Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 7, Juli 2025 ISSN: 27342488 ANALISIS KESULITAN BELAJAR AKUNTANSI SUB MATERI PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PADA PESERTA DIDIK KELAS XII SOSIAL SMA SWASTA KATOLIK ST. DARIUS LARANTUKA TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Maria Elisabet Sasa Koten1, Maria Fatima Bongi Beribe2, Maria Anita Titu3 Email: lestinkoten720@gmail.com1, fatimaberibe49@gmail.com2, rinnytitu@gmail.com3 Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka ABSTRACT This research is a qualitative descriptive study aimed at identifying the factors that contribute to students' difficulties in solving basic accounting equations. The subjects of the study consisted of 42 twelfth-grade students from the XII SOS class at St. Darius Larantuka Private High School during the 2024/2025 academic year, who faced challenges in learning accounting, specifically in the subtopic of basic accounting equations. The research was conducted in May 2025. The data collection methods employed included interviews, observations, and documentation, which were subsequently analyzed in three stages: data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the students encountered difficulties in solving basic accounting equations, which include: 1) a lack of ability to analyze transactions, 2) challenges in determining debit and credit positions, and 3) a lack of precision in numerical calculations. These issues are attributed to several factors, including internal factors such as fatigue, illness, weak foundational knowledge and skills in accounting, low interest, concentration, and attention, as well as readiness to learn, along with external factors related to the teacher's teaching methods that are perceived as less engaging. Keywords: Learning Difficulties In Accounting; St. Darius Larantuka Catholic Private High School. ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktorfaktor yang menyebabkan kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan persamaan dasar akuntansi. Subjek penelitian terdiri dari 42 peserta didik kelas XII Sosial di SMA Swasta St. Darius Larantuka pada tahun pelajaran 2024/2025, yang mengalami kesulitan dalam belajar akuntansi sub materi persamaan dasar akuntansi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yang digunakan mencakup wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persamaan dasar akuntansi, antara lain: 1) Kurang mampu menganalisis transaksi, 2) Kesulitan dalam menentukan posisi debet dan kredit, dan 3) Kurang teliti dalam menghitung angka. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal yang meliputi: kelelahan, sakit, lemahnya pengetahuan dan keterampilan dasar akuntansi, rendahnya minat, konsentrasi dan perhatian, serta kesiapan belajar, serta faktor eksternal berupa metode mengajar guru yang kurang menarik. Kata Kunci: Kesulitan Belajar Akuntansi: SMA Swasta Katolik St. Darius Larantuka. 59 PENDAHULUAN Dalam pembelajaran, sering ada peserta didik yang kesulitan mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Kesulitan ini tidak hanya terjadi pada mata pelajaran eksak, tetapi juga pada mata pelajaran sosial, seperti ekonomi, terutama akuntansi di kelas XII. Banyak peserta didik menganggap akuntansi sulit karena memerlukan ketelitian tinggi dalam mengolah angka. Pembelajaran Akuntansi adalah kolaborasi antara guru dan peserta didik untuk memahami pengelolaan informasi keuangan. Di SMA Swasta Katolik St. Darius Larantuka, pembelajaran akuntansi mengikuti Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sesuai Kurikulum Tingkat Satuan untuk Tahun Pelajaran 2024/2025. Menurut Yusup (2011:4) Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisisan data keuangan organisasi, sedangkan persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan yang menunjukan bahwa jumlah semua aset atau sumber-sumber yang tercantum di sisi kiri adalah berasal dari kreditur dan pemilik yang tercantum pada kanan. Sebaliknya jumlah kontribusi kreditur harus sama. Fungsi pembelajaran akuntansi di tingkat SMA bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang rasional, teliti, jujur, dan bertanggung jawab melalui prosedur pencatatan, pengelompokan, dan pengikhtisaran transaksi keuangan yang terjadi selama periode akuntansi. Tujuan dari mempelajari akuntansi di sekolah adalah untuk mempersiapkan peserta didik dengan berbagai kompetensi dasar. Dengan kompetensi ini, peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan konsep-konsep dasar serta prosedur akuntansi yang benar, baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun untuk berkontribusi dalam masyarakat, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka dan lingkungan sekitar. Pada pembahasan akuntansi salah satu materi yang dibahas adalah tentang sistem persamaan dasar akuntansi. Materi tersebut merupakan materi awal dari pokok bahasan akuntansi. Permasalahan dalam proses pembelajaran akan menyebabkan rendahnya hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik kurang maksimal. Selama Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Swasta Katolik St. Darius Larantuka, mayoritas peserta didik kelas XII mengalami kesulitan dalam pembelajaran akuntansi, khususnya pada persamaan dasar akuntansi. Mereka kesulitan menganalisis transaksi, menentukan akun yang relevan, menempatkan debet dan kredit, serta menghitung nominal. Kesulitan ini disebabkan oleh ketidakhadiran, kurangnya perhatian, rendahnya minat belajar, dan kondisi kesehatan yang buruk. Hal ini berdampak pada nilai Ujian Akhir Semester ganjil 2024/2025, di mana kriteria ketuntasan minimal adalah 75. Dari hasil ujian, 13% peserta didik kelas XII Sosial 1 (22 orang) dan 35% peserta didik kelas XII Sosial 2 (20 orang) tidak mencapai KKM. Oleh karena itu, saya ingin meneliti faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan dalam mempelajari akuntansi, khususnya persamaan dasar akuntansi, yang merupakan catatan perubahan unsurunsur posisi keuangan perusahaan (aset, liabilitas, dan ekuitas) akibat transaksi, dengan rumus: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Slameto (2015:68) mendefenisikan kesulitan belajar adalah keadaan di mana peserta didik mengalami hambatan dalam proses pembelajaran. Menurut Slameto (2015: 57) faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar adalah faktor Internal yakni faktor yang bersumber dari diri peserta didik sendiri berupa: Jasmani, Intelegensi atau pengetahuan, minat, perhatian, kesiapan belajar sedangkan faktor eksternal yakni adalah faktor yang bersumber dari luar diri peserta didik salah satunya berupa metode mengajar. ME TODE PE NE LITIA N Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta Katolik St. Darius Larantuka. Peserta didik yang terlibat i i i i i 60 sebagai partisipan adalah siswa kelas XII Sosial yang mengalami kesulitan dalam memahami materi persamaan dasar akuntansi. Jumlah peserta didik tersebut adalah 42, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan. Penelitian berlangsung selama satu bulan, yakni bulan Mei 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling, yaitu dengan metode snowball sampling. Snowball sampling adalah teknik yang dimulai dengan jumlah kecil dan kemudian berkembang. Teknik ini juga mendukung peneliti dalam mendapatkan informasi yang lebih komprehensif. Peneliti melakukan wawancara dengan peserta didik kelas XII Sosial yang mengalami kesulitan belajar pada materi persamaan dasar akuntansi, dan wawancara dihentikan ketika data yang diinginkan telah tercapai yakni setelah mendapatkan jawaban yang tidak bervariasi atau relatif sama untuk setiap pertanyaan yang diajukan kepada peserta didik. Wawancara dilakukan secara acak. Pada hari pertama, wawancara dilakukan terhadap 20 partisipan, dilanjutkan pada hari kedua dengan 18 partisipan, dan dihentikan setelah melakukan wawancara terhadap 38 orang peserta didik karena telah memperoleh data yang cukup. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung dan studi dokumen. Wawancara langsung dilakukan dengan cara mewawancarai siswa kelas XII Sosial yang mengalami kesulitan belajar pada materi persamaan dasar akuntansi, berjumlah 42 partisipan, dan mendokumentasikan kegiatan penelitian dalam bentuk foto dari proses penelitian. Alat pengumpul data yang digunakan adalah pedoman wawancara dan kertas kerja dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesulitan belajar akuntansi sub materi persamaan dasar akuntansi Kesulitan belajar merupakan keadaan di mana seorang siswa menghadapi rintangan dalam proses pembelajaran, baik yang bersifat internal maupun eksternal, yang mengakibatkan mereka mengalami kesulitan dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Beberapa pakar, seperti Utami (2020), menjelaskan bahwa kesulitan belajar ditandai dengan adanya hambatan dalam mencapai hasil belajar, sehingga siswa tidak dapat belajar dengan baik. Slameto (2015:68) kesulitan belajar adalah keadaan di mana peserta didik mengalami hambatan dalam proses pembelajaran. Yusup (2013:3) menjelaskan bahwa persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan yang menunjukkan bahwa total semua aset atau sumber yang tercantum di sisi kiri berasal dari kreditur dan pemilik yang tercantum di sisi kanan. Beribe(2025 :197) mendefenisikan kesulitan belajar akuntansi adalah suatu keaadan dimana peserta didik mengalami kondisi ketidakmampuan mempelajari akuntansi dalam memahami konsep, prinsip, dan praktik akuntansi. Berdasarkan teori yang telah dijelaskan, hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menganalisis transaksi. Selanjutnya, siswa juga mengalami kesulitan dalam menentukan posisi debit dan kredit, dan yang ketiga, mereka kurang mampu dalam menghitung angka atau nilai. Ketiga kesulitan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada saldo debit dan kredit. Oleh karena itu, jika hasil dari persamaan dasar akuntansi tidak seimbang, maka pemecahan soal yang dilakukan oleh siswa terhadap persamaan dasar akuntansi tersebut dapat dianggap salah. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa peserta didik menghadapi kesulitan dalam belajar mengenai pokok bahasan persamaan dasar akuntansi karena masih kurang pemahamannya terhadap materi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persamaan dasar akuntansi. Kesulitan-kesulitan tersebut meliputi: 1) Peserta didik kurang mampu dalam menganalisis transaksi, 2) Kesulitan dalam menentukan posisi debet dan kredit, 3) Peserta didik kurang teliti dalam menghitung angka atau nominal. 61 Akibat dari ketiga hal ini, hasil yang diperoleh peserta didik dalam menyelesaikan persamaan dasar akuntansi menjadi tidak seimbang pada saldo persamaan dasar akuntansi, di mana kolom-kolom yang diisi dalam tabel persamaan dasar akuntansi tidak sesuai dengan kolom dari akun yang seharusnya. Akun yang seharusnya bertambah malah berkurang, dan yang seharusnya berkurang justru bertambah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur Tuti Haryanti(2021) yang berjudul analisis kesulitan belajar siswa pada materi persamaan dasar akuntansi kelas XII IPS-1 di SMA Negeri 1 Candiroto. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terdapat dua hal yang menjadi kendala bagi siswa dalam menganalisis transaksi di materi persamaan dasar akuntansi, yaitu kesulitan dalam mengidentifikasi akun dan sering keliru dalam menentukan jumlah nominal yang berkaitan dengan akun tersebut. Kedua masalah ini pada akhirnya berpengaruh pada ketidakseimbangan hasil yang diperoleh dari persamaan dasar akuntansi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar akuntansi sub materi persamaan dasar akuntansi Menurut Slameto (2015:54) indikator faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar akuntansi sub materi persamaan dasar akuntansi adalah sebagai berikut 1. Faktor-faktor internal a. jasmani b.intelegensi/ pengetahuan c. minat d.perhatian e. kesiapan belajar 2. Faktor eksternal salah satunya adalah metode mengajar guru Faktor Internal Jasmani Peserta didik sering kali merasa kelelahan dan mengantuk ketika mengikuti pembelajaran dari guru, disebabkan oleh kebiasaan tidur larut malam dan waktu belajar di siang hari yang jatuh pada jam-jam terakhir sekolah. Selain itu, saat pembelajaran berlangsung, peserta didik juga kurang dapat berkonsentrasi karena mengalami sakit, yang berdampak pada ketidakmampuan mereka untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Intelegensi Saldo antara debet dan kredit tidak seimbang karena peserta didik salah dalam menghitung nominal yang ada. Peserta didik juga sering keliru dalam menjumlahkan atau mengurangkan angka atau nominal transaksi karena tidak teliti. Minat Peserta didik suka cara guru menyampaikan materi, selain itu peserta didik mempunyai cita-cita bekerja ditempat atau instansi yang berhubungan dengan akuntansi atau keuangan. Disisi lain peserta didik juga tidak minat dalam mempelajari akuntansi karena kurang menyukai akuntansi. Selain itu metode mengajar guru guru juga turut menjadi faktor yang mempengaruhi minat belajar. Perhatian Peserta didik tidak fokus pada penjelasan guru karena teman-teman ribut yang mengakibatkan ada materi yang terlewatkan. Faktor eksternal Metode mengajar guru Peserta didik tidak suka dengan cara mengajar guru disebabkan karena penjelasan yang disampaikan guru sulit untuk dipahami. Peserta didik juga tidak suka dengan cara mengajar guru karena saat mengajar suara dari guru terlalu pelan sehingga peserta didik menjadi 62 kurang jelas dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Sejalan dengan hasil penelitian Nur Tuti Haryanti (2021) mengemukakan faktorfaktor yang mempengaruhi kesulitan belajar akuntansi materi ppersamaan dasar akuntansi terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal antara lain (1) terganggunya kesehatan siswa ketika belajar yang disebabkan oleh tiga hal, yaitu karena kurang tidur, lelah, serta waktu belajar yang kurang tepat (2) motivasi belajar masih rendah. Tidak termotivasinya siswa dalam belajar disebabkan oleh ketidaksukaan terhadap pembelajaran dan ketidaksukaan terhadap pengajaran yang diberikan oleh guru, (3) minat belajar siswa terhadap pembelajaran akuntansi tergolong rendah. Rendahnya minat siswa terlihat dari banyaknya siswa yang tidak menyukai pembelajaran akuntansi yang disebabkan oleh pengajaran, suasana dan pemahaman, (4) sikap yang ditunjukkan siswa ketika belajar masih kurang baik. Hal ini terlihat dari seringnya siswa menunjukkan sikap-sikap yang tidak sepatutnya dilakukan ketika belajar, (5) cara mengajar guru dianggap kurang menyenangkan, sehingga membuat siswa menjadi kurang mnyukai pengajaran yang diberikan oleh guru, (6) sumber belajar (buku pelajaran) masih minim khusunya bagi siswa yang hanya mengandalkan catatan yang diberikan oleh guru Dengan demikian faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesulitan peserta didik dalam mempelajari akuntansi sub materi persamaaan dasar akuntansi adalah faktor interen atau faktor dari dalam diri sendiri peserta didik ( Jasmani, Intelegensi, minat, perhatian, kesiapan belajar)dan faktor eksteren atau faktor dari luar diri peserta didik berupa metode mengajar guru. Peneliti menyarankan agar siswa meningkatkan semangat dan minat belajar, aktif dalam pembelajaran akuntansi, mengembangkan sikap positif, memanfaatkan waktu di luar jam belajar untuk belajar mandiri atau berdiskusi, serta menjaga kesehatan fisik untuk fokus. KESIMPULAN Kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam menyelesaikan persamaan dasar akuntansi dan faktor- faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persamaan dasar akuntansi, antara lain: 1) kurang mampu menganalisis transaksi, 2) Kesulitan menentukan posisi debet dan kredit, dan 3) Kurang teliti dalam menghitung angka. Hal ini dipengaruhi oleh faktor interen dan faktor eksteren siswa berupa 1. Jasmani: Peserta didik sering merasa lelah dan mengantuk akibat tidur larut malam dan waktu belajar yang tidak tepat, sehingga mengganggu konsentrasi dan kemampuan menyelesaikan tugas 2. Intelegensi: Kesalahan dalam menghitung debet dan kredit disebabkan oleh kurangnya ketelitian dalam menjumlahkan atau mengurangkan angka. 3. Minat: Meskipun ada peserta didik yang berminat pada akuntansi, beberapa lainnya tidak tertarik, yang dipengaruhi oleh metode pengajaran guru 4. Perhatian: Kebisingan dari teman-teman mengganggu fokus peserta didik saat penjelasan guru 5. Metode mengajar guru yang sulit dipahami dan suara yang pelan membuat peserta didik merasa tidak nyaman dan kesulitan dalam memahami materi. Dengan demikian, Guru disarankan menggunakan metode pembelajaran bervariasi dan kontekstual, memberikan penjelasan bertahap, serta rutin melakukan evaluasi dan bimbingan agar siswa lebih mudah memahami materi akuntansi. 63 DAFTAR PUSTAKA Al Haryono Yusup, 2013. Dasar-dasar Akuntansi, bagian penerbit sekolah Beribe, Maria Fatima (2025) Analysis of difficulties learning accounting for Students Private High School St. Darius Larantuka. Journal of English Language and Education. Hariyanti. 2021. Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Persamaan Dasar Akuntansi Kelas XII IPS-1 DI SMA NEGERI 1 Candiroto: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Slameto, 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D . Bandung: Alfabeta. Sugiyono, 2018 Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D Bandung: alfabeta, 64