Jayapangus Press Jurnal Penelitian Agama Hindu Volume 8 Nomor 4 . ISSN : 2579-9843 (Media Onlin. Pengembangan Big Book Moderasi Beragama Berbasis Konsep Pratyaksa Pramana di Taman Kanak Kanak Putu Ayu Septiari Dewi*. I Gusti Lanang Agung Wiranata. Nyoman Wiraadi Tria Ariani. Made Gautama Jayadiningrat. Ida Ayu Putu Putri Saraswati Dewi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Indonesia ayusepti@uhnsugriwa. Abstract This research highlights the importance of introducing the concept of religious moderation from an early age. Even though its implementation already exists in children's play activities, children are not yet fully aware of the concepts of tolerance, sharing and helping each other. Therefore, the Big Book of Religious Moderation based on the Pratyaksa Pramana concept was developed as a learning medium that introduces the concept of moderation through children's direct experience. This Book contains material on the concept of religious moderation based on the concept of Pratyaksa Pramana, which is knowledge experienced by children through direct experience. This research aims to introduce the concept of moderation to children, describe the development of the Book, and analyze the feasibility of its use through expert validation. The ADDIE development method was used in this research, involving teachers and children at the Taman Kurnia Denpasar Kindergarten as data sources. Data collection techniques using observation and checklist instruments. Data analysis was carried out using Lawshe's descriptive qualitative content validation formula, namely Content Validity Ratio (CVR). The research results show that this book is suitable for use, with a high CVI value of 0. and the final CVI calculation . verage CVR) is 0. 916667 indicating good content validity. The conclusion of the research in accordance with expert validation is that the use of the Big Book Religious Moderation media is very relevant and suitable for use with PAUD children because the material available in it is appropriate to the child's age Keywords: Big Book. Religious Moderation. The Concept of Pratyaksa Pramana Abstrak Penelitian ini menyoroti pentingnya pengenalan konsep moderasi beragama sejak usia dini. Meskipun implementasinya sudah ada dalam kegiatan bermain anak, anak-anak belum sepenuhnya menyadari konsep toleransi, berbagi, dan saling membantu. Oleh karena itu, dikembangkanlah Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana sebagai media pembelajaran yang memperkenalkan konsep moderasi melalui pengalaman langsung anak-anak. Buku ini mengandung materi konsep moderasi beragama dengan basis konsep Pratyaksa Pramana, yang merupakan pengetahuan yang dialami anak-anak melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep moderasi kepada anak-anak, mendeskripsikan pengembangan buku tersebut, dan menganalisis kelayakan penggunaannya melalui validasi ahli. Metode pengembangan ADDIE digunakan dalam penelitian ini, melibatkan guru dan anak-anak di TK Taman Kurnia Denpasar sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan instrument ceklist. Analisis data dilakukan dengan deskriftif kualitatif rumus validasi isi dari Lawshe yaitu Content Validity Ratio (CVR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ini layak digunakan, dengan nilai CVI yang tinggi pada nilai 0,5 dan akhir perhitungan CVI . ata-rata CVR) adalah sebesar 0,916667 menunjukkan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH validitas konten yang baik. Kesimpulan dari penelitan sesuai dengan validasi ahli adalah penggunaan media Big Book Moderasi Beragama sangat relevan dan layak digunakan pada anak-anak PAUD karena materi yang tersedia didalamnya sesuai dengan perkembangan usia anak. Kata Kunci: Big Book. Moderasi Beragama. Konsep Pratyaksa Pramana Pendahuluan Anak usia dini adalah anak yang memiliki rentang usia 0-6 tahun. Namun beberapa pakar menyebutkan anak usia dini disebutkan sebagai anak yang memiliki tentang usia 0-8 tahun. Meskipun terdapat rentang 2 tahun lebih pada hakikatnya rentang usia 0-8 tahun merupakan fase yang sangat penting bagi pembentukan segala aspek yang dimiliki anak sehingga pada fase ini sering disebut sebagai fase golden age. Dikatakan sebagai masa keemasan karena pada rentang usia 0-6 tahun perkembangan otak pada anak sudah mencapai 50% persen dari perkembangan kecerdasan otak manusia. Bahkan di usia 8 tahun semakin meningkat menjadi 80% (Susanto, 2. Perkembangan sel antar otak anak usia dini pada usia 4 tahun begitu penting karena pada usia tersebut kecerdasannya sudah mencapai 50% dan berkembang maksimal pada umur 8 tahun dengan kecerdasan mencapai 80%. Selanjutnya anak usia dini disingkat dengan AUD, perkembangan otak pada fase itu merupakan perkembangan yang paling pesat, maka segala hal yang terkait dengan tumbuh kembangnya tidak boleh disiasiakan. Namun pada dasarnya kemajuan dari perkembangan AUD tidak dapat disamakan. Setiap AUD akan memiliki pencapaian fase perkembangan yang berbeda. Tanda-tanda yang dapat ditunjukkan oleh seorang AUD diantaranya memiliki karakter yang sangat unik, serba ingin tahu, penuh kejutan, dinamik, penuh kegembiraan, dunia bermain yang terus berkembang sesuai dengan fase perkembanganya (Susanto, 2. Keunikan yang dimiliki oleh AUD dengan berbagai karakternya dapat dilihat dan diamati pada setiap fase yang dapat dijadikan dasar dalam memberikan pendidikan. Salah satu karakter anak usia dini yang sangat unik adalah pada karakter meniru. Karakter ini mulai tumbuh dan berkembang pada usia anak 1,5 tahun hingga pada usia 5-6 tahun sebagai usia pematangan bagi karakter meniru tersebut. Pada usia 5-6 tahun anak tidak hanya menjadi peniru sejati, namun sudah mulai memahami konsep dari perihal yang ditiru olehnya. Proses meniru dilakukan melalui pengamatan menggunakan sensor indra kemudian dipraktekan kembali oleh anak Nurhayati et al. , . Sehingga anak sudah bisa berargumen atas sesuatu yang dilihat dan ditiru. Pembelajaran anak usia dini hakekatnya adalah kegiatan bermain yang dilakukan sebagai upaya pemberian layanan stimulus terhadap keseluruhan aspek tumbuh kembang yang dibutuhkan anak sehingga dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Stimulasi yang diberikan mulai dari tumbuh kembang pada aspek psikomotorik, kognitif, sampai pada aspek Berdasarkan keputusan kepala badan standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi nomor 008/H/Kr/2022 tentang capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini . keberhasilan suatu capaian pembelajaran pada fase PAUD tidak hanya dapat di ukur dari kesiapan anak untuk menuju jenjang sekolah, namun pada dasarnya stimulasi yang diberikan pada fase PAUD dilakukan guna mempesiapkan anak agar mampu dan siap menuju jenjang kehidupan yang lebih luas yaitu pada masyarakat, bangsa dan Negara. Begitu banyak kegiatan dan media yang dapat diberikan untuk membantu keberhasilan program stimulasi yang dapat dilakukan kepada anak usia dini. Kegiatan stimulasi pada anak usia dini tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat fase perkembangan usianya. Fase dan tingkat perkembangan menjadi dasar bagi orang tua ataupun pendidik dalam menyiapkan rencana stimulasi yang akan dilakukan. Khusus https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH pada tingkat lembaga pendidikan misalnya dapat dilihat dari pemilihan projek kelas yang akan diberikan. Pendidik harus jeli dalam memilih media yang akan digunakan untuk mencapai keberhasilan sebuah projek dalam upaya memberikan stimulasi pada peserta Media yang digunakan tidak lagi sekedar sebuah majalah yang pada dasarnya sudah disiapkan oleh lembaga pendidikan. Pendidik dapat mengembangkan sebuah media guna mencapai sasaran yang tepat pada stimulasi yang akan dilakukan. Hal ini tentu saja kembali pada kemampuan seorang pendidik yang memiliki pemikiran kreatif dan Tersedianya media pembelajaran yang tepat dan diberikan melalui metode yang pasti tentu akan mewujudkan kualitas stimulasi yang baik dan upaya pemenuhan stimulasi akan berjalan dengan baik yang akan mewujudkan tumbuh kembang anak yang baik pula. Satu hal yang sangat menarik dari sebuah media pembelajaran adalah, ketika media pembelajaran diciptakaan dan dikembangkan atas dasar dari pengalaman melihat. Artinya bahwa sesuatu hal yang dilihat dan dialami oleh anak akan mudah dipahami ketika dijadikan sebuah media pembelajaran. Pada penelitian ini pengalaman tersebut dikembangkan menjadi media Big Book Barbasis Pratyaksa Pramana. Pengembangan media Big Book Prayaksa Pramana, adalah pengembangan media yang didasarkan pada perekaman pengetahuan dari pengalaman melihat. Pada penelitian ini pengalaman melihat objek berupa rumah ibadah dari berbagai agama kemudian pengalaman melihat pakaian ibadah berbagai agama digambarkan pada cerita media Big Book berbasis Pratyaksa Pramana. Berdasarkan dari hasil observasi lapangan di TK Taman Kurnia Denpasar penulis menemukan fenomena yang terjadi pada anak-anak. Meskipun pengenalan tentang berbagai jenis agama dan pakaian ibadah telah diperkenalkan, penggunaan pakaian ibadah yang dilaksanakan setiap hari kamis sesuai dengan peraturan gubernur Bali, masih belum dapat memberikan pemahaman lebih kepada anak-anak pada konteks sosial dan moderasi. Hal yang dapat penulis lihat secara langsung adalah ketika anak-anak menggunakan pakaian yang berbeda anak menjadi berjarak ketika bermain atau bersosialisasi dengan temannya yang berpakaian ibadah yang berbeda. Namun justru ketika anak menggunakan seragam sekolah anak menjadi lebih bebas bermain dan bersosialisasi dengan temannya. Permasalahan ini sangat penting dipecahkan guna menanamkan sejak usia dini tentang konsep moderasi. Pemahaman dan penjelasan lebih jauh melalui contoh-contoh yang lebih kongkrit dan pasti dapat dilakukan dengan berbagai cara dan media. Big Book berbasis Pratyaksa Pramana ini menjadi media yang lebih jelas dan kongkrit untuk memberikan gambaran contoh serta penjelasan sikap yang harus ditanamkan kepada anak-anak terkait dengan sebuah konsep moderasi. Sehingga harapannya ini akan menjadi bekal toleransi yang kuat bagi anak-anak dalam menuju usia yang lebih matang sehingga dapat mengimplementasikan sikap moderasi beragama di lingkungan masyarakat. Penelitian pengembangan Big Book berbasis Prayaksa Pramana mengunakan beberapa referensi hasil penelitian sebelumnya seperti penelitian Pengembangan Big Book Storytelling Dwi bahasa untuk Meningkatkan Literasi Anak Usia Dini menunjukan hasil validasi bahwa media yang dibuat memiliki kelayakan untuk dipergunakan pada AUD baik dari sisi psikologis, kualitas fisik, bahasa dan pembelajaran. Kemudian dampak yang ditimbulkan pada saat proses pembelajaran memberikan suasana kegembiraan bagi siswa AUD (Yansyah et al. , 2. Penelitian Pengembangan Media Big Book Prayer untuk Mengoptimalkan Religious Moral Activities Anak 4-5 Tahun, secara perhitungan kualitatif penelitian ini menunjukkan hasil bahwa media Big Book Prayer sangat cocok dan berhasil digunakan dalam mengoptimalkan sikap religious anak usia 4-5 tahun sehingga kelayakan penggunannya tidak diragukan lagi. Big Book Prayer ini sangat valid dan efektif digunakan dalam pembelajaran anak usia 4-5 tahun (Hayati et al. , 2. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Penelitian pengembangan media big book untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 4-5 tahun yang dilakukan berdasarkan dua kali proses pengembangan dengan empat kali pertemuan pengujian lapangan menunjukkan hasil yang sangat signifikan meningkat. Hasil yang dilakukan berdasarkan perhitungan analisis kualitatif ini menunjukkan nilai persentase sebagai berikut pengembangan tahap I pertemuan I dengan nilai 44,29%, kemudian pada pertemuan II meningkat menjadi 60,71%, pengembangan tahap II pada pertemuan i kembali meningkat 72,50%, kemudian pada pertemuan IV menjadi 82,86%. Berdasarkan hasil analisis nilai peningkatan tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media big book sangat berperan penting bagi orang tua ataupun guru dalam peningkatan kemampuan berbicara anak usia 4-5 tahun (Ainur Rizky et al. , 2. Penelitian pengembangan media big book cerita rakyat untuk meningkatkan empati dan kemampuan bercerita anak usia dini mengunakan pendekatan eksperimen sebagai bahan uji lapangan dengan membedakan kelompok yang menggunakan media big book dan tidak menggunakan media big book. Berdasarkan hasil analisis kelompok yang menggunakan media big book memiliki nilai yang sangat baik dalam kemampuan bercerita dan empati yang dimiliki dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan media big book. Hal ini menunjukkan bahwa pengebangan media big book sangat efektif dan layak di pergunakan untuk melakukan stimulasi pada empati dan bercerita anak usia dini (Dheasari, 2. Berdasarkan pendekatan eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini rata-rata kelompok eksperimen menunjukkan skor lebih tinggi . %) daripada kelompok control . Hal ini menunjukkan bahwa efektifitas penggunaan media big book sangat membantu guru dalam pembentukan karakter anak usia dini (Kiromi & Fauziah, 2. Berdasarkan beberapa analisis kajian yang relevan terkait penelitian pengembangan media big book, dapat penulis simpulkan bahwa pengembangan media big book sangat penting dan bermanfaat serta efektif bagi guru sebagai seorang pengajar dalam memberikan pembelajaran kepada anak usia dini. Kemudian bagi anak usia dini pembelajaran dengan menggunakan media big book menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Sehingga melalui media pembelajaran big book segala aspek perkembangan anak usia dini dapat distimulasi dengan baik dan memberi dampak pada arah perkembangan yang positif dan optimal. Beberapa penelitian di atas memberikan kontribusi dan pengaruh yang kuat kepada penulis karena berdasarkan dari hasil uji validasi ahli dan uji lapangan media big book sangat layak untuk dikembangkan. Hal tersebut mendorong penulis untuk melakukan pengembangan media Big Book Moderasi Beragama berbasis Pratyaksa Pramana. Selain itu belum ditemukan penelitian yang melakukan pengembangan media Big Book Moderasi Beragama. Ini menjadi kebaruan dari penelitian yang dilakukan. Perbedan yang signifikan pada pengembangan big book dalam penelitian ini berdasarkan penellitian sebelumnya terletak pada tema dan basis konsep yang digunakan. Tema dalam penelitian ini adalah terkait dengan aspek moderasi beragama dengan basis konsep Pratyaksa Pramana. Penelitian penerapan moderasi beragama pada lembaga PAUD di Sulawesi Tenggara, hasil analis menunjukkan bahwa pada pendidikan anak usia dini model penerapan moderasi beragama dapat dilakukan secara efektif dengan melakukan pembiasaan sikap moderasi. Sikap dan nilai-nilai dari konsep moderasi beragama yang diperkenalkan pada penelitian ini adalah nilai sikap toleransi dan keterbukaan, keadilan, kedamaian, keseimbangan dan kebaikan (Shaleh & Fadhilah, 2. Penelitian Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan memberikan analisis kualitatif tentang pentingnya dan tepatnya lemaga pendidikan formal selain pendidikan informal dan non formal sebagai lembaga untuk memberikan pendidikan moderai beragama. Hal ini dikuatkan dengan adanya system yang terstruktur pada https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH pendidikan formal yang sestemik dan memudahkan untuk melakukan evaluasi dari hasil pembelajaran yang dilakukan (NajAoma & Bakri, 2. Penelitian Aplikasi Psikologi Komunikasi dalam Menstimulasi Moderasi Beragama pada Anak Usia Dini memberikan analisis bahwa pendekatan psikologi komunikasi sangat cocok dan dibutuhkan dalam melakukan stimulasi tentang konsep moderasi beragama bagi anak usia dini. Melalui pendekatan spikologi komunikasi anak usia dini diperkenalkan pada nilai-nilai konsep moderasi beragama yang sangat dekat pada lingkungan mereka dengan cara bernyanyi, bercerita dan menggambar sesuai dengan pengalaman yang mereka alami. Sikap pembiasaan diupayakan untuk menanamkan nilai-nilai konsep moderasi beragama antara lain toleransi, anti kekarasan, pembiasaan berdoa dalam memulai dan menghahiri sebuah kegiatan (Ekaningtyas et al. , 2. Berdasarkan beberapa penelitian diatas dapat penulis simpulkan bahwa pengenalan konsep moderasi beragama sangat penting dan perlu dilakukan sejak dini. Pada tingkat usia dini merupakan tingkatan yang sangat tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung pada konsep moderasi beragama. Pendidikan formal menjadi lembaga yang dapat digunakan untuk memberikan stimulus pada pembiasaanpembiasaan sikap dari nilai-nilai moderasi beragama. Khususnya pada pendidikan PAUD pengenalan dan pembiasaan sikap moderasi beragama bisa dilakukan dan diukur dengan berbagai macam kegiatan dan media yang tentu sesuai dengan capaian yang akan dicapai pada pendidikan modesari beragama. Beberapa kajian diatas sangat menguatkan penulis untuk menciptakan pengembangan media Big Book Moderasi Beragama berbasis Pratyaksa Pramana. Kajian penelitian di atas juga menunjukkan belum adanya penelitian moderasi dengan basis konsep Pratyaksa Pramana. Ini menjadi kebaruan bagi penelitian yang dilakukan dalam pengembangan media untuk pengenalan aspek moderasi berbasis konsep Pratyaksa Pramana pada AUD. Metode Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (R&D) Reseach And Development Dick & Carry melalui pendekatan ADDIE. Sampel menggunakan guru dan anak-anak di TK Taman Kurnia Denpasar. Sumber data primer adalah validator ahli, guru dan anak-anak ditentukan dengan teknik purposive sampling sedangkan data sekunder adalah literature yang berkaitan dengan judul penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis deskriptif kualitataif digunakan untuk mengolah data hasil penilaian big book oleh uji ahli pada desain dan oleh uji ahli pada isi yang dilakukan guru TK. Uraian analisis kualitataif akan dideskripsikan berdasarkan isian dari instrumen hasil validasi yang dilakukan ahli baik berupa saran dan masukan yang sudah menjadi catatan. Hasil analisis ini akan dijadikan dasar untuk melakukan tinjauan ulang instrument penilaian terhadap validitas dari media big book. Pengolahan data diukur dengan menggunakan rumus analisis Content Validity Ratio (CVR). CVR = (Ne-n/. Hasil dan Pembahasan Rancangan dan struktur pengembangan Big Book Moderasi Beragama yang berakar pada konsep Pratyaksa Pramana di TK Taman Kurnia Denpasar dikembangkan berdasarkan prinsip Analyze. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini difokuskan sampai pada uji produk, khususnya pada validasi ahli media dan Berikut diuraikan langkah-langkah yang dilakukan dalam proses penelitian pengembangan media big book: https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Analyze Langkah awal dalam penelitian adalah tahap analisis. Pada tahap ini, tiga aspek utama dianalisis secara menyeluruh, yakni analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik anak beserta lingkungannya. Analisis Kebutuhan Pada proses analisis kebutuhan, hasil observasi dan wawancara dengan guru dan kepala sekolah TK Taman Kurnia menyatakan bahwa kebutuhan alat permainan edukatif (APE) sangat diperlukan dalam pembelajaran. Karena selama ini penggunaan APE hanya menggunakan media loosepart yang ada di sekolah. Kemudian APE yang dimiliki dan tersedia hanya berupa APE yang berukuran kecil. Kebutuhan pada kesediaan APE big book sangat diperlukan karena APE big book memunculkan daya tarik dan kesenangan bagi anak-anak pada saat melakukan kegiatan pembelajaran melalui warna dan gambar, dengan gambar anak-anak lebh mudah mengenal benda dan lingkungan, dan kurangnya APE big book yang dimiliki karena harga yang cukup mahal. Analisis Kurikulum Hasil analisis kurikulum menunjukkan kurikulum yang digunakan di TK Taman Kurnia Denpasar berada pada tahap transisi dari kurikulum 2013 menuju kepada kurikulum Merdeka. Berdasarkan hasil analisis kurikulum pengembangan Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana dikembangkan berdasarkan kurikulum merdeka dengan mengangkat indikator toleransi dan saling menghargai. Dua indikator dan tema tersebut digunakan karena sudah dilakukan oleh anak-anak. Hal tersebut sesuai dengan konsep Pratyaksa Pramana yaitu pengetahuan yang dilakukan berdasarkan pengalaman langsung baik dengan melihat, merasakan, dan mendengar. Analisis Karakteristik Anak Dan Lingkungan Analisis karakteristik anak dan lingkungan memberikan perhatian khusus pada karakteristik perkembangan anak usia 4-5 tahun, terutama terkait perkembangan nilainilai toleransi agama dan nilai kebersamaan yang ditanamkan di TK Taman Kurnia Denpasar sebagai cermin perilaku moderasi beragama. Standar tingkat pencapaian dalam Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana disesuaikan dengan kurikulum Merdeka yang digunakan dan dikembangkan oleh sekolah tersebut. Keaktifan anak-anak bertanya dan bercerita pada usia tersebut dalam kelas ataupun diluar kelas menjadi dasar yang tepat untuk pengembangan big book ini. Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana sangat tepat dikembangkan. Guru dapat membawakan atau menceritakan media big book di depan anak-anak yang memiliki karakter aktif sehingga mendapatkan respon yang baik dari anak-anak dengan bertanya dan mempertanyakan sesuatu. Gambar 1. Pembelajaran di Dalam Kelas (Sumber: Peneliti 2. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Gambar 2. Kegiatan Bermain Di Luar Kelas (Sumber: Peneliti 2. Pemberian stimulus pada anak usia dini tidak akan lepas dari kegiatan yang sifatnya bermain, menarik dan menyenangkan. Guna mencapai hal tersebut setiap kegiatan stimulus harus mampu dilakukan dengan menggunakan beraneka macam media pembelajaran yang sesuai dengan aspek perkembangan anak. Salah satu media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak adalah media pembelajaran big book. Jika diamati secara garamatikal, kata big book diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai buku Buku yang dengan ukuran rata-rata lebih besar dari buku cerita anak-anak pada Big book memiliki standar ukuran pada umumnya sebesar ukuran A3. Big book adalah jenis buku yang dibuat besar dengan alur cerita yang jelas, kosa kata dan tulisan yang singkat, gambar menjadi bagian utama dan dipilih untuk dibesarkan sehingga menarik minat anak-anak serta mudah untuk diingat (Latifah, 2. Big book adalah buku yang didalamnya berisikan wacana singkat ditulis dengan sederhana, dengan huruf yang besar, memiliki tampilan gambar yang besar dan berwarna serta disajikan untuk anak-anak pada kelas rendah AUD (Setiyaningsih & Syamsudin, 2. Penggunaan media big book dapat penyampaikan pesan pesan toleransi secara kongrit sehingga anak akan dengan mudah menerimanya (Purnamasari & Wuryandani. Big book has the excellence for its big size so it can handle the readability of the students in class (Andriana et al. , 2. Media big book adalah buku bacaan yang memiliki ukuran, tulisan, dan gambar yang besar (Syelviana & Hariani, 2. Big book merupakan buku yang menyenangkan dengan tampilan gambar yang dominan memiliki ukuran A3 . ,7 cm x 42 c. pada umumnya dan dilengkapi dengan buku panduan, tujuanya agar mudah untuk digunakan dan dibaca (Wijayani et al. , 2. Pada penelitian ini Big book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana memiliki ukuran A3 dengan mengutamakan gambar yang penuh dengan warna dan sedikit tulisan sebbagai dialog percakapan. Design Proses selanjutnya adalah perancangan atau desain, setelah melalui beberapa proses analisis dilakukan penentuan bentuk atau desain media big book. Rancangan bentuk desain Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH menggunakan warna-warna pastel. Hal ini sesuai dari hasil analisis kebutuhan ditemukan ketertarikan anak pada warna-warna cerah. Selain membuat rancangan media big book terdapat rancangan buku panduan sebagai tambahan dalam menggunakan media ini. Selain merancang desain gambar, perancangan selanjutnya adalah perancangan nilai-nilai konsep Pratyaksa Pramana yang sesuai dengan indikator kurikulum. Hasil observasi di lapangan ditemukan bahwa guru-guru di sekolah TK Taman Kurnia memiliki peran yang sangat penting dalam mengajarkan konsep moderasi beragama kepada anak-anak. Salah satu cara efektif yang mereka terapkan adalah melalui pengenalan berbagai hari besar umat beragama di Indonesia. Dalam proses pendidikan ini, guru-guru berusaha untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dimana anak-anak dapat memahami, menghargai, dan merayakan keragaman agama yang ada di negara ini. Pengenalan berbagai hari besar umat beragama di Indonesia menjadi fondasi penting dalam pendidikan moderasi beragama di sekolah TK Taman Kurnia. Guru-guru dengan cermat memilih momen-momen ini untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada anak-anak tentang keyakinan dan tradisi agama-agama yang berbeda. Melalui cerita, permainan, dan kegiatan kreatif lainnya, mereka membantu anak-anak mengidentifikasi hari raya agama, seperti Idul Fitri. Natal. Nyepi. Waisak, dan lainnya. Selama pengenalan hari besar umat beragama, guru-guru menjelaskan makna dan pesanpesan universal yang terkandung dalam perayaan tersebut. Mereka menggaris bawahi nilai-nilai seperti saling menghormati, toleransi, dan persaudaraan yang terdapat dalam semua agama. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa meskipun beragama berbeda, manusia memiliki kesamaan dalam nilai-nilai kemanusiaan. Guru-guru juga mengorganisir kegiatan yang melibatkan anak-anak dalam merayakan beberapa hari besar agama secara bersama-sama. Misalnya, mereka bisa mengadakan perayaan bersama di sekolah yang mencakup elemen-elemen dari berbagai tradisi agama. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak memiliki kesempatan untuk merasakan keragaman agama secara langsung dan merasa nyaman dalam lingkungan yang inklusif. Melalui kegiatan pengenalan hari-hari besar umat beragama di Indonesia, guru-guru di sekolah TK Taman Kurnia bukan hanya membantu anak-anak memahami perbedaan agama, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan berharga dalam menjalani kehidupan yang multikultural. Melalui pendekatan ini, generasi muda diajarkan untuk menjadi warga negara yang berbudaya dan beragam, yang mampu menjalin hubungan harmonis dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok agama dan budaya. Berdasarkan pengamatan tersebut maka dirumuskan indikator yang sesuai dengan konsep Pratyaksa Pramana antara lain sebagai berikut: Tabel 1. Indikator Implementasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Konsep Pratyaksa Pramana Konsep Kegiatan Anak-Anak Indikator Implementasi Nilai Toeransi Moderasi Beragama Pratyaksa Tema: Mengenal Keberagaman 1. Selalu mengucapkan salam Pramana Dan Perbedaan Di Lingkungan kepada orang lain. Sekitar Toleransi terhadap sesama Menghargai Perbedaan Toleransi Beragama Membantu Bermain di Taman membutuhkan bantuan tanpa Permainan melihat perbedaan agama dan perbedana-perbedaan lainnya Menenal agama sendiri dan agama orang lain https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Menghargaidan menghormati orang lain yang berbeda Mengenal perayaan hari raya agama sendiri dan orang lain Hasil perumusan indikator kurikulum merdeka yang sesuai dengan konsep Pratyaksa Pramana merupakan kegiatan yang sudah sering di alami oleh anak-anak. Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana mengangkat kembali pengalaman anak-anak tersebut menjadi isi cerita didalamnya. Sehingga dengan membaca dan mempelajari Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana anak semakin mengingat sikap dan perilaku dalam konsep moderasi beragama. Salah satu aktifitas yang sudah dilakukan anak-anak terkait dengan konsep moderasi beragama adalah percakapan tentang pengenalan hari raya agamanya dan bercerita tentang pengalaman setiap merayakan hari rayanya. Aktifitas tersebut sehari-hari tersebut diangkat menjadi isi cerita dari big book ini. Jadi konsep Pratyaksa Pramana menjadi basis dalam mengangkat isi cerita big book. Pengalaman anak-anak yang tanpa disadari sudah dilakukan dalam kegiatan sehari-hari yang sesuai dengan sikap toleransi adalah pembelajaran atau ilmu yang didapat melalui pengalamannya. Hal ini merupakan salah satu implementasi konsep Pratyaksa Pramana yang ditemukan di sekolah TK dan PAUD. Kemudian diterapkan kembali dalam bentuk cerita sehingga anak dapat memahami kembali sikap moderasi yang sebenarnya sudah mereka lakukan dan diulang kembali dalam cerita dari media big Konsep Pratyaksa Pramana adalah salah satu bagian dari Tri Pramana yang dimiliki oleh ajaran Agama Hindu. Tri Pramana sendiri memiliki arti pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan langsung, pengamatan pada objek yang dilakukan dengan panca indera yang dimiliki manusia (Maswinara, 1. Pengamatan terhadap objek bukan semata suatu benda saja akan tetapi termasuk pada tingkah laku ataupun perilaku yang ditunjukkan oleh makluk hidup termasuk manusia didalamnya (Anggraini & Somawati, 2. Pada penelitian ini perspektif tentang Pratyaksa Pramana lebih pada perspektif penalaran kognitif dengan melakukan pengulangan dan pembiasaan menjadikan pengalaman anak-anak mengenai moderasi beragama yang sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan cerita media big book. Dimana hal tersebut sebenarnya belum disadari dan dipahami bahwa bahwa apa yang sudah dilakukan anakanak adalah sebuah konsep moderasi. Hasil observasi lainnya tentang pengalaman anakanak dalam implementasi moderasi beragama adalah dalam situasi kegiatan bermain. Hasil observasi menunjukkan ketika anak-anak bermain, sikap saling memiliki dan saling menghargai menjadi implementasi yang nyata dalam sikap moderasi. Hasil observasi tersebut antara lain Ketika jam istirahat dimulai, anak-anak TK Taman Kurnia berkumpul di halaman taman bermain sekolah. Meskipun mereka memiliki latar belakang agama yang berbeda, semangat persahabatan dan kegembiraan bersama tidak pernah mengenal Mereka saling tertawa, berlarian, dan menikmati permainan di taman bermain. Observasi tersebut dan hasil wawancara dapat dianalisis bahwa anak-anak meskipun menggunakan baju yang berbeda, bahasa daerah dan memiliki agama yang berbeda tetap menunjukkan sikap saling memiliki menhasgai dan toleransi. Sikap ini merupakan sikap dasar bagi pengenalan sikap moderasi beragama. Berdasarkan pengalaman anak-anak tersebut maka penulis dengan basis konsep Pratyaksa Pramana memindahkan dan mengilustrasikan pengalaman anak-anak tersebut menjadi sebuah naskah adegan cerita big book. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Berdasarkan uraian diatas metode yang digunakan sebagai bahan pembelajaran big book adalah metode bercerita, dengan media big book ini guru diharapkan banyak bercerita ataupun berkisah mengenai indahnya toleransi. Big book yang dibawakan dengan bercerita yang komunikatif dan interaktif pada anak ketika guru sedang bercerita anak akan menjadi tertarik dan dapat dengan mudah mengerti apa makna dari nilai-nilai moderasi selain itu yang sebenarnya sudah dilakukan. Guru juga menjelaskan tentang perbedaan keyakinan secara sederhana kepada anak agar lebih mudah dimengerti oleh Nilai-nilai moderasi beragama dikemas dalam media big book dengan baik dan mudah untuk guru menceritakan dan menerjemahkan kepada anak-anak. Berdasarkan nilai-nilai moderasi beragama yaitu Cinta Tanah air. Toleransi. Anti Kekerasan dan Penghormatan Terhadap Tradisi, pada media Big Book berbasis konsep Pratyaksa Pramana ini nilai moderasi yang diangkat adalah nilai toleransi. Dalam implementasi moderasi beragama yang ditemukan di TK Taman Kurni Denpasar nilai toleransi sangat kuat ditemukan dalam kegiatan sehari-hari anak di sekolah. Toleransi tidak hanya dilakukan dalam kegiatan pembelajaran tetapi juga dalam kegatan bermain yang dilakukan di jam istirahat. Berdasarkan konsep Pratyaksa Pramana pengalaman anakanak tentang implementasi moderasi beragama menjadi isi dari big book. Development Poses berikutnya ialah tahap pengembangan . Rangkaian tahapannya meliputi: Pengumpulan Data dari Berbagai Sumber Sebelum memulai proses pengembangan, peneliti melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber untuk menentukan desain produk yang sesuai dengan kebutuhan Tahap awal melibatkan observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ada beberapa alasan yang menjadi dasar dari rencana pengembangan produk yang akan dibuat. Faktor-faktor tersebut mencakup peningkatan nilai-nilai moderasi beragama, keterkaitan dengan konsep Pratyaksa Pramana, pertimbangan lingkungan sekolah yang pada dasarnya telah membangun aspek sosial yang baik pada anak-anak yang berbeda agama karena TK Taman Kurnia Denpasar memiliki siswa yang berbeda agama. Serta upaya untuk memastikan bahwa produk yang dikembangkan dapat menyesuaikan dengan karakteristik anak melalui pendekatan media big book. Kemudian poin-poin penting dari data observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru TK Taman Kurnia sebagai sumber utama, telah ditemukan dan dikumpulkan dan di kerucutkan menjadi data-data sebagai bahan dari perancangan media Big book diantaranya terdapat tiga hal yang menjadi pertimbangan dalam analisis kebutuhan yaitu kebutuhan penambahan APE, penyesuaian dengan kurikulum merdeka, dan penyesuaian dengan karakter anak-anak di TK Taman Kurnia. Pembuatan Ilustrasi Gambar Proses pengembangan produk Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana dilengkapi dengan gambar sesuai dengan adegan cerita yan telah dirancang sesuai dengan pengamatan di TK Taman Kurnia, kemudian bagian gambar ditambahkan balon-balon percakapan dari adegan tersebut. Ilustrasi gambar yang sesuai dengan konsep Pratyaksa Pramana yaitu adegan pada saat anak-anak dikelas bermain di pojok permainan balok dan anak-anak berada di luar kelas di taman bermain sekolah. Pengalaman bermain anak-anak tersebut dengan percakapannya adalah salah satu implementasi dari konsep Pratyaksa Pramana. Adegan yang diilustrasikan serta percakan yang di ilustrasikan adalah hasil observasi lapangan yang peneliti amati. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Data-data yang sudah dikumpulkan kemudian diterjemahkan kedalam bentuk bentuk karakter dan tokoh-tokoh anak-anak dan guru yang akan menjadi isi dari cerita big book. Pembentukan karakter nama tokoh tersebut bersifat imajinatif. Karakter dan nama tokoh tidak disamakan dengan situasi dilapanan. Namun yang diceritakan dalam ilustrasi gambar adalah data aktifitas anak, kebiasaan dan kegiatan anak-anak yan mencerminkan implementasi sikap moderasi beragama yang sudah dilakukan anak-anak di sekolah. Sesuai dengan konsep Pratyaksa Pramana pengalaman sikap moderasi yang sudah biasa dilakukan oleh anak-anak dijadikan isi dari media Big Book Moderasi Beragama barbasis konsep Pratyaksa Pramana ini. Gambar 3. Gambar Hasil Ilustrasi Big Book Moderasi Berbasis Konsep Pratyaksa Pramana dengan judul Toleransi Beragama dan Bermain Bersama Di Taman Barmain (Sumber: Peneliti 2. Dua seri cuplikan gambar yang berjudul Toleransi Beragama dan Bermain Bersama di Taman Barmain adalah rekaman atau cuplikan aktifitas keseharian anak bersama guru dalam pengenalan moderasi beragama melalui pendekatan konsep Pratyaksa Pramana. Kebiasan itu adalah kegiatan yang sudah dilakukan anak kemudian di rekam dan ditampilkan kembali melalui media big book dalam bentuk cerita anak. Gambar 4. Gambar Buku Panduan Big Book Moderasi Berbasis Konsep Pratyaksa Pramana (Sumber: Peneliti 2. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Gambar diatas adalah bagian dari buku panduan media Big Book Moderasi berbasis konsep Pratyaksa Pramana. buku ini digunakan untuk memandu guru dan orang tua dalam menggunakan media big book. Pada buku berisikan penjelasan konsep singkat terkait dengan penjelasan media big book, proses penggunaan big book serta cara penyimpanan media big book setelah selesai penggunaan. Implementation Selanjutnya adalah tahap Implementasi, dalam tahapan ini pengembangan Big Book Moderasi berbasis konsep Pratyaksa Pramana akan di uji cobakan pada dua ahli materi dan empat ahli media yang terdiri dari Praktisi PAUD dari Universitas Dhyana Pura dan Dosen PAUD dari Uhn I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Hasil uji coba validitas oleh ahli materi dan ahli media sebagai berikut: Validasi ahli materi pada penelitian ini yaitu Dosen Agama Hindu dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar yaitu I Made Sukma Muniksu. Pd. Pd. I Komang Suardika. Pd. ,M. Pd. Data validasi ahli materi diperoleh berdasarkan pada simulasi produk yang dibawa, kemudian diberikan instrument yang telah di uji validitasnya, selanjutnya para dosen memberikan penilaian setuju dan tidak setuju pada setiap butir pernyataan yang terdiri dari aspek Isi materi. Desain dan pembelajaran serta buku Berdasarkan pada hasil validasi ahli materi tersebut data yang didapatkan di proses dan di olah secara kuantitaif dengan menggunakan metode analisis Content Validity Ratio (CVR). Hasil yang diperoleh berdasarkan data dari dua validator sebesar 1 . dengan nilai CVI 1 . , artinya bahwa semua butir pernyataan di nyatakan setuju dengan nilai CVI baik, selanjutnya pada bagian akhir instrument validator juga memberikan catatan yang menyatakan bahwa perlu adanya tambahan kegiatan lain dari anak-anak yang berbeda agama. Begitu pula pada halaman 1. Guru ada menyampaikan salam dan menanyakan kabar. Selamat pagi anak-anak semua bagaimana kabarnya. Pada halaman 2, pada penjelasan ibu guru, perlunya penambahan kata saling di depan kata menghormati dan pada halaman 2 juga pada penjelasan ibu guru dipermudah dengan bahasa tidak memaksakan pandangan dan pendapat kita kepada orang lain. Namun secara garis besar produk yang telah dikembangkan sesuai dengan materi yang ada di TK khususnya pada anak usia 4-5 tahun dimana kesesuaian tersebut juga didukung oleh standar tingkat pencapaian perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia 4-5 tahun dimana mengambil nilai toleransi pada moderasi beragama. Konsep Pratyaksa Pramana yang berkaitan dengan keseharian anak-anak sangat sesuai di kemas menjadi media big book untuk mengenalan moderasi beragama. Validasi ahli media dilakukan oleh empat validator yang terdiri dari tiga orang Dosen PGPAUD dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar yaitu I Made Lestiawati. Pd. I Gde Suryawan. Pd. Sn dan Ni Gusti Ayu Made Yeni Lestari. Pd. Satu orang Praktisi PAUD dari Universitas Dhyana Pura yaitu I Gde Dhika Widarnandana. Psi. Psi. Psikolog. Data diperoleh melalui produk yang ditampilkan kemudian diberikan instrument dengan butir pernyataan setuju dan tidak setuju yang terdiri dari aspek desain, pewarnaan dan grafis serta tampilan buku pedoman. Berdasarkan hasil perhitungan akhir pada CVR terdapat tiga butir mendapatkan nilai 0,5 dan akhir perhitungan CVI . ata-rata CVR) adalah sebesar 0,916667 yang masih berada pada rentang baik. Pada bagian akhir instrument juga terdapat catatan yang menjadi perhatian peneliti disini adalah Narasi percapakan tidak perlu terlalu banyak dan panjang serta ukuran teks sebaiknya diperbesar agar dapat dilihat oleh semua anak saat digunakan oleh guru secara klasikal. Terdapat bagian narasi cerita yang tertutup oleh gambar . alaman terakhi. Halaman 2 (Toleransi Beragam. mungkin backgroundnya https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH disesuaikan agar mencerminkan judulnya. Penerapan warna pada gambar-gambar karakter big book sebaiknya tergantung dari objek utama (Center of attentio. dibuat berwarna cerah dan gambar yang lain dibuat lebih soft sehingga objek tidak terkesan datar (Fla. Ukuran huruf menyesuaikan dengan kebutuan dan fase perkembangan anak, huruf cendrung besar dan sederhana. Namun secara garis besar produk yang telah dikembangkan sesuai dengan materi yang ada di TK khususnya pada anak usia 4-5 tahun dimana kesesuaian tersebut juga didukung oleh standar tingkat pencapaian perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia 4-5 tahun dimana mengambil nilai toleransi pada moderasi beragama. Konsep Pratyaksa Pramana yang berkaitan dengan keseharian anakanak sangat sesuai di kemas menjadi media big book untuk mengenalan moderasi Evaluation. Pada bagian revisi produk dari ahli materi tidak ada perbaikan, masukan yang diberikan terhadap materi yang di sampaikan pada produk telah sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak dimana mengambil nilai toleransi pada moderasi beragama. Dan menariknya materi moderasi beragama sangat diperlukan oleh Guru untuk mengaplikasikan kegiatannya setiap hari dan produk yang dikembangkan oleh peneliti sangat mendukung dan menambah ketersediaan media pembelajaran yang dapat mengangkat materi tentang nilai toleransi pada moderasi beragama dengan Konsep Pratyaksa Pramana. Revisi Produk pada bagian ahli media, setelah dilakukan validasi dan evaluasi berdasarkan saran maka Adapun revisi pada bagian buku pedoman penggunaan dengan penambahan daftar isi. Narasi percapakan di sederhanakan serta ukuran teks sebaiknya diperbesar agar dapat dilihat oleh semua anak saat digunakan oleh guru secara klasikal. Terdapat bagian narasi cerita yang tertutup oleh gambar . alaman terakhi. Halaman 2 (Toleransi Beragam. mungkin backgroundnya disesuaikan agar mencerminkan Penerapan warna pada gambar-gambar karakter big book sebaiknya tergantung dari objek utama (Center of attentio. dibuat berwarna cerah dan gambar yang lain dibuat lebih soft sehingga objek tidak terkesan datar (Fla. Ukuran huruf menyesuaikan dengan kebutuan dan fase perkembangan anak, huruf cendrung besar dan sederhana Kesimpulan Penelitian pengembangan Big book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana di TK Taman Kurnia Denpasar yang dikembangkan dengan model ADDIE oleh Dick and Carry yaitu tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation telah menghasilkan media big book dengan baik. Namun dalam penelitian ini dibatasi pada tahap uji coba produk melalui lima ahli media dan lima ahli materi. Hasil dari validasi media dan materi menunjukkan kelayakan dari media Big Book Moderasi Beragama berbasis konsep Pratyaksa Pramana untuk digunakan pada lembaga PAUD dan TK. Berdasarkan proses-proses tersebut telah ditemukan beberapa temuan penting diantaranya pengembangan big book sangat bergantung pada kemenarikan gambar dan warna bagi anak, sehinga dengan kuat dua bagian tersebut menjadi daya tarik untuk memikat anak dalam memperhatikan dan mempertanyakan isi dari big book. Bagi peneliti selanjutnya gambaran pemilihan karakter gambar dan warna selayaknya diberikan perhatian khusus dalam melakukan penelitian pengembangan yang berbasis gambar dan Hal tersebut sangat perlu dilakukan untuk dapat menarik perhatian dan minat anak-anak dalam bermain ataupun belajar. Serta temuan ini dapat dijadikan ide dan gagasan untuk menghadirkan ekplorasi agar kebaruan-kebaruan dalam sebuah penelitian dapat diupayakan secara maksimal dalam sebuah pengembangan media. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Daftar Pustaka