Vol. 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM PERAWATAN KELUARGA TERHADAP GANGGUAN PERTUMBUHAN ANAK TODDLER Eka Diah Kartiningrum1. Siti Hajar Patty2. Yudha Laga Hadi Kusuma3 Program Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto Program S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto ABSTRACT Growth disorders in children can be affected by a less supportive environment. Parent knowledge in necessary in process of growth in toddlers. Role of family in health and social support contributes to child growth and development process normally so that there are on disorders. Research objective wa carry out family nursing care for toddler with growth disorderin Sumbertebu Village. Design used a case study. Number of respondent were 2 people with inclusion criteria: boys and girls under 5 years old, nurtured by their biological parents. This data was collected by interview, observation and documentation techniques. Then in validation test used triangulation techniques and analyzed. Resulth of the study showed, there was diagnosis of growth disorders associated with inadequate nutrition and growth disorder associated with inability of families to recognize health problem. Intervention and implementataion conducted twice in form of providing education abaout eating pattern and good dietary. Families were able to do the health education that was given or solve existing problem so that problem was partially resolved intervention can be stopped and continued by family to be applied to the child. Growth is prosess of increasing in a person that is quantitative or increase in size. Provide information of education about good diet in toddlers, identify a good dietary menu, giving examples of healthy menus with balanced nutrition, as well as positive feedback for behavior can be done to achieve good growth in toddler. Keywords : Nursing. Family. Disorders. Growth. Toddler. PENDAHULUAN Indonesia merupakan contoh negara dengan tiga beban malnutrisi yaitu kekurangan gizi, kelebihan berat badan dan kekurangan zat gizi mikro dengan Lebih dari 2 juta anak merupakan balita kurus . erat badan yang tidak sebanding dengan tinggi bada. serta 2 juta anak lainya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Gangguan pertumbuhan bisa dipengaruhi oleh lingkungan yang kurang mendukung akan proses pertumbuhan pada toddler begitu pula dengan status ekonomi yang berpengaruh dalam pencapaian keseimbangan pertumbuhan yang baik memerlukan asupan gizi yang cukup dan Pendidikan juga berpengaruh dan pertumbuhan toddler. Pengetahuan orang tua sangat di perlukan dalam proses pertumbuhan pada toddler. Data bulan timbang agustus tahun 2020 presentasi toddler underweight (BB/U) sebesar 9,8%, presentase toddler stunting (TB/U) sebesar 12,4% dan presentase toddler wasting sebesar 8,0% tahun 2020 di Jawa Timur angka tingkat partisipan masyarakat dalam kegiatan tercatat hanya sebesar 48,4%. Presentase pencapaian ini mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2019, yaitu sebesar Vol. 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM 79,4% juga. Masih terdapat beberapa masalah gizi yang menjadi perhatian pemerintah antara lain bayi dengan berat badan lahir rendah . ,32%), gizi kurang berdasarkan BB/U . ,8%), anak pendek dan sangat pendek berdasarkan BB/TB . ,7% dan 3,5%). Hal ini perlu menjadi perhatian karena kualitas anak kedepan dimulai dari siklus hidup pertama mereka (Kemen pA, 2. Anak dapat mengalami malnutrisi karena berbagai sebab . enyebab langsung, yang sudah ada dan yang bersifat poko. Tiga penyebab langsung malnutrisi paling umum, yaitu praktik menyusui yang tidak memadahi dan pola makan yang buruk, ditambah praktik pengasuhan yang tidak optimal, nutrisi dan perawatan yang tidak memadahi bagi ibu dan perempuan hamil serta tingginya angka penyakit menular utamanya akibat lingkungan tempat tinggal yang tidak bersih dan tidak memadahinya akses ke layanan kesehatan yang kurang memadahi. Faktor tersebut diperparah dengan kemiskinan yang luas, angka pengangguran dan tingkat pendidikan yang rendah. Terdapat empat faktor yang mempengaruhi perkembangan anak-anak dinegera berkembang yaitu malnutrisi kronik berat, stimulasi dini yang tidak adekuat, definisi yodium dan anemia definisi besi. Salah satu faktor resiko yang penting dan berhubungan dengan interaksi ibu dan anak adalah pemberian stimulasi tumbuh kembang sejak dini. Keluarga mempunyai 5 fungsi yaitu fungsi afektif, sosialisai dan penempatan sosial, perawatan kesehatan, reprodukdi dan ekonomi. Keluarga berperan dan menjadi aktor kunci dalam menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan anggota keluarga. Dukungan keluarga yang diwujudkan dalam pemberian rangsang atau stimulasi tumbuh kembang pada anak terbukti mampu meningkatkan skor perkembangan anak pada kelompok intervensi. Anak membutuhkan stimulasi yang baik. Stimulasi yang kurang akan mengakibatkan kemampuan sosialisasi, bahasa, motorik halus dan kasar menjadi Proses tumbuh kembang anak merupakan masa yang penting dalam perkembangan selanjutnya. Peran keluarga dalam bidang kesehatan dan dukungan sosial berkontribusi bagi anak dalam menjalani proses tumbuh kembang secara normal dan wajar sehingga tidak ada penyimpangan. Peran perawat sebagai care giver atau pemberi asuhan keperawatan anak dan orang tuanya. Perawat dapat berperan dalam berbagai aspek dalam memberikan pelayanan kesehatan dan bekerjasama dengan anggota tim lain. Dengan keluarga terutama dalam membantu memecahkan masalah yang berkaitan dengan perawatan Peran perawat sebagai consultant atau bagi konselor bagi pasien, keluarga dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang dialami klien. Seperti memberikan konseling keperawatan ketika anak dan keluarga yang membutuhkan. Dengan cara mendengarkan segala keluhan, melakukan sentuhan dan hadir secara fisik maka perawat dapat saling bertukar pikiran dan pendapat dengan orang tua tentang masalah anak dan keluarganya dan membantu mencarikan alternatif Tujuan penelitian adalah melaksanakan Perawatan Keluarga terhadap Gangguan Pertumbuhan Anak Toddler di Desa Sumbertebu Kecamatan Bangsal dan melakukan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, tindakan keperawatan, evaluasi pada anak toddler terhadap gangguan Vol. 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM METODE PENELITIAN Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan strategi penelitian Case Study Research. Penelitian kualitatif yaitu salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data dekriptif berupa perilaku orang-orang yang di amati. Pada penelitian kualitatif peneliti dapat mengenali subjek serta merasakan apa yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian digunakan untuk meneliti objek yang alamiah dan hasil dari penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Masturo & Anggit. Kriteria yang diambil pada penelitian adalah keluarga dengan anak usia toddler sebanyak 2 . Dengan kriteria inklusi : jenis kelamin anak laki-laki dan perempuan dengan usia dibawah 5 tahun, diasuh orang tua kandung. Kriteria eksklusi: anak dengan ibu yang bekerja diluar rumah, anak dengan keluarga status ekonomi menengah ke atas. Ada beberapa teknik pengumpulan data yaitu : wawancara merupakan teknik komunikasi secara langsung dengan responden penelitian, teknik ini biasanya digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa suatu fakta, observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indra mata dan dibantu dengan panca indra lainnya dan dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menelusuri data historis. Dokumen tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa, atau kejadian dalam situasi sosial yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif. HASIL PENELITIAN Analisa data keluarga Tabel 1 Analisa Data Keluarga Perawatan Keluarga terhadap Gangguan Pertumbuhan Anak Toddler Data Keluarga 1 Tn. DS: Ibu klien mengatakan bahwa klien susah disuruh makan. Sehari makan 2 kali sehari dengan porsi nasi 100 gram dan minum 4x sehari dengan porsi 250ml susu. DO : - keadaan umum : cukup - kesadaran : composmentis - anak terlihat kecil - anak kelihatan kurus DS : Ibu klien mengatakan bahwa anaknya selalu berat badannya dibawah garis merah. DO : BB terakhir 10,3kg dengan TB 97 cm Keluarga 2 Tn. DS: Ibu klien mengatakan bahwa klien sering sakit dan berat badan menurun. DO : Etiologi Masalah Ketidak ada kuatan Gangguan Gangguan keluarga mengenal pertumbuh masalah kesehatan an ketidakadekuatan Gangguan Vol. 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM Data - keadaan umum : cukup - kesadaran : composmentis - anak terlihat kecil - anak kelihatan kurus DS: ibu klien mengatakan bahwa anaknya makan teratur tapi berat badan tidak sesuai usia DO: - keadaan umum : cukup - anak terlihat berpawakan kecil - bb tidak sesuai usia Etiologi Masalah Gangguan Diagnosa keperawatan Tabel 2. Diagnosa keperawatan pada Perawatan Keluarga terhadap Gangguan Pertumbuhan Anak Toddler Keterangan Diagnosa keperawatan Keluarga 1 1. Gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakadekuatan Gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Keluarga 2 1. Gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakadekuatan Gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Intervensi keperawatan Tabel 3. Intervensi keperawatan pada Perawatan Keluarga terhadap Gangguan Pertumbuhan Anak Toddler Diagnosa Tujuan dan Kriteria Gangguan n dengan Tujuan: dilakukan tindakan keperawatan 2x24 Gangguan nutrisi dapat teratasi. Kriteria Hasil : Keluarga dapat memberikan nutrisi yang lebih Berat badan klien dapat meningkat Gangguan Intervensi Rasional Bina hubungan 1. Keluarga saling percaya Pemberian kepada perawat edukasi pola Memberikan makan yang baik pada balita keluarga klien agar dapat memberikan pola makan yang makanan yang baik untuk klien Membantu berikan contoh untuk memberikan untuk menata yang baik untuk menu makanan yang baik Vol. 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM pertumbuhan dapat 5. berikan umpan 4. Memberi contoh bagi perilaku menu makana yang Implementasi keperawatan Tabel 4. Implementasi Keperawatan Pemeriksaan Fisik Perawatan Keluarga terhadap Gangguan Pertumbuhan Anak Toddler Diagnosa Tanggal/jam Keperawatan Keluarga 1 (Tn. P) 13 September Gangguan 2022 / 11. adekuatkan nutrisi 14 September 2022 / 09. Keluarga 1 (Tn. Gangguan keluarga mengenal masalah kesehatan 13 September 2022 / 10. 14 September 2022 / 11. Implementasi keperawatan Bina hubungan saling percaya Pemberian edukasi pola makan yang baik pada klien mengidentifikasikan menu makanan yang baik untuk klien berikan contoh untuk menata menu makanan yang baik pada ibu klien berikan umpan balik positif bagi perilaku yang dapat diterima Bina hubungan saling percaya Pemberian edukasi pentingnya mengikuti posyandu penurunan berat badan pada klien dengan rutin berikan umpan balik positif bagi perilaku yang dapat diterima Evaluasi Keperawatan Tabel 4. Evaluasi Keperawatan Pemeriksaan Fisik Perawatan Keluarga terhadap Gangguan Pertumbuhan Anak Toddler Diagnosa Tanggal/jam Keperawatan Keluarga 1 (Tn. P) 13 September Gangguan 2022 / 16. Catatan perkembangan S: Ny. T sudah memahami apa yang menyebabkan An. S mengalami gangguan pertumbuhan O: Ny. T dapat memberikan nutrisi yang baik untuk An. A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjudkan intervensi berikutnya Vol. 16 No. 2 September 2024 Diagnosa Keperawatan MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM Tanggal/jam 14 September 2022/ 14. Keluarga 2 (Tn. Gangguan keluarga mengenal masalah kesehatan 13 September 2022 / 12. 14 September 2022/ 13. Catatan perkembangan S: Ny. T mengatakan sudah bisa mengatasi munculnya masalah pada An. O: Ny. T dapat mengulangi cara mengurangi atau menyelesaikan masalah yang ada A: masalah teratasi sebagian P: intervensi dihentikan S: Ny. R sudah memahami apa yang menyebabkan An. A mengalami gangguan pertumbuhan O: Ny. R dapat mengerti pentingnya A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjudkan intervensi berikutnya S: Ny. R mengatakan sudah bisa mengatasi munculnya masalah pada An. O: Ny. R dapat mengulangi cara mengurangi atau menyelesaikan masalah yang ada A: masalah teratasi pebagian P: intervensi dihentikan PEMBAHASAN Diagnosa keperawatan yang ditemukan dari keluarga 1 dan keluarga 2 adalah gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakadekuatan nutrisi dan gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan. Dari skala prioritas keluarga 1 yaitu gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakadekuatan nutrisi dan dari skala prioritas keluarga 2 yaitu gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan. Intervensi keperawatan keluarga 1 yaitu bina hubungan saling percaya, memberikan edukasi tentang pola makan yang baik pada balita, mengidentifikasi menu makanan yang baik untuk balita, memberikan contoh menata menu makanan yang baik. Memberikan umpan balik positif bagi perilaku yang dapat diterima. Klien 2 dilakukan intervensi yaitu bina hubungan saling percaya, pemberian edukasi tentang pentingnya mengikuti posyandu, mengidentifikasi penyebab penurunan berat badan pada klien, menganjurkan mengikuti posyandu dengan rutin, dan memberikan umpan balik positif bagi perilaku yang dapat diterima. Vol. 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM Implementasi keperawatan dilanjutkan pada tanggal 13 September 2022 dan 14 September 2022. Pada klien 1 diberikan informasi tentang terkaitan pemberian edukasi tentang pola makan yang baik pada balita, mengidentifikasi menu makanan yang baik untuk balita, memberikan contoh menata menu makanan yang baik. memberikan umpan balik positif bagi perilaku yang dapat diterima. Implementasi pada keluarga 2 antara lain membina hubungan saling percaya, pemberian edukasi tentang pentingnya mengikuti posyandu, mengidentifikasi penyebab penurunan berat badan pada klien, menganjurkan mengikuti posyandu dengan rutin, dan memberikan umpan balik positif bagi perilaku yang dapat Evaluasi keperawatan setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan evaluasi tanggal 13 September 2022 pada keluarga 1 mengatakan sudah paham akan pola makan yang baik untuk balita. Masalah teratasi sebagian sehingga dilanjutkan intervensi selanjutnya menganjurkan mengagendakan jam khusus berkumpul Bersama anggota keluarga, memberikan pujian jika keluarga dapat memahami hal yang harus dilakukan. Evaluasi tanggal 14 September 2022 peneliti mengulangi cara atau menyelesaikan masalah yang ada sehingga masalah teratasi sebagian intervensi dapat dihentikan dan di lanjutkan oleh keluarga untuk menerapkan pada anak. Informasi mengenai keterkaitan pertumbuhan anak toddler, pemberian edukasi tentang pola makan yang baik pada balita, mengidentifikasi menu makana yang baik untuk balita, memberikan contoh menata menu makanan yang baik, memberikan umpan balik positif bagi perilaku dapat diterima dengan baik oleh Sedangkan evaluasi tanggal 13 September 2022, keluarga 2 mengatakan telah memahami penyebab anaknya mengalami gangguan pertumbuhan. Masalah teratasi sebagian sehingga dilanjutkan intervensi selanjutnya. Evaluasi tanggal 14 September 2022 peneliti mengulangi cara atau menyelesaikan masalah yang ada sehingga masalah teratasi sebagian intervensi dapat dihentikan dan di lanjutkan oleh keluarga untuk menerapkan pada anak. Informasi mengenai keterkaitan pertumbuhan anak toddler, pemberian edukasi tentang pola makan yang baik pada balita, mengidentifikasi menu makanan yang baik untuk balita, memberikan contoh menata menu makanan yang baik, memberikan umpan balik positif bagi perilaku dapat diterima oleh keluarga dengan PENUTUP Hasil penelitian ini menunjukan Pemeriksaan Fisik Perawatan Keluarga terhadap Gangguan Pertumbuhan Anak Toddler meliputi pengkajian sampai evaluasi didapatkan data subjektif dan data objektif sehingga muncul diagnosa gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakadekuatan nutrisi dan gangguan pertumbuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan. Intervensi dan implementasi pada keluarga dengan memberian edukasi tentang pola makan yang baik pada balita, mengidentifikasi menu makana yang baik untuk balita, memberikan contoh menata menu makanan Vol. 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM yang baik, memberikan umpan balik positif bagi perilaku dapat diterima dengan baik oleh keluarga. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada keluarga dengan anak toddler di Desa Sumbertebu Kecamatan Bangsal terdapat kesesuaian antara fakta di lapangan dengan teori DAFTAR PUSTAKA