KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2024 | Hal. 34 Ae 42 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index Community Service through Increasing Interest in Learning to Recite the Qur'an at RA Mubarokah Khairunnisa Ulfadhilah. Salsabila Dwi Nurkhafifah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon. Universitas Teknologi Yogyakarta khairunnisaulfadhilah51045@gmail. com, chasalsabila12@gmail. DOI : 1055656/kjpkm. Submitted: . 4-12-. | Revised: . 5-02-. | Approved: . 5-04-. Abstract This research aims to explore community service carried out through increasing interest in learning to recite the Qur'an at RA Mubarokah, using a qualitative narrative research method. This method was chosen to explore the experiences, perspectives, and impacts of these service activities on children and the surrounding community. The research took place by collecting data through in-depth interviews with teachers, parents, and students, as well as direct observation in the RA Mubarokah environment. The results of the study show that the approach used in teaching reciting the Qur'an not only improves the ability to read and understand the Qur'an, but also shapes the character and morals of children. In addition, this activity succeeded in creating a sense of togetherness and increasing parental participation in children's education. The narrative resulting from the interviews highlights the hopes and desires of parents to see their children grow up with strong religious values. In addition, the challenges faced, such as lack of facilities and community participation, were also identified as factors affecting the effectiveness of the program. This research is expected to provide insights and recommendations for the development of other community service programs, by emphasizing the importance of collaboration between educational institutions, parents, and the community in building a generation with good morals and love for the Qur'an. Keywords: Community Service. Interest in Learning to Recite the Qur'an. Early Childhood Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui peningkatan minat belajar mengaji Al-Qur'an di RA Mubarokah, menggunakan metode penelitian naratif kualitatif. Metode ini dipilih untuk menggali pengalaman, perspektif, dan dampak dari kegiatan pengabdian tersebut terhadap anak-anak serta masyarakat sekitar. Penelitian berlangsung dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan guru, orang tua, dan peserta didik, serta observasi langsung di lingkungan RA Mubarokah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pengajaran mengaji Al-Qur'an tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga membentuk karakter dan moral anak-anak. Selain itu, kegiatan ini berhasil menciptakan rasa kebersamaan dan meningkatkan partisipasi orang tua dalam pendidikan anak. Narasi yang dihasilkan dari wawancara menyoroti harapan dan keinginan orang tua untuk melihat anakanak mereka tumbuh dengan nilai-nilai agama yang kuat. Selain itu, tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya fasilitas dan peran serta masyarakat, juga diidentifikasi sebagai faktor yang mempengaruhi efektivitas program. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2024 | Hal. 34 Ae 42 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index rekomendasi bagi pengembangan program pengabdian masyarakat lainnya, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam membangun generasi yang berakhlak baik dan cinta Al-Qur'an. Kata kunci: Pengabdian Masyarakat. Minat Belajar Mengaji Al-QurAoan. Anak Usia Dini Pendahuluan Pentingnya pengabdian masyarakat dalam konteks peningkatan minat belajar mengaji Al-Qur'an di sekolah, pendidikan dini memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak, sehingga pengenalan nilai-nilai agama sejak usia dini sangat krusial (Zahroh et al. , 2. Di era globalisasi yang semakin maju, tantangan dalam mempertahankan jati diri dan moralitas anak-anak semakin besar, terutama dalam lingkungan yang rentan terhadap pengaruh negatif (Astuti & Watini. Oleh karena itu, upaya untuk mengintegrasikan pendidikan agama, khususnya melalui pengajaran Al-Qur'an, menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak (Arif et al. Melalui pengabdian masyarakat, lembaga pendidikan seperti PAUD diharapkan dapat menggalang kerjasama antara pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam belajar Al-Qur'an (Khoirurrizki & Bustam, 2. Program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada metode mengajar yang menyenangkan dan interaktif, tetapi juga melibatkan orang tua membimbing anak-anak mereka (Latifah et al. , 2. Dengan demikian, diharapkan minat belajar mengaji AlQur'an dapat ditingkatkan, seiring dengan pembentukan fondasi iman yang kuat dalam diri anak-anak (Rosyanafi, 2. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan agama, agar anakanak dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai spiritual dan moral yang baik (Anshoriyah & Watini, 2. Dengan merangkul semua elemen masyarakat, pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan karakter anak dan penguatan komunitas berbasis agama (Firadhani et al. , 2. Upaya mengembangkan minat belajar mengaji Al-Qur'an di kalangan anak-anak, peran guru menjadi sangat penting. Sebagai pendidik, guru bukan hanya bertanggung jawab dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu membangkitkan rasa cinta dan minat siswa terhadap ajaran agama, khususnya Al-Qur'an (Hefniy & Harmonis, 2. Strategi yang dapat diterapkan oleh guru meliputi pemanfaatan metode pengajaran yang inovatif dan menyenangkan, seperti penggunaan multimedia, lagu-lagu religius, dan permainan interaktif, yang dapat membuat proses belajar mengaji menjadi lebih menarik (Triana et al. , 2. Selain itu, guru perlu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan akrab, di mana anak-anak merasa aman untuk bertanya dan bereksplorasi tentang Al-Qur'an tanpa rasa takut (Khanati et al. , 2. Fasilitasi kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan Al-Qur'an, seperti lomba tafiz atau pekan membaca Al-Qur'an, juga dapat melibatkan anak-anak secara lebih aktif (Syafii. Peran serta orang tua sangat penting dalam hal ini. guru dapat mengadakan pertemuan rutin untuk berdiskusi mengenai perkembangan anak dan memberikan dukungan dalam pembelajaran di rumah (Saputri et al. , 2. Dengan interaksi yang KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2024 | Hal. 34 Ae 42 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index harmonis antara guru, orang tua, dan siswa, diharapkan anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar mengaji Al-Qur'an dan memahami isi serta makna yang terkandung di dalamnya (Ashari et al. , 2. Melalui pendekatan yang holistik ini, minat belajar mengaji tidak hanya dapat ditingkatkan, tetapi juga membangun karakter anak yang berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an (Musi, 2. Pengalaman positif dalam belajar mengaji diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik yang akan terus terbawa hingga dewasa, sehingga mereka dapat kedalaman spiritual kuat (Maksuroh & Agustin. Kolaborasi secara efektif untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran (Jufri et al. , 2. Orang tua berperan sebagai pendukung utama, di mana mereka perlu memberikan contoh positif dengan rutin mengaji di rumah, serta menyediakan waktu untuk mendengarkan dan membantu anak-anak mereka saat belajar (Auliani et al. , 2. Dengan menerapkan pendekatan yang penuh kasih dan sabar, orang tua dapat membantu anak merasakan keindahan serta kedamaian yang terkandung dalam Al-Qur'an, sehingga timbul minat untuk mengkaji lebih dalam (Ginting et al. , 2. Sementara itu, di sekolah, guru sebagai pendidik profesional harus mampu menyajikan materi pembelajaran dengan cara yang kreatif dan menarik, memanfaatkan berbagai metode pengajaran yang dapat meningkatkan daya tarik belajar, seperti penggunaan media audio-visual, permainan edukatif, dan diskusi kelompok (Simangunsong et al. , 2. Guru juga perlu memberikan penguatan positif kepada siswa, sehingga mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk lebih aktif dalam belajar (Syahida et al. , 2. Stimulasi ini tidak hanya sebatas pada aktivitas belajar di kelas, tetapi juga meliputi pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan Al-Qur'an, seperti pengajian, lomba hafalan, atau seminar tentang nilai-nilai Al-Qur'an (Itsnaeni et , 2. Dengan dukungan dan bimbingan yang sinergis antara orang tua dan guru, diharapkan anak-anak dapat mengembangkan minat yang tinggi dalam belajar AlQur'an, sehingga pembelajaran ini tidak hanya menjadi kewajiban semata, tetapi juga sebuah proses yang menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran mengaji Al-Qur'an bisa menjadi fondasi yang kokoh bagi perkembangan karakter dan spiritual anak-anak di masa depan Metode Penelitian kualitatif deskriptif diterapkan dalam pengabdian masyarakat untuk meningkatkan minat belajar mengaji Al-Qur'an di RA Mubarokah, dengan tujuan memahami dan mendeskripsikan dinamika serta faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar anak-anak. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan lapangan, di mana peneliti berinteraksi secara langsung dengan siswa, orang tua, dan guru dalam konteks pembelajaran mengaji. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk menggali pemahaman, motivasi, serta kendala yang dihadapi oleh para pihak terkait dalam proses pembelajaran. Wawancara mendalam dilakukan kepada orang tua dan guru untuk mengeksplorasi pandangan mereka mengenai pentingnya mengaji dan strategi yang telah diterapkan. Observasi partisipatif dilakukan di dalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung, guna mencatat interaksi yang terjadi serta metode KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2024 | Hal. 34 Ae 42 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index yang digunakan dalam mengaji. Selain itu. FGD dilaksanakan dengan melibatkan siswa untuk mendapatkan insight tentang pengalaman mereka saat belajar mengaji dan faktor apa saja yang membuat aktivitas tersebut menarik atau membosankan bagi mereka. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk menangkap pola-pola dan tema yang muncul dari data yang diperoleh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam peningkatan minat belajar mengaji Al-Qur'an di RA Mubarokah, serta merekomendasikan langkah-langkah strategis yang dapat diambil oleh lembaga pendidikan dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang positif bagi pembelajaran Al-Qur'an. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif ini, penelitian tidak hanya berfokus pada angka dan statistik, tetapi lebih kepada penggambaran situasi yang kompleks, sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih kaya dan mendalam tentang subjektivitas dan pengalaman individu dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an. Hasil dan Pembahasan Peningkatan minat belajar mengaji di sekolah merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang penting dalam upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan karakter siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk meningkatkan minat belajar mengaji dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Melalui pelaksanaan kegiatan pengajaran yang interaktif dan menyenangkan, siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar Al-Qur'an. Selain itu, keterlibatan orang tua dan komunitas dalam mendukung kegiatan ini juga berperan besar dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Program ini melibatkan pelatihan bagi guru dan pengajar mengaji, penyediaan bahan ajar yang menarik, serta pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler yang menumbuhkan rasa antusiasme anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar mengaji meningkat, ditandai dengan meningkatnya frekuensi kehadiran dan partisipasi aktif siswa dalam kelas. Keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari segi akademik, tetapi juga dalam perkembangan karakter siswa yang lebih peka terhadap nilai-nilai dan norma agama. Dengan demikian, pengabdian masyarakat melalui peningkatan minat belajar mengaji di sekolah berkontribusi terhadap pembentukan generasi yang lebih bertanggung jawab dan berakhlak mulia. Penelitian ini mengkaji peran masyarakat dalam mengembangkan minat belajar mengaji di lingkungan sekitar rumah, yang merupakan upaya penting dalam memperkuat pendidikan agama bagi generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat, termasuk orang tua, tokoh agama, dan organisasi setempat, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan minat anak-anak untuk belajar mengaji. Berbagai metode yang diterapkan, seperti penyelenggaraan kelas mengaji di masjid dan rumah-rumah warga, telah terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang akrab dan mendukung. Selain itu, pelaksanaan program rutin seperti tadarus dan lomba mengaji berhasil menarik perhatian anak-anak, membuat mereka lebih bersemangat untuk mengikuti kegiatan belajar. Faktor lingkungan juga berperan, di mana dukungan moral dan saran positif dari orang tua dan tetangga dapat memotivasi anak untuk lebih rajin belajar. KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2024 | Hal. 34 Ae 42 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index Penelitian ini menemukan bahwa kehadiran pesantren atau tempat belajar mengaji di dekat rumah memberikan alternatif yang positif, sehingga anak-anak tidak hanya dapat mengakses pendidikan agama tetapi juga membangun kebersamaan di antara mereka. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai motivator yang terus mendorong anak-anak untuk mencintai Al-Qur'an. Selain hasil belajar yang meningkat, dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terbentuknya generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat, serta nilai-nilai moral yang baik dalam kehidupannya sehari-hari. Kontribusi masyarakat dalam mengembangkan minat belajar mengaji ini menunjukkan pentingnya kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun karakter dan kepribadian anak-anak di lingkungan sekitar, sekaligus menjaga tradisi ajaran Islam agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti bahwa dengan upaya yang bersinergi dari semua elemen masyarakat, pendidikan agama dapat lebih efektif dan berkelanjutan. Fokus pada cara stimulasi yang tepat untuk mendukung proses belajar mengaji pada anak-anak, yang penting dalam membentuk pemahaman dan keterampilan membaca Al-Qur'an (Zahroh et al. , 2. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan sosial dan emosional yang efektif dapat meningkatkan minat dan motivasi anak dalam belajar (Astuti & Watini, 2. Salah satu metode yang telah terbukti berhasil adalah penggunaan permainan edukatif yang mengintegrasikan unsur-unsur belajar mengaji, seperti menggunakan kartu huruf hijaiyah untuk mengenalkan bacaan dasar. (Arif et , 2. Selain itu, penerapan metode bercerita yang menarik dapat membantu anak memahami konteks dan makna dari ayat-ayat yang mereka baca, sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan (Khoirurrizki & Bustam, 2. Penelitian juga menemukan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif, yang melibatkan dukungan dari orang tua dan pengajar, sangat berperan dalam menciptakan rasa percaya diri anak dalam membaca. Kegiatan seperti tadarus yang diadakan dalam kelompok, memungkinkan anak-anak belajar bersamaan dan saling mendukung, menciptakan suasana kompetitif yang sehat dan penuh semangat. Penggunaan teknologi, seperti aplikasi belajar mengaji yang interaktif dan mudah diakses, juga menjadi salah satu cara stimulasi yang efektif, di mana anak dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan visual yang menarik (Latifah et al. , 2. Selain itu, penekanan pada penghargaan untuk setiap pencapaian, baik besar maupun kecil, dapat memotivasi anak untuk terus berusaha dan berlatih. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi metode mentransformasi belajar yang menyenangkan, lingkungan yang mendukung, serta penggunaan teknologi yang tepat dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mengaji anak (Rosyanafi, 2. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan anak-anak tidak hanya mampu membaca AlQur'an dengan baik, tetapi juga menumbuhkan cinta terhadap ajaran Islam yang akan menuntun mereka dalam kehidupan sehari-hari (Anshoriyah & Watini, 2. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan iklim belajar yang mendukung bagi perkembangan spiritual dan intelektual anak. Simpulan KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2024 | Hal. 34 Ae 42 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index Pengabdian masyarakat melalui peningkatan minat belajar Al-Qur'an di RA Mubarokah telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam membangun fondasi spiritual dan pendidikan yang kokoh bagi anak-anak. Program-program yang dirancang dengan cermat, seperti kelas tambahan, pembelajaran interaktif, serta kegiatan seni dan budaya, berhasil menarik perhatian dan minat para siswa untuk lebih mendalami ajaran Al-Qur'an. Selain itu, keterlibatan orang tua dan masyarakat sekitar memperkuat dukungan terhadap kegiatan ini, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Dengan penyampaian materi yang inovatif serta pengajaran yang penuh kasih sayang, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an tetapi juga memahami nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami teks suci, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak yang baik. Dengan demikian, pengabdian ini bukan hanya sekadar program pendidikan, melainkan juga investasi jangka panjang bagi generasi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan zaman. Keberhasilan ini menjadi cerminan komitmen RA Mubarokah dalam menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam, yang diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif di masa depan. Daftar Pustaka