Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 43-51 Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatu. dengan Pemberian Dosis Enzim Papain Berbeda Suhaili1. Wiwin Kusuma Atmaja Putra1. Tri Yulianto1 Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji INFO NASKAH Kata Kunci: Kerapu cantang, enzim papain, efisiensi pakan, pertumbuhan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pemberian enzim papain dalam meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2019 selama 42 hari di Hatchery Skala Rumah Tangga Koperasi Marin Agri Sejahtera. Kota Tanjungpinang Kepulaun Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dimana perlakuan K . anpa pemberian enzim papai. , perlakuan A . osis enzim papain 2,75%), perlakuan B . osis enzim papain 3,75%), perlakuan C . nzim papain 4,75%). Hasil penelitian melalui analisis statistik, pemberian dosis enzim papain mampu memberikan pengaruh yang signifikan (P<0. Dosis yang terbaik didapatkan pada perlakuan A dengan pemberian dosis enzim papain sebanyak 2,75% dimana hasil yang didapatkan pada parameter efisiensi pakan . 66A1. 32%) dan pertumbuhan bobot mutlak sebesar . 47A0. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: 160254243015@student. Wiwin. bdp@umrah. Triyuliantobdp@gmail. Feed Efficiency and Growth of Cantang Grouper (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatu. with Different Doses of Papain Enzyme Suhaili1. Wiwin Kusuma Atmaja Putra1. Tri Yulianto1 Department of Aquaculture. Faculty of Marine Science and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords This research aims to determine the dose of the administration of the enzyme papain in increasing feed efficiency and growth of grouper Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus. This research was conducted in October 2019 for 42 days in the Household Scale Hatchery of the Marin Agri Sejahtera Cooperative. Tanjungpinang City. Riau Islands. Completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications where K treatment . ithout adding papain enzyme dos. A treatment . apain enzyme dose 2. 75%). B treatment . apain enzyme dose 75%). C treatment . apain enzyme dose 4. 75%). The results research of statistical analysis, addition of papain enzyme of papain enzyme doses shows a significant effect (P<0. The best dose was obtained in treatment A adding papain enzyme 75% the results obtained on the, feed efficiency . 66 A1. 32%), feed conversion ratio . 46 A 0. and absolute weight growth parameters were . 47A0. Cantang enzyme, feed efficiency, growth Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: 160254243015@student. Wiwin. bdp@umrah. Triyuliantobdp@gmail. Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 43-51 PENDAHULUAN Ikan kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatu. merupakan ikan hasil persilangan antara ikan kerapu macan dan ikan kerapu kertang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sudah banyak Harga ikan kerapu berkisar antara Rp. 000/kilogram (KKP 2. Dewasa ini hampir semua spesies ikan kerapu sudah menjadi komoditas ekspor penting terutama ke Hongkong. Jepang. Singapura dan Cina (Dedi et al. Angka ekspor ikan kerapu di Indonesia setiap tahunya cukup stabil, tercatat nilai ekspor ikan kerapu Indonesia mencapai sebesar 16,42 juta US$ pada tahun 2017, akan tetapi nilai ekspor tersebut masih belum bisa memenuhi volume ekspor ikan kerapu dikarenakan permintaan pasar ekspor untuk ikan kerapu setiap tahunya terus mengalami peningkatan sebesar 30,75%/tahun (KKP 2. Sehingga perlu adanya peningkatan percepatan produksi budidaya ikan kerapu cantang agar bisa memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang terus meningkat setiap Produksi budidaya ikan kerapu di Indonesia terus mengalami peningkatan sebesar 12,65%/tahun (DJPB 2. Pendapatan pembudidaya ikan kerapu cenderung karena masa pemeliharaan ikan kerapu yang cukup panjang yang membuat biaya produksi semakin meningkat terutama biaya pakan . eed cos. dapat mencapai 40-70% dari biaya produksi (DJPB 2. Performa pertumbuhan ikan kerapu cantang pada umumnya relatif lebih cepat dari pada jenis ikan kerapu lainnya (Sutarmat dan Yudha 2013. Rahmaningsih dan Ari 2. Pemeliharaan ikan kerapu cantang pada umumnya selama 9-12 bulan (Rahmaningsih dan Ari Sehingga perlu adanya alternatif yang bisa dilakukan agar bisa lebih mempercepat performa pertumbuhan ikan kerapu cantang yang memiliki nilai efisiensi penggunaan pakan yang baik yang bisa menekan biaya produksi pakan. Menurut Putra et al. , untuk mendapatkan pertumbuhan yang relatif cepat bergantung dari kemampuan ikan dalam memanfaatkan protein yang terkandung pada pakan yang diberikan. Ikan kerapu cantang termasuk ikan karnivora yang membutuhkan kandungan protein dalam pakan yang tinggi, kebutuhan protein pada pakan ikan kerapu (Epinephelus Sp. ) sebesar 44-50% (Usman et al. Salah satu pakan komersial yang sering digunakan dalam budidaya ikan kerapu yaitu pellet merek Megami-GR yang telah diformulasikan khusus untuk ikan kerapu namun, pakan komersial tersebut belum mengandung bahan yang dapat meningkatkan kecernaan pakan (SKPT Sabang 2. Sehingga perlunya penambahan bahan yang dapat meningkatkan kecernaan pakan dari luar. Salah satu bahan yang dapat meningkatkan kecernaan pakan yaitu enzim. Enzim merupakan biomolekul berupa protein berbentuk bulat . yang berfungsi sebagai katalis atau senyawa yang dapat mempercepat proses reaksi kimia dalam pemecahan makanan menjadi senyawa yang lebih sederhana (Widyanti 2. Enzim yang telah terbukti meningkatkan kecernaan pakan pada ikan yaitu enzim papain (Sari et al. Hutabarat et al. Taqwdasbriliani et al. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan dosis terbaik pemberian enzim papain dalam meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 - Januari 2020 di di hatchery skala rumah tangga Koperasi Marin Agri Sejahtera (KOPMAS). Dompak. Kota Tanjungpinang. Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 43-51 BAHAN DAN METODE Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatu. ikan diperoleh dari HSRT Koperasi Marin Sejahtera Kabupaten Bintan yang didatangkan dari BPBAP Situbondo dengan ukuran panjang 5A1 cm dan berat bobot berkisar 2A0,5 g. Pakan yang digunakan yaitu pakan komersil Megami GR-2 dan enzim papain yang digunakan yaitu merek Nano Sp Padjajaran yang diperoleh dari laboratorium perikanan Universitas Padjajaran. Penelitian ini menggunakan metode dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dan dosis yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut : Perlakuan K: Tanpa pemberian enzim papain (Kontro. Perlakuan A: Dosis enzim papain 2,75% Perlakuan B: Dosis enzim papain 3,75% Perlakuan C: Dosis enzim papain 4,75% Prosedur Kerja Persiapan Wadah Wadah penelitian yang digunakan adalah Keramba yang diikat menggunakan rakitan pipa pvc. Ukuran luas 0,25 x 0,40 x 0,90 m dengan luasan keramba 0,09 m3, sebanyak 12 buah. Wadah penelitian yang telah siap digunakan akan di tempatkan pada bak ukuran 1 x 2 x 1 m. Persiapan Pakan Uji Enzim dan pakan ditimbang terlebih dahulu,setelah itu enzim sebanyak 450 ml dimasukan ke dalam wadah lalu ditambah akuades dan diaduk sehingga homogen kemudian dimasukkan ke dalam pipet tetes. Pelet ditimbang sebanyak sesuai dosis pemberian pakan untuk setiap perlakuan selanjutnya pelet dimasukan ke dalam wadah lalu diteteskan dengan larutan enzim dan diaduk hingga merata, pengadukan secara pelan-pelan agar tekstur pelet tidak rusak. Pelet yang sudah tercampur enzim dikeringkan dengan diangin-anginkan dan tidak terkena sinar matahari langsung. Persiapan Ikan Uji Ikan diperoleh dari HSRT Koperasi Marin Sejahtera Kabupaten Bintan yang didatangkan dari BPBAP Situbondo, ikan yang digunakan sebanyak 180 ekor . ntuk 4 perlakuan 3 ulanga. dengan ukuran panjang 5A1 cm dan berat bobot berkisar 2A0,5 g. Ikan akan diadaptasikan dengan pakan selama 1 minggu, jika ikan telah stabil dan merespon pakan dengan baik maka ikan akan dilakukan sampling awal (M. dengan melakuan penimbangan keseluruhan. Pemeliharaan Masa pemeliharaan 6 minggu, dengan padat penebaran 15 ekor/0,09 m3, ikan yang dipelihara akan diberi pakan pellet Megami GR-2 yang telah dicampur enzim papain, waktu pencampuran enzim dilakukan sebelum pemberian pakan. Pemberian pakan sebanyak 7% dari biomassa ikan. Pada saat penelitian dilakukan penyiponan setiap hari. Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 43-51 Parameter Penelitian Efesiensi Pakan (Feed Efficiency /EP) Efesiensi pakan dihitung dengan menggunakan rumus (Zonneveld et al. yaEyayayayayayayaya yaayaoyayaoya (%) = . cyei y. Oe ycyea yeoyayaya yc Keterangan: Wt O Bobot ikan pada akhir penelitian . Wo O Bobot ikan pada awal penelitian . D O Bobot ikan yang mati . F O Pakan yang diberikan . Pertumbuhan Bobot Mutlak (Absolut Weight Growth/ALG) Pertumbuhan mutlak dihitung dengan rumus (Zonneveld et al. yaU = . anya yaE) Oe yanya Keterangan: L O Pertumbuhan mutlak . Wo O Bobot ikan awal penelitian . Wt O Bobot ikan akhir penelitian . D : Bobot ikan mati . Analisis data Data hasil perhitungan di analisis menggunakan sidik ragam Analiysis of Variance (ANOVA). Jika hasil analisis sidik ragam ANOVA menunjukkan pengaruh berbeda signifikan (P<0. maka dilakukan uji lanjutan yaitu uji Tukey. Hasil pengukuran kualitas air dilakukan dengan cara deskripsi. Efisiensi Pakan (%) HASIL Efisiensi Pakan Hasil perhitungan parameter efisiensi pakan setelah 42 hari pemeliharaan dapat dilihat pada gambar 4 dibawah ini. 27A1. 66A1. 51A1. 73A7. Perlakuan Gambar 1. Efisiensi Pakan benih ikan kerapu cantang pada setiap perlakuan. Huruf cetak di atas bar berbeda pada nilai rata-rata A standar eror dalam baris yang sama menunjukkan pengaruh perbedaan nyata (P<0. Gambar 1, menjelaskan efisiensi pakan benih ikan kerapu cantang selama penelitian pada setiap perlakuan perlakuan K. B dan C. Nilai rata-rata efisiensi pakan tertinggi yang didapatkan pada perlakuan C . 73A7. 14%) diikuti perlakuan A . 66A1. 12%) selanjutnya B . 51A1. 32%) dan perlakuan K . 27A1. 38%). Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 43-51 Pertumbuhan Bobot Mutlak . Nilai efisiensi pakan yang didapatkan pada perlakuan A,B dan C berbeda signifikan (P<0. dengan perlakuan K, sedangkan perlakuan A,B dan C menunjukan tidak berbeda signifikan (P>0. Pertumbuhan Bobot Mutlak Hasil pengukuran parameter pertumbuhan bobot mutlak setelah 42 hari pemeliharaan dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini. 47A0. 01A1. 97A2. 07A0. Perlakuan Gambar 2. Pertumbuhan bobot mutlak benih ikan kerapu cantang pada setiap perlakuan Huruf cetak di atas bar berbeda pada nilai rata-rata A standar eror dalam baris yang sama menunjukkan pengaruh perbedaan nyata (P<0. Pertambahan Bobot . Pada gambar 2, menjelaskan laju pertumbuhan bobot mutlak benih ikan kerapu cantang selama penelitian pada setiap perlakuan K. B dan C. Nilai ratarata pertumbuhan bobot mutlak tertinggi yang didapatkan pada perlakuan C . 97A2. diikuti perlakuan A . 47A0. selanjutnya B . 01A1. dan perlakuan K . 07A0. Hasil pertumbuhan bobot mutlak yang didapatkan pada perlakuan A,B dan C berbeda signifikan (P<0. dengan perlakuan K, sedangkan perlakuan A,B dan C menunjukan tidak berbeda signifikan (P>0. Pertambahan bobot ikan setiap perlakuan dapat dilihat pada Gambar 3, sebagai Hari Ke- Gambar 3. Pertambahan bobot benih ikan kerapu cantang pada setiap perlakuan PEMBAHASAN Hasil setiap paramter yang dihitung memperlihatkan bahwa penambahan enzim papain mulai dari dosis 2,75% atau perlakuan A, sudah mampu meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang. Berdasarkan uji statistik perlakuan A,B dan C yang sama diberi dosis enzim papain tidak berbeda signifikan (P>0. akan tetapi perlakuan A,B dan C berbeda signifikan (P<0. dengan perlakuan K yang tidak diberi dosis enzim papain. Sehingga Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 43-51 pemberian enzim papain dengan dosis 2,75% atau pada perlakuan A sudah efektif, dosis tersebut merupakan dosis terkecil dari perlakuan B . osis enzim 3,75%) dan C . osis enzim 4,75%) hasil setiap parameter dapat dilihat pada Gambar 1 dan 2. Efisiensi pakan adalah perbandingan antara bobot biomassa yang dihasilkan dengan banyaknya bobot pakan yang dikonsumsi. Semakin tinggi efisiensi pakan dan semakin baik dalam pemanfaatan pakan oleh ikan yang berarti semakin baik mutu pakan tersebut dan justru sebaliknya (Taqwdasbriliani et al. Hasil efisiensi pakan pada perlakuan A,B dan C berbeda signifikan (P>0. dengan perlakuan K dapat dilihat pada Gambar 1. Pemberian dosis enzim papain pada pakan sebanyak 4,75% atau pada perlakuan C menunjukkan nilai efisiensi pakan yang lebih tinggi . 73A7. 14%) bila dibandingkan dengan perlakuan yang Hal ini diduga efisiensi pakan yang tinggi menandakan pemberian enzim papain pada pakan, mampu menghidrolisis ikatan peptida dari ikatan substrat pakan sehingga penyerapan pakan dalam tubuh menjadi efektif. Sejalan dengan pendapat Taqwdasbriliani et al. , enzim papain mampu menghidrolisis protein pada pakan dalam proses penyederhanaan protein pakan menjadi peptida dan asam Menurut Nuraeni et al. , penambahan enzim papain membantu menghasilkan asam amino lebih banyak sehingga pakan terjadi keseimbangan komposisi asam amino yang dikonsumsi oleh ikan akan menghasikan energi berlebih untuk menunjang pertumbuhan sehingga pakan yang diberikan menjadi lebih efisien. Rendahnya efisien pakan pada perlakuan K diduga karena ketidak seimbangan komposisi asam amino yang dihasilkan pakan dimana asam amino lisin sangat dibutuhkan pada ikan kerapu sehingga pertumbuhannya cendrung lambat dapat dilihat pada gambar 1. Menurut Giri et al. , asam amino lisin 2,84% optimal dalam pakan mampu menunjang percepatan pertumbuhan benih ikan kerapu sunu. Asam amino sangat dibutuhkan secara kontinuitas bagi ikan melalui protein yang terkandung di dalam pakan dalam menunjang pertumbuhan dan pembentukan jaringan (Pratama et al. , 2. Fungsi enzim papain tidak hanya sebagai perombak struktur primer protein namun enzim papain juga merupakan protein dari kumpulan asam-asam amino yang dibutuhkan ikan sehingga pakan yang tercampur enzim papain akan terjadinya peningkatan kadar protein atau asam amino pada pakan. Menurut Aniqoh . , asam amino penyusun papain diantaranya lisin, arginine, asam aspartate, asparagine, asam glutamate, glutamin, teonin, serin, prolin, alanine, valin, iseleosin, leusin, tirosin, fenilalanine, triptofan, sistein dan sistin. Menurut Budiman . , kadar asam amino lisin yang terkandung dalam enzim papain sebanyak 4. Asam amino pada pakan yang diserap akan diubah menjadi energi melalui siklus asam dan urea, selanjutnya energi yang dihasilkan dipakai untuk maintenance, aktivitas tubuh dan pertumbuhan ikan, sehingga pakan yang mengandung enzim yang terkonsumsi oleh ikan akan lebih efisien. Akan tetapi berdasarkan analisis uji lanjut perlakuan (A. B dan C) yang sesama diberi dosis enzim menunjukan hasil yang sama atau tidak berbeda nyata, yang artinya dosis enzim yang berbeda sama-sama memberikan pengaruh yang positif terhadap nilai efisiensi pakan. Pertumbuhan bobot mutlak merupakan selisih antara bobot biomassa akhir dengan bobot biomassa awal, pada penelitian ini, pemberian enzim papain dosis berbeda pada perlakuan A,B dan C berbeda signifikan (P<0. dengan perlakuan Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 43-51 K dapat dilihat pada Gambar 14 dan 15. Hasil yang tertinggi didapatkan pada perlakuan C sebesar . 97A2. Hal ini diduga terjadinya derajat hidrolisis tertinggi atau tercepat sehingga protein pakan terhidrolisis lebih baik menjadi bentuk yang sederhana yakni asam amino. Menurut Amalia et al. , enzim papain digunakan untuk mempercepat pemecahan atau penguraian ikatan peptida dalam protein sehingga protein terurai menjadi asam amino karena papain mampu mengkatalis reaksi hidrolisis suatu substrat. Selanjutnya asam amino yang dihasilkan melalui hidrolisis enzim pada pakan tersebut akan diubah menjadi energi melalui siklus krebs didalam organel sel mitokondria. Sehingga energi yang digunakan untuk maintenance dan aktivitas tubuh terpenuhi maka akan terjadinya peningkatan pertumbuhan ikan. Sejalan dengan pendapat Harahap et al. , sebelum terjadi pertumbuhan, kebutuhan energi untuk pemeliharaan tubuh harus terpenuhi terlebih dahulu. Saat ikan mengalami pertumbuhan dapat dikatakan bahwa energi dalam pakan tersebut melebihi kebutuhan energi untuk pemeliharaan tubuh dan aktivitas tubuh lainnya, maka kelebihan energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan (Nawir et Protein dari pakan tidak langsung diserap tetapi didegradasi terlebih dahulu oleh enzim proteolitik menjadi zat sederhana yaitu asam amino kemudian diserap melalui usus. Pemecahan protein pada pakan terjadi di dalam lambung oleh enzim protease pepsin dan usus oleh enzim protease tripsin. Menurut hasil penelitian Yamin et al. , aktivitas enzim protease ikan kerapu macan akan meningkat pada 18 dan 21 jam setelah pemberian pakan. Pemberian enzim papain pada pakan diduga mampu mempercepat proses degradasi protein pakan pada lambung sampai ke usus. Menurut Salamah et al. , hidrolisis enzim papain pada protein ikan lele dumbo meningkat cepat dari waktu 0-5 jam. Namun pada perlakuan yang diberi dosis enzim yang berbeda (A. B dan C), tidak berbeda signifikan (P>0. menunjukan hasil yang sama atau tidak berbeda nyata antara sesama perlakuan dosis enzim yang dikarenakan ikan yang dipelihara tetap sama-sama mengalami pertumbuhan dan ditemukan kejanggalan pada perlakuan A lebih tinggi dari pada perlakuan B karena terjadinya perlambatan pertumbuhan pada minggu ke-5 dan 6. Perlambatan pertumbuhan pada perlakuan B diduga beberapa ikan terserang parasit karena gejala-gejala yang tampak pada pengamatan menurunya tingkat nafsu makan beberapa ikan yang mengakibatkan pakan yang masuk didalam tubuh kurang optimal. Sesuai dengan pendapat Zafran . , gejala klinis ikan kerapu cantik yang terserang parasit ditandai nafsu makan menurun, bahkan kehilangan nafsu makan . dan bergerak pasif atau lamban hingga pertumbuhan yang dihasilkan relatif lebih lambat. Sehingga beberapa ikan pada perlakuan B yang nafsu makannya menurun akan terjadi perlambatan yang berefek pada hasil akhir yang membuat hasil perlakuan B lebih rendah dengan hasil perlakuan A. KESIMPULAN Berdasarkan analisis statistik, pemberian dosis enzim papain mampu memberikan pengaruh terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu Dosis yang terbaik didapatkan pada perlakuan A dengan pemberian dosis enzim papain sebanyak 2,75% dimana hasil yang didapatkan pada parameter, efisiensi pakan . 66A1. 32%) dan pertumbuhan bobot mutlak sebesar . 47A0. Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 43-51 DAFTAR PUSTAKA