MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 156-164 KOMUNIKASI DALAM PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI DESA MURNI JAYA KECAMATAN TUMIJAJAR KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT COMMUNICATION IN THE IMPLEMENTATION OF JAJAR LEGOWO SYSTEM IN MURNI JAYA. TUMIJAJAR SUBDISTRICT, TULANG BAWANG BARAT DISTRICT Erika Dwi Alviana. Tri Pujiana*. Dwi Arianti. Helvi Yanfika Magister Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung Bandar Lampung 35141 *E-mail: tripujiana. unila@gmail. (Diterima 21-02-2019. Disetujui 15 Juli 2. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi antara penyuluh dengan petani dalam penerapan sistem Jajar Legowo di Desa Murni Jaya Kecamatan Tumujajar Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . urposive samplin. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi langsung ke tempat penelitian, wawancara depth interview dengan pengurus kelompok tani dan penyuluh, serta studi kepustakaan. Metode analisis data adalah dengan deskriptif kualitatif. Fokus pada penelitian ini adalah kendala komunikasi antara penyuluh dan Gapoktan Mekar Jaya Sri dalam penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo dan solusi untuk menangani masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan penyuluh sudah cukup baik, hal ini karena penyuluh melakukan pertemuan dengan anggota kelompok tani sebulan sekali, melakukan anjang sana dan anjang karya. Sedangkan petani yang belum mau menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo disebabkan oleh sifat inovasi yang rumit dan pengeluaran biaya untuk menerapkan inovasi tersebut lebih besar daripada menggunakan sistem tanam sebelumnya, sehingga masih ada keraguan petani untuk menerapkan inovasi tersebut. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, yaitu perlu adanya perbaikan pada persepsi petani terhadap Sistem Tanam Jajar Legowo, penyuluh perlu meningkatkan intensitas pendampingan kepada petani, dan juga perlu melakukan pengontrolan dan evaluasi terhadap usahatani padi yang dilakukan oleh petani padi di Desa Murni Jaya. Kata kunci: inovasi, komunikasi, sistem Jajar Legowo ABSTRACT The purpose of this study was to find out the communication process between extension agents and farmers in implementing the Jajar Legowo system in Murni Jaya. Tumujajar District. Tulang Bawang Barat District. The location of the study was determined purposively. Data collection was conducted in November 2018. This type of research is qualitative research. Data collection techniques by conducting direct observations to the research site, deep interview interviews with the management of farmer and extension groups, and literature studies. The method of data analysis is descriptive qualitative. The focus of this research is the obstacle of communication between Mekar Jaya Jaya extension agents and Gapoktan in the implementation of the Jajar Legowo Planting System and the solution to deal with the problem. The results of the study showed that the communication carried out by the instructor was quite good, this was because the instructor had meetings with members of the farmer group once a month, carried out the program and continued the work. Whereas farmers who did not want to implement the Jajar Legowo Planting System were caused by the complex nature of the innovation and the cost of implementing the innovation was greater than using the previous planting system, so there were still doubts by farmers to implement the innovation. Efforts are being made to overcome these obstacles, namely the need to improve farmers' perceptions of the Jajar Legowo Planting System, extension workers KOMUNIKASI DALAM PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI DESA MURNI JAYA KECAMATAN TUMIJAJAR KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Erika Dwi Alviana. Tri Pujiana. Dwi Arianti. Helvi Yanfika need to increase the intensity of assistance to farmers, and also need to control and evaluate rice farming carried out by rice farmers in Murni Jaya Village. Keywords: communication, innovation. Jajar Legowo system hasil padi sawah 1,9-29% pada musim PENDAHULUAN Pangan merupakan kebutuhan dasar kemarau 2007 dan 2,4-11,3% pada musim bagi manusia yang harus dipenuhi setiap kemarau 2008 (Laila dkk, 2. Inovasi Sistem Tanam Jajar Legowo yang memiliki diidentikkan dengan padi karena jenis banyak kelebihan ini perlu mendapatkan pangan ini merupakan makanan pokok bagi respon positif dari petani agar mereka mau Indonesia. Ketersediaan menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo pangan yang lebih kecil dibandingkan supaya produktivitas padi dan pendapatan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak- mereka dapat meningkat. Pangan Indonesia (Bulog. Sistem Jajar Legowo merupakan Abdulrachman Jamal salah satu inovasi dalam bidang pertanian. Penyebaran inovasi ini membutuhkan peran untuk mengomunikasikan intensifikasi pertanian mampu meningkatkan program kepada masyarakat petani (Pratama, produktivitas padi sekitar 38%. Salah satu inovasi intensifikasi padi adalah penggunaan penyampaian informasi dari komunikator jarak tanam (Deptan, 2. Penerapan kepada komunikan. Proses pengiriman sistem tanam yang benar dan baik melalui pengaturan jarak tanam dikenal dengan keterampilan dalam memaknai pesan baik oleh Sistem Tanam Jajar Legowo, sistem tanam ini lebih direkomendasikan untuk menyebarluaskan inovasi Jajar Legowo, digunakan karena sistem Jajar Legowo penyuluh pertanian bertindak sebagai memiliki lebih banyak keuntungan jika dibandingkan dengan sistem tanam yang bertindak sebagai komunikan. lain (Ikhwani et al, 2. Hasil Komunikasi maupun komunikan. Dalam Penyuluhan sebagai upaya yang Sukamandi efektif dalam mendorong pembangunan Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat pertanian pada kondisi keterbatasan petani selama dua musim menunjukkan cara tanam Jajar Legowo 2:1 meningkatkan Penyuluh MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 156-164 menerapkan sistem tersebut di usahatani keterampilan-keterampilan baru. Banyak Tujuan dari penelitian ini adalah program pertanian yang telah diluncurkan mengetahui bagaimana komunikasi dilakukan oleh penyuluh tentang peneran pendekatan top down sampai dengan sistem tanam Jajar Legowo di Murni Jaya bottom up. Salah satu program yang Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang diturunkan adalah sistem tanam Jajar Bawang Barat. Legowo yang mulai dikenalkan kepada petani sejak tahun 2007 (Abdulrachman et METODE PENELITIAN al, 2. Desa Jenis Murni Kecamatan penelitian kualitatif. Menurut Nugrahani Tumijajar merupakan desa yang telah . , tujuan dari penelitian kualitatif menerima sosialisasi sistem tanam Jajar adalah untuk memahami suatu konteks Legowo sejak tahun 2015. Penerapan suatu inovasi diawali dengan komunikasi dari penyuluh pertanian. Penyuluh memberikan sebenarnya terjadi di lapangan. Melalui edukasi tentang inovasi tersebut melalui pertemuan Gapoktan dan praktik langsung di lapang. Hal ini dilakukan agar petani proses berpikir induktif. Motode berpikir padi tidak hanya diperdengarkan dan induktif adalah metode yang digunakan diperlihatkan saja, tetapi diragakan dan dalam berpikir dengan bertolak dari hal diberi kesempatan untuk melakukannya. khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang Penyuluhan Jaya bersifat umum. Penelitian dilakukan di Desa Murni untuk mengajak orang secara sadar dan Jaya Kecamatan Tumujajar Kabupaten Tulang Bawang ide-ide Barat. Petani Komunikasi dan metode penyuluhan yang dipilih merupakan hal penting dalam suatu Penentuan lokasi penelitian dilakukan kegiatan penyuluhan. Apabila komunikasi secara sengaja. Pengumpulan data pada yang dilakukan oleh penyuluh di Desa bulan November 2018. Murni Jaya tepat maka inovasi tentang Penelitian ini meneliti satu gapoktan sistem tanam Jajar Legowo tersampaikan yang ada di Desa Murni Jaya. Subjek KOMUNIKASI DALAM PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI DESA MURNI JAYA KECAMATAN TUMIJAJAR KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Erika Dwi Alviana. Tri Pujiana. Dwi Arianti. Helvi Yanfika penelitian ini adalah Gapoktan Mekar Jaya Mekar Jaya Sri dalam penerapan sistem yang mengikuti program sistem tanam tanam Jajar Legowo, kendala dan solusi Jajar Legowo. Informan dari penelitian ini untuk menangani masalah yang terjadi. yaitu ketua gapoktan dan penyuluh yang Metode analisis data yang digunakan dalam ada di Desa Murni Jaya. Informan penelitian ini adalah dengan deskriptif penelitian ditentukan secara purposive Analisis data dilakukan untuk penilaian pribadi peneliti berdasarkan mentransformasikan data ke dalam narasi dirumuskan terlebih dahulu oleh peneliti Analisis data kualitatif dimulai (Sugiatro Firmansyah, analisis berbagai data yang dikumpulkan Informan kriteria-kriteria Kemudian dikalsifikasikan menjadi kategori tertentu dengan mempertimbangkan keabsahan data, langsung, secara lisan atau tertulis maupun kemudian dilakukan pemaknaan terhadap berupa perbuatan yang diajukan oleh data yang berlandaskan pada teori untuk peneliti (Subliyanto, 2. menjelaskan dan berargumentasi. Teknik penelitian ini adalah dengan melakukan HASIL DAN PEMBAHASAN observasi, wawancara dan dokumentasi. Desa Murni Jaya adalah salah satu Observasi langsung ke tempat penelitian dengan melakukan pengamatan, pencatatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang kejadian-kejadian. Barat. Desa Murni Jaya memiliki jumlah perilaku dan objek yang dilihat serta hal penduduk pria sebanyak 1. 898 jiwa dan lain yang mendukung penelitian. Wawancara penduduk wanita sebanyak 2. 135 wanita. dilakukan kepada informan yang terbatas menggunakan instrumen berupa pedoman gapoktan yang bernama Gapoktan Mekar Informan adalah orang yang Jaya. Gapoktan Mekar Jaya terdiri atas 22 kelompok tani, dengan jumlah anggotanya penyuluhan pertanian (Ekasari et al, 2. sebanyak 517 petani. Sebagian besar mata di Desa Murni Jaya. Desa Murni Kecamatan Jaya terdapat Murni Jaya adalah bertani. Selain itu, pekerjaan yang komunikasi antara penyuluh dan Gapoktan ditekuni masyarakat Murni Jaya adalah Fokus MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 156-164 pedagang, pegawai negeri, swasta, dan lain Menurut penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh antara lain penggalian informasi mengenai Komunikasi Penyuluh tentang Sistem Tanam Jajar Legowo di Desa Murni Jaya kebutuhan petani selama satu tahun. Pesan informasi yang disampaikan langsung di lapangan dengan petani Penggalian informasi melalui pertemuan oleh penyuluh pertanian di Desa Murni Jaya Materi penyuluhan dibuat dalam dalam menyampaikan informasi kepada petani di lapangan. Proses penyampaian menyesuaikan dengan isu global sebagai informasi akan berjalan efektif jika jumlah upaya menyiapkan petani dalam mengatasi tenaga penyuluh tersedia secara memadai persoalan iklim global. Materi penyuluhan sehingga seluruh isi pesan dapat diterima juga dibuat berorientasi pada teknik bertani oleh kelompok sasaran komunikasi. Selain yang ramah lingkungan seperti penggunaan itu, dalam proses menyampaikan pesan informasi, tenaga penyuluh pertanian juga harus memiliki kepribadian yang baik berlebihan yang berdampak buruk pada keberadaannya dapat diterima oleh petani. Pupuk sistem pertanian jangka panjang. Penyuluhan pertanian mengupayakan Informasi lain mengenai teknologi baru yang disampaikan dalam penyuluhan keluarganya agar mampu memecahkan Legowo. Sistem tanam Jajar Legowo Penyuluhan berperan dalam dikembangkan dari sistem tanam tegel peningkatan pengetahuan petani tentang yang telah berkernbang di masyarakat. informasi pertanian yang baru. Penyuluh Legowo berasal dari bahasa Jawa yang . ega/lua. Jajar penyebarluasan informasi, memberikan . Sistem Tanam Jajar Legowo penerangan dan penjelasan kepada petani. merupakan sistem tanam pindah dengan Perkembangan petani di Desa Murni Jaya saat ini sudah mulai menunjukkan sejajar dengan barisan tanaman padi di perbaikan setelah diberikan penyuluhan antara 2-4 barisan. dari Badan Penyuluhan Pertanian di lapangan. KOMUNIKASI DALAM PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI DESA MURNI JAYA KECAMATAN TUMIJAJAR KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Erika Dwi Alviana. Tri Pujiana. Dwi Arianti. Helvi Yanfika Jarak tanam dalam barisan . meningkatkan produktivitas Jajar padi hingga mencapai 10-15 persen. Legowo menjadi setengah jarak tanam antar baris, sehingga terjadi pemadatan Desa Murni Jaya merupakan salah rumpun padi di dalam barisan dan satu desa yang memiliki produktivitas memperlebar jarak antar barisan. Sistem padi yang paling rendah di Kecamatan Tanam Jajar Legowo menjadikan dua Tumijajar, produktivitas di desa ini hanya baris semua rumpun padi berada di mencapai 5,0 ton/ha sedangkan desa lain dapat mencapai 5,5-5,75 ton per hektar. akibatnya semua rumpun padi tersebut Hal ini disebabkan oleh penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo yang masih rendah . order effec. (Suriapermana et al, 1. (Alviana, 2. Menurut Sembiring . Sistem Rendahnya Sistem Tanam Jajar Legowo merupakan salah Tanam permasalahan yang terjadi di Desa Murni terpadu pada padi sawah yang apabila Jaya sejak awal pengenalan Sistem Tanam dibandingkan dengan sistem tanam lainnya Jajar Legowo. Menurut penyuluh dan memiliki keuntungan sebagai berikut: . ketua gapoktan, kegiatan sosialisasi telah terdapat ruang terbuka yang lebih lebar di dilakukan dengan cara praktik penanaman antara dua kelompok barisan tanaman dengan menggunakan Sistem Tanam Jajar Legowo di beberapa sekatar sawah yang disaksikan dan di ikuti oleh petani daerah tanaman padi sehingga meningkatkan Hasil dari praktik penerapan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada Sistem Tanam Jajar Legowo tersebut tergolong berhasil, terjadi peningkatan . sistem tanaman berbaris ini memberi Jajar Legowo produktivitas padi sekitar 1-1,5 ton/ha. Namun, petani masih ada yang salah usahataninya seperti meningkatkan jumlah menggunakan jarak tanam Sistem Tanam tanaman pada kedua bagian pinggir untuk Jajar Legowo, jarak tanam yang seharusnya setiap set legowo, sehingga berpeluang adalah . ,5 cm y 12,5 c. y 50 cm untuk meningkatkan produktivitas tanaman menjadi . cm y 20 c. y 50 cm atau akibat peningkatan populasi. sistem malah tetap menggunakan jarak tanam tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi sebelumnya yaitu 25 cm y 25 cm y 25 cm. pengembangan sistem mina padi atau Kesalahan pemahaman petani tentang MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 156-164 pada sistem Teghel, namun pada Sistem produktivitas yang lebih rendah daripada Tanam Jajar Legowo menggunakan 50 desa lain di Kecamatan Tumijajar. cm, petani beranggapan jarak yang terlalu Menurut ketua gapoktan, selain longgar tersebut dapat ditambah tanaman, kurangnya sosialisasi kembali tentang agar tanaman lebih banyak dan hasil Sistem Tanam Jajar Legowo, rumitnya panen juga lebih banyak. sifat inovasi Sistem Tanam Jajar Legowo Anggapan petani tentang menambah juga menjadi alasan petani masih salah jumlah tanaman akan menambah jumlah menggunakan Sistem Tanam Jajar Legowo produksi adalah suatu yang keliru, seharusnya pada usahatani mereka. Penyuluh digunakan untuk optimalisasi pencahayaan sebulan sekali dengan anggota kelompok pada proses fotosintesis. Menurut penyuluh, tani, melayani anjang sana dan anjang mereka sudah mengingatkan hal tersebut Penyuluh mendatangi rumah dan namun petani masih takut menggunakan jarak yang benar karena takut adanya lokasi usahatani guna memberikan kegagalan dan kerugian dari usahatani seputar usahatani padi. Salah satu yang Hal lain yang menjadi kendala penggunaan Sistem Tanam Jajar Legowo. penyuluh adalah biaya Sistem Tanam Penyuluh melakukan penyuluhan Sistem Jajar Legowo yang tergolong lebih mahal Tanam Jajar Legowo sesuai dengan dari pada sistem tanam sebelumnya. Petani menjadi ragu untuk menerapkan inovasi kementerian pertanian. ini karena takut biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan yang Kendala dalam Penyebarluasan Inovasi Sistem Tanam Jajar Legowo didapat saat panen. Menurut penyuluh, tugas penyuluh Kecamatan Tumijajar, masih banyak petani adalah merubah perilaku petani agar Berdasarkan pendapat penyuluh penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo, keputusan yang diambil oleh petani dan masih banyak petani yang salah merupakan hak petani tersebut. Penyuluh Contohnya adalah jarak tanam menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo. yang biasanya hanya menggunakan 25 cm Penyuluh hanya menyarankan penggunaan KOMUNIKASI DALAM PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI DESA MURNI JAYA KECAMATAN TUMIJAJAR KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Erika Dwi Alviana. Tri Pujiana. Dwi Arianti. Helvi Yanfika sistem inovasi tersebut karena memiliki tidak memiliki ketakutan tersendiri dalam keunggulan yang menguntungkan. menerapkan inovasi tersebut. Penyuluh perlu Namun, pesan oleh petani yang mengakibatkan petani enggan menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo perlu diluruskan kembali agar terhadap usahatani padi yang dilakukan petani paham dan berminat menggunakan oleh petani padi di Murni Jaya. Penyuluh Sistem Tanam Jajar Legowo. Upaya- Komunikasi antara penyuluh dengan upaya pengontrolan dan evaluasi oleh petani juga perlu ditingkatkan lagi agar penyuluh setiap selesai musim tanam harus petani lebih percaya terhadap inovasi yang dilakukan agar penyuluh dapat mengetahui apa dibawa oleh penyuluh. Inovasi yang yang harus diperbaiki dalam pemberian dibawa oleh penyuluh sebaik apapun jika informasi tersebut. Sehingga tujuan dari penerapan inovasi dapat tercapai. ragu-ragu Perlu juga dilakukan evaluasi KESIMPULAN DAN SARAN penyuluhan setiap selesai musim tanam penyuluh sudah cukup baik, hal ini karena untuk memperbaiki sistem komunikasi penyuluh melakukan pertemuan dengan antara penyuluh dengan petani. Komunikasi anggota kelompok tani sebulan sekali, melakukan anjang sana dan anjang karya. DAFTAR PUSTAKA