ISLAM & CONTEMPORARY ISSUES https://doi. org/10. 57251/ici. Vol. No. 2, 2025 | 191-197 Modernisasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Karakter Religius Siswa di SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak Syafrida Rahmidayani Barus*. Universitas Pembangunan Panca Budi. Indonesia Mhd. Habibu Rahman. Universitas Pembangunan Panca Budi. Indonesia Danny Abrianto. Universitas Pembangunan Panca Budi. Indonesia ABSTRACT This study examines the modernization of Islamic Religious Education (PAI) learning materials in fostering studentsAo religious character at SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak. The research aims to analyze the forms of media modernization applied in PAI instruction, identify supporting and inhibiting factors, and assess its implications for studentsAo religious character development. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observations, interviews, and documentation involving PAI teachers and school administrators. The findings indicate that teachers integrate various digital media, including interactive applications, animated learning videos, and instructional social media platforms, to enhance studentsAo learning engagement and comprehension. The use of digital media not only increases studentsAo interest in PAI lessons but also facilitates the internalization of religious values such as integrity, responsibility, and self-discipline. Supporting factors include teachersAo pedagogical competence and strong institutional support, while constraints mainly involve limited technological facilities and unequal levels of teachersAo digital literacy. This study contributes by offering a practical model of PAI learning media modernization and highlighting its pedagogical implications for character education in elementary schools. Overall, the modernization of PAI learning materials is shown to be effective in creating meaningful learning experiences that support the development of studentsAo religious character. ARTICLE HISTORY Received 17/11/2025 Revised 28/11/2025 Accepted 08/11/2025 Published 20/12/2025 KEYWORDS Islamic Religious Education. Digital Media. Religious Character. *CORRESPONDENCE AUTHOR syafrida214@guru. PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius siswa, tidak hanya melalui penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga melalui internalisasi nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pada usia sekolah dasar, peserta didik berada pada fase perkembangan yang sangat responsif terhadap pembiasaan dan keteladanan, sehingga proses pembelajaran PAI menjadi fondasi penting bagi pembentukan sikap religius yang konsisten dan berkelanjutan. Oleh karena itu, efektivitas pembelajaran PAI sangat ditentukan oleh pendekatan pedagogis serta media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan nilai-nilai ajaran Islam (Yunus & Munira, 2. Perkembangan globalisasi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut generasi muda memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kuat. Siswa dihadapkan pada arus informasi yang beragam, nilai-nilai budaya yang heterogen, serta pola interaksi sosial yang semakin kompleks, yang tidak semuanya sejalan dengan ajaran agama. Dalam konteks ini. PAI berperan sebagai instrumen penting untuk membekali siswa dengan kemampuan memilah nilai, membangun kesadaran beragama, serta mengembangkan sikap religius yang adaptif tanpa kehilangan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam (Luhuringbudi et al. , 2. Di sisi lain, lingkungan belajar siswa mengalami transformasi signifikan seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Siswa sekolah dasar saat ini tumbuh dalam ekosistem digital yang akrab dengan gawai, media audiovisual, dan platform interaktif. Ketergantungan pada metode pembelajaran konvensional seperti buku teks cetak dan ceramah satu arah cenderung kurang efektif dalam menarik perhatian dan mendorong partisipasi aktif siswa. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dan modernisasi materi ajar PAI agar selaras dengan karakteristik belajar generasi digital serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna (Setiawan et al. , 2. Modernisasi materi pembelajaran PAI dapat diwujudkan melalui pemanfaatan media digital seperti film A 2025 The Author. Islam & Contemporary Issues. ISSN: 2798-3307. Published by Medan Resource Center This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Common Attribution License . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. 192 | Marjuan & Bahtiar Siregar animasi, aplikasi pembelajaran, platform daring, dan media sosial edukatif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa media berbasis teknologi mampu meningkatkan motivasi belajar siswa serta membantu internalisasi nilai-nilai religius secara lebih konkret dan kontekstual. Melalui media digital, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai subjek aktif yang mengalami, merefleksikan, dan mengaitkan ajaran agama dengan realitas kehidupan sehari-hari (Mega, 2022. Yati, 2. Meskipun pemanfaatan media kontemporer dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki potensi besar, implementasinya di sekolah dasar belum sepenuhnya berjalan optimal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, perbedaan tingkat literasi digital guru, serta belum terintegrasinya nilai-nilai karakter religius secara sistematis dalam desain media pembelajaran. Kondisi ini mengindikasikan bahwa modernisasi media tidak secara otomatis berdampak pada pembentukan karakter religius siswa apabila tidak disertai dengan perencanaan pedagogis yang matang dan dukungan kelembagaan yang memadai (Aziz et al. , 2. Sekolah dasar Islam terpadu menjadi konteks yang menarik untuk dikaji karena memiliki orientasi yang kuat terhadap integrasi pendidikan agama dan pembinaan karakter. SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berupaya memadukan nilai-nilai keislaman dengan pendekatan pembelajaran modern berbasis media digital. Karakteristik sekolah ini menjadikannya ruang kontekstual yang relevan untuk menelaah bagaimana modernisasi materi ajar PAI diterapkan, dimaknai, dan diinternalisasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari, baik oleh guru maupun siswa (Nasution et al. , 2. Kajian empiris yang secara khusus mengulas modernisasi materi ajar PAI di sekolah dasar Islam terpadu tertentu masih relatif terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada efektivitas media pembelajaran secara umum atau menggunakan pendekatan kuantitatif, sehingga belum mampu menangkap secara mendalam dinamika implementasi, tantangan kontekstual, serta makna pedagogis dari penggunaan media modern dalam pembelajaran PAI. Keterbatasan inilah yang membentuk research gap penelitian ini dan menjadi dasar perlunya studi kualitatif kontekstual di SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab beberapa permasalahan utama, yaitu: . bagaimana bentuk dan karakteristik modernisasi materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diterapkan di SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak. bagaimana peran media pembelajaran kontemporer dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa. faktor-faktor apa saja yang berperan sebagai pendukung dan penghambat dalam implementasi modernisasi materi ajar PAI di sekolah tersebut. Rumusan masalah ini disusun untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik pembelajaran PAI berbasis media modern dalam konteks sekolah dasar Islam terpadu. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis bentuk-bentuk modernisasi materi pembelajaran PAI yang diterapkan di SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak, menganalisis implikasinya terhadap pengembangan karakter religius siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses implementasinya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis berupa rujukan atau model pembelajaran PAI berbasis media kontemporer yang aplikatif, serta kontribusi teoretis dalam memperkaya kajian pendidikan agama Islam di sekolah dasar, khususnya terkait integrasi media pembelajaran modern dan pembentukan karakter religius. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai modernisasi media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina karakter religius siswa di SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak. Subjek penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, dua guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa kelas atas . elas IVAeVI) yang terlibat secara langsung dalam pembelajaran PAI berbasis media kontemporer. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan aktif mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali secara komprehensif praktik pembelajaran, pengalaman guru, serta respons siswa terhadap penggunaan media digital dalam konteks sekolah dasar Islam terpadu (Rukminingsih et al. Islam & Contemporary Issues | 193 Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Observasi difokuskan pada aktivitas pembelajaran PAI di kelas, khususnya penggunaan media seperti video animasi, aplikasi pembelajaran, dan platform daring. Wawancara dilakukan secara bertahap dengan kepala sekolah dan guru PAI untuk menggali perencanaan, strategi, serta kendala dalam penerapan media pembelajaran modern, sementara wawancara dengan siswa diarahkan pada pengalaman belajar dan pemaknaan nilai religius. Dokumentasi meliputi perangkat pembelajaran, bahan ajar digital, serta arsip kegiatan pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber . epala sekolah, guru, dan sisw. dan triangulasi metode . bservasi, wawancara, dan dokumentas. untuk memastikan konsistensi dan keabsahan temuan penelitian (Hasanah, 2. PEMBAHASAN Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Teoretis Media pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dipahami sebagai sarana pedagogis yang dirancang secara sistematis untuk memfasilitasi peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan keagamaan secara holistik. Media tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu penyampaian materi ajar, tetapi juga sebagai wahana pembentukan pengalaman belajar religius yang bermakna. Dalam konteks PAI, media berperan menjembatani ajaran normatif Islam yang bersifat abstrak dengan realitas kehidupan peserta didik, sehingga nilai-nilai keislaman dapat dipahami secara kontekstual dan aplikatif. (Soraya & Sukmawati, 2. menegaskan bahwa media pembelajaran PAI berfungsi mendorong internalisasi nilai-nilai agama, moralitas, dan karakter, bukan semata-mata sebagai sarana transfer pengetahuan teologis. Media yang dirancang secara kontekstual dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik memungkinkan terjadinya proses refleksi dan penghayatan nilai. Melalui media yang tepat, ajaran Islam tidak hanya dipelajari sebagai konsep, tetapi juga dipraktikkan sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kualitas dan relevansi media menjadi faktor krusial dalam keberhasilan pembelajaran PAI yang berorientasi pada pembentukan karakter Perkembangan teknologi digital menuntut adanya pembaruan media pembelajaran agar selaras dengan karakteristik generasi digital yang terbiasa dengan visualisasi, interaktivitas, dan akses informasi yang cepat. (Mustopa et al. , 2. menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis digital memiliki potensi besar dalam mendukung pembentukan karakter religius karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang visual, interaktif, dan reflektif. Media digital memungkinkan siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran melalui eksplorasi, simulasi, dan interaksi langsung dengan materi, sehingga pembelajaran PAI menjadi lebih partisipatif dan bermakna. Modernisasi media pembelajaran PAI mencakup penggunaan video animasi, simulasi digital, aplikasi interaktif, serta platform pembelajaran daring yang dirancang sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Media-media ini memberikan variasi pembelajaran yang mampu meningkatkan atensi, motivasi, dan keterlibatan emosional siswa. (Ardiana & Himmawan, 2. menemukan bahwa media audiovisual sangat efektif dalam mengembangkan karakter religius siswa sekolah dasar karena memadukan aspek kognitif dan afektif secara seimbang. Dengan demikian, modernisasi media pembelajaran PAI tidak hanya berfungsi sebagai respons terhadap kemajuan teknologi, tetapi juga sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai religius sejak usia dini. Dalam perspektif konstruktivistik, media pembelajaran berfungsi sebagai fasilitator yang membantu siswa membangun pengetahuan dan nilai keagamaan secara mandiri melalui pengalaman belajar yang aktif. Media yang bersifat interaktif memungkinkan siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga merefleksikan pengalaman belajar, mengajukan pertanyaan, dan mengaitkan materi PAI dengan realitas kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, pembelajaran PAI bergerak dari sekadar penguasaan konsep menuju proses pemaknaan nilai, sehingga ajaran Islam dapat dipahami sebagai pedoman hidup yang relevan dan aplikatif (Saputro & Pakpahan, 2. Media pembelajaran juga berperan penting sebagai sarana diferensiasi pembelajaran. Setiap siswa memiliki karakteristik dan gaya belajar yang berbeda, seperti visual, auditori, maupun kinestetik, yang memengaruhi cara mereka memahami materi. Media digital yang variatif mampu mengakomodasi keragaman tersebut. Dengan demikian, pembelajaran PAI menjadi lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap siswa untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai keagamaan sesuai dengan potensi dan kebutuhan belajarnya. 194 | Marjuan & Bahtiar Siregar Dalam konteks sekolah dasar Islam terpadu, media pembelajaran memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai alat pedagogis sekaligus wahana penanaman budaya religius sekolah. Media yang secara konsisten digunakan dalam pembelajaran PAI, baik di dalam maupun di luar kelas, berkontribusi dalam membentuk iklim sekolah yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Visualisasi pesan-pesan religius, tayangan teladan akhlak, serta aktivitas digital bernuansa keislaman membantu memperkuat identitas religius siswa dan menanamkan kebiasaan positif yang sejalan dengan budaya sekolah (Anwar et al. , 2. Secara teoretis, media pembelajaran PAI merupakan instrumen strategis yang tidak hanya meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembentukan karakter religius siswa. Modernisasi media pembelajaran menjadi kebutuhan pedagogis yang tidak terelakkan dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam membentuk generasi yang religius, adaptif, dan mampu memaknai ajaran Islam secara kontekstual di tengah dinamika perkembangan teknologi dan sosial. Pendidikan Agama Islam dan Pembentukan Karakter Religius Siswa Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter religius siswa di sekolah dasar karena berperan menanamkan fondasi keimanan, moral, dan spiritual sejak usia dini. PAI tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi akidah, fikih, dan akhlak, tetapi juga menekankan proses pembiasaan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran PAI, siswa diarahkan untuk memahami ajaran Islam secara konseptual, menghayatinya secara emosional, serta mengamalkannya secara konsisten dalam sikap dan perilaku, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. (Abnisa & Zubairi, 2. menegaskan bahwa PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Di era digital, siswa dihadapkan pada beragam informasi dan nilai yang tidak selalu sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Oleh karena itu. PAI dituntut mampu membekali siswa dengan landasan nilai yang kuat, adaptif, dan relevan, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk menyaring pengaruh eksternal serta mempertahankan identitas religiusnya dalam berbagai situasi Karakter religius mencakup dimensi keimanan, pelaksanaan ibadah, akhlak mulia, tanggung jawab sosial, dan empati terhadap sesama. (Fitrianis et al. , 2. menyatakan bahwa karakter religius tercermin dalam sikap, perilaku, dan kebiasaan yang konsisten dengan ajaran agama, bukan hanya dalam penguasaan pengetahuan keagamaan. Oleh karena itu, pembelajaran PAI harus menekankan aspek praktik, keteladanan, dan pembiasaan yang berkelanjutan agar nilai-nilai Islam dapat terinternalisasi secara mendalam dan membentuk kepribadian siswa secara utuh. Penelitian (Fahmi & Susanto, 2. menunjukkan bahwa masa sekolah dasar merupakan fase paling efektif untuk penanaman nilai-nilai religius karena anak berada pada tahap perkembangan yang mudah menerima pembiasaan dan peniruan. Pada tahap ini, pengalaman belajar yang konkret, kontekstual, dan bermakna sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter. Dalam konteks tersebut, penggunaan media pembelajaran modern menjadi relevan karena mampu menghubungkan nilai-nilai abstrak dengan pengalaman nyata siswa. Media visual dan interaktif membantu siswa memahami makna ibadah dan akhlak secara lebih mendalam, sehingga nilai-nilai religius tidak berhenti pada tataran kognitif, tetapi terwujud dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Temuan penelitian di SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis media digital berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran religius siswa. Perubahan ini tercermin dalam perilaku siswa yang semakin disiplin dalam melaksanakan ibadah, lebih sopan dalam berinteraksi dengan guru dan teman sebaya, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dan empati yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Media digital membantu siswa memahami nilai-nilai Islam secara lebih konkret dan kontekstual, sehingga ajaran agama tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga dihayati dan diamalkan secara konsisten. Media digital juga memperkuat dimensi afektif dalam pembelajaran PAI melalui peningkatan keterlibatan emosional siswa. Penyajian nilai-nilai agama melalui cerita visual, permainan edukatif, dan aktivitas reflektif mendorong siswa untuk merasakan makna ajaran Islam, bukan sekadar menghafalnya. Keterlibatan emosional ini menjadi faktor penting dalam proses internalisasi nilai, karena siswa cenderung lebih mudah menyerap dan mempertahankan nilai-nilai yang menyentuh perasaan dan pengalaman mereka. Temuan ini sejalan dengan penelitian Islam & Contemporary Issues | 195 (Muhammad et al. , 2. yang menekankan bahwa aspek afektif merupakan elemen kunci dalam pendidikan karakter religius yang berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan media sosial edukatif internal sekolah memperluas ruang dan waktu pembelajaran PAI hingga melampaui batas kelas formal. Interaksi berkelanjutan antara guru dan siswa melalui platform digital memungkinkan proses refleksi, penguatan, dan pembiasaan nilai berlangsung secara konsisten. Melalui tugas reflektif, diskusi ringan, dan umpan balik yang berkesinambungan, nilai-nilai religius terus diperkuat dalam konteks kehidupan sehari-hari siswa. Pendidikan Agama Islam yang didukung oleh media pembelajaran modern mampu berfungsi secara optimal sebagai sarana pembentukan karakter religius, di mana integrasi antara nilai, media, dan pembiasaan menjadi kunci keberhasilan PAI dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Faktor Pendukung dan Penghambat Modernisasi Media Pembelajaran PAI Salah satu faktor pendukung utama dalam modernisasi media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah kompetensi dan kreativitas guru. Guru PAI di SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak menunjukkan kemampuan adaptif dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai Islam. Peran guru tidak lagi terbatas sebagai penyampai informasi, tetapi bergeser menjadi fasilitator pembelajaran bermakna yang mampu mengarahkan siswa untuk mengeksplorasi, merefleksikan, dan mengamalkan ajaran agama melalui pengalaman belajar yang Kreativitas guru tercermin dalam pemilihan dan pengembangan media pembelajaran seperti video animasi, kuis digital, serta tugas reflektif berbasis teknologi. Media-media tersebut dirancang tidak hanya untuk menarik perhatian siswa, tetapi juga untuk menyampaikan pesan-pesan akhlak dan ibadah secara jelas dan aplikatif. Dengan pendekatan ini, pembelajaran PAI menjadi lebih hidup, variatif, dan relevan dengan dunia siswa, sehingga meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai religius (Ridwan et al. , 2. Dukungan institusi sekolah turut menjadi faktor penting yang memperkuat implementasi media pembelajaran Kebijakan sekolah yang mendorong inovasi pembelajaran, disertai penyediaan fasilitas dasar seperti proyektor, laptop, dan akses internet, memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan praktik pembelajaran yang Budaya sekolah yang terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi memperkuat keberlanjutan modernisasi media, sehingga pembelajaran PAI tidak bersifat sporadis, tetapi terintegrasi dalam sistem pendidikan sekolah. Selain faktor pendukung, modernisasi media pembelajaran PAI juga menghadapi sejumlah hambatan, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana teknologi. Ketersediaan perangkat yang belum merata serta stabilitas jaringan internet yang kurang optimal membatasi frekuensi dan variasi penggunaan media digital di kelas. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan modernisasi media tidak hanya bergantung pada kesiapan guru, tetapi juga memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai agar pemanfaatan media pembelajaran digital dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan (Kusmana & Muslimin, 2. Perbedaan latar belakang sosial ekonomi siswa turut memengaruhi tingkat akses terhadap teknologi di lingkungan rumah. Tidak semua siswa memiliki perangkat digital pribadi atau koneksi internet yang memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis media digital. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesenjangan dalam partisipasi dan pengalaman belajar, khususnya ketika aktivitas pembelajaran PAI memerlukan tindak lanjut atau penguatan melalui platform digital di luar jam sekolah. Oleh karena itu, ketimpangan akses teknologi menjadi tantangan struktural yang perlu mendapat perhatian serius dalam implementasi pembelajaran PAI berbasis media modern. Selain faktor siswa, hambatan juga muncul dari aspek kompetensi digital guru yang belum merata. Meskipun sebagian guru telah menunjukkan kemampuan inovatif dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, masih terdapat guru yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat digital maupun mengembangkan media pembelajaran secara mandiri. Perbedaan tingkat literasi digital ini berdampak pada variasi kualitas pembelajaran PAI antar kelas, sehingga modernisasi media belum sepenuhnya berjalan secara optimal dan merata (Hartono, 2. Keterbatasan pelatihan dan pendampingan teknis menjadi salah satu faktor utama rendahnya literasi digital sebagian guru. Pelatihan yang bersifat insidental dan tidak berkelanjutan kurang mampu membekali guru dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran PAI. Tanpa dukungan pengembangan profesional yang sistematis dan berkesinambungan, upaya modernisasi media berisiko hanya 196 | Marjuan & Bahtiar Siregar bergantung pada inisiatif individu guru tertentu, sehingga sulit mencapai konsistensi dan keberlanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan modernisasi media pembelajaran Pendidikan Agama Islam memerlukan sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan institusi sekolah, ketersediaan sarana prasarana, serta kebijakan pengembangan profesional yang berkelanjutan. Dengan mengatasi berbagai faktor penghambat tersebut, media pembelajaran PAI dapat berfungsi secara lebih optimal sebagai sarana pembinaan karakter religius siswa, sekaligus menjamin keadilan akses dan kualitas pembelajaran bagi seluruh peserta didik. SIMPULAN Berdasarkan kajian teoretis dan temuan empiris penelitian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter religius siswa sekolah dasar. Media pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian materi, tetapi juga sebagai wahana pembentukan pengalaman belajar religius yang bermakna, kontekstual, dan aplikatif. Modernisasi media pembelajaran PAI melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti video animasi, aplikasi interaktif, dan platform daring, terbukti mampu memperkuat dimensi kognitif dan afektif pembelajaran. Hal ini memungkinkan siswa tidak hanya memahami ajaran Islam secara konseptual, tetapi juga menghayati dan mengamalkannya dalam perilaku seharihari, sebagaimana tercermin pada peningkatan kedisiplinan ibadah, akhlak, tanggung jawab, dan empati siswa di SD IT Al-Washliyah Hamparan Perak. Keberhasilan modernisasi media pembelajaran PAI sangat ditentukan oleh adanya sinergi antara kompetensi dan kreativitas guru, dukungan kebijakan dan fasilitas sekolah, serta keterlibatan lingkungan keluarga dan sosial siswa. Kendala berupa keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses teknologi, dan literasi digital guru yang belum merata menunjukkan bahwa modernisasi media tidak dapat berjalan secara optimal tanpa dukungan sistemik dan Oleh karena itu, penguatan pelatihan profesional guru, pemerataan sarana prasarana, serta perencanaan pedagogis yang berorientasi pada internalisasi nilai menjadi prasyarat utama agar media pembelajaran PAI benar-benar berfungsi sebagai instrumen strategis dalam membina karakter religius siswa secara adil, konsisten, dan berkelanjutan di tengah tantangan pendidikan abad ke-21. REFERENCE