Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 599-607 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Peningkatan Efisiensi Distribusi Air Bersih melalui TirtaDesa: Digitalisasi PAMSIMAS untuk Desa Berkelanjutan Advancing the Efficiency of Clean Water Distribution through TirtaDesa: A Digital Transformation of PAMSIMAS for Sustainable Rural Development Agus Pramono. Aulia Hamdi. Kom. Nana Supriyana. Lulu Shafa Salsabila1. Ardika Fatnurivan1, 1Informatika. Universitas Amikom Purwokerto Teknik Mesin. STT Wiworotomo Purwokerto agus@amikompurwokerto. id, hamdi@amikompurwokerto. id, nana. sttw@gmail. lulusalsa229@gmail. com, ardikafatnurivan@gmail. *Corresponding author: hamdi@amikompurwokerto. ABSTRAK Tata kelola air bersih di BUMDes Berkah Maju Bersama Desa Rempoah menghadapi kendala inefisiensi operasional akibat sistem administrasi manual yang menyebabkan lambatnya proses penagihan dan kerentanan data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan transformasi digital melalui penerapan sistem Tirta Desa guna meningkatkan akurasi data, efisiensi waktu, dan kompetensi pengelola. Metode pelaksanaan dilakukan selama empat bulan dengan pendekatan partisipatif yang mencakup tahapan sosialisasi, konfigurasi perangkat lunak, migrasi data pelanggan, pelatihan intensif bagi petugas, serta pendampingan teknis berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan migrasi 542 data pelanggan ke dalam sistem digital tanpa kehilangan informasi. Secara kuantitatif, implementasi sistem terbukti memangkas waktu pemrosesan tagihan bulanan secara signifikan dari sembilan jam menjadi 1,5 jam, serta meningkatkan kompetensi enam petugas operasional dengan kenaikan skor evaluasi dari 57,4 menjadi 82,1. Selain itu, tersedianya dashboard berbasis web dan integrasi kode QRCode telah mempermudah pemantauan transaksi secara transparan. Dapat disimpulkan bahwa digitalisasi tata kelola air merupakan solusi efektif untuk optimalisasi layanan BUMDes, di mana keberlanjutan program didukung oleh penyusunan standar operasional prosedur dan rencana pengembangan fitur sinkronisasi data luring. Kata Kunci: BUMDes. efisiensi operasional. manajemen air. Tirta Desa ABSTRACT Clean water management at BUMDes Berkah Maju Bersama in Rempoah Village faces operational inefficiencies due to a manual administration system that causes slow billing processes and data vulnerability. This community service activity aims to implement digital transformation through the adoption of the Tirta Desa system to improve data accuracy, time efficiency, and staff competence. The implementation method was carried out for four months using a participatory approach covering socialization, software configuration, customer data migration, intensive training, and continuous technical assistance. The results demonstrated the successful migration of 542 customer records into the digital system without information loss. Quantitatively, the system implementation significantly reduced monthly billing processing time from nine hours to 1. 5 hours and increased the competence of six operational staff, with evaluation scores rising from 4 to 82. Furthermore, the availability of a web-based dashboard and QR code integration has facilitated transparent transaction monitoring. It is concluded that the digitalization of water management is an effective solution for optimizing BUMDes services, where program sustainability is supported by the formulation of standard operating procedures and development plans for offline data synchronization features. Keywords: BUMDes, digitalization, operational efficiency, water management. Tirta Desa PENDAHULUAN Akses terhadap layanan air minum yang seperti PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum Sanitasi Berbasis layak di Indonesia telah mengalami peningkatan Masyaraka. Namun demikian, kemajuan infrastruktur tersebut belum sepenuhnya melalui program-program nasional Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Pramono, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 599-607 diikuti oleh tata kelola operasional yang efisien di menunjukkan bahwa implementasi sistem tingkat desa, terutama pada lembaga pengelola aplikasi air bersih berbasis web dengan seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. integrasi QRCode mampu meningkatkan Studi menunjukkan bahwa banyak BUMDes masih menggunakan pencatatan manual untuk administrasi, serta mendukung transparansi pelanggan, tagihan dilakukan dengan pendekatan keuangan (Ghifari Muhammad Alvin Al et flat rate, serta pembayaran dicatat tanpa sistem , 2. Namun, adopsi teknologi di desa terintegrasi, sehingga rawan kesalahan dan menghambat akuntabilitas layanan (Firmansyah, transformasi digital sangat dipengaruhi oleh Desa Penelitian Permasalahan tersebut juga ditemukan di kesesuaian desain dengan konteks lokal. Rempoah, kesiapan sumber daya manusia, serta Kecamatan Baturraden. Kabupaten Banyumas, di mana BUMDes Berkah Maju Bersama mengelola distribusi air bersih ke (Sanputra et al. , 2. beberapa dusun. Sistem administrasi yang masih Selain transformasi digital di tingkat desa sangat berdasarkan konsumsi aktual, serta penyusunan dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan kelembagaan, serta Keterbatasan ini berdampak langsung pendampingan teknis yang berkelanjutan pada efektivitas pelayanan dan menurunnya (Nasution & Wisdawati, 2. (Aidin, tingkat kepercayaan masyarakat (Devi et al. Oleh karena itu, intervensi berupa pelatihan petugas, pendampingan, serta Transformasi digital dalam tata kelola BUMDes meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas penyusunan SOP menjadi faktor penting agar sistem dapat berfungsi optimal. Sejauh Penerapan teknologi seperti pencatatan meter berbasis QRCode, sistem billing otomatis, mendukung pengelolaan air secara digital, serta pelaporan digital melalui dashboard dapat meskipun telah mencoba menggunakan meningkatkan akurasi data dan mendukung pencatatan berbasis Excel. Oleh karena itu. BUMDes (Kadarwati et al. , 2. Studi kasus pada mengimplementasikan sistem Tirta Desa di BUMDes Karya Mandiri Desa Cijeungjing BUMDes Berkah Maju Bersama sebagai Pramono, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 599-607 model digitalisasi layanan air desa. Tujuan Sosialisasi semacam ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman . meningkatkan jumlah pelanggan yang terekam secara digital, . mengurangi waktu proses teknologi baru (Sulistyan R. B, 2. administrasi tagihan, . meningkatkan proporsi Pelatihan transaksi yang tercatat secara digital, serta . Pelatihan diberikan kepada enam memperbaiki akuntabilitas pelaporan layanan air. petugas operasional BUMDes mengenai Evaluasi kegiatan diharapkan menghasilkan registrasi pelanggan dan integrasi QRCode, rekomendasi teknis dan operasional, termasuk SOP, fitur offline-sync, dan skema replikasi untuk otomatisasi perhitungan tagihan, serta wilayah lain. pencatatan pembayaran dan pelaporan METODE PENELITIAN Pelatihan Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini langsung menggunakan perangkat laptop dilakukan di BUMDes Berkah Maju Bersama, dan smartphone, disertai modul dan Desa Rempoah. Kabupaten Banyumas. Kegiatan simulasi transaksi. Literatur menunjukkan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung selama 4 bulan, mulai dari bulan juni hingga dapat meningkatkan kompetensi pengguna september yang diawali dari tahap koordinasi sistem secara signifikan (Faisol et al. awal hingga evaluasi akhir. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan utama, yaitu sosialisasi. Penerapan Teknologi pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan Implementasi dan evaluasi, serta keberlanjutan program. bertahap meliputi input data pelanggan. Tahapan-tahapan distribusi QRCode, integrasi pencatatan memastikan adopsi sistem digital Tirta Desa meter air, aktivasi fitur tagihan dan secara efektif. Berikut penjelasan rinci setiap pembayaran, serta uji coba transaksi dan rekap otomatis. Tahapan ini mengacu pada Sosialisasi praktik digitalisasi layanan publik desa Dilakukan kepada pengelola BUMDes, yang menekankan uji coba bertahap agar perangkat desa, dan pelanggan utama. Kegiatan adaptasi lebih lancar (Sabaruddin et al. ini meliputi pengenalan sistem Tirta Desa dan manfaatnya, penjelasan tahapan pelaksanaan. Pendampingan dan Evaluasi penyesuaian sistem dengan kondisi operasional, serta penandatanganan komitmen adopsi sistem Selama pendampingan lapangan untuk mendeteksi Pramono, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 599-607 kesalahan penggunaan fitur, melakukan evaluasi dicatat secara manual berjumlah 542 Dengan adanya sistem baru, menyempurnakan modul pelatihan dan sistem. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-post bertahap agar akurasi data tetap terjaga. melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan Proses migrasi semacam ini terbukti observasi langsung terhadap penggunaan sistem. penting untuk menjaga keutuhan data Metode evaluasi kombinasi kuantitatif dan pelanggan, sebagaimana ditunjukkan oleh kualitatif terbukti memberikan gambaran yang (Wibowo et al. , 2. bahwa digitalisasi pencatatan air desa mampu mengurangi pengabdian (Indriani & Wijaya, 2. risiko duplikasi data dan meningkatkan Keberlanjutan Program akurasi administrasi. Program dirancang agar dapat berjalan Selain itu, dilakukan pelatihan mandiri dengan penyusunan SOP pengelolaan air penggunaan sistem kepada enam petugas BUMDes, termasuk pendampingan dalam dokumentasi teknis dan akses penuh kepada implementasi fitur QRCode dan pencatatan BUMDes, pelatihan lanjutan bagi petugas pengganti, serta pengembangan rencana replikasi sistem ke dusun lain. Keberlanjutan menjadi periode kegiatan agar petugas terbiasa aspek penting karena banyak program digitalisasi di desa gagal tanpa strategi pasca-implementasi menegaskan bahwa pelatihan dilakukan (Firmansyah, 2. secara praktik langsung sehingga peserta HASIL DAN PEMBAHASAN dapat memahami dan mengoperasikan Tirta Desa. Proses (Ismail. Pada tahap awal dilakukan koordinasi tim sistem secara mandiri. Hasilnya adalah bersama mitra BUMDes Berkah Maju Bersama peningkatan kapasitas teknis pengelola untuk memetakan sistem kebutuhan. Selanjutnya BUMDes yang signifikan dan kepercayaan dilakukan sosialisasi program kepada pengelola diri dalam penggunaan sistem digital. dan masyarakat terkait urgensi digitalisasi pengelolaan air bersih. Setelah pelatihan dan uji coba, sistem mulai diaktivasi untuk pencatatan Tahap berikutnya adalah konfigurasi tagihan dan pembayaran secara digital. sistem, meliputi hosting aplikasi dan uji coba Proses ini dilakukan dengan monitoring dan sistem secara bertahap. Setelah sistem siap, evaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan dilakukan migrasi data pelanggan dari pencatatan manual ke digital. Data awal pelanggan yang Pramono, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 599-607 memastikan sistem berjalan sesuai kebutuhan. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman, keterampilan, dan digitalisasi (Junita & Meutia, 2. Tahap terakhir adalah evaluasi akhir dan serah terima sistem kepada mitra, sekaligus penyusunan laporan akhir. Evaluasi menunjukkan bahwa penerapan sistem digital ini mampu mengurangi potensi kesalahan pencatatan, serta mempermudah proses pembayaran. Karakteristik data pelanggan ditunjukkan Gambar 1. Jumlah pelanggan layanan air yang dipindahkan ke sistem Tirta Desa Selain migrasi data, digitalisasi juga Rata-rata waktu pembuatan tagihan bulanan yang semula mencapai 9 jam dengan sistem manual, kini dapat pada Tabel 1. Tabel 1. Data pelanggan layanan air BUMDes sebelum dan sesudah digitalisasi Kondisi Jumlah Pencatatan Pelanggan Manual . uku/Exce. Keterangan diselesaikan hanya dalam 1,5 jam setelah menggunakan Tirta Desa. Perubahan ini ditampilkan pada Gambar 2. Data Digital (Tirta Des. Data Gambar 2. Perbandingan rata-rata waktu pembuatan tagihan manual dan digital Dari sisi sumber daya manusia. Pemindahan data ini memastikan tidak enam petugas yang dilatih mengalami ada kehilangan informasi sekaligus menjadi dasar peningkatan kompetensi. Skor rata-rata pre- awal penerapan tagihan otomatis. Visualisasi test sebesar 57,4 meningkat menjadi 82,1 jumlah pelanggan ditampilkan pada Gambar 1. setelah pelatihan dan praktik langsung. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,003 . < 0,. , yang berarti peningkatan Pramono, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 599-607 Rincian ditampilkan pada Tabel 2 dan Gambar 3. Tabel 2. Skor kompetensi petugas sebelum dan sesudah pelatihan Variable Sebelum Sesudah Skor Nilai P 0,003 Gambar 4. Pertemuan awal dengan perangkat desa dan pengurus BUMDes Berkah Maju Bersama Kegiatan dimulai dengan koordinasi untuk memetakan sistem kebutuhan serta menyepakati alur implementasi. Gambar 3. Skor kompetensi petugas sebelum dan sesudah pelatihan Hambatan yang ditemui dalam proses Gambar 5. Sosialisasi program digitalisasi implementasi antara lain keterbatasan koneksi air bersih kepada masyarakat internet, resistensi awal sebagian pelanggan Sosialisasi terhadap stiker QRCode, dan belum tersusunnya memberikan pemahaman mengenai urgensi SOP baku. Namun melalui sosialisasi, pembuatan digitalisasi dan manfaat bagi pelayanan. SOP sederhana, dan prosedur backup manual, hambatan ini dapat diminimalkan (Herlina. Ke depan, pengembangan fitur pelatihan sinkronisasi offline dan lanjutan diperlukan untuk ketidakmampuan serta replikasi sistem di desa Selain pengabdian ini juga terdokumentasi melalui foto- Gambar 6. Pelatihan penggunaan sistem Tirta Desa bagi petugas BUMDes Pelatihan yang diberikan kepada foto kegiatan. Dokumentasi ini menunjukkan tahapan kegiatan dari awal hingga akhir. penggunaan QRCode. Pramono, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 599-607 Selanjutnya Tirta Pendampingan BUMDes Berkah Maju Bersama. Desa Desa. Rempoah, telah dilaksanakan selama empat maupun jarak jauh untuk memastikan sistem sosialisasi, konfigurasi sistem, migrasi data, berjalan sesuai kebutuhan. pelatihan, implementasi, hingga evaluasi. Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi Migrasi data pelanggan dari sistem manual akhir dan serah terima sistem kepada BUMDes. ke sistem digital berhasil dilakukan tanpa Sebagai langkah menjaga keberlanjutan dan skalabilitas, telah disiapkan skema replikasi pelanggan tercatat tetap sebanyak 542. Implementasi sistem digital Tirta dikembangkan lebih luas atau diadaptasi oleh unit Desa usaha desa lainnya di masa depan. Tahap terakhir administrasi, ditunjukkan dengan waktu berupa evaluasi kinerja sistem serta serah terima pembuatan tagihan bulanan yang berkurang aplikasi ke mitra sebagai bentuk keinginan dari rata-rata 9 jam menjadi 1,5 jam. Selain itu, kompetensi enam petugas BUMDes signifikan, dengan skor rata-rata naik dari 57,4 pada pre-test menjadi 82,1 pada posttest . < 0,. Hambatan yang dihadapi berupa Gambar 8. Tampilan antarmuka sistem Tirta awal pelanggan terhadap QRCode, serta Desa berbasis web Implementasi Tirta Desa menghasilkan dashboard layanan air bersih yang dapat diakses secara online melalui alamat https://bumdesbmbrempoah. Dashboard ini menyediakan fitur utama meliputi registrasi QRCode, keterbatasan jaringan internet, resistensi pemakaian air, otomatisasi tagihan, dan pelaporan SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa digitalisasi pengelolaan air bersih di SOP penyusunan SOP sederhana, dan prosedur cadangan manual. Ke depan, diperlukan pengembangan fitur sinkronisasi offline, pelatihan lanjutan, serta replikasi sistem di desa lain untuk mendukung program yang tidak diinginkan. DAFTAR PUSTAKA