JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT. KAI DAOP 2 BANDUNG Oleh: Nina Triyaminanti Program studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana Email: triyaminanti@gmail. Abstrak Perubahan dalam sistem informasi akuntansi sangat bergantung pada struktur Organisasi dan budaya organisasi, kualitas sistem informasi akuntansi. Informasi yang dihasilkan akan mempengaruhi keberhasilan suatu struktur organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh Sruktur organisasi dan budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi pada PT. KAI. Penelitian ini juga menguji pengaruh struktur organisasi dan budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT. KAI yang berada di daerah Bandung. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan penyebaran kuesioner kepada karyawan PT. KAI. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif verivikatif dengan pendekatan kuantitatif, serta metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Struktur Organisasi (X. berpengaruh positif terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi (Y) sebesar 65,8%. sisanya 34,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Budaya organisasi (X. berpengaruh positif terhadap. Kualitas sistem informasi akuntansi (Y) sebesar 53,2%. sedangkan sisanya 46,8% merupakan faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan pemaparan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara struktur organisasi dan budaya organisasi mempunyai hubungan dan searah . terhadap kualitas sistem informasi akuntansi sebesar 68,4%. Kata Kunci: Strukur Organisasi. Budaya organisasi, dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi. Abstract Changes in accounting information systems is highly dependent on the structure of the organization and culture of the organization, the quality of accounting information systems, the information generated will affect the success of an organizational structure. This study aims to determine the effect of organizational structure and organizational culture on the quality of accounting information systems at PT. KAI. This study also examines the influence of organizational structure and organizational culture on the quality of accounting information The population used in this study were PT. KAI located in East Bandung area. The samples in this study were taken using purposive sampling method of data collection techniques are observation and questionnaires to employees of PT. KAI. The analytical method used is descriptive and verifikatif method with quantitative approach, as well as the methods used to meganalisis the data is multiple linear rergression analysis method. The results of this study indicate that the Organizational Structure (X. has a positive effect on the Quality of Accounting JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 Information Systems (Y) of 65. While the remaining 34. 2% is influenced by other factors outside the study. Organizational culture (X. has a positive effect on the quality of accounting information system (Y) of 53. While the remaining 46. 8% is another factor outside the study. Based on the exposure in the previous chapter can be concluded that there is significant influence between organizational structure and organizational culture have relationship and direction . to accountancy information system quality equal to 68,4%. Keywords: organizational structure, organizational culture. Quality of accounting information PENDAHULUAN Latar Belakang Dunia usaha saat ini semakin maju baik disektor pemerintahan maupun swasta. Dengan adanya kemajuan pada dunia usaha, maka dapat mendukung pemerintah dalam mensukseskan pembangunan terutama dalam sektor pembangunan ekonomi, seiring kemajuan laju pertumbuhan ekonomi yang pesat. Perusahaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi dalam dunia usaha secara umum, dimana dunia usaha dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas pengelolaannya. Dalam hal ini aktivitas-aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan haruslah sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan perusahaan dalam suatu perekonomian yang bersaing adalah untuk memperoleh laba maksimal sesuai dengan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang (Juliana, 2. Fenomena yang terjadi diindonesia (Rizal Djalil, 2. , yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil menjelaskan, pihaknya menemukan aplikasi pendataan yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) sangat rentan. Pasalnya aplikasi data BPS tidak memiliki pengamanan yang kuat. Menurut Mardi . Sistem informasi akuntansi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terintegrasi yang menghasilkan laporan di bentuk data transaksi bisnis yang diolah dan disajikan sehingga menjadi sebuah laporan keuangan yang memiliki arti bagi pihak yang membutuhkannya. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin penulis capai dalam melakukan penelitian adalah untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang telah diidentifikasikan di atas yaitu: Mengetahui besar Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap kualitas Sistem Informasi Akuntansi. Mengetahui besar Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi. Mengetahui besar Pengaruh Struktur Organisasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi. TINJAUAN PUSTAKA Struktur Organisasi Menurut Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah . : Struktur Organisasi . rganizational structur. pada dasarnya merupakan desain organisasi di mana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengapembagiankerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan. JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 Budaya Organisasi Sedangkan menurut Edy Sutrisno . AuBudaya Organisasi merupakan suatu kekuatan sosial yang tidak tampak, yang dapat menggerakkan orang-orang dalam suatu organisasi untuk melakukan aktivitas kerjaAy Menurut Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah . AuBudaya organisasi pada dasarnya merupakan nilai-nilai dan norma yang dianut dan dijalankan oleh sebuah organisasi terkait dengan lingkungan dimana organisasi tersebut menjalankan kegiatannyaAy. the organizational culture, implementation intern accounting information system, organizational structure, commitment of management, information technology, e commerce and style leadhership have a significant effect on the quality of accounting information systems (MayaSari. Nur Zeina & Purwanegara. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Sistem Informasi Akuntansi menurut Azhar Susanto . adalah sebagai berikut: Kualitas sistem informasi akuntansi adalah sistem pengolahan data yang terintegrasi dan harmonisasi antara komponen-komponen sistem informasi akuntansi untuk menghasilkan informasi keuangan dan informasi lain kepada pihak yang membutuhkan. Menurut Anastasia Diana dan Lilis Setiawati . AuSistem informasi akuntansi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memprosesan data serta melaporkan informasi yang berkaitan demgam transaksi keuanganAy KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Berdasarkan uraian diatas maka peneliti dapat menggambarkan bagan kerangka pemikiran sebagai berikut: Gambar 2. Kerangka Pemikiran Budaya Organisasi (X. Struktur Organisasi (X. Stephen P. Robbins. Timothy A. Judge . Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah . Ivancevich, et al. , . H1Robbins dan Judge . Schermerhorn . Hasibuan . Benhard dalam Malayu S. P Hasibuan . Stair dan Reynolds . Laudon dan Laudon . Turban et al, . Salehi dan Abdipour . Carolina . Nagappan et al, . Indeje dan Qin Cheng . Kualitas Sistem Informasi Akuntansi (Y) Azhar Susanto . Laudon & Laudon, . Stair & Renolds . Azhar Susanto . John A. Pearce II. Richard B. Robinson. Jr . Robert Kreitner. Angelo Kinicki . Edy Sutrisno . Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah . Robbins dan Judge . Kinicki dan Fugate . irham Fahmi . Taufiq Amir . Schein . (Robbins dan Judge, 2011:. Robbins dan Coulter . Ivancevich et al Stair . Laudon dan Laudon Reynolds . Kendall dan Kendall . Laudon dan Laudon, . Laudon dan Laudon . Turban dan Volonino JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 Berdasarkan kerangka Pemikiran di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: Hipotesis 1: Pengaruh Struktur Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi pada PT. KAI. Hipotesis 2: Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi pada PT. KAI. Hipotesis 3: Pengaruh Struktur Organisasi dan Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi pada PT. KAI. METODE PENELITIAN Cara Analisis data Metode Deskriptif Menurut Sugiyono . menjelaskan bahwa: AuMetode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luasAy. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan rumusan masalah ke satu dan masalah Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ada. Dalam penelitian ini menggunakan skala likert, menurut sugiyono . skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosialAy. Jawaban atas pertanyaan Skor Sangat tidak setuju Tidak setuju Kurang Setuju Setuju Sangat setuju Untuk mengukur jawaban kuesioner dari responden, lalu dibuat garis kontinum seperti berikut Gambar 3. 1 Garis Kontinum Sangat buruk cukup baik Metode Verifikatif sangat baik JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 Penelitian verifikatif pada dasarnya untuk menguji kebenaran dari suatu hipotesis melalui pengumpulan data di lapangan (Arikunto, 2. Fungsi dari penelitian verifikatif adalah untuk menguji hipotesis dengan menggunaka statistik. Penelitian ini digunakan untuk menguji variabel dependent dan variabel independent. Teknik Pengumpulan data Penelitian Lapangan (Field Researc. Dalam penelitian ini teknik penelitian lapangan adalah dengan cara penulis menyebarkan seluruh kuesioner ke PT. KAI. Kota Bandung. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Penelitian Kepustakaan (Library Researc. Penelitian dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara membaca, mempelajari, dan menganalisa literatur data tersebut digunakan untuk membangun landasan teori sebagai pendukung dalam pembahasan penelitian dalam kepustakaan yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Sumber Data Pada penelitian kali ini sumber data yang digunakan adalah data primer dan data Data primer yaitu jenis data yang didapatkan dari sumber utamanya . umber asl. baik berupa data kualitatif maupun data kuantitatif. Data primer dengan kata lain merupakan data yang benar benar murni didapatkan dari penelitian lapangan secara langsung yang masih benar-benar baru dan harus diolah lebih lanjut agar data yang didapat memiliki arti. Data yang benar-benar murni dalam penelitian ini adalah hasil jawaban dari kuesioner yang telah diisi oleh responden yaitu seluruh pengguna sistem informasi pada perusahaan BUMN Bidang Sarana Angkutan Darat di Kota Bandung yaitu PT Kereta Api Indonesia. Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini populasi berjumlah 70 orang dan di jadikan sampel penelitian sebanyak 50 orang yaitu karyawan PT. KAI 2 daop 2 Bandung. Uji Validitas Validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. maka validitas dapat diartikan sebagai suatu karakteristik dari ukuran terkait dengan tingkat pengukuran sebuah alat test . dalam mengukur secara benar apa yang diinginkan peneliti untuk diukur. Suatu alat ukur disebut valid bila dia melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya Untuk uji validitas item tersebut digunakan alat bantu Software Statistical Program For Science (SPSS) 20 For Windows. Jika ada item yang tidak memenuhi syarat, maka item tersebut tidak akan diteliti lebih lanjut. Syarat tersebut menurut Sugiyono . sebagai berikut: Jika Ou 0,30, maka item-item pernyataan dari kuesioner adalah valid. Jika O 0,30, maka item-item pernyataan dari kuesioner adalah tidak valid. Uji validitas instrumen dapat menggunakan rumus korelasi. Rumus korelasi berdasarkan Pearson Product Moment adalah sebagai berikut: (Oc )(Oc ) Oc Rumus : r xy = Keterangan: (Oc (Oc ) )( Oc ) (Oc ) JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 = Koefisien korelasi xy = Jumlah perkalian varabel x dan y x = Jumlah nilai variabel x y = Jumlah nilai variabel y x2 = Jumlah pangkat dua nilai variabel x y2 = Jumlah pangkat dua nilai variabel y = Banyaknya sampe Uji Reabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu pengukuran tanpa bias . eban kesalaha. dank arena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrument (Sekaran, 2011:. Untuk menguji reliabilitas keandalan alat ukur atau instrumen dalam penelitian ini digunakan koefisien Alpha Cornbach. Alasan penulis menggunakan koefisien Alpha Cornbach karena sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dengan mengadakan wawancara langsung dan memberikan kuesioner pada perusahaan sebagai subjek penelitian. Rumus Alpha Cornbach menurut Sekaran . ( )= ( Oe ). Keterangan: k = Jumlah variabel manifest yang membentuk variabel laten I = Rata-rata kolerasi antar variabel manifest Untuk mengetahui standar penelitian untuk reliabilitas dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 3. Standar Penelitian untuk Reliabilitas Kriteria Reliability Good 0,80 Acceptable 0,70 Marginal 0,60 Poor 0,50 Sumber: Barker et all, 2002:70 Analisis Data Analisis data merupakan kegiatan mengelompokan berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Uji Validitas Metode Corrected Item Ae Total Ae Correlation Butir Pernyataan r-hitung r-kritis Keterangan SO1 SO2 SO3 SO4 SO5 0,784 0,778 0,832 0,790 0,631 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 Valid Valid Valid Valid Valid JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 SO6 SO7 0,788 0,694 0,300 0,300 Valid Valid Hasil uji Validitas Struktur Organisasi (X. Sumber: data olah bantuan software SPSS v20terlampi. Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefesien validitas . dari setiap item pernyataan pada variabel Struktur organisasi lebih besar dari r-kritis . Hasil pengujian ini menunjukan bahwa semua butir pernyataan untuk variabel Struktur Organisasi sudah valid dan layak digunakan sebagai alat ukur penelitian dan dapat digunakan dalam analisis Hasil Uji Validitas Budaya Organisasi (X. Butir Pernyataan r-hitung r-kritis Keterangan BO1 0,542 0,300 Valid BO2 0,765 0,300 Valid BO3 0,748 0,300 Valid BO4 0,753 0,300 Valid BO5 0,668 0,300 Valid BO6 0,740 0,300 Valid BO7 0,638 0,300 Valid BO8 0,796 0,300 Valid BO9 0,669 0,300 Valid BO10 0,763 0,300 Valid BO11 0,756 0,300 Valid BO12 0,338 0,300 Valid BO13 0,522 0,300 Valid Sumber: data olah bantuan software SPSS v20 . Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefesien validitas . dari setiap item pernyataan pada variabel Budaya organisasi lebih besar dari r-kritis . Hasil pengujian ini menunjukan bahwa semua butir pernyataan untuk variabel Budaya Organisasi sudah valid dan layak digunakan sebagai alat ukur penelitian dan dapat digunakan dalam analisis selanjutnya. Uji Validitas Kualitas Sistem Informasi Akuntansi (Y) Butir r-hitung r-kritis Keterangan Pernyataan SIA1 0,798 0,300 Valid SIA2 0,612 0,300 Valid SIA3 0,703 0,300 Valid SIA4 0,580 0,300 Valid SIA5 0,490 0,300 Valid SIA6 0,687 0,300 Valid SIA7 0,744 0,300 Valid SIA8 0,729 0,300 Valid SIA9 0,659 0,300 Valid SIA10 0,755 0,300 Valid JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 SIA11 0,569 0,300 Valid SIA12 0,400 0,300 Valid SIA13 0,560 0,300 Valid SIA14 0,724 0,300 Valid SIA15 0,660 0,300 Valid SIA16 0,436 0,300 Valid Sumber: data olah bantuan software SPSS v20 . Berdasarkan tabel di 4. 25 atas, dapat diketahui bahwa nilai koefesien validitas . dari setiap item pernyataan pada variabel Kualitas sistem informasi akuntansi lebih besar dari r-kritis . Hasil pengujian ini menunjukan bahwa semua butir pernyataan untuk variabel Kualitas Sistem Informasi Akuntansi sudah valid dan layak digunakan sebagai alat ukur penelitian dan dapat digunakan dalam analisis selanjutnya. Hasil Analisis Uji Reliabilitas Menggunakan Rumus Cronbach Alpha. Hasil Uji Reliablitas Variabel Struktur Organisasi (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,921 Hasil Uji Reliablitas Organisasi (X. Cronbach's N of Items Alpha Based Standardized Items ,921 Variabel Budaya Cronbach's Cronbach's N of Items AlphaReliability AlphaStatistics Based Cronbach's Cronbach's N of Items Standardized Alpha Alpha Based Items ,924 Standardized ,924 Items ,924 ,924 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian Reliability Statistics JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 Struktu Organisasi (X. Koefesien Reliabilitas 0,921 0,700 Budaya Organisasi (X. 0,924 0,700 Variabel Kualitas Sistem Informasi 0,924 0,700 Akuntansi (Y) Sumber: data olah bantuan software SPSS v20 . Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa nilai koefesien reliabilitas pada masing-masing variabel lebih besar dari nilai kritis 0,70. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa semua butir pernyataan yang digunakan pada variabelnya masing-masing sudah reliabel sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur yang digunakan untuk mengukur seluruh variabel sudah memberikan hasil yang konsisten atau dapat diandalkan. Hasil Analisis Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Tabel 4. Hasil Pengujian Hipotesis Pertama Variabel Koefisien 1,114 Konstanta 18,415 0,811 0,5003 4,754 0,284 Signifikansi 0,000 Sumber: Data primer yang diolah 2017 Berdasarkan tabel 4. 34 diatas, dengan analisis regresi sederhana diperoleh koefisien korelasi r positif sebesar 0,811 artinya terdapat pengaruh positif struktur organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi. Semakin besar struktur organisasi akan meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi. Dilihat harga t sebesar 4,754 dikonsultasikan dengan t pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,144. Dari hasil tersebut diketahui bahwa t lebih besar dari t . ,754 > 2,. maka Ho ditolak, artinya Hal ini berarti pengaruh struktur organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi berpengaruh Koefisien determinasi r sebesar 0,5003 artinya 50,03% variabel kualitas sistem informasi akuntansi dapat dipengaruhi oleh struktur organisasi sedangkan sebesar 49,97 % dipengaruhi oleh faktor lain. Dapat diartikan pula bahwa variabel independen struktur organisasi mampu menjelaskan variabel dependen kualitas sistem informasi akuntansi sebesar 50,03 %. Berdasarkan nilai koefisien regresi dan konstanta pada tabel 4. 27 diatas, garis regresi dapat dinyatakan dalam persamaan = 1,114X1 18,415. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X1 sebesar 1,114 yang berarti apabila struktur organisasi (X. meningkat 1 poin maka akan meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi sebesar 1,114 poin. Dilihat harga sebesar 0,811 dikonsultasikan dengan . f=n-2, df=50-2=. r pada taraf signifikansi JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 5% sebesar 0,. Dari hasil tersebut diketahui bahwa r lebih besar dari r ,811 > sehingga hipotesis pertama yang menyatakan struktur organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi diterima. Hasil Analisis Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Tabel 4. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua Variabel Koefisien 0,275 Konstanta 18,415 0,729 0,1829 1,939 0,284 Signifikansi 0,059 Sumber: Data primer yang diolah 2017 Berdasarkan tabel 4. 35 di atas, dengan analisis regresi sederhana diperoleh koefisien positif sebesar 0,729 artinya terdapat pengaruh positif budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi. Semakin besar budaya organisasi akan meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi. Dilihat harga t sebesar 1,939 dikonsultasikan dengan pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,144. Dari hasil tersebut diketahui bahwa t besar dari t . ,939 < 2. dan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,059 juga menunjukkan nilai yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05 . ,059 > 0,. Hal ini berarti pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi adalah Koefisien determinasi r sebesar 0,1829 artinya 18,29% variabel kualitas sistem informasi akuntansi dapat dipengaruhi oleh variabel budaya organisasi, sedangkan sebesar 81,71% dipengaruhi oleh faktor lain. Dan dapat diartikan pula bahwa variabel independen budaya organisasi mampu menjelaskan variabel dependen kualitas sistem informasi akluntansi sebesar 18,29%. Berdasarkan nilai koefisien regresi dan konstanta pada tabel di atas, garis regresi dapat dinyatakan dalam persamaan = 0,275X2 18,415. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X2 sebesar 0,275 yang berarti apabila budaya organisasi (X. meningkat 1 poin maka akan meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi sebesar 0,275 poin. Dilihat harga sebesar 0,729 dikonsultasikan dengan r pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,284. Dari hasil tersebut diketahui bahwa r lebih besar dari r . ,729 > 0,. sehingga hipotesis kedua yang menyatakan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi diterima. Hasil Analisis Pengaruh Struktur Organisasi dan Budaya Organisasi secara bersama-sama Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Tabel 4. 36 Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga Variabel Koefisien 1,114 0,275 JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 Konstanta ( , ) 18,415 0,811 0,684 50,792 0,284 Signifikansi 0,000 Sumber: Data primer diolah 2017 Berdasarkan tabel 4. 36 di atas, dengan analisis regresi ganda diperoleh koefisien korelasi ( , ) sebesar 0,811 artinya terdapat pengaruh positif struktur organisasi dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap kualitas sistem informasi akuntansi. Semakin besar struktur organisasi dan budaya organisasi secara bersama-sama akan meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi. Dilihat nilai sebesar 50,792 dikonsultasikan dengan pada taraf signifikansi 5% sebesar 3,740. Dari hasil tersebut diketahui bahwa lebih besar dari . ,792 > 3,. , dan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,000 juga menunjukkan nilai yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05 . ,000 < 0,. Hal ini berarti pengaruh struktur organisasi dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap kualitas sistem informasi . sebesar 0,684 atau 68,4% akuntansi adalah signifikan. Koefisien determinasi ganda yang berarti bahwa kualitas sistem informasi akuntansi dapat dipengaruhi oleh variabel struktur organisasi dan budaya organisasi secara bersama-sama, sedangkan sisanya 31,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Dan dapat diartikan pula bahwa variabel independen struktur organisasi dan budaya organisasi secara bersama-sama mampu menjelaskan variabel dependen kualitas sistem informasi akuntansi sebesar 68,4%. Berdasarkan nilai koefisien regresi dan konstanta pada tabel 36 di atas, garis regresi dapat dinyatakan dalam persamaan = 18,415 1,114X1 0,275X2. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X1 sebesar 1,114 yang berarti apabila struktur organisasi (X. meningkat 1 poin maka akan meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi sebesar 1,114 poin, dengan asumsi X2 tetap. Koefisien X2 sebesar 0,275 artinya apabila intensitas budaya organisasi meningkat 1 poin maka akan meningkatkan kualitas sistem informasi akluntansi sebesar 0,275 poin, dengan asumsi X1 tetap, sedangkan apabila nilai koefisien X1 dan X2 meningkat 1 poin maka kualitas sistem informasi akuntansi (Y) akan meningkat sebesar 1,389 poin. Dilihat harga sebesar 0,811 dikonsultasikan dengan pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,284. Dari hasil tersebut diketahui bahwa lebih besar . ,811 > 0,. sehingga hipotesis ketiga yang menyatakan struktur organisasi dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap kualitas sistem informasi akuntansi diterima. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh struktur organisasi (X. dan budaya organisasi (X. terhadap kualitas sistem informasi akuntansi (Y) pada PT. KAI . ereta api indonesi. daop 2 Bandung dengan menggunakan 50 responden dapat diketahui: Berdasarkan pemaparan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan antara Struktur Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi sebesar 65,8%. Berdasarkan pemaparan bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi sebesar 53,2%. JURNAL AKUNTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI {JAS. Vol. No. Maret 2017 Berdasarkan pemaparan bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Struktur Organisasi dan Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi sebesar 68,4%. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh Struktur Organisasi dan Budaya Organisasi terhadap Sistem Informasi Akuntansi maka penulis memberikan saran sebagai berikut: Struktur Organisasi pada PT. KAI daop 2 Bandung, secara umum sudah baik, namun dilihat dari skor jawaban responden dapat diketahui bahwa Departmentalization (Departementalisas. berada di dalam kategori baik tetapi persentasi terendah dan ini dapat di artikan bahwa masih adanya pegawai yang masih kurang mengerti dalam hal Departmentalization (Departementalisas. , hal ini dirasakan membuat sistem informasi akuntansi menjadi tidak Oleh karena itu jika dengan meningkatnya Departmentalization (Departementalisas. perlu dibuat suatu kebijakan bilamana tingkat melakukan aktivitas yang sama dalam satu bagian baik dan terlaksana dan juga yang berkaitan dengan pengelompokan bersama teman kerja masih perlu ditingkatkan kembali. Budaya Organisasi pada PT. KAI daop 2 Bandung, secara umum sudah Baik, namun dilihat dari skor jawaban responden dapat diketahui bahwa Aggressiveness (Sifat Agresi. berada di dalam kategori cukup, tentunya hal ini harus segera diperbaiki jika ingin menghasilkan budaya organisasi yang lebih baik lagi dengan cara perlu ditingkatkan sifar agresif dengan cara harus mempunyai sifat berinisiatif membantu untuk meneyelesaikan pekerjaan orang lain dan mampu menunjukan kompetensi dalam mencapai posisi jabatan yang lebih baik, spesifik dari organisasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi agar dapat mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi dalam hal kebutuhan harus lebih diperhatikan kembali agar kebutuhan instansi dapat terpenuhi. Pada dasarnya struktur organisasi dan budaya organisasi pada PT. KAI daop 2 Bandung, secara umum berada dalam kategori baik. Namun terkadang struktur organisasi dan budaya organisasi yang belum optimal dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu struktur organisasi dan budaya organisasi harus lebih ditingkatkan kembali pelaksanaan dan penerapannya agar sistem informasi akuntansi yang dihasilkan itu dapat lebih optimal, dan yang terpenting adalah memperbaiki sistem atau aplikasinya agar data dapat diakses dengan cepat dan tidak menghambat proses pekerjaan. DAFTAR PUSTAKA