JePKM Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2722 - 807X (Prin. ISSN : 2987 - 1441 (Onlin. Vol. 06 No. 01 Juni 2025, h : 41 - 56 Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur Women's Empowerment in Utilizing Home Yards as Living Gardens to Improve Family Economy through the Guidance of the Women's Farming Group (KWT) in East OKU Ayu Lestari. Dosen Tetap IAI-IPMU Gumawang. E-mail: banyulove12@gmail. ABSTRAK Pemberdayaan perempuan dalam pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus beli. Lahan pekarang bisa menjadi tempat kegiatan usaha wanita yang mempunyai peranan besar terhadap pemenuhan kebutuhan Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran wanita melalui pemanfaatan dan kemampuan wanita untuk berpartisipasi secara aktif dan upaya pemberdayaan pemanfaatan lahan pekarangan. Metode yang digunakan adalah dengan metode yang meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan penyuluhan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan ini adalah Perempuan atau nantinya menjadi wanita Tani yang akan dikukuhkan menjadi Kelompok Wanita Tani dalam Setiap desa. Upaya pemanfaatan lahan pekarangan budidaya sayuran sangat berdampak baik bagi wanita tani, mampu memberi kontribusi untuk peningkatan ketersediaan sayuran yang sehat dan bergizi untuk kebutuhan rumah tangga. Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan. Lahan Pekarangan dan Warung Hidup ABSTRACT Empowering women in utilizing yard land is one way to fulfill their needs without having to buy. Yard land can be a place for women farmers' business activities that play a major role in fulfilling family needs. The purpose of this community service activity is to increase awareness of women farmers through the utilization and ability of women farmers to actively participate and empowerment efforts in utilizing yard land. The method used is a method that includes several stages, namely preparation, training, counseling, mentoring, and evaluation. The target of this activity is women farmers. Efforts to utilize yard land for vegetable cultivation have a very good impact on women farmers, able to contribute to increasing the availability of healthy and nutritious vegetables for households. Keywords: Women Empowerment. Yard Land and Living Stalls JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur PENDAHULUAN Pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan merupakan paradigma baru dalam pembangunan masyarakat yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan pembangunan baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi. Pemberdayaan masyarakat harus di pandang sebagai upaya untuk mempercepat dan memperluas upaya penanggulangan kemiskinan. Salah satu upaya mendogkrak perekonomian desa melalui pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dengan peningkatan produksi pangan masyarakat dan pemanfaatan pekarangan rumah dengan tanaman produktif. Pemberdayaan adalah serangkainan kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok rentan dan lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang mengalami masalah kemiskinn, sehingga mereka memiliki keberdayaan dalam memenuhi kebutuhan hidunya baik secara fisik, ekonomi maupun sosial seperti kepercayaan diri, maupun menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpatisipasi dalam kegiatan sosial dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya. Cara yang di tempuh dalam melakukan pemberdayaan yaitu memberikan motivasi atau dukungan berupa sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat untuk menngkatkan kapasitas merekan, meningkatkan kesadaran tentang potensi yang di miliki, kemudian berupaya untuk mengembangkan potensi yang di miliki tersebut. Payne mengemukakan bahwa suatu proses pemberdayaan empowerment, pada intinya bertujuan membantu klien memperoleh daya untuk mengambil keputusan dan menemukan tindakan yang akan ia lakukan yang berkaitan dengan diri mereka, termasuk mengurangi efek hambatan pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. Halini melelui penungkatan dan rasa percaya diri untukmenggunakan daya yang ia miliki, antara lain melalui tranfer daya dari lingkungannya. 1 Upaya pemberdayaan masyarakat ini sangat penting di maksimalkan karena jika tidak, kesadaran dan keaktifitas masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan maupun obat keluarga serta sumber pendapatan tambahan bagi keluarga tidak te wujud. Meningkatkan sumber daya manusia dan memanfaatkan sumber daya alam untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Karang Binangun II. Pekarang adalah lahan terbuka yang terdapat disekitar rumah tangga. Pekarangan rumah dapat di Suprapto. Tommy. Pemberdayaan Masyarakat Informasi: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar . , h. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur manfaatkan sesuai dengan selera dan keinginan pemiliknya, misal dengan menanam tanaman produktif seperti tanaman hias, buah, rempah-rempah dan obat-obatan. Pekarangan di daerah perkotaan banyak di manfaatkan untuk menanam tanaman hias, sedangkan di derah pedesaan lahan pekarangan cukup luas yang biasanya di manfaatkan untuk di tanamai buah-buahan seperti mangga, rambutan atau pisang. Pemanfaatan lahan pekarangan pada umumnya bersifat sambilan untuk mengisi waktu luang dan memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. 2 Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi sangat penting untuk di lakukan pada saat terjadi konversi lahan pertanian yang dapat menggau ketersediaan pangan. 3 Pekarangan sebagai salah satu bentuk usaha tani belum mendapat perhatian secara sadar telah dirasakan manfaatnya. Di beberapa daerah terutama di pedesaan pengembangan pekarangan umumnya diarahkan untuk memenuhi sumberpangan sehari-hari, sehingga seringkali diungkapkan sebagai lumbung hidup atau warung hidup. Pekarangan didefinisikan sebagai sebidang tanah yang mempunyai batas-batas tertentu, yang diatasnya terdapat bangunan tempat tingal dan mempunyai hubungan fungsional baik ekonomi, biofisik maupun sosial budaya dan penghuninya Pemanfaatan lahan pekarangan dirancang untuk meningkatkan konsumsi aneka ragam sumber pangan lokal dengan prinsip bergizi, seimbang dan beragam, sehingga berdampak menurunkan konumsi beras. Pemanfaatan lahan pekarangan yang di rancang untuk menungkatkan pendapatan rumah tangga dapat diarahkan pada komoditas komersial bernialai ekonomi tinggi, seperti sayuran, buah, biofarmaka serta ternak ikan. Peningkatan gizi terutama pada gizi mikro masyarakat pada umumnya dan keluarga pada khususnya, dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatakan sumber daya yang tersedia di 4 Wnita tani memaninka peran yang sangat besar dalam pemanfaatan lahan Pekarangan rumh adalah sebidang tanah di sekitar rumah, baik itu di depan, di samping atau di belakang rumah atau ebaliknya sebidang tanah antara rumah dan Penggunaan pekarangan rumah sangatlah penting, karena manfaatnya yang Penggunaan pekarangan yang layak dapat mendadangkan keuntungan yang berbeda antara lain toko, toko obat, twmpat tinggal kuda, dan bank hidup. 5 Pemberdayaan wnita tani menjadi strategi yang di lakukan pemerintah untuk memwujudkan ketahan Edi. Suharto. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT. Refika Aditama. Hadiutomo. Kusno. Mekanisme Pertanian. Bogor: IPB Press. , h. Hubeis. Aida Vitalaya S. Pemberdayaan Perempuan Dari Masa Ke Masa. Bogor: PT Penerbit IPB Press 2011, h. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur pangan rumah tangga. Wanita tani tempat untuk bagi para kaum wanita yang di beri kesempatan untuk berpartisipasi dalam memajukan sektor pertanian. Salah satu faktor penting mendukung kesuksesan program ketahan pangan ini ialah keterlibatan wanita tani itu sendri. 6 Setiap wanita tani mempunyai bentuk partisipasi dalam sebagai keterlibatan dan keikutsrtaan wanita tani dalam program ketahan pangan rumah tangga, baik berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan, menikmati hasil, maupun evaluasi Wanita tani berperan penting dalam ketahan pangan rumah tangga. Wanita tani melakukan sebagian besar pekerjaan dalam produksi dan pengolahan sumber daya makanan di tingkat rumah tangga. Sumber daya wanita tani dengan potensi yang dimiliki kemungkinan besar dapat dikembangkan menjadi tumpuan ketahan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk dijadikan sumber panganpotensial. Wanita tani dalam halini dapat menyediakan pangan secara mandiri. 7 Kecamatan BMR adalah salah satu kecamatan yang mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga melaui wanita tani dengan memanfaatakan lahan pekarangan. Wanita tani merupakan kelompok wanita tani yang ada di Desa Karang Binagun II di Kecamatan BMR yang aktif dalam kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan menjadi unsur penting dalam mewujudkan ketahan pangan rumah tangga. Pangan menjadi kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup manusia. Sumber daya manisa yang berkualitas juga di pengaruhi oleh ketersediaan bahan pangan yang berkualitas baik, kuantitas yang memadai dan memiliki mutu gizi. 8 Ketidak stabilan penyediaan pangan dan pemenuhan kebutuhan pangan yang terbatas menjadi alasan di perlukannya penanggulangan. 9 Kondisi ini tentu dapat di berikan solusi dengan kegiatan pendampingan terkait pemnfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahan pangan dengan melatih, mendampingi, menfasilitasi dan berkelanjutan dari budi dadaya sayuran di Desa Karang Binagun II di Kecamatan BMR. Peningkatan kesejakeluarga berarti yang mengarah pada ketahan Hal tersebut mendorong tim untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang pemberdayaan wanita tani yang ada di Desa Desa Karang Binagun II di Kecamatan BMR agar dapat meningkatkan ketahan pangan keluarganya. Muri Yusuf. Metode Penelitian: Kuantitatif. Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana. Yunus. Saifuddin. (Model Pemberdayaan Masyarakat Terpadu. Banda Aceh: Bandar Publishing. 2017, h. Edi. Suharto. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT. Refika Aditama. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur LITERATUR RESEARCH Rani Wahidra Putri, judul AuPeran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah Di Jorong Malana Ponco Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera BaratAy Skripsi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2021. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui peranan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam melakukan pemanfaatan pekarangan rumah dengan teori peran pengembangan masyarakat menurut Jim Ife dan Frank Tesoriero antara lain peranan fasilitasi, peranan mendidik, peranan representasi dan peranan teknis, serta membahas mengenai hasil dari pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Persamaan pada penelitian ini yaitu membahas mengenai Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan rumah dan juga membahas mengenai hasil dari adanya program Kelompok Wanita Tani. Perbedaan pada penelitian ini terletak pada rumusan masalah dan juga objek penelitiannya, serta penelitian ini membahas peranan pada Kelompok Wanita Tani dengan memakai teori peran menurut Jim Ife dan Frank Tesoriero. Endang Warih Minarni dkk, judul AuPemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Dengan Budidaya Sayuran Organik Dataran Rendah Berbasis Kearifan Lokal Dan BerkelanjutanAy Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Universitas Jenderal Soedirman 2017. Hasil dari penelitian ini adalah tentang peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dengan metode teknologi dan pembuatan demplot . serta pendampingan dengan menggunakan metode atau pendekatan Partisipatory Rural Appraisal (PRA). Persamaan pada penelitian ini yaitu pada subjek penelitian yang membahas mengenai pemberdayaan kelompok wanita tani melalui pemanfaatan Perbedaan pada penelitian ini terletak pada lokasi penelitian serta pendekatan yang dipakai sebagai acuan penelitian yaitu PRA. Yesi Geovani dkk, judul AuPemberdayaan Perempuan Melalui KWT Dalam Peningkatan Kemampuan Sosial Ekonomi (Studi pada program pemanfaatan Novita Sari Puarda. Evektivitas Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Berseri Di RW 04 Kelurahan Babakan. Kecamatan Tangerang. Kota Tangerang. Skripsi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur lahan pekarangan KWT Lestari Alam Kampung Sukapala Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalay. Ay Journal of Community Education Hasil penelitian pada jurnal ini membahas mengenai proses pemberdayaan perempuan melalui kelompok wanita tani lestari alam pada program pemanfaatan lahan pekarangan untuk peningkatan kemampuan sosial ekonomi. Proses pemberdayaan ini menggunakan teori pendekatan dengan aspek 5P yaitu Pemungkinan. Penguatan. Perlindungan. Penyokongan, dan Pemeliharaan. Adanya program ini membuat perubahan ekonomi dan sosial pada perempuan yang telah mengikuti dan bergabung dalam kelompok wanita tani ini. Persamaan pada penelitian ini yaitu membahas mengenai pemberdayaan perempuan melalui kelompok wanita tani dalam pemanfaatan Sedangkan perbedaannya terletak pada lokasi penelitian serta teori pendekatan sebagai acuan penelitian yang dipakai. METODE Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini memakai pendekatan kualitatif Penelitian kualitatif merupakan penelitian mengenai riset yang bersifat deskriptif dan cenderung analisis. Proses serta maknanya lebih ditampilkan. Landasan teori yang digunakan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta yang ada di lapangan (Wekke, 2. Menurut (Moleong, 2. penelitian kualitatif merupakan penelitian yang mengacu pada kajian pemahaman secara holistik terhadap feomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, dalam bentuk teks dan Bahasa secara pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Alasan peneliti menggunakan pedekatan penelitian kualitatif deskriptif karena peneliti ingin mendeskripsikan keadaan yang akan diamati dilapangan dengan lebih spesifik, transparan dan mendalam yaitu mengenai proses atau tahapan yang dilakukan Geovani. Yesi. Wiwin Herwina, dan Nastiti Novitasari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Wanita Tani dalam Peningkatan Kemampuan Sosial Ekonomi. JoCE (Journal of Community Educatio. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur oleh kelompok wanita tani anthurium dalam pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Penelitian ini juga berusaha menggambarkan situasi/kejadian serta mengamati fenomena-fenomena dari sudut pandang narasumber yang dibutuhkan oleh peneliti seperti penyuluh, pembina serta anggota kelompok wanita tani, sehingga data yang akan terkumpul bersifat deskriptif dan tidak berorientasi pada anggka. PEMBAHASAN Pengertian Pemberdayaan Perempuan Pemberdayaan berasal dari kata AudayaAy yang berarti kekuatan atau kemampuan, dan lebih dikenal dalam Bahasa Inggris sebagai AupowerAy. Selanjutnya dikatakan pemberdayaan atau empowerment, karena mengandung makna perencanaan, proses dan upaya untuk memperkuat atau memampukan yang lemah. Menurut Edi Pemberdayaan Masyarakat juga dijelaskan sebagai sebuah proses dan tujuan sebagai berikut: Sebagai suatu proses, pemberdayaan merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai tujuan, pemberdayaan mengacu pada kondisi yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial, yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuatan atau pengetahuan dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik yang bersifat fisik, ekonomi maupun sosial seperti rasa percaya diri, menyampaikan aspirasi, memiliki mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas hidup secara mandiri. Sedangkan menurut Shardlow dalam pemberdayaan pada intinya membahas bagaimana individu, kelompok maupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan Yunus. Saifuddin. Model Pemberdayaan Masyarakat Terpadu. Banda Aceh: Bandar Publishing 2017, h. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur keinginan mereka. Menurut Moose dalam pendekatan pemberdayaan dalam konteks gender ialah pengembangan rasa kemandirian dan kekuatan internal perempuan, yang menekankan pada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Dalam pengertian ini ada pengakuan makna produktif terhadap aktivitas perempuan meskipun dilakukan di dalam rumah tangga selama mereka mampu menghasilkan pendapatan rumah tangga, pengembangan organisasi perempuan, peningkatan kesadaran dan pendidikan masyarakat sebagai syarat penting perubahan sosial berkelanjutan bagi wanita. Pemberdayaan perempuan sebagai salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan agar para perempuan dapat aktif berp artisipasi dalam pembangunan secara aktif tanpa menghilangkan peran reproduktifitasnya, dinyatakan dalam GBHN 1999 Pedoman Kebijakan yang diarahkan pada pemberdayaan perempuan, dengan maksud: . memperbaiki status dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa melalui kebijakan nasional yang dilakukan oleh suatu institusi dan . memperbaiki kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan seraya mempertahankan kesatuan dan nilai-nilai pemberdayaan perempuan, keluarga dan kesejahteraan social. Pemberdayaan perempuan berfungsi dalam melindungi diri sendiri serta keluarga karena akan mampu dalam pengambilan keputusan dan sangat berpengaruh kepada kekuatan perempuan. Sementara itu, pemberdayaan perempuan menurut Linda Mayoux adalah perubahan, pilihan dan kekuasaan. Hal ini adalah suatu Langkah perubahan dalam mendapatkan hak kuasa dan mampu dalam memilih sesuatu yang dapat meningkatkan kualitas hidup sebagai individu maupun kelompok. LAHAN PEKARANGAN Pekarangan adalah sebidang tanah yang ada di sekitar rumah tinggal tampak bagian Adi. Isbandi Rukminto. Intervensi komunitas & Pengembangan Masyarakat sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Anwas. Oos M Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung: Alfabeta,. Hubeis. Aida Vitalaya S. Pemberdayaan Perempuan Dari Masa Ke Masa. Bogor: PT Penerbit IPB Press. 2011, h. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur depan, belakang, maupun samping dan jelas batas-batasnya, karena letaknya disekitar rumah maka pekarangan mudah untuk dimanfaatkan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu yang tersedia. Pemanfaatan pekarangan adalah pekarangan yang dikelola secara terpadu dengan berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus guna pemenuhan gizi keluarga. Pemanfaatan pekarangan rumah yang baik sebaiknya dikelola melalui pendekatan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai jenis tanaman ataupun ternak. Ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan secara terus menerus. Namun, jika halaman tidak hanya enak dipandang dan ingin memberikan manfaat, pemilik bisa menanam tanaman bunga sekaligus tanaman pangan. Cara ini terbilang efektif. Pasalnya, tanaman bunga bisa mengusir hama tanaman pangan. Bila ingin lebih beragam, bisa diintegrasikan dengan memelihara hewan ternak, seperti ayam atau ikan. Limbah organik yang dihasilkan dari tanaman maupun hewan ternak, bisa diolah kembali menjadi Setidaknya, ada 4 pelaksanaan pemanfaatan pekarangan yang dapat diterapkan, antara lain: Warung Hidup Apotek Hidup Lumbung Hidup Sumber Pendapatan Keluarga Selain beberapa hal yang telah dijelaskan diatas. Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan memiliki beberapa tujuan, diantaranya: Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga Menciptakan lingkungan yang hijau Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memanfatkan pekarangan Untuk dapat memaksimalkan dalam pemanfaatan pekarangan rumah, pemilik sebaiknya memerhatikan baik-baik dalam pemilihan komoditas tanaman pangan atau tanaman hias yang akan ditanam. Hal ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, segmen pasar jika tanaman akan dipasarkan, tingkat kesukaan atau hobi, luasan lahan, serta kondisi lingkungan. WARUNG HIDUP Warung hidup adalah Pekarangan yang dimanfaatkan dengan menanami dengan tanaman, ternak maupun ikan yang dapat dipanen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warung hidup diartikan agar pekarangan menghasilkan yang biasa dibeli sehari-hari dari JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur Menurut jatmiko warung hidup adalah pekarangan yang dimanfaatkan dengan menanami dengan tanaman, ternak maupun ikan yang dapat dipanen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warung hidup diartikan agar pekarangan menghasilkan yang biasa dibeli sehari-hari dari warung. HASIL PENELITIAN Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan untuk menciptakan warung hidup Tahap Perencanaan dan Pembentukan Dalam Ketahanan Pangan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) OKU Timur s e t i a p Kelurahan se-OKU Timur. Perencanaan pembentukan Kelompok Wanita Tani ini merupakan salah satu bentuk program kebijakan dari pemerintah dalam memberdayakan perempuan dari segi ketahanan pangan keluarga, dimana hal ini pun menjadikan para ibu rumah tangga yang mandiri serta dapat memenuhi kebutuhan pangannya. Berdasarkan hasil temuan di lapangan bahwa pada tahap awal dalam proses pemberdayaan yaitu dengan mengidentifikasi potensi wilayah dengan mengadakan sosialisasi atau pertemuan antar pihak Dinas Ketahanan Pangan OKU Timur dengan seluruh masyarakat khususnya para ketua RW, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibu Khusnul Khotimah selaku Ketua Paguyuban KWT OKU Tmur: AuAkebetulan tadinya memang kita punya kebun sayuran, di tahun 2021 dari Dinas Ketahanan Pangan itu dulunya mewajibkan satu Kelurahan membuat satu Kelompok Wanita Tani per RW, jadi itu program berkebun lalu memberikan bantuan berupa sarana dan pra sarana untuk kita membuat Kelompok Wanita Tani buat dikembangin Untuk memanfaatkan lahan pekarangan demi kesejahteraan keluargaAy (Wawancara Ibu Khusnul, 2. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur Gambar 1. perencanaan Pengolahan Lahan Awal Tahap Pelaksanaan atau Pelatihan Setelah melalui tahap perencanaan program dan membentuk kelompok wanita tani, maka tahap selanjutnya adalah pelaksanaan atau pelatihan. Dalam tahap pelaksanaan seluruh anggota ikut serta dalam pelaksanaan program yang telah direncanakan Masyarakat sebagai pelaksana misalnya berpartisipasi dalam perumusan prosedur, aturan main dan mekanisme pelaksanaan program serta aktif dalam pelaksanaan itu sendiri (Hermansyah, 2. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur Gambar. Pelatihan di Kecamatan Semendawai Barat Tahap Bantuan Program Pemerintah Tahap Bantuan program dalam yaitu tahapan khusus yang dilakukan dalam rangka membangun aspek kemandirian atau keberlanjutan. Tahap ini sering kali diabaikan oleh sebuah perencana dalam program Padahal berkesinambungan dan memberikan manfaat untuk masyarakat secara jangka panjang serta menjamin bahwa program tersebut tetap berjalan walaupun bantuan/asistensi dari pemerintah. LSM maupun badan usaha sudah selesai. Gambar 3. Penyerahan Bantuan Penerima Manfaat JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur Mengadakan perlombaan dan mengikuti lomba Kegiatan selanjutnya dari Paguyuban adalah mengadakan lomba KWT. KWT dengan segudang prestasinya dan sering mengikuti lomba-lomba antar KWT juga sering mengadakan lomba antar anggota di KWT se kabupaten OKU Timur dengan tujuan agar seluruh anggota dapat terus berinovasi dan mengembangkan apa yang sudah didapatkan oleh pelatihan dan penyuluhan. Lomba Senam dan Yel Yel Gambar 4. Kegitaan Lomba dan Senam Tahap Panen dapat Mengurangi Anggaran Pengeluaran Keluarga Mengikuti kegiatan ini dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang ditanami sayuran tentu sangat bermanfaat untuk para anggota. Hasil panen sayuran yang didapatkan tentunya sangat mengurangi pengeluaran untuk biaya belanja sehari- hari. Meskipun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh pada ekonomi keluarga. Gambar 5. Panen Sayur di Lahan Pekarangan JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur Tahap Monitoring dan Evaluasi Monitoring yaitu salah satu tahapan penting dalam sebuah program, monitoring dapat memastikan bahwa program tersebut terlaksana dengan baik atau tidak. Monitoring pengimplementasian program. Menurut (Hermansyah, 2. pada tahap monitoring, seluruh masyarakat ikut serta mengawasi pelaksanaan program pemberdayaan tersebut agar program tersebut memiliki kinerja yang baik. Tahap monitoring di KWT-KWT OKU Timur juga dilakukan oleh penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang. DKP memantau seluruh kegiatan di KWT selama kurang lebih satu bulan sekali dengan tujuan mendampingi dan memberi masukan untuk keberlanjutan program. Evaluasi program juga diadakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian dan apa saja faktor penghambat serta langkah yang perlu diambil untuk KWT. Dinas Ketahanan Pangan OKU TIMUR juga memfasilitasi adanya uji lab yaitu uji residu pada tanaman disetiap KWT, dimana dalam uji ini dilihat apakah pemakaian pestisida pada tanaman di KWT ini berlebihan atau tidak, jika berlebihan akan ada teguran sebagai bentuk evaluasi untuk KWT agar tidak menggunakan pestisida yang berlebih. Gambar 6. Tahap Evaluasi Paguyuban dan DKP SIMPULAN Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan dalam proses pemberdayaan perempuan melalui Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) OKU Timur dalam pemanfaatan lahan pekarangan rumah di seluruh Desa Kabupaten OKU Timur memiliki alur proses tahapan sebagai berikut adanya Tahap Perencanaan, pengelompokan. JEPKM ( JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ) VOL. NO. 01, . : JUNI 2025 Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Mengolah Lahan Pekarangan Menjadi Warung Hidup Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Binaan Paguyuban KWT OKU Timur pelaksanaan dan monitoring evaluasi. Dengan adanya pemanfaatan lahan pekarangan warung hidup diharapkan besar konstribusinya untuk perekonomian keluarga. DAFTAR PUSTAKA