Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA LAYANAN JALAN TOL BAKAUHENI-TERBANGGI BESAR (BAKTER) 1,2,3 Jamaludin1*. Dewanti2. Sigit Priyanto3 Magister Sistem dan Teknik Transportasi. Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada E-mail korespondensi: jamaludin2020@mail. Abstract The Bakter Toll Road, which is managed by PT. Hutama Karya is a freeway that connects traffic movements between cities and provinces. The Bakter Toll Road has been operating for more than 3 years. However, so far no research has been conducted on whether the Bakter toll road has met the expectations of its users. Based on this, it is necessary to conduct a study on the analysis of road service satisfaction related to the services it provides. The data used are in the form of questionnaire data, observations of available toll road facilities, and data from related agencies. Sampling for the questionnaire used purposive sampling to 306 respondents online and offline. Based on the results of the analysis using the factor analysis method regarding the factors that influence the service performance of the Bakauheni-Terbanggi Besar toll road, it is known that there are 3 influencing factors, namely the facility factor 9. 68%), service factor 71 . 32%) ) and a traffic flow performance factor of 1. 43%). Keywords: Bakauheni-Terbanggi Besar Toll Road. Factor Analysis. Service Performance Abstrak Jalan Tol Bakter dikelola oleh PT. Hutama Karya adalah jalan bebas hambatan yang menghubungkan pergerakan lalu lintas antar kota dan provinsi. Jalan Tol Bakter saat ini sudah beroperasi lebih dari 3 tahun. Namun selama ini, belum pernah dilakukan penelitian, apakah jalan Tol Bakter telah memenuhi harapan penggunanya. Berdasarkan hal itu perlu dilakukan sebuah penelitian mengenai analisis kepuasan layanan jalan terkait dengan layanan yang disediakannya. Data yang digunakan berupa data kuesioner, observasi terhadap fasilitas jalan tol yang tersedia, dan data dari instansi terkait. Pengambilan sampel untuk kuesioner menggunakan purposive sampling kepada 306 responden secara online dan offline. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode analisis faktor mengenai faktor yang mempengaruhi kinerja layanan jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar diketahui bahwa terdapat 3 faktor yang berpengaruh, yaitu faktor fasilitas 9,83 . ,68%), faktor pelayanan 2,71 . ,32%) dan faktor performa arus lalu lintas 1,42 . ,43%). Kata Kunci: Jalan Tol Bakter (Bakauheni-Terbanggi Besa. Analisis faktor. Kinerja Layanan PENDAHULUAN Transportasi berperan penting untuk mendukung fungsi dari wilayah serta transportasi ini juga dapat menjadi media dalam pengembangan barang dan jasa secara internal dan eksternal. Transportasi juga dapat dijadikan tolak ukur untuk pertumbuhan ekonomi dan perkembangan suatu wilayah yang saling Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedang mengembangkan infrastruktur jalan tol di Pulau Sumatra, yaitu Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) untuk dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk transportasi. Untuk meningkatkan pelayanan umum dalam pendistribusian barang dan jasa yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Pulau Sumatra menjadi alasan dibangunnya jalan tol JTTS. Tol Trans Sumatera menghubungkan beberapa kota di Pulau Sumatera dari Lampung hingga Aceh. Menurut Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas . ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang teletak di provinsi Lampung merupakan salah satu ruas jalan tol terpanjang dengan panjang jalan 140. 938 km. Dalam Peraturan Presiden No. 58 Tahun 2017 jalan tol ini diresmikan pada tanggal 9 Maret 2019. Panjang jalan tol dari Pelabuhan Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan hingga Terbanggi Besar di Kabupaten Lampung Tengah. Jalan Tol Bakter mempunyai beberapa permasalahan yang dihadapi diantara nya mulai dari jalan tol yang sepi, jalan berlubang, dan kondisi penerangan yang minim di sepanjang jalan tol. Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 operator untuk mengevaluasi tingkat kinerja layanan jalan tol yang sudah di berikan. Terdapat beberapa hal yang di keluhkan pengguna jalan tol seperti kurang lengkapnya fasilitas rest area, masih terjadinya tindak kejahatan dan masih kurang maksimal nya respon untuk panggilan darurat. Dari berbagai kondisi tersebut maka perlu adanya pembahasan terkait tingkat kepuasan para pengguna tol sebagai implementasi dari standar pelayanan minimum jalan tol. Sudah 3 tahun terakhir jalan Tol Bakter telah beroperasi namun belum ada penelitian terkait faktor yang mempengaruhi kinerja layanan yg telah disediakan jalan Tol Bakter untuk dapat memenuhi kepuasan penggunanya. Oleh karena itu, analisis ini dirasa perlu untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pelayanan jalan Tol Bakter. TINJAUAN PUSTAKA Layanan Jalan Tol Dicky . menyatakan jalan tol yang dikatakan baik adalah pengguna merasa nyaman ketika melintasi dan dari segi pelayanan pengguna merasa puas. Jalan tol harus dirancang untuk memberikan pelayanan yang effisien kepa pengguna jalan tol. Rendahnya kepuasan pengguna disebabkan rendahnya kinerja jalan tol, karena pengguna masih menganggap jalan tol tidak ada bedanya dengan jalan umum. Kesimpulan dari pembuatan tol disarankan menggunakan perspektif pengguna jalan tol agar dapat berkesinambungan untuk penggunaan jalan tol tersebut. Iwaarden et al . menyatakan untuk memenuhi kepuasan pelanggan bagaimana pelanggan merasa terpuaskan dengan pelayanan yang di berikan. Bagaimana penyedia layanan dapat melakukan nya adalah penyedia harus memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan tidak boleh mngecewakan pelanggan. Faktor-faktor pengaruh kepuasan Pelanggan Menurut Lupiyoadi . berpendapat bahwa terdapat 5 . faktor yang harus dilakukan untuk kepuasan pelanggan adalah : Produk yang berkualitas Produk yang berkualitas merupakan keinginan pelanggan. Pelayanan yang baik Pelayanan yang baik merupakan salah satu keinginan pelanggan. Emosional Pelanggan mencapai kepuasan yang tinggi karena pelanggan cukup bangga dan yakin bahwa orang lain terkejut ketika pelanggan menggunakan produk tersebut, kepuasan tidak didasarkan pada kualitas produk tetapi pada nilai sosial yang dikandungnya. Harga Harga merupakan faktor penting dalam mencapai kepuasan pelanggan, produk dengan kualitas yang sama tetapi harga yang lebih rendah adalah yang diinginkan pelanggan. Biaya Pelanggan senang ketika mereka mengeluarkan biaya tambahan dan tidak perlu membuang lebih banyak waktu untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan. Statistik Deskriptif Menurut Walpole . , statistik deskriptif adalah ilmu yang mempelajari statistika dengan cara mengumpulkan, merangkai, dan menyajikan data dalam penelitian. Statistik deskriptif menjelaskan, menggambarkan atau menginformasikan dalam suatu penelitian tentang kondisi atau fenomena, tidak hanya mempertimbangkan gambaran umum dari data yang diperoleh. Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa, statistika deskriptif adalah suatu metode yang mengacu pada pengumpulan dan penyajian data penelitian untuk memberikan informasi yang bermanfaat. Tujuan statistik deskriptif Au Ay Au Ay Au Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 adalah untuk menggambarkan atau memberikan gambaran tentang subjek yang diteliti dengan menggunakan sampel atau populasi. Analisis Faktor Menurut Usman dan Sobari . , analisis faktor membantu mereduksi data variabel melalu analisis Metode pelaksanaannya adalah mengumpulkan variabel-variabel yang terkait menjadi beberapa faktor umum, dimana satu faktor bersifat independen atau tidak berkorelasi dengan faktor Menurut Malhotra . , analisis faktor digunakan untuk mereduksi data dalam ringkasan Faktor ini memiliki variabel baru yang merupakan variabel yang tidak teramati atau tidak Sedangkan variabel X merupakan variabel yang dapat diukur atau diamati, oleh karena itu sering disebut sebagai variabel yang dapat diamati ata terukur. Tujuan analisis faktor adalah untuk mengurangi jumlah variabel dengan mengelompokkannya. Analisis faktor dikelompokkan berdasarkan nilai korelasi, korelasi dengan nilai yang tinggi dapat membentuk suatu faktor tertentu, sedangkan faktor lain memiliki nilai korelasi yang rendah. Dalam analisis n variabel yang diamati ini, beberapa variabel yang berkorelasi memiliki nilai p faktor yang sama dan juga dapat dikorelasikan dengan m faktor, yaitu faktor unik yang dapat di ekstraksi untuk setiap variabel. Tabel 1 Atribut-atribut yang digunakan Atribut-atribut Sumber Atribut Kesesuaian waktu tempuh perjalanan Peneliti Performa arus lalu lintas aman dan lancar Kelancaran arus keluar masuk gerbang Tol Peneliti Penyelesaian keluhan yang terjadi dan masalah pelanggan secara cepat satriotomo Kecepatan respon yang baik atas panggilan darurat yang dibutuhkan . Petugas yang berjaga di gardu tol memberikan layanan transaksi yang satriotomo Layanan derek resmi yang selalu dapat diandalkan . Kondisi jalan aman dari kejahatan Peneliti Kondisi rest area yang sangat nyaman dan aman Peneliti 10 Merasa aman ketika mendapat pelayanan dari petugas jalan tol 11 Hotline yang dapat memberikan informasi dan dapat di andalkan . 12 Petugas yang ramah dan sopan di lingkungan tol 13 Dalam volume lalu lintas yang besar jumlah gardu yang dibuka telah satriotomo 14 Penampilan petugas terlihat rapi dan sopan 15 Kesesuaian tarif dengan fasilitas yang ada Peneliti 16 Rest area dengan jumlah yang cukup dan lokasi yang strategis . 17 Rest area dengan fasilitas yang lengkap . Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 Jalan tol kondisi geometri yang nyaman dan aman saat dilintasi . Permukaan jalan tol dengan kualitas baik,rata,dan tidak licin saat satriotomo Penerangan lampu pada jalan tol membuat nyaman pada saat digunakan satriotomo Fasilitas jalan tol yang sudah modern . ambu-rambu, gardu, dl. Rambu petunjuk,perintah, dan larangan cukup membantu di perjalanan satriotomo METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Tol Bakter sepanjang 140,938 kilometer. Dalam pengumpulan data, sumber data adalah data sekunder dan data primer. Data primer berupa informasi yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya, biasanya berupa observasi penelitian terhadap objek,fungsi dan hasil pengujian. Data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh melalui perantara, data berupa bukti,catatan dan laporan. Dengan jumlah populasi sebesar 17. 606 kendaraan dan tingkat kesalahan pengambilan sampel . sebesar 10%, berdasarkan data tersebut dengan menggunakan rumus sugiyono . didapatkan jumlah pembulatan sampel total sebanyak 270 Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari pengguna jalan Tol Bakter. Data berupa kuesioner yang disebar secara acak melalui google form dan kuesioner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saj yang mempengaruhi kinerja pelayanan Jalan Tol Bakter. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil dan Karakteristik Pengguna Jalan Tol Penyebaran kuesioner dilakukan dari tanggal 20 September Ae 15 Oktober 2022 kepada masyarakat. Penyebaran yang di lakukan dengan dua metode pengumpulan adalah dengan cara offline dan online. Untuk online dengan bantuan google form dan untuk offline dengan cara membagikan angket kuesioner serta di pandu oleh surveyor. Dari penyebaran tersebut didapatkan jumlah sebanyak 312 Responden terdiri dari masyrakat Lampung dan bukan masyarakat Lampung, baik pengguna kendaraan golongan I sampai golongan V. Setiap data yang telah dikumpulkan disaring untuk melihat responden yang tidak lengkap mengisi dan tidak sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penyaringan tersebut menunjukan terdapat 6 responden yang tidak sesuai dengan kriteria dan tidak lengkap dalam mengisi kuesioner, sehingga sebanyak 306 data sampel yang digunakan untuk analisis pada penelitian ini. Karakteristik pengguna jalan tol dari 306 responden disajikan pada gambar Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 Pendapatan Responden 4,6% Ou Rp. 16,0% Rp. 000 Ae Rp. 49,7% 29,7% Usia 1,3% 9,2% 13,7% 18,0% 57,8% Rp. 000 Ae Rp. 0 - Rp. Riwayat Pendidikan 0,3% 5,6% 52,3% Golongan Kendaraan 4,6% 6,5% 28,1% SMP 7,2% DIPLOMA 0,7% 1,3% 16,0% Gol I Gol II SMA Gol i 77,5% SARJANA Gol IV Gol V MAGISTER Masa remaja -25 Masa dewasa -35 Masa dewasa -45 Masa lansia awal . -55 tahu. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 Tujuan Perjalanan Frekuensi Perjalanan 32,4% Sering . -3 hari sekali atau lebi. 24,5% 11,1% Lampung 24,8% 64,1% 43,1% Sedang . -7 hari Pulau Jawa Lain nya Jarang (Lebih dari 1 minggu Gambar 1 Profil dan Karakteristik Pengguna jalan Tol Bakter Berdasarkan gambar diatas dapat disimpulkan bahwa: 1 Berdasarkan data penelitian jumlah pendapatan dengan frekuensi terbesar yang dipilih oleh responden yaitu yang berpenghasilan Ou Rp. 000 dengan persentase sebesar 49,7%, sedangkan frekuensi terendah yang di pilih oleh responden yaitu 0 - Rp. 000 dengan persentase sebesar 4,6%. 2 Dari total 306 responden, range usia 26-35 tahun ( Dewasa awa. menjadi kelompok usia yang memiliki frekuensi terbanyak yaitu 57,8% dan usia 56-65 tahun . asa lansia akhi. yaitu 1,3%. 3 Berdasarkan data penelitian, riwayat pendidikan yang frekuensi nya terbesar yaitu tingkat pendidikan Sarjana sebesar 52,3% dari total responden, sedangkan yang terendah yaitu tingkat pendidikan Sekolah Dasar sebesar 0,3%. 4 Berdasarkan penelitian ini golongan kendaraan di bagi menjadi 5 kelompok yaitu Golongan I. Golongan II. Golongan i. Golongan IV. Golongan V, jumlah terbanyak golongan kendaraan yang melewati jalan Tol Lampung adalah Golongan I sebesar 77,5%, dan yang terendah adalah Golongan 5 yaitu sebesar 0,7%. 5 Berdasarkan tabel di bawah ini bahwa responden yang menggunakan jalan Tol Lampung didominasi oleh pengguna frekuensi sedang . -7 har. sekali sebesar 132 responden dan yang paling rendah adalah frekuensi perjalanan sering . -3 hari sekal. sebesar 75 responden. 6 Berdasarkan tujuan perjalanan pengguna jalan Tol Bakter di dominasi oleh tujuan antar provinsi di Lampung sebesar 196 responden dan yang paling rendah tujuan perjalanan lain nya . e arah Provinsi Palembang sampai Provinsi Ace. Analisis Faktor 1 Matriks korelasi Tabel 2 Nilai BartlettAos Test of Spehericity dan Keiser Meyer Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO-MSA) Kaiser Meyer Olkin Measure of Sampling Adequacy. 0,937 Bartlett'sTestof Sphericity Approx. Chi-Square 4397,039 Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 Sig. 0,000 Berdasarkan Tabel 2 dapat disimpulkan Nilai (KMO-MSA) sebagai berikut : BartlettAos Test of Sphericity Hasil pengolahan data SPSS 25 menunjukkan bahwa nilai BarlettAos test of sphericity adalah 4397,039 dan signifikansinya adalah 0. Disimpulkan bahwa nilai signifikansi BarlettAos test of sphericity (P-Valu. adalah O 0,05. Hal ini menunjukkan adanya 22 variabel yang mempengaruhi evaluasi kinerja layanan dari sudut pandang pengguna. Kaiser Meyer Olkin (KMO) Berdasarkan hasil pengolahan data yang ditunjukkan pada tabel terlihat bahwa nilai sampling adequacy pengukuran kaiser meyer olkin (KMO-MSA) sebesar 0,937 yang berarti nilai KMOMSA > 0,1 sehingga analisis yang tepat dan ada kedekatan antara variabel populasi Measure Of Sampling Adequacy (MSA) Nilai pengukuran kecukupan sampling (MSA) adalah dalam mengukur kecukupan sampel untuk setiap variabel individu. Untuk lebih jelasnya, hasil nilai MSA ditunjukkan pada Tabel Tabel 3 Nilai Measure Of Sampling Adequacy (MSA) Nilai Item Variabel (MSA) X1. 0,892 X1. 0,924 X1. 0,932 X1. 0,952 X2. 0,934 X2. 0,968 X3. 0,945 X3. 0,955 X3. 0,948 X3. 0,959 X3. 0,943 X4. 0,947 X4. 0,968 X4. 0,953 X4. 0,948 X4. 0,92 X4. 0,907 X4. 0,918 X4. 0,918 X4. 0,92 X5. 0,932 X5. 0,925 Au Tabel 3 menunjukkan nilai (MSA) tidak ada variabel dengan nilai MSA>0,5 yang berarti semua variabel dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 2 Ekstraksi faktor Tujuan dari ekstraksi faktor yaitu faktor yang terbentuk dari beberapa faktor dan dikelompokkan menjadi satu faktor atau lebih. Dalam menentukan jumlah component dapat dilihat dari nilai eigenvalues dari setiap variabel. Nilai Eigen adalah nilai yang mewakili varian total yang dijelaskan untuk setiap faktor. Parameter yang diperiksa ditunjukkan pada Tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4 Total variance explained Compone Initial Eigenvalues Total 9,830 2,710 1,415 0,917 0,702 0,650 0,606 0,572 0,508 0,485 0,475 0,433 0,371 0,355 0,314 0,300 0,273 0,257 0,239 0,218 0,195 0,174 % of Varianc 44,682 12,319 6,433 4,168 3,192 2,952 2,753 2,599 2,310 2,207 2,158 1,970 1,686 1,614 1,426 1,362 1,242 1,169 1,088 0,991 0,885 0,792 Cumulativ 44,682 57,001 63,434 67,603 70,795 73,747 76,500 79,099 81,409 83,616 85,774 87,744 89,429 91,043 92,470 93,832 95,074 96,243 97,331 98,322 99,208 100,000 Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Cumula Varianc 9,830 44,682 44,682 2,710 12,319 57,001 1,415 6,433 63,434 Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Cumula Variance 5,834 4,953 3,168 26,518 22,515 14,401 26,518 49,033 63,434 Berdasarkan Tabel 4 dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi evaluasi kinerja jalan tol dalam persepsi pengguna dengan eigenvalues Ou 1. Ketiga faktor tersebut dapat menjelaskan semua variasi . ersentase varian kumulati. total data digunakan 63,434%. Faktor memiliki nilai eigen tertinggi sebesar 9,83 dengan persentase varian tertinggi yaitu 44,682%, sedangkan faktor 3 memiliki nilai eigen terendah sebesar 1,415 dengan persentase varians sebesar 6,433%. Diagram scree plot yaitu faktor-faktor yang terbentuk dari hasil analisis yang dapat digunakan dan memiliki nilai eigenvalues. Untuk cara membaca diagram scree plot dengan cara yaitu pada sumbu Y merupakan nilai eigenvalues lebih dari 1 dalam faktor terbentuk, berdasarkan gambar 2 diagram scree plot, dapat dilihat bahwa ada 3 titik yang mempunyai nilai eigenvalues yang lebih dari 1, 3 faktor tersebut adalah faktor fasilitas, faktor pelayanan, dan faktor performa lalu lintas. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 Gambar 2 Scree plot 3 Rotasi faktor Setelah faktor-faktor terbentuk yang setiap faktor terdiri dari beberapa variabel, tetapi terkadang ada sebuah variabel yang sulit untuk di tentukan akan masuk faktor yang mana, apalagi yang terbentuk hanya satu faktor saja atau bisa terjadi sebuah variabel yang di ragukan apakah layak dimasukkan ke dalam faktor yang terbentuk atau tidak karena tidak mempunyai nilai komponen matriks yang cukup nyata . elisih faktor loading nya sedikit dari faktor Untuk itu perlu dilakukan proses rotasi . otation matrik. pada faktor yang terbentuk agar posisi masing-masing variabel bisa ditetapkan dengan jelas. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja jalan Tol dalam persepsi pengguna dapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini. Tabel 5 Faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja jalan tol Variabel Loading Factor X4. 0,858 X4. 0,815 X4. 0,809 X3. 0,738 X4. 0,727 X4. 0,696 X2. 0,645 X1. 0,607 X3. 0,603 X3. 0,583 Faktor Eigenvalu % of Variance Cumulative Faktor 1 9,830 44,682 44,682 Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 X5. 0,778 X5. 0,773 X4. 0,759 X4. 0,753 X3. 0,728 X4. 0,727 X3. 0,534 X4. 0,531 X1. 0,774 X1. 0,751 X1. 0,657 Faktor 2 2,710 12,319 57,001 Faktor 3 1,415 6,433 63,434 X2. 0,549 Hasil pengolahan data rotasi faktor dengan program SPSS 25: digunakan metode varimax seperti pada Tabel 5. Terdapat 3 faktor yang dapat mempengaruhi penilaian kinerja jalan tol pada persepsi pengguna. Variabel yang termasuk dalam faktor juga dapat dilihat, yang memudahkan interpretasi, dengan menunjukkan nama faktor yang sesuai dengan variabel termasuk dalam faktor tersebut. Intepretasi Faktor Interpretasi faktor dapat dilakukan dengan cara mengetahui variabel-variabel yang Interpretasi faktor dapat dilakukan dengan mengetahui variabel-variabel yang Pemberian nama terhadap ketiga faktor yang diperoleh dari hasil reduksi, dengan penamaan faktor tergaantung dari nama variabel yang membentuk kelompok dan aspek lain dalam interpretasi masing-masing analisis, sehingga penamaan tersebut benarbenar subyektif serta tidak ada aturan tetap dalam pemberian nama tersebut. Penamaan masing-masing faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: Faktor I (Fasilita. Berdasarkan hasil analisis faktor penelitian ini, faktor pertama yaitu kualitas permukaan jalan tol yang halus dan tidak licin saat berkendara berpengaruh terhadap evaluasi kinerja jalan tol sebesar 44,68% menurut persepsi masyarakat pengguna dengan nilai eigen 9,83. Variabel yang termasuk dalam faktor ini adalah kualitas permukaan jalan tol yang mulus dan tidak licin saat melintas (X4. , geometri jalan tol yang nyaman dan aman (X4. , kondisi penerangan jalan layak untuk digunakan pada malam hari (X4. , pelayananderek resmi selalu handal (X3. , kesesuaian tarif dengan fasilitas yang ada (X4. , tersedianya rest area dengan lengkap (X4. , respon cepat terhadap panggilan darurat (X2. , menyelesaikan keluhan/masalah pelanggan dengan cepat dan tepat (X1. , tempat istirahat yang nyaman dan aman (X3. , kondisi jalan aman dari kejahatan (X3. Faktor 2 (Pelayana. Faktor kedua adalah jumlah gardu tol yang buka pada jam sibuk yang cukup memberikan nilai kinerja jalan tol di persepsi pengguna sebesar 12,32% . ersentase varian. dengan eigen 2,71 saat lalu lintas ramai. Variabel yang termasuk dalam faktor ini adalah semua petugas yang bertugas di jalan tol ramah dan sopan di lingkungan tol (X5. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Volume 14 Nomor 1 Hal 1 - 12 rambu-rambu operasional, yang boleh dan tidak boleh dilakukan di jalan tol dapat membantu anda dalam perjaalanan (X4. , kelengkapan sistem jalan tol sudah diperbarui (X4. , hotline jalan tol memberikan informasi atau menjawab pertanyaan pelanggan (X3. , penampilan petugas baik dan rapi (X4. , pelayanan petugas jalan raya memberikan rasa aman (X3. , lokasi strategis dan rest area yang cukup (X4. Faktor 3 (Performa Lalu Linta. Faktor ketiga, kesesuaian waktu tempuh mempengaruhi evaluasi pelayanan jalan tol pada persepsi pengguna sebesar 6,43% . arian persentas. dengan nilai eigen 1,415. Variabel yang termasuk dalam faktor ini adalah kinerja lalu lintas yang lancar dan aman (X1. , kelancaran gerbang tol masuk dan keluar (X1. dan petugas tol yang memberikan pelayanan transaksi yang cepat (X2. KESIMPULAN Berdasarkan analisis yang telah diuraikan, kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Karakteristik pengguna jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar didominasi oleh jenis kendaraan golongan 1 serta pengguna didominasi usia 26-35 tahun. Mayoritas tujuan perjalanan penggunaan adalah antar kota di provinsi Lampung dan menyebrang pulau jawa, dengan intensitas pemakaian 4-7 kali dalam seminggu serta mayoritas pengguna memiliki pendapatan lebih dari lima juta rupiah (Rp 5. dalam sebulan. Berdasarkan karakteristik responden pengguna memiliki tingkat pendidikan sarjana paling banyak. Pada hasil analisis digunakan metode analisis faktor untuk faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar diketahui bahwa terdapat 3 faktor yang berpengaruh, yaitu faktor fasilitas, faktor pelayanan dan faktor performa arus lalu lintas. Tiga faktor dapat menjelaskan variabilitas data yang digunakan . ersentasi varian kumulati. 63,43%. Faktor pertama memiliki eigenvalues tertinggi 9,83 dengan percentage of variance juga terbesar yaitu 44,68%, faktor kedua mempunyai eigenvalues nya 2,71 dengan percentage of variance sebesar 12,32% dan faktor ketiga mempunyai eigenvalues terendah yaitu 1,42 dengan percentage of variance 6,43%. SARAN