Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 5 No 1 Juni 2026 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 SIGNIFIKANSI DORONGAN MEMPEROLEH ILMU DAN PENGUASAAN DIRI TERHADAP TINGKAT PENCAPAIAN MATEMATIKA Dias Arti Indriyani1. Sri Rejeki Puri Wahyu Pramesthi2*. Rudi Antonius3 1,2,3 IKIP Widya Darma indriyaniarti02@gmail. com, purisrpwp@gmail. com, 3 rudiantonius. iwida@gmail. Abstrak: Proses pengkajian disini untuk pemberian informasi terkait signifikansi dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik yang mana memiliki kategori pengkajian kuantitatif. Dalam pengkajian kuantitatif ini terdapat besaran bagian kecil yang diambil dari populasi sebanyak 41 anak didik. Alat ukur dalam pengkajian ini, yang pertama menggunakan evaluasi sesuatu usaha dari pencapaian matematika. Kedua, daftar beberapa pertanyaan yang dibuat secara tertulis yang digunakan untuk menghimpun informasi berkenaan dengan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Berbagai prosedur dalam menghimpun informasi di dalam pengkajian ini yakni mekanisme yang sistematis dalam mencapai tujuan dari kegiatan evaluasi usaha dari pencapaian matematika, dan mekanisme menghimpun informasi dikhususkan dalam hal melihat sesuatu dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Yang mana sesuatu yang diperoleh dalam pengkajian disini mengindikasikan bahwa dorongan memperoleh ilmu sebesar 43,59 dan penguasaan diri sebesar 40,17 masuk kategori sedang pada senarai pengkategorian dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Sedangkan, sesuatu usaha keterkaitan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap pencapaian matematika yaitu rxy = 0,704. Sehingga dapat dituliskan bahwa signifikansi dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik masuk klasifikasi atau kategori kuat. Hal ini berlandaskan dari sesuatu informasi ANOVA di dalam Regression dengan besaran 2,323 yang mana hasil ini regresinya lebih besar dari alphanya 0,05. Rerata yang diinformasikan sebesar 96% mengidentifikasi dorongan memperoleh ilmu menentukan penguasaan diri, sisanya dari berbagai faktor lainnya. Kesimpulan yang dapat dituliskan, tampak bahwa memiliki signifikansi positif pada dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik. Kata kunci:. Dorongan. Matematika. Penguasaan Diri. Pencapaian, dan Signifikansi. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 5 No 1 Juni 2026 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 PENDAHULUAN Eskalasi atau proses membesarnya intensitas ke tingkat yang lebih baik atau tinggi pada kualitas proses pengembangan potensi, pemberian wawasan, serta pembentukan sikap dan tata laku merupakan sesuatu target utama yang ingin dicapai di Indonesia. Sesuatu hal yang belum terpecahkan dan membutuhkan penyelesaian dari penambahan tingkat intensitas kualitas pengembangan potensi secara formal dan informal yang telah diberikan penyelesaian secara menyeluruh dan maksimal. Informasinya sampai saat ini belum menampakkan keoptimalan pada sesuatu konsekuensi dari tindakan yang dilakukan. Dari sesuatu hal yang ditempuh dalam mencapai target tertentu seperti halnya memberikan potensi, pemberian wawasan, melakukan pembentukan sikap dan tata laku oleh seorang pendidik kepada anak didik menjadi hal yang cukup memerlukan pemikiran dalam menyelesaikannya (Hafifuddin. Pramesthi. , & Antonius. Penyesuaian dari kondisi sebelumnya menjadi kondisi yang lebih berkualitas untuk hal pengembangan potensi secara formal dan informal di Indonesia harus disertai dengan adanya sinergi atau integritas yang menunjukkan keselarasan dari berbagai komponen proses pengembangan potensi anak didik yang saling berkenaan dengan para pendidik, anak didik, program pedoman pemberian sesuatu hal dalam memperoleh pengetahuan, dan fasilitas pendukung seperti halnya media dan infrastuktur di tempat terjadinya pemberian wawasan serta pembentukan sikap dan tata laku. Bagian yang paling penting dalam proses makin besarnya intensitas kualitas pengembangan potensi di tempat terjadinya pemberian wawasan pada anak didik ada pada anak didik yang berlomba Ae lomba mengembangkan potensi dan menerima wawasan dari pendidik yang diselaraskan dengan media yang berkualitas sehingga memberikan signifikansi pada eskalasi kualitas pendidikan di Indonesia (Jumalia. Signifikansi proses bertambahnya intensitas tingkat kualitas dalam hal pengembangan potensi anak didik, pemberian wawasan serta pembentukan sikap dan tata laku dapat memperoleh target utama atau dapat mencapai suatu hal yang membanggakan dengan berbagai penentu diantaranya dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Dorongan mendapatkan ilmu yang ada di dalam diri dan dapat juga tampak keluar dari luar diri anak Apabila terdapat hal Ae hal yang berkenaan dengan dorongan memperoleh ilmu dalam diri anak didik, maka terdapat hal Ae hal yang signifikansi positif dalam pembentukan Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 5 No 1 Juni 2026 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 penyesuaian dari kondisi sebelumnya menjadi kondisi yang lebih berkualitas cara anak didik berpikir. (Pramesthi. , & Antonius. Ahli psikologi menginformasikan terdapat sesuatu yang diperoleh dari penerimaan wawasan, pengembangan potensi dan menerima pembentukan sikap dan tata laku anak didik dapat memperbesar perolehan target utamanya dikarenakan adanya dorongan memperoleh ilmu yang semakin meningkat. Harapannya hal tersebut dapat meringankan masalah sehingga dapat mencapai target utama pendidikan Indonesia (Irawati. Selain dorongan memperoleh ilmu, terdapat penentu yang memberikan signifikansi saat anak didik menerima wawasan dari pendidik yakni penguasaan diri. Dari (Hasbullah. ) penguasaan diri ada signifikansi terhadap tingkat pencapaian anak didik. Tingkat pencapaian yang dimaksud dalam pengkajian ini yakni tingkat pencapaian dalam mata pelajaran matematika. Sehingga memusatkan dan menaruh perhatian pada tingkat pencapaian matematika. Dikarenakan, setiap anak didik memiliki karakter, kondisi sosial, dan riwayat keluarga masing Ae masing yang dapat mempengaruhi penguasaan diri anak didik, jadi dalam konteks ini dapat memiliki signifikansi anak didik berinteraksi dengan kondisi sosial. Sehingga terdapat keselarasan ketika anak didik memiliki dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri yang tinggi, maka terdapat signifikansi tingkat pencapaian matematika yang tinggi pula (Hasbullah. METODE PENELITIAN Proses pengkajian disini untuk pemberian informasi terkait signifikansi dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik yang mana memiliki kategori pengkajian kuantitatif. Dalam pengkajian kuantitatif ini terdapat besaran bagian kecil yang diambil dari populasi sebanyak 41 anak didik (Safitri. Anugrah Dini. Peubah atau variabel yang terdapat dalam pengkajian ini terdapat peubah bebas dan peubah terikat atau bergantung. Peubah bebas yakni ycU1 untuk dorongan memperoleh ilmu dan ycU2 untuk penguasaan diri serta Y untuk tingkat pencapaian matematika (Ramdani. Dani. Operasionalisasi masing Ae masing peubah yang dikaji dalam pengkajian disini (Murtiningsih. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 5 No 1 Juni 2026 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Dorongan Memperoleh Ilmu, dorongan secara internal dan eksternal pada anak didik dalam proses pengembangan potensi, penerimaan wawasan serta pembentukan sikap dan tata laku berkenaan dengan dorongan memperoleh ilmu mata pelajaran Penguasaan Diri, kemampuan anak didik dalam mengelola kemampuan penguasaan diri dalam memahami konsep dan melakukan penyelesaian masalah pada mata pelajaran matematika. Tingkat Pencapaian Matematika, kegiatan evaluasi usaha anak didik setelah pendidik memberi wawasan yang mana memusatkan pada pencapaian mata pelajaran Alat ukur dalam pengkajian ini, yang pertama menggunakan evaluasi sesuatu usaha dari pencapaian matematika. Kedua, daftar beberapa pertanyaan yang dibuat secara tertulis yang digunakan untuk menghimpun informasi berkenaan dengan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri (Lestari. Berbagai prosedur dalam menghimpun informasi di dalam pengkajian ini yakni mekanisme yang sistematis dalam mencapai tujuan dari kegiatan evaluasi usaha dari tingkat pencapaian matematika anak didik, dan mekanisme menghimpun informasi dikhususkan dalam hal melihat sesuatu dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri yang ada pada anak didik. Berikut ini mekanismenya (Bey. Anwar dan La Narfin. Analisis Informasi (Dat. Uji Reliabilitas, dan Uji Hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini diberikan hasil dan pembahasan dari pengkajian terkait signifikansi dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik: Analisis Informasi (Dat. Analisis Daftar Beberapa Pertanyaan (Angke. Dorongan Memperoleh Ilmu dari Anak Didik Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 5 No 1 Juni 2026 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Tabel 1. Daftar Beberapa Pertanyaan (Angke. Dorongan Memperoleh Ilmu dari Anak Didik Nilai Kadang-kadang Tidak Jumlah Jawaban Angket Ocfx = (Ya x . (KK x . T N = Jumlah Soal ycA= ycex ycA = ycA= = M = 43,59 Tabel 2. Kriteria Dorongan Memperoleh Ilmu dari Anak Didik Sehingga Interval Nilai Keterangan 20rtabel. Peubah signifikansi dorongan memperoleh ilmu dari anak didik diperoleh rtabel 0. 424 dan r 998 dari 41 anak didik dengan tingkat kesalahan 0. 05, hasilnya Reliabel. Peubah signifikansi penguasaan diri anak didik diperoleh rtabel 0. 424 dan r hitung 0. 528 hasilnya Reliabel. Sedangkan untuk peubah signifikansi tingkat pencapaian matematika anak didik diperoleh rtabel 0. 301 dan r hitung 0. 920, maka hasilnya Reliabel karena rhitung >rtabel. Uji Hipotesis Tabel 7. Tabel ANOVA Dorongan Memperoleh Ilmu dari Anak Didik dan Penguasaan Diri Anak Didik ANOVA Significance F Regression 471,3978 2,323 Residual 5429,089 285,7415 Total Berdasarkan data ANOVA pada kolom Regression dipoin signifikasi menunjukan 2,323 hal ini menunjukan regresinya lebih besar dari alpanya yaitu 0. Tabel 8. Tabel Koefisien Determinasi SUMMARY OUTPUT Regression Statistics Multiple R 0,980437 R Square 0,961256 Adjusted R Square 0,908624 Standard Error 16,90389 Observations Dari data Regression Statistik poin multi r yang menunjukan adanya signifikansi yang yang kuat dengan tingkat kepercayaan 95%, serta nilai R Square jika diubah dalam bentuk presentase maka menjadi 96% , hal ini mengindikasi bahwa dorongan memperoleh ilmu dari anak didik menentukan t penguasaan diri anak didik, dan 4% nya lagi dari penentu atau aspek lain. Hal Ae hal yang diperoleh merupakan penyesuaian dari kondisi sebelumnya menjadi kondisi yang lebih berkualitas dengan adanya signifikansi tingkat pencapaian Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 5 No 1 Juni 2026 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 matematika anak didik. Pembahasan Hal ini berlandaskan dari sesuatu informasi ANOVA di dalam Regression dengan besaran 2,323 yang mana hasil ini regresinya lebih besar dari alphanya 0,05. Rerata yang diinformasikan sebesar 96% mengidentifikasi dorongan memperoleh ilmu menentukan penguasaan diri, sisanya dari berbagai faktor lainnya. Dikarenakan, setiap anak didik memiliki karakter, kondisi sosial, dan riwayat keluarga masing Ae masing yang dapat mempengaruhi penguasaan diri anak didik, jadi dalam konteks ini dapat memiliki signifikansi anak didik berinteraksi dengan kondisi sosial. Sehingga terdapat keselarasan ketika anak didik memiliki dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri yang tinggi, maka terdapat signifikansi tingkat pencapaian matematika yang tinggi pula. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berbagai prosedur dalam menghimpun informasi di dalam pengkajian ini yakni mekanisme yang sistematis dalam mencapai tujuan dari kegiatan evaluasi usaha dari pencapaian matematika, dan mekanisme menghimpun informasi dikhususkan dalam hal melihat sesuatu dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Yang mana sesuatu yang diperoleh dalam pengkajian disini mengindikasikan bahwa dorongan memperoleh ilmu sebesar 43,59 dan penguasaan diri sebesar 40,17 sama Ae sama masuk kategori sedang pada senarai pengkategorian dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri. Sedangkan, sesuatu usaha keterkaitan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap pencapaian matematika yaitu rxy = 0,704. Sehingga dapat dituliskan bahwa signifikansi dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik masuk klasifikasi atau kategori kuat. Hal ini berlandaskan dari sesuatu informasi ANOVA di dalam Regression dengan besaran 2,323 yang mana hasil ini regresinya lebih besar dari alphanya 0,05. Rerata yang diinformasikan sebesar 96% mengidentifikasi dorongan memperoleh ilmu menentukan penguasaan diri, sisanya dari berbagai faktor Dikarenakan, setiap anak didik memiliki karakter, kondisi sosial, dan riwayat keluarga masing Ae masing yang dapat mempengaruhi penguasaan diri anak didik, jadi dalam konteks ini dapat memiliki signifikansi anak didik berinteraksi dengan kondisi sosial. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 5 No 1 Juni 2026 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Sehingga terdapat keselarasan ketika anak didik memiliki dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri yang tinggi, maka terdapat signifikansi tingkat pencapaian matematika yang tinggi pula. Kesimpulan yang dapat dituliskan, tampak bahwa memiliki signifikansi positif pada dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri terhadap tingkat pencapaian matematika pada anak didik. Saran Pendidik yang memberikan pengajaran mata pelajaran matematika sebaiknya cakap dalam menyelenggarakan proses pengembangan potensi kepada anak didik dengan menerapkan atau menggunakan prosedur dan media yang tepat dan sesuai yang mana memiliki harapan dapat memberikan eskalasi atau proses penambahan tingkat pencapaian matematika pada anak didik. Pendidik memberikan stimulasi berkenaan dengan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri pada anak didik saat memberikan pengajaran. Selain pendidik, wali murid pun sebaiknya memberikan stimulasi berkenaan dengan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri pada anak didik saat di rumah sehingga tingkat pencapaian anak didik makin bertambah. Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan pengkajian yang lebih kompleks. DAFTAR PUSTAKA