Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ojs. id/index. php/jukeshum/index E-ISSN: 2774-4698 Vol. 5 No. Januari 2025 Hal. EMPOWERING HEALTH CADRES REGARDING THE SMART COMMUNITY MOVEMENT USING MEDICINE (GEMA CERMAT) AS AN EFFORT TO OPTIMIZE HEALTH SERVICES IN THE COMMUNITY PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT (GEMA CERMAT) SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATANDI MASYARAKAT Muhammad Taufik Daniel Hasibuan1. Robiatun Rambe2. Lenny Lusia Simatupang3. Ukti Virnoldi4. Trifani Yahya Gulo5. Arlitus Hura6 1,3,4,5,6 Universitas Murni Teguh. Deli Serdang. Indonesia Universitas Haji Sumatera Utara. Medan. Indonesia E-mail Author: aniel. jibril@gmail. Submitted: 13/09/2024 Reviewed: 07/02/2025 Accepted: 09/03/2025 ABSTRACT In society, excessive use of drugs often occurs without a doctor's prescription and does not comply with the indications, dosage, technique, and duration of use, all of which can have a negative impact on Health cadres play an important role in inviting the community to come to health services, supporting medical personnel at integrated health posts, and helping the community access health This activity aims to improve cadres' knowledge and skills regarding drug use as well as skills in conveying information to the community. Implementation activities consist of several stages, namely: . Preparation, . Planning, and . Activities. Monitoring and Evaluation. The results of the activity showed that there was an increase in cadres' knowledge and skills regarding drug use as well as skills in conveying information in the community. It is hoped that health officers in the work area of the community health center can provide training and update information about health to cadres in order to create intelligent cadres, healthy communities and an advanced Indonesia. Keywords: Health Cadres. Smart Community Movement Using Medicine. Health Services ABSTRAK Di masyarakat, penggunaan obat secara berlebihan sering kali terjadi tanpa resep dokter dan tidak sesuai dengan indikasi, dosis, teknik, dan lama penggunaan, yang semuanya dapat berdampak negatif terhadap Kader kesehatan berperan penting dalam mengajak masyarakat untuk datang ke layanan kesehatan, mendukung tenaga medis di posyandu, dan membantu masyarakat dalam mengakses informasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader dan keterampilan tentang penggunaan obat serta keterampilan dalam penyampaian informasi dimasyarakat. Kegiatan pelaksanaan terdiri dari beberapa tahapan yaitu: . Persiapan, . Perencanaan, dan . Kegiatan. Monitoring, dan Evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader tentang penggunaan obat serta keterampilan dalam penyampaian informasi di Diharapkan petugas kesehatan yang ada diwilayah kerja puskesmas dapat memberikan * Hasibuan. , dkk. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat pelatihan dan update informasi tentang kesehatan kepada para kader agar tercipta kader cerdas, masyarakat sehat, dan indonesia maju. Kata Kunci: Kader Kesehatan. Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Pelayanan Kesehatan PENDAHULUAN Di Indonesia, banyak orang masih menggunakan obat-obatan secara mandiri untuk mengobati suatu penyakit, meningkatkan stamina tubuh, dan sebagai suplemen untuk menunjang kegiatan sehari-hari (Handini M. Ketaren S. O, 2. Swamedikasi merupakan cara seseorang dalam mengatasi keluhan atau penyakit yang dialaminya sebelum kefasilitas Menurut data survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menunjukkan lebih dari 66% masyarakat melakukan swamedikasi. Penggunaan obat yang sering dikonsumsi masyarakat biasanya untuk mengatasi keluhan seperti pusing, nyeri, demam, influenza, diare, batuk, maag, cacingan dan penyakit kulit (Chrisdita et al. , 2. Data Riskesdas menunjukkan bahwa telah terjadi penyimpangan pada masyarakat, dimana terdapat 35. 7% penggunaan obat keras, dan 86,1% menyimpan antibiotik tanpa menggunakan resep (RI, 2. Obat merupakan unsur penting didalam pelayanan kesehatan, dimana bertujuan untuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, diagnosa, pengobatan dan pemulihan. Jika obat tidak digunakan secara tepat maka akan mempengaruhi kesehatan. Penggunaan obat di masyarakat masih sering terjadi tanpa adanya resep dokter, berlebihan . , tanpa indikasi, dosis, dan lamanya waktu penggunaan, yang semuanya berpotensi menimbulkan efek (Kemenkes RI, 2. Kebanyakan masyarakat belum memahami bagaimana cara menyimpan dan membuang/ memusnahkan obat dengan benar (Yuliastuti et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat umumnya masih kurang sebesar 82% (Rasdianah et al. , 2. Keterbukaan informasi tentang kesehatan memudahkan masyarakat dalam melakukan pengobatan sendiri. Kemudahan memperoleh obat-obatan dari tempat penjualan memiliki efek positif dan negative. Efek positif yang dihasilkan berupa kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, dan efek negative yaitu akan menimbulkan penggunaan obat secara bebas tanpa adanya ketentuan yang benar didalam mengkonsumsi obat (Rambe R. Gultom E. Rani Z. Harahap Y. A, 2. Hal ini akan memicu timbulnya penggunaan obat yang salah, sehingga dapat membahayakan diri sendiri atau menimbulkan keracunan bahkan kematian. Lemahnya pengawasan menyebabkan hal ini terjadi, penggunaan obat-obatan golongan keras dapat terjual bebas tanpa resep seperti antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik tanpa resep sangat mengkawatirkan di berbagai negara berkembang yang akan menimbulkan efek negative pada kesehatan (Paut Kusturica et al. , 2. Pemerintah telah berusaha mengatasi kesalahan swamedikasi dimasyarakat dengan membuat program GEMA CERMAT sebagai bentuk kepedulian dalam menghasilkan kesadaran, pemahaman dan keterampilan dimasyarakat (Kemenkes RI, 2. Akan tetapi, dibeberapa daerah menunjukkan masyarakat masih belum tersentuh sehingga masih banyak ditemukan swamedikasi tanpa pengetahuan dan pengawasan dari tenaga kesehatan. Ketidakrasionalan penggunaan obat dimasyarakat disebabkan karena ketidaktahuan, ketidaksengajaan ataupun kesengajaan dalam penyalahgunaan obat. Hasil studi menunjukkan masih banyak masyarakat belum tersentuh tentang informasi mengenai efek samping dari penggunaan obat dan penyimpanan obat yang benar. Dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi guna menunjang profesionalitas dari pelayanan kesehatan di masyarakat (Banne et al. , 2. Desa laut dendang memiliki layanan kesehatan posyandu seperti balita dan lansia. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat dimana kegiatan dilakukan pada setiap bulannya. Kader kesehatan merupakan orang dewasa yang berasal dari masyarakat setempat, dimana bertugas untuk membantu petugas kesehatan untuk mengajak masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan, membantu didalam pemeriksaan kesehatan di posyandu, dan membantu dalam memberikan informasi yang berkaitan tentang informasi kesehatan. Menurut UU no. 17 Tahun 2023 pasal 34 dan 35 tentang kesehatan menyatakan bahwa pemerintah dengan melibatkan sektor lain bertanggung jawab terhadap kemandirian dalam upaya kesehatan dan untuk menciptakan hal tersebut diperlukan upaya kesehatan yang bersumber dari masyarakat atas dasar kebutuhan, serta dalam mewujudkan upaya tersebut diperlukan pembinaan teknis dan peningkatan kemampuan kader untuk mengelola posyandu ditingkat desa (Kemenkes RI, 2. Saat ini kader yang ada di desa laut dendang masih memiliki pengetahuan terbatas, karena belum pernah mendapatkan sosialisasi tentang Gema Cermat. Kader kesehatan dianggap perlu mendapatkan pemberdayaan tentang GEMA CERMAT untuk menjadi agent perubahan dimasyarakat, kususnya tentang cara penggunaan obat. METODE Kegiatan pengabdian ini berlangsung pada bulan Juni sampai dengan November 2024 di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Partisipan merupakan masyarakat yang bertugas menjadi kader kesehatan, yang berjumlah 30 orang. Adapun tahapan dari metode pelaksanaan, yaitu: Tahap Persiapan Pendataan peserta kader dari setiap dusun yang bersedia mengikuti pelatihan kader Koordinasi ke kantor Desa Laut Dendang untuk kegiatan yang akan dilakukan Koordinasi ke Puskesmas Bandar Khalipah untuk kegiatan yang akan dilakukan Mengkoordinir kesediaan tempat dan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan saat kegiatan berlangsung Tahap Pelaksanaan Merancang pelaksanaan untuk pelatihan kader kesehatan, yang terdiri dari perwakilan setiap dusun dengan melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan puskesmas Pelatihan Kader Kesehatan dengan materi edukasi yaitu : . Deskripsi informasi tentang obat : Nama, komposisi, indikasi, efek samping, dosis, kadaluarsa, kontra indikasi, petunjuk penyimpanan, . Penggolongan obat : nama, bentuk sediaan, penandaan, cara penggunaan, dan efek samping, . Mendapatkan obat secara benar, . Cara menggunakan obat dengan benar, . Cara menyimpan obat dengan benar, . Cara membuang obat dengan benar, . Penggunaan antibiotic Pemberian edukasi bagi anggota keluarga yang sakit tentang pemanfaatan puskesmas Demonstrasi penggunaan obat secara benar menggunakan metode edukasi yang bersifat interaktif yaitu Community Based Interactive Approach (CBIA) Mengajarkan teknik hipnoterapi pada kader kesehatan untuk memudahkan dalam penyampaian informasi ke masyarakat Pemberian bantuan terkait kebutuhan pelayanan kesehatan seperti pemberian obatobatan, rak/ lemari penyimpanan obat, timbangan berat badan, pemberian cendera mata seragam kader dan lainnya Melakukan evaluasi setelah semua kegiatan selesai dilakukan untuk melihat efek kegiatan yang diberikan. Tim membagikan kuisioner kepada peserta kader pada sebelum dan sesudah kegiatan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Tahap Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Merancang pelaksanaan untuk pelatihan kader Monitoring Memastikan perwakilan Kader dari setiap Memastikan perangkat desa Memastikan pihak puskesmas Pemberdayaan Terlaksananya Kader Kesehatan kesehatan tentang GEMA CERMAT, dan pemanfaatan puskesmas bagi anggota keluarga yang sakit Terlaksananya Auketerampilan obat secara benarAy (Skill abilit. dengan metode CBIA Terlaksananya AuhipnoterapiAy sebagai teknik penyampaian Pemberian bantuan 1. Pemenuhan sarana layanan kesehatan seperti pemberian sarana kesehatan obat-obatan, rak/ lemari penyimpanan obat, timbangan cendera mata seragam kader dan lainnya Evaluasi Adanya discussion (FGD) terhadap pemangku kepentingan Tersedianya disepakati oleh mitra Peningkatan pengetahuan GEMA CERMAT Peningkatan keterampilan kader menggunakan obat secara benar Peningkatan kader dalam menyampaikan informasi ke masyarakat Terpenuhinya pemenuhan Peningkatan masyarakat ke posyandu HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan setelah pemberdayaan pada kader kesehatan GEMA CERMAT dan pemanfaatan puskesmas bagi anggota keluarga yang sakit didapatkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang penggunaan obat . , peningkatan keterampilan kader kesehatan tentang penggunaan obat secara benar, dan pemahaman tentang manfaat puskesmas. Kader memiliki peranan penting dalam terlaksananya kegiatan posyandu seperti mengajak masyarakat kefasilitas layanan posyandu, membantu dalam menimbang berat badan, mencatat dan menginformasikan kepada masyarakat tentang informasi kesehatan. Kader menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat karena sudah bertambahnya pengetahuan dan pemahanan tentang penggunaan obat secara benar, serta mengucapkan terima kasih telah menyelenggarakan kegiatan ini. Menurut Lawrence Green, kader memiliki peran sebagai penguat (Reinforcin. untuk mendorong dan memperkuat terbentuknya perilaku. Didalam teori Green, peran kader merupakan faktor pendukung untuk membentuk perilaku kesehatan karena berperan sebagai penyerta yang dapat memberikan dampak dan berperan sebagai pembentuk dan hilangnya perilaku tersebut (M. Hasibuan et al. , 2. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Tabel 1. Demografi Kader Kesehatan Frekuensi 20-30 Tahun 31-40 Tahun 41-50 Tahun >50 Tahun Jumlah Jenis Kelamin Frekuensi Perempuan Jumlah Lama Menjadi Kader Frekuensi < 1 Tahun 1-2 Tahun 3-4 Tahun >5 Tahun Jumlah Usia Persentase Persentase Persentase Tabel 2. Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Penggunaan Obat Kategori Pre Test Post Test Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Jumlah Tabel 3. Keterampilan Kader Kesehatan Tentang Penggunaan Obat Secara Benar Kategori Pre Test Post Test Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Jumlah Gambar 1. Pelatihan Kader tentang Gema Cermat dan Pemanfaatan Puskesmas Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Hasil kegiatan setelah pelatihan pada kader tentang penggunaan hipnoterapi untuk peningkatan keterampilan dalam penyampaian informasi dimasyarakat dan penggunaan discharge planning sebagai optimalisasi pelayanan kesehatan maka didapatkan peningkatan keterampilan pada kader dalam menyampaikan informasi, tingginya antusias kader dalam mengikuti kegiatan hingga selesai, serta beberapa kader menyatakan bahwa mereka mulai memahami cara berkomunikasi yang baik dan cara menjalin hubungan emosional pada seseorang ketika sedang berkomunikasi. Hubungan emosional sangat diperlukan bagi seorang edukator supaya pesan yang disampaikan dapat diterima oleh sipendengar. Teknik yang sudah teruji dan terbukti untuk mengatasi masalah perilaku dan kognitif adalah hipnoterapi. Hipnosis mengatasi keterbatasan, melepaskan potensi yang ada di alam bawah sadar untuk memecahkan suatu masalah (M. Hasibuan & Mendrofa, 2. Hipnosis akan menjadi teknik yang sangat membantu bagi seorang edukator untuk mengatasi penolakan internal dalam mengubah perilaku dengan cara yang positif. Dengan mencegah pemikiran negatif, hipnoterapi membantu orang menerima pemikiran positif. Sebagai alternatif terapi modalitas, hipnoterapi digunakan untuk mengubah energi negatif menjadi energi positif. Petugas kesehatan dari puskesmas sangat dibutuhkan perannya untuk dapat berbagi informasi seputar kesehatan, memonitor kinerja kader dan status kesehatan dari masyarakat sekitar agar tercipta kader cerdas, masyarakat sehat, dan indonesia maju. Tabel 4. Keterampilan Kader Kesehatan Tentang Penyampaian Informasi Kategori Pre Test Post Test Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Jumlah Gambar 2 : Pelatihan Keterampilan Dalam Penyampaian Informasi KESIMPULAN Terlaksananya kegiatan workshop dengan tema Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cerma. Terlaksananya kegiatan edukasi tentang pemanfaatan puskesmas bagi anggota keluarga yang sakit. Terlaksananya kegiatan edukasi tentang optimalisasi pelayanan kesehatan menggunakan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat discharge planning Terlaksananya kegiatan edukasi tentang peningkatan keterampilan dalam penyampaian informasi dimasyarakat menggunakan metode hipnoterapi Terlaksananya pemberian sarana kesehatan seperti alat timbangan berat badan tinggi badan. Obat-obatan dan vitamin, kotak penyimpanan obat, dan alat penumbuk obat, serta penyerahan langsung diberikan kepada Perangkat Desa di Kantor Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset, dan Teknologi Tahun Anggaran 2024 sebagai pemberi dana dan telah mempercayakan kepada tim untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Yayasan Tapeumulia Bangsa. Rektor Universitas Murni Teguh. Kepala Desa dan Kader Kesehatan di Pemerintahan Desa Laut Dendang. Kepala Upt. Puskesmas Bandar Khalipah dan seluruh pihak yang sudah berkontribusi didalam kegiatan ini. REFERENSI