JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 LITERATURE REVIEW: TERAPI SPIRITUAL TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) Anita Dyah Listyarini1. Anindya Charista2. Anita Dila Safira3. Fanizha Laila Aprilianti4*. Fitri Ambarwati Muniroh5. Lini Muntiari6 1,2,3,4,5,6 Article History Received : Feb 2024 Revised : Mar 2024 Accepted : Mar 2024 Published : Mar 2024 Corresponding author*: Apriliantilaila103@gmail. Cite This Article: Aprilianti. Listyarini. Charista. Safira. Muniroh, and L. Muntiari. AuLITERATUR REVIEW : TERAPI SPIRITUAL TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)Ay. JUKEKE, 3, no. 1, pp. 18Ae27. Mar. DOI: https://doi. org/10. 56127/juk Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus Abstract: Background : CKD is a late-stage kidney disease that can be caused by various things in which the body's ability fails to maintain metabolism and electrolyte fluid balance, which causes complications of hypertension and diabetes mellitus (Jainurrahma et al, 2. The prevalence of chronic kidney failure in Indonesia has increased in 2018 to 0. 38% or as many as 713,783 people based on a doctor's diagnosis in residents aged 15 years and over. Purpose: to find out the application of spiritual healing to the quality of life of Chronic Kidney Disease (CKD) patients. Method : research used by analyzing articles and searching through Google Scholar using the keywords "spiritual therapy and quality of life", "spiritual therapy and quality of life" "chronic kidney disease",Ayspiritual therapy and quality of life" "chronic kidney failure "management of spiritual healing and quality of life" "chronic kidney diseaseAy. Authe effect of spiritual healing and quality of lifeAy Auchronic kidney diseaseAy Aupsychological intervention and quality of lifeAy Auchronic kidney diseaseAy. Results : from 9 journals it was found that spiritual healing can improve the quality of life in CKD Conclusions : the application of spiritual healing to CKD patients undergoing hemodialysis therapy is able to improve the quality of life. KeyWords: Spiritual Therapy. Quality of Life. Chronic Kidney Disease Abstrak: Latar Belakang : CKD adalah penyakit ginjal tahap akhir yang dapat disebabkan oleh berbagai hal di mana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektmlit, yang menyebabkan komplikasi hipertensi maupun diabetes mellitus (Jainurrahma et al, 2. Prevalensi gagal ginjal kronis di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2018 menjadi 0,38% atau sebanyak 713. 783 jiwa berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur 15 tahun keatas. Tujuan : untuk mengetahui penerapan terapi spiritual terhadap kualitas hidup pasien Chronic Kidney Disease (CKD). Metode : penelitian yang digunakan dengan menganalisis artikel dan dilakukan penelusuran melalui google scholar dengan menggunakan kata kunci Auterapi spiritual dan kualitas hidupAy. Auterapi spiritual dan kualitas hidupAy Auchronic kidney diseaseAy. Auterapi spiritual dan kualitas hidupAy Augagal ginjal kronikAy Aupenatalaksanaan terapi spiritual dan kualitas hidupAy Auchronic kidney diseaseAy. Aupengaruh terapi spiritual dan kualitas hidupAy Auchronic kidney diseaseAy Aupsychological intervention dan kualitas hidupAy Auchronic kidney diseaseAy. Hasil: dari 9 jurnal didapatkan bahwa terapi spiritual dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasien CKD. Kesimpulan: penerapan terapi spiritual pada pasien CKD yang melakukan terapi hemodialisa mampu untuk meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci: Terapi Spiritual. Kualitas Hidup. Chronic Kidney Disease PENDAHULUAN Chronic Kidney Disease (CKD) adalah suatu proses patofisiologi dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal (Setiati, 2. Gagal ginjal kronik biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap, penyebab glomerulonefritis, infeksikronis, penyakit vaskuler . , proses obstruktif . Listyarini. Anita Dyah, et al JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 penyakit kolagen . upus sistemi. , agen nfritik . , penyakit endokrin seperti penyakit diabetes, (Doenges E. Marilynn, 2. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa CKD adalah penyakit ginjal yang tidak dapat lagi pulih atau kembali sembuh secara total seperti sediakala. CKD adalah penyakit ginjal tahap akhir yang dapat disebabkan oleh berbagai hal di mana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektmlit, yang menyebabkan komplikasi hipertensi maupun diabetes militus (Jainurrahma et al, 2. Gagal ginjal kronis menjadi masalah kesehatan di dunia yang terus mengalami peningkatan. Menurut data World Health Organization (WHO) penyakit ginjal kronis membunuh 850. 000 orang setiap tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyakit gagal ginjal kronis menduduki peringkat ke-12 tertinggi sebagai penyebab angka kematian dunia. Di amerika penyakit ginjal kronis menempati peringkat ke-8 pada tahun 2019 dengan jumlah kematian di seluruh wilayah amerika yaitu sebanyak 254. 028 kematian, tingkat kematian penyakit ginjal kronis lebih banyak ditemukan pada laki-laki dari pada perempuan, dengan jumlah 008 kematian pada laki-laki dan 123. 020 kematian pada perempuan (PAHO, 2. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 prevalensi gagal ginjal kronis berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia yaitu sebesar 0,2%. Prevalensi tertinggi berada pada provinsi Sulawesi Tengah yaitu sebesar 0,5%, diikuti oleh provinsi Aceh. Gorontalo dan Sulawesi Utara dengan jumlah persentase masing-masing 0,4%, sedangkan provinsi Bali dengan jumlah persentase 0,2% (RISKESDAS, 2. Prevalensi gagal ginjal kronis di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2018 menjadi 0,38% atau sebanyak 713. 783 jiwa berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur 15 tahun keatas. Prevalensi tertinggi berada pada provinsi Kalimantan Utara dengan persentase 0,64%, diikuti oleh provinsi Maluku Utara dengan persentase 0,56%, dan Provinsi Bali juga mengalami peningkatan dari 0,2% pada tahun 2013 menjadi 0,44% pada tahun 2018. Berdasarkan prevalensi di atas penyakit gagal ginjal kronis lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin laki-laki daripada perempuan, pada tahun 2013 sebanyak 0,3% pada laki-laki dan 0,2% pada perempuan, sedangkan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 0,42% pada laki-laki dan 0,35% pada perempuan (Kementerian Kesehatan RI, 2. Terapi yang sering digunakan untuk gagal ginjal kronik adalah hemodialisa yang dimana nantinya akan menjadi terapi untuk memperpanjang usia dan harapan hidup, namun tindakan ini membutuhkan waktu yang lama dan bisa saja seumur hidup di jalani oleh penderita gagal ginjal kronik yang nantinya akan mempengaruhi kondisi fisik dan psikologisnya sehingga mengurangi kualitas hidup, kebanyakan dari pasien gagal ginjal kronik merasa dirinya tidak berguna lagi. Hemodialisa tidak hanya untuk memperbaiki kerusakan yang ada pada ginjal tetapi untuk membantu ginjal dalam proses pembersihan atau penyaringan darah yang nantinya akan di alirkan keseluruh tubuh dan hemodialisa juga tidak sepenuhnya membantu metabolisme yang terjadi di dalam tubuh manusia yang dikerjakan oleh ginjal (Astir, 2. Penelitian lain oleh Musa . tentang Spiritual QWell-Being. Depression, and Stress Among Hemodialysis Patients in Jordan membuktikan aspek kesejahteraan spiritual dapat mengatasi depresi, stress dan kecemasan yang dialami oleh pasien hemodialisis. Penelitian yang dilakukan Ningsih et al ( 2. membuktikan hasil Relaksasi spiritual dapat menyeimbangkan saraf simpatis dan para simpatis, hal ini ternyata efektif untuk membuat kondisi seseorang menjadi rileks, dan dapat menurunkan stress, mempertahankan kesehatan psikologi pasien dengan gagal ginjal kronis. Penderita gagal ginjal kronik harus melakukan terapi hemodialisa untuk memperpanjang usia harapan hidup. Kegiatan ini akan berlangsung terus-menerus sepanjang hidupnya (Smeltzer& Bare, 2. Oleh karena itu, kebutuhan pasien pada stadium lanjut suatu penyakit tidak hanya pemenuhan/pengobatan gejala fisik, namun juga pentingnya dukungan terhadap kebutuhan psikologis, sosial dan spiritual yang dilakukan dengan pendekatan interdisiplin yang dikenal sebagai perawatan paliatif (Dhina, 2. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah literature review, yaitu mengumpulkan dan menganalisis jurnal penelitian mengenai terapi spiritual terhadap kualitas hidup CKD. Artikel yang dipilih adalah artikel yang dipublikasikan sejak tahun 2015 sampai 2023 yang dapat diakses full teks dalam format pdf dan bahasa Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisa dan sintesis dari artikel menunjukkan bahwa terapi spiritual dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasien CKD. Tabel 1 Hasil Ringkasan Literature Review Judul Metode Penelitian Subjek Penelitian Hasil Hubungan Desain Penelitian Subjek Penelitian Penelitian Ini Membuktikan Kecerdasan Cross Sectional. Ini Sebanyak 41 Sebagian Besar Responden, 28 Listyarini. Anita Dyah, et al JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 Judul Spiritual Dengan Tingkat Kecemasanpasi en Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di Ruang Hemodialisa Rsud Dr. Saiful Anwar Malang (Atimah. Lilla Maria. Sih Ageng Lumadi Metode Penelitian Populasi 41 Orang Dan Sampel Sebanyak 37 Orang Dengan Quota Sampling Yang Memenuhi Kriteria Inklusi Dan Eksklusi. Teknik Pengumpulan Data Menggunakan Dua Kuesioner Yakni Kuesioner Kecerdasan Spiritual (SISRI . Dan Kuesioner Tingkat Kecemasan (HARS). Subjek Penelitian Orang. Dan Sampel Sebanyak 37 Orang Dengan Quota Sampling Yang Memenuhikriteria Spiritual WellBeing Patients With Chronic Renal Failure: Cross-Sectional Study. (Chia-Yu LI. Chia-Jung Hsieh. Ya-Ling Shih. Ya-Ting Lin 2. Desain Penelitian Kuasieksperimen Adalah Pre-Posttest With The Control Group. Populasi Statistik Adalah Pasien Hemodialisis Rumah Sakit Pemerintah Shahid Mostafa Di Ilam. Iran. Pada Tahun 2015. Dua Puluh Empat Pasien Dimasukkan Kedalam Penelitian Dengan Convenience Sampling. Mereka Dibagi Menjadi Kelompok Eksperimen Dan Kontrol Secara Acak. Dua Belas Sesi Terapi Spiritual Selama 60 Menit Diadakan Untuk Kelompok Eksperimen Dua Kali Seminggu. Alat-Alat Tersebut Meliputi Skala Kesejahteraan Spiritual Paloutzian Dan Ellison. Self Esteem Inventory Dari Cooper Smith Dan SelfEfficacy Scale Of Sherer. Data Dianalisis Dengan Software SPSS Melalui Statistic Deskriptif Dan Subjek Penelitian Ini Sebanyak 24 Orang Listyarini. Anita Dyah, et al Hasil . ,68%) Memiliki Kecerdasaran Spiritual Sedang Dan Hampir Separuh Responden Yaitu Sebanyak 17 Responden . Memiliki Tingkat Kecemasan Sedang. Hasil Uji Spearman Rank Didapatkan Nilai P = . Berdasarkan Hasil Penelitian Ini. Untuk Mengurangi Tingkat Kecemasan Salah Satunya Dengan Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Pasien. Menjalani Hidup Dengan Penuh Makna. Selalu Mendengarkan Hati Nuraninya. Dan Semua Yang Dijalani Selalu Bernilai Ibadah Dalam Setiap Perilaku Dan Kegiatan Serta Berprinsip Karena Allah. Hasil Menunjukkan Bahwa Skor Pada Kelompok Eksperimen Berubah Pada Kesehatan Spiritual Dari 39,32A3,38 Menjadi 43,40A2,82. Pada Harga Diri Dari 42,65A2,61 Menjadi 45,90A3,88 Dan Pada Efikasi Diri Dari 40,99 A2,19 Menjadi 44,65A2,58 Yang Signifikan Dibandingkan Dengan Kelompok Kontrol ( P=0,. Terapi Spiritual Dapat Digunakan Sebagai Intervensi Yang Efektif Untuk Meningkatkan Spiritual Well-Being. Self-Esteem Dan Self-Efficacy Pada Pasien Hemodialisis. Intervensi Ini Diarahkan Untuk Perawatan Holistik. Ini Dapat Dilakukan Dengan Partisipasi Interdisipliner Dalam Tim Peduli Dan Psikologis. JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 Judul Hubungan Psychological Intervention Dengan Peningkatan Kualitas Hidup Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa (Epfik Fantanty Jawak. Reza Novizar. Rostiodertina Girsang 2. The Role Of Religion And Spirituality In Coping With Kidney Disease And Haemodialysis Thailand (Kantaporn Yodchai. Trisha Dunning. Sally Savage. Alison Hutchinson Listyarini. Anita Dyah, et al Metode Penelitian Inferensial (Analisis Kovarian. Desain Penelitian Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Penelitian Crosectional Yang Mengukur Adanya Hubungan Antara Variabel Yang Akan Di Uji Pada Saat Itu Juga Yang Nantinya Bertujuan Untuk Mengetahui Adanya Hubungan Antara Variable Bebas Dan Terikat. Populasi Penelitian Ini Adalah Semua Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di RSU Sembiring Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatra Utara Tahun 2020 Yang Rata Rata Perbulan Berjumlah 55 Orang. Teknik Pengambilan Sampel Yang Digunakan Pada Penelian Ini Adalah Purposive Sampling Dari Populasi Penelitian Ini Yaitu Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menajalani Hemodialisa Yang Memenuhi Kriteria Inklusi Dan Kriteria Eksklusi. Desain Eksplorasi. Pendekatan Kualitatif Dilakukan Dengan Menggunakan Wawancara Individu Semi Terstruktur. Subjek Penelitian Hasil Subjek Penelitian Ini Semua Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodilisa RSU Sembiringyang BerjumlahrataRata 55 Orang. Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Berdasarkan Tabel Cross Tabulation Hubungan Intervensi Psikologis Dan Perbaikan Di RSUD Sembiring Adalah 9 Orang . ,3%) Dan Memiliki Kualitas Hidup Baik Sebanyak 6 Orang . ,9%) Dan Yang Memiliki Kualitas Hidup Cukup Sebanyak 3 Orang . ,4%) Dan Yang Tidak Rutin Melakukan Intervensi Psikologis Sebanyak 5 Orang . ,7%) Serta Memiliki Kualitas Hidup Yang Kurang Baik Sebanyak 5 Orang . ,7%). Hasil Uji Chi Square Menunjukkan Nilai P = 0,001 Dengan c = 0,05 Artinya Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Intervensi Psikologis Dengan Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik. Dua Puluh Orang Berpartisipasi Dalam Penelitian Ini: 10 Dari Rumah Sakit Songklanagarind Dan Dari Rumah Sakit Hat Yai. Wawancara Dilakukan Rumah Sakit . Rumah Peserta (Empa. Dan Tempat Kerja Hasil Penelitian Menunjukkan Dua Puluh Orang Yang Menerima HD Berpartisipasi: Rentang Usia 23Ae77 Tahun. Rata-Rata 53,7 . ,38 SD). Sepuluh Adalah Wanita. Peserta Melaporkan Penggunaan Praktik Keagamaan Dan Spiritual Untuk Mengatasi CKD Dan Pengobatannya. Termasuk Penjelasan Agama Dan Spiritual Untuk Mengembangkan CKD. Peran Agama Dan Spiritualitas Dalam Mengatasi Penyakit Ginjal Dan Hemodialisis Di Thailand JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 Judul Metode Penelitian Hubungan Tingkat Spiritualitas Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Selama Masa Pandemi Covid-19 (Dewi. Dewi Gayatri. Dhea Desain Penelitian Yang Digunakan Adalah Deskriptif Analitik Dengan Pendekatan Cross Sectional. Lokasi Penelitian Di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi (RSIJPK). Pengambilan Data Listyarini. Anita Dyah, et al Subjek Penelitian Peserta (Sat. Semua Wawancara Dilakukan Ruang Pribadi. Durasi Wawancara Bervariasi Dari 40 Hingga 120 Menit: Rata-Rata 68,30 Menit (-20,61 SD). Peserta Berusia Antara 23 Dan 77 Tahun: Rata-Rata 53,7(-16,38 SD). Sepuluh Adalah Wanita. Tujuh Belas Beragama Budha Dan Tiga Beragama Islam. Durasi CKD Berkisar Antara Tiga Sampai 21 Tahun: Rata-Rata 9,75 (-5,. Durasi Berkisar Antara 2 Hingga 13 Tahun: RataRata 6,20 (-3,. Enam Belas Peserta Menjalani Pengobatan Dua Kali Seminggu. Dan Empat Peserta Menjalani Tiga Kali Seminggu. Peserta Menggunakan Antara Lima Dan 20 Obat Per Hari: RataRata 10,75 (-3. Populasi Penelitian Adalah Semua Pasien GGK Yang Berada RSIJPK. Penelitian Dilakukan Dari Tanggal 19 Mei 2021 Sampai 20 Juni 2021. Penentuan Jumlah Hasil Sangat Diperlukan Dan Peserta Dalam Penelitian Ini Mengandalkan Keyakinan Dan Praktik Agama Dan Spiritual Untuk Membantu Mereka Memahami Mengapa Mereka Mengembangkan CKD Dan Memerlukan Perawatan HD. Secara Khusus. Agama Memberikan Filosofi Dan Kerangka Kognitif Yang Dapat Mengurangi Penderitaan Dan Membantu Orang Menemukan Makna Dalam Penyakit . , 2. Orang Dengan Penyakit Kronis Tahu Bahwa Penyakit Mereka Tidak Dapat Disembuhkan. Mereka Melakukan Praktik Keagamaan Untuk Mempertahankan Harapan Bahwa Kehidupan Mereka Akan Membaik. Dengan Demikian. Praktik Keagamaan Memiliki Efek Positif Dan Secara Positif Memengaruhi Proses Adaptasi Bagi Penderita Penyakit Kronis Karena Membantu Mereka Menemukan Keseimbangan Dan Mengembangkan Rasa Kendali Atas Hidup Mereka. Itu Membantu Para Peserta Saat Ini Mengarahkan Kembali Kehidupan Mereka Dan Memungkinkan Mereka Untuk Mengelola Dan Menerima CKD/HD. Hasil Penelitian Diperoleh Bahwa Mayoritas Responden Memiliki Tingkat Spiritualitas Tinggi Sebesar 63,0% . Responde. Hasil Penelitian Untuk Kualitas Hidup Dilihat Dimensi Fisik Sebesar 66,19 Atau Dikategorikan Baik Sebesar 55,8% . Responde. Analisis Data Yang Peneliti Gunakan Adalah Untuk Analisis Bivariat Menggunakan Chi JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 Judul Natashia. Wati Jumaiyah. Kustiyuwati Hubungan Kesejahteraan Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rs Yogyakarta (Pipin Nurhayati. Yeni Isnaeni. Nisa Fitri Nusaibah Association Between Religiosity And Happiness Patients With Chronic Kidney Disease Hemodialysis (Janayna Siqueira. Natylia Maria Fernandes. Alexander Listyarini. Anita Dyah, et al Metode Penelitian Menggunakan Google Form. Analisis Data Menggunakan Analisis Univariate. Analisis Bivariate Menggunakan Uji TTest Dan Chi Square Serta Analisis Multivariate Dengan Menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda. Kaji Etik Penelitian Sudah Dilakukan Di Universitas Muhammadiyah Jakarta Dan Di Setujui Dengan Dikeluarkannya Surat Keterangan Lolos Kaji Etik Dengan Nomor Surat 0272/F. 9UMJ/i/2021. Metode Penelitian Menggunakan Rancangan Cross Sectional. Populasinya Adalah Semua Orang Yang Menderita GGK Dengan Terapi Hemodialisa Rutin Seminggu 2 Kali Dan > 6 Bulan Di Unit Hemodialisa RS Nur Hidayah Bantul. Sampel Penelitian Total Sampling Yaitu Sebanyak Responden. Analisis Ini Menggunakan Uji KendallAos Tau. Metode Penelitian Ini Adalah Penelitian Cross-Sectional Dua Pusat Terapi Pengganti Ginjal Di Brazil. Melibatkan 161 Orang Dewasa Yang Menjalani Hemodialisis. Regresi Linier Dilakukan Untuk Mengevaluasi Hubungan Antara R/S (Variabel Prediksi Yang Diukur Dengan Indeks Agama Duke - Subjek Penelitian Sampel Menggunakan Estimasi Proporsi Sebesar 154 Orang Pada Pasien Yang Berobat Di RSIJK Dan Menjalani Terapi Haemodialisa. Hasil Square Dan Analisis Mulitivariat Menggunakan Uji Regresi Logiktik Ganda. Dengan Tujuan Untuk Mengetahui Ada Tidaknya Hubungan Antara Spiritualitas Dengan Kualitas Hidup Pasien GGK Pada Masa Pandemi COVID Berdasarkan Hasil Analisis Yang Peneliti Lakukan Diperoleh Hasil Bahwa Terdapat Hubungan Antara Tingkat Spiritualitas Dengan Tingkat Kualitas Hidup Pada Pasien GGK Dengan Nilai Signifikan 0,014. Subyek Penelitian Ini Adalah Semua Orang Yang Menderita GGK Dengan Terapi Hemodialisasejum lah 66 Responden Berjumlah Subyek. Hasil Penelitian Memperlihatkan Adanya Hubungan Antara Kesejahteraan Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien GGK Yang Menjalani Hemodialisa Di Nur Hidayah Bantul Dibuktikan Dengan Hasil Correlation Coefficien Sebesar 0,259 Dengan Nilai Signifikansi Yaitu Sebesar 0,031 (P Value > 0,. Subjek Penelitian Sebagian Besar Terdiri Dari Orang Dewasa Paruh Baya ,8% Berusia Antara 41 Dan 64 Tah(U. Dengan Tingkat Pendidikan Rendah ,9% Memiliki Pendidikan Kurang Dari SMA). Dan Menganggur Sebagian Besar Pasien . ,20%) Melaporkan Beberapa Afiliasi Agama. Religiusitas Pribadi (PR) . = 0,53. 95% CI = 0,01 A 1,. Religiusitas Intrinsik (IR) . = 0,48. 95% CI = 0,18 A 0,. Dan SC . = 0,11. 95% CI = - 0,09 A Berkorelasi Dengan Tingkat Kebahagiaan Yang Lebih Tinggi. Mengendalikan Variabel Klinis Dan Sosiodemografi. Ketika SC Dimasukkan Dalam Model. IR . = 0,34. 95% CI = 0,07 Hingga 0,. Dan SC . = 0,11. 95% CI = 0,08 Hingga 0,. Tetap JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 Judul MoreiraAlmeida, 2. Spiritual Wellbeing And Quality Of Life Among Hemodialysis Patients In Jordan: Cross-Sectional Correlational Study (Ahmad Salem Musa. Mohammad Al Qadire. Mohammad Albashtawy. Mohammad Suliman 2. Peningkatan Kualitas Hidup Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Melalui Psychological Intervention Di Listyarini. Anita Dyah, et al Metode Penelitian DU-REL) Dan Kebahagiaan (Variabel Hasi. Disesuaikan Dengan Sosiodemografi. Klinis. Dan Beberapa Variabel Laboratorium. Kemudian. Ditambahkan Model Untuk Menguji Kemungkinan Efek Mediasi. Sebuah Desain Crosectional Korelasional Dipilih Karena Cocok Untuk Penelitian Ini. Sebuah Survei Menggunakan Kuesioner Yang Dikelola Sendiri Terstruktur Digunakan Sebagai Metode Pengumpulan Data. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Pra Experimental Pre Post Test Group Design Subjek Penelitian . ,5% Pensiun Dan 26,7% Cuti Medi. Hasil Signifikan. Tidak Ada Variabel Klinis Atau Sosiodemografi Yang Berkorelasi Dengan Kebahagiaan. Subjek Penelitian Sebanyak Peserta Dengan Jenis Kelamin Laki-Laki Peserta Dan Perempuan Peserta. Hasil Penelitian Diperoleh Bahwa Semua Korelasi Antara Skor Total RAND-36. Subskala (GH. PF. RLP. RLE. SF. BP. EF. Dan EWB). Skor Total SWBS Dan Subskalanya (RWBS Dan EWBS). Onset Dialisis. Dan Usia Disajikan Pada RAND-36 Secara Statistik Signifikan -Tidak Bisa Memoderasi Korelasi Positif Dengan SWBS (R = . P < Dan Korelasi Yang Tidak Signifikan Dengan Variabel Onset Dialisis. Pasien Hemodialisis Yordania Memiliki Tingkat Kesejahteraan Spiritual Dan Kesejahteraan Religius Yang Sedang. Tingkat Kesejahteraan Eksistensial Yang Rendah. Dan Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Yang Buruk. Temuan Mengungkapkan Korelasi Positif Sedang Yang Signifikan Antara Kesejahteraan Spiritual Dan Dimensinya. Dan Kualitas Hidup Yang Berhubungan Dengan Kesehatan. Kesejahteraan Eksistensial Adalah Prediktor Terkuat. Dengan Efek Besar. Positif. Dan Signifikan Setelah Mengendalikan Variabel Terkait Spiritual. Demografis. Dan Medis Lainnya. Berdasarkan Uji Statistik Wilcoxon Signed Rank Test Ditemukan Adanya Perubahan Tingkat Motivasi Responden Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Intervensi Relaksasi Religius Berbasis Hospice Care Dengan Nilai P = 0,008. Hasil Uji Statistik Paired T Test Menunjukkan Nilai P = 0,003 Pada Perubahan Kualitas Hidup. Dari Hasil Diatas Subjek Penelitian Ini Adalah 20 Responden JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 Judul Unit Hemodialisa Rsud Gambiran Kediri (Dhina Widayati. Nove Lestari 2. Metode Penelitian Subjek Penelitian Hasil Diperoleh Bahwa P<0,05 Dengan Kesimpulan Hipotesis Diterima Yang Berarti Ada Pengaruh Psychological Intervention Terhadap Peningkatan Motivasi Dan Kualitas Hidup Penderita GGK Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Pembahasan Pada penelitian ke 9 artikel diatas menunjukkan bahwa terapi spiritual dapat meningkatkan kualitas hidup padda pasien CKD, sedangkan untuk perbedaan yang terjadi pada ke 9 artikel tersebut memiliki perbedaan masing-masing dengan hasil yang berbeda-beda. Pada artikel yang pertama berdasarkan hasil penelitian ini, menyatakan sebagian besar responden pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi Hemodialisa di Ruang Malahayati RSUD Dr. Saiful Anwar Malang memiliki kecerdasan spiritual sedang. Sedangkan hampir separuh responden pasien gagal ginjal kronis mengalami kecemasan sedang. Dari penelitian didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di Ruang Malahayati RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Pandangan yang diberikan kepada klien yaitu sesuai dengan konsep yang menyatakan terapi spiritual dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasien CKD. Pada artikel kedua, menunjukkan bahwa terapi spiritual efektif terhadap spiritual well-being, selfesteem dan self-efficacy pada pasien yang menjalani hemodialisis. Efektivitas ini akan memberikan hasil positif seperti peningkatan kualitas hidup, peningkatan kualitas tidur, keyakinan positif tentang penyakit dan pengobatan, kepatuhan terhadap pengobatan dan kepuasan pengobatan. Sehingga terapi spiritualitas dapat digunakan sebagai intervensi yang efektif untuk meningkatkan spiritual well- being, self-esteem dan selfefficacy pada pasien yang menjalani hemodialisa. Intervensi ini diarahkan untuk perawatan holistik. Ini dapat dilakukan dengan partisipasi interdisipliner dalam tim peduli dan psikologis. Disarankan bahwa terapi spiritualitas harus dimasukkan dalam program perawatan oleh profesional kesehatan. Pada artikel ketiga, hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan terdapat hubungan psychological intervention dengan peningkatan kualitas hidup, diperoleh nilai P = 0,001 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara psychological intervention dengan peningkatan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Pada artikel keempat, peran agama dan spiritualitas memberikan strategi penanggulangan yang kuat yang dapat membantu orang Thailand yang mengalami CKD untuk mengatasi tekanan dan kesulitan yang Peran agama dan spiritualitas tidak dapat dipisahkan dalam budaya Thailand karena orang Thailand beragama dan spiritual. Pada artikel kelima, terdapat hubungan tingkat spiritualitas dan kualitas hidup pasien dengan GGK selama masa pandemic COVID-19 didapatkan hasil bahwa kualitas hidup pasien dengan GGK dapat dipertahankan dengan meningkatkan tingkat spiritualitas penderita setelah dikontrol oleh dukungan sosial, nilai Hb, lama menderita penyakit dan komorbiditas. Oleh karena itu pada penelitian tersebut merekomendasikan perlunya perawat meningkatkan tingkat spiritualitas pasien dengan gagal ginjal kronik agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pada artikel keenam, didapatkan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan Kesejahteraan Spiritual dengan Kualitas Hidup Pada Pasien GGK yang Menjalani Hemodialisa di RS Nur Hidayah Bantul, ketika semakin meningkat tahap kesejahteraan spiritual yang ada pada pasien GGK maka meningkat pula kualitas hidupnya, begitu pula sebaliknya ketika tahap kesejahteraan spiritual padai pasien GGK menurun, akan diikuti penurunan tingkat kualitas hidup pasien. Pada artikel ketujuh, hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hemodialisis menunjukkan tingkat Religiuslitas /Spritualitas yang tinggi, juga berkorelasi dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. Variabel psikososial seperti Religiusitas/Spiritualitas dan SC (Sense of Coherenc. adalah target kunci potensial untuk intervensi untuk meningkatkan kualitas kelangsungan hidup yang lebih baik di antara pasien CKD yang artinya ada hubungan antara Religiusitas Intrinsik atau tingkat spiritualitas yang ada pada diri pasien dengan kebahagiaan pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Pada artikel kedelapan, pasien hemodialisis Yordania memiliki tingkat kesejahteraan spiritual dan kesejahteraan religius yang sedang, tingkat kesejahteraan eksistensial yang rendah, dan kualitas hidup terkait kesehatan yang buruk. Hasil penelitian mengungkapkan korelasi positif sedang yang signifikan antara Listyarini. Anita Dyah, et al JUKEKE Vol 3 No. 1 Februari 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 18-27 kesejahteraan spiritual dan dimensinya, dan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan. Kesejahteraan eksistensial adalah prediktor terkuat, dengan efek besar, positif, dan signifikan setelah mengendalikan variabel terkait spiritual, demografis, dan medis lainnya. Yang artinya ada hubungan positif antara spiritualitas dan kualitas hidup dalam penelitian pada artikel kesembilan, memiliki dasar dalam keyakinan dan praktik Islam. Secara keseluruhan, studi tersebut menunjukkan bahwa pasien hemodialisis Yordania menggunakan keyakinan agama dan spiritual mereka. Pada artikel kesembilan, didapatkan hasil penelitian data tentang tingkat motivasi responden sebelum dan sesudah intervensi terjadi perubahan yang sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden . % oran. mempunyai motivasi tingkat sedang sebelum pemberian intervensi. Setelah pemberian intervensi didapatkan hasil bahwa mayoritas penderita tersebut mengalami peningkatan motivasi, sebesar 70% mempunyai motivasi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami peningkatan kualitas hidup setelah diberikan psychological intervention yang didalamnya terdapat kegiatan relaksasi spiritual dengan mendengarkan dan mengikuti dzikir yang diiringi alunan musik rohani yang menyejukkan jiwa. Sebanyak 80 % responden mengalami peningkatan kualitas hidup, dan 20 % responden Yang berarti ada pengaruh psychological intervention terhadap peningkatan motivasi dan kualitas hidup penderita GGK yang menjalani terapi hemodialisa. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penjelasan diatas yang terdiri dari 9 artikel ilmiah yang telah dilakukan review maka telah terbukti bahwa dari penerapan terapi spiritual pada pasien chronic kidney disease dapat digunakan sebagai cara untuk meningkatkan kualitas hidup oleh klien chronic kidney disease. Dalam hal ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktur Itekes Cendekia Utama Kudus, dosen pembimbing dan temanteman sekalian yang telah memberikan dukungan moral maupun materil dalam penyelesaian literature review DAFTAR PUSTAKA