JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 208 Ae 225. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. DINAMIKA PENGANGGURAN DAN LOWONGAN PEKERJAAN DI PROVINSI BANTEN DYNAMICS OF UNEMPLOYMENT AND JOB VACANCIES IN BANTEN PROVINCE Suwarto1,*. Mukhsin Ridwan2. Ani Nurfian3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kabupaten Tangerang. Jl Raya Mauk KM 12 Sepatan, 15520 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 13 Kabupaten Pandeglang. Pasirgadung. Patia. Kabupaten Pandeglang. Banten 42265 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 14 Kabupaten Pandeglang. Jl Raya Cibaliung Km 06 Cikesik Kabupaten Pandeglang. Banten, 42286 *suwartospd@gmail. disubmit: 2 Juli 2024, direvisi: 4 Desember 2024, diterima: 15 Desember 2024 ABSTRAK Pengangguran merupakan keadaan seseorang yang berada dalam kelompok angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan atau pada posisi proses mencari pekerjaan. Penelitian ini mengevaluasi dinamika pengangguran dan ketersediaan lapangan kerja di Provinsi Banten pada periode 2021-2023 menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, mencakup analisis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut Kabupaten/Kota dan kelompok umur, jumlah angkatan kerja berdasarkan tingkat pendidikan, serta lowongan kerja berdasarkan jenis kelamin dan wilayah. Hasil menunjukkan bahwa TPT Provinsi Banten mencapai 8,20%, dengan Kabupaten Serang sebagai penyumbang tertinggi sebesar 10,38%. Kelompok usia 15-19 tahun memiliki angka pengangguran tertinggi sebesar 40,59%. Jumlah lowongan kerja yang tersedia hanya 51. 163, jauh dari kebutuhan, menghasilkan defisit sebesar 459. Temuan ini menunjukkan tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan lapangan kerja di wilayah ini. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam penyelesaian masalah pengangguran dan mendukung pemerataan ekonomi di Provinsi Banten. Kata kunci: pengangguran, lowongan pekerjaan, tingkat pengangguran terbuka, ketenagakerjaan Provinsi Banten ABSTRACT Unemployment refers to the state where individuals within the labor force are either unemployed or actively seeking employment. This study examines the dynamics of unemployment and job availability in Banten Province from 2021 to 2023, using data from the Central Bureau of Statistics (BPS). The research employs a quantitative descriptive method, analyzing the Open Unemployment Rate (OUR) by regency/city and age group, the workforce based on education level, and job vacancies by gender and region. The results indicate that Banten Province's OUR reached 8. 20%, with Serang Regency contributing the highest rate at 10. The 15-19 age group recorded the highest unemployment rate at 40. Job vacancies totaled only 51,163, far below the demand, resulting in a deficit of 459,680. These findings highlight significant challenges in meeting the employment needs of the Suwarto. Ridwan. Nurfian . JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah, 08. , page 16 Ae 211. https://doi. org/10. 56945/jkpd. A The Author. Published by Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 208 Ae 225. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. This study is expected to contribute to resolving unemployment issues and fostering equitable economic development in Banten Province. Keywords: unemployment, job vacancies, open unemployment rate, employment in Banten Province PENDAHULUAN Hal ini sesuai dengan penelitian Pengangguran merupakan kondisi yang dilakukan oleh (Filiasari & Setiawan, seseorang yang memiliki kemampuan untuk bekerja dan pada situasi aktif pengangguran di Provinsi Banten secara mencari pekerjaan, namun belum berhasi konsisten berada di atas rata-rata nasional mendapatkan pekerjaan. Penelitian oleh selama periode 2002 hingga 2019. Fitriyyah dan Nabilla . menunjukkan Penelitian bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka menganalisis dinamika pengangguran dan (TPT) dipengaruhi oleh Upah Minimum lowongan pekerjaan di Provinsi Banten. Provinsi (UMP), menggunakan data dari Badan Pusat Tingkat Partisipasi (TPAS), Angkatan Kerja Statistik (BPS) Provinsi Banten selama tiga tahun terakhir, dari 2021 hingga 2023. Semakin tinggi UMP dan pertumbuhan Studi ini akan menggambarkan kondisi ekonomi, semakin rendah TPT, sementara TPT jumlah penduduk dan TPAS yang tinggi golongan umur, jumlah angkatan kerja meningkatkan TPT (Fitriyyah & Nabilla, berdasarkan pendidikan tertinggi yang Penelitian lain oleh Kusnadi et al. ditamatkan, serta lowongan kerja terdaftar . menurut kabupaten/kota. kabupaten/kota Dengan memahami lebih dalam kerja dengan kebutuhan pasar, kurangnya tentang tingginya angka pengangguran dan informasi tentang lowongan pekerjaan juga Banten, diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi terhadap tingginya TPT memberikan rekomendasi kebijakan yang (Kusnadi et al. , 2. Namun. Provinsi tepat guna mengurangi pengangguran dan Banten signifikan dalam bidang ketenagakerjaan. provinsi ini. Analisis yang komprehensif Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten sering kali melebihi rata-rata Banten juga diharapkan dapat menjadi antara jumlah angkatan kerja yang siap pemangku kepentingan lainnya dalam bekerja dengan jumlah lapangan kerja yang JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. umur di Provinsi Banten, jumlah angkatan Kabupaten/Kota pendidikan tertinggi yang ditamatkan di METODE PENELITIAN Provinsi Banten, serta lowongan kerja Penelitian ini merupakan pendekatan terdaftar menurut Kabupaten/Kota dan jenis kelamin di Provinsi Banten. Analisis temuan-temuan ini dilakukan untuk melihat kondisi TPT, angkatan kerja, lowongan kerja, serta data-data ditemukan pada website Badan Pusat hubungan antara lowongan pekerjaan Statistik (BPS) Provinsi Banten. Data yang dengan jumlah pengangguran terbuka. digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari situs HASIL DAN PEMBAHASAN Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten. Tingkat Pengangguran Terbuka Data diambil dari website BPS (TPT) di Provinsi Banten menjadi salah Provinsi Banten pada tanggal 29 Juni 2024, satu indikator penting dalam mengukur di antaranya data terkait: . Tingkat kondisi ketenagakerjaan di wilayah ini Pengangguran Terbuka (TPT) menurut (Silaban et al. , 2. TPT mengacu pada Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (BPS persentase individu yang aktif mencari Provinsi Banten, 2024. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut mendapatkan pekerjaan dalam jumlah Golongan Umur di Provinsi Banten (BPS tertentu dari total angkatan kerja. Data ini Provinsi Banten, 2024. Jumlah tidak hanya memberikan gambaran tentang Angkatan Kerja Menurut Kabupaten/Kota tingkat kesulitan dalam memasuki pasar dan Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan kerja, tetapi juga mencerminkan dinamika di Provinsi Banten (BPS Provinsi Banten, ekonomi dan sosial di Provinsi ini. Melalui 2024. , dan . Lowongan Kerja Terdaftar analisis TPT, kita dapat mengevaluasi Menurut Jenis efektivitas kebijakan ketenagakerjaan yang Kelamin di Provinsi Banten (BPS Provinsi ada, serta mengidentifikasi tantangan dan Banten, 2024. Kabupaten/Kota Analisis data dalam penelitian ini meningkatkan kondisi ketenagakerjaan di menggunakan metode deskriptif kuantitatif Provinsi Banten. dengan data TPT menurut Kabupaten/Kota Gambar di Provinsi Banten. TPT menurut golongan pengangguran terbuka di Kabupaten/Kota JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Data ini mencerminkan variasi dalam 12,00 10,38 10,00 8,66 8,00 7,997,96 7,66 8,498,34 8,20 7,00 6,00 kondisi ekonomi lokal dan kebijakan masing-masing daerah. Kabupaten/Kota 4,00 dengan tingkat pengangguran lebih tinggi 2,00 mungkin menghadapi tantangan dalam 0,00 menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Di sisi lain, daerah-daerah dengan tingkat Gambar 1. Rata-rata Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dari 2021-2023. Sumber: BPS Provinsi Banten . memiliki kondisi ekonomi yang lebih stabil pertumbuhan sektor ketenagakerjaan. Data ini menunjukkan bahwa faktor- di Provinsi Banten dari tahun 2021 hingga faktor seperti struktur ekonomi lokal, sektor-sektor ini, yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik keterampilan dapat memengaruhi tingkat (BPS) Provinsi Banten pada tahun 2023, pengangguran di setiap Kabupaten/Kota. menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat Kabupaten/Kota Provinsi ketenagakerjaan di wilayah tersebut. Data Secara spesifik. Kabupaten Pandeglang ekonomi mungkin cenderung memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi. tertinggi dengan angka 8,66%, sementara Penyebab Kabupaten Lebak memiliki tingkat yang pengangguran antar Kabupaten/Kota dapat sedikit lebih rendah sebesar 7,99%. Di sisi berasal dari faktor-faktor seperti tingkat pertumbuhan ekonomi lokal, infrastruktur tingkat pengangguran tertinggi di antara yang mendukung pengembangan bisnis, semua Kabupaten/Kota dengan angka 10,38%, Kota investasi dan pembangunan ekonomi, serta Tangerang Selatan Kabupaten Serang pengangguran terendah sebesar 7,00%. tenaga kerja yang tersedia (Amrullah et al. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Daerah pengangguran tinggi mungkin perlu fokus peningkatan investasi dalam pendidikan memberikan solusi yang berkelanjutan 50,00 40,59 panjang (Fadli, 2. dalam jangka 40,00 Dengan tingkat pengangguran yang 30,00 20,00 Banten 23,91 rata-rata Provinsi 10,66 melakukan 10,00 5,16 4,00 2,862,75 meningkatkan daya saing tenaga kerja 2,32 1,76 mendalam terhadap kebijakan ekonomi lokal (Juhari et al. , 2. ketenagakerjaan yang ada. Upaya untuk 0,00 Dampak dari tingkat pengangguran meningkatkan investasi dalam pendidikan yang tinggi dapat berdampak negatif 2. , mengurangi daya beli masyarakat dan pelatihan keterampilan, serta stimulasi Gambar 2. Tingkat Pengangguran Terbuka ekonomi Umur (TPT) Menurut Golongan di Provinsi Banten. Sumber: BPS dalam Provinsi Banten, . tingkat pengangguran. Dengan demikian, (Ishak, 2. , serta meningkatkan risiko pemetaan ulang strategi pengembangan terhadap pertumbuhan ekonomi regional secara keseluruhan (Romhadhoni et al. (Muchaqqi berkelanjutan di Provinsi Banten sangat Sebaliknya, pengangguran yang rendah cenderung pengurangan pengangguran yang lebih memiliki kondisi sosial-ekonomi yang Gambar 2 mengungkapkan pola pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (Christian et al. , 2. golongan umur di Kabupaten/Kota wilayah Kebijakan Provinsi Banten, menggunakan data dari mendukung pembangunan ekonomi lokal. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten untuk tahun 2021 hingga 2023. menginvestasikan sumber daya dalam Data ini memberikan gambaran yang pendidikan dan pelatihan keterampilan dapat menjadi kunci untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Mariska et al. Hal ini menyiratkan bahwa upaya Tingkat pengangguran yang tinggi pada kelompok usia 15-19 tahun, mencapai swasta, dan masyarakat dalam mengatasi 40,59%, memasuki pasar kerja bagi generasi muda yang baru saja memasuki usia kerja. Ini JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. menunjukkan pentingnya pendidikan dan mencapai angka terendah pada kelompok pelatihan keterampilan yang lebih baik usia lebih dari 55 tahun, yaitu 1,75%. Variasi ini dapat dijelaskan oleh mempersiapkan mereka secara lebih efektif faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, menghadapi persaingan di pasar tenaga keterampilan yang dimiliki, pengalaman kerja, serta adanya perubahan struktur Pada kelompok usia 20-24 tahun, tingkat pengangguran menurun menjadi mempengaruhi permintaan tenaga kerja. 23,91%, tetapi tetap pada tingkat yang Generasi yang lebih muda mungkin Hal ini mengindikasikan bahwa transisi dari pendidikan ke dunia kerja mencocokkan keterampilan mereka dengan mungkin memerlukan upaya lebih lanjut kebutuhan pasar kerja yang cepat berubah, dalam meningkatkan keterampilan yang sementara generasi yang lebih tua mungkin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. telah mengakumulasi pengalaman dan Penurunan yang berkelanjutan dalam keterampilan yang lebih sesuai dengan permintaan pasar. kelompok usia yang lebih tua. Misalnya. Tingkat pengangguran yang tinggi pada kelompok usia 25-29 tahun, tingkat pada kelompok usia muda dapat memiliki 10,66%, menunjukkan adanya peningkatan (Adriyanto pengalaman kerja yang lebih banyak. penurunan kualitas hidup (Ristika et al. Pada kelompok usia 30-39 tahun, 2. , ketidakstabilan sosial (Ranti et al. tingkat pengangguran lebih lanjut menurun 2. , dan masalah lainnya. Di sisi lain, menjadi 5,16%. Ini menunjukkan bahwa penurunan tingkat pengangguran pada peluang kerja semakin meningkat dengan kelompok usia yang lebih tua dapat pengalaman kerja yang lebih mapan dan memberikan kontribusi positif terhadap keterampilan yang lebih terampil. pertumbuhan ekonomi (Kurniawati & Pola penurunan yang konsisten terus Sugiyanto, 2. , mengurangi beban sosial berlanjut pada kelompok usia yang lebih (Lase & Daeli, 2. , dan meningkatkan tua, di mana kelompok usia 40-54 tahun partisipasi dalam pasar kerja (Rizma et al. menunjukkan tingkat pengangguran yang semakin rendah seiring bertambahnya usia. Teori human capital menyarankan bahwa investasi dalam pendidikan dan JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. pelatihan keterampilan dapat mengurangi tingkat pengangguran, terutama di antara (Nurkholis, 2. Teori-teori ini juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi dan permintaan pasar kerja untuk meningkatkan kesempatan kerja dan daya saing tenaga kerja di semua (Anindya Irhandayaningsih, 2. Tabel 1. Rerata Jumlah Angkatan Kerja di Provinsi Banten 2021 Ae 2023 Kabupaten/Kota Kab Pandeglang Kab Lebak Kab Tangerang Kab Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten Rerata Sumber: BPS Provinsi Banten . Angkatan Kerja Angkatan kerja di Provinsi Banten merupakan kelompok penduduk usia 15 tahun ke atas yang aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi, baik sebagai pekerja aktif, pengangguran terbuka yang sedang mencari pekerjaan, maupun mereka yang Data mencakup berbagai segmen masyarakat yang terlibat dalam upaya mencari nafkah Tabel 1 menggambarkan distribusi Kabupaten/Kota Provinsi Banten, menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten untuk Data memberikan gambaran tentang jumlah populasi usia kerja yang tersedia untuk berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja di setiap wilayah. signifikan dalam jumlah angkatan kerja antara Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten. Kabupaten Tangerang memiliki angkatan kerja terbanyak dengan 1. jiwa, menunjukkan peran dominannya sebagai pusat ekonomi dan urbanisasi di wilayah ini. Di sisi lain. Kota Tangerang Selatan dan Kota Serang memiliki jumlah angkatan kerja yang sama, yaitu 774. ekonomi regional. Data ini menunjukkan perbedaan jiwa, mencerminkan distribusi yang relatif merata dalam ketersediaan tenaga kerja di kawasan urban Provinsi Banten. Kabupaten Lebak memiliki jumlah angkatan kerja sebanyak 664. 602 jiwa, yang menempatkannya di posisi kedua setelah Kabupaten Tangerang dalam hal jumlah populasi usia kerja. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi lokal jika JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. diarahkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Kabupaten Serang. Teori ekonomi regional dan teori pasar tenaga kerja menyarankan bahwa Kabupaten distribusi angkatan kerja yang tidak merata Tangerang, tetap memiliki angkatan kerja dapat mempengaruhi tingkat pengangguran yang signifikan, yaitu 742. 133 jiwa. Hal ini (Sodik menunjukkan potensi bagi pembangunan pertumbuhan ekonomi regional (Febriyani & Anis, 2. , dan kesempatan ekonomi masyarakat (Pasuria & Triwahyuningtyas, pendidikan dan pelatihan ditingkatkan. Nuryadin. Investasi Perbedaan ini dapat disebabkan oleh pelatihan keterampilan, infrastruktur, dan berbagai faktor seperti struktur ekonomi kebijakan pembangunan yang inklusif dapat membantu mengurangi disparitas ini Kabupaten/Kota. Kabupaten Tangerang, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah (Sahetapy & Macpal, 2. misalnya, mungkin memiliki lebih banyak peluang kerja karena keberadaan industri Pengangguran dan Lowongan Pekerjaan dan layanan yang lebih berkembang. Angkatan kerja mencakup individu Kabupaten yang berusia 15 tahun ke atas yang sedang bekerja, memiliki pekerjaan namun sedang menghadapi tantangan dalam menciptakan tidak bekerja sementara, atau sedang lapangan kerja yang cukup untuk jumlah mencari pekerjaan. Dari definisi ini, dapat angkatan kerja mereka. Kabupaten Lebak Pandeglang Dampak dari distribusi ini dapat melibatkan penduduk usia produktif yang beragam, mulai dari pertumbuhan ekonomi terlibat dalam kegiatan kerja atau mencari yang lebih tinggi di daerah dengan Untuk menghitung jumlah pengangguran, kita menggunakan rumus ketimpangan ekonomi dan sosial antar sederhana yaitu mengalikan TPT dengan Kabupaten/Kota dengan jumlah jumlah angkatan kerja, kemudian hasilnya angkatan kerja yang lebih kecil mungkin dibagi 100 (Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi memberikan gambaran tentang proporsi menciptakan lapangan kerja yang memadai Barat. Rumus JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. menghadapi tantangan dalam mendapatkan 033 jiwa pengangguran menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan pengangguran terbuka. Tabel dengan Kabupaten Tangerang, meskipun rata-rata jumlah pengangguran di Kabupaten/Kota mengurangi angka pengangguran. Provinsi Banten dari tahun 2021 hingga Di tingkat Kota. Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang memiliki distribusi ketenagakerjaan yang beragam di jumlah pengangguran yang cukup tinggi, wilayah tersebut. Kabupaten Tangerang yaitu masing-masing 54. 186 jiwa dan menjadi fokus utama dengan jumlah 592 jiwa. Kota Cilegon dan Kota Serang menunjukkan angka yang lebih rendah. Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten namun tetap signifikan dalam konteks Lebak juga menunjukkan angka yang regional mereka. Kabupaten Perbedaan ini dapat disebabkan oleh Tangerang, faktor-faktor jumlah pengangguran mencapai 146. infrastruktur yang berbeda Kabupaten/Kota. Kabupaten Tangerang signifikan dalam menciptakan lapangan yang lebih urban dan memiliki banyak kerja yang cukup untuk penduduknya. industri mungkin mengalami tekanan lebih Sementara itu. Kabupaten Serang dengan dibandingkan dengan daerah yang lebih Tabel 2 Rerata jumlah pengangguran di propinsi banten rentang waktu 2021 Ae Jumlah Kabupaten/Kota . Kab Pandeglang Kab Lebak Kab Tangerang Kab Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten Sumber: BPS Provinsi Banten . rural seperti Kabupaten Pandeglang atau Lebak. Dampak kemiskinan (Anggraini et al. , 2. ketimpangan sosial (Hakim, 2. , dan stabilitas ekonomi regional (Arifin, 2. Pengangguran yang tinggi juga dapat mengurangi produktivitas ekonomi daerah dan menghambat pertumbuhan ekonomi (Mahroji Nurkhasanah, 2. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Teori pasar tenaga kerja dan teori untuk menjelaskan distribusi dan dampak Tabel 3 Rerata Lowongan Kerja Terdaftar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Di tingkat Kota. Kota Tangerang Banten (Jiw. 2021 Ae 2023 memimpin dengan 17. 522 lowongan Kabupaten/Kota pengembangan regional, dapat digunakan Provinsi Banten Rerata peran Tabel 3 menunjukkan data rata-rata Kab Pandeglang Kab Lebak Provinsi Banten. Kota Cilegon. Kab Tangerang Kab Serang. Serang dan Kota Tangerang 922 Selatan Kota Kota Tangerang 522 yang menunjukkan kontribusi Kota Cilegon signifikan terhadap total lowongan Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten Perbedaan jumlah lowongan pekerjaan selama tiga Sumber: BPS Provinsi Banten . pekerjaan antar Kabupaten/Kota dapat (Soepono, 2. Misalnya, kurangnya diversifikasi ekonomi di daerah-daerah tertentu atau kebijakan pendidikan yang kurang memadai dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka Kabupaten/Kota . pentingnya sebagai pusat ekonomi dan faktor-faktor Provinsi Banten, struktur ekonomi lokal, perkembangan industri, kebijakan pembangunan ekonomi ketersediaan lapangan kerja di wilayah daerah, dan faktor geografis. Kabupaten atau Kota dengan infrastruktur dan fasilitas menjadi indikator penting dalam mengukur ekonomi yang lebih baik cenderung Jumlah ketenagakerjaan di setiap daerah. Kabupaten Tangerang Ketersediaan lowongan pekerjaan yang cukup dapat meningkatkan daya beli tertinggi di Provinsi Banten, mencapai 706 lowongan. Hal ini mencerminkan mengurangi angka pengangguran (Arizal & aktivitas ekonomi yang besar dan potensi Marwan, investasi yang tinggi di daerah tersebut. pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sisi lain. Kabupaten Pandeglang dan (Hannan & Rahmawati, 2. Namun. Kabupaten Lebak menunjukkan angka yang lebih rendah, masing-masing dengan menyebabkan tingkat pengangguran yang 690 dan 1. 163 lowongan pekerjaan, tinggi dan ketimpangan sosial ekonomi (Nabilah, 2. (Mustofa lowongan pekerjaan dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan Teori ekonomi, seperti teori pasar menciptakan lapangan kerja di daerah- tenaga kerja dan teori pengembangan daerah ini. ekonomi lokal, dapat digunakan untuk JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 4 Selisih rerata jumlah pengangguran dengan dengan lowongan Pekerjaan Kabupaten/Kota Pengangguran Lowongan Selisih Kab Pandeglang Kab Lebak Kab Tangerang Kab Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten Sumber: BPS Provinsi Banten . BPS Provinsi Banten . Tangerang menunjukkan defisit terbesar Provinsi Banten (Shofa & Navastara, pekerjaan, diikuti oleh Kabupaten Serang dengan defisit 72. 111 lowongan pekerjaan. pengembangan ekonomi lokal menyoroti Di tingkat Kota. Kota Tangerang memiliki pentingnya diversifikasi ekonomi dan untuk meningkatkan jumlah pekerjaan. Kota Cilegon dengan 14. lowongan pekerjaan di daerah-daerah yang lowongan pekerjaan. Kota Serang dengan kurang berkembang. 150 lowongan pekerjaan, dan Kota Misalnya. Tabel 4 merupakan data Tangerang Selatan lowongan pekerjaan. Secara keseluruhan, pengangguran selama tiga tahun terakhir di Provinsi Banten mengalami defisit total Provinsi 680 lowongan pekerjaan. Banten rata-rata dibandingkan dengan rata-rata jumlah Defisit jumlah lowongan pekerjaan lowongan pekerjaan yang tersedia. Hal ini ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mengindikasikan adanya defisit jumlah lowongan pekerjaan yang seharusnya ekonomi di beberapa daerah (Mahendra, tersedia di setiap Kabupaten/Kota di 2. , ketidakcocokan keterampilan antara wilayah tersebut. pencari kerja dan kebutuhan pasar kerja Di Kabupaten Pandeglang, terdapat (Dena, 2. , serta kurangnya investasi defisit sebesar 48. 200 lowongan pekerjaan, dalam pengembangan infrastruktur dan sedangkan di Kabupaten Lebak mencapai sektor-sektor ekonomi yang berpotensi 939 lowongan pekerjaan. Kabupaten (Alvaro, 2. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Dampak utama dari defisit lowongan pekerjaan adalah meningkatnya tingkat pekerjaan di Provinsi ini masih sangat pengangguran dan penurunan daya beli terbatas yaitu sebesar 51. 163 orang. masyarakat (Nababan et al. , 2. Hal ini Perbedaan yang signifikan antara jumlah juga dapat mempengaruhi stabilitas sosial lowongan pekerjaan yang tersedia dan dan ekonomi di wilayah tersebut, dengan ekonomi antara daerah yang memiliki kebutuhan lapangan kerja bagi masyarakat defisit lowongan pekerjaan yang tinggi dan Banten. yang rendah. Ketidakseimbangan Rekomendasi penawaran dan permintaan tenaga kerja Berikut dapat mengarah pada defisit atau surplus rekomendasi untuk pemerintah Provinsi Banten berdasarkan kondisi pengangguran Defisit lowongan pekerjaan seperti yang dan ketersediaan lowongan pekerjaan yang terjadi di Provinsi Banten dapat diatasi Pemerintah Provinsi (Nurteta, pengembangan ekonomi lokal (Haryati. Banten pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja (Pratomo, keterampilan, terutama bekerja sama 2. , serta insentif untuk investasi di dengan Balai Latihan Kerja (BLK). sektor-sektor yang berpotensi (Mutiarasari. Langkah tersebut dapat membantu dalam mempersiapkan generasi muda ketika menghadapi pasar kerja yang SIMPULAN DAN REKOMENDASI semakin konpetitif. Usia 15 hingga 19 Simpulan tahun merupakan masa penting dalam Tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten mencapai 8,20%, di mana Kabupaten Serang menjadi penyumbang pengangguran terbuka yang signifikan tertinggi dengan angka sebesar 10,38%. pada rentang usia ini. Pembangunan Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian Stimulasi yang serius dari semua pihak, sebab pada Lokal rentang usia 15 hingga 19 tahun, dengan meningkatkan peluang pekerjaan di tingkat pengangguran mencapai 40,59%. Provinsi Banten. Pemerintah dapat Ekonomi JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Bulan Tahun. Hal 194 Ae 211. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. membuka lapangan kerja di daerah ini, sektor-sektor ekonomi potensial seperti Usaha Kecil Menengah (UKM). Langkah ini diperlukan mengingat tingginya tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten, yang melebihi ratarata nasional sebesar 8,20%, sementara ketersediaan lapangan pekerjaan masih Rekomendasi masukan yang diharapkan dapat mengatasi masalah pengangguran, dan terciptanya penduduk di Provinsi Banten. DAFTAR PUSTAKA