Available online : https://doi. org/10. 32665/jarcoms. Journal of Research Applications in Community Services Copyright . Journal of Research Applications in Community Services This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License VOL. 1 NO. : 43-50 PENINGKATAN SOFT SKILL PENGEMBANGAN DIRI DI DUNIA KERJA PADA SANTRI RUMAH GEMILANG INDONESIA SENTRA PRIMER Article History: Received : 03-11-2022 Revised : 07-11-2022 Accepted : 27-11-2022 Online : 21-12-2022 Bambang Eko Samiono1. Karina Amanda Puthy2. Yossi Anggraeni3. Helmi Yesri4 Corresponding author : Bambang Eko Samiono Universitas Al Azhar Indonesia, be. samyono@uai. Universitas Al Azhar Indonesia. Puthykarina@gmail. Universitas Al Azhar Indonesia. Yossiangg25@gmail. Universitas Al Azhar Indonesia. Helmiyesri@gmail. Abstract Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Sentra Primer branch is one of the shelters managed by Al-Azhar Peduli Ummat and is one of the empowerment programs that adopt the pesantren platform with a focus on providing nonformal education in short course packages. In the Office Department short course participants, there were problems with their readiness, especially to enter the world of work, especially regarding the knowledge and soft skills The solution provided by this Community Service Team is to give motivational programs and soft skills in communication and problem-solving. This program is given in training program by applying the method of exposure and practice, games and ability tests to 8 participants. The results obtained in this activity are that this program has been followed by RGI students well and the various materials can be understood by RGI students as a provision of soft skills toward the next career path. From the satisfaction survey, it was obtained that there was a satisfaction rate of 4. 5 out of 5, and information was obtained from interviews that there was a change in mindset, perspective, and desire to apply their new knowledge as a soft skill in the future work circumtances. Keywords : softskill, communication, motivation, problem solving Abstrak Rumah Gemilang Indonesia (RGI) cabang Sentra Primer merupakan satu dari rumah singgah yang di kelola Al-Azhar Peduli Ummat dan merupakan salah satu program pemberdayaan yang mengadopsi platform pesantren dengan fokus pada penyelenggaraan pendidikan non formal dalam kemasan short course . ursus Pada peserta short course Jurusan Perkantoran diperoleh permasalahan adanya kesiapan yang mereka punyai utamanya untuk menyongsong dunia kerja utamanya mengenai pengetahuan dan soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Solusi yang diberikan oleh program Pengabdian Masyarakat ini adalah dengan memberikan program motivasi, dan soft skill dalam bidang komunikasi dan problem solving. Program ini di berikan dalam pelatihan yang dengan menerapkan metode paparan dan praktek berupa game serta test kemampuan kepada 8 orang peserta program. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah bahwa program ini telah di ikuti oleh Santri RGI dengan baik berbagai materi dapat dipahami oleh siswa RGI sebagai bekal soft skill menuju jenjang karir yang akan datang. Dari survei kepuasan diperoleh adanya angka kepuasan 4. 5 dari 5 serta diperoleh informasi dari wawancara adanya perubahan pada pola pikir, cara pandang, dan adanya keinginan untuk mengaplikasikan ilmu barunya sebagai soft skill dilingkungan kerja. Kata Kunci : softskill, komunikasi, motivasi, pemecahan masalah https://journal. id/index. php/JaRCOMS PENDAHULUAN Rumah Gemilang Indonesia yang merupakan rumah singgah dan salah satu perwujudan program pemberdayaan Al-Azhar Peduli Ummat. RGI mengadopsi platform pesantren dengan fokus pada penyelenggaraan pendidikan non formal dalam kemasan short course . ursus singka. dengan berbagai jurusan. Perpaduan ini bertujuan agar para peserta pelatihan RGI tidak hanya menyerap pengetahuan dan keterampilan unggul yang menjadi pondasi masa depan mereka, tapi juga memiliki pengetahuan dan dasar akidah iman yang baik . Salah satu Rumah Gemilang Indonesia yang ada adalah RGI Sentra Primer yang berada di Sentra Primer Jakarta Timur dengan salah satu jurusannya adalah Kelas Aplikasi Perkantoran dimana santri disini dibekali keterampilan mengenai beberapa aplikasi yang ada di perkantoran seperti akun sosial media dan Microsoft Office. Dalam kelas ini terdapat 8 Santri yang diarahkan untuk bisa mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan dan staff Dari survei dan penjajakan yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat para santri ini mempunyai permasalahan mengenai kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. Tidak saja masalah mengenai minimnya pengalaman kerja namun juga berbagai masalah lainnya diantaranya: . Masalah Psikologi (Rendahnya motivasi pengembangan pada dalam dir. , . Masalah Komunikasi (Belum memahami etika dan pola berkomunikasi yang baik dalam berpendapat di ruang publi. Masalah Manajemen Diri: . endahnya pemahaman tentang bagaimana menyelesaikan masalah. Solusi yang dapat berikan oleh tim pengabdian masyarakat adalah berupa workshop dan praktek motivasi dan peningkatan soft skill dengan mengambil teori pelatihan disain pelatihan yang efektif yang dikemukakan oleh (Ino Yuwono, 2. (Prasetyo, 2. Kesiapan para santri untuk memasuki dunia kerja sangat penting mengingat kesiapan ini tidak saja dalam hal menguasai kemampuan hard skill namun juga soft skill yang memadai (Dirwanto, 2. (Sudrajat, 2. dan (Krisnamurti, 2. Perlu pula untuk mengembangkan perilaku para santri ini untuk bisa bersikap asertif sehingga mereka mampu untuk bersosialisasi dalam lingkungan kerjanya nanti dengan menghindari konflik karena bersikap jujur dan terus terang (Utaminingtyas, 2. Dimana dalam pelatihan ini didesain mulai dari analisis kebutuhan training, menentukan tujuan, dan memastikan kesiapan mitra, menciptakan lingkungan belajar yang tepat, memilih metode pengajaran yang tepat hingga melakukan eveluasi dengan materi diantaranya: Materi Motivasi Diri diberikan dengan tujuan untuk menjelasan materi mengenai motivasi pengembangan diri, memberikan pemahaman terkait pentingnya motivasi dan pengembangan diri dalam memasuki dunia kerja secara totalitas dan berkualitas serta memberikan kesempatan pada siswa untuk membangun motivasi diri mereka dengan membuat Mind Mapping. Pentingnya diberikannya materi ini karena menurut (Aulia, 2. ada pengaruh positif dan besar adanya motivasi diri dengan tingkat kesiapan calon pegawai di lingkungan kerjanya nanti. Hal ini juga dikemukakan oleh (Ni Putu Ratna Wiryani, 2. serta (Ika Yulianti, 2. Sementara metode Mind Mapping di perkenalkan karena metode ini mampu untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis (Tia Ristiasari. Materi Komunikasi yang effective bertujuan untuk memberikan pembelajaran materi mengenai public speaking, memberikan kesempatan bagi santri untuk mengimplementasikan public speaking, dan memberikan pemahaman mengenai etika dan pola berkomunikasi yang baik dalam berpendapat di depan umum. Komunikasi yang efektif akan mempu untuk meningkatkan kemampuan interpersoal dalam hal komunikasi (Mazdalifah, 2. Materi Problem solving dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tahapan dasar pendekatan yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah, memberikan pembelajaran materi mengenai problem solving skill, dan memberikan pemahaman dasar teknik https://journal. id/index. php/JaRCOMS meningkatkan kemampuan problem solving skill yang nantinya diharapkan bisa meningkatkan kemampuan kreatif santri (Fadilah, 2. Tidak saja program ini mempunyai tujuan membangkitkan motivasi santri untuk bekerja dengan penuh motivasi dan juga dikuasainya pengetahuan soft skill dasar dalam berkomunikasi dan memecahkan masalah. Hal ini karena pemberian materi motivasi memungkinkan peserta bisa melihat perspektif dunia kerja dengan benar dan meningkatkan kinerja mereka nantinya (Samiono, 2. (Ayuningtyas, 2. dan (Nia Junaidi, 2. Namun juga diakhir program peserta mempunyai kepuasan atas pelaksanaan program peningkatan soft skill pengembangan diri ini. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di kantor RGI Cabang Sentra Primer Jakarta Timur dengan peserta 8 Santri dari kelas Aplikasi Perkantoran pada tanggal 15 Mei Berikut adalah tahap-tahap kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan. Rencana kerja secara garis besar pelaksanaan dan gambaran prosedur kerja pengabdian masyarakat ini bisa dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Rencana Kegiatan KEGIATAN Survei tempat Permasalahan Perencanaan Mengenali dan Workshop I: AuMotivasi Pengembangan Diri Dalam Memasuki DuniaKerjaAy Workshop II: AuCommunicati on:Public Speaking SkillAy Workshop i: AuMeningkatkan skill problem solvingAy Monev & Survei Kepuasan WAKTU LUARAN 1x pertemuan A Rumusan mengenai permasalahan mitra (Offline di lokasi A Kesepakatan mengenai program kerja yang akan RGI - 7 April 1x pertemuan A Rumusan program kerja yang disepakati RGI (Online via dan team pengambdian masyarakat dalam Zoom Meeting bentuk rancangan program 18 April 2. 1x pertemuan A Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat (Offline di lokasi mengetahui karakter para santri sehingga RGI - Minggu, pelaksanaan workshop bisa berjalan dengan baik 15 Mei 2. dan peserta dengan mudah bisa beradaptasi dan membuat suasana menjadi konduktif. 1x pertemuan A Peserta memiliki pemahaman tentang motivasi (Offline di lokasi dalam mengembangkan diri. RGI - Minggu. A Peserta diberikan pelatihan Mind Map 15 Mei 2. pengembangan diri A Peserta dapat termotivasi untuk bekerja dengan totalitas dan berkualitas. 1x Pertemuan A Peserta mendapatkan pengetahuan seputar skill (Offline di lokasi berkomunikasi RGI - Minggu. A Peserta diberikan pemahaman public speaking 15 Mei 2. untuk pemula dan memahami metode REST A Peserta berlatih mengenai strategi menjadi pembicara yang kredibel 1x pertemuan A Peserta memahami pengertian dari problem (Offline di lokasi solving dan prosesnya. RGI - Minggu. A Peserta dapat mengetahui teknik problem solving 15 Mei 2. yang dapat diterapkan di dunia kerja. A Peserta dapat menemukan solusi terbaik dari masalah yang dihadapi Online A Partisipasi dalam Survei Kepuasan METODE PELAKSANAAN A Pertemuan offline A Pertemuan offline A Game A Pemaparan materi berbentuk materi A Praktek pembuatan mind map dan game A Pemaparan materi berbentuk materi A Game Communication A Pemaparan materi berbentuk materi A Game problem A Kepuasan peserta akan program https://journal. id/index. php/JaRCOMS HASIL DAN PEMBAHASAN Program Pengabdian masyarakat ini berlangsung dari bulan April hingga Mei 2022 dengan beberapa tahapan kegiatan diantaranya dengan melakukan survei sebelum kegiatan berlangsung yang bertujuan untuk mendapatkan informasi permasalahan dan kebutuhan para santri-santri lalu berlanjut pada program inti. Dengan masing masing pembahasan sebagai berikut: Survei Pendahuluan Satu bulan sebelum dilaksanakannya kegiatan workshop di Rumah Gemilang Indonesia cabang Sentra primer. Tim Pengabdian Masyarakat melakukan kunjungan terlebih dahulu, untuk melihat apa saja yang dibutuhkan oleh mitra dengan merujuk pada training need Kunjungan tersebut dilakukan pada tanggal 7 April 2022. Setelah melakukan kunjungan tim pengabdian masyarakat mempersiapkan rumusan program kerja yang disepakati pengurus RGI dan team pengabdian masyarakat dalam bentuk rancangan program berdasarkan permasalahan dan solusi yang akan diimplementasikan. Selanjutnya rancangan ini di realisasikan dalam bentuk luaran berupa materi ajar untuk di sampaikan pada waktu acara workshop berlangsung. Materi tersebut mencakup materi motivasi diri, soft skill komunikasi dan problem solving. Pelaksanaan Program Pelaksanaan workshop program kegiatan Peningkatan softskill pengembangan diri dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2022 dengan metode offline. Waktu yang digunakan: 00 WIB sd. 00 WIB . dihadiri oleh 8 peserta. Workshop Motivasi Diri Workshop ini mengambil tajuk AuMeningkatkan Pengembangan Diri Dalam Memasuki Dunia KerjaAy. Dalam penyampaian ini di tekankan bahwa para santri paham bahwa motivasi pengembangan diri sangatlah erat kaitannya dengan ambisi serta keinginan. Motivasi juga tidak akan muncul jika salah satunya tidak eksis. Masih terlihat kurangnya inisiatif maupun kemauan dari para santri dalam mewujudkan ambisi atau keinginan besarnya. Hal ini menunjukkan kurangnya motivasi alias daya dorong dari dalam diri sendiri. Adanya motivasi akan dapat menguatkan ambisi, membantu mengerahkan energi dalam mencapai apa yang diinginkan serta meningkatkan inisiatif. Motivasi yang benar akan bisa membuat para santri makin dekat dalam meraih tujuan karirnya. Inti dari materi ini memberi bekal untuk santri akan pemahaman tentang motivasi dalam mengembangkan diri, memotivasi diri untuk berkarir secara total dan berkualitas serta peserta diajak lebih memahami untuk mencapai goal pribadinya dengan Teknik Mind Mapping dimana para peserta sangat antusias untuk mengikuti dan mempraktekkan tools ini. Workshop Komunikasi Workshop ini mengambil tajuk AuCommunication: Public Speaking SkillAy. Dalam ilmu komunikasi, keterampilan berbicara di depan umum merupakan bagian dari komunikasi yang efektif, yaitu menyampaikan pesan kepada khalayak dengan cara yang tepat dan menarik perhatian. Tetapi masih banyak para santri yang kurang percaya diri dalam berbicara di depan umum. Pemberian materi ini untuk menumbuhkan rasa keberanian & keterampilan berbicara saat berpendapat dalam lingkup Metode REST (Respond Directly - Explain with an Example - Stop Talking - Take the Next Questio. digunakan dalam materi public speaking tersebut secara langsung, sehingga diharapkan bahwa pelatihan yang inovatif dan kreatif dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru tentang teknik public speaking di antara para santri dalam meningkatkan soft skill di dunia kerja Dalam pelaksanaan workshop ini para peserta juga diajak untuk mempraktekkan metode REST sehingga para peserta bisa merasakan dan mempraktekkan sendiri tatacara berkomunikasi secara nyata. Workshop Problem solving Workshop sesi terakhir ini mengambil judul AuMeningkatkan skill problem solvingAy. Sebagai kaum intelektual, tentunya santri RGI dituntut untuk memiliki kualitas intelektual yang memadai. Salah satu bentuk perilaku yang menunjukkan kualitas intelektual adalah kemampuan dalam https://journal. id/index. php/JaRCOMS memecahkan masalah . roblem solvin. Namun demikian, tampaknya kemampuan para santri dalam problem solving masih belum memadai sehingga akan menyulitkan para santri dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, baik pada saat proses pendidikan maupun pada saat aplikasi ilmu di dalam dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan problem solving pada para santri. Materi yang diberikan dalam sesi ini berupa pemahaman dan pengertian dari problem solving dan prosesnya, pengetahuan mengenai teknik problem solving yang dapat diterapkan di dunia kerja. Serta mendorong para santri dapat menemukan solusi terbaik dari masalah yang dihadapi. Selain materi peserta diajak mengetahui cara-cara memecahkan masalah melalui contoh kasus dan game. TEMUAN DAN DISKUSI Dalam program Pengabdian Masyarakat ini diperoleh temuan dari evaluasi dilakukan dengan test diantaranya adalah: Test Peningkatan Kemampuan Soft skill. Test ini dilakukan pada materi motivasi, komunikasi dan problem solving dengan membandingkan hasil pra test dan pasca test setelah dilakukan workshop dengan hasil sebagai A Dari hasil workshop motivasi diperoleh hasil survei bahwa diawal workshop semua peserta belum mengetahui dan paham mengenai tool mind mapping untuk membantu kita menemukan goal diri kita dan hal ini berubah di akhir workshop dimana 87,5% santri bisa memahaminya secara jelas. Hal ini yang memberikan kontribusi mereka untuk lebih termotivasi dan percaya diri masuk dunia kerja dari 37,5% menjadi 75%. Pemahaman ini dipicu oleh paparan serta praktek sederhana yang mereka lakukan dalam menetapkan goal karir mereka dalam bentuk mind mapping sembari Peserta menerapkan mind mapping pada karir mereka dan mengurai apa saja yang menjadi motivasi mereka dalam bekerja nantinya. Sejauh ini semua peserta mempunyai keinginan untuk segera bekerja di bagian administrasi sesuai dengan keilmuan mereka (Gambar . Penggunaan Mind Mapping Kepercayaan Diri di Dunia Kerja Pre Test Post Test Belum Paham Paham Pre Test Percaya diri Post Test Tidak Percaya diri Gambar 1. Hasil Instrumen Test Peserta Workshop Motivasi A Workshop komunikasi memberikan hasil survei bahwa diawal workshop semua peserta belum mengetahui dan paham mengenai tool REST yang lazim digunakan untuk membantu kita berkomunikasi secara effektif dan hasil ini berubah setelah diberikan paparan serta praktek berkomunikasi dimana 100% santri bisa memahaminya secara Hal ini yang memberikan kontribusi mereka untuk lebih termotivasi dan percaya diri untuk berkomunikasi. Terlihat terdapat perubahan dari 50% yang tidak Percaya Diri dalam berkomunikasi meningkat menjadi 87,5% kepercayaan dirinya. Terlihat bahwa peningkatan kepercayaan diri ini ditingkatkan oleh adanya praktek komunikasi sederhana yang diberikan kepada para santri. Tantangan yang diberikan kepada peserta adalah bagaimana peserta mendeskripsikan dirinya melalui perkenalan di depan publik. Meskipun terlihat malu-malu namun para santri berusaha untuk mempraktekkan metode https://journal. id/index. php/JaRCOMS REST saat mereka melakukan komunikasi. Dari beberapa perwakilan yang maju terlihat mereka sangat menikmati dan mampu untuk menerapkan metode ini (Gambar . Paham Menggunakan REST Pre Test Belum Paham Post Test Paham Kepercayaan diri Berkomunikasi Pre Test Percaya diri Post Test Tidak Percaya diri Gambar 2. Hasil Instrumen Test Peserta Workshop Komunikasi A Hasil survei mengenai pelaksanaan workshop problem solving diketahui bahwa 100% peserta belum paham mengenai materi problem solving yang merujuk bagaimana cara memecahkan masalah secara konstruktif dan effektif. Hasil ini mengalami perubahan dimana terlihat adamua kenaikan 25% kepercayaan diri dalam melakukan pemecahan masalah setelah peserta diberikan paparan dan metode yang tepat dalam memecahkan Dakam sesi ini peserta diajak diskusi bagaimana saat mereka menghadapi Dan dari diskusi ini dibawa ke satu kesimpulan bagaimana pemecahan masalah itu dilakukan sehingga mendapat pemecahan masalah yang konstruktif dan efektif (Gambar . Paham Materi problem solving Kepercayaan diri Dalam memecahkan masalah Pre Test Belum Paham Post Test Paham Pre Test Percaya diri Post Test Tidak Percaya diri Gambar 3. Hasil Instrumen Test Peserta Workshop Probem Solving Survei Kepuasan: Dalam survei kepuasan terhadap peserta workshop bisa disimpulkan bahwa rata-rata kepuasan ada di angka 4,3 dari skala 5. Kepuasan tertinggi terletak pada kemampuan pemateri dalam membawakan materi di kelas dan materi sangat variatif dan menarik dengan adanya praktek langsung, diskusi dan game. Disini terlihat bagaimana kemampuan pembicara sangat menentukan keberhasilan kegiatan selain ketepatan dalam menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan peserta. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dipaparan diatas dapat disimpulkan bahwa ke tiga pelatihan dengan materi motivasi, komunikasi dan problem solving ini mampu ningkatkan soft skill para santri. Disini para santri tidak saja memperoleh bekal pengetahuan namun juga mempunyai pengalaman untuk mempraktekkan setiap bahasan dalam Hal ini sesuai dengan hasil evaluasi melalui pre dan post test yang dilakukan. Selain itu terlihat bahwa para peserta sangat puas dengan adanya pelatihan soft skill ini dengan adanya nilai kepuasan dari survei yang dilakukan di angka 4,3. Dan dari hasil wawancara juga diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perubahan pada pola pikir, cara pandang, dan adanya keinginan dari para santri untuk mengaplikasikan ilmu barunya sebagai soft skill dimasa yang akan datang. https://journal. id/index. php/JaRCOMS Saran selanjutnya kegiatan ini bisa dilakukan secara regular mengingat untuk bisa masuk kedunia kerja para santri tidak saja cukup dibekali dengan kemampuan hardskill dalam hal ini menguasai aplikasi perkantoran namun demikian juga harus di bekali dengan kemampuan soft skill sebagai penunjang kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja. UCAPAN TERIMA KASIH