Jagad Pustaka: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 3 No. Januari 2026 pISSN: 3032-4947 | eISSN: 3032-4823 Peran Perpustakaan dalam Mendorong Kemampuan Literasi Digital pada Masyarakat Febri Nahla*. Bagas Aldi Pratama. Machsun Rifauddin. 1,2Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia 3Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Jawa Timur. Indonesia *Penulis Korespondensi: febrinahla@gmail. ARTIKEL INFO Dikirim: 18 Januari 2026 Diterima: 30 Januari 2026 Diterbitkan: 31 Januari 2026 ABSTRAK Pendahuluan. Terdapat berbagai tantangan dalam pengembangan literasi digital, seperti kesenjangan akses teknologi, rendahnya kemampuan berpikir kritis terhadap informasi digital, serta maraknya hoaks dan Dalam konteks tersebut, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai institusi pengelola informasi dan pusat pembelajaran sepanjang hayat yang Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran perpustakaan dalam mendorong kemampuan literasi digital masyarakat di era ledakan informasi. Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui penelusuran dan analisis terhadap buku, artikel jurnal, prosiding, serta referensi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, peran, dan strategi perpustakaan dalam penguatan literasi digital. Hasil dan Diskusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa perpustakaan berperan penting dalam menyediakan akses sumber daya digital, pelatihan keterampilan teknologi, pendampingan literasi oleh pustakawan, promosi kewarganegaraan digital, serta upaya menjembatani kesenjangan digital di masyarakat. Selain itu, perpustakaan juga berfungsi sebagai ruang kolaboratif dan inklusif yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Simpulan. Individu menumbuhkan literasi digital untuk menyaring dan memanfaatkan informasi secara efektif dan bijaksana dalam konteks penyebaran informasi yang semakin Literasi digital tidak hanya mencakup kompetensi teknis tetapi juga pertimbangan etis dan rasa tanggung jawab yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan perpustakaan berperan penting sebagai inisiator literasi digital. Jagad Pustaka: https://journal. id/index. php/jp/ Kata kunci: Perpustakaan. Literasi Digital. Masyarakat. Febri Nahla. Bagas Aldi Pratama. Machsun Rifauddin. Peran Perpustakaan dalam Mendorong ABSTRACT Introduction. Various challenges in developing digital literacy, such as the technological access gap, low critical thinking skills regarding digital information, and the prevalence of hoaxes and disinformation. In this context, libraries have a strategic role as information management institutions and centers for inclusive lifelong learning. This study aims to examine the role of libraries in promoting digital literacy among the public in the era of information explosion. The method used is qualitative research with a literature study approach, through searching and analyzing books, journal articles, proceedings, and related references. Data Collection Methods. Data analysis was conducted using content analysis to identify concepts, roles, and strategies of libraries in strengthening digital literacy. Results and Discussion. The results of the study show that libraries play an important role in providing access to digital resources, training in technological skills, literacy assistance by librarians, promotion of digital citizenship, and efforts to bridge the digital divide in In addition, libraries also function as collaborative and inclusive spaces that support lifelong Conclusion. Individuals and society must cultivate digital literacy to filter and use information effectively and wisely in the context of increasingly rapid information dissemination. Digital literacy not only involves technical competence but also ethical considerations and a sense of responsibility related to the use of technology, and libraries play an important role as initiators of digital literacy. Kata kunci: Library. Digital Literacy. Society. PENDAHULUAN Era global ditandai dengan kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam berbagai bidang kehidupan. Kemajuan tersebut membawa perubahan cepat pada masifnya informasi. Manusia dalam kesehariannya tidak lepas dari berinteraksi dengan informasi sehingga membutuhkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan digital (Fatimah, 2. Oleh sebab itu, literasi digital sebagai sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu. Literasi digital sebagi kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis dan membuat keputusan bagaimana menggunakannya, serta keterampilan menggunakan dan memahami informasi dari berbagai bentuk dan sumber akses, baik (Gilster, 1. Literasi digital mengacu pada sesuatu yang lebih luas daripada kompetensi digital. Kompetensi digital mengacu pada serangkaian keterampilan khusus yang diperlukan untuk melek digital, sedangkan literasi digital mengacu pada keterampilan dan disposisi, termasuk praktik diam-diam dan sosial yang terkait dengan penggunaan media digital (Pangrazio et al. , 2. Istilah literasi digital juga menggambarkan kemampuan untuk menggunkan dan memahami alat, program, dan infromasi digital secara efektiff dan Hal ini mencakup kemampuan dalam berpikir kritis, pemecahan masalah dan Febri Nahla. Bagas Aldi Pratama. Machsun Rifauddin. Peran Perpustakaan dalam Mendorong kedasaran keamanan siber selain pengetahuan tentang cara menggunakan smartphone dan menjelajahi media sosial (Nerdz Factory Foundation, 2. Masyarakat global memiliki pemikiran secara meluas, tidak terbatas pada suatu negara dan bersifat universal (Hermawan, n. Masyarakat global merujuk pada konsep dimana individu, kelompok, dan entitas lainnya berinteraksi dan saling terkait melintasi batas-batas nasional atau wilayah geografis. Pada era globalisasi pertukaran informasi, ide, teknologi, dan budaya semakin cepat dan luas, sehingga menghasilkan suatu konteks dimana masyarakat menjadi saling terhubung. Fenomena yang terkait langsung dengan globalisasi berupa meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang berdampak pada peningkatan adopsi teknologi oleh organisasi dan masyarakat (Valentini et al. , 2. Dalam konteks masyarakat global, literasi digital menjadi salah satu kebutuhan sehingga masyarakat dapat memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital dengan bijak. Transformasi pada era globalisasi, perpustakaan memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam memandu masyarakat memahami dan memanfaatkan literasi digital. Perpustakaan yang dulu dikenal sebagai tempat penyimpanan buku saja. Saat ini mengalami perkembangan pengelolaan informasi dari berbagai jenis koleksi. Perpustakaan memiliki peran dalam memfasilitasi akses terhadap informasi, meningkatkan kemampuan kritis individu terhadap konteks digital, dan mengintegrasikan literasi digital kedalam kurikulum pendidikan. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi dan pusat pembelajaran sepanjang hayat, memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan tersebut. Transformasi perpustakaan di era digital tidak lagi terbatas pada penyediaan koleksi cetak, tetapi penyediaan akses sumber informasi digital, pengelolaan pengetahuan, serta pelaksanaan program edukatif yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat. Melalui berbagai layanan dan kegiatan literasi, perpustakaan berpotensi dalam mendorong kemampuan literasi digital, khususnya dalam membantu pengguna memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif di tengah ledakan Sebagian penelitian menekankan peran pustakawan sebagai fasilitator literasi, sementara penelitian lainnya menyoroti pentingnya strategi institusional dan kebijakan perpustakaan dalam merespons dinamika informasi digital. Oleh karena itu, diperlukan kajian komprehensif berbasis studi pustaka untuk menganalisis dan mensintesis berbagai pandangan akademik terkait peran perpustakaan dalam mendorong kemampuan literasi digital di era ledakan informasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep literasi digital dan ledakan informasi, serta menganalisis peran perpustakaan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat berdasarkan temuan literatur yang relevan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian ilmu perpustakaan dan informasi, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi perpustakaan dalam merancang program literasi digital yang adaptif terhadap tantangan era digital. METODE Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan . ibrary researc. Studi literatur yaitu riset yang menggunakan pengumpulan informasi dan data dengan melibatkan berbagai alat penunjang seperti buku, artikel, hasil penelitian serupa yang telah dilakukan sebelumnya, serta jurnal bersangkutan dengan masalah yang ingin dikaji (Sari & Asmendri, 2. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif. Adapun analisis data yang dilakukan Febri Nahla. Bagas Aldi Pratama. Machsun Rifauddin. Peran Perpustakaan dalam Mendorong oleh peneliti terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: . meninjau dan menganalisis topik yang relevan secara sistematis. mengumpulkan data sekunder yang diperoleh dari sumber-sumber ilmiah terpercaya. menganalisis secara kritis data yang telah diperoleh untuk mengidentifikasi konsep, teori, dan tema yang selaras dengan fokus penelitian dan menarik kesimpulan. Keseluruhan proses dilakukan secara berkesinambungan hingga diperoleh kesimpulan akhir. validitas dalam penelitian ini dilakukan peneliti dengan teknik triangulasi sumber, yang melibatkan perbandingan dan evaluasi ulang data yang diperoleh dari berbagai sumber bibliografi seperti buku, jurnal ilmiah, dan temuan penelitian sebelumnya. Pengecekan kredibilitas sumber dilakukan untuk memastikan bahwa referensi yang digunakan berasal dari sumber yang valid, relevan, dan mampu dipertanggungjawabkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Literasi Digital di Era Globalisasi Informasi Teknologi dan informasi di era globalisasi membawa perspektif baru dalam tatanan Literasi digital menjadi sebuah kebutuhan yang harus dimiliki oleh masyarakat guna memberikan pengetahuan juga strategi dalam menelusuri sumbersumber informasi sehingga yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan serta valid dan dapat dipertanggungjawabkan (Ash Shiddiqy et al. , 2. Perkembangan informasi pada era globalisasi juga berkembang dengan pesat, hingga mempengaruhi kehidupan seharihari masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengembangkan literasi digital dan menyesuaikan diri dengan perkembangan informasi. Istilah literasi digital pertama kali dimunculkan oleh Paul Gilster . sebagai kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital. Menurut Gilster literasi digital berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dari perangkat digital secara efektif dan efisien dalam berbagai konteks, mulai dari akademik, karier, hingga kehidupan sehari-hari. Bawden . memperluas pemahaman baru tentang literasi digital yang berdasarkan pada literasi komputer dan literasi informasi. Pada tahun 1980-an. Literasi komputer mulai berkembang ketika komputer mikro semakin luas dipergunakan, tidak hanya di lingkungan bisnis, namun juga di kalangan masyarakat (Kurnianingsih et al. , 2. Karakteristik literasi digital tidak hanya mengacu pada keterampilan mengoperasikan dan menggunakan berbagai perangkat teknologi informasi dan komunikasi teknologi. Melainkan, proses untuk membaca dan memahami sajian isi perangkat teknologi serta proses menciptakan dan menulis menjadi sebuah pengetahuan baru (Kurnianingsih et al. , 2. Literasi digital pada masyarakat sebagai pemanfaatan teknologi dalam berkomunikasi dan meyampaikan informasi dengan mengedukasi masyarakat menggunakan bantuan teknologi agar bisa bersikap bijak (Ginting et al. Untuk mengembangkan budaya digital yang memungkinkan di era globalisasi, perlu menerapkan prinsip mengenai media digital. Prinsip tersebut mendorong masyarakat untuk mengembangkan keterampilan kritis dengan informasi yang disampaikan oleh media. Dengan memahami bagaimana narasi dikonstruksi media digital, masyarakat dapat menghindari menyebarkan informasi yang salah. Langkah tersebut sangat penting untuk memungkinkan individu mengambil peran aktif dalam menguraikan dan memahami informasi digital (Azzahra, 2. Literasi digital Febri Nahla. Bagas Aldi Pratama. Machsun Rifauddin. Peran Perpustakaan dalam Mendorong melibatkan lebih dari sekadar keterampilan teknis, yang melibatkan pemahaman tentang pengaruh lingkungan etis terhadap penggunaan teknologi. Melalui literasi digital yang berbasis pada pemahaman, tanggung jawab, serta pengembangan kapasitas akan memberikan dampak positif dan bertahan lama dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang selalu berubah di setiap perkembangan zamannya. Peran Perpustakaan dalam Mendorong Literasi Digital pada Masyarakat Keterampilan dan pengetahuan untuk menggunakan alat-alat digital sangat penting baik bagi individu maupun bagi masyarakat. Hal tersebut pada umumnya untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada dalam jangkauan teknologi. Semakin banyak orang yang melek digital dan tinggi keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi tersebut, semakin banyak pula peluang digital yang mereka kejar (Kelly et al. , 2. Perpustakaan sebagai salah satu institusi yang bisa menjadi pusat pelatihan dan dukungan digital bagi masyarakat. Dalam hal ini, perpustakaan bisa bekerja sama dengan organisasi lain yang bisa memberikan ruang untuk meningkatkan dan memperkuat langkah inklusi digital. Perpustakaan umum memiliki peran yang cukup signifikan dalam mengatasi kesenjangan digital di kalangan masyarakat. Hal ini diperkuat oleh kedekatan perpustakaan umum dengan komunitas lokal, dan kemampuan untuk mengawasi situasi di kalangan masyarakat (Casselden, 2. Perpustakaan juga dapat memberikan pendampingan pemahaman literasi digital bagi masyarakat. Perpustakaan dapat menyediakan akses terhadap sumber daya digital, pelatihan teknologi, dan program yang membantu masyarakat mengembangkan keterampilan yang diperlukan. Lebih jauh lagi, perpustakaan dapat berperan sebagai jembatan antara masyarakat yang memiliki keterbatasan akses teknologi dan yang memiliki keterampilan lebih maju, membantu mengurangi kesenjangan digital, dan mempromosikan digital inklusi untuk semua (Inamdar, 2. Secara umum, perpustakaan dapat berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan digital. Penyediakan akses terhadap teknologi dan sumber daya digital bagi masyarakat yang kurang terlayani, termasuk masyarakat di daerah pedesaan dan lingkungan komunitas tertentu. Melalui berbagai peran tersebut, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan literasi digital Penguatan Literasi Digital Berbasis Perpustakaan Perpustakaan memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber daya informasi dan pelatihan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Keterampilan digital yang dibutuhkan akan relevan dengan kemajuan zaman. Perpustakaan bisa melakukan tindakan melalui penyediaan akses terhadap perangkat teknologi, sumber informasi, program pelatihan keterampilan pendukung (Supriati & Widya, 2. Selain itu, berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan individu untuk beradaptasi dan bersaing di dunia digital. Perpustakaan juga dapat berfungsi sebagai ruang yang aman, inklusif, dan ramah bagi Lingkungan ini sangat penting, terutama bagi kelompok lanjut usia dan individu yang merasa kurang percaya diri dalam menggunakan teknologi digital. Sehingga memungkinkan pengguna untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kebutuhan informasi mereka. Febri Nahla. Bagas Aldi Pratama. Machsun Rifauddin. Peran Perpustakaan dalam Mendorong Pustakawan memegang peranan penting sebagai fasilitator literasi digital. Pustakawan tidak hanya memberikan bantuan secara individual kepada pengguna dalam mengakses informasi, tetapi berperan dalam merancang dan menyelenggarakan program pelatihan literasi digital (Susanti R, 2. Peran pustakawan sebagai pendidik dan pendamping menjadi kunci dalam proses peningkatan literasi digital Melalui penyediaan informasi dan pelatihan literasi digital, pustakawan membantu pemustaka memahami risiko dan tanggung jawab yang pada aktivitas digital (Rusna Nur Aini, 2. Untuk memperluas dampak program literasi digital, perpustakaan dapat menjalin kerjasana dengan lemabaga pemerintah maupun swasta. Kolaborasi tersebut memungkinkan perpustakaan lebih optimal dalam menyelenggarakan pelatihan literasi digital. Selain itu, juga berperan dalam mendorong pembelajaran sepanjang hayat dengan menyediakan akses sumber informasi dan referensi yang mendukung pengembangan pemustaka. Selain menyediakan, perpustakaan juga berperan dalam pelestarian sejarah dan budaya Pelestarian informasi dalam berbagai bentuk digital, seperti situs web, blog, dan konten media sosial. Preservasi dan konservasi diperlukan dalam menjaga nilai informasi yang masih dibutuhkan pemustaka seiring dengan meningkatnya produksi informasi yang bersifat sementara dan rentan hilang. Perpustakaan dapat menerapakan system layanan terbuka sebagai keterbukaan informasi yang valid. Informasi yang ada bisa sebagai bahan kolaborasi yang mendorong masyarakat untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan digital. Upaya promosi literasi digital juga dapat diperluas dengan menyediakan sumber daya dan pelatihan dalam berbagai bahasa serta memperhatikan konteks budaya yang beragam, sehingga layanan perpustakaan dapat menjangkau komunitas yang lebih luas dan inklusif. Perpustakaan juga berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pemustaka. Mereka dapat diajarkan cara mengevaluasi informasi digital, termasuk mengidentifikasi sumber yang kredibel serta membedakan informasi yang benar dari hoaks atau berita palsu (Mochammad Darip. Basuki Rakhim Setya Permana. Selain itu, perpustakaan juga mendukung aksesibilitas digital dengan menyediakan teknologi bantu bagi penyandang disabilitas, seperti pembaca layar dan perangkat lunak teks ke suara, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses informasi digital (Muthia & Fauziah, 2. SIMPULAN Individu dan masyarakat perlu mengembangkan literasi digital dalam menghadapi perkembangan informasi yang cepat sebagai strategi untuk menyaring, memahami, dan memanfaatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Literasi digital bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga melibatkan pemahaman etika dan tanggung jawab terhadap penggunaan teknologi. Perpustakaan sebagai institusi pusat komunitas inklusif, memiliki peran penting dalam mendukung literasi digital di masyarakat. Melalui penyediaan sumber daya digital, pelatihan teknologi, dan program literasi, perpustakaan dapat menjadi agen perubahan yang membantu mengurangi kesenjangan digital dan Febri Nahla. Bagas Aldi Pratama. Machsun Rifauddin. Peran Perpustakaan dalam Mendorong mempromosikan inklusi digital. Berbagai peran perpustakaan dalam mendorong literasi digital termasuk menyediakan sumber daya, pelatihan, dan dukungan untuk memperkuat keterampilan digital masyarakat. Perpustakaan juga berfungsi sebagai ruang aman bagi eksplorasi teknologi, mempromosikan kewarganegaraan digital, dan melestarikan sejarah dan budaya digital. Pentingnya perpustakaan dalam konteks literasi digital menciptakan peluang untuk memperluas akses masyarakat terhadap dunia digital, membantu individu mengatasi kesenjangan digital, dan merangsang kolaborasi antar Melalui upaya bersama, literasi digital dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan manfaat positif yang bertahan lama di era digital yang terus berkembang. DAFTAR PUSTAKA