Mahlianurrahman dan Rapita Aprilia P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SISWA SEKOLAH DASAR Mahlianurrahman. Rapita Aprilia. Universitas Samudra. Aceh. Indonesia Email: Rahmanklut@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran video untuk meningkatkan profil pelajar pancasila dimensi berpikir Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Paya Dapur yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan data penelitian dianalisis menggunkan statistik deskriptif. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kemampuan berpikir kreatif siswa pada pra siklus sebesar 55,68%. Pada siklus I presentase kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 73,18% dan presentase hasil kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus II sebesar 93,40%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan profil pelajar pancasila siswa dimensi berpikir kreatif setelah penerapan media pembelajaran video. Kata Kunci: Media Video. Profil Pelajar Pancasila. Berpikir Kreatif Abstract: This study aims to describe the application of video learning media to improve the profile of Pancasila students in the creative thinking dimension. This type of research is classroom action research. The subjects in this study were the fifth grade students of the State Elementary School 1 Paya Dapur, totaling 22 students. Data collection techniques used test techniques and research data were analyzed using descriptive statistics. The research data shows that the percentage of students' creative thinking skills in the pre-cycle is 55. In the first cycle the percentage of students' creative thinking skills was 73. 18% and the percentage of students' creative thinking skills in the second cycle was 93. Based on the results of data analysis, it shows that there is an increase in the profile of Pancasila students in creative thinking dimensions after the application of video learning media. Keywords: Video Media. Pancasila Student Profile. Creative Thinking PENDAHULUAN Pembelajaran abad 21 diharapkan dapat pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Perkembangan teknologi yang pesat tentu sangat menguntungkan guru, terutama dalam pemanfaatan teknologi sebagai media Guru dapat dengan leluasa memanfaatkan teknologi sebagai media Penggunaan media pembelajaran termasuk faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Guru perlu melakukan Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Mahlianurrahman dan Rapita Aprilia P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 berbagai upaya dalam meningkatkan potensi siswa (Elendiana, 2. Aspek penting dalam pembelajaran adalah media pembelajaran (Ridha, 2. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah media video. Media video termasuk media pembelajaran yang inovatif dan efektif digunakan dalam pembelajaran (Rahmawati, 2021. Lestari, 2022 Mahlianurrahman, 2. Media pembelajaran video merupakan media pembelajaran yang dapat menampilkan suara dan gambar (Biassari, 2021. Rahayu, 2. Oleh karena itu, guru pembelajaran, terutama media video (Sulistiani, 2021. Yuanta, 2. Media pembelajaran video memiliki berbagai keunggulan, yaitu dapat memvisualisasikan muatan materi (Prastyo, 2. , sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa (Aryanata, 2020. Hapsari, 2. Selain itu, media pembelajaran video dapat digunakan dalam pembelajaran jarak jauh (Susiyanti, 2. , sehingga proses pembelajaran tetap menyenangkan (Prehanto, 2021. Riyanto, 2020. Agussalim. Keunggulan lain yang dimiliki media video adalah setiap tahapan pembelajaran dapat dipraktikkan dan dianalisis (Mahlianurrahman, 2022. Intaha, 2. , sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Puspitasari, 2019. Prahesti, 2021. Linggarsari. Media pembelajaran video dapat diterapkan dalam proses pembelajaran secara berkelompok dan mandiri termasuk keunggulan yang dimiliki media video (Mahlianurrahman, 2019. Kis, 2. Berdasarkan hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa masih ada siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari (Partayasa, 2020. Harefa, 2. Perhatian siswa terhadap pembelajaran masih rendah, sehingga siswa terlihat pasif saat mengikuti pembelajaran. (Marhaeni, . Guru masih menerapkan model pembelajaran konvensional dan berpusat pada guru (Manurung, 2. Masih ada siswa yang kurang berminat dan bersemangat, sehingga hasil belajar siswa rendah (Anggraeni, 2. Guru jarang menggunakan media pembelajaran (Aliyyah, 2. dan proses pembelajaran lebih mengedepankan aspek akademik yang tidak diimbangi dengan kemampuan berfikir kreatif (Rochmania. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Mahlianurrahman dan Rapita Aprilia P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Proses pembelajaran berpusat pada guru menjadi penghambat dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa (Haerunisa, 2. Hal tersebut sesuai dengan hasil observasi di Sekolah Dasar Negeri 1 Paya Dapur, bahwa guru lebih sering menggunakan media gambar dan proses pembelajaran berpusat pada guru, sehingga profil pelajar pancasila siswa masih rendah, terutama dimensi kemampuan berpikir kreatif. Pembelajaran lebih sering bersifat verbal, sehingga siswa kurang terfasilitasi untuk berpikir kreatif dalam memecahkan masalah yang dihadapi siswa dan berdampak pada rendahnya skor tes siswa pada pembalajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Siswa perlu dibekali nilai-nilai profil pelajar pancasila terutama dimensi permasalahan yang dihadapi di masa depan (Adhalia, 2. Berpikir kreatif termasuk salah satu dimensi yang terkandung di dalam profil pelajar pancasila. Berpikir kreatif termasuk kompetensi yang sangat dibutuhkan pada abad 21 (Prasetyo, 2. Berpikir kreatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengumpulan informasi sebagai upaya dalam pemecahan masalah (Saputro, 2. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif dapat dilihat dari aspek kelancaran, keluwesan, orisinalitas dan elaborasi saat penyelesaian suatu masalah (Barokah, 2021. Shobikhah, 2. Salah satu yang menyebabkan profil pelajar pancasila terutama dimensi berpikir kreatif tidak dapat terwujud disebabkan oleh rendahnya kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran (Wibiyanto, 2. Oleh karena itu, peran sekolah dalam menetapkan kebijakan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila (Ningtyas, 2021. Suryati, 2. Berdasarkan permasalahan yang ditemukann di lapangan, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran video untuk meningkatkan profil pelajar pancasila. Penelitian ini difokuskan pada dimensi kemampuan berpikir kreatif siswa yang terdapat pada profil pelajar pancasila. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Mahlianurrahman dan Rapita Aprilia P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan desain Kemmis dan Mc Taggart. Adapun tahapan penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Gambar 1. Desain Spiral Keterangan: Siklus I: Perencanaan Perlakuan dan pengamatan Refleksi Siklus II: Perencanaan Perlakuan dan pengamatan Refleksi (Taggart, 1. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Paya Dapur dengan subjek penelitan siswa kelas V yang berjumlah 22 siswa. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik Adapun data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan : P : Persentase f : Frekuensi berpikir kreatif N : Jumlah berpikir kreatif Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Mahlianurrahman dan Rapita Aprilia P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 HASIL DAN PEMBAHASAN Siswa yang telah mengikuti pembelajaran menggunakan media video diberikan tes pada setiap siklusnya untuk mengetahui peningkatan profil pelajar pancasila terutama pada dimensi kemampuan berpikir kreatif. Data kemampuan berpikir kreatif di analisis menggunakan uji statistik deskriptif. Analisis yang dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif berfungsi untuk mengetahui rata-rata peningkatan hasil kemampuan berpikir kreatif siswa. Adapun penjelasan lebih lanjut terkait hasil analisis deskriptif kemampuan berpikir kreatif siswa pada pra siklus, siklus I, dan siklus II disajikan pada tabel berikut. Tabel 1. Hasil Analisis Berpikir kreatif Berpikir Keatif Pra Siklus Siklus I Jumlah Siswa Skor Minimum Skor Maksimum Rata-Rata 55,68 73,18 Siklus II 93,40 Perbandingan rata-rata skor kemampuan berpikir kreatif siswa pada pra siklus, siklus I, dan siklus II dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 1. Rata-Rata Kemampuan Berpikir Kreatif Berdasarkan gambar 1 diketahui bahwa rata-rata skor kemampuan berpikir kreatif siswa pada pra siklus adalah 55,68%, siklus I 73,18%, dan siklus II 93. Selisih peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pra siklus dengan siklus I adalah sebesar 17,5%, sedangkan selisih peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa siklus I dengan siklus II adalah sebesar 20,22%. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran video dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Mahlianurrahman dan Rapita Aprilia P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan media video, artinya proses pembelajaran mengalami perbedaan media yang digunakan guru pada pembelajaran sebelumnya. Setelah pembelajaran berlangsung, siswa diberikan postest untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dan hasil tes siswa dianalisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif terjadi pada semua siswa, hal tersebut terlihat adanya peningkatan pada skor minimum semua siswa. Sebelum penerapan media video, skor minimum tes siswa 40, sedangkan pada siklus I mengalami peningkatan skor minimum menjadi 60 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80. Meningkatnya kemampuan berpikir kreatif siswa setelah penerapan media video dapat dipahami bahwa karena media video dapat diputar secara berulang, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk belajar secara mandiri (Rochim, 2. Selain itu, media pembelajaran video dapat mendukung proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan (Carolin, 2. Siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan video diberikan kesempatan untuk mempersiapakan diri agar siswa memiliki kesiapan dan fokus saat pembelajaran berlangsung. Kesiapan belajar siswa berdampak pada keberhasilan proses pembelajaran, oleh karena itu sangat penting bagi guru untuk mengidentifikasi kesiapan belajar siswa (Muskania, 2. Siswa dimotivasi dan didorong untuk menyelesaikan masalah dan melakukan eksperimen sesuai dengan langkah-langkah yang ditampilkan melalui video. Siswa yang belum memahami langkah-langkah eksperimen dapat memutar ulang kembali video, sehingga siswa dapat memahami setiap langkah eksperimen. Media pembelajaran video menampilkan beberepa pertanyaan reflektif sehingga siswa tergerak untuk menjawab sesuai dengan eksperimen yang telah dilakukan. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menjawab dan mempresentasikan hasil diskusi Melalui diskusi kelompok, siswa diarahkan untuk menetapkan suatu keputusan sebagai solusi dalam penyelesaian masalah yang dihadapi siswa. Kemudian siswa diberikan kesempatan untuk melakukan aksi nyata sesuai dengan solusi yang telah disepakati. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Mahlianurrahman dan Rapita Aprilia P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Siswa terlihat sangat tertarik mengikuti pembelajaran menggunakan media video (Maharuli, 2. Kemandirian siswa tumbuh (Nuritha, 2. dan siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran (Tamu, 2. Penerapan media pembelajaran video dapat mengaktifkan dan meningkatkan minat siswa, sehingga hasil belajar siswa meningkat (Pratiwi, 2. Kemampuan berpikir kreatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan gagasan yang orisisnil dan berbeda, sehingga siswa menghasilkan ide baru dan kreatif (Maryanto, 2. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa persentase kemampuan berpikir kreatif siswa pada pra siklus sebesar 55,68%. Pada siklus I presentase kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 73,18%, sedangkan presentase hasil kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus II sebesar 93,40%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan profil pelajar pancasila siswa pada dimensi kemampuan berpikir kreatif setelah penerapan pembelajaran menggunakan media Diharapkan kepada guru agar dapat menggunakan media video dalam meningkatkan profil pelajar pancasila, terutama pada dimensi kemapuan berpikir kreatif REFERENSI