Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Penerapan Sistem Moving Class Dan Keterampilan Kolaborasi Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Ekonomi Fase F Di SMA Negeri 8 Padang 1,2,3 Alias Zalogo1*. Reni Respita2. Widya Astuti3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang. *Email: ellyaszal98@gmail. Received: 07/07/2025 . Revised: 15/07/2025 . Accepted: 25/07/2025 . Published: 10/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya: . pengaruh penerapan sistem moving class terhadap hasil belajar siswa Ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang. pengaruh keterampilan kolaborasi siswa terhadap hasil belajar siswa Ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang. pengaruh penerapan sistem moving class dan keterampilan kolaborasi siswa secara simultan terhadap hasil belajar siswa Ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah 200 siswa Ekonomi fase F dengan sampel 126 siswa. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria kelas yang tingkat ketidak tuntasannya > 50%. Hasil penelitian menunjukkan: . penerapan sistem moving class berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar . = 3,221. 0,002 < 0,. keterampilan kolaborasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar . = 2,291. 0,024 < 0,. penerapan sistem moving class dan keterampilan kolaborasi berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar (F = 9,087. 0,000 < 0,. Keywords: moving class. keterampilan kolaborasi. hasil belajar Abstract This study aims to determine how much: . the application of the moving class system influences the learning outcomes of phase F economics students at SMA Negeri 8 Padang, . the influence of students' collaboration skills on the learning outcomes of phase F economics students at SMA Negeri 8 Padang, . the influence of the application of the moving class system and students' collaboration skills on the learning outcomes of phase F economics students at SMA Negeri 8 Padang. This study used a quantitative method. The population in this study was 200 economics students of phase F with a sample size of 126 students. Sampling in this study used purposive sampling, namely selecting classes according to research criteria by examining classes with an incompleteness rate of E 50%. The results of this study indicate . the application of the moving class system has a positive and significant effect on the learning outcomes of economics students in phase F at SMA Negeri 8 Padang with a tcount value of 3. 221 E 1. 980 with a significance level of 0. 002 < 0. There is a positive and significant effect of collaboration skills on learning outcomes with a t-count value of 2. 291 E 1. 980 with a significance level of 024 < 0. There is a simultaneous effect of the application of the moving class system and student collaboration skills on the learning outcomes of economics students in phase F at SMA Negeri 8 Padang, with an F-count value of 9. 087 E F-table of 3. 070 and significant at 0. 000 < 0. Keywords: moving class, collaboration skills and learning outcomes PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu sarana strategis bagi peningkatan mutu sumber daya manusia, selain itu pendidikan juga merupakan salah satu tolak ukur tingkat kemajuan suatu bangsa (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020. UNESCO, 2021. World Bank, 2. Atas dasar tersebut, upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan akan senantiasa dilakukan, sehingga pembangunan sektor pendidikan patut ditempatkan sebagai prioritas kebijakan pemerintah pusat maupun daerah (Kementerian Pendidikan dan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 187 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Kebudayaan, 2020. World Bank, 2. Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia telah lama dilakukan melalui berbagai program dan inovasi, termasuk penguatan kualitas pembelajaran, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kapasitas pendidik (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020. LPMP Provinsi Papua, 2020. World Bank. Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan yang dapat dibuktikan melalui penilaian dan evaluasi capaian pembelajaran (Winarti et al. , 2023. Hidayat & Aulia, 2. Hasil belajar dalam konteks sekolah umumnya tercermin pada perolehan nilai/angka sebagai hasil pengukuran capaian peserta didik (Winarti et al. , 2. Keberhasilan belajar dapat dilihat dari ketercapaian kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan satuan pendidikan (Aini, 2020. Siregar et al. , 2. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa merupakan perubahan capaian pada ranah kognitif . , afektif . , dan psikomotorik . (Winarti et al. , 2023. Hidayat & Aulia, 2. Kemampuan siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor menentukan keberhasilan siswa dalam mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang dapat ditransfer serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Ainurrohmah & Handayani, 2020. Nik Abdullah & Shohib, 2. Hasil belajar diperoleh melalui proses pembelajaran di sekolah dan tercermin pada capaian . yang terukur setelah kegiatan belajar (Ainurrohmah & Handayani, 2020. Widuroyekti et al. , 2. Hasil belajar peserta didik juga dipakai sebagai indikator kualitas pendidikan. capaian yang lebih tinggi berkorelasi dengan mutu sekolah yang lebih baik, sedangkan capaian yang rendah mencerminkan perlunya perbaikan kualitas pada level sekolah/daerah (Ahmmed et al. , 2022. Spreitzer & Hafner, 2. Berdasarkan observasi yang penulis peroleh di SMA N 8 Padang, hasil belajar siswa masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKTP) yang telah diterapkan yakni 75. Dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata ujian tengah semester (UTS) kelas XI siswa ekonomi di SMA Negeri 8 Padang pada tabel berikut: Tabel 1. Ketuntasan Siswa Ujian Mid April 2025 Kelas XI SMA Negeri 8 Padang Ketuntasan Siswa Jumlah Siswa Tuntas Tidak Tuntas Eko 1 Eko 2 30,43 Eko 3 Eko 4 52,17 Eko 5 42,31 Eko 6 Eko 7 Eko 8 53,85 Total 40,97 Sumber: Tata Usaha siswa SMA Negeri 8 Padang, 2025 Kelas This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence 69,57 47,83 57,59 44,15 59,03 | 188 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Dari tabel di atas jumlah siswa ekonomi XI sebanyak 200 orang terdapat sekitar 59,03% siswa tidak tuntas dan 40,97% siswa yang tuntas. KKM yang harus dicapai siswa adalah Berdasarkan nilai ujian mid semester, hal ini membuktikan bahwa standar keberhasilan belajar siswa SMA Negeri 8 Padang tidak tercapai secara maksimal. Dari tabel tersebut terdapat 5 kelas yang mencapai tingkat ketidak tuntasan yaitu Ou 50% dan yang tuntas O 50%. Hal ini terlihat pada beberapa kelas yaitu kelas ekonomi 7 dimana tingkat ketuntasan hanya 12,00% sementara yang tidak tuntas 88,00%, kemudian ekonomi 2 dimana tingkat ketuntas hanya 30,43% dan yang ketidak tuntas 69,57%, kemudian dikelas ekonomi 3 dimana tingkat ketuntasan hanya 36,00% dan yang tidak tuntas 64,00% ,kemudian dikelas ekonomi 1 dimana tingkat ketuntasan hanya 37,00% dan yang tidak tuntas 63,00%, kemudian kelas ekonomi 5 dimana tingkat ketuntasan mencapai 42,00% dan yang tiadak tuntas 57,59%. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, salah satunya yaitu penerapan sistem moving class. Moving class memberi variasi ruang dan suasana kelas sehingga dapat mengurangi kejenuhan serta meningkatkan motivasi belajar peserta didik (Hasnadi & Nurmalina, 2022. Yunimar & Fernandes, 2. Tinjauan literatur juga menunjukkan bahwa penerapan moving class berkaitan dengan pembelajaran yang lebih aktif serta berdampak positif pada motivasi dan hasil belajar (Husna et al. , 2. Secara empiris, studi survei di SMK menunjukkan efektivitas moving class berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik (Fadilla et al. , 2. Moving class dapat disamakan dengan pembelajaran aktif, karena mendorong peserta didik berperan aktif dalam proses belajar melalui interaksi antarpeserta didik maupun antara peserta didik dengan guru, serta mengubah belajar pasif menjadi belajar aktif (Ghozali, 2019. Ruslan, 2023. Wulansari et al. , 2. Sistem pembelajaran moving class . elas berpinda. merupakan sistem pembelajaran di mana peserta didik berpindah ruang mengikuti pergantian mata pelajaran. guru sudah berada di ruang mata pelajarannya, sehingga tiap mata pelajaran/ guru bidang studi memiliki ruang tersendiri yang didatangi peserta didik (Ghozali, 2019. Husna et al. , 2. Jadi dalam sistem ini peserta didik yang mendatangi guru bukan guru yang mendatangi peserta didik. Setiap jam pelajaran berganti maka peserta didik bergerak mendatangi ruang kelas mata pelajaran selanjutnya sehingga peserta didik selalu merasa segar untuk menerima pelajaran. Penerapan sistem moving class menuntut beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu jumlah kelas, jumlah siswa dalam satu rombongan belajar, jadwal, fasilitas penunjang mata pelajaran, dan jumlah guru. Di SMA Negeri 8 Padang, jumlah kelas yang ada adalah 29 ruang dan ditambah dengan laboratorium multimedia, fisika, kimia, dan biologi. Jumlah siswa dalam satu rombongan belajar adalah 30-35 orang. Secara keseluruhan bila melihat jumlah rombongan belajar, alokasi waktu, dan jumlah jam, dibutuhkan jumlah ruangan yang lebih. Sedangkan SMA Negeri 8 Padang hanya memiliki 29 ruang kelas dan 4 laboratorium. Keterbatasan fasilitas dan ruang yang dimiliki menyebabkan pembelajaran kurang optimal dan kelas tidak kondusif. Dengan keterbatasan tersebut kebanyakan siswa jenuh dalam kelas karena terlalu padat. selain itu, kurangnya kedisplinan siswa terhadap waktu pergantian mata Siswa moving seharusnya menemui guru dalam kelasnya masing-masing tetapi siswa kebanyakan menyalahgunakan waktu pergantian mata pelajaran untuk keperluan lain. Selain itu, variabel lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa SMA Negeri 8 Padang adalah keterampilan kolaborasi siswa. Kolaborasi adalah proses interaksi berkesinambungan di antara beberapa orang/anggota kelompok dalam pelaksanaan tugas bersama (Sugianti et This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 189 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ , 2. Kolaborasi juga dipahami sebagai proses ketika dua pihak atau lebih saling berbagi informasi, sumber daya, dan tanggung jawabAimulai dari perancangan, pelaksanaan, sampai evaluasiAiuntuk mencapai tujuan yang disepakati bersama (Sarifudin et al. , 2023. Aini et al. Keterampilan kolaborasi dianggap penting dalam proses pembelajaran karena keterampilan kolaborasi ini dapat meningkatkan kinerja akademik dan dapat memingkatkan rasa sosial pada siswa. Keterampilan kolaborasi masa kini membentuk kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang sedemikian rupa untuk menyederhanakan usaha kolektif untuk mencapai tujuan bersama dengan melalui keterampilan kolaborasi, siswa memiliki kemampuan bekerjasama dan sosial untuk mencapai keutuhuan bersama (NEA, 2. Buruknya keterampilan kolaborasi yang dimiliki oleh siswa didukung juga dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Julita . tentang sikap kerjasama dan interaksi sosial yang dimiliki siswa. Rendahnya keterampilan kolaborasi yang dimiliki siswa di SMA Negeri 8 Padang dikarenakan ada beberapa faktor yaitu. terbiasanya siswa belajar dengan pembelajaran yang masih berfokus pada buku dan guru masih mendominasi perananya sebagai sumber ilmu. Guru juga menganggap siswa laksana sebuah media yang akan diisi pengetahuan oleh guru serta guru tidak menggunakan model pembelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku membuat siswa tidak dapat mengetahui bagaimana cara berkolaborasi dengan sesama siswa. METODE Penelitian ini berjenis kuantitatif yang menguji dugaan dan hipotesis berdasarkan data-data yang dikumpulkan (Sugiyono 2019. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Padang pada juni 2025 sampai dengan juli 2025. Populasi penelitian adalah 200 siswa yang terdiri dari delapan kelas ekonomi. Teknik pengambilan sambel pada penelitian menggunakan metode Purposive sampling, adalah metode pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu, bukan secara acak. Variabel dependen adalah Hasil belajar . okus pada nilai UTS sisw. sedangkan variabel independen meliputi moving class . ndikator Fleksibilitas waktu dan tempat belajar. Staker . , ketersediaan sumber belajar yang memada. Sari . , penggunaan teknologi pembelajaran yang efektif. Rahman . ) dan kolaborasi siswa . ndikator Demonstrate ability to work affectively and respectfully with diversed teams,Exrcise flexibility and willingness to be haelpful in making necessary compromise to accomplish a common goal. Assume shared responsibility for collaborative work, and value the individual contributions made by each team membe. Data hasil belajar, moving class dan kolaborasi siswa dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment . -tabel = 0,. menunjukkan 15 item valid dari 15 pada moving class, 15 item valid dari 15 pada kolaborasi siswa. Uji reliabilitas dengan CronbachAos Alpha menghasilkan = 0,72 untuk moving class, = 0,688 untuk kolaborasi, ketiganya reliabel. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ormalitas, linearitas, multikolinearitas dan homogenita. , dan regresi linier berganda. Uji-F digunakan untuk menguji pengaruh simultan, sedangkan uji-t menguji pengaruh parsial dengan taraf signifikansi 5%. Koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Seluruh analisis dilakukan menggunakan SPSS versi This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 190 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ HASIL DAN PEMBAHASAN Data variabel motivasi Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum. Sugiyono . Deskripsi data digunakan untuk melihat skor rata-rata, minimum, maksimum, dan sebaran data dari setiap variabel penelitian: X1 (Penerapan Sistem Moving Clas. X2 (Keterampilan Kolaborasi Sisw. , dan Y (Hasil Belaja. Deskripsi diukur dengan perhitungan tingakat capaian responden (TCR). Berikut ini hasil distribusi frekuensi hasil Tabel 2. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar (Y) No. Kelas Interval Oct-19 Mean Median Modus Standar Deviasi Max Min Frekuensi Persentase (%) 3,20% 0,00% 0,00% 9,52% 37,30% 16,70% 24,60% 8,70% 60,94 14,859 Sumber: Hasil Penggolahan Data SPSS Versi 25 Berdasarkan tabel di atas, di peroleh hasil belajar paling banyak pada nilai 50-59 sebanyak 47 siswa . ,30%), dengan rata-rata hasil belajar 60,94 nilai minimum 10 dan Tabel 3. Tingkat Capaian Responden Variabel Penerapan Sistem Moving Class Indikator Fleksibilitas waktu dan tempat belajar Ketersediaan sumber belajar Penggunaan teknologi Rata-rata Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 Mean 3,73 TCR (%) 76,0% 72,0% 75,7% Kriteria Baik Baik Baik Baik Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa variabel penerapan sistem moving class (X. diperoleh nilai TCR tertinggi didapatkan pada indikator fleksibilitas waktu dan tempat belajar dengan perolehan nilai sebesar 76,0%. Dan nilai TCR terendah didapat pada indikator ketersediaan sumber belajar yang memadai dengan perolehan nilai sebesar 72,0% dengan kriteria baik. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 191 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 4. Tingkat Capaian Responden Variabel Keterampilan Kolaborasi Siswa No. Indikator Mean Demonstrate ability to work effectively and respectfully with diversed teams. Artinya siswa Exercise flexibility and willingness to be helpful in making necessary compromise to Assume shared responsibility for collaborative work, and value the individual Rata-rata Sumber: hasil penggolahan data menggunakan SPSS Versi 25 TCR(%) Kriteria 65,20% cukup baik 67,60% Baik 64,90% Cukup Baik 65,90% Cukup Baik Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa variabel keterampilan kolaborasi siswa (X. diperoleh nilai TCR tertinggi didapatkan pada indikator Exrcise flexibility and willingness to be haelpful in making necessary compromise to accomplish a common goal. Dengan perolehan nilai sebesar 67,60%. Dan nilai TCR terendah didapat pada indikator Assume shared responsibility for collaborative work, and value the individual contributions made by each team member. Dengan perolehan nilai sebesar 64,90% dengan kriteria baik. Dari jawaban yang diberikan responden pada variabel keterampilan kolaborasi siswa dalam belajar ekonomi, indikator Exrcise flexibility and willingness to be haelpful in making necessary compromise to accomplish a common goal mendapatkan nilai tertinggi sedangkan indikator terendah diperoelh oleh indikator Assume shared responsibility for collaborative work, and value the individual contributions made by each team member. Dalam variabel penerapan sistem keterampilan kolaborasi siswa dalam pelajaran ekonomi yang paling dominan adalah Exrcise flexibility and willingness to be haelpful in making necessary compromise to accomplish a common goal. Karena memiliki nilai tertinggi dari semua indikator yang ada. Berikut ini adalah hasil uji normalitas. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Mean Normal ParametersAE,AN Normal ParametersAE,AN Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Most Extreme Differences Positive Most Extreme Differences Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. -taile. Sig. Monte Carlo Sig. -taile. 99% Confidence Interval Lower Bound Monte Carlo Sig. -taile. 99% Confidence Interval Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Based on 10000 sampled tables with starting seed 112562564. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence Unstandardized Residual 13,869336 0,064 0,051 -0,064 0,064 0,200u,AO 0,652AO 0,64 0,664 | 192 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Berdasarkan tabel di atas dapat di lihat nilai asymp. Sig . E sig. yaitu 0,200 E 0,05 dari nilai sampel sebanyak 126 yang berarti data yang sedang di uji berdistribusi secara Uji berikutnya yang dilakukan adalah uji heteroskedastisitas yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas CoefficientsA Model (Constan. Penerapan Sistem Moving Class Keterampilan Kolaborasi Siswa Dependent Variable: ABS_RES Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 2,425 8,165 -0,107 0,095 -0,101 0,292 0,141 0,184 Sig. 0,297 -1,13 2,064 0,77 0,26 0,06 Tingkat signifikasi penerapan sistem moving class lebih besar dari 0,05 yaitu 0,261 dan Tingkat signifikasi keterampilan kolaborasi siswa lebih besar dari 0,05 yaitu 0,056 dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga penelitian ini dapat dilanjutkan. Berdasarkan hasil pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat bahwa variabel-variabel dalam model regresi pada penelitian ini tidak terjadi masalah heteroskedastisitas atau terbebas dari gejala heteroskedastisitas. Uji selanjutnya adalah uji multikolinearitas yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 7. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,979 1,022 0,979 1,022 Penerapan Sistem Moving Class Keterampilan Kolaborasi Siswa Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 Dari tabel di atas dapat di simpulkan bahwa semua variabel telah lolos dari uji multikolinearitas dengan penjabaran sebagai berikut: variabel penerapan sistem moving class dan keterampilan kolaborasi siswa tidak terjadi multikolinearitas . idak ada hubungan kedua variabe. dikarenakan nilai VIF yang bernilai lebih kecil dari 10,00 dan nilai tolerance yang bernilai lebih besar dari 0,10. Setelah uji multikolinearitas uji selanjutnya uji linearitas yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 8. Hasil Uji Linearitas Penerapan Sistem Moving Class (X. Hasil Belajar* Penerapan Sistem Moving Class Between Groups (Combine. Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Sig. Mean Square 0,94 0,564 0,001 3340,345 0,55 0,96 21730,085 27597,492 Sum of Squares 5867,407 2527,062 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 193 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 9. Hasil Uji Linearitas Keterampilan Kolaborasi Siswa (X. ANOVA Table Sum of Squares (Combine HASIL 7682,59 BELAJA Linearity 1524,652 Between Groups KETERA Deviation MPILAN 6157,938 KOLAB Linearity ORASI Within Groups SISWA Total 27597,49 Mea Squa Sig. 320 1,6 0,05 1525 7,7 0,006 268 1,4 0,152 Dari tabel penerapan sistem moving class 0,001 dan tabel keterampilan kolaborasi 0,006 kedua variabel dapat di lihat bahwa nilai signifikan < 0,05 maka dapat di nyatakan kedua variabel independen linear. Uji selanjutnya yang dilakukan adalah uji homogenitas. Tabel 10. Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Based on Mean 1,591 Based on Median 0,707 HASIL Based on Median and BELAJA 0,707 with adjusted df Based on trimmed 1,51 Sig. 0,07 58,673 Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 Berdasarkan tabel di atas diketahu bahwa nilai signifikan 0,073 maka 0,073 E 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini homogen. Karena penelitian ini homogen maka dapat digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Uji berikutnya yaitu Uji Analisa Regresi Linear Berganda yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 11. Hasil Uji Analisa Regresi Linear Berganda Coefficients a Model Unstandardized Coefficients (Constan. PENERAPAN SISTEM MOVING CLASS KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA Std. Error Standardiz Coefficient Sig. Beta 6,491 13,428 0,504 0,156 0,532 0,232 0,483 0,63 0,274 3,221 0,002 0,195 2,291 0,024 Dependent Variable: HASIL BELAJAR Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 Berdasarkan tabel di atas dapat di buat persamaan regresi linear sederhana sebagai Y= 6,491 0,504ycU1 0,532ycU2 e This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 194 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Dari persamaan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa . Dari model persamaan regresi linear berganda di atas dapat diketahui bahwa nilai konstanta sebesar 6,491 menunjukkan bahwa jika tidak ada variabel penerapan sistem moving class dan kolaborasi siswa maka hasil belajar ekonomi siswa fase F di SMA Negeri 8 Padang mencapai 6,491. Koefisien regresi variabel penerapan sistem moving class (X. sebesar 0,504 hal ini berarti jika (X. ditingkatkan 1 saja maka hasil belajar (Y) akan meningkat 0,504 dan sebaliknya jika (X. diturunkan 1 maka hasil belajar Y akan turun sebesar 0,504. Koefisien regresi variabel keterampilan kolaborasi siswa (X. sebesar 0,532 hal ini berarti jika X2 ditingkatkan 1 saja maka hasil belajay (Y) akan meningkat 0,532 dan sebaliknya jika (X. diturunkan 1 maka hasil belajar (Y) akan turun sebesar 0,532. Berikut ini adalah hasil uji T. Tabel 12. Hasil Uji t Coefficients a Unstandardized Coefficients Model Standardiz Coefficient Sig. 0,48 Std. Error (Constan. 6,491 13,428 PENERAPAN SISTEM MOVING CLASS 0,504 0,156 0,274 3,22 KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA 0,532 0,232 0,195 2,29 Beta Dependent Variable: HASIL BELAJAR Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 Nilai t tabel pada tabel distribusi di tentukan dengan rumus = t(/2 : n-k-. = t . ,05/. -2-. = 0,025:123 jadi diperoleh nilai t tabel yaitu 1,980. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa Hasil analisis regresi penerapan sistem moving class (X. diperoleh t hitung sebesar 3,221 E 1,980 dengan tingkat signifikan 0,002 lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan hipotesis 1 (H. diterima, sehingga variabel penerapan sistem moving calss berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y) Hasil analisis regresi keterampilan kolaborasi siswa (X. diperoleh t hitung sebesar 2,291 E dari 1,980 dengan tingkat signifikan 0,024 lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan hipotesis 2 (H. diterima, sehingga variabel keterampilan kolaborasi siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y). Setelah uji t, uji selanjutnya yang dilakukan adalah uji F yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 13. Hasil Uji F ANOVAa Sum of Squares Model Mean Square 9,087 ,000b Regression 3552,683 1776,341 Residual 24044,809 195,486 Total 27597,492 Sig. Dependent Variable: HASIL BELAJAR Predictors: (Constan. KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA. PENERAPAN SISTEM MOVING CLASS Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 195 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Berdarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa uji F hitung E F tabel yaitu sebesar 9,087 E 3,070 dan signifikan pada 0,000 < 0,05. Maka variabel independen penerapan sistem moving class (X. dan keterampilan kolaborasi siswa (X. , secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar siswa (Y). Setelah uji F, analisis selanjutnya yang dilakukan yaitu Uji Koefisien Determinasi. Tabel 14. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,129 0,115 13,982 ,359a Predictors: (Constan. KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA. PENERAPAN SISTEM MOVING CLASS Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Versi 25 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat R square 0,129 artinya sebanyak 12,9 variabel penerapan sistem moving class dan keterampilan kolaborasi siswa mempengaruhi hasil belajar siswa ekonomi fase F di SMAN 8 Padang dan sisanya 87,1 % dipengaruhi variabel lain diluar variabel penelitian. Pembahasan Pengaruh Penerapan Sistem Moving Class Terhadap Hasil Belajar Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh penerapan sistem moving calss dengan thitung sebesar 3,221 E 1,980 dengan tingkat signifikan 0,002 lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan hipotesis 1 (H. diterima, sehingga variabel penerapan sistem moving class berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan sistem moving class, maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa ekonomi yang dicapai. Hal ini sesuai dengan pendapat Oviyanti . penerapan moving class dapat menawarkan solusi dan alternatif bagi sekolah dan guru untuk mengubah masalah pembelajaran pasif menjadi aktif, yang pada gilirannya akan menghasilkan peningkatan hasil belajar peserta didik. Menurut Slameto . Pengembangan inovasi pembelajaran untuk mengurangi kejenuhan siswa dalam pembelajaran di sekolah mengarah pada kegiatan pembelajaran dengan sistem kelas berpindah atau moving class. Moving class dapat disamakan dengan pembelajaran aktif, dimana segala bentuk pembelajarannya memungkinkan para peserta didik berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri, baik dalam bentuk interaksi antar peserta didik maupun antara peserta didik dengan guru. Indikator seperti Fleksibilitas waktu dan tempat belajar pada penelitian ini membuat siswa dapat mengatur waktu dan tempat belajar sesuai dengan karakternya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Oktarina . yang menyatakan bahwa moving class membuat pembelajaran menjadi lebih aktif dan mendorong peningkatan hasil belajar. Dibuktikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . terdapat pengaruh yang signifikan penerapan moving class berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar . ,007< 0,. disiplin belajar berpengaruh positif dan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 196 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ signifikan terhadap hasil belajar . ,031<0,. peran guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar . ,034< 0,. Pengaruh Keterampilan Kolaborasi Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai keterampilan kolaborasi siswa (X. dengan t hitung sebesar 2,291 E dari 1,970 dengan tingkat signifikan 0,024 lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan hipotesis 2 (H. diterima, sehingga variabel keterampilan kolaborasi siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi fase F SMA Negeri 8 Padang. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan keterampilan kolaborasi siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa ekonomi yang dicapai. Menurut Ulhusna . Keterampilan kolaborasi siswa yang rendah secara tidak langsung dapat mempengaruhi hasil Hal ini membuktikan semakin baik keterampilan kolaborasi siswa maka semakin tinggi hasil belajarnya. Menurut Afsarmanesh . kolaborasi adalah sebuah proses ketika beberapa entitas atau kelompok saling berbagi informasi, sumber daya, dan tanggung jawab atas sebuah program kegiatan yang dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Indikator dalam penelitian ini yaitu AuExrcise flexibility and willingness to be haelpful in making necessary compromise to accomplish a common goal artinya siswa dapat mempraktiakn fleksibilitas dan kemauan untuk menjadi bermanfaat dalam melakukan kerja sama yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersamaAy siswa yang melaksanakan kolaborasi yang benar maka akan menghasilkan keterampilan belajar yang lebih baik sehingga dapat apat meningkatkan hasil Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Khanifah . tentang Pengaruh Penggunaan Model Project Based Learning Dan Keterampilan Kolaborasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kutorejo 1 Tuban. Dibuktikan dengan f hitung yang didapat yaitu sebesar 7. 259 dan nilai signifikansi sebesar 0,002, hasil pengujian hipotesis tersebut menunjukkan bahwa nilai f hitung yang didapat lebih besar dari nilai t dalam tabel . 259 > 2. sedangkan nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari nilai . ,002 < 0,. Berdasar hasil tersebut, maka hipotesis diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara model project based learning dan keterampilan kolaborasi terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Kutorejo 1 Tuban. Sementara itu, keterampilan kolaborasi siswa terbukti dapat meningkatkan pemahaman, tanggung jawab, dan saling menghargai dalam kelompok belajar. Keterampilan kolaborasi siswa terbukti dapat meningkatkan pemahaman, tanggung jawab, dan saling menghargai dalam kelompok belajar. Hasil ini mendukung pendapat Thrilling & Fadel . bahwa keterampilan kolaborasi merupakan bagian dari kompetensi abad 21 yang sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. Pengaruh Penerapan Sistem Moving Class Dan Keterampilan Kolaborasi Berdarkan hasil penelitian diketahui nilai Fhitung E Ftabel yaitu sebesar 9,087 E 3,070 dan signifikan pada 0,000 < 0,05. Maka variabel independen penerapan sistem moving class (X. dan keterampilan kolaborasi siswa (X. , secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar siswa ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa semakin tinggi penerapan sistem moving class dan keterampilan kolaborasi siswa terhadap hasil belajar maka akan semakin baik hasil belajar siswa. Hal ini berarti kualitas penerapan sistem moving class dan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 197 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ semakin baik keterampilan kolaborasi siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar yang Penerapan sistem moving class memeberikan suasana belajar yang lebih dinamis, memungkinkan siswa untuk belajar di ruang yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Hal ini dapt meningkatkan semangat, konsentrasi dan kenyamanan siswa dalam mengikuti prose pembelajaran. Selain itu, dengan berpindah kelas yang dirancang khusus setiap mata pelajaran, siswa lebih mudah mengakses sumberbelajar yang relevan dan sesuai. Sementara itu, keterampilan kolaborasi mendorong siswa untuk lebih aktif bekerja sama dalammenyelesaikan tugas, berdiskusi, serta saling bertukar pemahaman. Kemampuan untuk bekerja dalam kelompok juga melatih tanggungjawab, komunikasi, dan toleransi antar siswa, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khanifah. Pengaruh penggunaan model project based learning dan keterampilan kolaborasi terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Kutorejo 1 Tuban. Dalam penelitian tersebut terdapat pengaruh yang signifikan antara model project based learning dan keterampilan kolaborasi terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Kutorejo 1 Tuban. Kemudian pada penelitian yang dilakukan oleh Chotimah & Oktarina . yang berjudul Pengaruh penerapan sistem moving class,disiplin belajar dan peran guru terhadap hasil belajar siswa. Hasil dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa: . terdapat pengaruh yang signifikan penerapan moving class berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar . ,007< 0. disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar . ,031<0,. peran guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar . ,034< 0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi antar sistem pembelajaran yang fleksibel melalui moving class dan keterampilan kolaborasi yang baik memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh penerapan sistem moving class (X. dan keterampilan kolaborasi (X. terhadap hasil belajar (Y) siswa ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Secara parsial. Penerapan sistem moving class (X. berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang. Hal ini dapat di lihat dalam perolehan nilai thitung sebesar 3,221 E 1,980 dan nila signifikan perhitungan yang diperoleh sebesar 0,002 < 0,05. Secara parsial. Keterampilan kolaborasi siswa (X. juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Siswa ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang. Hal ini dapat dilihat dalam perolehan nilai t hitung sebesar 2,291 E dari 1,980 dengan tingkat signifikan 0,024 < 0,05. Secara simultan, penerapan sistem moving class (X. dan keterampilan kolaborasi siswa (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y) siswa ekonomi fase F di SMA Negeri 8 Padang. Hal Ini dapat dilihat dalam perolehan nilai Fhitung E Ftabel yaitu sebesar 9,087 E 3,070 dan signifikan pada 0,000 < 0,05. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 198 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ DAFTAR PUSTAKA