p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business DARI MITIGASI MENUJU KEBANGKRUTAN: PEMETAAN BIBLIOMETRIK KONTRIBUSI MANAJEMEN RISIKO DALAM MENCEGAH KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN LuAoluAoul Jannah1. Syahida Norviana2. Betanika Nila Nirbita3. Jacky Ardi Herdianto4 1, 2, 3,4 Universitas Negeri Yogyakarta. Jl. Colombo No. Sleman. Yogyakarta. Indonesia Email: luluuljannah@uny. Article History Received: 22-12-2025 Revision: 25-12-2025 Accepted: 28-12-2025 Published: 31-12-2025 Abstract. Risk management is often viewed as a key strategy to prevent corporate bankruptcy, yet the research landscape remains fragmented. This study maps the development of research on risk management and corporate financial distress using bibliometric analysis. Scopus records containing AuRisk ManagementAy and AuDistressAy from 2010Ae2025 were retrieved, yielding 106 documents, and analyzed with VOSviewer. The United States leads publication output . , followed by the United Kingdom . Tran. is the most prolific author . , while the University of Zilina is the most productive affiliation . Keyword co-occurrence clustering reveals six themes: financial instruments for risk mitigation. bankruptcy determinants. management implementation. corporate governance. banking-sector contexts. and external factors . , pandemics, religio. The results highlight the multidimensional links between risk management and distress and suggest opportunities for integrative research. This mapping also offers practical insight for firms to strengthen risk management as an early-warning and prevention mechanism against bankruptcy. Keywords: Risk management, bankruptcy, financial distress, bibliometric analysis. VOSviewer Abstrak. Manajemen risiko sering dipandang sebagai strategi kunci untuk mencegah kebangkrutan perusahaan, namun peta risetnya masih terfragmentasi. Penelitian ini memetakan perkembangan studi mengenai hubungan manajemen risiko dan distress keuangan perusahaan melalui analisis bibliometrik. Data diambil dari Scopus menggunakan kata kunci AuRisk ManagementAy dan AuDistressAy pada periode 2010Ae2025 sehingga diperoleh 106 dokumen, lalu dianalisis dengan VOSviewer. Hasil menunjukkan Amerika Serikat menjadi kontributor publikasi terbanyak . , disusul Inggris . Peneliti paling produktif adalah Tran. , sedangkan afiliasi paling produktif adalah University of Zilina . Analisis ko-occurence kata kunci menghasilkan enam tema utama: instrumen keuangan untuk mitigasi determinan kebangkrutan. implementasi manajemen risiko. tata kelola konteks sektor perbankan. serta faktor eksternal . Temuan ini menegaskan hubungan manajemen risikoAedistress yang multidimensi dan menunjukkan peluang riset yang lebih integratif. Pemetaan ini juga memberi masukan praktis bagi perusahaan untuk memperkuat manajemen risiko sebagai mekanisme peringatan dini dan pencegahan kebangkrutan. Kata Kunci: Manajemen risiko, kebangkrutan, distress keuangan, analisis bibliometrik. VOSviewer How to Cite: Jannah. et al. Dari Mitigasi Menuju Kebangkrutan: Pemetaan Bibliometrik Kontribusi Manajemen Risiko Dalam Mencegah Kebangkrutan Perusahaan. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7695-7704. 54373/ifijeb. Jannah. et al. Dari Mitigasi Menuju Kebangkrutan A 7696 PENDAHULUAN Berdasarkan survei World Economic Forum yang dilakukan di pada bulan SeptemberOktober 2024 terhadap lebih dari 900 pakar dari kalangan akademisi, bisnis, pemerintah, dan organisasi internasional mendapatkan hasil mengenai persepsi risiko global. Terdapat perbedaan mencolok dalam persepsi risiko global terbesar untuk jangka waktu 2 tahun dan 10 tahun ke Dalam jangka pendek . , misinformation dan disinformation dianggap sebagai ancaman paling serius. Hal ini didorong perang informasi dan kemajuan teknologi seperti deepfake yang dapat memicu polarisasi sosial. Selain itu, terdapat kejadian cuaca ekstrem yang menempati posisi kedua. Namun, dalam perspektif jangka panjang . , lanskap risiko mengalami pergeseran yang signifikan. Ancaman lingkungan mendominasi puncak risiko. Kejadian cuaca ekstrem naik ke posisi teratas, diikuti secara langsung oleh dua yaitu hilangnya ekosistem serta perubahan kritis pada sistem Bumi (Abdelfattah,2. Pergeseran perlu disoroti akibat pergeseran tantangan sosial-teknologis seperti misinformasi dan perang siber yang mendesak untuk diatasi sekarang, namun komunitas global pada akhirnya memandang krisis lingkungan dan ekologi sebagai ancaman paling mendasar bagi keberlanjutan peradaban dalam satu dekade mendatang. Pola ini mengisyaratkan perlunya strategi yang seimbang dalam merespons krisis jangka pendek tanpa mengabaikan investasi dalam mitigasi dan adaptasi untuk krisis jangka panjang yang dampaknya jauh lebih masif dan permanen (Al Lawati. , & Hussainey 2. Gambar 1. Risiko Global (Sumber: World Economic Forum, 2. Risiko-risiko global yang teridentifikasi memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat dan dapat memicu berbagai dimensi distress baik pada tingkat individu, korporasi, maupun sistemik. Jannah. et al. Dari Mitigasi Menuju Kebangkrutan A 7697 Dalam pendek, misinformation disinformation berperan terjadinya social distress dan political distress. Penyebaran informasi palsu tidak hanya memperdalam polarisasi sosial, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap institusi, menghambat respons kolektif terhadap krisis, dan pada akhirnya menciptakan lingkungan yang tidak stabil bagi keberlangsungan demokrasi dan tata kelola. Sementara itu, kejadian cuaca ekstrem yang menduduki peringkat teratas baik untuk jangka 2 tahun maupun 10 tahun secara langsung memicu financial distress dan operational distress pada skala luas. Bencana cuaca ekstrem mengganggu rantai pasok global, merusak infrastruktur penting, dan mengurangi produktivitas sektor pertanian, sehingga mendorong perusahaan, khususnya di sektor yang rentan dalam keadaan di ambang kebangkrutan serta memperburuk krisis pangan dan energi (Sadalia. Dalam perspektif jangka panjang, dominasi risiko lingkungan seperti biodiversity loss dan critical change to earth systems mengisyaratkan potensi systemic distress yang lebih dalam dan permanen. Keruntuhan ekosistem dan perubahan drastis pada sistem Bumi bukan hanya mengancam ketahanan pangan dan air, tetapi juga berpotensi memicu gelombang distress migration yang masif, memperburuk ketidaksetaraan global, dan pada akhirnya menggerus fondasi stabilitas sosial-ekonomi dunia. Dengan demikian, peta risiko ini memperlihatkan sebuah kontinum distress: dari gangguan sosial-politik yang dipicu oleh informasi hingga guncangan eksistensial yang bersumber dari krisis ekologi. Hal ini menegaskan bahwa manajemen risiko kontemporer harus menjadi hal utama yang perlu dilakukan dalam mitigasi kerugian finansial, dan mulai mengintegrasikan pendekatan yang holistik untuk mencegah dan mengelola distress multidimensi yang bersumber dari interaksi kompleks antara geopolitik, teknologi, masyarakat, dan lingkungan (ACGA) & CLSA , 2. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis berbagai artikel terkait manajemen risiko dan distress untuk melihat perkembangan penelitian di bidang tersebut. Penelitian ini penting dilakukan agar berbagai pihak dapat memahami pentingnya perkembangan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan analisis bibliometric sehingga berbagai aspek dapat dianalisis. METODE Jenis data pada penelitian ini adalah data kualitatif. Sumber data sekunder didapatkan melalui artikel yang dipublikasikan di jurnal terindeks internasional bereputasi yaitu scopus . Keyword yang digunakan adalah AuRisk ManagementAy dan AuDistressAy. Tahun yang diteliti adalah tahun 2010-2025. Alasan pemilihan tahun tersebut agar lebih mencerminkan keadaan saat ini serta lebih relevan selama lima belas tahun terakhir. Subjek area dibatasi pada artikel AuEconomics. Econometrics and FinanceAy. AuBusiness. Management and AccountingAy. Bahasa dibatasi pada artikel yang berbahasa inggris. Berdasarkan kriteria tersebut, terdapat 106 Jannah. et al. Dari Mitigasi Menuju Kebangkrutan A 7698 Adapun Langkah-langkah penelitian sebagai berikut: Tahap pertama yang dilakukan pada analisis bibliometrik adalah hasil filter pada scopus yang telah diberikan pembatasan kriteria, lalu dokumen tersebut di export dengan memilih dokumen dengan tipe RIS. Selanjutnya file hasil export tersebut dapat digunakan pada aplikasi VOSviewer. Gambar 2. Export Dokumen pada Scopus. Sumber: Scopus, 2025 Tahap selanjutnya adalah pilih create. Lalu pilih create a map base on bibliographic data, klik next, pilih read data from reference manager file (Supported file types: RIS. Endnote, and Refwork. , klik next, input file yang telah di ekstrak dari scopus . alam bentuk RIS), klik next, pilih full counting dan pilih item yang akan ditampilkan, klik next, klik finish. Gambar 3. Tampilan VOSviewer. Sumber: VOSviewer, 2025 HA SIL Analisis Tahun Publikasi Jannah. et al. Dari Mitigasi Menuju Kebangkrutan A 7699 Berdasarkan gambar 4. Tahun 2025 merupakan tahun terbanyak artikel dipublikasi sebanyak 27 artikel dan Tahun 2022 dan 2021 sebanyak 17 artikel. Sedangkan tahun 2024 dan 2023 sebanyak 11 artikel dengan pembahasan manajemen risiko dan distress. Dilihat dari tren publikasi berdasarkan tahun, topik ini masih menjadi topik yang menarik untuk diteliti, hal ini dibuktikan dengan fluktuasi artikel yang dipublikasi. Gambar 4. Jumlah artikel per tahun. Sumber: Scopus, 2025 Analisis Produktivitas Peneliti Produktivitas 10 peneliti teratas dengan topik manajemen risiko dan distress tahun 20102025 yang terindeks Scopus menunjukkan produktivitas peneliti. Berdasarkan gambar 5, terlihat bahwa peneliti Tran. memiliki produktivitas terbesar yaitu sebanyak 3 publikasi, sedangkan yang lainnya sebanyak 2 artikel diteliti oleh Gupta. dan Jankensgard. Gambar 5. Penulis Artikel. Sumber: Scopus, 2025 Analisis Negara Artikel-artikel yang dipublikasikan disumbang dari beberapa negara yaitu 16 dokumen dari United States, 14 dokumen berasal dari United Kingdom, dan 8 dokumen berasal dari China, sedangan Indonesia sebanyak 6 dokumen. Jannah. et al. Dari Mitigasi Menuju Kebangkrutan A 7700 Gambar 6. Negara. Sumber: Scopus, 2025 Analisis Afiliasi Artikel Artikel-artikel yang dipublikasikan memiliki afiliasi dari beberapa perguruan tinggi. University of Zilina memiliki publikasi sebanyak 4 artikel, dan Banking Academy of Vietnam sebanyak 3 artikel. Gambar 7. Afiliasi Artikel. Sumber: Scopus, 2025 DISKUSI