Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Pendampingan Modifikasi Modul Ajar Matematika dan Non Matematika Bagi Guru: Integrasi Keterampilan Numerasi Mentoring for the Modification of Mathematics and Non-Mathematics Teaching Modules for Teachers: Integration of Numeracy Skills David Nurfiqih 1. Milah Nurkamilah2. Andika Putra R3. Citra utami4. Desy Lusiyana5 . Lucky Heryanti Jufri6 . Nova Nurhanifah7 . Siti Zakiyah8. Tatang Herman9. Sufyani Prabawanto10 Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA. Universitas david@upi. edu1, milah. nurkamilah@upi. edu2, andikaputra. r12@upi. citrautami1990@upi. edu4, desy. lusiyana@upi. edu5, luckyheriyantijufri@upi. nurhanifah@upi. edu7, siti. zakiyah@upi. edu8, tatangherman@upi. edu9, sufyani@upi. Corresponding author: . nurkamilah@upi. ABSTRAK Literasi dan numerasi merupakan salah satu keterampilan penting karena membantu manusia dalam memahami dan menyelesaikan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan terhadap keterampilan literasi dan numerasi yang dilakukan mulai dari sejak dini termasuk melalui proses pembelajaran di sekolah, baik dasar maupun perguruan tinggi. Meskipun begitu, penanaman numerasi di sekolah bukan berarti bahwa semua guru mengajarkan matematika, tetapi bagaimana guru mengintegrasikan numerasi dalam kurikulum melalui pembelajaran lintas mata Pelajaran. Guru masih kesulitan dalam mengembangkan modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan literasi numerasi. Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman guru terkait konsep literasi numerasi dan meningkatkan kemampuan guru lintas mata pelajaran dalam mengidentifikasi konten matematika untuk merancang modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan numerasi. Metode pelatihan dan pendampingan dilakukan secara synchronous dan asynchonous di SMPN 6 Garut dengan peserta dari berbagai guru mata Hasil pengabdian menunjukkan terdapat penguatan pemahaman konsep literasi numerasi dengan capaian > 80% untuk masing-masing aspek, dan 8 kelompok guru mata pelajaran . %) mampu mengidentifikasi konten matematika yang tepat untuk diintegrasikan pada modul ajar dengan capaian konten numerasi yang teridentifikasi sebesar 80 % . dari 5 domain matematik. , selain itu guru mampu mengidentifikasi konteks personal, sosial budaya maupun saintifik dalam bidang ilmu yang diampu sebagai konteks masalah pada modifikasi modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan numerasi. Domain bilangan menjadi tututan numerasi paling dominan dibandingkan domain matematika lainnya seperti aljabar, pengukuran, data dan ketidakpastian serta geometri. Kegiatan pengabdian berimplikasi juga terhadap peningkatan literasi digital guru dalam berkolaborasi dengan memanfaatkan spreadsheet dan google document. Kata Kunci: modul pembelajaran, literasi, numerasi. ABSTRACT Literacy and numeracy are important skills that must be learned because they help people understand and solve problems that arise in everyday life. This community service is motivated by the importance of strengthening literacy and numeracy skills from an early age, including through the learning process in schools, both at the elementary and higher education However, instilling numeracy in schools does not mean that all teachers teach mathematics, but rather how teachers integrate numeracy into the curriculum through cross-curricular learning. Teachers still strugle to develope teaching modules that integrate numeracy literacy skills. This community service program aims to strengthen teachersAo conceptual understanding of numeracy literacy and to enhance the capacity of teachers across subject areas to identify relevant mathematical content for the development of teaching modules integrating numeracy skills. The trainning and mentoring methods was conducted sychronously and asynchronously at SMPN 6 Garut, consisting of teachers from various subjects. The findings of the community engagement programme suggest a marked enhancement in teachersAo conceptual understanding of numeracy literacy, with attainment levels exceeding 80% across all assessed dimensions. All eight subject-teacher groups . %) were able to identify relevant mathematical content for integration into the teaching modules, with numeracy content coverage reaching 80% . our of the five mathematical domain. Moreover, teachers demonstrated the capacity to identify personal, socio-cultural, and scientific contexts within their respective Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 disciplinary areas as problem contexts for the adaptation of teaching modules that incorporate numeracy skills. The Number domain is the most dominant numeracy demand compared to other domains such as algebra, measurement, data and uncertanty and geometry. In This community service activity required teachers to work collaboratively using online document storage tools such as spreadsheets and Google Docs, thereby enhancing teachersAo digital literacy. Kata Kunci: instructional modules, literacy, numeracy. PENDAHULUAN Literasi dan keterampilan yang dibutuhkan dan melekat erat dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman literasi dengan profil peserta didik yang cerdas, pada penafsiran masyarakat dan kebutuhan tangguh, dan Pancasila. pembelajaran tidak jauh berbeda (Budiharto et al. Namun Literasi dapat diinterpretasikan sebagai literasi dan numerasi tingkat lanjut belum kemampuan untuk memahami, mengapresiasi, banyak yang menjadikan sebagai budaya menggunakan dan terlibat dengan pesan tertulis pembelajaran di satuan pendidikan. Literasi guna mencapai tujuan dan aspirasi individu, serta menunjang para perserta didik dalam (Hazimah & Sutisna, 2. Kehidupan yang dekat dengan digitalisasi berbagai macam bidang didik untuk masuk pada jenjang pendidikan mengutamakan kemampuan literasi masyarakat selanjutnya (Khaedar et al. , 2. Tidak dalam menghadapi kehidupan yang berlangsung. berbeda pula pada guru-guru di SMPN 6 Selain dalam kurikulum, numerasi juga Garut yang juga membutuhkan pengalaman berkembang di lingkungan dengan kegiatan rutin dalam merancang pembelajaran agar dapat berbasis sekolah yang memberikan kesempatan meningkatkan literasi dan numerasi tingkat nyata bagi siswa untuk melatih keterampilan Meskipun sekolah SMPN 6 Garut memiliki strategi pembelajaran dengan kegiatan reguler di sekolah. Pemerintah juga adaptasi teknologi dan manajemen sekolah yang baik, namun masih terdapat gap dalam peningkatan literasi dan numerasi tingkat berhitung para guru. Salah satu program Berdasarkan pemerintah yang dilaksanakan adalah Program Belajar dan Berbagi Guru Seri Literasi dan perancangan perangkat pembelajaran yang Numerasi. Program ini dilaksanakan agar para dapat memfasilitasi literasi dan numerasi tingkat lanjut sangatlah diperlukan untuk terus-menerus Kepala Sekolah. Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 menjadi support sistem bagi peserta didik yang memiliki bakat dan cerdas Istimewa. teknologi dan informasi baik dalam Berdasarkan hasil wawancara dengan manajemen dokumen pribadi maupun Kepala Sekolah di SMPN 6 Garut, sejumlah permasalahan teridentifikasi sebagai berikut. memberikan kemudahan dan akses Kurangnya pemahaman guru terkait urgensi yang lebih luas baik bagi guru maupun dan strategi penguatan numerasi melalui bagi peserta didik sebagai bagian dari berbagai bidang mata pelajaran. Kurangnya literasi numerasi. pemahaman guru terhadap urgensi dari METODE PENELITIAN keterampilan numerasi menjadi salah satu Kegiatan PKM dilakukan melalui kegiatan workshop berupa pelatihan dan Keterampilan numerasi hanya dipandang pendampingan secara synchronous dan sebagai keterampilan yang ada dalam mata Adapun tahapan kegiatan pelajaran matematika, sehingga seringkali pengabdian kepada masyarakat ini seperti menutup kesempatan guru pada bidang lain diilustrasikan pada gambar 1 berikut. memahami urgensi dan mengembangkan keterampilan numerasi lintas kurikulum atau melalui berbagai bidang mata Pelajaran. Keterbatasan Gambar 1: Tahapan Kegiatan Pengabdian keterampilan numerasi. Permasalahan lain Masyarakat yang teridentifikasi adalah guru terkendala Deskripsi tahapan kegiatan yang dalam mengembangkan bahan ajar untuk dilakukan pada pengabdian masyarakat di SMPN 6 Garut berdasarkan ilustrasi pada khususnya dalam lintas kurikulum. Selain gambar 1 dilakukan melalui beberapa sesi, itu, guru matematika dan bidang lain yaitu sebagai berikut. kesulitan dalam mengembangkan strategi Sesi 1 : Penguatan Materi Literasi Numerasi memfasilitasi pengembangan keterampilan Materi pelatihan terdiri dari dua poin numerasi peserta didik. utama, yaitu . Pendahuluan yang Kurangnya digital guru dalam berisi tentang apa itu numerasi dan manajemen pembelajaran. Permasalahan lain urgensinya di abad 21 dan dalan yang teridentifikasi yaitu tidak semua guru konteks pembelajaran. Numerasi Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 lintas Pelajaran matematika dan strategi direkam dengan baik pada Google Drive. Sesi 2 Praktek Dengan demikian, narasumber dan guru bisa mengakses dan melihat serta menelaah perubahan atau progres pengembangan Setiap guru nanti diberikan akses untuk penugasan berlangsung sampai modul ajar masuk ke Google Drive, dan disana telah yang akan digunakan selesai. Metode ini disediakan template untuk mengupload atau dilakukan dengan pendekatan partisipatif membuat rancangan kegiatan pembelajaran (Nurhayatin et al. , 2. agar peserta dapat yang berintegrasi literasi numerasi. Adapun meningkatkan keterlibatan aktif guru dalam hal-hal apa saja yang harus dikerjakan adalah menyusun modul ajar lintas mata pelajaran terkait tema/ kegiatan yang akan diangkat, yang mengintegrasikan literasi numerasi. tujuan pembelajaran, deskripsi penguatan HASIL DAN PEMBAHASAN numerasi, konten matematika dan tuntutan Sesi 3 Kegiatan dilakukan bertujuan untuk memberikan penguatan tentang literasi : Memberikan simulasi terkait numerasi dalam pembelajaran dan praktek bahan ajar yang akan dirancang agar terintegrasi dengan literasi numerasi dalam mengintegrasikan literasi numerasi pada narasumber akan memperlihatkan suatu bahan ajar yang belum dikembangkan atau Kegiatan synchronous diawali dengan belum terintegrasi dengan literasi numerasi penguatan tentang materi literasi numerasi dalam pembelajaran. Kemudian narasumber secara klasikal dan diskusi dari narasumber bersama dengan peserta pengabdian . dan guru seperti tampak pada gambar 2 mendiskusikan dan mencoba merancang atau mengembangkan bahan ajar tersebut agar terintegrasi dengan literasi numerasi. Kegiatan pada sesi 1 sampai dengan sesi 3 ini dilaksanakan secara synchronous di SMPN 6 Garut pada tanggal 30-31 Mei 2024. Setelah itu kegiatan dilakukan secara asynchoronous yaitu dengan penugasan. Tahapan perkembangan atau Pelajaran . intas Pelajara. Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 Gambar 2. Dokumentasi Aktivitas Kegiatan Pendampingan Penguatan Literasi Numerasi di SMPN 6 Garut Penguatan Konsep Literasi Numerasi Materi penguatan ditekankan pada 3 aspek yaitu pertama mengenai definisi numerasi dan urgensinya di abad 21. Kedua, mengenai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), dan ketiga mengenai pentingnya memodifikasi bahan ajar yang mengintergasikan keterampilan numerasi melalui lintas mata pelajaran. Hasil evaluasi pemahaman guru terhadap konsep literasi numerasi disajikan pada tabel 1 Tabel 1. Hasil Evaluasi Pemahaman Guru Terhadap Konsep Literasi Numerasi Definisi dan Urgensi Numerasi Komponen dalam AKM Urgensi Modifikasi Modul Ajar kan Numerasi Berdasarkan 100 % menunjukkan bahwa kegiatan Persentase Pemahaman Konsep Literasi Numerasi Sebelum Sesudah (%) (%) masalah praktis dalam berbagai ragam sehari-hari (Kemdikbud, 2017. Nasution et al. Niss & Jablonka, 2. Guru kemampuan ini menjadi bekal bagi peserta didik untuk dapat mengakses urgensi dari integrasi numerasi dalam masyarakat yang numerat baik secara pemahaman konseptual guru terkait Aspek urgensi numerasi dari 67 % menjadi (OAoSullivan et al. , 2021. Sakurai et al. Tenny et al. , 2021. Desain Pengembangan Soal AKM, 2. Indonesia kemampuan numerasi diindikasikan dengan adanya assessmen nasional menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman guru terkait definisi dan urgensi numerasi setalah kegiatan pendampingan pada sesi penguatan numerasi dilakukan. Peningkatan pemahaman terkait definisi dan Setelah pendampingan, pemahaman guru terhadap komponen numerasi di dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 Pemahaman komponen numerasi dalam AKM terbatas Hal pada keterampilan dasar matematika yang numerasi tidak ada dalam kurikulum, mencakup aktifitas menghitung, padahal dalam AKM, kompetensi mendasar numerasi yang diukur mencakup keterampilan berpikir melakukan modifikasi bahan ajar. Guru logis-matematis, non matematika bukan berubah fungsi matematika yang telah dipelajari, serta dalam mata Pelajaran yang mereka ajar informasi kuantitatif dan spasial. tanpa kehilangan fokus pada mata Capaian akhir terkait pemahaman guru Pelajaran tersebut. Dengan kata lain, terhadap komponen numerasi dalam AKM peran aktif dari guru mata Pelajaran menunjukkan penguatan pemahaman hingga mencapai 87%. Hal ini menunjukkan bahwa mengidentifikasi kesempatan untuk melakukan penguatan numerasi di pemahaman guru tentang numerasi yang dalam mata Pelajaran yang diajarnya diukur dalam AKM mencakup kemampuan (Goos & OAoSullivan, 2. siswa dalam menerapkan dan melakukan Setelah diberikan materi penguatan penalaran dengan konsep matematika dalam tentang numerasi, guru menyatakan situasi nyata, baik yang bersifat rutin maupun nonrutin dalam berbagai konteks . ersonal, gambaran dan ilustrasi praktis dalam sosial budaya, dan saintifi. menyusun atau memodifikasi bahan Selanjutnya, guru tentang pentingnya integrasi numerasi kemampuan numerasi di dalam proses dari 20% menjadi 93 % menunjukkan bahwa pembelajaran di bidang keilmuannya terjadi perubahan cara pandang guru tentang masing-masing. Kegiatan kemudian bagaimana numerasi ditanamkan melalui proses pembelajaran lintas mata Pelajaran. Kesadaran bahwa numerasi bukan hanya penguatan numerasi yang dilakukan menjadi tugas guru matematika dan bukan pada masing-masing Pelajaran yang berarti bahwa guru non matematika mengajar diampu oleh guru. matematika mengalami peningkatan yang Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 Rancangan Modul Ajar Numerasi Lintas Mata Pelajaran numerasi siswa. Keterampilan tersebut dapat terfasilitasi dengan menyediakan Kegiatan pengabdian masyarakat sesi beraneka ragam konteks sesuai dengan selanjutnya yaitu praktek dan simulasi karakteristik dan tema yang dibutuhkan pengembangan aktivitas dalam modul ajar di masing-masing mata Pelajaran (Fadlila tiap mata Pelajaran yang diampu oleh guru et al. , 2022. Nasution et al. , 2023. yang dilakukan secara synchronous dan OECD, 2014, 2023. Tenny et al. Pada awal pendampingan guru kesulitan untuk berkolaborasi dalam Pada proses pengembangan modul google document yang tersimpan karena terbiasa bekerja secara offline, namun di Pelajaran bahwa model kolaborasi yang dilakukan Guru mengidentifikasi memberikan pengetahuan dan pengalaman matematika yang termuat berkaitan dengan konteks yang dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran pada realtime yang memudahkan dalam proses masing-masing Adapun komponen konten numerasi menunjukkan bahwa program pengabdian ini terdiri dari domain Bilangan. Geometri berimplikasi terhadap penguatan literasi dan pengukuran, aljabar, serta data dan digital guru. ketidakpastian (Nasution et al. , 2. Hal Pada tahap merencanakan numerasi, guru Selain Pelajaran. melakukan simulasi pengembangan modul ajar terintegrasi numerasi pada masing- masing mata Pelajaran dengan mengisi mengidentifikasi kebutuhan alat yang didalamnya terdapat format perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan Pelajaran yang diampu. Tujuan utama belajar Format ini membantu guru dan mengajar literasi lintas kurikulum (Tenny et al. , 2. yaitu untuk memperluas pembelajaran terintegrasi numerasi. dan mendorong penggunaan keterampilan Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 Salah satu contoh pekerjaan guru pada mengidentifikasi tuntutan numerasi pengabdian ini dilakukan oleh salah satu guru mengukur pertumbuhan tinggi badan pada mata Pelajaran IPA. Pada modul ajar antar siswa dalam aktivitas yang akan terintegrasi numerasi yang dihasilkan, guru Konten matematika yang diintegrasikan yaitu konversi satuan panjang yang merupakan aktivitas pembelajaran yaitu peserta didik mampu Adapun alat atau media yang digunakan yaitu tali meteran penjahit dan penggaris. Gambar 3 berikut menunjukkan Konteks yang sesuia dengan tema contoh rancangan modul ajar yang ini berkaitan dengan konteks saintifik, yaitu dibuat oleh guru pada mata Pelajaran berkaitan dengan peran matematika dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). (Nasution Guru Gambar 3. Contoh Rancangan Modul Ajar Integrasi Numerasi Guru IPA di SMPN 6 Garut Hasil analisis terhadap rencana modul ajar baku yaitu meteran. Selain itu, siswa integrasi numerasi yang dibuat oleh guru IPA dikondisikan untuk mengeksplorasi seperti tampak pada gambar 3, guru mengidentifikasi bahwa tuntutan numerasi Hal ini tentu menjadi peluang mengukur tinggi badan yang dilakukan antar bagi guru untuk menanamkan numerasi Hal ini fokus terhadap domain bilangan dan pengukuran. Siswa dalam Keberhasilan guru mengidentifikasi aktivitasnya akan terfasilitasi keterampilan domain matematika dan aktivitas yang berhitung dan menggunakan alat pengukuran IPA. Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 bahwa menanamkan numerasi tidak harus yang digunakan secara umum disajikan dalam mata Pelajaran matematika namun pada tabel 2 berikut Pelajaran non matematika. Hasil analisis modul ajar terintegrasi Masyarakat yang dibuat oleh kelompok guru non matematika berkaitan dengan konten numerasi . omain matematik. dan konteks Tabel 2. Hasil Identifikasi Integrasi Numerasi pada Lintas Mata Pelajaran oleh Guru Guru Mata Pelajaran Guru PKn Guru IPA Konten Numerasi Bilangan Pengukuran . ermasuk konversi satuan panjan. Bilangan: Persentase Aljabar: Perbandingan Pengukuran Guru IPS Bilangan: Operasi bilangan Konteks Menghitung jumlah angota DPD berdasarkan jumlah anggota DPR Mengukur pertumbuhan tinggi badan dengan menggunakan meteran atau Personal Persilangan Menentukan nilai usaha yang diperlukan untuk memindahkan sebuah benda, alat yang digunakan timbangan dan meteran Urutan terjadinya sebuah peristiwa Saintifik Saintifik/ Personal Sosial Budaya Sosial Budaya Data dan Ketidakpastian: Nilai Maksimum. Nilai Minimum. Ukuran tendensi Bahasa Indonesia Guru PAI Pengukuran: konsep jarak Bilangan: Persentase Bilangan: Lambang bilangan dan bilangan Bilangan: Operasi bilangan Menghitung durasi lamanya pendudukan Jepang di Indonesia menggunakan media couple card Menghitung jumlah penduduk terbesar dan terkecil, menghitung kepadatan penduduk di suatu wilayah Aktifitas membuat peta menggunakan skala/ media benang Sosial Budaya Membandingkan kosakata baru yang memiliki makna denotative Larik puisi Sosial Budaya/ Personal Sosial Budaya/ Personal Menghitung jumlah zakat fitrah yang dikeluarkan sesuai anggota keluarga Personal/ Sosial Budaya Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 Guru Mata Pelajaran Informatika Bahasa Inggris Prakarya Konten Numerasi Konteks Bilangan. Data dan Pengukuran Bilangan: Menghitung Aljabar: Bilangan Pengolahan nilai menggunakan Aplikasi Microsoft Office Proses membuat makanan dengan menggunakan resep tertentu/ teks Saintifik/ Personal Personal Menghitung kandungan gizi dalam Saintifik muncul teridentifikasi sebagai bagian dari Berdasarkan data pada tabel 2. Guru mampu domain aljabar. Sedangkan topik ukuran mengidentifikasi domain matematika yang akan tendensi sentral termasuk data maksimum dijadikan sebagai konten numerasi sesuai dengan dan minimum teridentifikasi oleh guru sebagai konten numerasi pada domain data masing-masing Pelajaran. Sebelum kegiatan pendampingan, dan ketidakpastian. sebagian besar identifikasi konten numerasi focus Dari pada bilangan atau pengukuran, namun namun teridentifikasi untuk diintegrasikan dalam mengidentifikasi konten numerasi lainnya. Hal ini Misalnya modul ajar yang terlihat dari rancangan modul ajar yang dihasilkan dikembangkan oleh guru IPS, dengan tema oleh guru mampu mengidentifikasi 4 konten aktifitas membuat peta pada konteks sosial numerasi dari 5 konten ada (Nasution et al. , 2. budaya hanya menekankan pada domain atau sebesar 80% konten numerasi teridentifikasi bilangan berkaitan dengan jarak yaitu untuk diintegrasikan dalam berbagai lintas mata Hasil analisis terhadap pekerjaan guru, menggunakan skala tertentu. Namun, pada konten numerasi yang muncul berkaitan dengan tema aktifitas tersebut sebenarnya geometri domain Bilangan. Pengukuran. Aljabar, serta data berkaitan dengan konsep spasial . dapat dijadikan sebagai salah satu konten mendominasi dengan konten matematika yang Hal ini berimplikasi bahwa muncul diantaranya operasi bilangan, artimatika. Domain Sedangkan pengukuran konten matematika yang muncul teaching yang menyusun aktivitas yang berkaitan dengan konsep jarak, satuan panjang didalamnya terlibat guru matematika untuk dan konversi satuan ukuran. Topik perbandingan membantu memetakan konten numerasi Nurfiqih /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 643-655 yang tepat dan belum teridentifikasi oleh guru non mengideintifikasi konten numerasi sebesar Kolaborasi ini bisa dilakukan dalam 80 % . dari 5 konte. , yaitu domain bilangan, domain aljabar, pengukuran, data numerasi dengan berbasis projek atau berbasis masalah yang diselenggarakan setiap tiga bulan Geometri atau dalam waktu jeda semester bagi siswa. Hal didentifikasi dalam aktivitas modul ajar ini dapat ditindaklanjuti dalam program sekolah yang dirancang meskipun karakteristik untuk penanaman numerasi bagi siswa. materi memungkinkan untuk memunculkan SIMPULAN konten geometri dalam aktivitas atau tema Keterampilan Namun yang dipilih. Hal ini menunjukkan bahwa merupakan kemampuan yang sangat penting guru perlu program berkelanjutan berupa untuk dimiliki dalam kaitan dengan kehidupan berkolaborasi guru dalam menyusun modul sehari-hari. Penguasaan peserta didik terhadap numerasi bukan hanya menjadi tanggung jawab dari guru matematika tapi juga guru non Kegiatan numerasi dapat dilakuan secara Meskipun demikian, hal ini bukan priodik tiga bulan sekali atau jeda antar berarti bahwa penanaman numerasi bagi peserta semester berupa projek atau problem based learning sehingga eksplorasi keterampilan numerasi lebih mendalam dan luas. Hal ini pembelajaran dapat dilakukan secara kolaboratif dapat dilakukan sebagai tindak lanjut oleh guru dari lintas mata Pelajaran. Guru dapat program PKM yang dilakukan melalui memodifikasi modul ajar yang terintegrasi pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan dengan kemampuan numerasi melalui proses dan penguatan konten numerasi bagi guru. Selain bagi siswa konten numerasi perlu konteks yang sesuai dengan karakteristik dan dikuatkan bagi guru dan aktivitas kegiatan materi pembelajaran, kemudian menentukan dapat memanfaatkan bantuan teknologi tuntutan numerasi yang sesuai dari konten sehingga memberikan dampak sekaligus matematika atau domain matematika yang terhadap penguatan literasi digital bagi dibutuhkan dan dapat dieksplorasi melalui konteks yang sesuai dengan karakteristik tujuan DAFTAR PUSTAKA