AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1164-1169 Sosialisasi Peningkatan Literasi Ekonomi Syariah Terhadap Kader Akademisi Santri Ponpes Al-Islahiyyah Singosari Malang Ika Khusnia Anggraini1. Sri Muljaningsih2. Dwi Retno Widiyanti3. Asyila MuthiAoah4 . Nanik Shofiatin5 . Dinda Rahmah Wardhani6 123456Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Ekonomi Islam. Universitas Brawijaya. Malang. Indonesia Email: 1*ikakhusniaa@ub. id , 2muljaningsih@ub. AbstrakOe Bersamaan dengan terus berkembangnya zaman, pondok pesantren saat ini menghadapi perkembangan bukan hanya sebagai lembaga pembelajaran Islam namun juga dituntut mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal tersebut membuat pesantren mengalami pergeseran paradigma dari sebuah lembaga yang hanya berpusat pada pendalaman keilmuan agama, akan tetapi juga menjadi lembaga pengembangan potensi ekonomi. Konsep peran santri dalam pengembangan ekonomi syariah sangat menarik dibahas, karena santri yang setiap harinya disibukkan dengan aktivitas belajar atau mengaji baik di pesantren maupun di sekolah formal. Dengan pembibitan kader ekonomi syariah sejak dini di pesantren maka diharapkan akan banyak santri yang menggeluti bidang ekonomi syariah baik di ranah keuangan islam, kewirausahaan islam atau kelembagaan filantropi islam seperti lembaga amil zakat, infaq, shadaqah dan wakaf. Metode yang digunaka. yaitu melalui bimbingan dalam upaya Peningkatan Literasi Ekonomi Syariah pada santri Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah. Singosari. Malang. Melalui lima tahapan yaitu observasi, melakukan kerjasama dengan Pondok Pesantren Al Ae Ishlahiyah, pembuatan materi persiapan bimbingan ekonomi syariah, pelaksanaan bimbingan ekonomi syariah, dan evaluasi. Materi berisi tentang pemahaman dasar tentang ekonomi syariah dan gambaran perkuliahan pada program studi ekonomi syariah. Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan mengenai ekonomi syariah dan minat santri untuk melanjutkan kuliah pada program studi ekonomi syariah. Kata Kunci: Pengabdian. Ekonomi. Syariah. Santri. Literasi AbstractOe Along with the continuous development of the times. Islamic boarding schools are currently facing developments not only as Islamic learning institutions but are also required to follow the flow of developments in science and technology (IPTEK). This makes pesantren experience a paradigm shift from an institution that is only centered on deepening religious knowledge, but also becomes an institution for developing economic The concept of the role of students in the development of Islamic economics is very interesting to discuss, because students who are busy every day with learning activities or the Koran both in Islamic boarding schools and in formal schools. By nurturing sharia economic cadres from an early age in Islamic boarding schools, it is hoped that many students will engage in sharia economics, both in the realm of Islamic finance. Islamic entrepreneurship or Islamic philanthropic institutions such as amil zakat, infaq, sadaqah and waqf The method use. is through guidance in an effort to improve Islamic Economic Literacy in students of Al-Ishlahiyah Islamic Boarding School. Singosari. Malang. Through five stages, namely observation, collaborating with Al-Ishlahiyah Islamic Boarding School, making preparations for sharia economic guidance, implementing sharia economic guidance, and evaluating. The material contains a basic understanding of Islamic economics and an overview of lectures in the Islamic economics study program. The service activities carried out resulted in increased knowledge about Islamic economics and the interest of students to continue studying in the Islamic economics study program. Keywords: Devotion. Economics. Sharia. Santri. Literacy PENDAHULUAN Pondok pesantren secara teknis merupakan suatu tempat yang dihuni oleh para santri. Hal ini menunjukkan makna penting dari ciri-ciri pondok pesantren sebagai sebuah lingkungan pendidikan yang terintegrasi. Sistem pendidikan pondok pesantren sebetulnya sama dengan sistem yang dipergunakan akademi militer misalnya, yakni dicirikan dengan adanya sebuah bangunan beranda, yang disitu seseorang dapat mengambil pengalaman secara integral (Wahid, et al. , 2001: . Pondok Pesantren Putri Al-Ishlahiyah didirikan pada tahun 1955 oleh Almarhum KH. Mahfudz Kholil bersama istri beliau Hj. Hasbiyah Hamid . utri Almarhum KH. Abdul Hamid Hasbullah . dik kandung pendiri NU. KH. Abdul Wahab Hasbullah. Tambakberas Jombang ). KH. Mahfudz adalah adik ipar KH. Masykur. Menteri agama RI era Presiden Soekarno. KH. Masykur Ika Khusnia | https://journal. id/index. php/amma | Page 1164 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1164-1169 juga telah menjadi sahabat KH. Abdul Wahab Hasbullah sebelum lahirnya jam'iyah Nahdlatul 'Ulama. Sepeninggal KH. Mahfudz. Ibu Nyai Hasbiyah Hamid bersama putra-putrinya bertekad untuk melanjutkan cita-cita almarhum. Dan kini. Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah telah berkembang dengan berbagai unit kegiatan sebagaimana yang dicita-citakan pendiri. Unit-unit kegiatan yang sekarang diselenggarakan di Yayasan Pondok Pesantren AlIshlahiyah adalah Pondok Pesantren Putri Al-Ishlahiyah . ejak tahun 1. Pondok Pesantren Putra Al-Ishlah . ejak tahun 1. Madrasah Diniyah Putri Al-Ishlahiyah . ejak tahun 1. Madrasah Diniyah Putra Al-Ishlah . ejak tahun 2. PUAN Amal Hayati (Woman Crisis Centr. AlIshlahiyah . ejak tahun 2. SMK Terpadu Al-Ishlahiyah . ejak tahun 2. PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyaraka. Al-Ishlah . ejak tahun 2. Play Group Al-Ishlah . ejak tahun 2. Sekolah Kesetaraan "Nawa Kartika" . ejak tahun 2. Unit-unit tersebut dikelola oleh pengasuh Pondok Pesantren yang saat ini kepemimpinan dipegang oleh Ibu Nyai Dra. Hj. Anisah Mahfudz. Sos. AP. Bersamaan dengan terus berkembangnya zaman, pondok pesantren saat ini menghadapi perkembangan bukan hanya sebagai lembaga pembelajaran Islam namun juga dituntut mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut membuat pesantren mengalami pergeseran paradigma dari sebuah lembaga yang hanya berpusat pada pendalaman keilmuan agama, akan tetapi juga menjadi lembaga pengembangan potensi ekonomi. Perkembangan tersebut terjadi akibat munculnya tuntutan bahwa lulusan pesantren diharuskan tidak hanya ahli dalam bidang agama saja, melainkan harus mampu bersaing dan memiliki keterampilan guna mengembangkan perekonomian saat terjun langsung ke masyarakat. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, beberapa pesantren mulai melakukan perubahan sistem, yang semula hanya berfungsi sebagai pusat pengkajian keilmuan agama dan spiritual Islam, kini mulai ke ranah kajian multidisipliner yang mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu umum. Ponpes AlIshlahiyyah dalam upayanya mengintegrasikan ilmu agama dan umum tersebut masih mengalami banyak kendala khususnya karena minimnya sumber daya manusia dan juga illiterasi pendalaman kajian multidisipliner salah satunya kajian literasi ekonomi syariah. Isu minimnya literasi pemahaman ekonomi syariah di kalangan santri merupakan hal yang perlu diupayakan solusinya, hal ini karena santri merupakan kader akademisi yang memiliki modal spiritual dan ajaran tentang agama Islam termasuk kajian syariah yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan keilmuan ekonomi syariah. Berbeda dengan alumni sekolah umum yang terkadang tidak pernah mengenyam ilmu agama secara intensif melainkan hal-hal yang mendasar seperti membaca al-QurAoan, tata cara sholat dan amalan ibadah lainnya. Konsep peran santri dalam pengembangan ekonomi syariah sangat menarik dibahas, karena santri yang setiap harinya disibukkan dengan aktivitas belajar atau mengaji baik di pesantren maupun di sekolah formal. Pada pesantren tertentu, santri memang dibekali dengan berbagai keterampilan atau keahlian di bidang ekonomi seperti koperasi, kerajinan, bertani, berternak dan Semua itu dilakukan pihak pesantren sebagai upaya untuk membekali para santri dengan berbagai macam keahlian atau setidaknya menyiapkan mental dan keterampilan para santri supaya kelak saat keluar dari pesantren sudah bisa mandiri. Dengan pembibitan kader ekonomi syariah sejak dini di pesantren maka diharapkan akan banyak santri yang menggeluti bidang ekonomi syariah baik di ranah keuangan islam, kewirausahaan islam atau kelembagaan filantropi islam seperti lembaga amil zakat, infaq, shadaqah dan wakaf. Dan lembaga-lembaga tersebut tentunya akan mendapatkan SDM yang berkualitas yang siap berjuang menghidupkan geliat ekonomi syariah dengan lebih kuat lagi. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat Indonesia (PMI) yaitu melalui bimbingan dalam upaya Peningkatan Literasi Ekonomi Syariah pada santri Pondok Pesantren AlIshlahiyah. Singosari. Malang. Ika Khusnia | https://journal. id/index. php/amma | Page 1165 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1164-1169 Gambar 1. Diagram tahapan kegiatan pengabdian Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam lima tahap. Tahap pertama, yaitu observasi yang bertujuan dilakukan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan tujuan kegiatan pengabdian serta mengetahui jadwal kegiatan dari santri kelas XII. Tahap kedua, tim pengabdian bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al - Ishlahiyah untuk Persiapan Bimbingan dalam Upaya Peningkatan Literasi Ekonomi Syariah. Tim Pengabdian melakukan diskusi dengan pihak pondok pesantren terkait permasalahan yang dialami oleh siswa kelas XII yaitu terkait perkembangan zaman yang bukan hanya berkaitan dengan agama Islam namun juga dituntut mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ponpes Al-Ishlahiyyah yang mengupayakan keseimbangan antara ilmu agama Islam dan umum tersebut masih mengalami banyak kendala. Hal tersebut disebabkan oleh minimnya sumber daya manusia dan juga literasi yang salah satunya adalah kajian literasi ekonomi syariah. Selain itu, pada tahapan kedua ini juga bertujuan untuk mendapatkan izin dari pondok pesantren dalam melakukan kegiatan pengabdian. Tahap ketiga, yaitu persiapan yang berupa pembuatan materi berupa power point yang memuat pemahaman dasar tentang ekonomi syariah dan gambaran perkuliahan pada program studi ekonomi syariah. Tahap Keempat, pelaksanaan bimbingan ekonomi syariah dilakukan oleh 1 tim yang terdiri dari 1 dosen ekonomi syariah dan juga 3 mahasiswa program studi ekonomi syariah Universitas Brawijaya. Tahap kelima, yaitu evaluasi. Aspek yang dievaluasi dalam kegiatan ini antara lain aktivitas saat bimbingan berlangsung. Keberhasilan aspek ini dilihat dari pemahaman dan antusias santri melalui sesi tanya jawab. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan bimbingan yang dilakukan pada hari sabtu, 27 Agustus 2022 terbagi menjadi beberapa tahapan yang disusun berdasarkan urutan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan. adapun tahapan pelaksanaannya yaitu : Pertama, kegiatan dibuka dengan doa Bersama lalu diikuti dengan kata sambutan dari Pengasuh pesantren Al-islahiyah yaitu Bu Laili Ni'mah dan dilanjutkan oleh Dosen Pengabdi. Bu Ika Khusnia. kedua, yaitu sesi Pemaparan materi mengenai ekonomi syariah. Pada sesi ini menggunakan metode ceramah. Pemateri menyampaikan bahan/materi dalam bentuk paparan mengenai materi tentang ekonomi syariah secara umum yang disampaikan oleh dosen pengabdi yaitu Bu Ika Khusnia. Pada pemaparannya diawali dengan memberikan ketertarikan kepada santri dengan memaparkan bahwa adanya potensi alumni pesantren untuk melanjutkan studi pada program studi ekonomi Islam. kemudian dilanjutkan dengan memberikan pemahaman dasar terkait apa itu ekonomi syariah, adapun untuk memahami ekonomi syariah perlu dilihat dari makna ekonomi dan syariah itu sendiri. Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia dan Syariah adalah semua firman Allah dan sunnah Rasulullah yang berhubungan dengan aktivitas manusia. maka dari dia pengertian tersebut Ekonomi syariah dapat dimaknai sebagai ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dengan berlandaskan Al-Qur'an dan hadits (Anggraini, 2. Ika Khusnia | https://journal. id/index. php/amma | Page 1166 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1164-1169 Ilmu ini berkembang dari pemikiran para ekonom muslim terdahulu yang terdiri dari beberapa fase. Fase pertama berkembang pada tahun 1058. Dimulai setelah Rasulullah hijrah ke madinah hingga bali Umayyah dan Abbasiyah. kemudian pada Fase kedua . dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Al Asfahani. Al Ghazali, ja'fer dimashqi. Ibnu Taimiyah. Ibnu Khaldun, dan Al Maqrizi. Fase ketiga . , pada fase ini Terjadi stagnasi . umud, teta. keilmuan, sehingga tidak banyak melahirkan gagasan-gagasan baru. Salah satu Tokoh pada fase ini yaitu Shah waliyullah. Kemudian pada Fase keempat pemikiran Ekis . ditandai dengan spirit ekonomi yang berbasis Islam mulai muncul (Hoetoro. Selain menjelaskan terkait periodisasi ilmu ekonomi Islam, materi tentang hal-hal yang dikaji dalam ilmu ekonomi Islam pun turut dibahas secara panjang lebar untuk membuka wawasan para Semisal dalam dunia perbankan syariah yang didalamnya telah menerapkan produk-produk dengan akad yang berbasis syariah diantaranya akad mudharabah, musyarakah, ijarah, murabahah, wadiah dan lainnya. Ekonomi Islam tidak hanya berkaitan dengan sektor profit, melainkan non profit melalui kegiatan filantropi yaitu pengelolaan dana zakat, infaq, shadaqah, wakaf. Filantropi Islam merupakan warisan ajaran Islam yang membutuhkan pengelolaan secara optimal agar tertealisasi pemerataan ekonomi di kalangan masyarakat (Nastiti, 2. Gambar 1. Pemberian materi sesi pertama tentang ekonomi syariah secara umum Ketiga. Pemberian afirmasi dari mahasiswa program studi ekonomi islam. Asyila mutiAoah Syamsuri dan Nanik Shofiatin. pada sesi ini mahasiswa memberikan point-point penting diantaranya memaparkan alasan kenapa memilih program studi ekonomi islam salah satu alasan kenapa memilih program studi ini yaitu karena sangat relevan dengan latar belakang pendidikan yang sudah ditempuh. yaitu sebagai alumni pondok pesantren yang mana telah dulu mempelajari tentang fiqh muamalah, hadist, ushul fiqh dan pelajaran agama yang lainnya. memaparkan bagaimana kegiatan selama menjadi mahasiswa program studi ekonomi islam selama menjadi mahasiswa banyak sekali kegiatan kampus yang mendukung untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, diantaranya yaitu dengan mengikuti kegiatan webinar, organisasi dan juga perlombaan. memaparkan prospek kerja lulusan ekonomi syariah Diantara prospek kerja lulusan Ekonomi islam yaitu, menjadi karyawan perbankan, konsultan keuangan, ahli ekonomi Islam. Pegawai Negeri. Tenaga Pengajar, dan bahkan bisa juga menjadi Analisis keuangan. Ika Khusnia | https://journal. id/index. php/amma | Page 1167 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1164-1169 Setelah sesi pemateri, kegiatan selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Dalam sesi ini Antusiasme peserta terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta berkaitan dengan materi yang sampaikan. Beberapa topik yang menjadi perhatian peserta diantaranya yaitu mengenai Jual beli emas virtual, cryptocurrency, sampai hukum jual beli online. Semangat peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat terasa saat kegiatan tanya jawab tersebut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini menghasilkan yaitu, berupa peningkatan pengetahuan mengenai ekonomi syariah yang dibuktikan saat proses tanya jawab antara peserta dengan narasumber dan peningkatan minat santri untuk melanjutkan kuliah pada program studi ekonomi syariah. Gambar 2. Pemberian Afirmasi oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya KESIMPULAN Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia sebagai salah satu instrumen ekonomi yang memiliki dampak besar pada perekonomian masih memiliki berbagai pekerjaan bersama untuk diselesaikan demi mendorong Indonesia menjadi pusat Ekonomi Syariah dunia pada tahun 2024. Salah satunya dapat ditingkatkan melalui sosialisasi kepada masyarakat secara langsung untuk bisa meningkatkan angka literasi ekonomi Syariah di Indonesia. Harapannya melalui agenda Pengabdian Abdi Dharma di pesantren Al-islahiyah ini bisa menjadi salah satu kontribusi konkrit dalam mencapai tujuan tersebut. Lebih jauh lagi, para objek pengabdian yakni Santri pesantren Al - Islahiyah merupakan aset bagi negara yang memiliki potensi besar dalam melanjutkan estafet pembangunan Ekonomi Syariah. Namun berjalannya pengabdian ini masih harus terus dilanjutkan dengan agenda-agenda lainnya yang di dukung dengan berbagai Pertama, pemerintah bisa menyusun kurikulum pendidikan khusus terkait Ekonomi Syariah yang bisa menyentuh seluruh lapisan pendidikan di Indonesia. Sebab pendidikan merupakan sebuah landasan dalam membangun peradaban, termasuk peradaban dengan ekonomi syariah. Kedua, harus adanya peran dari masyarakat dalam mendukung dan merealisasikan gagasan yang telah dibuat oleh pemerintah maupun berpartisipasi dalam agenda-agenda yang diadakan oleh para praktisi atau akademisi seperti pengabdian ini. Sehingga sinergitas yang terjalin oleh berbagai pihak ini akan mampu meningkatkan literasi ekonomi syariah di Indonesia dan berdampak kepada perekonomian REFERENCES