PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PGMI: JURNAL PENDIDIKAN GURU MADARASAH IBTIDAIYAH VOLUME: 3 NO: 2 TAHUN 2025 E-ISSN https://ejournal. id/index. php/pgmi/index PENGEMBANGAN LKPD PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING LEARNING UNTUK KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH Nailis SaAoadah1. Jauhar Fuad2. Amik Nadziroh3 Universitas Islam Tribakti Lirboyo kediri1,2,3 Email: nailis. saadah250197@gmail. Email: info. ajuaharfuad@gmail. Article history Submitted Accepted Published /07/2025 27/07/2025. 30/07/2025 ABSTRACT This study aims to develop Contextual Teaching Learning (CTL)-based Student Worksheets (LKPD) for Science and Social Studies (IPAS) on natural phenomena topics for fifthgrade Islamic Elementary School (MI) students. Using the ADDIE model (Analyze. Design. Development. Implementation. Evaluatio. within a Research and Development (R&D) approach, the study involved 11 fifth-grade students at MI Miftahus Sa'adah Ngawi. Data were collected through expert validation . ontent, desig. and practitioner assessments, along with student response questionnaires. The Results of developed LKPD met validity criteria with scores of: . 6% from content experts, . 90% from design experts, and . 2% from practitioners . ll "highly valid"). Product attractiveness scored 86. 5% among students ("highly attractive"), particularly in visual appeal . %). The LKPD effectively integrated seven CTL principles, especially in connecting materials to students' real-life contexts. This research provides a contextual teaching material development model aligned with the Merdeka Curriculum, serving as a reference for meaningful IPAS instruction. Future research should expand testing with larger samples and develop LKPD variants for other IPAS topics. Key Words: Student Worksheet. Contextual Teaching Learning. Science and Social Studies. Merdeka Curriculum, development research ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Contextual Teaching Learning (CTL) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi peristiwa alam untuk siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI). Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Subjek penelitian terdiri dari 11 siswa kelas V MI Miftahus Sa'adah Ngawi. Data dikumpulkan melalui validasi ahli materi, ahli PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah desain, dan praktisi pendidikan, serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dengan skor validasi: . ahli mater 86,6%, . ahli desain 90%, dan . praktisi pendidikan 94,2% . ategori "sangat valid"). Uji kemenarikan produk memperoleh skor 86,5% dari siswa . ategori "sangat menarik"), dengan indikator tertinggi pada aspek daya tarik visual . %). LKPD ini secara efektif mengintegrasikan tujuh prinsip CTL, khususnya dalam membangun keterkaitan materi dengan konteks kehidupan Implikasi ini menyediakan model pengembangan bahan ajar kontekstual yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, sekaligus menjadi referensi bagi guru dalam menciptakan pembelajaran IPAS yang Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup perluasan uji coba dengan sampel lebih besar dan pengembangan varian LKPD untuk topik IPAS lainnya. Kata Kunci: Lembar Kerja Peserta Didik. Contextual Teaching Learning. IPAS. Kurikulum Merdeka. PENDAHULUAN Pendidikan dasar memegang peranan penting dalam membentuk fondasi pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik. Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran dituntut untuk lebih kontekstual, bermakna, serta mampu menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila yang berorientasi pada penguasaan kompetensi abad ke-21 (Faradita & Afiani, 2. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan salah satu sarana strategis untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif karena sifatnya yang integratif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih menghadapi kendala dalam menciptakan keterlibatan aktif peserta didik, terutama akibat penggunaan bahan ajar yang kurang inovatif (Amali dkk. , 2. Salah satu perangkat pembelajaran yang banyak digunakan adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD berfungsi sebagai bahan ajar cetak yang berisi ringkasan konsep, petunjuk kegiatan, serta tugas terstruktur yang membantu peserta didik mengonstruksi pengetahuan secara bertahap (Prastowo, 2. (Trirahayu dkk. , 2. Peran strategis LKPD terletak pada kemampuannya menstimulus keterlibatan peserta didik, baik secara mandiri maupun kolaboratif. Namun, di banyak sekolah dasar dan madrasah. LKPD yang digunakan masih bersifat komersial, tipis, mudah rusak, serta kurang menarik dari sisi Selain itu, isi LKPD seringkali belum menekankan proses penemuan konsep, berpikir kritis, maupun keterampilan kontekstual (Pujiarti, 2. Kondisi ini berdampak pada rendahnya motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Salah satu pendekatan yang diyakini mampu mengatasi persoalan tersebut adalah Contextual Teaching Learning (CTL). Johnson . menjelaskan bahwa CTL merupakan pendekatan pembelajaran yang membantu peserta didik menemukan makna materi akademik melalui keterkaitannya dengan pengalaman nyata, baik personal, sosial, maupun budaya. CTL PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah menekankan tujuh komponen penting, yakni konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik (Maulina dkk. , 2. Dengan CTL, peserta didik tidak hanya menerima informasi secara pasif, melainkan aktif mengonstruksi pengetahuan melalui interaksi langsung dengan lingkungan. Penerapan CTL dalam pembelajaran IPAS dipandang relevan karena memungkinkan peserta didik menghubungkan konsep ilmiah dengan fenomena sosial dan alam di sekitar mereka (Bano , 2. Permasalahan yang teridentifikasi di MI Miftahus SaAoadah Ngawi menunjukkan rendahnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran IPAS akibat keterbatasan LKPD yang digunakan. LKPD cenderung bersifat komersial tanpa adaptasi konteks, memiliki kualitas fisik rendah, tampilan kurang menarik, serta isi soal yang tidak menantang kemampuan berpikir kritis. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pengembangan LKPD berbasis CTL yang tidak hanya memuat materi secara terstruktur, tetapi juga mengaitkannya dengan pengalaman nyata, serta menyajikannya dengan tampilan visual yang lebih menarik dan sesuai karakteristik Kurikulum Merdeka. Penelitian terdahulu telah banyak mengkaji pengembangan LKPD dengan berbagai pendekatan inovatif. Pujiarti . mengembangkan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) yang terbukti mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Najmi . juga mengembangkan LKPD Matematika berbasis PBL untuk kelas IV SD/MI, dan hasilnya menunjukkan produk yang valid serta praktis. Inovasi berbasis teknologi dilakukan oleh Anti dan Wardani . melalui pengembangan LKPD berbasis Canva, yang dinyatakan valid dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Selain itu. Kaffa dan Miaz . berhasil mengembangkan LKPD berbasis role playing pada pembelajaran tematik terpadu, dengan tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi. Muzayyanah. Wijayanti, dan Ardiyanto . mengembangkan LKPD tematik berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang dinilai sangat valid dan praktis. Penelitian serupa dilakukan oleh Aini dan Fathoni . yang mengintegrasikan budaya lokal ke dalam LKPD Matematika, sehingga menghasilkan perangkat yang valid, praktis, dan mampu meningkatkan keaktifan belajar Sementara itu. Sari. Taufina, dan Farida . mengembangkan LKPD berbasis Project Based Learning (PjBL) yang terbukti valid, praktis, dan efektif digunakan di sekolah Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini difokuskan pada pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS berbasis Contextual Teaching Learning (CTL) pada Kelas V MI Miftahus SaAoadah Ngawi. Tujuan penelitian ini adalah . menjelaskan proses pengembangan LKPD berbasis CTL sesuai dengan model pengembangan ADDIE, dan . menguji kelayakan produk dari aspek materi, media, serta respon guru dan peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis maupun praktis dalam penyusunan perangkat pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka, sekaligus menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Sugiyono . menjelaskan bahwa penelitian pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu serta menguji keefektifannya. Menurut Borg dan Gall . , penelitian pengembangan adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Contextual Teaching Learning (CTL) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Model ini pertama kali dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda pada tahun 1990-an, dan hingga kini banyak digunakan karena bersifat sistematis serta fleksibel untuk mengembangkan produk pembelajaran (Soesilo & Munthe, 2. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pengukuran kualitas produk melalui tiga aspek, yaitu validitas, praktikalitas, dan kemenarikan. Validitas menunjukkan sejauh mana LKPD sesuai dengan isi materi, penyajian, bahasa, dan tampilan. Praktikalitas menggambarkan tingkat kemudahan guru dan peserta didik dalam menggunakan LKPD. Sementara itu, kemenarikan mengukur sejauh mana LKPD mampu menarik minat dan motivasi peserta didik untuk belajar (Suharsimi, 2. Tahapan pengembangan model ADDIE bisa dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. Tahapan pengembangan model ADDIE Desain uji coba dalam penelitian ini menggunakan uji coba terbatas dengan melibatkan peserta didik kelas V MI Miftahus SaAoadah Ngawi sebagai subjek penelitian. Subjek coba terdiri atas seorang guru kelas V dan 11 peserta didik yang mengikuti pembelajaran IPAS dengan memanfaatkan produk LKPD berbasis CTL yang dikembangkan. Pemilihan subjek ini didasarkan pada pertimbangan kesesuaian kurikulum serta keterlibatan guru dan peserta didik dalam penggunaan perangkat pembelajaran. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa skor hasil validasi dari para ahli, validasi guru, dan respon peserta didik terhadap LKPD yang dikembangkan. Data kuantitatif dianalisis melalui perhitungan skor dari angket dan lembar validasi yang menggunakan skala Likert lima poin. Analisis kevalidan produk dilakukan dengan menghitung skor aktual yang diperoleh dari para Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah validator dibandingkan dengan skor maksimal, kemudian dipersentasekan menggunakan rumus (Akbar, 2. Keterangan: Va . : Skor validasi Tsa . otal skor aktua. : Total skor empiris dari para ahli Tsh . otal skor harapa. : Total skor maksimal yang diharapkan Hasil perhitungan persentase kemudian diinterpretasikan berdasarkan kategori yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. , yaitu: Tabel 1. Kategori Validitas Tingkat Pencapaian (%) Kualifikasi 84% C skor O 100% Sangat Valid 68% C skor O 84% Valid 52% C skor O 68% 36% C skor O 52% 20% C skor O 36% Cukup Valid Kurang Valid Tidak Valid Keterangan Tidak Perlu Revisi Tidak Perlu Revisi Perlu revisi Revisi Revisi Analisis kemenarikan produk dilakukan berdasarkan respon peserta didik setelah menggunakan LKPD berbasis CTL. Data dianalisis dengan menghitung persentase dari skor perolehan dibandingkan skor maksimal menggunakan rumus (Akbar, 2. x 100% Keterangan: P : besaran presentase X : skor perolehan : skor maksimal Persentase yang diperoleh selanjutnya diinterpretasikan ke dalam kategori (Akbar. Tabel 2. Kriteria Penilaian Kemenarikan Produk Presentase (%) Kriteria 81% - 100% Sangat menarik 61% - 80% Menarik 41% - 60% Cukup menarik 21% - 40% Kurang menarik 0% - 20% Tidak menarik Sementara itu, data kualitatif berupa komentar, saran, dan masukan dari validator dianalisis dengan cara mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan. Informasi ini menjadi dasar revisi produk untuk meningkatkan kualitas LKPD dari aspek isi, bahasa, tampilan, maupun kesesuaian dengan prinsip pembelajaran kontekstual. Dengan demikian. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah teknik analisis data ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang komprehensif terkait validitas, kepraktisan, serta kemenarikan produk yang dikembangkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Analyze (Analisi. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan dalam pembelajaran IPAS kelas V MI Miftahus SaAoadah Ngawi. Hasil observasi dan diskusi dengan guru menunjukkan bahwa LKPD yang digunakan masih bersifat konvensional, belum disesuaikan dengan konteks pembelajaran, serta kurang mampu melibatkan peserta didik secara aktif. Akibatnya, pembelajaran menjadi monoton, kurang bermakna, dan menurunkan motivasi siswa. Analisis kebutuhan juga menegaskan bahwa peserta didik membutuhkan LKPD yang lebih interaktif, kontekstual, dan mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran (Risal dkk. , 2. Design (Merancan. Berdasarkan hasil analisis, peneliti merancang LKPD berbasis Contextual Teaching Learning (CTL). Perancangan ini meliputi pemilihan materi peristiwa alam, penyusunan kerangka isi, desain visual yang menarik, serta penyusunan instrumen validasi. Tampilan LKPD dirancang dengan memperhatikan keterbacaan, ilustrasi, dan simbol interaktif agar mendukung keterlibatan peserta didik. Selain itu, peneliti menyusun instrumen berupa lembar validasi untuk para ahli serta angket respon guru dan peserta didik untuk mengukur kepraktisan dan kemenarikan LKPD (Risal dkk. , 2. Development (Mengembangka. Tahap pengembangan mencakup pembuatan LKPD, validasi, dan revisi. Produk awal LKPD disusun menggunakan aplikasi desain digital Canva kemudian divalidasi oleh tiga validator: ahli materi (Susdarwati. Pd. ), ahli media (Muhammad Syaiful Anwar. Kom. dan guru praktisi (Ucik Hidayah Binsa. Pd. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 86,6% dari ahli materi, 90% dari ahli media, dan 94,2% dari guru, seluruhnya berada pada kategori Ausangat validAy. Masukan dari para validator digunakan untuk memperbaiki isi, bahasa, dan tampilan LKPD sebelum diujicobakan. Implementation (Menerapka. Produk yang sudah divalidasi diimplementasikan pada 11 peserta didik kelas V MI Miftahus SaAoadah Ngawi. Implementasi dilakukan dalam pembelajaran materi peristiwa alam pada tanggal 19 Mei 2025. Guru menggunakan LKPD sebagai media utama dalam kegiatan belajar, sementara peneliti menyebarkan angket respon peserta didik dan guru. Hasil implementasi menunjukkan bahwa LKPD memperoleh skor 86,5% dari peserta didik dengan kategori Ausangat menarikAy dan skor 94,2% dari guru dengan kategori Ausangat praktisAy. Evaluation (Mengevaluas. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh pada setiap tahap pengembangan. Data validasi ahli, respon guru, dan respon peserta didik dianalisis baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa LKPD berbasis CTL memenuhi kriteria valid, praktis, dan Dengan demikian, produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai media pembelajaran alternatif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Pembahasan Pengembangan LKPD berbasis CTL diawali dengan tahap analisis yang mengidentifikasi masalah utama, yaitu LKPD konvensional yang menyebabkan pembelajaran IPAS menjadi monoton dan kurang bermakna. Temuan ini kemudian dijawab dengan merancang LKPD baru yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Contextual Teaching and Learning (CTL), dengan desain visual yang menarik dan aktivitas interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Proses perancangan ini menjadi fondasi untuk menciptakan solusi yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Pada tahap pengembangan, produk LKPD yang telah dirancang divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi pendidikan. Hasil validasi menunjukkan capaian yang sangat tinggi, dengan skor masing-masing 86,6%, 90%, dan 94,2%, yang mengonfirmasi bahwa LKPD memenuhi kriteria "sangat valid" dari segi isi, desain, dan kepraktisan. Keberhasilan teoritis ini kemudian dibuktikan dalam implementasi nyata di kelas, di mana LKPD mendapat respon sangat positif dari siswa dengan skor kemenarikan 86,5% dan dari guru dengan skor kepraktisan 94,2%. Berdasarkan evaluasi menyeluruh dari seluruh tahapan, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis CTL yang dikembangkan ini telah terbukti layak, valid, praktis, dan menarik. Produk ini tidak hanya menjadi solusi atas masalah pembelajaran yang dihadapi, tetapi juga siap digunakan sebagai media pembelajaran alternatif yang efektif untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah, khususnya dalam membangun pembelajaran IPAS yang lebih bermakna dan kontekstual. PENUTUP Berdasarkan seluruh proses penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk pembelajaran IPAS materi peristiwa alam kelas V MI berhasil dikembangkan melalui model ADDIE secara sistematis. Proses ini dimulai dari tahap analisis yang mengungkap kebutuhan akan bahan ajar yang kontekstual, dilanjutkan dengan tahap desain yang menghasilkan prototipe sesuai prinsip CTL, serta tahap pengembangan yang melibatkan validasi dari ahli materi, ahli desain, dan praktisi pendidikan. Implementasi di kelas V MI Miftahus Sa'adah Ngawi membuktikan bahwa produk ini siap digunakan dalam pembelajaran sehari-hari. Ditinjau dari segi kelayakan. LKPD ini memenuhi kriteria "sangat valid" dengan skor kevalidan sebesar 86,6% dari ahli materi, 90% dari ahli desain, dan 94,2% dari praktisi. Selain itu, dari aspek kemenarikan, produk ini memperoleh respon peserta didik sebesar 86,5% dengan daya tarik visual sebagai indikator tertinggi . %). Berdasarkan temuan tersebut, peneliti memberikan beberapa saran. Pertama, produk LKPD berbasis CTL ini disarankan untuk dimanfaatkan sebagai media pendukung dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, khususnya pada materi peristiwa alam, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan peserta didik serta pendampingan yang memadai dari guru. Kedua, untuk memperluas manfaatnya. LKPD ini sebaiknya didiseminasikan melalui forum profesional seperti KKG, seminar pendidikan, atau publikasi ilmiah, serta diunggah pada platform digital agar mudah diakses oleh berbagai lembaga pendidikan. Ketiga, untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan mengeksplorasi integrasi teknologi dalam bentuk e-LKPD, memperkaya Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah konten dengan muatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. , serta melakukan uji efektivitas dalam lingkup yang lebih luas untuk mengkaji pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. DAFTAR PUSTAKA