PENGARUH CURRENT RATIO. RETURN ON ASSET. DAN ASSET STRUCTURE TERHADAP DEBT TO ASSET RATIO PADA PERUSAHAAN SEKTOR KONSUMEN PRIMER YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Laurensia Nugrahhemi Elsa Mutiara Email: laurensianemutiara@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, return on asset, dan asset structure terhadap debt to asset ratio pada perusahaan sektor konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian asosiatif dengan metode penelitian kuantitatif dan menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian adalah sebanyak 100 perusahaan. Penarikan sampel menggunakan teknik sampling purposive dengan kriteria sampel yaitu perusahaan dengan IPO dari tahun 2000 hingga 2015, tidak di-delisting, dan mempublikasikan laporan keuangan dari tahun 2016-2020. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh 29 perusahaan sebagai sampel dalam penelitian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis linear berganda, dan uji hipotesis dengan software SPSS Penelitian ini menghasilkan nilai R square sebesar 0,388 atau 38,8 persen, sisanya 61,2 persen variabel debt to asset ratio dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil uji t menunjukan bahwa current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap debt to asset ratio, return on asset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap debt to asset ratio, dan asset structure berpengaruh negatif tapi tidak signifikan terhadap debt to asset ratio. Disarankan bagi peneliti berikutnya agar dapat menggunakan atau menambah variabel independen diluar penelitian ini dan mengkaji ulang berkaitan dengan pengukuran struktur modal dalam penelitian. Kata Kunci: CR. ROA. Asset Structure. DAR PENDAHULUAN Umumnya tujuan suatu memaksimalkan laba meningkatkan nilai perusahaan yang dapat dilihat dari kemakmuran para pemegang Manajemen perusahaan bertanggung jawab untuk mencari dan mengelola sumber dana yang dimiliki perusahaan guna mencapai tujuan tersebut. Sumber dana perusahaan sendiri dapat diperoleh dari internal perusahaan maupun eksternal Sumber dana internal perusahaan dapat diperoleh misalnya dari keuntungan yang tidak dibagikan atau laba ditahan perusahaan, sedangkan sumber dana eksternal dapat diperoleh dari hutang dan penerbitan saham. Beberapa perusahaan lebih mengutamakan sumber dana internal dari pada sumber dana eksternal, dikarenakan sumber dana internal dirasa lebih aman dibanding sumber Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 dana eksternal yang berupa utang. Keputusan pendanaan atau keputusan struktur modal merupakan salah satu keputusan penting yang harus dihadapi oleh manajer dalam kaitannya dengan kelangsungan operasi perusahaan yang berhubungan dengan komposisi hutang, saham preferen, saham biasa dan laba ditahan yang harus digunakan Dalam penelitian ini struktur modal diproksikan dengan debt to asset ratio. Semakin tinggi nilai debt to asset ratio (DAR) maka jumlah aset yang dibiayai oleh hutang semakin besar dan risiko perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka panjangnya semakin tinggi. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam menentukan struktur modalnya melalui debt to asset ratio diantaranya current ratio, return on asset, dan asset structure. Current Ratio (CR) menjelaskan seberapa besar aset lancar yang dimiliki perusahaan mampu membiayai kewajiban atau utang jangka pendek perusahaan. Semakin besar rasio ini maka perusahaan dapat dikatakan semakin Semakin likuid perusahaan maka perusahaan cendrung tidak menggunakan pembiayaan dari utang, karena memiliki dana internal yang besar dari dalam Return on Asset (ROA) menggambarkan sejauh mana kontribusi aset yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Semakin tinggi ROA yang dimiliki perusahaan maka tingkat penggunaan utang untuk keperluan investasi relatif Dikarenakan dengan tingkat keuntungan yang tinggi perusaahaan mungkin mendapat tambahan pendanaan dari dana internalnya berupa laba ditahan. Asset structure merupakan perbandingan antara aset tetap dan total aset yang dimiliki perusahaan. Semakin besar aset tetap yang dimiliki perusahaan maka semakin Perusahaan dengan komposisi aset tetap yang besar memberikan kemudahan akses untuk mendapatkan sumber dana eskternal, dikarena aset tersebut dapat digunakan sebagai jaminan dalam meningkatkan aktivitas pendanaannya. KAJIAN PUSTAKA Modigliani-Miller (MM) Theory Pada teori dengan pajak ini MM menyatakan bahwa penggunaan hutang sangat menguntungkan dan mendorong perusahaan untuk menggunakan hutang terlebih dahulu dalam struktur modalnya karena pembayaran bunga hutang dapat mengurangi beban Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 pajak yang harus dibayar perusahaan sehingga terdapat penghematan pajak, dan dapat memaksimalkan nilai pasar perusahaan. Trade-off Theory Natalia . 5: . AuTrade off theory menjelaskan bahwa struktur modal perusahaan adalah hasil dari keputusan rasional yang megusahakan terjadinya keseimbangan antara biaya dan manfaat penggunaan hutang. Ay Pada teori ini bagi perusahaan yang profit tidak dianjurkan menggunakan hutang terlalu banyak dalam struktur modalnya ini berguna untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan Trade-off Theory menunjukan tingkat hutang yang ideal tercapai ketika manfaat marjinal dari pembiayaan hutang setara dengan biaya marjinalnya. Manfaat marjinal hutang termasuk pada pengurangan pajak atas beban bunga dan pengurangan biaya agensi ekuitas yang berasal aku arus kas bebas yang berlebih. Sedangkan biaya hutang termasuk tingkat bunga yang lebih tinggi dan biaya kebangkrutan. Pecking Order Theory Pecking order theory dikemukan oleh Myers dan Maljuf. Myers dalam Ratri dan Christiani . 7: . Aufilosofi pecking order theory merupakan suatu model struktur pendanaan dalam manajemen keuangan dimana struktur pendanaan suatu perusahaan mengikuti suatu hirarki dimulai dari sumber dana termurah, dana internal hingga saham sebagai sumber terakhir. " Teori pecking order memprediksi bahwa perusahaan dengan pertumbuhan tinggi, biasanya memerlukan pembiayaan yang besar, ini akan berakhir dengan rasio utang yang tinggi karena keengganan manajer perusahaan untuk menerbitkan ekuitas. Likuiditas Rasio likuiditas yaitu rasio yang memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek (Vidada. Setyaningsih, & Bahri 2020: . Kemampuan likuiditas perusahaan yang mampu memenuhi kewajibannya dengan tepat waktu dapat memberikan kesan awal sebagai perusahaan dengan keadaan keuangan yang sehat. Likuiditas memiliki dampak yang beragam pada keputusan struktur modal. Berdasarkan trade-off theory perusahaan harus memastikan memiliki likuiditas yang cukup melalui penerimaan hutang untuk memenuhi komitmen Sedangkan berdasarkan pecking order theory perusahaan dengan likuiditas Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 yang tinggi cenderung menggunakan pendanaan internal dibanding pendanaan eksternal untuk pembiayaan investasinya. Dalam penelitian ini digunakan current ratio untuk memproyeksi likuiditas dengan membagi aset lancar dengan hutang lancar. Current ratio atau yang dikenal juga dengan rasio lancar merupakan rasio yang menunjukan sejauh mana tagihan jangka pendek dari para kreditur dapat dipenuhi dengan aset yang diharapakan akan dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu dekat (Leon 2020: . Profitabilitas Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur tingkat imbalan atau perolehan . dibanding penjualan atau aktiva, mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, aktiva, maupun laba dan modal sendiri (Sujarweni, 2019: . Keuntungan yang diperoleh perusahaan baik dari penjualan maupun pendapatan investasi dapat dialokasikan menjadi laba ditahan yang kemudian digunakan sebagai dana internal perusahaan. Dalam penelitian ini profitabilitas diproksikan dengan return on asset (ROA) dengan membandingkan laba bersih dengan total aset perusahaan. Rasio imbal hasil aset . eturn on asset atau ROA) disebut juga rasio kekuatan laba . arning power rati. , menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari sumber daya . yang tersedia (Sirait, 2017:. Rasio ini memperlihatkan perbandingan laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan dengan modal yang telah diinvestasikan dalam aset perusahaan. Semakin tinggi ROA akan pengembalian atas aset maka semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang dapat dihasilkan dalam setiap rupiah yang tertanam pada total aset perusahaan. Asset Structure Apabila terjadi penurunan ataupun kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, aset tetap dapat dikonversi menjadi aset lancar, salah satunya melalui penjualan aset tetap untuk menghindarkan perusahaan dari posisi kepailitan. Struktur aktiva atau yang biasa disebut tangibilty of asset adalah penentuan seberapa besarnya jumlah alokasi untuk masing-masing komponen aktiva akan mencerminkan kemampuan atau besarnya jaminan dari aktiva yang dimiliki oleh perusahaan atas jaminan yang dilakukan (Andika & Sedana, 2019: 5. Perusahaan dengan proporsi aset tetap yang lebih besar dapat memberikan kemudahan untuk mendapatkan dana eksternal berupa hutang jangka panjang untuk kelangsungan operasional perusahaan karena agunan atau Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 jaminan yang tinggi mendukung tingkat utang yang lebih tinggi. Dalam penelitian ini asset structure diproksikan dengan aset tetap dibagi dengan total aset. Struktur Modal Menurut Zulvia dan Mutia dalam Suherman. Purnamasari, dan Mardiyati . Auumumnya para investor menyukai sumber dana yang berasal dari hutang, karena bunga atas utangnya tetap dan bunga merupakan beban yang dapat mengurangi pajak. Ay Berbanding terbalik dengan keinginan manajemen perusahaan, penggunaan dana yang berasal dari eksternal berupa hutang sangat berisiko tinggi sehingga manajemen perusahaan lebih menyukai sumber dana yang berasal dari internal perusahaan. Kebijakan mengenai struktur modal merupakan keseimbangan antara resiko dan tingkat pengembalian . enambahan hutang memperbesar resiko perusahaan sekaligus juga memperbesar tingkat pengembalian yang diharapka. (Hartoyo. Khafid, & Agustina, 2014: . Perusahaan yang mengutamakan penggunaan modal yang berasal dari sumber internal akan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar. Sebaliknya, apabila perusahaan menggunakan sumber pendanaan eksternal maka ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar sangat besar. Struktur modal dapat diukur menggunakan rasio solvabilitas atau rasio leverage. Vidada. Setyaningsih, & Bahri . 0: . menjelaskan rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan suatu rasio untuk mengukur sejauh mana utang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan, dengan rasio ini bisa menunjukan komparasi besaran penggunaan utang untuk membiayai kegiatan usaha bila dibandingkan dengan penggunaan modal sendiri. Dalam penelitian ini struktur modal diproksikan total hutang dibagi dengan total hutang atau yang disebut dengan debt to asset ratio. Debt to asset ratio juga dikenal dengan rasio hutang terhadap total aktiva. Menurut Sujarweni . 9: . mengemukakan Autotal Debt to Total Aset Ratio . asio hutang terhadap total aktiv. merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui, rasio ini menunjukan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang. Ay Dalam Sirait . 7: 134-. berpendapat bahwa debt to asset ratio dapat diketahui perbandingan sumber daya perusahaan berasal dari utang dan pemilik, semakin tinggi rasio semakin buruk, dan sebaliknya semakin rendah rasio semakin baik serta batas terendah 50% Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Pengaruh Current Ratio terhadap Debt To Asset Ratio Berdasarkan Pecking Order Theory dimana perusahaan akan lebih mengutamakan dana internal daripada dana eksternal sebagai sumber pendanaan perusahaan. Likuditas yang dalam penelitian diukur menggunakan current ratio, akan menggunakan aktiva lancarnya untuk mengurangi penggunaan hutang. Perusahaan dengan rasio likuiditas tinggi cenderung akan mengurangi atau bahkan sama sekali tidak menggunakan hutang karena memiliki jumlah dana internal yang besar, sehingga lebih memilih untuk memaksimalkan penggunaan atas dana tersebut (Dwiningrat & Mustanda, 2018: 3. Semakin likuid perusahaan maka kecendrungan perusahaan untuk menggunakan sumber pendanaan internal semakin tinggi dan penggunaan dana eksternalnya dalam aktivitas pendanaan semakin kecil serta memiliki tingkat hutang yang rendah. Sehingga semakin tinggi nilai current ratio perusahaan maka akan semakin kecil tingkat penggunaan hutang dalam membiayai aset perusahaan . ebt to asset rati. Dan sebaliknya semakin rendah nilai current ratio maka semakin tinggi tingkat penggunaan hutang dalam membiayai aset perusahaan. Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian Ratri & Christianti . dan Dwilestari . , yang menyatakan bahwa current ratio berpengaruh negatif terhadap debt to asset ratio. H1 : Current Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Debt to Asset Ratio Pengaruh Return On Asset terhadap Debt To Asset Ratio Apabila perusahaan memiliki tingkat pengembalian investasi tinggi, maka cenderung menggunakan hutang yang relatif rendah. Pada profitabilitas yang dalam penelitian diukur menggunakan return on asset, perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung menggunakan dana eksternal yang relatif kecil karena laba ditahan yang tinggi sudah memadai untuk mendanai sebagian besar aktivitas pendanaan. Sehingga semakin tinggi tingkat return on asset maka akan semakin rendah tingkat penggunaan hutang dalam membiayai aset perusahaan . ebt to asset rati. Dan sebaliknya semakin rendah tingkat return on asset maka penggunaan hutang untuk membiayai aset perusahaan semakin tinggi. Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian Alipour. Mohammadi, & Derakhshan . yang menyatakan bahwa return on asset berpengaruh negatif terhadap debt to asset ratio. H2 : Return On Asset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Debt to Asset Ratio Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Pengaruh Asset Structure terhadap Debt To Asset Ratio Insiroh . 4: . Austruktur aset dapat digunakan untuk menentukan seberapa besar hutang jangka panjang yang dapat diambil dan hal ini akan berpengaruh juga terhadap penentuan besarnya struktur modal. Ay Berdasarkan Trade-off Theory dimana dijelaskan perusahaan dalam kegiatan pendanaannya tidak mengutamakan sumber dana internal dan mempertimbangkan keuntungan dalam penggunaan hutang serta perusahaan dengan struktur aset yang tinggi mempunyai high target debt ratio. Jika nilai aset berwujud suatu perusahaan tinggi, maka aset ini dapat digunakan sebagai jaminan untuk mengurangi resiko dari kesulitan perusahaan seperti biaya tetap dari hutang dan juga aset berwujud yang tinggi dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh dana eksternal. Aset structure berpengaruh terhadap penentuan besarnya struktur modal. Sehingga semakin tinggi nilai aset structure maka semakin tinggi pula tingkat aset yang dibiayai oleh hutang . ebt to asset rati. , serta sebaliknya semakin rendah nilai aset structure maka semakin rendah pula tingkat aset yang dibiayai oleh hutang. Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian Hartoyo. Khafid, & Agustina . Chanda & Sharma . , dan Saif-Alyousfi et al. , . yang menyatakan bahwa asset structure berpengaruh positif terhadap debt to asset ratio. H3 : Asset Structure berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt to Asset Ratio Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka konseptual yang diungkapkan diatas maka dapat dibangun model penelitian sebagai berikut: Current ratio (X. Return on asset (X. Debt to Asset Ratio (Y) Asset Structure (X. Gambar 1. Model Penelitian METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan bentuk penelitian asosiatif dengan metode penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder. Data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh penulis secara tidak langsung melalui media perantara berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 baik yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan (Supriadi, 2020: . Data sekunder dalam penelitian diperoleh dari laporan keuangan tahunan . nnual repor. yang dipublikasikan pada periode 2016 sampai dengan 2020 pada perusahaan sektor konsumen primer di Bursa Efek Indonesia melalui w. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sektor Konsumen Primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 100 Perusahaan. Adapun kriteria pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor konsumen primer yang telah Initial Public Offering (IPO) dari tahun 2000 hingga tahun 2015, tidak di-delisting, mempublikasikan laporan tahunan secara berkala dari tahun 2016-2020, dan perusahaan yang bergerak sesuai bidang usahanya yaitu sektor konsumen primer. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 29 perusahaan. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif statistik, uji asumsi klasik, analisis linear berganda, uji hipotesis yaitu analisis koefisien korelasi berganda, koefisien determinasi, uji F dan uji t. PEMBAHASAN Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui seberapa besar pengaruh current ratio, return on asset, dan asset structure terhadap debt to asset ratio pada perusahaan sektor konsumen primer. Oleh karena itu, penulis perlu mengetahui dan menganalisis hasil data yang telah dikelola dengan menggunakan alat bantu berupa aplikasi software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 22 terhadap masing-masing indikator untuk variabel yang diukur dalam penelitian ini yang tertera pada Tabel 1 berikut ini: Analisis Statistik Deskriptif Dari output pada Tabel 1 dapat diketahui diketahui variabel X1 yang mewakili Current Ratio (CR) nilai minimum 0,0699, nilai maksimum 6,7720, nilai mean atau rata 1,658381, dan standar deviasi adalah 1,35677076. Variabel X2 yang mewakili Return On Asset (ROA) nilai minimum -0,4363, nilai maksimum 0,4930, nilai mean atau ratarata 0,005964, dan standar deviasi adalah 0,1019696. Variabel X3 yang mewakili Asset Structure nilai minimum 0,1289, nilai maksimum 0,9220, nilai mean atau rata-rata 0,368201, dan standar deviasi adalah 0,1604374. Kemudian Variabel Y yang mewakili Debt to Asset Ratio (DAR) nilai minimum 0,0476, nilai maksimum 1,2541, nilai mean atau rata-rata 0,528646 dan standar deviasi adalah 0,2043200. Dibawah ini disajikan Tabel 1 Hasil pengujian analisis statistik deskriptif: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Tabel 1 Hasil Pengujian Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Valid N . Minimum Maximum ,0699 6,7720 -,4363 ,4930 ,1289 ,9220 ,0476 1,2541 Mean 1,658381 ,005964 ,368201 ,528646 Std. Deviation 1,3567076 ,1019696 ,1604374 ,2043200 Sumber: Data Olahan , 2022 Uji Asumsi Klasik Tabel 2 Uji Asumsi Klasik Keterangan Uji Normalitas Nilai Kolmogorov-Smirnov Asymp. Sig . -taile. = 0,200 Konklusi: uji normalitas dengan menggunakan one sample kolmogorov-smirnov menghasilkan nilai signifikansi > 0,05 yang artinya nilai residual berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Nilai Tolerance X1= 0,928. X2= 0,921. X3= 0,958 Nilai VIF X1= 1,077. X2= 1,086. X3= 1,044Konklusi: nilai tolerance yang dihasilkan lebih > 0,1 dan nilai VIF yang dihasilkan lebih kecil dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala Uji Heterokedastisitas X1= 0,104. X2= 0,788. X3= 0,215 Konklusi: tidak terdapat masalah heterokedastisitas, karena nilai signifikan ketiga variabel > 0,05. Uji Autokorelasi 4-dU < DW < 4-dL = 2,2290 < 2,298 <2,3134 Konklusi: hasil perhitungan autokorelasi menunjukkan bahwa hasil 4-dU < DW < 4-dL, maka tidak ada keputusan yang pasti Uji Run Nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,113 lebih besar dari 0,05 . ,113 > 0,. Konklusi: maka pada model regresi dinyatakan tidak terdapat gejala atau masalah autokorelasi. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Hasil 0,200 Tidak terjadi Tidak terjadi Tidak terjadi Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan Tabel 3, dapat diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai Y = 0,670 Ae 0,082 X1 Ae 0,443 X2 Ae 0,008 X3 Model regresi linear ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Koefisien regresi ini menunjukan bahwa jika tidak ada variabel current ratio, return on asset, dan asset structure maka debt to asset ratio bernilai 0,670. Koefisien regresi current ratio (X. bernilai negatif yaitu -0,082 menunjukan bahwa setiap peningkatan current ratio sebesar 1 satuan, maka debt to asset ratio akan mengalami penurunan sebesar 0,082 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Koefisien regresi return on asset (X. bernilai negatif yaitu -0,443 menunjukan bahwa setiap penambahan return on asset sebesar 1 satuan, maka debt to asset ratio akan mengalami penurunan sebesar 0,443 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Koefisien regresi asset structure (X. bernilai negatif yaitu -0,008 menunjukan bahwa setiap penambahan asset structure sebesar 1 satuan maka debt to asset ratio akan mengalami penurunan sebesar 0,008 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Tabel 3 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error ,670 ,039 -,082 ,010 -,443 ,136 -,008 ,085 Coefficientsa Standardized Coefficients Beta -,542 -,221 -,006 Collinearity Statistics Sig. Tolerance 16,967 ,000 -8,015 ,000 ,928 -3,250 ,001 ,921 -,097 ,923 ,958 VIF 1,077 1,086 1,044 Dependent Variable: Y Sumber: Data Olahan, 2022 Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Uji Hipotesis Tabel 4 Uji Hipotesis Keterangan Koefisien Korelasi R = 0,633 Konklusi: dapat korelasi yang cukup kuat antara current ratio, return on asset, dan asset structure dengan nilai perusahaan. Koefisien Determinasi Adjusted R Square = 0,388 Konklusi: kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen Debt to Asset Ratio sebesar 0,388 atau 38,8 persen dan sisanya 61,2 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar 3 variabel independen atau bebas yang dimasukan dalam model regresi. Uji F Fhitung = 31,377 Ftabel = 2,669 Sig. = 0,000 Konklusi: hasil Fhitung menghasilkan Fhitung> Ftabel dan nilai signifikansi < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa model penelitian ini layak untuk digunakan. Uji t Thitung : X1 = -8,015. X2 = -3,250. X3 = -0,097 Sig : X1 = 0,000. X2 = 0,001. X3 = 0,923 Ttabel = 1,65543 Konklusi: Terdapat pengaruh negatif dan signifikan variabel current ratio, dan return on asset terhadap debt to asset ratio Terdapat pengaruh negatif tapi tidak signifikan variabel asset structure terhadap debt to asset ratio Hasil 0,633 0,388 31,377 . 0,000 -8,015 -3,250 -0,097 PENUTUP Variabel current ratio dan return on asset memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap debt to asset ratio. Sedangkan variabel asset structure memiliki pengaruh negatif tapi tidak signifikan terhadap debt to asset ratio pada perusahaan sektor konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saran untul penelitian yang akan mengambil topik penulisan yang sama sebaiknya menambah jumlah variabel independen dalam penulisannya dan penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih dalam lagi berkaitan dengan pengukuran struktur modal perusahaan dengan menggunakan variabel dependen lain seperti debt to equity ratio, long-term debt to total asset ratio, dan long-term debt to equity ratio. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 DAFTAR PUSTAKA