjang usaha kelompok PKK Desa Bandungrejo KESIMPULAN Dengan kegiatan PKM Kemdikbud Dikti ini Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) memberikan banyak manfaat dan nilai positif bagi kelompok PKK Desa Bandungrejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Pemberdayaan ketrampilan sumber daya manusia kelompok PKK yang terwujud melalui herbal instan siap konsumsi rata-rata terutama pada pengenalan manfaat serta proses produksi pembuatan herbal basah dan adanya peningkatan produksi, jumlah dan kualitas produk yang dapat Kelompok PKK Bandungrejo serta kemasan produk hasil olahan. Merk penjaualan dan penggunaan teknologi guna peralatan produksi. Tantangan yang dihadapi di awal diperlukan kerja sama dan dukungan dari seluruh dapat teratasi. Walaupun masih banyak dijumpai terutama motivasi kesadaran anggota kelompok berbenah, ketergantungan yang cukup tinggi pada pihak lain sehingga dan keterbatasan pengetahuan yang mereka miliki untuk pengembangan potensi desa. Vol. 8 No. November 2024 pemberdayaan kemitraan masyarakat pada tahun 2024 ini. Ucapan terima pemerintah Desa Bandungrejo dan Kelompok PKK Desa Bandungrejo yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah di laksanakan. REFERENSI