Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 2, Februari 2024 ISSN: 27342488 PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PENERAPAN MEDIA POWER POINT PADA MATERI BAHASA INDONESIA KELAS IVA SD INPRES KOBELETE Okran M Koa Email: koaokran@gmail.com Universitas Nusa Cendana ABSTRAK Salah satu faktor penunjang keberhasilan pembelajaran pada siswa adalah dengan adanya motivasi belajar. Pada pasca pandemic covid-19 melanda, pembelajaran daring mempengaruhi motivasi belajar siswa. Berdasarkan data di ketahui bahwa siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu hanya mencapai 50 %, Ini merupakan salah satu bukti bahwa motivasi belajar siswa belum maksimal. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa perlu dilaksanakan penerapan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk belajar sehingga motivasinya meningkat, Media Power Point merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa belajar. Penelitian Tidakan Kelas (PTK) ini ditemukan 2 informasi penting yaitu pertama hasil motivasi belajar siswa pada siklus 1 sebesar 45% kriteria cukup dan kedua pada siklus 2 naik menjadi 59%. Ada kenaikan sebesar 14%, karena media power point menyajikan materi secara visual dan audio visual, sehingga siswa tertarik untuk belajar. Kata Kunci: Motivasi, Belajar, Siswa, Power point. 45 PENDAHULUAN Salah satu permasalahan pada zaman sekarang ini yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan, khususnya pada lingkungan pendidikan dasar dan menengah. Berbagai macam usaha telah dilakukan oleh pemerintah untuk menigkatkan mutu pendidikan Nasional, antara lain seperti melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, perubahan dan penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku siswa dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah, namun hasil yang diperoleh dari berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang memadai. Pendidikan harus direncanakan secara baik agar proses pembelajaran dapat berlangsug secara optimal. Proses pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa akan jauh lebih baik karena siswa akan terlihat lebih aktif dalam proses pembelajaran ketimbang hanya guru saja yang aktif dalam proses pembelajaran. Motivasi penting dalam membentuk seberapa besar minat belajar siswa. Motivasi juga mempengaruhi seberapa banyak siswa akan mempelajari dari suatu kegiatan pembelajaran, atau seberapa banyak penerapan siswa dalam menangkap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang terdorong untuk belajar akan menggunakan kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi tersebut sehingga siswa dapat menyerap dan menangkap lebih baik. Motivasi belajar siswa merupakan factor utama dalam keberhasilan belajar siswa. Siswa yang termotivasi dengan baik akan menghasilkan tingkat keberhasilan yang lebih baik. Motivasi terbagi menjadi dua, yaitu: 1) Motivasi dari dalam diri sendiri (intrinsic) motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup dalam situasi belajar yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa sendiri; 2) Motivasi dari luar (ekstrinsik). Motivasi entrinsik adalah motivasi yang disebabkan olrh factor-faktor dari luar situasi belajar, seperti: angka, kredit, ijazah, tingkatan, hadiah, medali, pertentangan dan persaingan yang bersifat negative ialah sarkasme, ejekan dan hukuman. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan disekolah, sebab pembelajaran disekolah tidak semuanya menarik minat atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Contohnya: manakala peserta didik belajar sungguh sungguh untuk mengharapkan naik kelas, mendapat hadiah, ini merupakan motivasi yang tumbuh sesuai kebutuhannya yang tidak secara mutlak berkaitan kegiatan belajar. (Nurhasanah, 2020). Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan pembelajaran. Sebagai mana kita ketahui pasca pandemic covid-19 melanda, pembelajaran daring mempengaruhi motivasi belajar siswa. Berdasarkan data di ketahui bahwa siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu hanya mencapai 50 %, siswa yang mencapai nilai KKM hanya mencaai 60%. Ini merupakan salah satu bukti bahwa motivasi belajar siswa belum maksimal. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa perlu dilaksanakan penerapan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk belajar sehingga motivasinya meningkat. Pada saat ini banyak aplikasi pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran untuk meningkatkan minat siswa dalam pembejaran. salah satunya penerapan media powerpoint dalam pembelajaran diharapakan dapat meningkatakan motivasi siswa untuk belajar media powerpoint merupakan aplikasi pembantu untuk membuat paparan dalam bentuk slide presentasi yang interaktif sehingga materi dapat ditampilkan lebih efektif dan professional. Menurut Azhar (2017), Microsoft Power point merupakan salah satu program berbasis multimedia. Software ini, menyediakan fasilitas dalam bentuk slide-slide yang dapat membantu dalam menyusun suatu presentasi yang efektif, profesional, dan juga mudah. Sehingga memungkinkan para guru sekolah untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Selanjutnya Sukiman (2012), menyebutkan Microsoft Power point merupakan salah satu produk unggulan Microsoft Corporation dalam program aplikasi presentasi yang paling banyak digunakan saat ini. Hal ini dikarenakan banyak kelebihan di dalamnya dengan kemudahan yang disediakan. Pemanfaatan media presentasi ini dapat digunakan oleh pendidik untuk 46 mempresentasikan materi pembelajaran ataupun tugas-tugas yang akan diberikan. Maka dapat disimpulkan bahwa media power point merupakan salah satu media pembealajaran yang memanfatkan aplikasi komputer yang dapat menyajikan materi pembelajaran baik secara visual atupun audio visual sehingga akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajran. Diperkuat dengan hasil penelitian Purwanti, dkk (2020) mengemukakan bahwa hasil pembelajaran menggunakan power point secara umum dapat meningkatkan semangat pembelajaran, memahami materi, menarik untuk media pembelajaran. Berdasarkan data dan uraian maka peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk menungkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDI Kobelete tahun ajaran 2023/2024. METODE Penelitian yang dilaksankan melaksankan penelitian deskriptif kuantitatif. Dengan melaksankan observasi langsusng dan pembagian angket penelitian yang hasilnya akan di deskripsiskan baik berupa angka-angka maupun narasi. Penelitian ini akan dilaksankan di kelas IV.A SDI Kobelete, dengan subjek penelitian adalah siswa/siswi kelas IV.A SDI Kobelete semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 yang akan dilaksankan selama dua (2) bulan yaitu pada bulan Desember 2023 dan bulan Januari tahun 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian A. Hasil Pelaksanaan Siklus 1 a. Perencanaan Menyusun perencanan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang materi indahnya kebersamaan dengan menerapakan media media power point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang di tuangkan dalam RPP. b. Pelaksanaan Melaksanakan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi tentang Aku dan cita-citaku sedangkan pada siklus 2 materinya adalah indahnya keberagaman di negeriku dengan mengunakan media power point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media power point, yang dilaksanakan pada tanggal 20 Desember tahun 2023 jam ke 1-2, di kelas IVA dengan jumlah siswa 25 Orang dan pada tanggal 31 Januari 2024 jam ke 1-2 di kelas IVA dengan jumlah siswa yang hadir 25 orang. c. Observasi Melakukan pengamatan tentang fenomena atau kejadian-kejadian pada saat pembelajaran dengan menggunakan media power point pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Indahnya kebersamaan. Dengan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Motivasi Belajar Siswa Siklus 1 No 1 2 3 4 5 Indikator Tekun dalam menghadapi tugas Ulet dalam menghadapi kesulitan Menunjukkan minat Senang bekerja mandiri Cepat bosan pada tugas-tugas rutin Rata-rata % 53 28 38 53 48 45 Kriteria Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Cukup Hasil penerapan media power point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada tabel 1. Tentang motivasi belajar siswa diketahui berdasarkan indikator: 1) Tekun dalam menghadapi tugas 53% kriteria cukup; 2) Ulet dalam menghadapi kesulitan 28% kriteria rendah, 3) Menunjukkan minat 38% kriteria cukup; 4) Senang bekerja mandiri 53% kriteria cukup; 5) Cepat bosan pada tugas-tugas rutin 48% kriteria cukup, dengan rata-rata seluruh 47 indikator motivasi belajar siswa 45% kriteria cukup. d. Refleksi Pada fase refleksi melaksanakan review dan evaluasi pada pada siklus 1. Tentang hasil dari pelaksanaan penerapan media power point untuk meningkatakan motivasi belajar siswa. Pada fase ini tingkat motivasi siswa baru mencapai rata-rata 45% kriteria cukup. Maka berdasarkan hasil penelitian tersebut akan dilanjutkan ke siklus 2 karena tingkat motivasi siswa baru mencapai 45% dengan kriteria cukup sehingga masih perlu di tingkatkan dan dilaksanakan lagi di siklus 2. B. Hasil Pelaksanaan Siklus 2 a. Perencanaan Menyusun perencanan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang indahnya keregaman di negeriku dengan menerapakan media media power point karena pada siklus 1 tingkat motivasi siswa baru mencapai 45% dengan kriteria cukup. Maka untuk meningkatkan motivasi belajar siswa perlu melakukan penerapan media power point pada siklus 2 yang di tuangkan dalam RPP. b. Pelaksanaan Melaksanakan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang indahnya keregaman di negeriku dengan mengunakan media power point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. karena tingkat motivasi siswa pada siklus 1 baru mencapai 45% dengan kriteria cukup. Maka dilaksanakan siklus 2 pada tanggal 31 Januari 2024 jam ke 1-2 kelas IVA dengan jumlah siswa 25 orang. c. Observasi Melakukan pengamatan tentang fenomena atau kejadian pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan mengunakan penerapan media power poin pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi indahnya keberagaman negeriku. No 1 2 3 4 5 Tabel 2. Motivasi Belajar Siswa Siklus 2 Indikator % Tekun dalam menghadapi tugas 60 Ulet dalam menghadapi kesulitan 60 Menunjukkan minat 58 Senang bekerja mandiri 57 Cepat bosan pada tugas-tugas rutin 60 Rata-rata 59 Kriteria Baik Baik Cukup Cukup Baik Cukup Hasil penerapan media power point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa berdasarkan indikator motivasi belajar siswa pada tabel 2 diketahui: 1) Tekun dalam menghadapi tugas 60% kriteria baik; 2) Ulet dalam menghadapi kesulitan 60% kriteria Baik; 3) Menunjukkan minat 58% kriteria cukup; 4) Senang bekerja mandiri 57% kriteria cukup; 5) Cepat bosan pada tugas-tugas rutin 60% kriteria baik. Dengan rata-rata indikator motivasi belajar siswa 59% kriteria cukup. d. Refleksi Berdasarkan indikator motivasi belajar siswa pada tabel 2 diketahui: 1) Tekun dalam menghadapi tugas pada siklus 1 53% kriteria cukup naik menjadi 60% kriteria baik; 2) Ulet dalam menghadapi kesulitan pada siklus 1, 28% kriteria cukup menjadi 60% kriteria cukup; 3) Menunjukkan minat pada siklus 1 38% kriteria baik, pada siklus 2 menjadi 58% kriteria baik ; 4) Senang bekerja mandiri pada siklus 1, 53% kriteria cukup, menjadi 57% kriteria cukup; 5) Cepat bosan pada tugas-tugas rutin pada siklus 1 48 % kriteria cukup menjadi 59% kriteria cukup. Dengan rata-rata indikator motivasi belajar siswa pada siklus 1 48% kriteria cukup pada siklus 2 60% kriteria cukup. Berdasarkan hasil penelitian ada kenaikan motivasi belajar dari 45% dengan kriteria cukup menjadi 59% dengan kriteria cukup. Maka Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan sampai pada siklus 2. 48 Pembahasan Hasil penelitian tentang penerapan media power point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dilaksanakan dengan 2 siklus dengan rata-rata indikator motivasi belajar siswa pada siklus 1 sebesar 45% dengan kriteria cukup, pada siklus 2 sebesar 59% dengan kriteria cukup hal ini secara keseluruhan ada kenaikan 14% dari segi persentasenya walaupun masih pada kriteria cukup. Berikut ini hasil penelitian pada siklus 1 dan siklus 2, berdasarkan indikator motivasi yang dileliti 1) Tekun dalam menghadapi tugas dari 53% kriteria cukup menjadi 60% hal ini ada kenaikan sebesar 7%; 2) Ulet dalam menghadapi kesulitan dari 28% menjadi 60% hal ini ada kenaikan 32%; 3) Menunjukan minat dari 38% menjadi 58% hal ini ada kenaikan 20%; 4) Senang bekerja mandiri dari 53% menjai 57 % hal ini ada kenaikan 4%; 5) Cepat bosan pada tugas-tugas rutin dari 48% menjadi 60 % hal ini ada kenaikan 12%. Secara keseluruhan dengan dilaksanakannya penerapan media Power point dalam pembelajaran dari siklus 1 ke siklus 2 ada kenaikan jumlah sebesar 14% walaupun masih pada posisi kriteria cukup. Kenaikan ini karena media power point menyajikan materi secara visual dan audio visual, sehingga dapat menarik perhatian siswa untuk belajar. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat Maryatun (2015) media power point memiliki penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf, dan animasi baik animasi gambar maupun foto, lebih merangsang anak mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji, pesan informasi tampilan visual mudah dipahami peserta didik dan tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan ajar yang sedang disajikan. Motivasi sangat di perlukan karena motivasi belajar merupakan sesuatu yang menunjang seseorang untuk mencapai tujuan atau keinginan seseorang. Selanjutnya Suharni (2021) mengemukakan motivasi sangat penting artinya dalam kegiatan belajar, sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar, siswa akan terdorong untuk belajar apabila mereka memiliki motivasi untuk belajar dan menumbuhkan motivasi belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan kemampuan dan kemauan belajar. Menurut pendapat Purwanto (2002) Motivasi adalah perbuatan-perbuatan mana yang harus dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuan itu dengan menyampingkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan. Berdasarkanpendapat tersebut maka motivasi siswa dalam pembelajaran perlu di tingkatkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil penelitian terdahulu serta teori. Maka penerapan media power point dalam melaksanakan pembelajaran khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA Bahasa Indonesia tentang aku dan cita-citaku dan materi indahnya keregaman di negeriku dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Maka guru perlu melakukan upaya untuk meningkatkan motivasi siswa dalam melaksanakan pembelajaran salah satunya dengan menggunakan penerapan media power point dalam melaksanakan proses pembelajaran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tentang penerapan media power point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indoensia di Kelas IV pada siklus 1 sebesar 45% dengan kriteria cukup, pada siklus 2 menjadi 59% dengan kriteria cukup hal ini ada kenaikan sebesar 14%, karena media power point menyajikan materi secara visual dan audio visual, sehingga siswa tertarik untuk belajar. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (2008). Prosedur penelitian (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta. 49 Azhar, R. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Microsoft Power point pada sistem Koordinat Kartesius. Aceh: Akademi Komunitas Negeri Pidie Jaya. Dimyati dan Mudjiono. (2013) Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Djamarah, S.B. dan Zain, A. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hikmah, S. N., Maskar, S., & Indonesia, U. T. (2020). Pemanfaatan Aplikasi Microsoft Powerpoint Pada Siswa Smp Kelas VIII Dalam Pembelajaran Koordinar Kartesius. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2008). Depdiknas. Jakarta https://kbbi.web.id/belajar. Kamus versi online/daring (dalam jaringan) diakses 24/12/ 2023. Pukul 10.00 Maryatun, M. (2015). Pengaruh Penggunaan Media Program Microsoft Powerpoint Terhadap Hasil Belajar Strategi Promosi Pemasaran Mahasiswa Semester 2 Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Metro Tahun Ajaran 2014/2015. PROMOSI (Jurnal Pendidikan Ekonomi) Maslow, A. (2017). Motivation and Personality, Motivasi dan Kepribadian. Yogyakarta: Catrik. Mulyasa. (2017). Peran Guru Dalam Kurikulum 2013. Bandung: Rosda Karya. Nurhasanah, Siti. (2020). Pentingnya Motivasi Belajar Bagi Siswa. PGSD UNISMUH.MAKASAR.https://www.ia.education.com/2020/07/11/pentingnya-motivasidalam-mendorong-minat-belajar-siswa/ dirujuk 18/12/23/ pukul 13.19 WIB. Purwanti, dkk. (2020). Analisis Penggunaan Media Power point dalam Pembelajaran Jarak Jauh pada Materi Animalia Kelas VIII. Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2020). E-ISSN 26563436/ P-ISSN 2615-3947 Purwanto. (2002). Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya. Suharni. (2021). Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 1, Bulan Desember Tahun 2021 p-ISSN: 2541-6782, eISSN : 2580-6467. Yogyakarta: Universitas PGRI Sukiman. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia. Sanusi, A. (2015). Sistem Nilai; Alternatif Wajah-wajah Pendidikan;pendidikan. Bandung: Nuansa Cendikia. Sardiman. (2007). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sardiman. (2014). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sari, N dkk. (2018). Analisis Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 3, Nomor 1, Juni 2018. 50